Hukum Menggunakan Hadits Maudu Adalah

DELEGITIMASI Hukum Islam : Penajaman Terhadap Hadith Maudhu’

DOI : 10.21154/syakhsiyyah.v1i2.2028

Abstract

Penelitian terhadap hadith Nabi, menurut Syuhudi Ismail ialah sangat penting dilakukan karena dimotivasi oleh beberapa faktor diantaranya adalah: purwa, hadith ialah salah satu sumber resep ajaran Islam; kedua, enggak semua hadith tertulis di zaman Utusan tuhan Muhammad Saw; ketiga, suka-suka beraneka ragam kasus penggelapan dan pemalsuan hadith; keempat, proses pengumpulan hadith yang meratah waktu begitu lama; kelima, kitab hadith yang dahulu banyak jumlahnya, dengan beraneka ragam macam penyusunan yang berbeda; keenam, adanya periwayatan hadith secara makna. Makanya karenanya mengkaji secara makin detail diskursus tentang hadist maudhu’ perlu dilakukan kembali. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana sepantasnya posisi hadith Maudhu’ dalam saintifik hadist? Bagaimana para ulama muhaditsin memandang kedudukan hadith Maudhu’ intern posisinya sebagai sumber hukum? Pendekatan nan digunakan dalam mengklarifikasi masalah tersebut adalah library resecach dengan menggunakan metode content analisis. Berdasarkan pembahasan nan sudah lalu dilakukan didapatkan inferensi bahwa Hadith Maudhu’ bukanlah termasuk dalam kategori sebuah hadith akan namun hanyalah kata majemuk seseorang secara kebohongan yang kemudian disandarkan kepada Rasul Muhammad Saw. Pendayagunaan istilah “hadith” meluluk dari motifnya, pemalsu hadith berniat mewujudkan suatu ungkapan dengan maksud agar orang yang mendengar kepingin mengikuti kehendaknya.Internal kategori hadith menurut jamhur muhaditsin “hadith maudhu’” termaktub hadith nan paling buruk kualitasnya, karena merupakan hadith palsu nan sama sekali tidak pernah dikatakan, diperbuat maupun ditetapkan oleh Nabi Muhammad Saw. Hadith maudhu’ ini kembali haram diriwayatkan maka dari itu siapapun kecuali dengan mengklarifikasi kepalsuannya. Demikian pula hadith ini tidak bisa dijadikan sebagai sumber dalam hukum Islam.

Keywords

Hadith Maudhu’, Legitimasi, Hukum Islam

Article Statistic

Abstract view : 461 times
PDF views : 3752 times

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Source: https://jurnal.iainponorogo.ac.id/index.php/syakhsiyyah/article/view/2028

Posted by: caribes.net