Energi Listrik Dinyatakan Dalam Satuan

Bermula Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Bohlam listrik dengan kiat 8 watt

Segitiga sama daya nan terdiri dari kiat semu (VA), daya reaktif (VAR), dan daya aktual (W). Penerapannya plong arus listrik bolak-balik

Daya listrik
adalah kemampuan satu peralatan elektrik bikin melakukan usaha akibat adanya pertukaran kerja dan perubahan muatan listrik tiap asongan masa.[1]
Besarnya daya listrik yang dilakukan oleh peralatan elektrik dipengaruhi maka itu keberadaan tegangan listrik, kuat diseminasi elektrik, dan obstruksi listrik di dalam kekeluargaan listrik tertutup, serta keadaannya terhadap waktu. Ketiga besaran listrik tersebut menjadi penentu dari besarnya daya listrik yang diperlukan maka itu peralatan listrik bikin bekerja secara optimal.[2]
Skor pokok listrik umumnya dicantumkan pada cap peralatan setrum lakukan menunjukkan besarnya energi yang dibutuhkan makanya perangkat listrik buat dapat bekerja tiap eceran waktu.[3]

Perigi penghasil

[sunting
|
sunting sumber]

Induksi elektromagnetik

[sunting
|
sunting perigi]

Daya listrik bisa dibuat dari pengubahan daya kerja selama proses induksi elektromagnetik berlangsung di dalam puntalan magnet. Tegangan induksi plong batang penghantar nan berada di privat suatu medan magnet akan menghasilkan arus induksi dengan nilai tertentu. Tarikan dan arus induksi ini menghasilkan gerendel dalam satuan Joule yang seperti ki akal yang dibebaskan ke dalam konduktor. Muslihat intern satuan Joule ini dihasilkan sebagai akibat adanya kerja insinyur nan bermula berpangkal proses menggerakkan mayit penghantar. Sedangkan pada batang penghantar terdapat gaya nan bergerak secara inkompatibel jihat, sehingga daya mekanik berubah menjadi muslihat listrik.[4]

Satuan

[sunting
|
sunting mata air]

Dalam Sistem Runcitruncit Internasional, daya listrik dinyatakan dengan satuan Watt (W). Pusat elektrik juga boleh dinyatakan privat runcitruncit Joule/detik (J/s). Pada bilang penerapan praktis, daya listrik dinyatakan n domestik kiloWatt (kW) maupun MegaWatt (MW).[5]

Persamaan matematika

[sunting
|
sunting sumur]

Dalam pertalian listrik

[sunting
|
sunting sumur]

Daya elektrik, dilambangkan dengan lambang bunyi
P
dalam persamaan elektrik. Sreg perkariban diseminasi DC, muslihat elektrik sesaat dihitung menunggangi Hukum Joule, sesuai etiket fisikawan Britania James Joule, yang permulaan kelihatannya menunjukkan bahwa energi listrik bisa berubah menjadi energi teknisi, dan sebaliknya.





P
=
V
I



{\displaystyle P=VI\,}



di mana





P


{\displaystyle P}




ialah daya (watt maupun W)





I


{\displaystyle I}




ialah sirkulasi (ampere atau A)





V


{\displaystyle V}




yakni perbedaan potensial (volt atau V)

Sebagai contoh, bohlam dengan daya 8 watt nan dipasang pada tegangan (beda potensial) 220 V akan memerlukan sirkulasi setrum sebesar 0,0363636 A alias 36,3636 mA:





8



W


=
220



V





0
,
0363636



A




{\displaystyle 8\,{\mbox{W}}=220\,{\mbox{V}}\cdot 0,0363636\,{\mbox{A}}}



.

Hukum Joule bisa digabungkan dengan hukum Ohm untuk menghasilkan dua persamaan tambahan





P
=

I

2


R

=



V

2


R





{\displaystyle P=I^{2}R\,={\frac {V^{2}}{R}}\,}



di mana





R


{\displaystyle R}




adalah hambatan listrik (Ohm atau Ω).

sebagai model:





(
2



A



)

2





6

Ω


=
24



W





{\displaystyle (2\,{\mbox{A}})^{2}\cdot 6\,\Omega =24\,{\mbox{W}}\,}



dan








(
12




V)



2




6

Ω





=
24



W





{\displaystyle {\frac {(12\,{\mbox{V)}}^{2}}{6\,\Omega }}=24\,{\mbox{W}}\,}



Dalam ruang

[sunting
|
sunting sumber]

Siasat listrik dapat berputar di mana pun bekas setrum dan magnet mewah di arena yang sederajat. Contoh minimum sederhana adalah perantaraan listrik, yang sudah lalu dibahas sebelumnya. Dalam kasus umum persamaan




P
=
V
I


{\displaystyle P=VI}




harus diganti dengan perhitungan yang makin rumpil, yaitu terintegrasi hasil mana tahu vektor medan elektrik dan medan besi berani dalam pangsa tertentu:






P

=





S



E

×



H





d
A




{\displaystyle \mathbf {P} =\int _{S}\mathbf {E} \times \mathbf {H} \cdot \mathbf {dA} \,}



Jadinya adalah skalar, karena ini adalah koheren permukaan dari vektor Poynting

Penyaluran

[sunting
|
sunting sumber]

Kawat pupuk

[sunting
|
sunting sumber]

Penyaluran daya listrik melalui kabel camar menghasilkan rugi-rugi pokok. Pengurangan rugi-rugi gerendel dilakukan dengan memperkecil angka hambatan listrik di dalam kabel. Nilai obstruksi dapat dikurangi dengan menggunakan korban elektrik dengan hambatan jenis nan kecil, seperti tembaga atau aluminium. Hambatan variasi suatu bahan listrik yakni suatu ketetapan yang tidak bisa diubah, sehingga pengurangan skor hambatan listrik doang bisa mencapai biji paling kecil tertentu. Penurunan nilai dapat dilakukan lagi dengan mengamalkan perkomplotan objek listrik. Kaidah pertama untuk merekayasa bahan agar hambatan listriknya tinggal mungil ialah melakukan pencampuran bahan-bahan listrik sehingga ditemukan hambatan yang lebih mungil dari bahan listrik yang ada di alam. Cara kedua yakni menggunakan kabel dengan luas penampang lebih besar. Hambatan elektrik akan semakin kecil jika luas penampang semakin ki akbar. Cara kedua enggak dapat diterapkan secara efektif pada pekerjaan teknis kelistrikan karena penampang besar berkarakter preskriptif dan berat dibengkokkan. Sifat ini mengakibatkan kesulitan n domestik penyambungan. Cara yang paling awam digunakan dalam penyaluran kiat elektrik ialah dengan membuat benang besi internal bentuk serabut. Kabel serabut terdiri dari serabut-serabut dengan luas kaliber kerdil. Obstruksi benang besi menjadi kecil karena jumlah serabut banyak sehingga luas kaliber besaran seluruh baja menjadi samudra. Selain itu, kabel serabut masih mudah buat digulung maupun dililit.[6]

Terusan Udara Ekstra Jenjang

[sunting
|
sunting perigi]

Daya elektrik dalam jumlah yang sangat segara dilakukan menerobos jaringan transmisi tenaga setrum berbentuk Saluran Udara Voltase Ekstra Tinggi (SUTET). Penyaluran dengan menggunakan SUTET merupakan konsekuensi penyaluran yang jauh, mulai dari pembangkit elektrik hingga ke lokasi pemukiman penduduk.[7]
Penyaluran anak kunci listrik jarak jauh menerapkan persamaan rugi-rugi daya. Plong persamaan ini, ki akal listrik yang terbuang tanpa digunakan terjadi selama penyaluran karena adanya hambatan tertentu di dalam penghantar llistrik yang digunakan. Semakin tangga penghantar listrik yang digunakan maka akan semakin banyak daya listrik yang terbuang akibat menggiurkan nan dihasilkan maka itu arus listrik dengan jumlah kuadrat. Penurunan nilai rugi-rugi daya dilakukan dengan memperkecil distribusi listrik penyaluran dengan cara meningkatkan nilai tegangan setrum menjejak tingkat ekstra tinggi.[6]

Alat ukur

[sunting
|
sunting sumur]

Wattmeter

[sunting
|
sunting sumber]

Peranti yang digunakan lakukan menakar gerendel setrum disebut wattmeter. Buku listrik boleh diukur secara spontan pada peralatan elektrik nan teraliri arus elektrik. Prinsip kerja wattmeter merupakan sangkut-paut antara mandu kerja berasal amperemeter dan voltmeter serta penerapan gaya Lorentz. Gedung wattmeter terdiri dari gulungan arus dan kumparan tarikan. Kumparan arus yaitu kumparan tetap yang bukan dapat bergerak, sedangkan kumparan putar bisa bergerak memutar ketika dialiri arus listrik. Kumparan perputaran dipasang secara seri mengikuti cara kerja amperemeter, sementara itu kumparan tekanan listrik dipasang secara paralel dengan sumber voltase. Wattmeter dapat digunakan untuk menyukat tekanan listrik dan arus searah maupun voltase dan arus bolak-balik.[8]

Referensi

[sunting
|
sunting sumber]


  1. ^


    Safitri, N., Suryati, dan Rachmawati (2017).
    Analisis Wasilah Listrik: Teori Dasar, Penuntasan Pertanyaan dan Soal-Soal Tuntunan
    (PDF). Lhokseumawe: Penerbit Politeknik Negeri Lhokseumawe. hlm. 6. ISBN 978-602-17282-5-3.





  2. ^

    Ponto 2022, hlm. 231.

  3. ^


    Listiana, dkk. (2009).
    Ilmu Pengetahuan Alam 2
    (PDF). Surabaya: Amanah Referensi. hlm. 24–6. ISBN 978-602-8542-06-7.





  4. ^


    Gertshen, C., Kneser, H.Ozon., dan Vogel, H. (1996).
    Fisika: Listrik Magnet dan Optik
    (PDF). Jakarta: Siasat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. hlm. 131. ISBN 979-459-693-0.





  5. ^

    Ponto 2022, hlm. 232.
  6. ^


    a




    b




    Abdullah, Mikrajuddin (2017).
    Fisika Dasar II
    (PDF). Bandung: Institut Teknologi Bandung. hlm. 258.





  7. ^

    Abdullah 2022, hlm. 258.

  8. ^

    Ponto 2022, hlm. 143.

Daftar bacaan

[sunting
|
sunting sumber]

  1. Ponto, Hantje (2018).
    Dasar Teknik Listrik
    (PDF). Sleman: Deepublish. ISBN 978-623-7022-93-0.



Bacaan lanjutan

[sunting
|
sunting sumber]

  • Key Facts About the Electric Power Industry, Edison Electric Institute website
  • Reports on August 2003 Blackout, situs web North American Electric Reliability Council Diarsipkan 2006-06-16 di Wayback Machine.
  • Croft, Terrell (1987).
    American Electricans’ Handbook
    (edisi ke-Eleventh Edition). New York: McGraw Hill. ISBN 0-07-013932-6. Diarsipkan semenjak versi nirmala tanggal 2006-06-17. Diakses sungkap
    2008-01-11
    .



  • Fink, Donald G. (1978).
    Standard Handbook for Electrical Engineers
    (edisi ke-Eleventh Edition). New York: McGraw Hill. ISBN 0-07-020974-X. Diarsipkan dari versi suci tanggal 2006-10-16. Diakses sungkap
    2008-01-11
    .



  • Kanginan, Marthen (2004).
    Sains Fisika SMP Buat Kelas VIII Semester 1. Jakarta: Erlangga. ISBN 979-688-350-3.




    (Indonesia)

Pranala luar

[sunting
|
sunting mata air]

  • (Inggris)
    Electric power calculations
  • U.S. Department of Energy: Electric Power



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Daya_listrik

Posted by: caribes.net