Diskusi 7 Bahasa Indonesia Ut

Berikut adalah jawaban diskusi 1 netra kuliah Bahasa Indonesia Universitas Terbuka

1. Hakikat atau pengertian bahasa

Hakikat bahasa menurut para pakar. Dimulai pecah pendapat Chaer (dalam Muliastuti, 2022, hlm. 13) nan mengungkapkan bahwa ciri bahasa (hakikat bahasa) adalah sebagai berikut:

1. Bahasa itu adalah sebuah sistem, yang berarti bahasa n kepunyaan susunan teratur berpola nan membentuk suatu keseluruhan nan bermakna atau berfungsi.

2. Bahasa itu berwujud lambang, kata alias kekeluargaan kata dalam bahasa terdiri atas lambang-lambang bunyi, contohnya adalah huruf a-z dalam alphabet.

3. Bahasa itu berupa bunyi, belaka idiosinkratis terhadap bunyi-bunyi bermakna yang dihasilkan oleh perabot tutur basyar, bunyi tersebut disebut dengan bunyi bahasa/fonem (obstulen diluar bangkis, batuk, dsb).

4. Bahasa itu bersifat serampangan, dipilih secara sembarang tanpa alasan tetapi berdasarkan kebiasaan (sepatu disebut sepatu, mengapa tidak disebut wana kaki? karena bahasa itu arbiter; manasuka).

5. Bahasa itu signifikan, kata atau morfem pada dasarnya telah mempunyai makna, doang jika disusun intern kalimat tidak berharga maka kalimat tersebut bukanlah bahasa. Makanya karena itu, segala tuturan yang tidak berharga bukanlah bahasa.

6. Bahasa itu bersifat lumrah, bahasa haruslah mematuhi konvensi bahwa lambang tertentu digunakan untuk mengoper konsep nan diwakilinya. Jika lain dipatuhi maka akan terjadi hambatan komunikasi yang terjadi karena hambatan bahasa.

7. Bahasa itu bersifat unik, atau memiliki ciri khas spesifik nan tak dimiliki makanya bahasa lain. Contohnya, susunan kata dalam kalimat bahasa Indonesia sangat menentukan makna, sedangkan dalam bahasa Latin bukan.

8. Bahasa itu bersifat universal, meskipun unik bahasa tetap punya ciri sama yang dimiliki oleh semua bahasa di dunia. Misalnya, setiap bahasa memiliki introduksi-pengenalan berkategori nomina, verba, ajektiva, kata tambahan. Setiap bahasa juga memiliki unsur konsonan dan vokal.

9. Bahasa itu berperangai produktif, artinya bahasa banyak menghasilkan partikel-molekul yang tidak terbatas jumlahnya. Contohnya, bersumber beberapa abc akan tercipta banyak kata yang berbeda, dari beberapa kata akan tercipta banyak kalimat yang berbeda.

10.  Bahasa itu berbagai rupa, suatu bahasa dapat mempunyai bermacam idiolek, dialek, dan ragam yang berbeda (Chaer, 2012). Idiolek ialah variasi bahasa yang bersifat perorangan, contohnya setiap bani adam punya gaya wicara yang berbeda. Dialek adalah keberagaman bahasa yang digunakan maka itu sekelompok awam sreg suatu tempat tertentu, maka itu karena itu, bermunculan variasi bahasa Sunda, bahasa Jawa, bahasa Flores, dsb. Sedangkan perbuatan yakni variasi bahasa yang digunakan dalam situasi tertentu. Misalnya, sekiranya fertil pada kejadian seremonial, kita selalu berusaha menggunakan bahasa baku. Sebaliknya, jika berbicara dalam situasi nonformal kita akan menunggangi ragam bahasa nonbaku.

11.  Bahasa itu berkarakter dinamis, perkembangan budaya suatu masyarakat bahasa akan berakibat pula pada kronologi bahasanya. Suatu alas kata boleh meluas atau menyempit maknanya. Berbagai dialek akan terus bermunculan, dan glosari suatu bahasa akan terus bertambah.

12.  Bahasa itu berperilaku manusiawi, Binatang tidak boleh menyampaikan konsep baru atau ide baru dengan organ komunikasinya, Mengapa? Karena binatang tidak dianugerahi akal budi bahasa yang mengembalikan manusia

Definisi Bahasa :

1.  Bahasa merupakan seperangkat lambang. Gedung yang membangun sebuah bahasa ialah lambang-lambang bunyi, sebagaimana: a, b, c, d ~ z. Lambang-lambang obstulen tersebut diatur oleh sistem bahasa dan membangun gedung kata, seperti: tanaman, geta, dan gunung. Lambang-lambang tersebut belaka akan dimengerti maknanya apabila mengikuti sifat bahasa yang dipahami pendongeng.

2.  Bahasa merupakan seperangkat bunyi. Bahasa yaitu selengkap bunyi bersistem yang dikeluarkan maka itu gawai ucap orang. Melalui sistem tersebut, bahasa dapat digunakan dan dipahami oleh sesama bani adam.

***

2. Keefektifan terdahulu bahasa dan beberapa fungsi lainnya berlandaskan yang Anda ketahui;

Beberapa pengertian bahasa pecah para ahli:

– Dataran tinggi

 Bahasa adalah pernyataan pikiran seseorang dengan perantaraan onomata (nama benda) dan rhemata (ucapan) yang yaitu teoretis dari ide seseorang dalam arus gegana lewat mulut.

– Ferdinand De Saussure

Bahasa merupakan ciri pembeda yang paling kecil menonjol karena dengan bahasa setiap keramaian sosial merasa dirinya sebagai kesatuan yang berbeda berasal kelompok nan tak.

– Bill Adams

Definisi bahasa merupakan suatu sistem pengembangan psikologi hamba allah dalam sebuah konteks inter-subyektif.

– Wahyu Wibowo

Dalam bukunya Otonomi Bahasa 7 Strategi Catat Pragmatik Cak bagi Praktisi Bisnis dan Mahasiswa (2001), bahasa ialah sistem simbol bunyi yang berguna dan berartikulasi nan berkarakter sembarang dan konvensional.

  • Faedah bahasa menurut saya merupakan merupakan seumpama perkakas berinteraksi dengan manusia, alat cak bagi berfikir, serta mengairi arti kepercayaan di masyarakat. Selain perumpamaan alat komunikasi atau berinteraksi, bahasa juga memiliki kemustajaban penting sebagai metode pembelajaran pada lingkup bahasa itu sendiri. Bahasa juga berfungsi sebagai identitas suatu suku alias nasion karena keunikannya. Karena setiap suku ataupun bangsa tentunya punya bahasa yang berbeda.

***

3. Alasan bahasa Melayu yang dipilih menjadi kakek bahasa Indonesia;

  1. Bahasa melayu yaitu lingua franca di indonesia lingua franca (bahasa latin yangartinya merupakan “bahasa bangsa franka“/ bahasa bangsa perancis) bahasa    pergaulan/bahasa pengantar
  2. Bahasa melayu cepat berkembang di indonesia karena: sederhana dan mudah dipelajari lain mengenal tataran bahasa
  3. Bahasa melayu mempunyai kesanggupan untuk dipakai sebagai bahasa kebudayaan bahasa jawi berperilaku reseptif mudah memufakati masukan berbunga bahasa provinsi lain maupun bahasa asing
  4. Bahasa melayu diterima oleh tungkai-suku di indonesia kualat bujang seumpama puncak pernyataan lahirnya bahasa indonesia laksana bahasa persatuan suku jawa, kaki sunda, dan tungkai lainnya mengamini bahasa melayu umpama bahasa nasional

***

4. Jalan bahasa Indonesia pada periode penjajahan Jepang;

Pada waktu penjajahan jepang  Bahasa Indonesia mengalami tiga fase perkembangan sejak kelahirannya sreg 28 Oktober 1928 setakat terbitnya Undang-Undang Nomor 24 Masa 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kewarganegaraan. Tiga fase itu mencakup :

  1. bahasa Indonesia ibarat bahasa persatuan,
  2. bahasa Indonesia sebagai bahasa konvensional negara,
  3. bahasa Indonesia sebagai bahasa alam semesta.

Metode eksplorasi nan digunakan ialah analisis konten. Sumber data nan digunakan yakni buku, dokumentasi, dan foto nan menekat situasi bahasa Indonesia sejauh kurun waktu 81 musim. Hasil eksplorasi ini menunjukkan bahwa:

  1. fase bahasa Indonesia perumpamaan bahasa persatuan ditandai Ejaan van Ophuijsen dan Kongres Bahasa Indonesia I,
  2. fase bahasa Indonesia sebagai bahasa stereotip negara ditandai Pasal 36 UUD 1945, Senat Bahasa Indonesia II, Praseminar Politik Bahasa Nasional (1974), Seminar Garis haluan Bahasa Nasional (1975), Seminar Politik Bahasa (1999), Ejaan Suwandi (1947), dan Ejaan yang Disempurnakan (1972),
  3. fase bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional ditandai Senat Internasional IX Bahasa Indonesia, UU Nomor 24 Tahun 2009, dan Daya Ekspansi Strategi dan Diplomasi Kebahasaan Bodi Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Bahasa Indonesia lahir pada rontok 28 Oktober 1928. pada detik itu, para cowok pecah beragam pelosok Nusantara berkumpul dalam Kerapatan Pemuda dan berikrar:

  1. bertumpah darah yang suatu, tanah Indonesia,
  2. berbangsa yang satu, nasion Indonesia,
  3. menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Ikrar para teruna ini dikenal dengan merek Laknat Pemuda. Partikel yang ketiga dari Sumpah Cowok merupakan pernyataan tekad bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan bangsa Indonesia. Pada masa 1928 itulah bahasa Indonesia dikukuhkan kedudukannya laksana bahasa kebangsaan.

***

5. Perbedaan kekuatan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa Indonesia perumpamaan bahasa negara.

a. Sebagai Bahasa Kebangsaan

1) Bahasa Indonesia sebagai Identitas Nasional. Geta mula-mula dari Takhta Bahasa Indonesia bak bahasa Nasional dibuktikan dengan digunakan nya bahasa indonesia dalam bulir-bilir Tulah Perjaka.

2) Bahasa Indonesia sebagai Kebanggaan Nasion. Kedudukan kedua dari Singgasana Bahasa Indonesia laksana bahasa Kebangsaan dibuktikan dengan masih digunakannya Bahasa Indonesia sampai sekarang ini.

3) Bahasa Indonesia bagaikan alat komunikasi. Kedudukan ketiga pecah Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional dibuktikan dengan digunakannya Bahasa Indonesia internal heterogen media komunikasi.

4) Bahasa Indonesia sebagai Alat pemersatu Bangsa yang berlainan Suku, Agama, ras, leluri dan Budaya.

b. Sebagai Bahasa Negara

1) Bahasa Indonesia ibarat bahasa resmi kenegaraan.

Kursi pertama dari Geta Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara dibuktikan dengan digunakannya bahasa Indonesia dalam tulisan tangan pengetahuan kedaulatan RI 1945. Mulai momen itu dipakailah bahasa Indonesia dalam apa upacara, kejadian, dan kegiatan kenegaraan baik dalam bentuk oral maupun tulis.

2) Bahasa Indonesia sebagai alat pengantar dalam mayapada pendidikan.

Kedudukan kedua dari Kursi Bahasa Indonesia laksana bahasa Negara dibuktikan dengan pemakaian bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar di bagan pendidikan dari taman kanak-kanak, maka materi pelajaran yang berbentuk media cetak pun harus berajar Indonesia.

3) Bahasa Indonesia misal penghubung pada tingkat Nasional cak bagi kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintah,

Kedudukan ketiga bersumber Kedudukan Bahasa Indonesia bak bahasa Negara dibuktikan dengan digunakannya Bahasa Indonesia internal pertalian antar jasmani pemerintah dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat.

4) Bahasa Indonesia Sebagai pengembangan kebudayaan Kebangsaan, Ilmu dan Teknologi.

Kedudukan keempat berbunga Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara dibuktikan dengan penyebaran ilmu pengetahuan dan teknologi, baik melalui buku-resep pelajaran, buku-buku populer, majalah-majalah ilmiah maupun kendaraan cetak lainnya. Karena sangatlah tidak mungkin bila suatu buku yang menguraikan tentang suatu kultur wilayah, ditulis dengan menggunakan bahasa daerah itu sendiri, dan menyebabkan orang lain belum tentu akan mengerti.

Source: https://edu.sabitekno.com/2022/04/jawaban-diskusi-1-bahasa-indonesia-ut.html

Posted by: caribes.net