Disproportionate Stratified Random Sampling Adalah

MPC I »
Stratified Random Sampling ›

Estimasi Perbandingan intern Stratified Random Sampling
Sampling

Perkiraan Rasio intern Stratified Random Sampling

Setelah sampel diperoleh dengan metode stratified random sampling, awalan berikutnya ialah melakukan pendugaan untuk memperoleh parameter alias karakteristik populasi. Pada artikel ini, akan dibahas pendugaan rasio internal stratified sampling.


Pasca- sampel diperoleh dengan metode pemilihan sampel sembarang strata (stratified random sampling), awalan berikutnya adalah mengamalkan pendugaan lakukan memperoleh parameter atau karakteristik populasi. Pada artikel ini, akan dibahas pendugaan proporsi internal stratified sampling.

Pendugaan Neraca dalam Stratified Sampling

Misalkan suatu populasi dengan N molekul dibagi menjadi L strata sedemikian rupa sehingga N1 + N2 + N3 + … + NL = N, dan Yhi merupakan nilai variabel kualitatif Y (dua kategori: C dan bukan-C, misalnya) dalam strata ke-h pada unit ke-i. Elemen-elemen dengan ciri tertentu tersebut (misal ciri C) termasuk dalam kategori I masing-masing diberi nilai 1, sehingga kerjakan kategori lainnya, kategori II, diberi nilai 0.

Dengan demikian, perkiraan nisbah populasi yang berciri C adalah \(p_{st}\), yang diperkiraan dengan:

di mana: \( p_h = \frac{ \displaystyle \sum_{i=1}^{n_h} y_{hi}}{n_h} \), merupakan proporsi yang berciri C di lapisan ke-h.

Adapun perkiraan varians dan standar error untuk \(p_{st}\) yakni:

Dengan demikian, dengan premis ukuran sampel cukup ki akbar (sekurang-kurangnya 30 di setiap salutan) maka rekaan interval dengan tingkat keyakinan (1-α)% yaitu:

Pendugaan Kuantitas Unit yang Berciri C di intern Populasi

Selain proporsi maupun persentase populasi yang berciri C, yang biasa dilakukan juga adalah menyengaja total unit yang berciri C internal populasi berdasarkan sampel, yaitu dengan rumus sebagai berikut:

dengan ancangan varians dan standar error-nya adalah:

Dengan demikian, antisipasi interval untuk A (banyaknya unit yang berciri C dalam populasi) dengan tingkat keyakinan (1-α)% adalah:

Contoh 1:

Suatu populasi terdiri dari 2 tingkatan/lapisan dengan N1 = 600 rumah tangga dan N2 = 400 kondominium tangga. Sebuah spesimen diambil secara acak terlambat sonder pengembalian (SRS-WOR) dari setiap salutan dengan n1=60 flat tangga dan n2 = 80 rumah tangga. Apabila percontoh pada sepuhan pertama terdapat 1/3 nan berciri C, misal yang mendapat Uluran tangan Langsung Tunai (BLT) (yang berciri C bisa diberi kredit 1, dan yang tidak berciri C diberi nilai 0) dan plong spesimen lapisan kedua terwalak ½ yang berciri C (yang membujur BLT), maka buatlah perkiraan banyaknya ciri C (banyaknya rumah tangga penerima BLT) pada populasi!

Pembahasan:

Diketahui bahwa

Dengan demikian, perincian proporsi atau persentase yang berciri C di intern populasi adalah:

Dengan demikian, perkiraan banyaknya kondominium tangga pemeroleh BLT di dalam populasi adalah:

Maka antisipasi interval dengan tingkat keyakinan 95% bagi banyaknya rumah pangkat penerima BLT dalam populasi yaitu:

Jadi, dengan tingkat keyakinan 95% dapat disimpulkan bahwa rekaan total apartemen tangga penerima BLT kerumahtanggaan populasi berkisar 321 sampai 479 rumah hierarki.

Sumber:

Asra, Abuzar & Achmad Prasetyo. 2022. Pengambilan Percontoh dalam Penelitian Survei. PT RajaGrafindo Persada: Jakarta.

Source: https://jagostat.com/metode-penarikan-contoh-1/pendugaan-proporsi-dalam-stratified-sampling

Posted by: caribes.net