Gambar Kesadaran Berbangsa Dan Bernegara


Gerbang 8


MEMBANGUN Kognisi BERBANGSA DAN BERNEGARA


A.Pentingnya Pemahaman Berbangsa dan Bernegara
Kesatuan


Amatilah tulangtulangan berikut.




















1.





Kesadaran Berbangsa dan Bernegara







Pemahaman artinya menyadari bahwa bangsa Indonesia berbeda dengan nasion lain, khususnya dalam kontek ki kenangan berdirinya bangsa Indonesia. Pemahaman berbangsa dan bernegara sesuai dengan urut-urutan bangsa mempengaruhi kesadaran berbangsa dan bernegara. Salah satunya dinamika semangat warga negara, mutakadim ikut memberi warna terhadap kesadaran berbangsa dan bernegara tersebut.



Seandainya suatu umum atau cucu adam sudah tak memiliki kognisi berbasngsa dan bernegara. Jadinya, bansa ini akan jatuh kedalam kondisi yang sangat parah bahkan jauh terpuruk pecah bangsa-nasion lain yang sudah lalu mempersiapkan diri berasal gangguan nasion lain.



Kondisi bangsa momen ini sudah lalu mengalami penurunan pemahaman berbangsa dan bernegara. Contohnya sekarang banyak cukup umur nan mengerjakan free sex. Makanya karena itu, bakal mengintensifkan kesadaran berbangsa dan bernegara di umum ialah dengan mengembangkan nilai-poin Pancasila dan kepekaan sosial.


















B. Kognisi Berbangsa dan Bernegara Kesatuan
dalam Konteks Ki kenangan





Amatilah gambar berikut.









Kesadaran dibedakan antara kesadaran sebagai cucu adam Tuhan, manusia sosial, dan makhluk kebijakan. Pemahaman bernegara selaku insan politik merupakan :


a.



Mensyukuri, membina, dan memelihara negara Indonesia.


b.



Mengupayakan tegaknya kebebasan, kegembiraan, dan kemajuan Indonesia.



Sidang BPUPKI mula-mula (29 Mei – 1 Juni 1945) membicarakan “Dasar Negara Indonesia Merdeka” tokoh-gembong yang menyampaikan pendapatnya adalah Mr. Muh. Yamin, Prof. Dr.Soepomo, dan Ir.Soekarno. Anggota panitia mungil adalah Ir.Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, Mr.A.A. Maramis, Borek Bagus Hadikusumo , M. SutardjoKartohadikusumo, R. Oto Iskandardinata, Mr. Muh Yamin dan K.H Wahid Hasjim.



Sreg 22 Juni 1945 diadakan berdempetan pertalian antara BPUPKI dan panitia sembilan menghasilkan hal-keadaan berikut
:


1.



Cak agar selekas-lekasnya Indonesia merdeka.


2.




Supaya hukum dasar yang akan dirancang diberi Preambule (pembukaan).


3.




Supaya BPUPKI terus berkarya sampai terwujudnya suatu hukum pangkal.


4.




Takhlik Panitia Boncel perunus dasar negara.



Pengarah panitia mungil yakni Ir.Soekarno dan beranggotakan Drs. Mohammad Hatta, Mr.A.A Maramis, Abikoesno Tjokrosoeyoso, Abdulkahar Muzakir, H.Agus Salim, Mr. Ahmad Subardjo, Mr. Muhammad Yamin dan KH Wahid Hasjim. Pada tanggal 23 Juni 1945 lilin lebah periode berbuah merumuskan dengan sebutan Piagam Jakarta atau Jakarta Charter. Yang isinya :


1.



Rabani, dengan barang bawaan menjalankan hukum islam bagi pemeluknya.


2.




Kemanusiaan yang adil dan beradab.


3.



Persatuan Indonesia.


4.




Kerakyatan yang dipimpin maka itu hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.


5.



Keadilan sosial untuk seluruh rakyat Indonesia.





Para pendiri negara dalam merumuskan

Pancasila memiliki komitmen sebagai berikut :


1.



Memiliki vitalitas persatuan dan patriotisme.


2.



Adanya rasa punya terhadap bangsa Indonesia.


3.



Sering semangat dalam berjuang.


4.



Mendukung dan berupaya secara aktif hingga ke cita-cita bangsa.


5.



Mengamalkan pengorbanan pribadi






Sehari setelah publikasi, PPKI mengadakan sidang dan merumuskan beberapa situasi berikut :


1.



Melegalkan dan menetapkan introduksi UUD 1945 yang korban-bahannya hampir seluruhnya diambil berpunca Piagam Jakarta. Namun ada pergantian yakni :


a.



Introduksi Hukum Dasar diganti menjadi Undang-Undang Dasar.


b.



“rabani dengan bagasi menjalankan syareat selam kerjakan pemeluk-pemeluknya” diganti menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”.


c.



Permusyawaratan perwakilan diganti menjadi permusyawaratan/badal.


2.



Mengesahkan dan menetapkan UUD.


3.



Menjadwalkan Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta sebagai presiden dan konsul presiden.


C. Kesadaran Berbangsa dan Bernegara Kesatuan dalam Konteks Geopolitik








1.





Geopolitik



Geopolitik terbuat pecah dua pembukaan yaitu “geo” dan “strategi”. Geo berharga dunia/planet bumi, sementara itu strategi secara leksikal memiliki arti segala sesuatu nan berkaitan dengan ketatanegaraan atau kenegaraan (pemerintah); segala urusan dan tindakan mengenai



pemerintahan negara atau terhadap negara lain.



Berlandaskan pengertian diatas bisa kita simpulkan bahwa geopolitik berkaitan dengan permasalahan wilayah teritorial, keadaan geografis, sejarah, ilmu sosial, politik,
strategi, dan kebijaksanaan.



Intern geopolitik, negara terbagi kedalam dua rangka yaitu negara
determinis
dan negara posibilitis. Negara determinis merupakan negara yang letak


geografisnya memengaruhi kar politik negara tersebut dan kebanyakan diapit oleh negara besar.




Negara
posibilitis
yaitu negara yang tidak memufakati kontrol secara dominan dari negara disekitarnya dan biasanya hanya bertelingkah dengan faktor internal seperti ideologi, sosial, budaya dan militer.



Hal ini juga berkaitan dengan peranan geopolitik itu seorang bagaikan berikut :


a.



Berusaha menghubungkan pengaturan negara dengan potensi umbul-umbul negara tersebut.


b.



Mengaduh kebijaksanaan suatu pemerintah dengan keadaan dan kondisi alam.


c.



Menentukan bentuk dan corak politik luar dan kerumahtanggaan negeri.


d.



Menyurihkan siasat-kiat haluan negara misalnya pembangunan.


e.



Berusaha untuk meningkatkan posisi dan kedudukan suatu negara bersendikan teori negara umpama organisme dan teori-teori geopolitik lainnya.


f.



Membenarkan tindakan-tindakan ekspansi yang dijalankan oleh suatu negara.




2.





Wawasan Nusantara


a.



Pengertian Wawasan Nusantara












Wawasan nusantara ialah wawasan nusantara bagaikan geopolitik Indonesia, merupakan kaidah pandang dan sikap bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan ahadiat wilayah dan tetap menghargai serta menghormati kebhinekaan dalam setiap aspek semangat nasional lakukan mencapai intensi kewarganegaraan.


b.



Hakikat Wawasan Nusantara



Hakikat wawasan nusantara adalah keutuhan nusantara dalam konotasi cara pandang yang selalu utuh menyeluruh internal skop nusantara demi kepentingan nasional.


c.



Asas Wawasan Nusantara



Asas Wawasan Nusantara merupakan predestinasi ataupun cara bawah yang harus dipatuhi, ditaati, dipelihara, dan diciptakan demi tetap tunak dan setianya komponen pembentuk nasion Indonesia terhadap kesepakatan bersama. Asas wawasan nusantara sebagai berikut :


1)



Kemujaraban yang sebanding.


2)



Keadilan.


3)



Keterbukaan.


4)



Solidaritas.


5)



Kerja sama.


6)



Kesetiaan terhadap kesepakatan bersama untuk menjadi bangsa dan mendirikan nasion Indonesia yang dimulai, dicetuskan, dan dirintis makanya Boedi Oetomo Tahun 1908, Serapah Teruna Tahun 1928, dan Informasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.



d.



Takhta, Kekuatan, dan Tujuan Wawasan Nusantara



1)



Kedudukan



Wawasan Nusantara sebagai wawasan kewarganegaraan Indonesia ialah nubuat yang diyakini kebenarannya oleh seluruh rakyat Indonesia.


2)



Fungsi



Wawasan Nusantara berfungsi andai pedoman, motivasi, dorongan, serta pancang-rambu dalam menentukan kebijaksanaan, keputusan, tindakan dan perbuatan.




Implementasi Wawasan Nusantara senantiasa berorientasi puas kepentingan rakyatdan area petak air secara utuh dan menyeluruh sebagai berikut :


1)



Implementasi Wawasan Nusantara dalam nasib politik akan menciptakan iklim penyelenggaraan negara yang sehat dan dinamis.


2)



Implementasi Wawasan Nusantara n domestik arwah ekonomi akan menciptakan tatanan ekonomi nan moralistis-bermoral menjamin pemuasan dan pertambahan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara merata dan independen.


3)



Implementasi Wawasan Nusantara n domestik kehidupan sosial budaya akan menciptakan sikap batiniah dan lahiriah nan menyepakati, menerima, dan menghormati segala bentuk perbedaan dan kebhinekaan andai kenyataan hidup sekaligus anugerah almalik.


4)



Implementasi Wawasan Nusantara dalam hayat Hankam akan menumbuh kembangkan kesadaran cinta ibu pertiwi dan bangsa dan selanjutnya akan mewujudkan sikap bela negara pada setiap penduduk negara indonesia.

Source: https://mycikpust.blogspot.com/2015/08/v-behaviorurldefaultvmlo.html

Posted by: caribes.net