Istilah Hiv Digunakan Sejak Tahun

Pengertian HIV dan AIDS


Admin kesrasetda |

06 Agustus 2022 |

13112 kali


HIV adalah singkatan berpangkalHuman Immunodeficiency Virus. Virus ini mengaibkan sistem keimunan badan dan melemahkan kemampuan jasad bakal melawan infeksi dan problem.

HIV belum bisa disembuhkan, tapi cak semau pengobatan yang bisa digunakan untuk ki memperlalaikan perkembangan penyakit. Pengobatan ini juga akan takhlik penderitanya spirit lebih lama, sehingga bisa menjalani hidup dengan normal.

Dengan diagnosis HIV dini dan penanganan yang efektif, penderita HIV tidak akan berubah menjadi AIDS. AIDS yakni stadium akhir dari infeksi virus HIV. Plong tahap ini, kemampuan tubuh untuk melawan infeksi sudah lalu hilang sepenuhnya

Di Indonesia, sejak mula-mula boleh jadi ditemukannya infeksi HIV pada tahun 1987 HIV tersebar di 368 dari 497 kabupaten/kota di seluruh distrik. Pulau Bali adalah kawasan pertama tempat ditemukannya infeksi HIV/AIDS di Indonesia.

Menurut UNAIDS, di Indonesia ada selingkung 690 ribu basyar pengidap HIV sampai tahun 2022. Dari jumlah tersebut, seketul persennya berusia antara 15 sampai 49 hari. Wanita nyawa 15 tahun ke atas yang semangat dengan kondisi HIV sekitar 250 ribu semangat. Angka mortalitas akibat AIDS mencapai 35 ribu orang. Dengan demikian terdapat anak-anak asuh yatim piatu akibat kematian orang tua karena AIDS berjumlah 110.000 anak asuh.

Penyiaran HIV

HIV adalah varietas virus nan rapuh. Tidak bisa bertahan lama di luar jasmani bani adam. HIV bisa ditemukan di dalam cair badan bersumber orang yang terinfeksi. Cairan yang dimaksud adalah hancuran sperma, cairan vagina, cairan anus, darah, dan ASI. HIV enggak dapat menyebar melintasi keringat atau urine.

Di Indonesia faktor penyebab dan penyebaran virus HIV/AIDS terbagi menjadi dua keramaian utama, ialah melangkahi jalinan sensualitas yang tidak lega hati dan bergantian jarum suntik saat menggunakan narkotika.

Berikut ini adalah bilang cara penyebaran HIV lainnya:

  • Penularan semenjak ibu kepada bayi plong hari kehamilan, detik melahirkan maupun meneteki.
  • Melalui seks verbal.
  • Pemakaian perkakas tolong seksualitas secara sinkron atau bergantian.
  • Melalui transfusi pembawaan dari hamba allah nan meradang.
  • Memakai penusuk, suntikan, dan perlengkapan menyuntik lain yang sudah meradang, misalnya spon dan cemping pembersihnya.

Testimoni Infeksi HIV

Jika Anda merasa memiliki risiko terinfeksi virus HIV, suatu-satunya cara bagi mengetahuinya adalah dengan melakukan tes HIV yang disertai konseling. Segeralah mengunjungi fasilitas kesehatan terdamping (klinik VCT) lakukan verifikasi HIV. Dengan tes ini akan diketahui hasil diagnosis HIV pada tubuh Anda.

Layanan pembenaran HIV dan konseling ini disebut bagaikan VCT (Voluntary Counseling and Testing) alias KTS (Konseling dan Pengecekan HIV Sukarela). Tes ini bersifat sukarela dan trik. Sebelum melakukan tes, konseling diberikan terlebih lalu. Konseling berujud untuk mengetahui tingkat risiko infeksi dan lagi pola hidup keseharian. Setelah tahap ini, dibahaslah cara menghadapi hasil tes HIV seandainya manjur berupa.

Testimoni HIV kebanyakan riil pemeriksaan ulang pembawaan cak bagi memastikan adanya antibodi terhadap HIV di internal sampel darah. Antibodi yakni zat putih telur yang diproduksi maka dari itu sistem kekebalan bodi bagi mengaibkan kuman atau bakteri tertentu. Tes HIV mungkin akan diulang satu setakat tiga bulan sehabis seseorang berbuat aktivitas yang dicurigai bisa membuatnya dihinggapi virus HIV

Source: https://kesrasetda.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/pengertian-hiv-dan-aids-78

Posted by: caribes.net