Faktor Faktor Dari 90 Adalah

Kalkulator Faktorisasi

Kalkulator

Contoh faktorisasi

Kalkulator faktorisasi menghitung faktor-faktor yang membentuk a polinomial.

Kalkulator ini secara eksklusif menangani binomial dan trinomial. Ini tidak cak menjumlah faktor pecah jenis polinomial lainnya.

Binomial adalah polinomial yang mengandung 2 kaki. Contoh binomial yakni x
2
-36, 2x2-40, dan x2-100.

Trinomial adalah polinomial yang terdiri dari 3 suku. Abstrak trinomial tertera x2+3x+2, 2x2-14x-7, dan 7x2+5x-14.

Kalkulator ini menghitung faktor polinomial derajat ke-2, artinya skor x tangga tertinggi berasal dari derajat ke-2. Itu tidak melampaui level 2. Oleh karena itu, itu tidak cak menjumlah kubus ataupun eksponen di atas 2.

Hal terdepan lain yang terlazim diketahui tentang kalkulator ini ialah luwes harus x n domestik pernyataannya. Ini adalah satu-satunya variabel nan dikenali kalkulator.

Ekspresi akan sering difaktorkan kalau ekspresi bisa difaktorkan, tetapi mana tahu tak selalu dikurangi sepenuhnya.

Kalkulator ini digunakan cak bagi elektronik karena elektronik membutuhkan matematika yang luas. Kaprikornus pertepatan pemfaktoran mungkin diperlukan internal beberapa kasus.

Mesin hitung faktorisasi ini menghitung faktor-faktor nan membentuk polinomial melangkaui sejumlah metode.

Salah satu metode awam yang dilakukan ialah kalkulator melihat semua suku dalam polinomial.

Lebih mudah lakukan memvisualisasikan ini dengan contoh aktual, makara kita akan melihat ideal saat ini.

x2
+ 11x + 24

Jadi, dalam contoh ini, suku pertama adalah 1 dan suku bontot adalah 24. Kalkulator akan mengalikan suku-suku ini kerjakan mendapatkan nilai 24. Nilai 24 ini sangat penting karena melambangkan suku keladak polinomial. Jadi, setelah kita memperoleh nilai 24 ini, kalkulator kemudian melihat semua faktor pecah 24, yaitu {1,24}, {2, 12}, {3,8}, dan {4,6}. Mesin hitung kemudian melihat kaki paruh. Ini melihat apakah ada faktor yang menambahkan sampai tungkai tengah. Seandainya terserah faktor yang kondusif, oleh cocok. Dan ini adalah faktor-faktor yang membentuk polinomial. Bintang sartan n domestik kasus ini, faktornya adalah 3 dan 8. Jadi jawaban hasilnya ialah (x+3)(x+8).

Ini adalah kasus jika semua nilainya aktual.

Sekarang mari kita lihat contoh di mana tidak semua kredit positif dan tatap bagaimana mesin hitung ini memodifikasi.

Jadi, kita akan menunggangi nilai yang mirip dengan polinomial di atas, hanya mewujudkan suku terakhir negatif.

x2
-5x – 24

Jadi sekarang kaki pertama merupakan 1 dan tungkai terakhir ialah -24. Ini menghasilkan produk -24. Sekali kembali, kami menggunakan faktor dari 24 yaitu {1,24}, {2, 12}, {3,8}, dan {4,6}. Karena itu negatif, ini menyiratkan bahwa salah suatu istilahnya negatif dan yang lainnya berwujud, karena satu-satunya cara untuk mendapatkan negatif adalah dengan positif dan negatif. Kaprikornus detik satu faktor subversif dan nan lainnya maujud, angka-skor tersebut tidak membukit doang serius mengurangi. Makanya karena itu, jika suku terakhir merusak, seperti mana privat kasus ini, kaki tengah ialah selisih faktor yang cocok. Karena suku tengahnya adalah -5 n domestik kasus ini, faktor-faktornya ialah -8 dan 3. Jadi jawaban balasannya yaitu (x-8) (x + 3).

Ini ialah salah satu metode yang digunakan kalkulator cak bagi menghitung faktor polinomial.

Namun, metode ini tidak akan menangkap semua nilai.

Metode standar emas buat menghitung faktor adalah melangkahi rumus kuadrat.

Dengan menggunakan rumus kuadrat di bawah ini, kita dapat cak menjumlah faktor-faktor nan membentuk polinomial.

Rumus kuadrat

Rumus kuadrat cak menjumlah 2 faktor yang membentuk polinomial.

Jikalau hasil rumus kuadrat muncul sebagai bilangan bulat, polinomial boleh difaktorkan. Jika akibatnya muncul andai pecahan, polinomial dapat difaktorkan tersampir pada kredit koefisien permulaan. Jika hasilnya bukan bilangan bulat maupun rekahan, polinomial tidak boleh difaktorkan.

Contoh polinomial dimana rumus kuadrat menghasilkan bilangan bundar ditampilkan di bawah ini.

x2
+ 20x + 21

Menguasai persamaan kuadrat menghasilkan faktor x = -1 dan x = -20. Kedua faktor ini adalah bilangan bulat.

Jadi, pemfaktoran akhir polinomial menghasilkan jawaban dari (x + 1) (x + 20).

Teladan polinomial di mana rumus kuadrat menghasilkan bilangan rekahan ditunjukkan di bawah ini.

18x2
+54x +28

Menyelesaikan persamaan kuadrat menghasilkan faktor x = -2 1/3 dan x = -2/3.

Tapi ini bukanlah jawaban akhir. Perhatikan bagaimana koefisien di depan kaki pertama adalah 18. Jika kita membagi 18 menjadi faktor 6 dan 3, kita dapat mengalikan faktor-faktor ini dengan nilai yang diperoleh dalam rumus kuadrat bagi menghasilkan bilangan bulat. 6 * -2 1/3 =-14, makara salah satu faktornya adalah -14. 3 * -2/3 = -2, kaprikornus faktor lainnya adalah -2. Ini menghasilkan pemfaktoran polinomial cak bagi memberikan hasil akhir berusul (6x + 14)(3x + 2).

Contoh polinomial yang menghasilkan hasil yang bukan keseluruhan alias pecahan ditampilkan di sumber akar ini.

6x2
+ 8x +4

Rumus kuadrat cak bagi pertepatan ini tidak dapat diselesaikan. Bintang sartan, pertepatan ini tidak dapat difaktorkan. Ini karena saat tanggulang rumus kuadrat di akar kuadrat, angkanya merusak. Akar kuadrat cak bagi bilangan destruktif tak terdefinisi, sehingga persamaan tersebut bukan boleh diselesaikan.

Jadi, Anda dapat meluluk betapa pentingnya rumus kuadrat dan bagaimana rumus itu digunakan bikin mengejar faktor-faktor untuk sebuah polinomial (takdirnya memfaktorkan dimungkinkan).

Oleh karena itu, mesin hitung pemfaktoran ini cangap menggunakan rumus kuadrat untuk berbuat enumerasi guna melihat apakah polinomial dapat difaktorkan alias tidak.

Sumber Daya Terkait

Source: http://www.learningaboutelectronics.com/Artikel/Kalkulator-faktorisasi.php

Posted by: caribes.net