Hari Dikumpulkannya Seluruh Manusia Disebut

Berbunga Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Eskatologi Selam

Portal Islam

Mahsyar
(Arab:
محشر) adalah lembang yang sangat luas bekas berkumpul para makhluk pertama, hingga sosok yang terakhir semangat.[1]
Dataran Mahsyar mewah di alam darul baka, dan dikatakan berpasir, tidak terlihat tinggi atau cacat.[2]

Di Mahsyar inilah semua makhluk Allah nan berada di tujuh lapis langit dan manjapada termasuk malaikat, jin, manusia, sato berkumpul dan berdesak-desakan. Setiap turunan lega musim perbicaraan akan hadir di mahsyar, diiringi oleh dua malaikat, yang satu misal pengiringnya dan nan suatu lagi laksana saksi atas segala perbuatannya di dunia.

Menurut ajaran Islam, basyar yang pertama kali dibangkitkan oleh Tuhan adalah Muhammad.[3]
Masa-hari di Mahsyar itu disebut bak
Yawm al Mahsyar
(يوم المحشر,
Kiamat Hasyir). Kemudian dikatakan dalam sebuah hadits oleh Muhammad bahwa Palestina adalah petak
Mahsyar
(dikumpulkan) dan
Mansyar
(disebarkan) manusia.[4]
Di Indonesia, tanah Mahsyar ini bertambah dikenal dengan sebutan Padang Mahsyar, begitupula dengan hamba allah-orang yang berbudi Melayu.


Yawm al Ba’ats (Hari Kebangkitan)

[sunting
|
sunting sumber]

Keadaan manusia plong hari kebangkitan berbeda-tikai sesuai dengan kebajikan ibadahnya di bumi. Selepas fase kebangkitan makhluk semenjak alam kubur, maka manusia dan turunan lainnya akan memasuki fase di Mahsyar, yang lebih lanjut akan diberikan/ dihadapkan;

  • Ita al-Kitab
    sebuah catatan amal masing-masing nan diberikan tiap-tiap turunan,
  • Mizan
    Kemudian akan dihadapkan sebuah perimbangan yang akan mengukur antara pahala dan dosa setiap makhluk.
  • Haudh
    (telaga) setiap nabi akan memiliki telaga ini. Menurut ajaran Islam, Muhammad punya telaga yang diberi nama
    Kautsar, saja hanyalah nomine penduduk surga yang dapat meminum airnya, dan para penguasa zalim[5]
    dan pelaku bid’ah dilarang bakal mendekatinya.[6]

Selama hari yang habis menyusahkan itu, Muhammad akan memasrahkan bantuan bagi seluruh makhluk yang disebut seumpama
Syafa’at Udhma, ia akan memohon kepada Allah supaya secepatnya diadakan hisab.

Peristiwa Mahsyar

[sunting
|
sunting sumber]

Sebuah foto rekayasa mengenai tempat yang disebut laksana Mahsyar oleh umat Islam

Hal insan akan tergantung berpangkal amalan apa yang sudah mereka bikin semasa atma, ketika itu semua anak adam akan sibuk dengan urusan mereka sendirisendiri. Sehingga basyar terdamping kita tidak pun memperdulikan keadaan kita, seperti itu pula sebaliknya disebabkan karena menggermang terhadap dosa-dosa yang kekeluargaan dilakukan semasa hidup di manjapada.

Ketika Matahari padam sehingga bumi dalam kegelapan. Takala mereka dalam peristiwa demikian, langit di atas mereka bersirkulasi-putar dan meledak pecah berkeping-keping selama 500 tahun sehingga langit sempak dengan segala kekuatannya kemudian takut dan bergerak seumpama perak yang dipanaskan setakat berwarna bangkang dan cucu adam bercampur baur seperti serangga yang bertebaran n domestik keadaan telanjang kaki, bukan berpakaian dan bepergian tungkai.

Kemudian mentari diterbitkan oleh Sang pencipta, tepat di atas majikan dengan jarak saja 2 ibu panah, sehingga anak adam terpanggang makanya teriknya syamsu yang intensitas panasnya telah dinaikkan dan keringat pun berputar deras, menggenangi padang mahsyar seiring dengan rasa merembas yang luar biasa karena mereka akan dihadirkan dihadapan Allah. Bagi orang yang percaya, beramal shaleh serta banyak mengerjakan guna akan terlindungi bermula terik sengatan kilauan surya.

Kemudian keringat tersebut mendaki ke badan mereka, sesuai dengan tangga mereka dihadapan Yang mahakuasa. Bagi sebagian sosok keringat akan menggenang sampai ke lutut, bagi sebagian lain mencapai pinggang dan bagi sebagian lainnya mengaras liang hidung bahkan ada sebagian manusia nyaris tenggelam di dalamnya.

Bagi sosok yang beriman akan diberikan syafaat oleh Muhammad, syafaat itu berupa:

  • Dipercepatkan musyawarah dan dipermudahkannya memasuki suralaya,
  • Ditambahkan timbangan pahala meski bertambah rumit daripada dosa,
  • Dimasukkan ke surga minus hisab.

Menurut ilham Islam, manusia yang menerima syafaat di Mahsyar yaitu turunan Islam yang selalu berzikir, bershalawat kepada Muhammad, suci kondusif orang yang sedang kesulitan.[7]

Puas hari ini dinamakan juga “Hari Panggil Memanggil” di privat Al Qur’an al-Mu’min 32 surah, karena semua orang yang berkumpul di mahsyar sebagian memanggil sehagian yang bukan untuk lamar uluran tangan.

Pengelompokkan manusia

[sunting
|
sunting sumber]

Umat cucu adam

[sunting
|
sunting perigi]

Pada hari kebangkitan ini seluruh makhluk akan dibangkitkan dalam 3 keramaian, yaitu:

  • Kelompok nan berkendaraan,
  • Kelompok yang berjalan tungkai,
  • Kelompok yang berjalan dengan wajahnya.

Ada salah seorang sahabat yang menanyakan, bagaimana dapat sekelompok tersebut berjalan dengan wajahnya, kemudian Muhammad menjawab “Allah yang menjadikan mereka berjalan dengan kaki, pasti berkecukupan membuat mereka berjalan dengan wajah.”

Dua belas kelompok umat Islam

[sunting
|
sunting sendang]

Pada kini umat Islam datang secara berkelompok, beralaskan surah An-Naba’[8]
dan hadits shahih,[9]
Golongan itu adalah seperti berikut:

  1. Dibangkitkan dari kubur dengan keadaan tanpa tangan dan berkaki. Mereka merupakan makhluk nan ketika di bumi dulu suka mengganggu tetangganya.
  2. Dibangkitkan berpokok kubur dengan peristiwa berupa babi hutan. Mereka adalah orang yang ketika hidupnya meringankan malas dan lalai dalam salat.
  3. Dibangkitkan dari kubur dengan keadaan orang bodoh, mereka Sedangkan perut membengkak sebagaimana gunung dan di dalamnya penuh dengan ular ari dan kalajengking. Mereka ini adalah bani adam yang enggan menggaji zakat.
  4. Dibangkitkan dari kubur dengan keadaan darah memancut keluar dari ucapan mereka. Mereka ini adalah anak adam yang berdusta di intern jual beli.
  5. Dibangkitkan bersumber kubur dengan keadaan berbau busuk bertambah tinimbang layon. Mereka ini yakni manusia yang melakukan maksiat sembunyi-sembunyi kerana takut dilihat basyar, tetapi lain meleleh kepada Halikuljabbar.
  6. Dibangkitkan berusul kubur dengan keadaan leher mereka terputus. Mereka adalah orang nan menjadi saksi palsu.
  7. Dibangkitkan dari kubur minus mempunyai lidah dan semenjak tuturan mereka bergerak keluar rebuk serta darah. Meraka itu adalah orang nan enggan memberi kesaksian di atas keabsahan.
  8. Dibangkitkan dari kubur dengan keadaan terbalik merupakan kepala ke bawah dan kaki ke atas, serta farajnya mengasingkan nanah yang mengalir seperti air. Meraka adalah orang yang berbuat zina dan mati sonder tahu bertaubat.
  9. Dibangkitkan dari kubur dengan kejadian wajah hitam gelap dan bermata biru serta perutnya dipenuhi api. Mereka itu yakni orang yang memakan harta anak yatim dengan mandu zalim.
  10. Dibangkitkan terbit kubur dengan keadaan raga mereka penuh dengan sopak dan kusta. Mereka adalah orang nan durhaka kepada individu tuanya.
  11. Dibangkitkan dari kubur dengan keadaan buta, gigi mereka ki bertambah seperti cula lembu nekat, bibir mereka melebar sampai ke dada dan lidah mereka terjulur memanjang hingga ke perut. Perutnya pun menggelebeh hingga ke paha dan keluar beraneka kotoran. Mereka adalah orang yang minum minuman keras.
  12. Dibangkitkan dari kubur dengan keadaan wajah yang sinar-seminar berdamar perumpamaan bulan purnama. Mereka melampaui keretek sirath seperti sorot yang menyambar. Mereka ialah basyar yang beramal soleh dan banyak melakukan baik, selalu menyingkir perbuatan durhaka, mereka membudidayakan salat lima waktu, ketika meninggal dunia situasi mereka bertaubat dan mendapat ampunan, belas kasih sayang dan keridhaan Allah.

Barisan di Mahsyar

[sunting
|
sunting sumber]

Di padang mashyar kelak alam-bendera dipasang oleh pengarah-pemimpin kebenaran dan di bawahnya terdapat barisan-barisan pengikutnya. Kalimantang itu dipasang dan dikibarkan oleh:

  1. Standard liwaus shidqi (Kebenaran) dikibarkan oleh Abu Bakar Al-Shiddiq bagi semua orang nan bermartabat dan andal akan gemuk di bawah bendera tersebut.
  2. Bendera fuqaha’ bagi Mu’adz kacang Gunung kerjakan semua individu nan imani fiqih akan berada dan berbaris di radiks kalimantang panji-panji ini.
  3. Bendera zuhud bikin Tepung Dzar Al-Ghiffari bagi semua insan yang menjiwai dan membudi daya dengan zuhud akan berada di dasar pataka ini.
  4. Bendera dermawan bagi Utsman bin Affan cak bagi para dermawan akan makmur di bawahnya.
  5. Alam syuhada untuk Ali polong Abi Thalib untuk setiap orang yang mati syahid sama berleret di sumber akar bendera ini.
  6. Bendera qurra’ bakal Ubay bin Ka’ab bagi para qari’ separas bersaf di radiks bendera panji-panji ini.
  7. Bendera mu’adzin bikin Bilal bin Rabah bagi para mu’adzin akan berada lega barisan di bawah standard ini.
  8. Bendera makhluk-bani adam yang dibunuh dengan ikab cak bagi Husain bin Ali bagi orang-insan yang dibunuh dengan azab akan kaya di sumber akar bendera ini.

Sapta orang yang mendapatkan naungan

[sunting
|
sunting perigi]

Di Mahsyar dengan suhu yang sangat panas pada tahun hisab, tentulah para manusia menjadi khawatir dan panik mau mencari panggung pelestarian, dan lega hari itulah insan akan berkata: “Ke mana kancah lari?”. Dalam Al-Alquran disingkapkan dengan tegas dan jelas sekali perihal keadaan itu sebagaimana firman Sang pencipta yang berbunyi:

Tetapi dengan kehendak Almalik akan terletak beberapa orang yang mendapatkan naungan, namun tidak semua basyar bisa berteduh di bawahnya, itu yakni rahmat Allah dan naungannya. Cak semau tujuh orang yang akan mendapatkan naungan dari Allah dengan rahmatNya pada hari yang tiada naungan selain naunganNya merupakan:

  1. Penguasa/ kepala yang nonblok.
  2. Seorang remaja nan mengawali keremajaannya dengan beribadah kepada Yang mahakuasa.
  3. Seorang lelaki yang hatinya dipertautkan dengan sajadah-masjid.
  4. Dua basyar nan saling gelojoh-menyayangi karena Tuhan, adalah yang keduanya berkumpul dan berakhir kerana Sang pencipta.
  5. Seorang lelaki yang ketika dirayu oleh wanita bangsawan lagi rupawan, sangat beliau menjawab: “Sepatutnya ada aku takut kepada Allah”.
  6. Sendiri nan mengeluarkan sedekah dan disembunyikan, sampai tangan kirinya tidak mencerna segala yang diperbuat maka itu tangan kanannya itu (artinya anda menderma dan tidak mengobrolkan sedekahnya itu kepada orang lain).
  7. Koteng yang berzikir kepada Allah di bekas yang sunyi, sehingga kedua matanya mencucurkan air netra.”
    [10]



Yawm al Hisãb (Masa Perhitungan)


[sunting
|
sunting sumber]

Yawm al Hisãb artinya musim perhitungan/ penghakiman amal baik dan amal buruknya makhluk. Setelah berada di Mahsyar selanjutnya mereka satu persatu dihisab. Sebelum dihisab, mereka diberitahu tentang amal perbuatan yang telah mereka kerjakan meskipun mereka telah pangling segala yang mereka buat. Amal turunan didunia telah dicatat maka itu Malaikat Kirâman Kâtibîn, tanpa cak semau kekeliruan sedikitpun.

Anak adam akan mengakui rahasia catatan amal yang telah dilakukan ketika di marcapada. Amal-amal tersebut kemudian ditimbang di atas mizan atau nisbah. Siapa pun yang berat darmabakti kebaikannya akan dimasukkan ke surga dan yang ringan kebaikannya akan dimasukkan ke neraka. Apabila buku (tulisan) itu berat dedikasi kebaikkannya akan diterima tangan kanan, sebaliknya bila buku itu berat kebajikan kejahatannya akan diterima tangan kiri. Sesuai dengan Firman Yang mahakuasa Al-Isra ayat 71,

Firman Allah dalam Al-Insyiqaq ayat 7-12:

Titian Shirath

[sunting
|
sunting sumber]

Sesudah habis masa penghakiman, kemudian individu yang sudah dihisab digiring untuk melalui keretek shirath yang makin tipis dari rambut dan makin tajam mulai sejak ain syamsir.[11]
Privat kisahan lain dikatakan sirat ini setipis surai dibelah tujuh, tetapi tidak interelasi ditemukan dalil yang menguatkannya. Di titian tersebut Muhammad-lah yang pertama kelihatannya menginjakkan kakinya dan kemudian diikuti oleh kesepuluh kumpulan umatnya.

Karangan suku

[sunting
|
sunting sendang]


  1. ^

    “…dan (ingatlah) akan hari (nan momen itu) Kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan melihat mayapada itu datar dan Kami kumpulkan seluruh manusia, dan tak Kami tinggalkan seorang pun berbunga mereka.” (Al-Kahfi 18:47)

  2. ^

    Mahsyar dataran raksasa nan lain bertepi, tidak ada leger, sungai maupun laut di EraMuslim.com

  3. ^

    Diriwayatkan oleh Utsman bin Affan bin Dahaak kedelai Muzahim daripada Abbas ra.

  4. ^

    Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan sanad dari Maimunah binti Sa’d radhiyallahu ‘anha, kamu berkata, “Aduhai nabi Tuhan, fatwakan kepada kami mengenai Baitul Maqdis. Dia bersabada, “Tanah Mahsyar dan Mansyar.” Hadits Shahih riwayat Ahmad dan Bani Majah.

  5. ^

    Telah mengabarkan kepada kami ‘Amr kedelai Ali, ia berkata; sudah menceritakan kepada kami Yahya dari Sufyan bermula Abu Hashin semenjak Asy Sya’bi dari ‘Ashim Al ‘Adawi dari Ka’ab kacang ‘Ujrah anda berkata, “Rasulullah ﷺ keluar menemui kami, ketika itu kami sembilan individu, lalu dia berucap: ‘Sesungguhnya akan cak semau setelahku para penguasa, barang boleh jadi yang mempercayai kedustaan mereka dan kondusif kezhaliman mereka, maka ia tidak terjadwal golonganku dan aku tak darinya, ia enggak akan menemuiku di telaga, dan barangsiapa yang bukan mempercayai kedustaan mereka dan tidak kondusif kezhaliman mereka maka beliau merupakan termasuk golonganku dan aku adegan darinya, ia akan datang menemuiku di telaga.’” (Baginda Nasa’i 4136).

  6. ^

    “Saya berucap: “Mereka tercatat umatku!” Namun muncul jawaban: “Ia tidak mengerti perkara nan mereka terserah-adakan (dalam agama ini) sepeninggalmu.” Sayapun bersabda: “Menjauhlah, menjauhlah, lakukan turunan nan memungkiri (tanzil agama) setelahku.” (Hadits shohih. Diriwayatkan maka itu al-Bukhari, no. 6097).

  7. ^

    Situasi Mahsyar dan bani adam yang mendapatkan syafaat berasal Muhammad

  8. ^

    adalah hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu sira datang berkaum, (An-Naba’ 78:18)

  9. ^

    Diriwayatkan maka itu Muadz bin Jabal, Nabi Muhammad ﷺ bersabda, “Wahai Muadz, sebenarnya engkau bertanyakan sesuatu nan sangat lautan. Cak semau dua belas kelompok umatku akan dihalau ke padang Mahsyar. Mereka semuanya itu Allah Maha Kuasa tukarkan, tidak seperti mereka semangat ketika didunia.”

  10. ^

    Hadits shahih Imam Bukhari & Imam Muslim

  11. ^

    “Sampai kepadaku bahwa sirat ini (ash-shirath) lebih lembut dari surai dan lebih tajam dari pedang”.Hadits diriwayatkan maka dari itu Imam Mukmin 1/ 167

Referensi

[sunting
|
sunting sumur]

  • Rasulullah ﷺ menangis di Mahsyar disitus web Tranungkite.net
  • Kisah di Padang Mahsyar di UstazAzhar.com
  • Mashyar di Kamus Ki akbar Bahasa Indonesia Diarsipkan 2009-08-05 di Wayback Machine.
  • Pengenalan hari akhir
  • Alam Mahsyar diScribd.com
  • Setelah Kiamat, Mayapada Menjadi Padang Mahsyar Yang Sensual Diarsipkan 2022-01-08 di Wayback Machine.



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Mahsyar

Posted by: caribes.net