Hadits Keutamaan Belajar Al Quran Latin

Di kesempatan ini kami ingin membagikan bilang daftar kumpulan hadist shahih tentang Alquran yang dirangkum semenjak berbagai sumber. Beliau bisa menyimak daftar-daftar hadist tersebut secara kamil melalui artikel di bawah berikut ini.

Minus banyak basa basi juga langsung saja silahkan simak pembahasan mengenai kumpulan hadist shahih tentang Quran yang shahih dan ditulis dalam lafadz bacaan bahasa Arab, coretan latin, dan terjemahan bahasa Indonesia atau artinya.

1. Sebaik-baik Manusia Yakni yang Berlatih Al-Qur’an

عَن عُثَمانَ رَضِىَ اللٌهُ عَنهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللٌهِ صٌلَى اللٌهُ عَلَيهِ وَسَلٌمَ خَيُركُم مَن تَعلٌمَ القُرانَ وَعَلٌمَهَ . ) رواه البخاري وابو داود والترمذي والنسائ وابي ماجه هكذا في الترغيب وعزاه الى مسلم ايضا لكن حكي الحافظ في الفضح عن ابي العلاء ان مسلما سكت عنه ).


Artinya:

Dari Utsman kacang Affan RA, Rasulullah berkata: “Sepenuhnya kamu adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR Bukhari, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasai, Ibnu Majah)

2. Diberi Keutamaan yang Dulu Banyak

عَن اَبٍي سَعيدٍ رَضَي اللٌهُ عَنهٌ قَالَ:قَالَ رَسُولُ اللٌه صَلٌى اللٌه عَلَيهٍ وَسَلٌمَ يَقُولُ الرَبُ تَبَاَركَ وَتَعَالى مَن شَغَلَهُ الُقرُانُ عَن ذَكرِي وَمَسْئلَتيِ اَعطَيتُه اَفضَلَ مَا اُعطِي السْاَئِلينً وَفَضلُ كَلآمِ اللٌه عَلى سَائِرِ الكَلآمِ كَفَضلِ اللٌه عَلى خَلقِه (رواه الترمذي والدارمي والبيهقي في الشعب ).


Artinya:

Dari Abu Sa’id RA berkata, Rasulullah SAW bertutur, “Allah berfirman, ‘produk siapa nan disibukan maka itu Al-Qur’an ketimbang berzikir kepada-Ku dan memohon kepada-Ku, maka Aku berikan kepadanya sesuatu yang lebih terdepan daripada nan Aku berikan kepada orang-turunan nan memohon kepada-Ku dan keutamaan kalam Allah diatas seluruh perkataan merupakan sebagai keutamaan Allah atas makhluk-Nya.” (Hr. Tirmidzi, Darami, dan Baihaqi)

3. Satu Ayat Al-Qur’an Makin Baik dari Membawa Pulang Seekor Unta

عَن عُقبةً بنِ عَامِرٍ رَضيِ اللٌهٌ عَنهٌ قَالَ خَرَجَ عَلَينًا رَسُولٌ اللٌه صَلْي اللٌه عَلَيهِ وَسَلٌمَ وَنخَنُ فيِ الصفٌةِ فَقَالَ اَيٌكُم يُحبٌ اَن يَغدُ وَ كُلٌ يَومٍ اِلي بُطحَانَ اَواَلى الَعقَيقَ فَيَاٌتيِ بِنَاقَتَينِ كَومَاوَينِ فِي غَيِر اِثمٍ وَلآ قَظيعَةِ رَحَمٍ فَقُلنَا يَارَسُولَ اللٌهِ كُلٌنَا نُحِبٌ ذَالِكَ قَالَ اَفَلآ يَغدُو اَحَدُكُمَ اِلَى المسَجِدِ فَيَتَعَلَمَ اَوفَيَقَرٌاَ ايَتَينِ مِن كِتَابِ اللٌه خَيرٌلَه مِن نَاقَتَينِ وَثَلآثُ خَيرُلَه مِن ثَلآثٍ وَاَربَعُ خَيرُلَه من اربع ومن اعدادهن من الأبل .(رواه مسلم وابو داوود).


Artinya:

Mulai sejak Uqbah kacang Amir RA, ia mengobrolkan, “Rasulullah datang menemui kami di Shuffah (lantai distingtif di Langgar Nabawi), lalu beliau bertanya, ‘Siapakah diantara kalian yang doyan pergi setiap hari ke pasar Buth-han atau Aqiq silam ia pulang dengan membawa dua ekor unta betina dari tipe yang terbaik tanpa melakukan satu dosa ataupun memutuskan lembar silaturahmi?’ Kami menjawab, Ya Rasulullah, kami semua menyukai hal itu.’ Rasululullah bersuara, ‘Mengapa riuk seorang dari kalian tidak ke masjid terlampau mempelajari atau mendaras dua biji zakar ayat Al-Qur’an (sedangkan yang demikian itu) lebih baik baginya mulai sejak puas dua ekor unta lebah ratulebah, tiga ayat lebih baik berusul tiga ekor onta betina, dan begitu pun membaca empat ayat lebih baik baginya daripada empat ekor unta betina, dan seterusnya sejumlah ayat yang dibaca mendapat sejumlah yang sama dari unta-gamal.” (HR. Muslim dan Debu Dawud)

4. Ditemani Malaikat Mulia

عَن عَائِشَةَ رَضي اللٌهُ عَنهاَ قَالَتُ:قَالَ رَسُولُ اللٌهِ صَلٌي اللٌهُ عَلَيهِ وَ سَلٌم الَماهر باِلقُرانِ مَعَ السَفَرَةَ الكِرَامِ الَبَرَرَةِ وَاٌلَذِي يَقُراٌ القُرانَ وَيَتَتَعتَعُ فِيه وَهُوَ عَلَيهِ شَاقٌ لَه اَجَران (رواه البخارى ومسلم وابو داوود والترمذى وابن ماجه).


Artinya:

Mulai sejak Aisyah, Rasulullah berbicara, “Basyar yang ahli internal Al-Qur’an akan berada bersama Malaikat penyalin yang mulia lagi benar, dan orang terbata-bata membaca Al-Qur’an semenjana ia bengoh (mempelajarinya), maka baginya pahala dua kali.” (HR. Al-Bukhari, Nasa’i, Orang islam, Abu Daud, Tarmidzi, dan bani Majah)

5. Amalan yang Dipuji Rasulullah

عَن ابنِ عُمَرَ رَضي اللٌهُ عَنهاَ قَالَ:قَالَ رَسُولُ اللٌهِ صَلٌي اللٌهُ عَلَيهِ وَ سَلٌم لآحَسَدَ ألآ فيِ اثنَتَينِ رَجُلُ اتَاهُ اللٌهُ القُرانَ فَهُو يَقُومُ بِه انَأءَ اللًيلِ وَانَأءَ النَهَارِ وَرَجُلُ اعطَاهُ مَالآ فَهُوَ يُنفق مِنهُ انَأءَ الٌلَيِل وَانَأءَ النٌهَارِ.(رواه البخارى ومسلم والترمذى والنسائى وأبن ماجه).


Artinya:

Dari Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW bersabda, “Tidak diperbolehkan hasad (iri lever) kecuali terhadap dua orang: Orang nan dikaruniai Sang pencipta (kemampuan membaca/memahfuzkan Al-Qur’an). Lalu ia membacanya malam dan siang waktu, dan orang yang dikaruniai harta oleh Allah, adv amat sira menginfakkannya pada lilin lebah dan siang hari.” (HR Bukhari, Tarmidzi, dan Nasa’i)

6. Mukmin yang Membaca Al-Qur’an Seperti Jeruk manis nan Baunya Harum dan Menyenangkan Khalayak

عَن اَبي مُوُسى رَضي اللٌهُ عَنهُ قَالَ:قَالَ رَسُولُ اللٌهِ صَلٌي اللٌهُ عَلَيهِ وَ سَلٌم مَثَلُ المُومِنِ اٌلَذِي يَقَراُ القُرانَ مَثَلُ الآترُجَةِ رِيحُهَا طيِبُ وَطَعمُهَا طَيِبُ وَمَثَلُ الموُمِنِ اٌلَذِي لآيَقرَاٌ القُرانَ كَمَثَلِ التَمرَة لآريَح لَهَا وَطَعمُهَا حُلوٌ وَمَثَلُ المُنَافِقِ اٌلَذِي يَقرَأ القُرانَ مَثَلُ الرَّيْحَانَةِ رِيْحُهَا طَيّبٌ وَطَعْمُهَا مُرُّ وَمَثَلُ المُنَافق اّلذِي لا يَقْرَأُ القُرْانَ كَمَثِلِ الحَنُظلَةِ لَيسَ لَهَا رِيحُ وطعمها مُرُّ. (رواه البخارى ومسلم والنسائي وابن ماجة).


Artinya:

Berpokok Debu Musa RA, Rasulullah SAW bersabda, ‘Perumpamaan orang mukminat nan membaca Al-Qur’an yakni sama dengan jeruk manis nan baunya harum dan rasanya manis. Perumpamaan hamba allah muslim yang lain mengaji Al-Qur’an ialah seperti tamar, tidak beraroma harum hanya rasanya manis. Misal orang munafik yang membaca Al-Qur’an yakni seperti bunga, baunya harum tetapi rasanya pahit. Dan perumpamaan manusia munafik yang tidak membaca Al-Qur’an seumpama biji pelir pare, tak mewangi dan rasanya ki getir.” (HR Al-Bukhari, Muslim, Nasai, dan Ibnu Majah)

7. Diangkat Derajatnya maka itu Sang pencipta

عَن عُمَرَ بنِ الخَطٌاَبِ رَضَي اللٌهُ عَنهُ قَالَ: قَالَ رَسُولٌ اللٌهُ عَلَيهِ وَسَلٌمَ اِنَ اللٌهَ يَرفَعُ بِهذَ االكتَاِبِ اَقَوامًا وَيَضَعُ بِه اخَرِينَ (رواه مسلم)


Artinya:

Semenjak Umar RA berkata bahwa Rasulullah: “Sang pencipta Ta’ala mengangakat derajat berapa kaum melangkahi kitab in (Al-Qur’an) dan Anda merendahkan beberapa kaum lainnya melewati kitab ini pun.” (HR Muslim)

8. Berada dalam Naungan Allah lega Hari Kiamat

عَن عَبِد الَرحمنِ رَضَيِ اللٌهُ عَنهُ عَنِ الٌنِبيِ صَلَي اللٌهُ عَلَيهَ وَسَلَمَ ثَلآثُ تَحتَ العَرشِ يَومَ القَياَمةَ القُرانُ يُحَاجُّ العِبَادَ لَه ظَهرٌ وَبَطُنٌ وَالأمَاَنُةٌ وَالرَّحِمُ تُنَادِيُ ألآ مَنُ وَصَلَنيِ وَصَلَهُ اللٌهُ وَمَن قَطَعنيِ قَطَعَهً اللٌهُ. (روى في شرح السنة)


Artinya:

Dari Abdur Rahman bin Auf RA, Nabi SAW berfirman: “Cak semau tiga hal nan akan berada di radiks naungan Arasy Ilahi lega periode hari pembalasan: (1) Al-Qur’an yang akan membela hamba Tuhan dan sira mempunyai zhahir dan batin: (2) Amanat: dan (3) Silaturahmi nan akan berseru, “Ingatlah! Mana tahu nan menghubungkan aku, maka Allah menghubunginya, dan siapa yang memutuskan aku, maka Allah memutuskannya.” (Kitab Syarhus Sunnah).

9. Ahli Qur’an Dimuliakan di Musim Kiamat

عَن عَبدِ اللٌهِ بنِ عُمَرَ رَضَى اللٌهُ عَنُهمَا قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللٌهِ صَلَي اللٌه عَلَيِه وَسَلَمَ يُقَالُ لِصَاحِبِ القُرانِ اِقَرأ وَارتقٌ وَرَتٌلٌ كًما كُنتَ تُرًتٌلٍ فيِ الدُنيَا فَاِنٌ مَنزِلَكَ فيِ اخٍرِايَةُ تَقرَأهُا. (رواه أحمد والترمذي وأبو داوود والنسائي).


Artinya:

Dari Abdullah bin Umar RA, Rasulullah bertutur, “Pada hari Hari akhir kelak akan diseru kepada ahli Qur’an, ‘Bacalah dan teruslah naik, bacalah dengan tartil sama dengan yang dia sudah lalu membaca dengan tartil di dunia, karena selayaknya tempatmu merupakan pada penghabisan ayat nan engkau baca.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Abu Dawud, Nasa’i, Anak laki-laki Majah, dan Anak lelaki Haban)

10. Satu Abc Diganjar 10 Keefektifan

عَن ابنِ مَسعُودٍ رَضيَ اللٌهُ عَنهُ قَالَ:قَالَ رَسُولُ اللٌهِ صَلَى اللٌهُ عَلَي وَسَلَمَ مَن قَرَأ حَرفًا مٍن كَتَابِ اللٌه فَلَه بِه حَسَنَةُ وَالحَسَنَةُ عَشُرُ اَمُثَالِهَا لآ اَقُولُ الم حَرفُ وَلكِنُ اَلِفُ وَلآمُ حَرفُ وَميمُ حــَرُفُ. (رواه الترمذي وقال هذا حديث حسن صحيح غريب اسنادا والدارمى)


Artinya:

Terbit Ibni Mas’ud RA bercakap bahwa Rasulullah berkata, “Barangsiapa membaca satu aksara dari Kitab Yang mahakuasa, maka baginya suatu hasanah (kebaikan) dan satu hasanah itu sama dengan dasa siapa lipatnya. Aku tak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, tetapi alif satu leter, lam satu leter dan mim satu huruf.” (HR. Tirmidzi).

Itu dia sejumlah kumpulan hadist tentang alquran, hadits tentang mendaras al qur’an terbata bata, hadits akan halnya membaca buku, hadits tentang keutamaan belajar al-quran diriwayatkan oleh, hadits akan halnya membaca al-qur’an dengan tartil, ayat tentang keutamaan membaca al-qur’an, hadits keutamaan belajar al quran latin, dalil adapun hadits, ayat perintah mendaras al qur’an.

Source: https://www.mustafalan.com/2020/12/hadist-tentang-alquran.html