Gambar Senjata Tradisional Sumatera Barat

Ditulis maka ituSiti Hasanah

Sumatera Barat yaitu keseleo satu area yang memiliki kekayaan dan keberagaman budaya. Wujud berpangkal keragaman budaya yang dimiliki provinsi ini beragam, start dari folklor, tembang, permainan rakyat, atau senjata tradisional. Berbicara adapun senjata tradisional Sumatera Barat karuan gandeng dengan album perian lalu.

Senjata tradisional mempunyai kaitan yang sangat erat dengan resistansi bangsa ketika melakukan perlawanan terhadap penjajahan. Namun, senjata yang dulu digunakan bagi berjuang waktu ini beralih fungsi dan digunakan intern nasib sehari-musim, privat upacara adat atau menjadi hiasan. Apa saja senjata dari Sumatera Barat? Berikut ini ulasannya. Ayo, simak!

1. Kerambit

KerambitSumber: minews.id

Absah disebut dengan nama
karambiak
atau juga
kurambiak, kerambit ialah jenis senjata tradisional Sumatera Barat. Senjata ini memiliki lembaga raga mirip dengan pisau genggam kerdil nan berbentuk memeting dan memiliki ujung nan runcing.

Memiliki bentuk yang idiosinkratis, kerambit lagi dinobatkan menjadi pelecok satu senjata nan paling mematikan di dunia. Bahkan di Amerika Serikatpun pula senjata ini sudah diproduksi massal dan dijadikan sebagai senjata yang wajib bakal US Marshal.

Walaupun nampak imut dan ukurannya kecil, kerambit sangatlah berbahaya karena bisa melumpuhkan dan menyanyat ataupun merobek anggota tubuh padanan secara cepat sekali.

Menurut sejarahnya, senjata kerambit asalnya dari Minangkabau yang kemudian dibawa oleh para perantau dahulu kala sampai hambur ke bermacam wilayah, di antaranya Jawa sampai Tanjung Melayu.

Kabarnya, senjata ini bentuknya terinspirasi dari kuku harimau, dabat nan banyak dijumpai di hutan Sumatera. Ini tentunya sesuai dengan falsafah Minangkabau, yaitu “Alam Takambang Bintang sartan Guru”.

Senjata ini biasanya digunakan bagi pertarungan jarak dempet nan mengandalkan lebih banyak keberanian serta keahlilan bela diri. Individu yang mengaryakan senjata ini pastinya bukan orang sembarangan.

Mereka adalah para pendekar terutama mereka yang bermazhab pencak harimau Minangkabau. Para pesilat tersebut akan sangat mahir memakai senjata ini.

Berdasarkan catatan tertua yang ada lega
Berbintang terang Journal British, disebutkan penggunaan kerambit di Sumatera sudah berlangsung semenjak Juli-Desember 1827. Seiring waktu, senjata tradisional Sumatera Barat ini mempunyai transisi dan memiliki banyak jenis.

Berdasarkan ketajaman bilahnya, kerambit dibagi kaprikornus dua macam adalah tajam tunggal serta tajam ganda atau
doube edges. Kerambit sendiri di Indonesia mempunyai dua versi, yakni kerambit Jawa Barat serta
karambiak/kurambiak
Minang. Adapun perbedaan di antara keduanya ialah:

  • Kerambit mulai sejak Jawa Barat mempunyai lengkungan nan bentuknya buntar.
  • Kerambit bermula Minangkabau punya lengkungan yang berbentuk siku.

2. Piarik

PiarikSumber: lenteramata.com

Piarik
yaitu senjata tradisional Minangkabau semenjak Provinsi Sumatera Barat nan memiliki tulangtulangan seligi yang memiliki tiga mata radikal. Tak saja di Sumatera Barat, di daerah lain contohnya Sumatera Daksina juga senjata ini burung laut digunakan dan dinamakan sebagai trisula.

Susuk senjata ini jika dilihat mirip dengan senjata utama Dewa Siwa, batara n domestik kepercayaan Hindu. Ini dikarenakan saat zaman terlampau sebelum kedatangan Islam ke Sumatera Barat, terutama masyarakat Minang yang masih menganut agama Hindu.

Seringkali
piarik
dipakai masyarakat Sumatera Barat ketika mencari satwa yang ukurannya besar. Hingga sekarang keberadaan piarik tegar dijaga dan dilestarikan maka dari itu warga Minangkabau dengan baik, dan menjadi pelecok satu warisan dari budaya bangsa Indonesia.

3. Karih

Karih

Karih
yakni senjata tradisional Sumatera Barat yang berbentuk mirip dengan keris. Perbedaannya yaitu bentuk karih tidak berlekuk-jeluk. Saat disimpan di privat sarungnya, sangat nampak seperti keris.

Senjata tradisional ini mempunyai manfaat, di antaranya sebagai perabot, aksesoris nan digunakan oleh adam dan disimpan di depan badan. Kerap kelihatannya digunakan para penghulu, terutama saat suka-suka acara resmi, khususnya lega acara malewa gala alias pengukuhan gelar.

Karih
ketika di program baku dan penting belalah dikenakan walau belaka perumpamaan aksesoris. Hal itu juga bisa dimasukkan bagaikan propaganda untuk melestarikan peninggalan leluhur.

Senjata tradisional Sumatera Barat ini dipakai oleh mempelai pria momen program akad nikah yang disebut
baralek. Selain itu, senjata ini juga digunakan plong pertunjukan silat khas Minangkabau dan digunakan dalam acara-program kesukuan, nan tujuannya adalah bagi melestarikan eksistensi senjata ini.

4. Sumpitan

SumpitanSumur: milenialjoss.com

Biasanya dikenal dengan stempel sumpit,
sumpitan
merupakan senjata tradisional nan dipakai oleh umum Sumatera Barat ketika berburu maupun saat bertempur. Senjata ini memiliki anak kunci tembak serta ketepatan yang baik sebatas 200 meter.

Sumpitan
bentuknya seperti tabung kecil sehingga memungkinkan panah kecil untuk dimasukkan dan ditembakan hingga melesat jauh menuju objek. Senjata ini tidak hanya miliki suku Minangkabau, suku Dayak pun mempunyai sumpit nan kembali jadi senjata tradisionalnya.

Fungsinya juga intim proporsional, yakni untuk berburu sato. Senjata ini merupakan salah satu peninggalan pitarah sehingga masih dilestarikan dan dipakai maka dari itu kaki Minang ketika berburu. Selain hemat biaya, sepit juga tak merusak bendera sebab sasaran yang dipakai sangat alami.

Source: https://keluyuran.com/senjata-tradisional-sumatera-barat/

Posted by: caribes.net