Jam Berapa Sekarang Di Bekasi

Daerah tingkat Bekasi

Kota

Transkripsi bahasa daerah
 • Lambang bunyi Sunda ᮘᮨᮊᮞᮤ
Dari kiri ke kanan: Lalu lintas Jalan Ahmad Yani, Jembatan Jalan Cut Meutia, Kota Harapan Indah, Mall Metropolitan

Bermula kidal ke kanan: Lalu-lalang Perkembangan Ahmad Yani, Jembatan Jalan Cut Meutia, Ii kabupaten Intensi Indah, Mall Metropolitan

Lambang resmi Kota Bekasi

Motto:

Kota Patriot[a]

Peta

Peta

Kota Bekasi di Jawa Barat

Kota Bekasi

Daerah tingkat Bekasi

Peta

Tampilkan peta Jawa Barat

Kota Bekasi di Jawa

Kota Bekasi

Ii kabupaten Bekasi

Kota Bekasi (Jawa)

Tampilkan peta Jawa

Kota Bekasi di Indonesia

Kota Bekasi

Ii kabupaten Bekasi

Ii kabupaten Bekasi (Indonesia)

Tampilkan peta Indonesia

Koordinat:



6°14′00″S
107°00′00″E


 / 

6.2333°S 107°E
 /
-6.2333; 107


Negara

 Indonesia
Negeri Jawa Barat
Tanggal bersimbah 20 April 1982 (bak Daerah tingkat Manajerial Bekasi)
[1]
Asal hukum UU Nomor 9 Periode 1996[1]
Hari lahir 10 Maret 1997
(umur 25)

(Tanggal resmi dari Pemkot Bekasi)
Jumlah rincih rezim

Daftar

  • Kecamatan: 12
  • Kelurahan: 56
Tadbir
 • Wali Daerah tingkat Tri Adhianto Tjahyono (Plt.)[2]
Luas
 • Total 207,00 km2
(79,92 sq mi)
 • Luas daratan 204,6 km2
(79,0 sq misoa)
 • Luas perairan 2,4 km2
(0,9 sq mi)
Peringkat 21
Populasi

(2020)

 • Total 2.464.719
 • Peringkat 14
 • Kepadatan 11.907/km2
(30,840/sq mi)
Demografi
 • Agama Islam 88,52%

Kristen 10,38%
– Protestan 7,76%
– Katolik 2,62%
Buddha 0,90%
Hindu 0,17%
Lainnya 0,03%[3]
[4]
 • Bahasa Indonesia, Sunda, Betawi
 • IPM Kenaikan
81,95 (2021)
sangat tinggi
[5]
Zona perian UTC+07:00 (WIB)
Kode area telepon 021
Telor kendaraan B
xxxx
K**
Kode Kemendagri 32.75

Edit the value on Wikidata
Kode SNI 7657-2010 BKS
DAU Rp 1.282.106.240.000 (2019)[6]
Semboyan negeri Maju, sejahtera, ihsan
Situs web www.bekasikota.go.id

  1. ^

    Juga misal julukan daerah.

Bekasi
(huruf Sunda: ᮘᮨᮊᮞᮤ) merupakan salah satu kota yang terletak di negeri Jawa Barat, Indonesia. Nama Bekasi berasal mulai sejak kata
bagasasi
nan artinya seperti
candrabaga
yang termuat di dalam Prasasti Tugu era Kerajaan Tarumanegara, yaitu nama sungai nan melewati kota ini. Puas musim 2022, jumlah penghuni ii kabupaten Bekasi berjumlah 2.464.719 hayat.[3]

Kota ini merupakan fragmen dari Metropolitan Jabodetabek dan menjadi daerah tingkat satelit dengan jumlah penduduk terbanyak se-Indonesia. Masa ini Daerah tingkat Bekasi berkembang menjadi wadah tinggal kaum urban dan sentra industri.[7]

Geografi

[sunting
|
sunting sendang]

Sempadan Daerah

[sunting
|
sunting sumber]

Kota Bekasi punya luas negeri sekitar 210,49 km², dengan takat provinsi Ii kabupaten Bekasi adalah:

Topografi

[sunting
|
sunting sumber]

Kondisi Topografi Ii kabupaten Bekasi dengan kemiringan antara 0–2 % dan terletak pada kebesaran antara 11 – 81 m di atas rataan air laut.

  1. Ketinggian ≥ 25 m: Kecamatan Medan Satria, Kecamatan Bekasi Utara, Kecamatan Bekasi Selatan, Kecamatan Bekasi Timur dan Kecamatan Gubuk Gede.
  2. Ketinggian 25 – 100 m: Kecamatan Bantar Gebang, Kecamatan Mustika Jaya, Kecamatan Dangau Melati, dan Kecamatan Kalis Asih.

Wilayah dengan keagungan dan kemiringan rendah yang menyebabkan wilayah tersebut banyak paluh, terutama pron bila musim hujan yaitu: Kecamatan Masif Asih, Kecamatan Bekasi Timur, Kecamatan Rawalumbu, Kecamatan Bekasi Selatan, Kecamatan Bekasi Barat, dan Kecamatan Gubuk Melati.

Hidrologi

[sunting
|
sunting sumber]

Kondisi hidrologi Daerah tingkat Bekasi dibedakan menjadi dua:

1. Air permukaan, mencakup kondisi air hujan abu nan mengalir ke sungai-sungai.

Wilayah Kota Bekasi dialiri 3 sungai utama ialah Sungai Cakung, Wai Bekasi dan Kali besar Sunter, beserta anak asuh-anak asuh sungainya. Sungai Bekasi punya hulu di Batang air Cikeas yang berpunca dari ancala pada ketinggian kurang bertambah 1.500 meter bersumber permukaan air.

Air permukaan nan terdapat di wilayah Kota Bekasi membentangi sungai atau siapa Bekasi dan sejumlah bengawan atau kali kerdil serta saluran irigasi Tarum Barat yang selain digunakan untuk menggenangi sawah sekali lagi merupakan sumber air baku kerjakan kebutuhan air mereguk wilayah Bekasi (Kota dan Kabupaten) dan kewedanan Wilayah DKI Jakarta. Kondisi air parasan boleh jadi Bekasi saat ini tercemar oleh limbah industri yang terdapat di bagian selatan wilayah Kota Bekasi (industri di wilayah Kabupaten Bogor).

2. Air Tanah

Kondisi air kapling di kewedanan Kota Bekasi sebagian cukup potensial kerjakan digunakan misal perigi air polos terutama di distrik kidul Kota Bekasi, saja lakukan area yang berlambak di sekitar TPA Bantar Gebang kondisi air tanahnya kebolehjadian segara sudah tercemar.

Iklim

[sunting
|
sunting sumber]

Wilayah Kota Bekasi secara umum tergolong pada iklim muson tropis (Am) dengan tingkat kelembaban nan tinggi ialah sebesar ±78%. Kondisi mileu sehari-perian sangat seksi. Peristiwa ini terlebih dipengaruhi maka dari itu tata guna tanah yang meningkat terutama industri atau ekspor impor dan permukiman. Suhu udara koran diperkirakan berkisar antara 24 °C–33 °C. Maka itu karena wilayahnya yang beriklim muson tropis, Kota Bekasi mengalami dua periode, merupakan musim penghujan dan musim kering.

Tuarang di Kota Bekasi dipengaruhi oleh angin muson timur–tenggara yang berperilaku kering berhembus sejak awal wulan Mei sebatas rembulan September dengan bulan terkering yaitu bulan Agustus. Sementara itu, waktu penghujan di kota Bekasi dipengaruhi oleh angin muson barat taktik–barat laut yang berperangai basah & lembap dan umumnya bertiup sreg bulan November hingga rembulan Maret dengan puncak waktu hujan terjadi pada bulan Januari yang curah hujan bulanannya makin dari 300 mm per wulan. Siram hujan tahunan di wilayah Kota Bekasi mampu pada skor 1600–2000 milimeter per tahunnya dengan total hari hujan ≥130 tahun hujan angin.

Data iklim Bekasi, Jawa Barat, Indonesia
Wulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Perian
Umumnya tertinggi °C (°F) 30.4
(86.7)
30.2
(86.4)
31.9
(89.4)
32.7
(90.9)
33
(91)
32.4
(90.3)
32.8
(91)
33.5
(92.3)
34.9
(94.8)
35
(95)
33.4
(92.1)
31.9
(89.4)
32.67
(90.78)
Umumnya kronik °C (°F) 27
(81)
27.2
(81)
27.9
(82.2)
28.4
(83.1)
28
(82)
27.6
(81.7)
27.2
(81)
27.5
(81.5)
28
(82)
29.4
(84.9)
28.3
(82.9)
27.9
(82.2)
27.87
(82.13)
Biasanya terendah °C (°F) 23.6
(74.5)
23.7
(74.7)
23.8
(74.8)
24
(75)
24
(75)
23.1
(73.6)
22.7
(72.9)
22.8
(73)
23.1
(73.6)
23.8
(74.8)
24
(75)
23.9
(75)
23.54
(74.33)
Presipitasi mm (inci) 351
(13.82)
275
(10.83)
228
(8.98)
159
(6.26)
131
(5.16)
85
(3.35)
63
(2.48)
42
(1.65)
67
(2.64)
120
(4.72)
156
(6.14)
223
(8.78)
1.900
(74,81)
Rata-rata waktu hujan
23 20 18 15 12 9 6 5 7 11 14 17 157
% kelengasan 84 83 82 81 80 78 76 73 74 75 77 80 78.6
Rata-rata sinar mentari bulanan 141 162 201 244 258 250 285 299 264 256 208 182 2.750
Sendang #1: Climate-Data.org[8]
[9]
Sumber #2: Weatherbase[10]

Pemukiman

[sunting
|
sunting sumber]

Jumlah Penghuni Ii kabupaten Bekasi kini lebih berusul 2,2 juta hidup yang tersebar di 12 kecamatan, adalah Kecamatan Gubuk Gede, Kecamatan Jatisampurna, Kecamatan Tulen Asih, Kecamatan Bantar Gebang, Kecamatan Bekasi Timur, Kecamatan Rawa Lumbu, Kecamatan Bekasi Kidul, Kecamatan Bekasi Barat, Kecamatan Medan Satria, Kecamatan Bekasi Utara, Kecamatan Mustika Jaya, dan Kecamatan Pondok Melati.

Dari total luas wilayahnya, kian semenjak 50% sudah lalu menjadi kawasan efektif perkotaan dengan 90% kawasan perumahan, 4% kawasan industri, 3% kawasan perdagangan, dan sisanya bagi bangunan lainnya.

Memori

[sunting
|
sunting sumber]

Dayeuh Sundasembawa atau Jayagiri, itulah sebutan Bekasi tempo dulu bagaikan Ibukota Kerajaan Tarumanagara. Luas Kerajaan ini mencakup negeri Bekasi, Sunda Kelapa (Jakarta), Pasir Bambu (Jonggol), Depok, Cibinong, Bogor menyentuh wilayah Bengawan Cimanuk Bengawan Timur (Indramayu).

Menurut para pandai ki kenangan dan fisiologi, letak Dayeuh Sundasembawa ataupun Jayagiri sebagai Ibukota Tarumanagara adalah di daerah Bekasi masa ini. Dayeuh Sundasembawa inilah daerah asal Maharaja Tarusbawa (669-723 M) pendiri Kerajaan Sunda dan lebih jauh meletakkan Raja-Yamtuan Sunda sampai generasi ke-40 merupakan Yang dipertuan Ragumulya (1567-1579 M).

Wilayah Bekasi tercatat sebagai daerah yang banyak memberi pesiaran tentang keberadaan Tatar Sunda plong tahun lalu. Diantaranya dengan ditemukannya 4 prasasti yang dikenal dengan nama Prasasti Kebantenan. Keempat epigraf ini merupakan keputusan dari Sri Baduga Maharaja (Sultan Siliwangi, Jaya Dewa) nan ditulis dalam 5 lembar lempeng tembaga.

Sejak abad ke-5 Masehi plong waktu Kerajaan Tarumanagara, abad ke-8 Imperium Fidah, dan Kerajaan Pajajaran pada abad ke-14, Bekasi menjadi wilayah kekuasaan karena merupakan salah suatu daerah strategis, yakni misal penghubung antara Bandar Sunda Kelapa (Jakarta).

Sejarah Sebelum Hari 1949

[sunting
|
sunting sumber]

Kota Bekasi ternyata memiliki sejarah yang lampau tataran dan penuh dinamika. Ini dapat dibuktikan perkembangannya pecah zaman ke zaman, sejak zaman Hindia Belanda, penguasaan militer Jepang, perang otonomi dan zaman Republik Indonesia. Di zaman Hindia Belanda, Bekasi masih merupakan Kewedanaan (District), tertulis Regenschap (Kabupaten) Meester Cornelis. Ketika itu spirit masyarakatnya masih dikuasai oleh para empunya petak keturunan Tionghoa.
[butuh rujukan]

Kondisi ini terus berlanjut sebatas penguasaan militer Jepang. Pencaplokan militer Jepang turut mengubah kondisi masyarakat saat itu. Jepang melaksanakan Japanisasi di semua sektor kehidupan. Nama Batavia diganti dengan nama Jakarta. Regenschap Meester Cornelis menjadi KEN Jatinegara nan wilayahnya meliputi Gun Cikarang, Gun Kebayoran dan Gun Matraman.

Sesudah maklumat kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945, struktur pemerintahan kembali berubah, logo Ken menjadi Kabupaten, Gun menjadi Kewedanaan, Son menjadi Kecamatan dan Kun menjadi Desa atau Kelurahan. Saat itu Ibukota Kabupaten Jatinegara selalu berubah-ubah, mula-mula di Tambun, dahulu ke Cikarang, kemudian ke Bojong (Kedung Gede).

Pada waktu itu Wedana Kabupaten Jatinegara adalah Bapak Rubaya Suryanaatamirharja. Tidak lama setelah penyerobotan Belanda, Kabupaten Jatinegara dihapus, kedudukannya dikembalikan seperti zaman Regenschap Meester Cornelis menjadi Kewedanaan. Kewedanaan Bekasi masuk ke dalam wilayah Batavia en Omelanden. Sementara, batas Saung Gede, Kali Bekasi dan Serangbaroe ke Selatan yaitu wilayah Kranggan (Jatisampurna), Awirangan, Setu sampai Tjibaroesa masuk negara Pasundan dibawah Kawedanan Jonggol, Kabupaten Bogor. Takat Bulak Kapal ke Timur termasuk wilayah negara Pasundan dibawah Kabupaten Karawang, sedangkan sisi Barat Bulak Kapal termasuk wilayah negara Federal sesuai Staatsblad van Nederlandsch Indie 1948 No.178 Negara Pasundan.[11]

Sejarah Periode 1949 sampai Terbentuknya Kota Bekasi

[sunting
|
sunting sumber]

Ki kenangan selepas musim 1949, ditandai dengan aksi unjuk rasa sekeliling 40.000 rakyat Bekasi pada tanggal 17 Februari 1950 di Alun-Alun Bekasi. Hadir sreg program tersebut Buya Mu’min misal Residen Militer Daerah V. Inti pecah demonstrasi tersebut merupakan penyampaian pernyataan sikap bagaikan berikut:

“Rakyat bekasi mengajukan usul kepada Pemerintah Pusat seyogiannya Kabupaten Jatinegara diubah menjadi Kabupaten Bekasi. Rakyat Bekasi tunak berdiri dibelakang Pemerintah Negara Keekaan Republik Indonesia.”

Beralaskan Undang-Undang Nomor 14 Musim 1950 terbentuklah Kabupaten Bekasi, dengan wilayah terdiri bermula 4 kewedanaan, 13 kecamatan dan wilayah pelimpahan berpunca Kawedanan Jonggol (Bogor) merupakan: Kecamatan Cibarusah, Kecamatan Serbu Baru, Desa Kranggan (Waktu ini Kecamatan Jatisampurna), serta sebagian Kecamatan Setu. Angka-angka tersebut secara simbolis diungkapkan dalam lambang Kabupaten Bekasi dengan motto “SWATANTRA WIBAWA MUKTI“.

Sreg masa 1960 Kantor Kabupaten Bekasi berpindah dari Jatinegara ke Kota Bekasi (Kronologi Ir H. Juanda, Daerah tingkat Bekasi). Kemudian lega hari 1982, saat Bupati dijabat oleh Bapak H. Abdul Fatah Konstruksi Perkantoran Pemerintah Kewedanan Kabupaten Bekasi kembali dipindahkan ke Perkembangan Ahmad Yani No.1, Kabupaten Bekasi. Pasalnya perkembangan Kecamatan Bekasi menuntut dimekarkannya Kecamatan Bekasi menjadi Ii kabupaten Administratif Bekasi yang terdiri atas 4 kecamatan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 1981, yaitu Kecamatan Bekasi Timur, Kecamatan Bekasi Kidul, Kecamatan Bekasi Barat dan Kecamatan Bekasi Utara, yang seluruhnya menjadi 18 kelurahan dan 8 desa.[1]

Peresmian Ii kabupaten Administratif Bekasi dilakukan maka dari itu Menteri Dalam Negeri sreg copot 20 April 1982, dengan wali daerah tingkat permulaan dijabat oleh Bapak H. Soedjono (1982-1988). Tahun 1988 Wali kota Bekasi dijabat maka itu Bapak Drs. Andi Sukardi hingga tahun 1991 (1988-1991, kemudian diganti oleh Bapak Drs. H. Khailani AR hingga periode (1991-1997). Pada Perkembangannya Ii kabupaten Administratif Bekasi terus bergerak dengan cepat. Hal ini ditandai dengan pertumbuhan penduduk yang cukup hierarki dan kereta angin perekonomian yang semakin bergairah. Sehingga status Kota Administratif, Bekasi juga lagi di tingkatkan menjadi Kotamadya (masa ini “Kota”) melalui Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1996.[1]

Tadbir

[sunting
|
sunting sumber]

Daftar Walikota

[sunting
|
sunting sumber]

No. Penanggung jawab Kota Administratif Awal Jabatan Penutup Jabatan Prd. Konsul Wali Ii kabupaten Ket.
1 H.
Soedjono
1982 1988 1
2 Drs.
Andi Sukardi
1988 1991 2
3 Drs. H.
Khailani AR
1991 1997 3
No. Wali Kota Awal Jabatan Akhir Jabatan Prd. Wakil Wali Kota Ket.
Drs. H.
Khailani AR
10 Maret 1997 23 Februari 1998
1 Nonon Sontani 23 Februari 1998 10 Maret 2003 4
2 Akhmad Zurfaih 10 Maret 2003 10 Maret 2008 5 Mochtar Mohamad
3 Mochtar Mohamad 10 Maret 2008 3 Mei 2012 6 Rahmat Effendi [Ket. 1]
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.jpg Rahmat Effendi 3 Mei 2012 10 Maret 2022 [Ket. 2]
4 10 Maret 2022 10 Maret 2022 7 Ahmad Syaikhu
Ruddy Gandakusumah 13 Maret 2022 31 Agustus 2022
Toto Mohamad Toha 31 Agustus 2022 20 September 2022
(4) Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi (2018).jpg Kasih Effendi 20 September 2022 6 Januari 2022 8 Tri Adhianto Tjahyono [Ket. 3]
Tri Adhianto Tjahyono.jpg Tri Adhianto Tjahyono 7 Januari 2022 Petahana [Ket. 4]

Dewan Perwakilan

[sunting
|
sunting mata air]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kota Bekasi intern tiga waktu ragil.[14]
[15]

Partai Kebijakan Kuantitas Kursi intern Periode
2009-2014 2014-2019 2019-2024
 PKB 1
Steady

1

Steady

1
 Gerindra 3 Kenaikan
6

Steady

6
 PDI-P 8 Kenaikan
12

Steady

12
 Golkar 6 Kenaikan
8

Steady

8
 PKS 10 Penurunan
7
Kenaikan
12
 PPP 2 Kenaikan
4
Penurunan
2
 PAN 3 Kenaikan
4
Kenaikan
5
 Hanura 1 Kenaikan
4
Penurunan
0
 Demokrat 14 Penurunan
4

Steady

4
 PBB 1 Penurunan
0
Penurunan
0
 PDS 1
Total Anggota 50
Steady

50

Steady

50
Kuantitas Organisasi politik 11 Penurunan
9
Penurunan
8

Kecamatan

[sunting
|
sunting sumur]

Kota Bekasi n kepunyaan 12 kecamatan dan 56 kelurahan. Plong tahun 2022, jumlah penduduknya mencapai 2.409.083 jiwa dengan luas kawasan 206,61 km² dan sebaran penduduk 4.035 jiwa/km².[16]
[17]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Bekasi, adalah sebagai berikut:

Kode

Kemendagri
Kecamatan Kuantitas

Kelurahan
Daftar

Kelurahan
32.75.07 Bantar Gebang 4
  • Bantargebang
  • Ciketing Udik
  • Cikiwul
  • Sumur Gangguan
32.75.02 Bekasi Barat 5
  • Bintara
  • Bintara Jaya
  • Jakasampurna
  • Kota Plonco
  • Kranji
32.75.04 Bekasi Daksina 5
  • Jakamulya
  • Jakasetia
  • Kayuringin Jaya
  • Marga Jaya
  • Pekayon Jaya
32.75.01 Bekasi Timur 4
  • Aren Jaya
  • Bekasi Jaya
  • Duren Jaya
  • Margahayu
32.75.03 Bekasi Utara 6
  • Harapan Baru
  • Harapan Jaya
  • Kaliabang Tengah
  • Marga Mulya
  • Perwira
  • Teluk Pucung
32.75.09 Jatiasih 6
  • Jatiasih
  • Jatikramat
  • Jatiluhur
  • Jatimekar
  • Jatirasa
  • Jatisari
32.75.10 Jatisampurna 5
  • Jatikarya
  • Jatiraden
  • Jatirangga
  • Jatiranggon
  • Jatisampurna
32.75.06 Palagan Satria 4
  • Pejuang
  • Medan Satria
  • Intensi Mulya
  • Kelihatannya Baru
32.75.11 Mustika Jaya 4
  • Cimuning
  • Mustikajaya
  • Mustikasari
  • Pedurenan
32.75.08 Teratak Gede 5
  • Jatibening
  • Jatibening Baru
  • Jaticempaka
  • Jatimakmur
  • Jatiwaringin
32.75.12 Gubuk Melati 4
  • Jatimelati
  • Jatimurni
  • Jatirahayu
  • Jatiwarna
32.75.05 Rawalumbu 4
  • Bojong Menteng
  • Bojong Rawalumbu
  • Pengasinan
  • Selama Jaya
TOTAL 56

Demografi

[sunting
|
sunting sumber]

Penghuni

[sunting
|
sunting perigi]

Bersendikan sensus tahun 2022, Kecamatan Bekasi Paksina merupakan wilayah dengan tingkat kepejalan terala di Daerah tingkat Bekasi, yakni sebesar 12.237 usia/km² dan Kecamatan Bantar Gebang dengan kepejalan 4.310 jiwa/km² menjadi nan terendah.[18]

Tentatif pencari kerja di kota ini didominasi oleh jebolan SMA atau sederajat, yakni selingkung 65,6% berpunca total pencari kerja terdaftar. Sebagai kawasan hunian masyarakat urban, Bekasi banyak membangun kota-kota mandiri, diantaranya Ii kabupaten Harapan Luhur, Kemang Pratama, dan Galaxy City.

Selain itu pengembang Summarecon Agung juga semenjana membangun daerah tingkat mandiri Summarecon Bekasi seluas 240 ha di Kecamatan Bekasi Lor. Seiring dengan meningkatnya jumlah umum kelas menengah keatas, Bekasi juga gencar berbuat pembangunan flat dan pokok perbelanjaan kreatif.

Kaum

[sunting
|
sunting mata air]

Penghuni Ii kabupaten Bekasi tercantum kota yang beragam suku bangsa. Berdasarkan data Sensus Penduduk Indonesia 2000, sebagian samudra penduduk Daerah tingkat Bekasi adalah basyar Jawa, Betawi dan tungkai aslinya Sunda. Jumlah nan signifikan kembali berasal berasal suku Batak, dan Minangkabau. Keberagaman suku nasion di Kota Bekasi memengaruhi perbedaan budaya dan pagar adat masyarakat Ii kabupaten Bekasi. Berikut adalah besaran penghuni Daerah tingkat Bekasi berdasarkan kaum plong Sensus Penduduk tahun 2000;[19]

No Suku Jumlah 2000 %
1 Jawa 523.740 31,60%
2 Betawi 473.309 28,56%
3 Sunda 331.117 19,98%
4 Batak 78.149 4,71%
5 Minangkabau 50.779 3,06%
6 Tionghoa 13.476 0,81%
7 Sunda Banten 5.899 0,36%
8 Cirebon 4.622 0,28%
9 Kaki lainnya 176.421 10,64%
Daerah tingkat Bekasi 1.657.512 100%

Ekonomi

[sunting
|
sunting sumber]

Tahun Kuantitas warga
2006 1.773.470
2010 2.336.489
2020 3.431.480
Album Kependudukan Ii kabupaten Bekasi

Ekonomi Bekasi ditunjang oleh kegiatan perniagaan, perhotelan, dan restoran. Pada awalnya pusat pertokoan di Bekasi saja berkembang di selama Jalan Ir H. Juanda yang asian sejauh 3 km berpangkal lapangan kota hingga Perhentian Bekasi. Di perkembangan ini terwalak berbagai rupa resep pertokoan yang dibangun sejak tahun 1978.

Lebih lanjut sejak musim 1993, wilayah sejauh Jalan Ahmad Yani berkembang menjadi kawasan penggalasan seiring dengan munculnya beberapa mall serta sentra kulak. Pertumbuhan kawasan perdagangan terus berkembang hingga Kronologi K.H. Noer Ali, Kranji, dan Kota Maksud Indah.

Pertumbuhan ekonomi dan total pemukim nan tangga membuat Daerah tingkat Bekasi kini memiliki banyak pusat perbelanjaan modern meliputi Grand Mall Bekasi, Grand Galaxy Park, Summarecon Mal Bekasi, Grand Metropolitan Mall

Selain itu kerelaan kawasan pabrik di kota ini, juga menjadi mesin pertumbuhan ekonominya, dengan menempatkan industri pengolahan sebagai yang utama. Lokasi pabrik di Daerah tingkat Bekasi terdapat di kawasan Rawa Lumbu dan Medan Satria.

Pertumbuhan ekonomi merupakan penunjuk nan dapat mencitrakan manifestasi perekonomian di suatu negeri. Kecuali pada tahun 2004, pertumbuhan ekonomi Ii kabupaten Bekasi pelalah di atas Jawa Barat dan Indonesia. Pada tahun 2004 ekonomi Kota Bekasi tumbuh 5,38% dan pertumbuhan ini kian tinggi berpunca Jawa Barat (4,77%) namun di bawah LPE Indonesia yang mencapai 5,50%.

Lega hari 2005 dengan 5,65%, LPE Daerah tingkat Bekasi adv minim bertambah tinggi dari Jawa Barat dan Indonesia dengan 5,62% dan 5,55%. Demikian pula pada tahun 2006, LPE Kota Bekasi yang menyentuh 6,07% masih lebih baik dibandingkan Jawa Barat dan Indonesia yang semata-mata mencapai 6,01% dan 5,48%.[20]

Pendidikan

[sunting
|
sunting sumur]

Kota Bekasi memiliki seputar 3.110 sekolah, 62.852 pelajar dan 2.260 guru.

Perguruan Tingkatan

[sunting
|
sunting sumur]

  • Universitas Trisakti Bekasi
  • Universitas Gunadarma (Kampus Bekasi)
  • Universitas Mercu Buana (Kampus Bekasi)
  • Universitas Esa Unggul (Kampus Bekasi)
  • Jamiah Muhammadiyah Jakarta (Kampus Bekasi)
  • Universitas Islam 45 Bekasi
  • Universitas Bhayangkara (Kampus II Bekasi)
  • Universitas Satya Negara Indonesia (Kampus B Bekasi)
  • Universitas Krisnadwipayana Bekasi
  • Universitas Islam As-Syafiiyah
  • Perguruan tinggi Bina Nusantara Bekasi
  • Perguruan tinggi Bina Ki alat Informatika Bekasi
  • Sekolah Tinggi Manajemen dan Ilmu Komputer Anak lelaki Saleh (STMIK Bani Saleh)
  • Sekolah Tinggi Manajemen dan Ilmu Komputer Bina Insani (STMIK Bina Insani)
  • Sekolah Tinggi Bahasa Asing Jepang Indonesia Amerika (STBA JIA)
  • Sekolah Tinggi Jiwa psikiatri Medistra Indonesia (STIKES Medistra Indonesia)
  • Sekolah Tinggi Ilmu dagang Luhur Pratama (STIE Mulia Pratama)
  • Institut Ilmu dagang Tri Bhakti (STIE Tri Bhakti)
  • Sekolah Tinggi Teknologi Jakarta Bekasi (STTJ Bekasi)

Kesehatan

[sunting
|
sunting sumber]

Rumah Sakit

[sunting
|
sunting sumber]


Puskesmas (Sendi Kebugaran Masyarakat)

[sunting
|
sunting sumber]

  • Puskesmas Aren Jaya
  • Puskesmas Bantar Gebang
  • Puskesmas Bintara
  • Puskesmas Bojong Rawalumbu
  • Puskesmas Jakamulya
  • Puskesmas Lugu Asih
  • Puskesmas Jati Bening
  • Puskesmas Jati Luhur
  • Puskesmas Kalis Makmur
  • Puskesmas Bersih Rahayu
  • Puskesmas Sejati Sampurna
  • Puskesmas Jati Warna
  • Puskesmas Kaliabang Tengah
  • Puskesmas Karang Kitri
  • Puskesmas Kota Mentah
  • Puskesmas Margajaya
  • Puskesmas Margamulya
  • Puskesmas Mustika Jaya
  • Puskesmas Pejuang
  • Puskesmas Pekayon Jaya
  • Puskesmas Pengasinan
  • Puskesmas Perumnas II
  • Puskesmas Saung Gede
  • Puskesmas Pandau Tembaga
  • Puskesmas Seroja

Transportasi

[sunting
|
sunting perigi]

  • layanan:Kereta Api Indonesia (KAI)

(jarak hampir)

    • KRL Commuter Line


      • C


        Reben Lingkar Cikarang
    • LRT Jabodebek


      • BK


        Ban Bekasi
  • Transjakarta
    • B11: Summarecon Mal Bekasi-Tosari (via Jalan Ahmad Yani)
    • B12: Summarecon Mal Bekasi-Tanjung Priok (via Perkembangan Ahmad Yani)
    • B13: Summarecon Aset Bekasi-Terminal Blok M (via Jalan Ahmad Yani)
    • B14: Summarecon Mal Bekasi-Stasiun LRT Setiabudi (via Urut-urutan Ahmad Yani)
    • B15: Jatibening-Terminal Blok M
    • B16: Jatibening-Stasiun LRT Setiabudi
    • B21: Terminal Bekasi-Grogol 2 (via Jalan Ir. H. Juanda–Kronologi H. Mulyadi Joyomartono)
    • B22: Setopan Bekasi-Juanda (via Urut-urutan Ir. H. Juanda–Kronologi H. Mulyadi Joyomartono)
    • B23: Terminal Bekasi-Stasiun Manggarai (via Jalan Ir. H. Juanda–Urut-urutan H. Mulyadi Joyomartono)
    • B24: Terminal Bekasi-Terminal Kalideres (via Kronologi Ir. H. Juanda–Jalan H. Mulyadi Joyomartono)
  • Bus Bandara DAMRI
    • Terminal Kayuringin-Bandara Sejagat Soekarno-Hatta (via Kronologi Ahmad Yani–Jalan K.H. Noer Ali)
    • Halte Bekasi-Bandara Alam semesta Soekarno-Hatta (via Jalan Ir. H. Juanda–Urut-urutan H. Mulyadi Joyomartono)
  • Trans Patriot
  • Mikrolet
    • M19: Muslihat Grosir Cililitan-Stasiun Kranji
    • M26: Setopan Kampung Melayu-Terminal Kayuringin
  • Koperasi Alat angkut Kalpika
    • T20: Terminal Pulo Gadung-Stasiun Kranji
  • Angkutan Kota KOASI daerah Kota Bekasi dan bilang rute mengikat wilayah Kabupaten Bekasi menuju Setopan Bekasi.

Ruas Jalan Tol

[sunting
|
sunting sendang]

Kota Bekasi memiliki akses jalan tol menuju ke taktik kota meliputi:

  • Jalan Tol Jakarta-Cikampek
  • Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta
  • Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Jawi

Infrastruktur

[sunting
|
sunting sumber]

Untuk menyajikan warga Bekasi, cawis bus antarkota dan internal ii kabupaten yang mengangkut penumpang ke beraneka ragam jurusan. KRL Commuter Line jurusan Bekasi-Jakarta Kota membawa penghuni Bekasi yang bekerja di Jakarta.

Di Kota Bekasi banyak digunakan angkutan ii kabupaten faktual minibus, berpenumpang maksimal 12 orang, yang biasa disebut KOASI (Koperasi Angkutan Bekasi). KOASI menyervis berasal Terminal Bekasi menentang berbagai perumahan di distrik Kota Bekasi.

Padahal lanca masih digunakan sebagai sarana angkutan dalam perumahan. Eskalasi jumlah ojek terjadi secara berguna seiring dengan meningkatnya besaran sarana bermotor. Ojek digunakan bagi transportasi jarak dekat (2 – 5 km) dan juga di dalam perumahan.

Stasiun

[sunting
|
sunting sumur]

Daerah tingkat Bekasi memiliki 3 stasiun KRL, 4 stasiun LRT Jabodebek, diantaranya:

  • Stasiun Bekasi
  • Stasiun Bekasi Barat
  • Stasiun Bekasi Timur
  • Stasiun Cikunir 1
  • Stasiun Cikunir 2
  • Stasiun Suci Bening Mentah
  • Stasiun Kranji

Karangan

[sunting
|
sunting sendang]


  1. ^

    Diberhentikan atas dugaan kasus korupsi[12]

  2. ^

    Pembentuk tugas

  3. ^

    Diberhentikan atas hipotesis kasus korupsi[13]

  4. ^

    Kreator tugas

Referensi

[sunting
|
sunting sumber]

  1. ^


    a




    b




    c




    d




    “Pembentukan Daerah-Daerah otonom di Indonesia s/d Tahun 2022”
    (PDF).
    www.otda.kemendagri.go.id. Diarsipkan dari versi zakiah
    (PDF)
    tanggal 12 Juli 2022. Diakses rontok
    14 Februari
    2022
    .





  2. ^


    Aji, M Rosseno (09 Februari 2022). “Breaking News: OTT KPK, Pengampu Kota Bekasi Rahmat Effendi Ditangkap”.
    Tempo.co
    . Diakses tanggal
    09 Februari
    2022
    .





    [
    pranala purnajabatan permanen
    ]


  3. ^


    a




    b




    “Penggambaran Data Kependudukan – Kementerian Dalam Kewedanan 2022”.
    www.dukcapil.kemendagri.go.id
    . Diakses tanggal
    14 Februari
    2022
    .





  4. ^


    “Kota Bekasi Dalam Nilai 2022”. Awak Pokok Statistik Kota Bekasi. 09 Februari 2022.




  5. ^


    “Indeks Pembangunan Manusia 2022-2021”.
    www.bps.go.id
    . Diakses tanggal
    14 Februari
    2022
    .





  6. ^


    “Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Ii kabupaten Internal APBN T.A 2022”
    (PDF).
    www.djpk.kemenkeu.go.id. (2019). Diakses tanggal
    09 Februari
    2022
    .





  7. ^


    McGee, N.G. (1996).
    The udara-urban regions of Southeast Asia. UBC Press. ISBN 0-7748-0548-X.





  8. ^


    “Bekasi, Jawa Barat, Indonesia”. Climate-Data.org. Diakses copot
    4 September
    2022
    .





  9. ^


    “Bekasi Timur, Jawa Barat, Indonesia”. Climate-Data.org. Diakses tanggal
    4 September
    2022
    .





  10. ^


    “Bekasi, Indonesia”. Weatherbase. Diakses tanggal
    4 September
    2022
    .





  11. ^


    mediaindonesia.com. “DPR dan Kemendagri Didesak Realisasikan Kabupaten Bogor Timur”.
    mediaindonesia.com
    . Diakses tanggal
    2022-07-27
    .





  12. ^


    “Kronologi Penangkapan Wali Daerah tingkat Bekasi Mochtar Muhammad di Bali”.
    detikcom. 21 Maret 2012. Diakses tanggal
    21 Maret
    2012
    .





  13. ^


    Raja, M Rosseno (5 Januari 2022). “Breaking News: OTT KPK, Wali Kota Bekasi Anugerah Effendi Ditangkap”.
    Tempo.co
    . Diakses sungkap
    6 Januari
    2022
    .





    [
    pranala bebas tugas permanen
    ]



  14. ^

    Pemerolehan Geta DPRD Kota Bekasi 2022-2019

  15. ^

    Masukan Kedudukan DPRD Ii kabupaten Bekasi 2022-2024

  16. ^


    “Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Periode 2022 akan halnya Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan”. Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi ikhlas tanggal 29 Desember 2022. Diakses tanggal
    3 Oktober
    2022
    .





  17. ^


    “Peraturan Menteri Privat Negeri Nomor 72 Waktu 2022 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2022 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan”. Departemen Internal Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi kudus
    (PDF)
    tanggal 25 Oktober 2022. Diakses rontok
    15 Januari
    2022
    .





  18. ^

    poskota.co.id Bekasi Utara Terpadat Penduduknya di Kota Bekasi

  19. ^


    “Karakteristik Penduduk Jawa Barat Hasil Sensus Penduduk 2000”
    (pdf).
    www.mahakuasa.bps.go.id. 1 November 2001. hlm. 72. Diakses terlepas
    10 Mei
    2022
    .





  20. ^

    Pertumbuhan Eknomi Kota Bekasi 2004-2006 di situs Sistem Investasi Daerah Kota Bekasi

Pranala luar

[sunting
|
sunting sumber]

  • (Indonesia)

    Situs web seremonial

    Sunting ini di Wikidata



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Bekasi

Posted by: caribes.net