Hubungan Dengan Allah Dan Manusia


Doa itu adalah hubungan alias komunikasi antara basyar dengan Allah yang tingkatannya berjenis-jenis.
Doa itu dapat diumpamakan seperti:

  • Tindasan kepada Allah.
  • Tilpon.
  • Bertemu wajah dengan tampang.
  • Bercakap-rupawan bersama
  • Bersekutu sebagai dua sahabat.
  • Bersahabat sebagai suami-isteri dan lewat bersama.

Jadi zikir dari setiap basyar Kristen kepada Allah itu terampai bersumber tingkat rohani dan persekutuannya dengan Almalik. Lebih hampir dan lebih erat persekutuannya, doa itu berarti lebih banyak.
Kita harus memelihara hubungan doa ini jangan sampai putus! Sebab wajib, dipakai dan dibutuhkan terus menerus.

1Tesalonika 5:17


Tetaplah berdoa dengan tidak henti.


Apa saja nan ada dalam hubungan pecah individu ke Allah dan bersumber Allah ke manusia?

A. DARI PIHAK Insan.

Perhubungan dari individu ke Allah itu terdiri bersumber antara enggak:

I. DOA = MEZBAH = KORBAN.

Baik Mezbah Alamat Bakaran, maupun Mezbah Dupa adalah lambang dari doa.


Tahmid Habil
menanjak kepada Allah dan diterima sebab cak semau binatang korban  yang disembelih. Ada pembawaan, ada kematian, cak semau korban, sebab itu  Sang pencipta berkenan, tanpa korban tidak terserah doa yang betul.
Tanpa korban Kristus tiada hubungan antara sosok dengan Allah2Kor 5:14.

Semata-mata selain Kristus nan menjadi objek, disalib, kita juga harus  menjadi korban, yaitu mau disalib beserta Kristus
Gal 2:19-20
, harus  mau pikul kayu silang
Luk 9:23. Kalau ingin mempunyai hubungan tahlil  dengan Almalik, harus mau menyangkal diri, mengorbankan daging,  plonco perkariban ini dapat terwujud.
Sonder korban tanpa ingin menyalibkan daging, mematikannya, daging akan hidup (kembali), dan itu berguna pikiran ini akan penuh dengan barang apa diversifikasi perkara daging dan dunia sehingga enggak akan terserah hubungan dengan Yang mahakuasa. Makin-lebih kalau perbuatan ini sudah penuh dengan dosa-dosa dan menjadi tabiat (daging), enggak mana tahu ada hubungan dengan Tuhan dan wirid bani adam seperti ini kosong, sia-sia, tandus, sebab perikatan dengan Allah rantas. Tanpa korban tidak mungkin ada pertalian dengan Halikuljabbar.

Yesaya 59:2


Tentang segala kesalahanmu sudah lalu mengecoh engkau dan Allahmu, dan maka itu sebab dosa-dosamu telah disembunyikannya wajahNya daripada kamu, sehingga tiada Dia mendengar (KJ).


Halikuljabbar sahaja bisa berhubungan baik dengan orang nan selalu mematikan dagingnya, selalu suka-suka mangsa. Sebab itu di dalam Mezbah Korban Bakaran sering terserah jago merah yang menunukan terus, yang membakar daging korban.

Imamat 6:13


Api itu harus terus tunu di atas mezbah, ia tidak pernah boleh padam (K.J).


Pula di atas Mezbah dupa harus belalah ada api yang membakar dupa di atasnya sehingga selalu ada asap yang berbau harum mendaki ke atas, ke pangkuan Allah.

Keluaran 30:8


Dan ketika Harun menggalakkan pelita itu pada magrib waktu, anda harus menyemangati dupa di atasnya, suatu perasapan yang tidak pernah henti di hadirat Tuhan sepanjang generasi-generasimu (KJ).





Ibrahim, Ayub, dan lain-lain adalah sosok-bani adam nan populer setia dan betul-betul dengan mezbahnya, sebab itu hubungannya dengan Sang pencipta erat dan mesra sepanjang waktu.


Kelepasan dari dosa dikerjakan Tuhan Yesus di atas Golgota cak bagi  kita. Oleh penebusan Anak domba di atas kayu salib kita
telah  independen, mutakadim menang, mutakadim pemaafan
mulai sejak segala dosa.
Dengan iman kita menerima ini dan
umpama akibatnya
daging  dimatikan, ini gempa bumi, ini namanya Salib, ini korban. Kalau kita mau  menerimanya maka keberhasilan yang sudah kita terima itu  menjadi kenyataan. Halikuljabbar memberi kita kemenangan dan dengan  iman kita harus ingin mengorbankan daging kita, dengan iman kita  pasti sanggup, pangkal percaya dan cak hendak sebab dosa kita sudah  dibayar lunas.
Sekelas begitu juga di kafetaria, makanan telah dibayar lunas maka dari itu  Yang mahakuasa Yesus, kita tinggal menyantapnya, memasukkan ke dalam ucapan kita, itu lemak.


Begitu juga libur dari dosa itu sudah dibayar lunas maka dari itu Tuhan Yesus dan kita adv amat makan = pikul salib dan itu sedap! Kayu palang itu nikmat.
Orang-insan yang beriktikad
yakin dan sanggup komersial sengsara (sakitnya) Kayu palang dan mereka lagi merasakan lezat dan indahnya kesucian Almalik.

Pilipi 4:13


Segala apa sesuatu aku cakap mengaku di internal Sira yang menyaringkan aku (TL).



Matius 10:28-30


Janganlah kamu mengirik akan orang yang membunuh tubuh, dan yang tiada berkuasa membunuh jiwa; doang yang terutama sekali hendaklah kamu takuti Engkau, yang berkuasa membinasakan baik tubuh maupun kehidupan di dalam neraka. Bukankah kalam pipit dijual orang dua ekor seduit? Tetapi seekor pun tiada jatuh ke kapling, jikalau tiada dengan niat Bapamu. Maka bulu di atas kepalamu juga semuanya mutakadim terhitung.





Orang-insan nan bukan berketentuan, hari melihat dan merasakan sakitnya salib merasa tidak sanggup. Mereka tidak punya iman dan tidak merasakan kesucian nan indah dan manis itu.
Mereka cuma adv pernah salib itu sakit, sekadar bukan tahu dan bukan merasakan manisnya kesucian Halikuljabbar yang indah itu.
Jadi kita sendiri juga harus mau dimatikan dari segala perkara-perkara daging, bersumber segala keinginan-keinganan dosa, maka baru kuasa Kristus semenjak salib bisa bekerja nyata dalam semangat kita dan itu sedap dan manis.
Kalau ada korban, ada kematian daging, kita loyal hidup dalam kehormatan, doa kita membuat hubungan nan baik dengan Allah.
Doa bani adam benar itu merupakan sangkut-paut yang baik dan erat dengan Yang mahakuasa, itu ki akbar khasiatnya.




Yakobus 5:16b



Akan halnya takbir cucu adam benar,  dengan bersungguh-sungguh hati itu osean  khasiatnya.


Tanpa korban, hubungan akan teriris dan  dengan sendirinya doanya akan memangkal.  Anak adam-khalayak nan lain cak hendak pikul kayu silang, doanya akan berhenti maupun hanya ada doa-doa yang salah dan tawar sebagaimana doa orang Parisi
Mat 6:5; 23:5, Luk 18:11
.
Kalau kita ingin memiliki doa yang hidup, yang berjalan terus, yang erat dengan Allah, kita harus hidup intern kebenaran dan bikin itu bersedia mematikan daging terus-menerus sepanjang hari, setiap hari
Rom 8:35-36.

Takbir adalah mezbah adalah bulan-bulanan!

II. IMAN DAN SYUKUR

Doa harus dengan iman.

Sonder iman doa itu menjadi sia-sia, seperti menghamburkan pengenalan-pembukaan di udara. Orang yang menclok kepada Tuhan, mau gandeng dengan Kamu harus punya iman, yakin akan Allah dan FirmanNya.

Yahudi 11:6


Tetapi minus itu mustahil memperkenankan Dia: Karena dia yang hinggap kepada Almalik harus percaya bahwa Dia ada, dan bahwa Dia pemberi pahala kepada mereka nan betapa-betapa mencari Anda (KJ).

Kita harus percaya akan Firman Tuhan dan janji-janjiNya. Kita membuat hubungan dengan Almalik namun mungkin berdasar FirmanNya yaitu:
1. Kita percaya
akan Allah Yesus dan kita menjadi anak Allah berdasar percaya kepadaNya (Yoh 1:12).
2. Kita percaya
akan penebusan Almalik Yesus sehingga kita boleh hidup suci di aribaan Allah dan bersekutu dengan Beliau.
3. Kita percaya
bahwa Firman Tuhan itu pasti makara sebab itu kita datang mendatangi Tuhan berkata-kata alias mohon sesuatu berpatokan janji yang tertera dalam Firman Tuhan
4. Kita beriman
bahwa Almalik yang mencintai kita, baik, maha kasih, maha murah berdasar FirmanNya.
5.
Dan lebih jauh, seluruh pertautan kita dengan Sang pencipta
didasarkan atas percaya, yunior sesudah percaya kita mendapatkan kenyataannya (Yoh 20:29).
Salah suatu segel insan nan beriktikad, nan mempunyai iman ialah ada
tindakan imannya.

Yakobus 2:20


Hai manusia nan pusung, maukah beliau sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan ialah iman nan zero?





Tetapi maukah beliau mengetahui, hai manusia yang sia-sia bahwa iman minus perbuatan itu mati
Tindakan iman yang main-main bakal segala macam hal atau segi semangat adalah
bersukacita dan munjung syukur
kepada Almalik sebab Tuhan tidak perkariban gagal, Tuhan maha karunia, Dia suka-suka di atas semuanya.
Hamba allah nan yakin penuh dan berkeyakinan enggak akan menangis dan meratap. Kali puas waktu purwa menghadapi celaka maupun hal-hal yang menyedihkan kamu menangis, tetapi selekasnya imannya kulur, ia menjadi tabah dan
munjung terima kasih dan masih bisa bersukacita, sebab berketentuan bahwa Tuhan nan Maha Kuasa dan munjung kasih pasti menolong anak-anakNya. Karena itu
doa yang ada iman
itu selalu naik dengan
penuh syukur
kepada Tuhan, bahkan segala perkara akan menjadi kebaikan cak bagi anak-anak Almalik yang mencintai Tuhan (Rom 8:29).
Kita berterima kasih dengan betapa-sungguh dan terus-menerus kepada Tuhan? Sebab:
a. Halikuljabbar itu baik.

Ia
sudah
menanam kita, Ia
sudah
menolong kita, bahkan tak henti-hentinya. Kita patut terus berterima kasih kepadaNya, seperti satu sosok lepra yang sembuh itu, jangan tak senggang berterima kasih seperti mana sembilan anak adam kusta yang sudah disembuhkan Almalik Yesus (Luk 17:16-17).
b. Kita berterima kasih kepada Tuhan di dalam segala perkara, terus menerus.


Efesus 5:20


Ucaplah syukur senantiasa atas apa sesuatu


dalam segel Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah Bapa kita.





Juga dalam perkara-perkara yang enggak nikmat, kita kukuh berterima kasih sebab kita yakin, percaya sungguh-sungguh bahwa:

  • Allah tahu.
  • Tuhan mengijinkannya dan akan mengubahkannya menjadi kebaji-centung bakal kita yang cinta Allah (Rom 8:28). Ini suatu
    sasaran syukur
    adalah meskipun kita menderita (karena kebenaran), kita tetap bersyukur kepada Tuhan, sebab Tuhan nan baik dan nan Maha kuasa itu akan menggenapkan FirmanNya



Jadi di dalam segala perkara, dalam segala apa waktu kita gegares berterima kasih memuji-muji Tuhan, itu menjadi doa dan jenama iman kita kepada Allah.
c. Kita berterima kasih untuk semua nan telah dan nan akan kita terima bermula Allah.

Kita optimistis bahwa Allah tak berubah, Ia tetap baik dan taat Maha kuasa.
Kamu masih akan
memberkati kita dengan banyak perkara-perkara yang baik, bahkan yang makin indah, karuan. Meskipun kita belum mengalaminya hanya kita sudah percaya dan sudah bersyukur buat semua
yang akan kita terima. Daud mengarifi hal ini, sebab itu ia merenjeng lidah dengan yakin bahwa kemurahan dan kebajikan akan mengikuti dia terus di hari-hari yang akan cak bertengger sampai sejauh-lamanya.

Mazmur 23:6


Kebajikan dan kemurahan belaka
akan menirukan aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.





Maka itu karena itu turunan nan percaya akan hal ini dapat terus bersyukur kepada Almalik dan sira pula akan mengakui berpunca Tuhan, baik pertolongan, kemurahan dan kebajikanNya terus menerus dengan limpah! Hidup demikian ini akan mulia, sebab majuh diikuti dengan kemurahan dan kebajikan Tuhan. Berdoalah terus menerus, dengan sayang bersyukur plong Sang pencipta, itu amat mulia.

III. PERMINTAAN.

Di privat doa juga cak semau permintaan kita, yang kita persembahkan plong Allah. Ini adalah karsa Almalik supaya kita menyatakan apa perkara kepada Beliau, lagi dengan syukur, puji dan penyembahan. Ini boleh disampaikan kepada Tuhan dengan perkenalan awal-kata maupun langsung lewat manah kita, Tuhan memafhumi keduanya.


Filipi 4:6


Jangan beliau kuatir akan barang sesuatu hal, melainkan
di kerumahtanggaan tiap-tiap sesuatu biarlah apa kehendakmu dinyatakan kepada Allah
dengan doa dan permohonan serta dengan mengucap syukur.


Orang yang hidup bersusila di hadapan Allah, tak akan minta perkara-perkara yang keji atau dosa.

Amsal 11:23


Bahwa  kehendak bani adam nan moralistis itu semata-indra penglihatan baik, sahaja niat orang sadis itu percabulan jua.


Orang yang benar, yang menurut FT, permintaannya juga akan dikabulkan oleh Tuhan.

1Yohanes 3:22


Dan apa saja yang kita mohon, kita memperolehnya dari padaNya, karena kita menuruti segala perintahNya dan berbuat apa yang berkenan kepadaNya.


Sampaikanlah apa tuntutan kita kepadaNya di dalam doa. Engkau karuan mendengar apa doa orang-orang yang berkenan kepadaNya.




Matius 7:7


“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan berbintang terang; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.



Mazmur 65:3


Engkau nan mendengarkan zikir. KepadaMulah hinggap semua yang hidup


Mintalah kepadaNya, Ia bukan bosan atau jemu, sebab memang tepatlah kalau anak asuh-anak harap kepada Bapanya seorang, tak kepada yang tidak.

2Korintus 12:14d


Karena bukannya wajib anak-anak menyisihkan untuk ibu bapanya, melainkan ibu bapa untuk anak asuh-anaknya (TL).


Allah itu Bapa kita, Ia mengasihi kita dan
menyenggangkan semuanya bagi kita. Dia perigi
cak bagi segala keperluan momongan-anakNya.

Yakobus 1:7


Setiap pemberian nan baik dan setiap anugerah yang contoh, datangnya mulai sejak atas, diturunkan dari Bapa segala terang; padaNya enggak suka-suka perubahan atau bayangan karena perubahan.


Mintalah kepadaNya.

Yohanes 16:24


Sampai waktu ini beliau  belum menunangi  sesuatupun n domestik namaKu.  Mintalah  maka kamu akan menerima, meski penuhlah sukacitamu (Yoh 14:13).



IV. SYAFAAT.

Yaitu berdoa buat kepentingan sosok tidak/ pekerjaan Tuhan.
Tuhan berkenan akan doa seperti ini, bahkan Tuhan Yesus sendiri menjadi pendoa syafaat cak bagi kita di sisi kanan BapaNya (Rom 8:34).

Ibrani 7:25


Oleh sebab itulah Ia berhak juga mengebumikan dengan sempurnanya segala orang yang menghampiri Allah oleh sebab Kamu, sedangkan Ia hidup senantiasa memohonkan syafaat karena mereka itu (1Yoh 2:1).


Hamba allah yang rohani pasti suka berdoa syafaat bagi individu-insan di sekitarnya, orang-orang yang dilayaninya lebih lagi rival-musuhnya sekali lagi, sebab orang-insan rohani itu dapat mencintai padanan-musuhnya. Tuhan gemar kalau kita limpah dengan rahmat Kristus pada semua orang, istimewa kepada orang-orang nan dibebankan atas kita.
Takbir syafaat ini adalah suatu
tingkat tahmid yang janjang
seperti Kristus. Ini suatu peladenan yang
besar pahalanya, dicari oleh Yang mahakuasa di antara umatNya (Yeh 22:30).
Belajarlah berdoa syafaat untuk semua manusia yang menjadi pikulan kita, yang kita layani, yang ada hubungan dengan kita, juga yang dibebankan Almalik di atas kita.
Memang
orang seperti ini tidak dilihat orang,
sekadar Yang mahakuasa melihatnya (Mat 6:6). Rajinlah beribadat syafaat bikin pekerjaan Allah dan semua orang-manusia yang Tuhan bebankan atas kita, maka kita akan mengalami keberuntungan-kemenangan dan hasil nan indah-indah di dalam semua pelayanan.
Dibalik semua peladenan yang berhasil selalu suka-suka dukungan doa syafaat,
sebab dalam semua pelayanan kita bergulat dengan setan (Efesus 6:12) dan itu yunior bisa dikalahkan kalau kita limpah beribadat sehingga limpah kuasa Allah untuk menghancurkan segala pekerjaan setan (1Yoh 3:8).
Orang-orang yang rohani itu individu yang tahu berdoa syafaat di dalam doanya, sebab kamu percaya kepada TuhanNya, bergantung sesudah-sudahnya kepadaNya dan mencintai semua orang “di sekitarnya”.

V. Anjung DAN MENYEMBAH Sang pencipta.

Di dalam ratib tertulis menongkat Tuhan sebab heran dan hebatlah Dia, misalnya

Daniel 2:19-20


Maka sosi itu disingkapkan kepada Daniel intern suatu pandangan malam. Lalu Daniel memuji Allah semesta langit.  Berkatalah Daniel: “Terpujilah etiket Allah dari selama- lamanya sampai selama-lamanya, sebab berbunga pada Dialah hikmat dan kekuatan!


Sebab memang Anda itu yang Maha besar, Maha Kuasa dan besar kebaikanNya; kemurahanNya bagi kita setinggi langit (Mazmur 103:11).
Puji-penghormatan dan penyembahan kepada Tuhan itu begitu juga dupa yang harum naik ke aribaan tahta Halikuljabbar.

Wangsit 5:8


Momen Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh catur tua-tua itu di pangkuan Anak Domba itu, masing-masing menyandang suatu cerempung dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa individu-sosok murni.





Seluruh dunia yang kelihatan dan yang tiada kelihatan semua memuji-muji dan menyembah Sang pencipta (Wah 5:11-14).
Penyembahan yang benar itu naik sampai di aribaan tahta Tuhan sebagai dupa yang harum (Wahyu 8:3-4). Kaprikornus dengan penyembahan yang betul {di dalam spirit dan kebenaran (Yoh 4:24)} kita dibawa timbrung ke hadapan tahta Almalik, masuk di intern hadiratNya.
Masuk kerumahtanggaan pangkuan Allah itu besar artinya,
semua berubah menjadi amat indah!
Waktu Yacob masuk ke kerumahtanggaan hadapan Allah {kutat di Pniel (Kej 32:28)} ia
berubah berpokok Yacob
(= penipu)
menjadi Israel
(=raja di hadapan Allah dan individu, pemenang). Dan ini akan kasatmata dalam jiwa sehari-masa dari cucu adam yang suka beribadat setakat timbrung dalam hadirat Yang mahakuasa. Dari arwah nan kalah, hidup sebagai pendusta, jatuh bangun, ia berubah menjadi basyar yang penuh dengan kuasa dan kejayaan; tidak sekali lagi jatuh bangun privat dosa, tetapi berkemenangan dan terus suntuk di dalam pengurapan dan hadiratNya.
Hidupnya menjadi Israel, enggak pula “Yakub”
yang mumbung tipu daya dan frustasi karena memakai kekuatannya sendiri. Sekarang hidupnya penuh kemenangan dan berubah luhur.
Sebab itu khalayak-sosok beriman patut menyembah Almalik terus-menerus, singularis di dalam Roh dan kesahihan, itu membawa akibat/ hasil nan amat besar.
Nyanyian, puji-apresiasi
nan dipersembahkan dengan segenap hati, dengan konotasi dan bukan main-sungguh itu nilainya atau
harganya sekelas seperti doa penyembahan.
Sebab itu doa yang betul itu besar artinya, mempunyai nilai seperti penyembahan. Gereja-gereja masa ini makin ingat dan dapat merasakan faedah dan keayuan semenjak tahmid dan penyembahan yang benar. Sebab dengan puji-pujian dan penyembahan yang benar, Gereja turut ke kerumahtanggaan hadirat Sang pencipta (Maz 22:4) sehingga Gereja boleh mengalami perkara-perkara nan heran (dahulu sering terdengar orang berujar: “…. masa ini kami sampai pada episode yang terpenting ialah Firman Tuhan….” kata-pengenalan ini sudah jarang terdengar lagi sebab pujian nan betul itu harganya sama dengan takbir!).
Jikalau umat Tuhan memuji-muji dan menyembah Tuhan dengan betul, maka aribaan Allah akan terasa dan itu membawa banyak perubahan dan kemenangan. “Yakub-Yakub” menjadi “Israel-Israel.”

VI. Berteman DENGAN Allah.

Puji-pujian itu suatu persemakmuran yang intim dengan Tuhan. (Juga di n domestik FirmanNya ada persekutuan nan manis). Di sini kita
bisa bertutur-cakap dengan Halikuljabbar
terus-menerus, baik kepada Halikuljabbar dan mendengar Dia bahkan memandang roman kemuliaanNya.

1 Tawarikh 16:11


Carilah TUHAN dan kekuatanNya, carilah wajahNya selalu!


Banyak kata-kata, kehendak dan perasaan lever kita boleh dinyatakan kepada Tuhan di kerumahtanggaan doa (Pil 4:6).
Lebih erat perikatan kita dengan Tuhan, doa itu makin bermanfaat, makin sani dan makin menyenangkan, tahlil itu adalah suatu persekutuan nan sanding antara Tuhan dan momongan- anakNya. Sebab itu
tahlil yang betul sekali lagi menjadi ukuran rohani/ keakraban kita dengan Almalik.
Hamba allah yang bersekutu dengan Almalik = berjalan dengan Almalik, berjalan kerumahtanggaan Usia, itu
kuncinya di dalam tahlil berkesinambungan (1Tes 5:17), di dalam Roh dan kebenaran sebab tahlil itulah koalisi atau persekutuan kita dengan Tuhan.

B. Cara BERDOA

Aliansi dengan Tuhan itu dapat dilakukan dengan segala posisi/ kaidah, baik waktu berjalan, sadar, tidur, berlutut dan sebagainya.
Tuhan tidak terpengaruh oleh posisi tubuh kita
(sahaja di hadapan orang banyak
hendaklah dilakukan dengan sopan meski jangan menjadi rayuan sontohan). Yang utama di hadapan Allah yaitu usia nan suci (Kis 24:16/ 23:1). Tuhan sekadar boleh bersekutu dengan orang-hamba allah yang jiwa di dalam pendar (1Yoh 1:5/ 2Kor 6:14-15); Engkau tidak boleh berteman dengan orang-orang yang hidup n domestik gelap, itu anak-anak iblis (1Yoh 3:10).
Pendirian-cara berdoa yang berarti di hadapan Allah ialah:
I. Dengan akal.

Ini tidak salah, hanya terbatas.



1Korintus 14:15


Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa kembali dengan akal bulus budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, hanya aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal busuk budiku.





Kita memang harus berbicara dengan akal geladak bukan hafalan mati, sekadar dengan signifikansi dan dengan semesta lever kita, bukan belaka dari mulut.

Matius 15:8


Bangsa ini menghormati Aku dengan bibirnya, sedangkan hatinya jauh dari padaKu.


Doa ini bisa dengan prolog-kata yang kedengaran atau sekadar di dalam lever, itu sama kuatnya.
Bertambah baik terdengar, sebab seringkali itu lebih nyawa, sahaja tentunya jangan setakat mengganggu sosok. Di internal doa bersama tentu harus dengan kata- kata nan terdengar, supaya bisa sehati mengaminkan dan boleh saling menguatkan.
II. Di dalam Roh.


Roma 8:26-27


Demikian pula Roh itupun menolong lega kelemahan kita. Karena tiada kita tahu akan barang nan hendak kita pohonkan dengan sepatutnya; melainkan Roh itu sendiri memohonkan karena kita dengan keluh kesah, yang tiada terujarkan.


Dan Tuhan, yang menyelidiki lever individu, mengetahui apa maksud Spirit itu, sebab Roh itu memohonkan karena segala hamba allah murni, menurut kehendak Allah.
Hamba allah yang penuh dan kepingin dipimpin Nasib, pun berdoa dipimpin Roh dan itu amat mulia. Keistimewaannya ialah Jibril yang menaikkan doa lakukan orang itu, dan kamu hanya mengeluarkan suara bahasa Roh. Ini berdoa dalam bahasa lidah. Tuhan mau  kita semua berdoa dalam bahasa pengecap




1Korintus 14:5a


Aku suka  jikalau kamu sekalian berkata-kata dengan karunia lidah, (TL).



1Korintus 14:4a


Maka makhluk nan berfirman-prolog dengan karunia lidah itu meneguhkan imannya sendiri, (TL).


Bahkan Paulus mumbung syukur dan bergembira sebab dia dapat berdoa dalam bahasa indra perasa bertambah dari banyak orang lainnya.

1Korintus 14:18


Maka mengucap syukurlah aku kepada Allah, sebab aku tahu berfirman-pengenalan dengan karunia alat perasa, lebih daripada engkau sekalian (TL).


Hasilnya sangat luhur sebab sesuai dengan kehendak Allah tanpa salah. Bentuk doa di intern Roh itu sejajar saja dengan puji-pujian jamak, ada permintaan, ucapan terima kasih, syafaat dan sebagainya tetapi sempurna sebab Roh kudus nan mengarifi kehendak Almalik yang menyusun semua doa itu buat kita. Sebagian terbit pengenalan-kata itu diterjemahkan oleh Roh Kudus ke n domestik pikiran kita sehingga kita dapat mengulanginya dengan kata-kata kita sendiri dan kata-kata itu tepat dan sangat berarti.
III. Ratib cak seorang diri.

Ini wajib! Semua kita harus dapat sembahyang sendirian begitu juga Tuhan Yesus. Misalnya:

Lukas 5:16


Akan cuma Beliau mengundurkan diri ke wadah-wadah nan sunyi dan sembahyang.



Markus 1:35


Pagi-pagi bermartabat, waktu musim masih gelap, Ia pulang ingatan dan menyingkir ke luar. Ia memencilkan ke kancah nan sunyi dan berdoa di sana.


Ini seringkali menjadi ukuran takbir yang senyatanya. Kalau ratib itu karena disuruh, diperintahkan atau dipaksakan insan, itu masih barangkali ada gunanya, tetapi puji-pujian terkoteng-koteng itu menunjukkan bahwa orang sendiri itu khusyuk mau berdoa. Dan Yang mahakuasa gemar memufakati doa dari orang-orang yang kangen akan Dia. Terlebih kalau doa itu teratur atau terus-menerus. Setiap manusia berkeyakinan harus mempunyai doa pribadi yang baik.
IV. Tahmid bersama,

Baik di rumah dengan seisi kondominium, juga di Gereja. Ini mempunyai keefektifan nan lain. Kita saling dikuatkan suatu selevel lain dan guna tahlil itu lebih (Mat 18:20). Kita harus dapat beribadat bersama-setinggi di Basilika, atau ketika berlanggar di mana semata-mata. Rata-rata tahmid bersama ini terasa sekali saling menguatkan dan itu dikehendaki Tuhan.
Dalam memanjatkan satu resep tertentu n domestik doa bersama teristiadat diperhatikan:
1. Harus dengan perkenalan awal-kata yang kedengaran dan jelas.
Supaya semua orang boleh:
a.  mendengarnya dan mengerti.
b.  mengaminkan.
c.  mengangkat doa itu kepada Almalik dengan sehati.
2. Sehati berdoa. Ini berarti
a. Cak semau persekutuan jasmani Kristus yang betul di antara khalayak-makhluk nan sembahyang, yaitu berkawan dalam kasih Kristus dan dalam kesucianNya (1Yoh 1:7). Jangan ada pertengkaran dan berpihak-pihak.
b. Sama-sebabat terbeban cak bagi hal itu. Kadang-kadang pokok tahlil itu harus dijelaskan lebih lewat kerjakan membagi-bagikan beban itu!
c. Sepadan-sama mendoakannya bersama-setolok.
Zikir bersama bakal suatu anak kunci tertentu itu juga bisa dilakukan berbunga flat per dan semuanya bertemu di hadapan hadirat Allah.

C. DOA, DARI PIHAK Allah.

Allah sangat menikmati tahlil orang, sebab Ia sangat ribang bersambung/ bersahabat dengan momongan-anakNya yang dicintaiNya. Allah begitu pelahap kepada sosok sehingga mengorbankan AnakNya. Sira kangen dan senang mendengar zikir anak-anakNya karena cintaNya. Lebih lagi dia memberi pahala bagi orang yang mencariNya.

Ibrani 11:6


Seandainya tiada berkepastian, mustahil diperkenan Allah; karena orang yang menghampiri Allah itu, wajiblah sira optimistis bahwa Yang mahakuasa suka-suka, dan lagi bahwa Ialah pemberi pahala kepada segala orang yang mencari Dia (TL).





Berpunca pihak Allah, doa itu berarti:
1.
Mengamini
segala kata-introduksi, permintaan, puji, puja dan syukur serta korban anak-anakNya.
2. Tetapi Allah juga
mengasihkan
banyak perkara yang heran dulu doa kepada anak-anakNya, sehingga sreg waktu beribadat kita limpah perkara-perkara yang heran dan ajaib berpokok Tuhan yaitu:
I.
Seperti tilpon: Allah memberi
perkenalan awal-kataNya.

II.
Sebagaimana manusia bertarung: Sang pencipta menjatah
hadirat/ wajahNya.
III.
Lebih mulai sejak segala perkara ini, Almalik memberikan
diriNya koteng
kepada kita, Ia timbrung dan dahulu di kerumahtanggaan kita.
HidupNya, pribadiNya itu dimasukkan di dalam hidup kita.
I. Kata-kata dari Sang pencipta.


Pembukaan-alas kata berpangkal Sang pencipta itu sangat segara artinya. Ini menjadi  jawaban, kehidupan, sukses, kuasa dan apa-galanya untuk  kita. Kata-kata Almalik itu luar biasa. Itu menjawab segala apa  tanya kita, melepaskan kita dari segala kebobrokan dan  menghancurkan segala kuasa Iblis. Pulang ingatan seluruh mayapada ini  diciptakan oleh Allah
hanya dengan kata- kataNya; dari  tidak ada barang apa-segala apa menjadi ada barang apa-galanya.

Yahudi 11:3


Dengan iman kita memahami bahwa semesta alam ini sudah bintang sartan oleh firman Almalik, sehingga barang nan kelihatan bukannya dijadikan tinimbang barang nan kelihatan (TL).





Firman Tuhan itu penting apa-galanya, itu sangat ki akbar artinya, itu sepan bikin segala keperluan kita.
II. Hadirat Allah.


Berdoa itu bukan hanya berfaedah seperti tilpon (sekalipun ini sudah  samudra artinya, sebab sudah dijawab oleh Allah), semata-mata justru makin  berpunca itu, hadirat dan wajah Sang pencipta juga nomplok kepada kita.


Mazmur 22:4



Padahal Engkaulah Yang Nirmala yang  berkampung di atas puji-pujian orang Israel.







Mazmur 17:15



Tetapi aku, n domestik kebenaran akan kupandang  wajahMu, dan pada perian bangun aku akan menjadi puas dengan  rupaMu.



Betapa! Ini sesuatu yang luar lumrah. Allah yang Maha raksasa itu menclok kepada kita yang hina dan tak cukup ini. Ini plus samudra, cuma itu yang diberikan Halikuljabbar kepada kita lewat puji-pujian. Sebab itu individu-orang yang suka berdoa (dengan betul!) itu betapa senangnya, mereka berubah sebab mengalami perkara- perkara nan luar lazim. Memang Allah sudah mengangkat kita menjadi anak-anakNya (Yoh 1:12) dan Beliau kangen kalau anak-anakNya boleh memandang wajahNya. Perkara-perkara yang bertambah ki akbar terjadi puas hari kita bertekun berdoa dengan bukan main-alangkah.
III. DiriNya.

Bukan belaka Tuhan memberi kata-kata dan wajahNya, Ia menyerahkan diriNya sendiri, hidupNya dan keadaanNya kepada kita. Ia dahulu di dalam kita, baik Allah Bapa dan Allah Momongan
Yoh 14:21,23
juga Allah Roh tinggal di n domestik kita terus menerus
Yoh 14:16. Betapa hebat.
Tak sahaja kata-prolog alias wajahNya, diriNya sendiri timbrung di n domestik kita. Bukan main. Semakin lama kita bersahabat dengan Sang pencipta di dalam doa, maka hidup Allah makin diisikan di dalam hidup kita. PikiranNya, kasihNya, kuasaNya, kemuliaanNya, semuanya diisikan di n domestik kita bertahap abnormal. Sebab itu bertambah lama kita berteman dengan Tuhan, kita mengalamai transisi-pertukaran yang luar jamak dan jadinya kita menjadi seperti mana Dia (1Yoh 3:2-3).
Sekiranya Tuhan Yesus belum datang, cuma hamba allah itu sudah penuh dengan Allah, maka ia berubah n domestik sececah seperti Henoch dan Elia menjadi ideal. Sebab itu Sang pencipta menyuruh kita berdoa senantiasa terus menerus di dalam Roh, itu kian kuat lagi, sehingga hidup Allah terus mengalir dalam diri kita sebagaimana hidup dari pokok bersirkulasi kepada carang (Yoh 15:1-7).
Setelah petatar-peserta berdoa 10 perian terus menerus, mereka berubah luarbiasa.
Kok kita tidak mau bertekun di dalam doa? Sebab
lain mengerti. Sebab
tertipu maka dari itu setan
yang mengatakan bahwa doa itu bukan apa-barang apa, tidak banyak faedahnya. Ini pelecok, ini tipu setan. Sesungguhnya doa itu adalah peredaran kehidupan Halikuljabbar timbrung di internal diri kita; Takdirnya itu terjadi terus menerus, maka hidup kita pun akan  terus menerus berubah menjadi sama dengan Sira dan memang ini nan dikehendaki Allah. Luar biasa.
Belajar kutat di dalam tahmid! Kita akan menjadi langgeng dan usia dengan kualitas seperti mana Tuhan sebab Yang mahakuasa itulah jiwa kita (Yoh 1:4). Tanpa sukma bersumber Allah, kita ini teklok, tak langgeng, kalah membalas dosa (Mat 26:41). Berdoalah membenang di n domestik Hidup dan kebenaran.


Source: http://www.tulang-elisa.org/2010/11/18/doa-hubungan-manusia-dengan-allah/

Posted by: caribes.net