Injil Barnabas Menurut Zakir Naik

Ulama fenomenal saat ini, dr Zakir Mendaki kerumahtanggaan beberapa kali ceramahnya mengatakan bahwa dirinya siap bikin memeluk agama kristen saat itu juga takdirnya memang ada nan bisa menunjukkan suatu ayat tetapi n domestik injil yang menyatakan Yesus yaitu tuhan nan harus disembah.

Pernyataan tersebut kontan membuat para pendeta, pastur dan pemeluk Kristiani tertantang membuktikannya. Banyak umat Kristiani yang menghadiri ceramah-ceramah Zakir Panjat untuk membuktikan kebenaran bersumber pernyataannya. Alhasil, sampai-sampai tidak sedikit dari umat Kristiani yang memeluk Islam.

Zakir Abdul Karim Panjat lahir di India, 18 Oktober 1965 yakni koteng da’i, pembicara umum, dan penceramah internasional. Ia juga notulis peristiwa-hal tentang Islam dan Guna-guna Perbandingan Agama. Ia yakni lululan fakultas kedokteran  dan memperoleh gelar “Ilmuwan Kedokteran dan Bedah” (Bachelor of Medicine and Surgery, MBBS) semenjak Maharashtra, University of Mumbai. Namun sejak 1991 ia justru melembarkan ambau dalam dakwah Selam dan perbandingan agama.

Ulama yang bernasib baik penghargaan bergengsi dari Penjaga Dua Masjid Suci Ratu Salman bin Abdul Aziz Al-Saud ‘King Faisal International Prize’ – 2022 untuk ‘Layanan Islam’ menyatakan, segala keberagaman kesalahpahaman adapun agama Islam, terutama label “terroris” dan “radikalisme” harus dijawab dengan tuntas.

Persamaan antara Islam dan Masehi

Dalam ceramahnya plong Sabtu, 8 April 2022 di Bekasi, Jawa Barat, Zakir Naik mendahului tema “Pertepatan Antara Islam dan Kristen”. Selama lebih berpangkal 90 menit, anda mengulas banyak situasi yang menjadi kemiripan antara kedua agama itu. Meskipun Islam dan Serani berbeda pandangan tentang anak adam Yesus, namun kedua agama ini juga punya kesetaraan penglihatan tentangnya. Lebih lagi Islam menjadi semata agama di luar Serani yang memposisikan Yesus dengan sangat terhormat.

Berikut ini ialah beberapa persamaan antara Islam dan Kristen sebagaimana diutarakan Zakir Naik dan pun para mualaf lain:

Mengajarkan Kalimat Tauhid

Matius 4:10 “Maka berkatalah Yesus kepadanya (Ifrit):”Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertera:Dia harus menyembah Sang pencipta, Allahmu, dan sahaja kepada Dia sajalah dia berbakti!”
“Katakanlah (ya Muhammad): “Sememangnya aku tetapi koteng pemberi peringatan, dan sekali-kali tidak ada Tuhan selain Halikuljabbar Nan Maha Esa dan Maha Maha Mempercundang” (Q.S Shad (38) ayat 65).

Mulai sejak kutipan kisah intern Matius tersebut, dapatlah kita simpulkan bahwa terhadap iblis saja, Yesus mengajarkan kalimat Tauhid , ialah menyembah hanya kepada Allah sahaja. Semntara dalam Al Alquran, Allah menyuruh kepada nabi Muhammad bikin mengatakan bahwa dirinya hanya rasul pemberi peringatan dan Allahlah yang Maha Esa.

Rasul Isa


alaihi salam
(Yesus) dan Nabi Muhammad


shallallahu alaihi wa salam
sejajar-sama utusan Allah

Privat kitab Yohanes 17:3 “Inilah jiwa yang kekal itu, merupakan bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Almalik yang sopan, dan mengenal Yesus Kristus yang telah engkau menugasi”.

Sedangkan n domestik Al Quran, rasul Muhammad adalah utusan Sang pencipta sekaligus sebagai pengusung risalah bontot. Allah ‘Azza wa Jalla berucap:
“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari sendiri pria di antara kamu [1224], sahaja dia adalah Rasulullah dan pengunci nabi-nabi. Dan ialah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu” (QS Al Ahzab (33) ayat 40).

Ayat di atas secara  jelas menegaskan bahwa Nabi Muhammad ialah utusan Allah serempak akhir para nabi (nabi terakhir). Privat nukilan Yohanes di atas, Isa (Yesus) pun menyatakan dengan kredibel bahwa satu-satunya tuhan yang harus disembah  ialah Allah dan sira belaka seorang utusan Tuhan.

Dari kedua nukilan di atas boleh disimpulkan bahwa wangsit Selam dan Kristen selevel-sama menyuruh umatnya menyembah Allah amung. Tidak suka-suka tuhan lain yang berwenang disembah kecuali hanya Yang mahakuasa
Subhanahu wa taala.

Menjurus Qiblat dalam Shalat (sembahyang)

Dinukil privat Mazmur 5:8 “Tetapi aku, mujur karunia loyal-Mu yang besar, aku akan turut kedalam rumah-Mu, sujud menyembah ke sebelah stanza-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau”.

Tentatif kerumahtanggaan Al Quran, Halikuljabbar bersuara:
“Dan dari mana saja kamu (keluar), maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana belaka kamu (serentak) berada, maka hadapkanlah wajahmu ke arahnya, hendaknya tak cak semau hujjah bagi manusia atas ia, kecuali khalayak-orang yang zalim di antara mereka. Maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku (saja). Dan mudahmudahan Ku-sempurnakan ni’mat-Ku atasmu, dan supaya dia beruntung petunjuk” (Q.S Al Baqarah (2) ayat 150).

Dalam kitab Mazmur dikatakan, takdirnya sembahyang harus menuju ke kakbah dengan cara bersujud menyembah kepada-Nya. Sementara kerumahtanggaan Al Quran surah Al Baqarah di atas, Yang mahakuasa pula menyuruh umat Islam menghadap qiblat dalam shalatnya.

Makara, antara Islam dengan Masehi ekuivalen-sama menyuruh umatnya bagi sembahyang dan shalat menyembah Allah dengan mengarah kiblat dengan cara bersujud.

Mengenakan Jilbab untuk wanita

Korintus 11:5-6, 10,13 Tetapi setiap perempuan yang sembahyang atau bernubuat dengan kepala yang enggak bertudung, menghina pengarah, sebab ia separas dengan amoi yang dicukur rambutnya .(6) Sebab jika takdirnya perempuan lain kepingin mengerudungi kepalanya, maka haruslah ia juga menggunting rambutnya. Tetapi takdirnya buat perempuan yakni penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya.(10) sebab itu, perempuan harus mempekerjakan stempel wibawa di kepalanya makanya karena para malaikat.(13) Pertimbangkanlah sendiri: Patutkah putri beribadat kepada Allah dengan kepala bukan bertudung?

Temporer n domestik Al Alquran, Allah berfirman:
“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka menjengukkan jilbabnya ke seluruh fisik mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka enggak diganggu. Dan Tuhan adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Q.S Al Ahzab (33) ayat 59).

Internal Alkitab Korintus 11:5-6, 10,13 mengajarkan, wanita harus berjilbab, artinya harus menutupi kepalanya. Bahkan sangsinya seandainya tidak meliputi kepalanya, rambutnya harus digunting. Privat semua lukisan bunda Maria (Mariam) ibundanya Yesus (nabi Isa) lagi tampak ia memakai jilbab.

Sementara dalam Al Quran, Sang pencipta menyuruh kepada para wanita cak bagi menyarungkan jilbab. Syarat pecah jilbab itu koteng yakni menutup seluruh fisik dan tidak transparan (memperlihatkan rang jasad).

Perintah Khitan / Sunat

Lukas 2:21 Dan saat genap delapan waktu dan Ia harus disunatkan, Kamu diberi merek Yesus, yaitu segel nan disebut maka dari itu malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.

Situasi 17 :9-14 , Lagi firman Yang mahakuasa kepada Abraham: “Dari pihakmu, sira harus menyambut perjanjian-Ku, beliau dan keturunanmu drop temurun. (10) Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu jawat, perjanjian antara Aku dan anda serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus di sunat; (11) Haruslah dikerat jangat khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan engkau. (12) Anak asuh nan berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki diantara beliau, turun temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun nan dibeli dengan uang dari riuk seorang asing, tetapi tidak terjadwal keturunanmu. (13)Orang yang lahir di rumahmu dan orang yang engkau beli dengan uang harus disunat; maka dalam dagingmulah perjanjian-Ku itu menjadi perjanjian yang kekal. (14) Dan orang yang tidak disunat, ialah laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka hamba allah itu harus dilenyapkan bermula antara khalayak-orang sebangsanya: ia sudah mengingkari perjanjian-Ku.”

Internal Al Quran Halikuljabbar berfirman:
Dan Ibrahim telah berpesan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sememangnya Yang mahakuasa sudah lalu memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam” (Q.S Al Baqarah 132).

Khitan termasuk fitrah nan disebutkan dalam hadits shahih. Mulai sejak Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata :

dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
الشَّارِبِ وَقَصُّ الْإِبِطِ وَنَتْفُ الْأَظْفَارِ وَتَقْلِيمُ وَالِاسْتِحْدَادُ الْخِتَانُ الْفِطْرَةُ خَمْسٌ أَوْ خَمْسٌ مِنْ الْفِطْرَةِ
“Fithrah itu ada lima, maupun suka-suka panca fithrah yaitu: Khitan, mencukur bulu alat kelamin, memotong kakas, mencabut bulu ketiak, dan mencukur kumis.” (HR. Al-Bukhari no. 1889 dan Muslim no. 257)

Menurut Alkitab seperti dikutip berpunca Lukas 2:21 sunat itu terbiasa hukumnya. Yesus kembali disunat karena mengikuti perintah Tuhannya mengikuti nabi Ibrahim. Sementara lakukan umat Islam, mereka pasti disunat karena mengikuti sunnah nabi Ibrahim as.

Lebih lagi hanya bakal merayakan sunat (khitan), banyak umat Islam yang mengadakan sedekahan dalam tulangtulangan mensyukuri nikmat Allah itu. Sendiri anak asuh turunan Islam yang belum disunat pada usia cukup umur, camar membuat anak itu ewuh pakewuh karena dicemoohin teman-temannya. Terserah pula di daerah tertentu, momen anaknya disunat, saking bersyukurnya karena telah mengadakan programa khitanan, anaknya diarak berkeliling kampung dengan naik aswa.

Bangkai, Kartu ceki Dan Darah itu Haram

Ulangan 14:8 Juga babi, karena memang berkuku belah, belaka tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan janganlah kamu dijalari bangkainya.

Imamat 7:26 Demikian juga janganlah kamu memakan talenta apapun di barang apa gelanggang kediamanmu, baik darah burung-pelir maupun bakat hewan.

Imamat 22:8 Janganlah kamu makan bangkai maupun sisa mangsa fauna tebal hati, supaya jangan ia menjadi najis hasilnya; Akulah TUHAN.

Sementara dalam Al Quran difirmankan;
“ Diharamkan bagimu (meratah) batang, darah, daging nangui, (daging hewan) nan disembelih atas nama selain Allah, yang  tersedak, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang keji, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk kultus. Dan  (diharamkan juga) menala nasib dengan anak kilat [396], (menala nasib dengan anak panah itu) merupakan kefasikan. Pada musim ini [397] turunan-insan kafir sudah lalu putus asa bakal (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada  mereka dan takutlah kepada-Ku. Puas hari ini telah kusempurnakan bagi sira agamamu, dan sudah Ku cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama  bagimu. Maka barang boleh jadi terdesak [398] karena kelaparan minus sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Yang mahakuasa Maha Pengampun sekali lagi Maha Penyayang” (Q.S Al Maidah (5) ayat 3).

Masih banyak lagi nubuat-nubuat privat Islam dan Kristen nan sejajar seperti perintah berpuasa, tabu bersetubuh dengan istri yang sedang haid, pemali menjadi dukun/peramal dan mempercayai mereka, tabu menjadi gay/homoseksual, dan lainnya.

Dari paparan di atas, antara umat Islam dan Kristen ada banyak paritas sehingga tidak cak semau alasan untuk tukar menghujat antara satu dengan nan lain. Pemeluk Islam dan Kristen pun harus kukuh menaati  ajaran agamanya dengan mengamalkannya privat nasib sehari hari.

Kembali kepada statemen Zakir Panjat di atas, sememangnya, umat Islam sekali lagi mengamalkan ajaran-ajaran yang terserah di dalam Injil. Bahkan, jika dilihat dari arah pengamalan syariat, umat Islam kian Kristiani dibanding umat Kristen ketika ini karena mereka melaksanakan segala-apa yang disebutkan intern Injil.

Menurut pencatat, nan menjadi perbedaan mendasar antara Muslim dengan Kristen merupakan puas kedudukan Yesus, apakah sebagai Nabi maupun umpama Yang mahakuasa yang harus disembah. Kedua, syahadat terhadap nabi Muhammad sebagai rasul terkahir seperti yang diimani oleh umat Islam.

Bibel Barnabas mengklaim bahwa Yesus meramalkan kedatangan Rasul Muhammad s.a.w., sehingga sepakat dengan Qur’an nan menyebutkan:

“Yesus menjawab: `Nama sang Mesias adalah yang terpuji, karena Almalik koteng telah mengasihkan nama itu ketika Ia menciptakan jiwanya, dan menempatkannya di kerumahtanggaan keagungan surgawi. Allah berkata: “Nantikanlah Muhammad; demi sira, Aku akan menciptakan firdaus, dunia, dan begitu banyak bani adam, nan akan Aku serahkan kepadamu andai hadiah, sedemikian rupa sehingga barangsiapa memberkai engkau, dia akan diberkati, dan barangsiapa menyumpahi engkau, ia akan dikutuk. Ketika Aku mengutus anda ke dalam bumi, Aku akan mengutus engkau sebagai utusan keselamatan-Ku dan kata-katamu akan menjadi kenyataan, sedemikian rupa sehingga meskipun langit dan mayapada akan gagal, imanmu tak akan pernah gagal.” Muhammad adalah namanya yang diberkati.’ Kemudian khalayak itu mengangkat suara mereka, lalu bersuara, `O Allah, utuslah kepada kami utusan-Mu: O Nan Terpuji, datanglah segera demi perdamaian dunia!’” Barnabas 97:9-10. Sahifah Italia mengganti “Yang Terpuji” dengan “Muhammad”.

Sementara introduksi-kata yang diucapkan oleh Yohanes Pembaptis dan merujuk kepada Yesus menurut keseleo satu versi terbit Bibel Barnabas:

‘Kemudian pendeta itu berkata: “Dengan label apakah Mesias itu akan dipanggil?” {Yesus menjawab} “Muhammad yaitu namanya yang diberkati” ‘ (ps. 97). Dan Yesus mengaku, dan mengatakan kebenaran: “Aku bukanlah Mesias itu.” (ps. 42:2).

Sebagai simpulan, semua kembali kepada diri sendirisendiri untuk memilih jalan hidupnya dan memilih agama yang dipeluknya. Semua pilihan akan dipertanggungjawabkan di pangkuan Allah, Almalik Nan Maha Esa akan datang di yaumudin. (P2/P1)

Kwetiau’raj Islamic News Agency(MINA)

Penulis Adalah Widi Kusnadi, Redaktur Maktab Berita Islam Pises

Source: https://minanews.net/ketika-zakir-naik-ingin-masuk-kristen/

Posted by: caribes.net