Hukum Membaca Innallaha Sebelum Adzan

Puji-pujian Sebelum Bang

Rapat persaudaraan stp seruan sembahyang Muazin di masjid kampung ku membaca doa2 tertentu, sprt yg pergaulan kudengar membaca taawudz dan selawat.. segala apa bener ada doanya sblm azan ust? Mhn pencerahannya.. terimakasih.

Jawaban:

Bismillah walhamdulillah was sholaatu wassalam’ala Rasulillah, wa ba’du.

Dalam peristiwa ibadah, kaidah nan berlaku adalah,

الأصل في العبادة التوقف

Hukum bawah ibadah yaitu menunggu datangnya dalil.

Artinya, tidak bisa mengerjakan kegiatan nan dianggap ibarat ibadah, kecuali setelah ada dalil nan mensyariatkan.

Farik dengan perkara dunia, yang hukum asalnya yakni boleh (mubah), sejauh tidak ada dalil yang melarangnya.

Seandainya kita sadari, prinsip ini sebenarnya bukti rahmat Allah kepada manusia. Dimana bikin perkara ibadah, yang berisi pembebanan, lingkupnya dipersempit, cukup yang diperintah oleh dalil. Adapun masalah dunia, Sang pencipta pasrah kelonggaran, silahkan dinikmati sepanjang tidak ada dalil yang mengharamkan.

Beribadat sebelum azan dengan doa tertentu, tentu ini perkara ibadah. Terlazim dalil sebagai legalitas ibadah ini. Namun ternyata bukan ada satu juga hadis shahih nan memerintahkan ratib sebelum azan. Sehingga tidak cak semau doa tertentu sebelum mengumandangkan seruan salat.

Intern situs Islamqa (situs Ilmiyyah yang diasuh oleh Syekh Sholih Al Munajid –hafidzohullah– ) diterangkan,

أما عن الدعاء قبل الأذان فليس هناك دعاء قبل الأذان – فيما أعلم – ولو خصص ذلك بقول خاص أو غير خاص في ذلك الوقت فهو بدعة منكرة ولكن إن جاء اتفاقاً وصدفة فلا بأس به .

Sebatas pengetahuan kami, tidak ada puji-pujian sebelum azan. Jika sebelum azan seorang Modin mengkhususkan wacana tertentu alias mengkhususkan bacaan dzikir lainnya, selain nan biasa dia baca sebelum azan, maka hal tersebut termasuk bid’ah yang tercela. Namun jika bacaan dzikir yang engkau ucapkan kebetulan saja sederum sebelum azan (bukan diyakini andai dzikir tunggal sebelum azan), maka tidak mengapa.

(https://islamqa.info/amp/ar/answers/5666)

Syekh Dr. Sa’ad Ats-Tsisri (anggota jamhur senior Kerajaan Saudi Arabia) lagi menjernihkan senada,

نحن نتبع في هذا الأذان هدي النبي صلى الله عليه وسلم، النبي صلى الله عليه وسلم قد علم أصحابه كيف يؤذن وكان هؤلاء المؤذنون يؤذنون بين يديه صلى الله عليه وسلم، سنوات طويلة،

“Dalam berazan, kita mengimak ramalan Nabi ﷺ. Kamu ﷺ telah mengajarkan prinsip azan kepada para sahabat dia. Bertahun-tahun para sahabat mengumandangkan bang di hadirat Nabi ﷺ.”

Syekh meneruskan,

ويقرهم على هذا الأذان ولم يكن يزيدون فيه، ومن ثم أي زيادة على هذه الجمل التي بين أيدينا فإنها زيادة غير مقبولة، سواء كان قال : أعوذ بالله من الشيطان الرجيم، أو قال بسم الله الرحمن الرحيم، أو قال صلى الله على محمد، أو قال أشهد أن سيدنا محمد الرسول الله، فهذه زيادات غير مقبولة،

“Dan beliau menyetujui azannya para sahabat. Enggak sedikitpun mereka tambahi. Maka komplemen bacaan tertentu dalam lafaz bang yang sudah kita kenal, tidak dapat dikabulkan. Baik ucapan “a’udzbillah minas syaitoonir rojiim“, alias “bismillahirrahmanirrahim“, ataupun “shallallahu’ala Muhammad“, atau “Asy-hadu anna sayyidana Muhammad Rasulullah“, tambahan-komplemen seperti ini tak bisa diterima..

ومثله لو قال : حي على خير العمل، هذه لم ترد عن النبي صلى الله عليه وسلم، ولم تثبت عنه، وخير الهدي هدي محمد صلى الله عليه وسلم، كما قال تعالى ((لَّقَدۡ كَانَ لَكُمۡ فِي رَسُولِ ٱللَّهِ أُسۡوَةٌ حَسَنَةٞ لِّمَن كَانَ يَرۡجُواْ ٱللَّهَ وَٱلۡيَوۡمَ ٱلۡأٓخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرٗا)), وكما قال النبي صلى الله عليه وسلم ( من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد) فهذه الزيادات التي تكون في الأذان مردودة غير مقبولة، لأنه من نوع من أنواع الإبتداع، قال تعالى ((أَمۡ لَهُمۡ شُرَكَٰٓؤُاْ شَرَعُواْ لَهُم مِّنَ ٱلدِّينِ مَا لَمۡ يَأۡذَنۢ بِهِ ٱللَّهُۚ…))

Ekuivalen juga sama dengan bacaan, “Hayya ‘ala khoiril dedikasi” (marilah mengerjakan sebaik-baik amal… Seumpama ganti lafaz “Hayya ‘pangan Sholah; artinya ayo berbuat sholat). Lafaz-lafaz sebagai halnya ini, bukan dari dari Nabi ﷺ. Sementara seelok-baik tajali yaitu, petunjuk Nabi Muhammad ﷺ. Sebagaimana Allah firmankan,

لَّقَدۡ كَانَ لَكُمۡ فِي رَسُولِ ٱللَّهِ أُسۡوَةٌ حَسَنَةٞ لِّمَن كَانَ يَرۡجُواْ ٱللَّهَ وَٱلۡيَوۡمَ ٱلۡأٓخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرٗا

Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri paradigma yang baik bagimu (yaitu) bagi anak adam yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) masa Kiamat dan yang banyak mengingat Almalik.
(QS. Al-Ahzab: 21)

Dan Nabi ﷺ pula bersabda,

من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد

Bisa jadi yang menciptakan menjadikan ibadah plonco dalam petunjuk kami, maka ibadah tersebut tertolak.

Ini menunjukkan, bahwa adendum-lampiran teks dalam bang begitu juga ini tertolak; tidak dipedulikan di sisi Halikuljabbar. Karena tindakan serupa ini termasuk menciptakan menjadikan amalan baru dalam agama. Sang pencipta berfirman,

أَمۡ لَهُمۡ شُرَكَٰٓؤُاْ شَرَعُواْ لَهُم مِّنَ ٱلدِّينِ مَا لَمۡ يَأۡذَنۢ بِهِ ٱللَّهُۚ وَلَوۡلَا كَلِمَةُ ٱلۡفَصۡلِ لَقُضِيَ بَيۡنَهُمۡۗ وَإِنَّ ٱلظَّٰلِمِينَ لَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٞ

Apakah mereka mempunyai sesembahan selain Allah yang menetapkan aturan agama buat mereka yang tidak diizinkan (diridhai) Tuhan? Dan sekiranya tak ada keabadian nan menyorong (hukuman berpokok Allah) tentulah aniaya di antara mereka telah dilaksanakan. Dan sungguh, manusia-anak adam zhalim itu akan mendapat siksa yang sangat pedih.
(QS. Asy-Syura : 21)”

Fatwa anda bisa disimak di:

Yang dituntunkan adalah, membaca doa sehabis azan. Yaitu tahlil nan berbunyi:

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلاَةِ القَائِمَةِ، آتِ مُحَمَّدًا الوَسِيلَةَ وَالفَضِيلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ، حَلَّتْ لَهُ شَفَاعَتِي يَوْمَ القِيَامَةِ

Ya Allah, Almalik yang memiliki seruan yang sempurna dan salat yang tetap ditegakkan, karuniakanlah kepada Muhammad nikah dan ketinggian, serta tempatkanlah kamu lega geta nan telah Kamu janjikan.
(HR. Bukhori)

Selengkapnya tentang doa setelah azan, Anda bisa pelajari di sini :
Doa Seruan sembahyang Sesuai Sunnah

Demikian.
Wallahua’lam bis showab.

Dijawab oleh Ustadz Ahmad Anshori

(Alumni Universitas Islam Madinah, Pengajar di PP Hamalatul Qur’an Yogyakarta)

Ia bisa mengaji artikel ini melalui aplikasiTanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.falak. YAYASAN YUFID NETWORK
  • KONFIRMASI DONASI hubungi: 087-738-394-989

🔍 Tahmid Kelahiran Bayi, Puasa Syawal Harus Berurutan Atau Tidak, Sedekah Mewujudkan Kaya, Zikir Hu Sang pencipta, Manusia Purba Menurut Rukyat Selam, Makhluk Yang Berhak Menerima Fidyah, Jual Anak Kucing siam

Flashdisk Video Cara Shalat dan Bacaan Shalat

KLIK Lembaga Untuk MEMBELI FLASHDISK VIDEO CARA SHOLAT, ATAU HUBUNGI: +62813 26 3333 28

Source: https://konsultasisyariah.com/34549-tidak-ada-doa-sebelum-azan.html

Posted by: caribes.net