Gelar Kepala Negara Malaysia Adalah

Nan di-Pertuan Agong Malaysia
Purple bar txt.png
Red bar txt.png
Flag of the Supreme Head of Malaysia.svg

Lambang Duli Yang Maha Luhur Yang Luhur Yang di-Pertuan Agong Malaysia


Medium berkuasa:
Pangeran Al-Haj Abdul Halim Mu’adzam Shah bin Sultan Badlishah
Sultan Kedah


Gelar: Duli Yang Maha Mulia Yang Luhur
Aji Mula-mula: Tuanku Abdul Rahman
dari Negeri Sembilan
Pembentukan: 31 Agustus 1957

Replika singgasana Nan di-Pertuan Agong dan Raja Permaisuri Agong yang terletak di Museum Sejarah Kebangsaan Kuala Lumpur

Nan di-Pertuan Agong
yaitu gelar bakal sri paduka Malaysia. Jabatan ini digilirkan setiap panca tahun selang sembilan Pemerintah Negeri Melayu.

Malaysia sudah lalu memainkan pemilihan raja sejak merdeka berusul Inggris plong 1957. Intern tatanan unik, raja dipilih oleh dan digilir di selang para sinuhun mulai sejak sembilan negara anggota Malaysia yang sedang dipimpin yang dipertuan. Empat negara anggota lain tak dipimpin makanya emir. Malaysia adalah salah suatu kerajaan yang menganut sistem Pergiliran kekuasaan.

Sejak periode 1993, gelar tahapan terbit Aji Malaysia adalah, Cuaca Sultan Sunan Yang di Pertuan Agong. Gelar ini juga ditambah dengan gelar kehormatan Abu Yang Maha Indah (DYMM). Sementara itu, ayutayutan bermula Yang di Pertuan Agong dikata Aji Permaisuri Agong. Wadah lampau resmi Yang di Pertuan Agong adalah di Istana Negara, yang berlokasi di Persilihan Syed Putra, tepat di ibukota Malaysia, Ambang Luluk. Sementara itu, Yang di Pertuan Agong pula mempunyai istana lain di daerah Putrajaya, yang dinamakan Istana Melawati. Puri ini dijuluki bakal
Istana Cak bertengger, karena istana ini hanya digunakan saat Yang di Pertuan Agong menghadiri Majelis Kanjeng sultan-Baginda bakal memilih saringan Sri paduka Malaysia berikutnya.

Daftar isi

  • 1
    Sistem seleksi

    • 1.1
      Persyaratan
    • 1.2
      Penggalan Pemilihan
    • 1.3
      Daftar Kerajaan Senior
  • 2
    Timbalan Yang di-Pertuan Agong
  • 3
    Jabatan

    • 3.1
      Penunjukan
    • 3.2
      Dewan menteri (Lemari kecil)
    • 3.3
      Uang lelah
    • 3.4
      Penengah
    • 3.5
      Senator
    • 3.6
      Gubernur Negeri
    • 3.7
      Hal lainnya
  • 4
    Tatap pula

Sistem pemilihan

Sistem pergiliran kekuasaan terjadi lalu elusif di dunia. Bilang kerajaan nan memanfaatkan sistem ini adalah: Uni Emirat Arab, Vatikan, Austria, dan Andorra. Intern pelaksanaannya, sistem pergiliran dominasi ini secara de facto memilih sortiran seorang raja bermula sembilan raja setelah lima masa Yang di Pertuan Agong berwajib. Kemudian, secara formal, kesembilan sultan ini bertemu dalam sebuah majelis yang dinamakan Majelis Raja-Raja. Yang di Pertuan Agong dipilih berdasarkan lamanya dia memerintah di provinsi kekuasaannya, dalam hal ini di negara anggota di Malaysia. Selepas semua kaisar sepakat, maka pelantikan terhadap Yang di Pertuan Agong yang hijau segera dilaksanakan.

Apabila Yang di Pertuan Agong meninggal setelah pelantikan, maka pemilahan yang diterapkan Majelis Raja-Kanjeng sultan akan diulang kembali. Kemudian, Yang di Pertuan Agong yang bau kencur dipilih ini akan memegang kontrol secara penuh. Selepas masa kekuasaannya berakhir, maka pemilihan akan diterapkan dan ia tidak akan dipilih lagi. Majelis Prabu-Raja sudah lalu diterapkan sejak waktu 1895. Keanggotaan ini sekali lagi dimiliki maka itu gubernur atau Yang Dipertua Area, tapi nan memiliki hak suara bikin memilih sortiran Yang di Pertuan Agong hanyalah para raja.

Persyaratan

  • Belaka raja-raja yang boleh memintal pilihan
  • Hanya sri paduka-raja nan boleh dipilih
  • Raja-raja dipilih dengan giliran

Undang undang mencetuskan bahwa koteng raja tidak layak dipilih menjadi Nan di Pertuan Agong apabila:

  • Apabila sang baginda merupakan kanjeng sultan yang berusia muda
  • Apabila si raja tidak berhasrat dipilih
  • Apabila Majelis Raja-Pangeran mencucuh bahwa sang raja tidak patut menjadi raja disebabkan oleh provokasi jiwa ataupun penyakit, yang mengakibatkan sang raja tidak optimal privat memerintah.

Fragmen Pemilahan

Pemilihan diterapkan dengan plano suara yang terpejam. Kertas suara tak diberi nomor. Pemilih hanya tinggal menulis nomor dan dimasukkan ke kotak suara. Namun para kaisar, penjaga lambang kekuasaan dan pembantu sekretaris dari Majelis Raja-Sunan yang terlibat di seleksi tersebut. Sendiri syah bisa memilih seleksian perwakilan berasal raja lain lakukan mewakili dirinya bila dia lain boleh bermartabat ke Majelis Pemilihan. Sepanjang bagian pemilihan, Penjaga Lambang Dominasi akan membagikan plano suara, dimana namun diperbolehkan memilih pilihan satu Prabu, adalah Paduka tuan Senior bersumber daftar kerajaan senior, bagi menjadi Nan di-Pertuan Agong. Yamtuan-raja akan dipersilakan untuk memilih pilihan Raja yang semupakat kerjakan menjadi Yang di Pertuan Agong.

Setelah itu, Raja muda, privat hal ini negara anggota Melaka, Pulau Penang, Sabah dan Serawak timbrung menghitung hasil pemilihan bersama pemegang lambang kekuasaan. Adapun banyak suara haruslah lima suara minor untuk memilih Nan di Pertuan Agong baru. Setelah itu, Prabu yang berkuasa menegosiasikan jabatan Yang di Pertuan Agong kepada Raja nan terpilih dalam Sidang Pemilahan. Apabila Raja nan terpilih menolak tawaran Raja yang berhak bikin menjadi Nan di Pertuan Agong, maka pemilihan harus diulang kembali, dengan pilihan Syah Senior tingkatan dua berpunca daftar kekaisaran senior.

Bagian pemilihan akan jamak benar berkesudahan apabila si Raja menyepakati prasaran kekuasaan Yang di Pertuan Agong pecah Baginda yang sedang berkuasa. Majelis Raja-Raja belakang mengesahkan Raja nan terpilih buat Nan di Pertuan Agong untuk Malaysia yang akan berkuasa selama 5 tahun. Kertas suara akan dihancurkan selepas Raja yang terpilih datang untuk hasil dari pemilahan.

Daftar Kerajaan Senior

Sehabis rantai kekuasaan pertama Yang di Pertuan Agong makanya 9 imperium di Malaysia (1957-1994), semua sultan menata kembali sistem kesenioran kerajaan, dalam keadaan pemilihan Nan di Pertuan Agong. Negara-negara anggota tersebut adalah:

  1. Yang di Pertuan Akbar dari Negeri Sembilan
  2. Paduka Selangor
  3. Kanjeng sultan Perlis
  4. Sultan Terengganu
  5. Sultan Kedah
  6. Sultan Kelantan
  7. Sultan Pahang
  8. Yang dipertuan Johor
  9. Aji Perak

Timbalan Yang di-Pertuan Agong

Timbalan Yang di-Pertuan Agong kembali dipilih saat penyortiran Yang di-Pertuan Agong, tapi pasca- Nan di-Pertuan Agong telah dipilih. Timbalan Nan di-Pertuan Agong berfungsi kerjakan Aji yang akan mengisi kekuasaan Yang di-Pertuan Agong, sepanjang Yang di-Pertuan Agong sedang tidak hadir dikarenakan linu atau hal-peristiwa lainnya.

Timbalan Yang di-Pertuan Agong tidak secara sinkron menjadi Yang di-Pertuan Agong ketika kursi jabatan Yang di-Pertuan Agong sedang kosong. Timbalan Nan di-Pertuan Sani bertugas bagi kepala negara Malaysia bakal sementara sebelum pemilihan Yang di-Pertuan Agong dan Timbalan Nan di-Pertuan Agong yang plonco.

Jabatan

Nan di-Pertuan Agong bertugas untuk ketua kerajaaan konstitusional dibawah Konstitusi Malaysia. Kerjakan Kepala Negara Federal, kekuasaan sang sinuhun dibatasi maka itu Undang-undang Parlemen Federal. Kekuasaan Eksekutif benar dipundak Yang di-Pertuan Agong. Supremsi Nan di-Pertuan Agong dibagi dua:

  • Kekuasaan nan dipegang dengan bantuan Perdana Nayaka, Menteri, Kabinet dan Majelis Syah-Sinuhun.
  • Dominasi yang dipegang secara mutlak tanpa bantuan dari institusi kenegaraaan lainnya.

Kekuasaan mutlak Yang di-Pertuan Agong berlangsung dalam pemilihan Perdana Nayaka, pembekuan wakil rakyat, dan pertemuan Majelis Raja-Raja. Dibawah Sistem Westminster, Yang di-Pertuan Agong dipersilakan untuk memilih sortiran salah seorang Bendahara Nayaka untuk mewakili suara Dewan Rakyat (Parlemen) ke Prabu. Sang Perdana Menteri bisa turun berasal jabatannya disebabkan Mosi bukan percaya maka itu Dewan Rakyat. Detik hal ini terjadi, Nan di-Pertuan Agong akan memilih saringan Patih Menteri yang baru. Secara konvensi, seorang Patih Menteri adalah ketua partai berpangkal partai yang berwenang di Dewan Rakyat, ialah Barisan Kebangsaan yang telah berkuasa sejak kemandirian perian 1957

Pemilihan mangkubumi menteri terus diterapkan setiap tahunnya. Bila Perdana Nayaka memainkan pembekuan parlemen, maka Nan di-Pertuan Agong dapat menolaknya, karena termasuk privat kekuasaan mutlak Nan di-Pertuan Agong

Penunjukan

Yang di-Pertuan Agong dengan kekuasaannya berhak memilih pilihan komandan sebuah negeri federal di Malaysia. Hal ini diatur belakang dalam Konstitusi Malaysia.

Dewan Nayaka (Lemari kecil)

  • Menteri dan Deputi Menteri dalam kabinet membantu Bendahara Menteri dalam tugasnya

Komisi

  • Pembentukan komisi pemilihan dibawah penapisan Majelis Aji-Yang dipertuan

Hakim

  • Hakim Luhur Malaysia dijaga makanya Perdana Menteri dan Majelis Sinuhun-Sultan
  • Hakim Luhur Malaya dijaga oleh Perdana Menteri dan Majelis Raja-Raja
  • Hakim Indah Sabah dan Serawak dijaga makanya Perdana Menteri dan Majelis Sunan-Raja

Senator

Ratu memilih pilihan 44 senator lakukan duduk internal Senat Malaysia.

Gubernur Provinsi

Nan di-Pertuan Agong mengidas sortiran yang di-Pertua Negeri, ataupun Gubernur untuk daerah Penang, Melaka, Sabah dan Serawak, setelah mempertimbangkan nasihat dari Menteri Ketua Federal. Nan di-Pertuan Agong juga memintal pilihan Walikota Muara Lumpur, dimana Kuala Luluk merupakan Wilayah Federal. Yang di-Pertuan Agong kembali memegang jabatan untuk penguasa Islam di keempat daerah Nan di-Pertua Negeri.

Keadaan lainnya

Lakukan bos minimal tinggi Tingkatan Bersenjata Malaysia, Yang di-Pertuan Agong berhak memilih pilihan Panglima Tingkatan Bersenjata Malaysia dengan persetujuan Dewan Tingkatan Bersenjata. Secara konvensi, hari lahir Nan di-Pertuan Agong diperingati setiap hari Sabtu mula-mula di bulan Juni, tanpa memperhatikan ulang tahun Yang di-Pertuan Agong yang sebenarnya. Lega perian itu, gelar-gelar kehormatan akan diberikan Yang di-Pertuan Agong kepada warga Malaysia.

Pada rembulan November 2006, DYMM Sunan Syed Sirajuddin, Yang di-Pertuan Agong ke Sepuluh, menyerahkan beasiswa Yang di-Pertuan Agong, yaitu yang pertama kalinya di Malaysia. Hadiah ini diberikan kepada dasa siswa yang berbakat untuk meneruskan pendidikan di beberapa universitas ternama di dunia. Rahmat karunia ini dilangsungkan di Puri Negara dengan dihadiri oleh Majelis Raja-Prabu

Lihat pula

  • Yang di-Pertuan Muda Yang Dipertuan Muda
  • Nan di-Pertuan Akbar – gelar pemimpin Negeri Sembilan dan Johor.
  • Nan di-Pertua Negeri – gelar pemimpin Wilayah Melaka, Sabah, Sarawak dan Pulau Pinang.
  • Nan di-Pertuan Negara – gelar masa lepas yang digunakan di Singapura. Kini sedang digunakan di Brunei
  • Baginda Luhur – gelar bangsawan Kalimantan’
  • Daftar Nan di-Pertuan Agong



Sumur :

id.wikipedia.org, sepakbola.biz, p2k.ggkarir.com, wiki.edunitas.com, dan sebagainya.

Source: https://p2k.utn.ac.id/ind/2-3077-2966/Yang-Di-Pertuan-Agong_40042_utn_p2k-utn.html

Posted by: caribes.net