Do A Keluar Kamar Mandi

Takbir masuk kamar bersiram –
Perlu diketahui internal agama Islam, hampir setiap aktivitas koteng mukminat selalu bergandengan dengan sunnah-sunnahnya, tertera ratib n domestik melaksanakannya.

Tercantum pergi ke arena yang dapat dianggap kotor sekalipun, misalnya ke wc atau kamar mandi. Kamar mandi maupun wc sudah termasuk tempat nan kotor.

Karena kegunaanya merupakan arena kita lakukan membuang hajat-ampas kita, ataupun membersihkan endap-endap puas tubuh kita.

Bahkan kamar bersiram atau wc termasuk salah satu tempat tinggal jin alias setan, dan ketika berada di dalam kamar mandi, jin atau setan akan selalu menggoda kita.

Contents

  • 1
    Doa Ikut dan Keluar Kamar Bersiram dan Penjelasannya

    • 1.1
      Doa Masuk Kamar Mandi
    • 1.2
      Doa Keluar Kamar Mandi
  • 2
    Adab Detik ke Kamar Mandi

    • 2.1
      Mendahulukan Kaki Yang Kiri Ketika Masuk Dan Kaki Nan Kanan Saat Keluar Kamar Mandi
    • 2.2
      Tidak Menghadap Ke Sisi Kakbah Dan Membelakanginya
    • 2.3
      Jangan Berlena Di Privat Kamar Mandi
    • 2.4
      Jangan Berisik Atau Bersuara
    • 2.5
      Bersuci Atau Beristinja Dengan Tangan Kiri
    • 2.6
      Konklusi
    • 2.7
      Terkait

Doa Masuk dan Keluar Kamar Mandi dan Penjelasannya

doa masuk kamar mandi

Rasulullah SAW menguraikan bahwa hantu penunggu ingin memiliki medan silam layaknya Adam as yang tinggal di manjapada.

“Ya Yang mahakuasa Adam dan keturunannya Beliau serah medan adv amat di manjapada, maka berilah lagi aku wadah tinggal”, kata iblis.

Allah SWT bersuara, “Panggung tinggalmu adalah WC (kamar mandi atau jamban)”

(HR.Bukhari)

Dari Zaid kedelai Arqom radhiyallahu’anhu berbicara, Rasulullah SAW bersabda:


إِنَّ هَذِهِ الْحُشُوشَ مُحْتَضَرَةٌ، فَإِذَا أَتَى أَحَدُكُمُ الْخَلَاءَ فَلْيَقُلْ: أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

“Sememangnya toilet itu tempatnya setan, apabila pelecok seorang di antara kalian hendak timbrung ke kamar mandi, maka ucapkanlah doa A’udzubillahi Minal Khubutsi wal Khobaaits (aku berlindung kepada Allah dari setan lelaki dan cewek).”

(HR. Debu Dawud, hadist no. 6)

Dan malaikat pencatat amal sekalipun tidak bisa memasuki kamar mandi atau wc.

Ibnu Hajar Al-Haitsami rahimahullah mengomong, “Para malaikat penyadur kebajikan tak berpisah dari kita kecuali saat di WC, saat berjimak dan ketika mandi. Sama dengan disebutkan dalam hadits.”
(Al-Fatawa Al-Haditsah, hal. 47)


Doa Masuk Kamar Mandi

Doa Masuk Kamar Mandi

Wirid masuk kamar mandi secara umum, dan nan paling kecil sering digunakan serta paling sering diajarkan kepada kita, adalah doa turut kamar mandi yang cak semau lega buku dzikir dan doa penting sehari hari bermula Al-Habib Al-Alamah Umar polong Hafizh.


اَللّٰهُمَّ اِنّىْ اَعُوْذُبِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَآئِثِ

Allahumma innii a’uu dzubika minal khubutsi walkhobaaitsi

Artinya:

“Wahai Allah, sebenarnya aku memohon perlindungan kepada-Mu semenjak (godaan) setan suami-junjungan dan setan pemudi.”

Dalam riwayat tidak tahlil tersebut artinya adalah :

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung sreg-Mu berpunca sesuatu yang ki busuk dan menjijikan.”

(HR. Bukhari dan Mukmin, Tatap Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Adzkâr, Penerbit Darul Hadits, Kairo, Mesir)


Doa Keluar Kamar Mandi

doa keluar

Dan saat hendak keluar kamar mandi kita pun disunnahkan untuk membaca doanya.

Padahal untuk doa ketika hendak keluar berasal kamar mandi, adalah perumpamaan berikut:


غُفْرَانَكَ، الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَذْهَبَ عَنِّي الأَذَى وَعَافَانِي

Ghufroonaka, alhamdulillahilladzi adzhaba ‘annil adzaa wa ‘aafaanii

Artinya :

“Aku memohon ampunan-Mu, segala apa puji bagi Sang pencipta nan telah menyejukkan dariku rasa sakit dan menyembuhkanku.”

(HR. Serbuk Daud dan At-Tirmidzi, Lihat Muhyiddin Abi Zakariya Yahya kacang Syaraf An-Nawawi, Al-Adzkâr, Penerbit Darul Hadits, Kairo, Mesir)


Adab Ketika ke Kamar Mandi

Adab K

Saat masuk kamar mandi maupun keluar kamar mandi kita memang dianjurkan bakal sembahyang terlebih suntuk. Saja selain berdoa, suka-suka pun tata krama nan baik ketika pergi atau ketika bernas di dalam kamar mandi.

Selam sendiri sudah banyak mengajarkan tentang adab-adab yang baik dalam berbagai aktifitas kepada kita, termasuk ketika hendak ke kamar mandi. Adab tersebut bahkan mutakadim diajarkan sejak zamannya baginda Nabi SAW.

Dan berikut adab-kepatutan yang dinasihatkan bagi kita laksanakan saat hendak ke kamar mandi, bak berikut :


Menggesakan Kaki Yang Kiri Saat Timbrung Dan Suku Yang Kanan Ketika Keluar Kamar Mandi

Ketika kita akan menjauhi satu tempat yang baik atau bersih, misalnya zawiat. Kita selalu disunnakan lakukan mengacapkan kaki yang kanan momen masuk. Namun, berbeda halnya ketika kita akan memasuki tempat-bekas cemar seperti kamar mandi.

Ketika memasuki tempat cemar sebagaimana kamar bersiram, kita justru disunnahkan bikin mendahulukan melangkahkan kaki yang sisi kiri dan ketika keluar mempercepat tungkai yang sebelah kanan.

Diriwayatkan oleh Pastor Bukhari dan Muslim,

“Rasulullah SAW kian suka mengulangulang nan kanan saat memakai sandal, menyisir rambut, ketika bersuci dan dalam setiap  perkara (nan baik-baik).”

(HR. Bukhari dan Mukminat)

Tidak Menumpu Ke Arah Kiblat Dan Membelakanginya

Ada nan bependapat bahwa menghadap ke arah kiblat ketika di kamar mandi, ialah sebuah tulangtulangan penghinaan maupun hal yang buruk, terutama detik buang sisa atau kotoran.

Karena terletak ka’bah kiblatnya umat Islam, semua orang Islam ketika beribadah sudah pasti akan menghadap kiblat. Karena itu, saat membuang kotoran alangkah baiknya kita menghadap ke arah tak selain kiblat.

Bintang sartan sebisa kelihatannya kita hindari bakal menghadap ke arah kiblat ketika makmur di kerumahtanggaan kamar mandi, terutama momen membuang sisa atau residu.

Abu Ayyub Al-Anshori berkata, bahwa Nabi Muhammad SAW bertutur yang artinya:

“Jika kalian berkiblat jamban, maka janganlah kalian menghadap kiblat dan membelakanginya. Akan tetapi, hadaplah ke sisi timur dan barat.”

(HR.Bukhari dan Mukmin)

Jangan Berlama-lama Di Dalam Kamar Mandi

Kamar bersiram ataupun wc atau jamban merupakan bekas yang kotor layaknya kegunaannya. Dan kerumahtanggaan Islam koteng sudah dijelaskan bahwa kamar mandi adalah tempatnya iblis atau jin ataupun setan.

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa iblis kepingin memiliki tempat dahulu layaknya Adam as yang silam di bumi,

 “Ya Allah Lanang dan keturunannya Anda pasrah palagan adv amat di bumi, maka berilah pula aku medan tinggal”, kata iblis.

Allah SWT merenjeng lidah, “Arena tinggalmu merupakan WC (kamar mandi ataupun jamban).”
(HR.Bukhari)

Sehingga ketika berada di privat kamar bersiram, kita akan selalu mendapatkan bujukan-godaan dari setan.

Dari Zaid bin Arqam radhiyallahu anhu berujar,  bahwa Rasulullah SAW bersabda :

“Sesungguhnya toilet ini dihadiri setan.”
(HR. Ahmad)

Bintang sartan setiap kegiatan nan kita kerjakan di dalam kamar bersiram, akan selalu dihadiri atau di goda oleh setan.

Baginda Utusan tuhan Rasulullah  SAW bersabda :

“Sesungguhnya bekas campakkan geladir ini dihadiri (maka dari itu setan), jika salah koteng dari kalian hendak masuk kamar mandi (WC),”
(HR. Al-Bukhari, Muslim, At-Tirmidzi, Ibnu Majah).

Makanya karena itu, alangkah baiknya kita jangan berdiam terlalu lama di privat kamar mandi atau wc.

Jangan Berisik Alias Bersuara

Sudah lalu banyak berpokok kita saat fertil di kamar mandi selalu mengerjakan kegiatan lain selain membeningkan kotoran atau menyertu, misalnya seperti bernyanyi, menampung-mukul alat mandi dan lain sebagainya.

Sedangkan dalam Selam sendiri, kita tidak diperbolehkan melakukan hal  lain selain cak bagi bersuci atau membersihkan kotoran maupun membuang kotoran.

Jadi kita dianjurkan momen di intern kamar bersiram lain boleh berisik, bahkan sebagian pendapat mengatakan bukan boleh berbicara kadang-kadang ketika berharta sreg gelanggang tersebut.

Bermula Bani ‘Umar radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:


أَنَّ رَجُلًا مَرَّ وَرَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَبُولُ، فَسَلَّمَ، فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيْهِ

“Bahwa ada seorang lelaki melewati Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam dan beliau sedang kencing (di kamar mandi). Ketika itu, orang tersebut mengucapkan salam, dan beliau tidak membalasnya.” (HR. Mukminat, hadist no. 370)

Pastor An-Nawawi rohimahullah berpendapat mengenai hadist di atas internal kitabnya Al-Minhaj Syarah Shahih Orang islam :


فيه أن المسلم في هذا الحال لايستحق جوابا وهذا متفق عليه قال أصحابنا ويكره أن يسلم على المشتغل بقضاء حاجة البول والغائط فإن سلم عليه كره له رد السلام

Berdasarkan hadist ini bahwa seorang muslim dalam hal ini anda tidak berwenang menjawab salam, dan ini kerukunan cerdik pandai. Ulama mazhab kami (mazhab Syafi’i), dimakruhkan menitahkan salam kepada hamba allah yang sedang buang hajat, baik menengah lempar air kecil maupun buang air osean. Jika ada yang memberi salam, maka engkau bukan berhak menjawabnya.
(Al-Minhaj Syarah Shaih Orang islam, jilid 4 situasi. 65)

Imam An-Nawawi rohimahullah kembali menjelaskan n domestik kitabnya Al-Adzkar, yaitu:


يكره الذكر والكلام حال قضاء الحاجة، سواء كان في الصحراء أو في البنيان، وسواء في ذلك جميع الأذكار والكلام، إلا كلام الضرورة

Dimakruhkan berdzikir dan berbicara ketika buang hajat, baik di padang batu halus yang terbuka ataupun di dalam bangunan. Baik seluruh ucapannya itu dzikir maupun biasa, kecuali berbicara n domestik keadaan darurat
(Al-Adzkar, jilid 1 hal. 26)

Bersuci Atau Beristinja Dengan Tangan Kiri

N domestik Islam kita selalu dianjurkan untuk menggunakan tangan kanan, bahkan banyak sunnah-sunnah yang mengajarkan kita buat selalu menggunakan tangan kita, momen memulai atau mengerjakan sebuah aktivitas.

Akan saja tak terkecuali saat beristinja alias bersuci atau menyucikan tubuhkan berpunca kotoran. Dalam Selam malah mencadangkan kita untuk menunggangi tangan kidal saat menyertu membersihkan kotoran pada tubuh kita.

Baik detik gemuk di dalam kamar mandi maupun di tempat lainnya. Bintang sartan selama itu adalah aktivitas kita untuk bersuci atau berkaitan dengan pencucian sesuatu yang kotor. Kita disunnahkan untuk melakukannya dengan tangan kiri.

Kecuali jika kerumahtanggaan keadaan darurat, ataupun hal lainnya yang menguati kita memang harus menggunakan tangan kanan kerjakan melakukan istinja alias bersuci.

Dari Abu Qotadah mengomong, bahwa Rasulullah SAW bersabda :

“Seandainya salah seorang di antara kalian minum, janganlah anda bernafas di dalam bejana. Jika ia buang residu, janganlah sira menyambut aurat dengan tangan kanannya. Janganlah kembali engkau beristinja’ dengan tangan kanannya.”

(HR. Bukhari dan Mukmin )

Makara intinya, gunakan tangan kanan buat peristiwa-hal yang baik kecuali takdirnya dalam peristiwa darurat. Dan gunakan tangan kiri untuk keadaan-kejadian yang kotor, maksudnya untuk membersihkan hal-keadaan yang jorok ataupun kotor. Kecuali, jika dalam keadaan darurat.


Kesimpulan

Jadi n domestik ajaran agama Islam, ada sunnah-sunnah yang dianjurkan bagi kita untuk ketika pergi ke dalam kamar mandi atau momen melakukan aktivitas bersuci di intern kamar mandi.

Misalnya seperti, berdoa terlebih dahulu ketika hendak masuk ke dalam kamar bersiram. Dan juga beribadat lebih lagi dahulu ketika hendak keluar kamar mandi. Serta adab-kesopansantunan nan harus kita lakukan ketika berbenda di dalam kamar bersiram.

Jika kalian ingin mengarifi makin rinci sekali lagi tentang hal tersebut. Kalian bisa melihat dan membacanya dalam kitab

Bidayah Al-Hidayah oleh Pater Al-Ghazali.

Kitab tersebut menjelaskan secara rinci bagaimana adab-tata susila ikut kamar mandi. Setidaknya ada lima adab yang berkaitan langsung dengan adab nan telah dijelaskan di atas.

Jadi itulah tahmid serta adabnya ketika pergi ke kamar bersiram ataupun berada di dalam kamar bersiram, semoga kita bisa istiqomah dalam melakukan sunnah-sunnah tersebut.

Sekian penjelasan pada artikel siapa ini dan mudah-mudahan berjasa.

Source: https://imujio.com/doa-masuk-kamar-mandi/

Posted by: caribes.net