Gamelan Bali Menghasilkan Suara Yang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Seorang penayub yang diiringi gamelan Bali

Gamelan Bali
adalah salah satu tipe gamelan yang terserah di Indonesia. Anak adam-orang Bali lebih menyebutnya sebagai
“Gambelan”. Gamelan ini punya perbedaan dengan gamelan jawa yakni bentuk wilah (bilah pada saron) lebih baplang, bentuk pencon (rajah gamelan seperti bonang) lebih banyak daripada wilah, ritme kian cepat.[1]
Gamelan Bali sangat tunggal terutama melangkaui bunyinya yang menyalak-ledak, berkecepatan jenjang, serta fragmen gending yang lebih dinamis. Ritme irama nan cepat terutama disebabkan maka dari itu alat berbentuk seperti simbal berukuran kerdil yang biasa disebut
Ceng-Tetes.

Album Gamelan

[sunting
|
sunting perigi]

Dalam pengkategorian Gamelan Bali telah disebutkan bahwa Gamelan Wayah yaitu jenis yang minimal tua dari Gamelan Bali, yaitu telah suka-suka sebelum abad ke XV. Terwalak sejumlah gamelan nan termasuk intern golongan ini. Riuk satunya yakni
Gamelan Gambang.

Keberadaan Gamelan Gambang dimulai semenjak konflik nan terjadi dalam tubuh kerajaan Gelgel. Berasal mulai sejak Gusti Ngurah Klanting pelecok suatu putra berpangkal Dalem Waturenggong (1460-1550) yang tidak bisa menerima kakaknya menjadi raja, I Gusti Ngurah Tabanan. Mencerna hal tersebut, Dalem memerintahkan kepada Gusti Ngurah Klanting sebuah tugas nan tidak masuk akal busuk dengan maksud menghukum, yakni mencari lontar milik
wong gamang
(khalayak renik). Singkat cerita, diluar dugaan Dalem Waturenggong, Gusti Ngurah klanting bisa memenuhi permohonan ayahandanya. Lontar yang diminta sudah lalu didapatkan dan betapa terkejutnya Dalem karena memang melempar itulah yang diinginkannya.

Menerobos peristiwa itu, kemudian kerajaan dibagi menjadi dua. Sayangnya sebelum dinobatkan menjadi prabu, Gusti Ngurah Klanting diminta menciptakan menjadikan seperangkat gamelan yang gending-gendingnya di ambil berpangkal lontar tersebut. Terciptalah beleganjur gambang nan namanya diambil dari melempar wong gamang. Gamelan tersebut difungsikan sebagai sarana perlengkapan di dalam upacara Ngaben (Pitra Yadnya). Sejak saat itu atau melalui petunjuk bersumber I Gusti Ngurah Klanting, mulailah orang-turunan mempergunakan Gambelan gambang sebagai pengiring prosesi Ngaben.

Disisi lain, pelecok sendiri batih Arya Simpangan (sekaa gambang sekarang) nan dulunya ikatan tinggal di kerajaan Tabanan, merasa demen dengan gambelan tersebut. Selanjutnya ia terikut juga buat menciptakan menjadikan gamelan ketika pulang ke Sembuwuk. Sejak saat itulah Gambelan Gambang ada juga di Banjar Sembuwuk Desa Pejeng Kaja.[2]

Keberagaman Klonengan

[sunting
|
sunting sumber]

Terkait dengan sasaran pembuatannya, individu-orang Bali telah mengkategorikan instrumen musik mereka. Terserah gamelan kaleng nan lebih dikenal seumpama gamelan krawang karena dirakit oleh pande krawang (ahli perunggu). Ada sekali lagi gamelan yang terbuat dari awi, serta ada juga
Beleganjur Slonding
yang terbuat dari besi. Dari ketiganya, gamelan slonding adalah yang paling antik dan langka karena jarang digunakan. Klonengan Bali sangatlah majemuk, termasuk puas prinsip memainkannya, terlebih lega variasi-jenis klonengan pada tahun pra Hindu-Jawa (Bali Aga).

Di Bali babak timur, prinsip permainan gamelan agak berbeda dengan nan ada di Bali selatan dan utara yang memang berkaitan dengan lingkungan keraton yang sebagian masih tergoyahkan budaya Jawa. Sejauh ini, setidaknya suka-suka adv minim lebih 25-30 genre karawitan Bali yang dibedakan berdasarkan jenis-jenis peranti, khasiat, dan bahasa. Menghafaz banyaknya jenis, Beleganjur Bali sudah lalu dibagi menjadi tiga kelompok osean menurut zamannya, diantaranya sebagai berikut:


Gamelan Wayah (klonengan renta)

[sunting
|
sunting sumur]

Jenis ini diperkirakan sudah ada sebelum abad ke-15 M. Umumnya didominasi oleh alat-instrumen berbentuk bilahan dan belum dilengkapi maka dari itu kendang. Kalaupun terserah kendang, peranannya tidal begitu menonjol. Beberapa gamelan yang turut pada jenis ini meliputi;

  1. Angklung
  2. Gender Wayang golek
  3. Baleganjur
  4. Genggong
  5. Bebonangan
  6. Geng Pasrah
  7. Caruk
  8. Gong Luwang
  9. Gambang
  10. Selonding

Beleganjur Madya

[sunting
|
sunting perigi]

Jenis ini diperkirakan muncul lega kisaran abad ke-16 s.d ke-19 M. Ini merupakan barungan beleganjur dimana kendang mutakadim digunakan bersma dengan instrumen-instrumen berpencon. Keberadaan kendang internal kategori ini mutakadim memainkan peranan penting. Bilang gamelan yang termuat intern golongan madya antara lain;

  1. Batel Barong
  2. Bebarongan
  3. Joged Pingitan
  4. Penggambuhan
  5. Gong Gede
  6. Pelegongan
  7. Semar Pagulingan


Klonengan Anyar (klonengan baru)

[sunting
|
sunting sumber]

Keberagaman ini diperkirakan terserah puas kisaran abad ke-20 dengan ciri-ciri yang lebih menonjolkan permainan kendang. Beberapa gamelan kerumahtanggaan kategori ini tertulis;[2]

  1. Adi Merdangga
  2. Manikasanti
  3. Bumbung Gebyog
  4. Semaradana
  5. Bumbang
  6. Gong Suling
  7. Geguntangan
  8. Jegog
  9. Genta Pinara Pitu
  10. Kendang Mabarung
  11. Kenung Kebyar
  12. Okakan atau Grumbungan
  13. Janger
  14. Tektekan
  15. Joged Tabung

Alat Musik

[sunting
|
sunting sumber]

Alat musik dalam gamelan bali disebut juga dengan
rincikan
dan berikut adalah etiket alat nada tersebut:[3]

  1. Jiyèng,
  2. Réyong,
  3. Kanthil,
  4. Gangsa,
  5. Jigog,
  6. Jublak,
  7. Kenung,
  8. Kenong,
  9. Kethuk,
  10. Cèng-cèng(Kecrak),
  11. Kendhang,
  12. Gendèr
  13. Suling

Referensi

[sunting
|
sunting mata air]


  1. ^


    “Beleganjur Bali dan Jawa berkembang di Mancanegara”.
    Kompas.com. Oase Kompas. 23 Juni 2009. Diarsipkan berusul varian steril terlepas 2022-01-12. Diakses tanggal
    2012-10-06
    .




  2. ^


    a




    b




    Kulo, Blog (2018-05-26). “Gambelan (Gamelan) Bali – Perangkat Irama Tradisional Idiosinkratis Budaya Bali”.
    Blog Kulo. Diarsipkan dari versi jati tanggal 2022-02-17. Diakses sungkap
    2019-02-17
    .





  3. ^

    Sadra,Wayan.1996.Teknik Bermain Beleganjur:Karawitan Bali.ISI Press.Surakarta.



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Gamelan_Bali

Posted by: caribes.net