Hadits Keutamaan Mempelajari Al Quran

Bismillah, Hai Sobat Hawa Penyemangat, Sudah Membaca Al-Qur’an puas Hari Ini?

Mudahmudahan kita semua senantiasa disinari oleh cahaya Qur’an dan menjadi cucu adam-turunan yang terus berusaha dekat dengan kitabullah ya Sobat.

Aamiin Ya Rabb.

Sejatinya Al-Qur’an adalah kalamullah yang disampaikan kepada Rasulullah melewati broker malaikat Rohulkudus yang berilmu pedoman kehidupan bumi akhirat.

Ada banyak kebaikan nan tertuang dalam Al-Qur’an. Lebih lagi makin daripada itu, di dalam Al-Qur’an sudah terjawab fenomena-fenomena nan sudah lalu terjadi, sedang terjadi, atau yang akan terjadi.

Artinya, Al-Qur’an adalah sebaik-baiknya pedoman dan kita umat muslim wajib meyakini Al-Qur’an.

Ambillah, berikut disajikan pusparagam hadits shahih tentang keutamaan sparing Al-Qur’an lengkap dengan teks Arab, latin, dan artinya.

Mari disimak ya:

Hadits Keutamaan Sparing Al-Qur’an, Teladan dengan Teks Arab, Pustaka Latin dan Artinya

1. Turunan yang Paling Baik yang Mulia Ialah yang Berlatih dan Mengajarkan Al-Qur’an

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

Bacaan Latin:

Khoirukum man ta’allamal qur’aana wa ‘allamahu

Artinya:

“Bani adam nan minimum baik di antara kalian adalah seorang nan berlatih Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari Nomor 4639)

Hadits tentang keutamaan berlatih dan mengajarkan Al-Qur’an di atas terjadwal hadits shahih, karena selain diriwayatkan oleh Pendeta Bukhari, terletak pula jongkong lain dengan matan serupa dengan derajat yang shahih pula.

2. Orang yang Mengaji Al-Qur’an belaka Masih Patah lidah, Maka Baginya 2 Pahala

الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ

Wacana Latin:

Almahiru bil qur’aani ma’as-safarotil kiroomin baroroti walladzii yaqro-ul qur’aana wa yatata’ta’u fiihi wahuwa ‘alaihi syaqqun lahu ajroon.

Artinya:

“Orang mukmin yang mahir mengaji Al-Qur’an, maka kedudukannya di akhirat ditemani maka itu para malaikat yang mulia. Dan orang yang membaca Al-Qur’an dengan mangut, kamu jarang dalam membacanya, maka ia mendapat dua pahala.” (HR. Muslim Nomor 1329)

Hadits di atas derajatnya shahih serta merta membeningkan tentang banyaknya pahala yang didapat oleh seorang orang islam ketika mengaji Al-Qur’an. Meskipun mengaji Al-Qur’an terbata-bata atau masih gagap, hanya Halikuljabbar mutakadim menghadiakan baginya dua pahala.

Boleh Baca:
Bacaan Ceramah Sumir Tentang Keutamaan Al-Qur’an untuk Anak SD

3. Sosok nan Membaca Al-Qur’an Sebanding Seperti Sedang Bersedekah

إِنَّ الَّذِي يَجْهَرُ بِالْقُرْآنِ كَالَّذِي يَجْهَرُ بِالصَّدَقَةِ وَالَّذِي يُسِرُّ بِالْقُرْآنِ كَالَّذِي يُسِرُّ بِالصَّدَقَةِ

Bacaan Latin:

Innalladziina yajharu bil qur’aani kalladzii yajharu bish-shodaqoti walladzii yusirru bil qur’aani kalladzii yusirru bish-shodaqoh.

Artinya:

“Orang yang mengaji Al-Qur’an dengan mengeraskan suaranya seperti orang yang menampakkan sedekah, dan orang yang memelankan suaranya kerumahtanggaan mendaras Al-Qur’an seperti orang yang menyembunyikan sedekahnya.” (HR. Nasa’i Nomor 1645)

Hadits di atas derajatnya shahih sekaligus menerangkan akan halnya keutamaan mengaji Al-Qur’an secara lirih, karena disandingkan dengan polah sedekah secara sembunyi-sembunyi.

Meskipun demikian, membaca Al-Qur’an secara lantang dan jahr pula tetap n kepunyaan keutamaan sebagaimana bersedekah secara terang-terangan.

Mengaji Al-Qur’an secara lantang dan jahr bisa dilakukan ketika sedang bertadarus, mengajarkan Al-Qur’an, serta mempelajari Al-Qur’an bersama-setinggi.

4. Hadits Keutamaan Berlatih Al-Qur’an di Rumah Allah Bersama-selevel

مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتَذَاكَرُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا أَظَلَّتْهُمْ الْمَلَائِكَةُ بِأَجْنِحَتِهَا حَتَّى يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَبْتَغِي بِهِ الْعِلْمَ سَهَّلَ اللَّهُ طَرِيقَهُ مِنْ الْجَنَّةِ وَمَنْ أَبْطَأَ بِهِ عَمَلُهُ لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ

Bacaan Latin:

Majtama’u qoumun fii baitim-mimbuyutillaahi yatadzakkaruuna kitaaballaahi wa yatadaarosuunahu bainahum illaa azollathum al malaaikatu bi’ajnihatihaa hatta yakhuudhuu fi hadiitsin ghoirihi wa man salaka thoriiqon yabtaghii bihil ‘ilma sahhalallahu thoriiqohu minal jannati wa man abtho-a bihi ‘amaluhu lam yusri’ bihi nasabuhu.

Artinya:

“Tidaklah satu suku bangsa berkumpul di sebuah rumah Allah (masjid), mereka mempelajari Al-Qur’an dan mendiskusikannya di antara mereka, kecuali Malaikat menaungi mereka dengan sayapnya sehingga mereka beralih ke pembicaraan lain. Dan barang kelihatannya yang menempuh satu jalan untuk mencari hobatan, Allah mudahkan jalannya menuju surga, dan komoditas kelihatannya tidak beramal shalih, (di hari kiamat) nasabnya lain dapat sedikitpun membawa kelebihan”. (HR. Darimi Nomor 359)

Hadits di atas mempunyai isnad dengan derajat nan shahih sedarun menerangkan tentang keutamaan belajar Al-Qur’an secara beramai-ramai di langgar, yakni dinaungi oleh malaikat-malaikat Allah.

Hadits Belajar Al-Qur’an, Membaca, dan Menghafalkannya

1. Ganjaran Bagi Turunan-orang nan Hari-harinya Disibukkan dengan Mendaras Al-Qur’an

مَنْ شَغَلَهُ قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ عَنْ مَسْأَلَتِي وَذِكْرِي أَعْطَيْتُهُ أَفْضَلَ ثَوَابِ السَّائِلِينَ وَفَضْلُ كَلَامِ اللَّهِ عَلَى سَائِرِ الْكَلَامِ كَفَضْلِ اللَّهِ عَلَى خَلْقِهِ

Teks Latin:

Man syagholahu qiroo-atul qur’aani ‘an mas-alatii wa dzikrii a’thoituhu afdhola tsawaabis-saa-iliina wa fadhlu kalaamillaahi ‘ala saa-iril kalaami kafadhlillaahi ‘ala kholqihi.

Artinya:

“Barangsiapa yang disibukkan membaca Al-Qur’an setakat lupa meminta dan berzikir kepada-Ku, maka Aku akan memberikan kepadanya selawa-baik pahala orang-orang nan meminta (kepada-Ku). Keutamaan Kalamullah atas seluruh perkataan lainnya sebagaimana keutamaan Allah atas seluruh makhluk-Nya.” (HR. Darimi Nomor 3222)

Hadits di atas memiliki derajat isnad yang shahih. Selain membeningkan adapun banyaknya kebaikan dan pahala yang bakal dikabulkan oleh sidang pembaca Al-Qur’an, Nabi Muhammad SAW sekali lagi mementingkan keutamaan Al-Qur’an setinggi dengan keutamaan Allah atas seluruh makhluk ciptaan-Nya.

Boleh Baca:
Kuantitas Ayat Al-Qur’an 6666 alias 6236 sih?

2. Hadits Perumpaan Para Penghafal Qur’an

إِنَّمَا مَثَلُ صَاحِبِ الْقُرْآنِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْإِبِلِ الْمُعَقَّلَةِ إِنْ عَاهَدَ عَلَيْهَا أَمْسَكَهَا وَإِنْ أَطْلَقَهَا ذَهَبَتْ

Bacaan Latin:

Innamaa matsalu shoohibil qur’aani kamatsali shoohibil ibilil mu’aqqolati in ‘aahada ‘alaihaa amsakahaa wa in athlaqohaa dzahabat.

Artinya:

“Sesungguhnya perumpamaan para penghafal Al-Qur’an yaitu seperti seorang yang memiliki Unta nan terikat, jika ia selalu menjaganya, maka ia pun akan demap bakir padanya, dan jika dia melepaskannya, niscaya akan hilang dan memencilkan.” (HR. Bukhari Nomor 4643)

Hadits di atas ialah hadits shahih yang menjernihkan adapun pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat hidup, pentingnya mengulang-ulang Al-Qur’an, dan menjaga hafalan Qur’an.

Situasi ini bisa kita pahami bersama dari ibarat yang diterangkan makanya Rasulullah, bahwa orang yang memahfuzkan Qur’an doang bukan menjaganya ibarat cucu adam yang memiliki gamal dengan tali yang enggak terkesan hingga unta tersebut lekas hilang dan pergi darinya.

3. Hadits Tentang Perumpamaan Mendaras Al-Qur’an antara Insan Mukminat dan Khalayak Fajir

مَثَلُ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَالْأُتْرُجَّةِ طَعْمُهَا طَيِّبٌ وَرِيحُهَا طَيِّبٌ وَالَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَالتَّمْرَةِ طَعْمُهَا طَيِّبٌ وَلَا رِيحَ لَهَا وَمَثَلُ الْفَاجِرِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الرَّيْحَانَةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ وَمَثَلُ الْفَاجِرِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْحَنْظَلَةِ طَعْمُهَا مُرٌّ وَلَا رِيحَ لَهَا

Bacaan Latin:

Matsalulladzii yaqro-ul qur’aana kal-utrujjati tho’muhaa thoyyibun wa riihuhaa thoyyibun walladzii laa yaqro-ul qur-aana kat-tamroti tho’muhaa thoyyibun walaa riiha lahaa wa matsalul faajirilladzii yaqro-ul qur’aana kamatsalir-roihaanati riihuhaa thoyyibun wa tho’muhaa murrun wa matsalul faajirilladzii laa yaqro-ul qur’aana kamatsalil hanzholati tho’muhaa murrun walaa riiha lahaa.

Artinya:

“Seumpama orang yang membaca Al-Qur’an adalah seperti mana buah Utrujjah, rasanya lezat dan baunya kembali sedap. Sedang orang yang tidak mendaras Al-Qur’an yakni seperti mana buah kurma, rasanya manis, namun baunya tidak suka-suka. Mengenai orang Fajir yang membaca Al-Qur’an adalah begitu juga buah Raihanah, baunya harum, namun rasanya pahit. Dan sebagai bani adam Fajir nan bukan membaca Al-Qur’an yakni seperti buah Hanzhalah, rasanya pahit dan baunya kembali tidak sedap.” (HR. Bukhari Nomor 4632)

Hadits di atas derajatnya adalah shahih. Buah Utrujjah yang disebutkan dalam hadits yakni buah nan mirip seperti jeruk lemon.

Adapun “Fajir” yakni sebutan bagi orang nan melakukan dosa dan maksiat secara semarak-terangan melalui tindakan.

Buah Raihanah adalah buah yang manis dan harum baunya, namun rasanya pahit. Sedangkan buah hanzhalah adalah buah yang rasanya pahit dan baunya tak sedap sebagai perumpaan bagi manusia-turunan bermuka dua yang tidak membaca Al-Qur’an.

Boleh Baca:
Silsilah 25 Utusan tuhan dan Utusan tuhan Lengkap dengan Gambar

4. Hadits Tentang Perumpaan Orang yang Sparing Al-Qur’an dan Mengamalkannya

تَعَلَّمُوا الْقُرْآنَ وَاقْرَءُوهُ وَارْقُدُوا فَإِنَّ مَثَلَ الْقُرْآنِ وَمَنْ تَعَلَّمَهُ فَقَامَ بِهِ كَمَثَلِ جِرَابٍ مَحْشُوٍّ مِسْكًا يَفُوحُ رِيحُهُ كُلَّ مَكَانٍ وَمَثَلُ مَنْ تَعَلَّمَهُ فَرَقَدَ وَهُوَ فِي جَوْفِهِ كَمَثَلِ جِرَابٍ أُوكِيَ عَلَى مِسْكٍ.

Pustaka Latin:


Ta’allamul qur’aana waqro-uhu warquduu fainna matsalal qur’aani wa man ta’allamahu faqooma bihi kamatsali jiroobin mahsyuwwin miskan yafuuhu riihuhu kulla makaanin wa matsalu man ta’allamahu faroqoda wahuwa fii jaufihi kamatsalil jiroobin uukiya ‘ala misk.


Artinya:

“Pelajari dan bacalah Al-Qur’an, dan janganlah ia berpisah dengannya. Bukan main, perumpamaan Al-Qur’an dan makhluk yang mempelajari kemudian mengamalkannya, seperti dompet nan terisi munjung dengan petro kesturi, dan keharumannya dapat tercium dari setiap palagan. Sedangkan perumpamaan orang yang mempelajarinya kemudian memendamnya, maka ia seperti dompet nan terisi kesturi.” (HR. Anak laki-laki Majah: 213)

Hadits di atas menerangkan akan halnya andai antara orang yang membaca Al-Qur’an, mempelajari, kemudian mengamalkannya dengan anak adam yang mempelajari Al-Qur’an cak bagi dirinya sendiri.

Hadits Tentang Pahala Mendaras Al-Qur’an

1. Hadits Al-Qur’an Menjadi Penolong di Hari Yaumul

اِقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي شَفِيعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ لِصَاحِبِهِ

Bacaan Latin:

Iqro-ul qur’aana fainnahu ya’tii syafii’an yaumal qiyaamatti lishoohibihi.

Artinya:

Bacalah Al-Qur’an karena ia menclok sreg perian kiamat memberi syafaat kepada pemiliknya. (HR. Ahmad Nomor 21169)

Derajat hadits di atas ialah shahih dan menyucikan tentang kebaikan Al-Qur’an yang dihadiahkan kepada para pembaca dan pengamalnya, di mana Al-Qur’an untuk menjadi syafaat alias penolong di Hari Yaumul akhir esok.

2.Hadits Pahala Membaca Suatu Leter n domestik Al-Qur’an

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

Bacaan Latin:

Man qoro-a harfan min kitaabillaahi falahu bihi hasanatan walhasanatu bi’asri amtsaalihaa laa iquulu ALIF LAM MIM harfun walakin alfun harfun walaamun harfun ma miimun harfun.

Artinya:

“Barang kali membaca satu huruf berpokok Al-Qur’an, maka baginya satu pahala arti, sementara suatu pahala kekuatan itu akan dilipat gandakan menjadi sepuluh kelihatannya. Aku bukan mengatakan ALIF LAAM MIIM itu satu abjad, akan tetapi ALIF suatu aksara, LAAM suatu huruf dan MIIM satu abc. (HR. Tirmidzi Nomor 2835)

Hadits di atas memiliki derajat hasan shahih dan menjernihkan mengenai kebaikan dan pahala yang didapat ketika seseorang membaca Al-Qur’an. Satu abjad intern Al-Qur’an bernilai suatu pahala, dan suatu pahala tersebut bakal dilipatgandakan menjadi 10 mungkin.

***

Boleh Baca:
Kumpulan Ayat Tentang Takaran dan Timbangan Beserta Gertakan bagi Para Pelakunya

Demikianlah sajian GuruPenyemangat.com tentang kumpulan hadits tentang keutamaan membaca Al-Qur’an, keutamaan mempelajari Al-Qur’an, keutamaan mengamalkan Al-Qur’an, serta keutamaan menghafal dan menjaga hafalan Al-Qur’an.

Selain pecah kalam Nabi nan disajikan di atas, sesungguhnya masih ada banyak hadits tidak yang menerangkan tentang keutamaan Al-Qur’an.

Namun demikian, semoga sajian di atas bisa mengacapkan kita semua bikin semakin menggiatkan diri membaca Qur’an dan menjadikan Qur’an sebagai sahabat dunia darul baka.

Semoga bermanfaat
Salam.

Source: https://www.gurupenyemangat.com/2022/06/hadits-keutamaan-belajar-al-quran.html