Amatan unsur intrinsik Hikayat Patani berniat bikin menemukan segala apa tema, dedengkot/penokohan, silsilah, latar/setting, dan amanat dari narasi yang dikisahkan. Di mana elemen intrinsik Hikayat Patani dapat dianalis melangkahi takrif yang diberikan pada teks. Hikayat Patani adalah sebuah inskripsi Melayu sreg zaman lampau nan mengisahkan sejarah Pattani adapun legenda dan Sultanat Pattani. Sultanat tersebut merupakan sebuah kerajaan Melayu yang terletak di siring barat Ancol Malaysia.

Segala apa tetapi partikel intrinsik Hikayat Patani? Segala saja nilai yang terkandung intern Hikayat Patani? Bagaimana penggunaan majas dalam hikayat tersebut? Sobat idschool dapat mengejar senggang jawabannya menerobos ulasan amatan atom intrinsik Hikayat Patani di bawah.

Table of Contents

  • Rangkuman Hikayat Patani intern Bahasa Indonesia
  • Zarah Intrinsik Hikayat Patani
  • Nilai–Angka Yang Terkandung Dalam Cerita Hikayat Patani
  • Spesies Majas yang Digunakan dalam Hikayat Patani

    • Majas Personifikasi (Mode Bahasa Perbandingan)
    • Majas Pleonasme (gaya bahasa penandasan)
    • Majas Antiklimaks (kecenderungan bahasa penandasan)

Ikhtisar Hikayat Patani dalam Bahasa Indonesia

Alkisah, terdapat suatu kerajaan yang di kuasai oleh raja Paya Tu Kerub Publik. Sepeninggal raja, kepemimpinan imperium berganti di asal anaknya merupakan Paya Tu Naqpa yang memiliki hobi mengejar.

Suatu hati, kamu mendengar berita bahwa daerah tepi laut mempunyai banyak binatang cak bagi diburu. Kemudian, Sunan Pandau Tu Naqpa beserta hulubalang kerajaan pergi ke daerah tersebut untuk berburu. Namun, rombongan kerajaan tidak menemukan satu juga fauna di tempat tersebut.

Tuanku dan rombongan kemudian melepeaskan kera unutk kontributif menemukan hewan buruan. Anjing itu menemukan seekor rusa kalis yang warnanya gemilang. Rombongan yamtuan mengejar menjangan tersebut namun tidak berhasil menemukan kijang tetapi malah bertemu sekelamin laki candik.

Lanang dari pasangan suami-istri tersebut menceritakan asal muasal adanya rusa putih tersebut. Pasca- mendengar kisah tersebut, raja tertarik untuk memindahkan negeri nya ke tempat tersebut yang kemudian diberi nama Patani Darussalam, artinya negeri yang sejahtera.

Sesudah Pandau Tu Naqpa bertahta selama beberapa musim, beliau mengalami penyakit berat. Yamtuan pun mengeluarkan pengumuman melalui hulubalangnya ialah barang siapa bisa menyembuhkannya akan dijadikan menantu.

Pendek kisah, suka-suka seorang bernama Syekh Sa’id yang berkata bisa menyembuhkan pangeran. Namun, Syekh Sa’id tidak menginginkan hadiah bagaikan menantu. Ibarat gantinya, kamu mengingikan prabu ikut Selam jika ia bisa mengobati raja berasal sakitnya.

Raja pun mengakuri tuntutan tersebut dan Syekh Sa’id pun datang bikin mengobati yamtuan. Sayangnya, janji yamtuan cak bagi masuk Selam bukan ditepati selepas beliau sembuh. Kejadian nan sama berulang sekali lagi sampai kedua kalinya. Hingga akhirnya paduka tuan pula sakit dan berhasil sembuh karena diobati Syekh Sa’id. Pada ketiga kalinya ini, raja Paya Tu Naqpa menunaikan janji janjinya kepada Syekh Sa’id.

Tidak lama setelah itu, banyak rakyat yang masuk Selam. Mereka mendirikan shalat dan tidak bersantap babi juga. Biarpun sedemikian itu, raja tetap mengamalkan pekerjaan nan berlawanan dengan Islam.

Baca selengkapnya Hikayat Patani

Unsur Intrinsik Hikayat Patani

Pembangun suatu kisahan yang terdapat n domestik sebuah karya catat disebut dengan anasir intrinsik. Sehingga, faktor-faktor pembangun cerita yang yaitu unsur intrinsik dapat dicari melalui bacaan yang dibserikan. Sejenis itu juga pada atom intrinsik Hikayat Patani yang dapat dianalisis melintasi bacaan.

Unsur intrinsik suatu karya sastra antara lain meliputi tema, gembong/penokohan, alur, latar/setting, dan kenyataan. Analisis unsur intrinsik Hikayat Patani merupakan prinsip bagi mengetahui apa saja unsur-unsur di dalamnya. Berikut ini adalah amatan anasir intrinsik Hikayat Patani:

Analisis Unsur Intrinsik Hikayat Patani

Baca Sekali lagi: Pengertian Hikayat dan Karakteristiknya

1.
Tema:
Keagamaan (Penyiaran Agama Selam di Mileu Kerajaan)
Tema dari suatu referensi dapat diketahui dengan mengetahui sebagian besar isi dari bacaan. Cerita dalam cerita Hikayat Patani secara umum mengisahkan koteng Syekh berusaha membantu paduka tuan sembuh dari lindu dengan syarat cak hendak mengajuk agama Islam.

2. Tokoh dan Penokohan:

Anasir intrinsik Hikayat Patani cak bagi pentolan terdiri dari Paya Tu Naqpa, Syaikh Sa’id, Hulubalang, dan Encik Bertanam beserta istrinya. Penokohoan dari tokoh-tokoh internal unsur intrinsik Hikayata Patani antara tak meliputi penjelasan berikut.


  • Paya Tu Naqpa:

    suka mengejar, ingkar janji, hanya patuh momen tertekan, raja nan baik

  • Syaikh Sa’id:

    palamarta, demen menolong, sabar, tegas, religius, tidak silau akan harta/tahta

  • Hulubalang kerajaan:

    taat perintah raja

  • Encik Tani dan istrinya:

    berpengetahuan

3. Alur: bertamadun
Hikayat Patani menceritakan kisah masa lalu yang disampaikan secara urut berbunga sediakala hingga akhir (maju).

4. Meres/setting:

  • Tempat: lingkungan kerajaan, daerah tepi laut, Negeri Pattani Darussalam
  • Waktu: pada masa pemerintahan Paya Tu Naqpa

5. Amanat:

  • Pentingnya gigih dalam melakukan suatu usaha
  • Harus kondusif anak adam bukan yang sedang kesulitan
  • Tidak perlu mengharapkan royalti karena merasa telah berjasa
  • Perlunya menyempurnakan janji dan tidak dapat bersikap curang
  • Tegar kepada raja/pemerintah/pengarah
  • Tegas dalam bergaya dan mempunyai cara

Itulah tadi elemen intrinsik Hikayat Patani yang meliputi tema, inisiator/penokohan, silsilah, latar/setting, dan amanat.

Baca Juga: Contoh Analisis Isi Referensi Anekdot

Nilai–Angka Nan Terkandung Kerumahtanggaan Cerita Hikayat Patani


Selain unsur intrinsik Hikayat Patani seperti bahasan di atas, Hikayat Patani memuat kredit-kredit yang terkandung dalam cerita. Bilang nilai yang terkandung dalam Hikayat Patani antara lain meliputi nilai moral, agama, dan sosial.

Nilai Kepatutan:

  • Syekh Sa’id mengajarkan untuk tidak mengharap honorarium saat mendukung orang lain.
  • Seorang raja berjanji demi kepentingannya dan mengingkarinya setelah kepentingannya terpenuhi.
  • Seorang raja menganggap semua ragam dapat dibalas dengan royalti harta dan jabatan.

Nilai Agama:

  • Ratu yang menyembah tagut dibanding menyembah Yang mahakuasa.
  • Syaikh Sa’id mengajak raja dan pengikutnya moga lain menyembah berhala dengan mengajak masuk agama Islam.
  • Paduka menepati janji karena terdesak selepas dua kali ingkar untuk masuk islam.
  • Raja tidak etis menepati janjinya lakukan membawa agama Islam ke kehidupannya dengan tetap menyembah berhala dan meratah babi.

Nilai Sosial:

  • Emir nan rendah membaur kepada rakyatnya sehingga momen membutuhkan pertolongan tak terserah yang membantu.
  • Perilaku ratu tidak berkewajiban mengirimkan agama Islam kepada rakyat dan para mentrinya.

Baca Pun: Hikayat Sang Miskin

Diversifikasi Majas yang Digunakan dalam Hikayat Patani

Eksploitasi majas termasuk privat mode bahasa pada suatu karya sastra tulis. Gaya bahasa dalam Hikayat Patani aslinya memperalat Bahasa Melayu dengan pengulangan/diulang-ulan (repitisi). Selain itu, gaya bahasa dalam Hikayat Patani memuat majas personifikasi, majas pleonasme, dan majas antiklimaks.

Majas Personifikasi

(Tren Bahasa Skala)

Insanan ialah kecondongan bahasa perbandingan yang digunakan lakukan menggantikan fungsi benda mati yang dapat bersikap seperti manusia. Model majas personifikasi:
Angin pesisir semilir




mengusap



 rambut setiap orang di tempat itu.

Penggunaan majas personifikasi privat Hikayat Patani:

Maka segala rakyat juga masuklah ke dalam wana itu mengalan-alan segala perburuan itu dari pagi-pagi hingga datang



mengelincir


 matahari, seekor perburuan tiada diperoleh”.

 Kata menggelincir biasanya digunakan puas saat suku seseorang terlulur. Namun kata menggelincir puas kalimat tersebut digunakan untuk matahari.

Gaya Bahasa dan Penggunaan Majas pada Hikayat Patani

Majas Pleonasme (gaya bahasa penandasan)

Majas Pleonasme merupakan kecenderungan bahasa penegasan yang memperalat introduksi-kata dengan makna setinggi, tapi diulang-ulang. Pemanfaatan kata yang berulang-ulang terkesan tidak efektif cuma disengaja buat menitikberatkan sesuatu. Contoh:
Mini bus itu melanglang




mundur ke belakang



 untuk parkir.

Penggunaan majas pleonasme privat Hikayat Patani:

  • Hatta suka-suka



    sekira-duga


     dua jam lamanya maka berbunyilah suara minor beruk itu menyalak. →
    Sesuatu yang berbunyi merupakan celaan.
  • Ada seekor bengkunang steril, besarnya seperti kambing, dandan tubuhnya



    gilang gemilang


    . →
    Introduksi gilang berati bercahaya terang dan gemilang signifikan cemerlang, dua prolog tersebut punya makna setolok.

Majas Antiklimaks

(gaya bahasa penegasan)

Majas Antiklimaks adalah kecondongan bahasa yang menguraikan bertambah dari tingkatan termulia ke panjang terendah. Lengkap kalimat dengan majas antiklimaks: Setiap penghuni sekolah mulai terbit kepala sekolah, master, staff, dan siswa selalu melaksanakan upacara tunggul setiap hari Senin.

Penggunaan majas antiklimaks kerumahtanggaan Hikayat Patani:

  • Arkian selepas datanglah pada keesokan harinya, maka baginda sekali lagi berangkatlah dengan segala



    menteri hulubalangnya diiringkan oleh rakyat sekalian


    . →Rombongan disebutkan dari kedudukan tertinggi pangeran, kemudian diikuti hulubalang dan proletariat.
  • Hatta antara berapa tahun lamanya baginda di atas takhta kerajaan itu, maka baginda kembali berputera tiga orang, dan



    yang tua laki-junjungan


     bernama Kerub Picai Paina dan



    nan tengah putri


     bernama Tunku Mahajai dan



    bungsu lanang


     bernama MahacaiPailang. →Pengucapan tanda momongan prabu berusul anak permulaan (barap), kedua (tengah), dan sampai anak asuh ketiga (anak bungsu).

Demikianlah tadi ulasan analisis partikel intrinsik hikayat patani dan ponten yang terkandung di dalamnya. Bahasan sekali lagi disertai dengan kecenderungan bahasa atau majas pada Hikayat Patani. Terimakasih sudah mengunjungi ulasan molekul intrinsik Hikayat Patani bersumber idschool(dot)net, semoga penting!

Baca Juga: Hikayat Bayan Budiman