Jerih Payahmu Tidak Sia Sia




Oleh: Pdt. Andreas Loanka

BGA dari Markus 10:28-31

Setiap orang yang cak hendak mengikut Yesus, ia harus mengubah dirinya, memikul salibnya dan mengikut Dia (Mrk. 8:34).  Suka-suka manusia yang tidak siap mengikut Yesus, karena lain siap mengubah diri dan memikul salib.  Contohnya yaitu seorang mewah yang tidak rela melepaskan segala apa nan kamu miliki cak bagi membantu orang-orang miskin serta mengikut Yesus, sehingga ia memencilkan menjauhi-Nya dengan kecewa, karena hatinya masih melekat sreg harta dunia (Mrk. 10:21-22).

Dalam konteks Markus 10:28-31, siswa-pelajar mutakadim mengikut Yesus satu perian lebih. Sesudah mendengar tuturan Tuhan Yesus kepada orang kaya itu, Petrus berbicara kepada Yesus, “Kami ini sudah menghindari segala sesuatu dan mengikut Engkau!” (Mrk. 10:28).

Yang mahakuasa Yesus enggak menanggapi perkataan Petrus itu dengan mehubungkannya dengan hal sebelumnya, melainkan menggunakan kesempatan itu untuk meneguhkan Petrus dan murid-pesuluh-Nya nan lain untuk menghadapi hari depan.

Almalik Yesus mengerti keadaan murid-pelajar-Nya.  Mereka mengasihi Sang pencipta bertambah dari segalanya! Demi Tuhan Yesus dan wara-wara Injil, mereka rela meninggalkan rumah, saudara laki-junjungan dan tali pusar pemudi, ibu dan bapa, momongan-anak dan kebun mereka. Ia tahu apa yang mereka sudah untuk dan persembahkan sebagai wujud belas kasih dan ketaatan mereka kepada-Nya. Tetapi Anda sempat juga bahwa di waktu yang akan datang para murid-Nya akan mengalami kesukaran dan penganiayaan oleh karena nama-Nya dan karena Injil.

Tuhan Yesus meneguhkan hati pelajar-murid dengan menyatakan bahwa apa yang mereka buat dengan mumbung komitmen buat-Nya dan untuk butir-butir Injil tidak akan mansukh.  Untuk sekarang, apa nan mereka persembahkan itu akan mereka peroleh pula seratus kali lipat, sekalipun disertai bineka penyiksaan (Mrk. 10:30a); dan akan tiba saatnya mereka akan menerima sukma nan kekal (Mrk. 10:30c).

Camkanlah firman Almalik privat 1 Korintus 15:58: “Karena itu, tali pusar-saudaraku yang kekasih, berdirilah tunak, jangan goyang, dan giatlah belalah dalam pekerjaan Tuhan! Sebab dia tahu, bahwa n domestik persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.”

Salam dan doa,

Pdt. Andreas Loanka

GKI Gigi asu Serpong

Source: https://www.suarakristen.com/2018/02/23/jerih-payahmu-tidak-akan-sia-sia/