Kadar Glukosa Normal Dalam Urin

Glikosuria, Kondisi Adanya Sakarosa dalam Urine, Cari Tahu Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Kondisi ini bisa disebabkan karena ki aib glikosuria

Glikosuria, Kondisi Adanya Gula dalam Urine, Cari Tahu Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Urine seharusnya hanya berisi sisa metabolisme tubuh yang diekskresikan ginjal. Sahaja, bagaimana jika ada gula dalam urine? Di dalam medis, kondisi ini disebut glikosuria.

Sebenarnya, konvensional kerjakan air kencing untuk mengandung sejumlah kerdil sukrosa atau glukosa. Namun, takdirnya makanan gula dalam urine lebih tinggi dari sepatutnya, ini harus diwaspadai.

Kadar glukosa dalam air kencing yang makin janjang pecah 25 miligram per desiliter (mg/dL) dianggap sebagai glikosuria tinggi yang tekor. Kondisi ini bisa terjadi ketika takdir gula darah bersisa tinggi.

Mengutip laman
Very Well Health, glikosuria juga bisa terjadi saat ginjal lain dapat menyerap juga glukosa nan sepan alias mengeluarkannya agar tetap dalam kisaran normal.

Baca pula:
Penyebab dan Gejala Gula Pemberang yang Wajib Diwaspadai

Penyebab Glikosuria

Darah yang memasuki buah pinggang akan disaring. Kelebihan cairan dan limbah akan dibuang, dan darah yang telah disaring dikembalikan ke tubuh.

Limbah yang didapat akan diproses kerjakan menghasilkan air seni. Normalnya, sebagian besar sakarosa diserap kembali oleh buah pinggang dan dimasukkan kembali ke privat peredaran bakat.

Sahaja, sebagian gula tetap terserah dan mengalir bersama sisa cair ke kandung air kencing, dan tercampur ke urine.

Ketika jumlah gula dalam urine lebih segara semenjak 25 mg/dL, kondisi ini disebut glikosuria.

Keadaan ini boleh terjadi karena berbagai hal. Berikut ini di antaranya:

1. Diabetes Tipe 2

Diabetes Tipe 2

Foto: Kencing manis Diversifikasi 2

Foto: Orami Photo Stock

Salah satu penyebab umum pecah glikosuria yakni diabetes diversifikasi 2.

Ketika kondisi ini terjadi, pankreas tidak lagi menghasilkan cukup hormon insulin, alias insulin menjadi tidak efektif.

Hal ini membuat fisik tidak bisa mengontrol ketentuan sukrosa internal darah dengan baik.

Balasannya, sukrosa darah yang tahapan menyebabkan gula masuk ke urine dan memicu terjadinya diabetes.

Bila penyakit diabetes tidak terkontrol dan terjadi peningkatan predestinasi gula pembawaan, ginjal akan mengalami kewalahan.

Kesudahannya, semua gula dalam darah lain boleh diproses dengan baik, dan justru dikeluarkan terbit badan melalui urine.

2. Penyakit Ginjal

Penyakit Ginjal

Foto: Penyakit Ginjal (freepik.com)

Foto: freepik.com

Selain karena glikosuria, diabetes sekali lagi bisa terjadi akibat penyakit ginjal.

Pada beberapa macam penyakit ginjal, seperti mana penyakit ginjal kronis atau setelah pencangkokan geli-geli, orang tanpa kencing manis juga bisa mengalami pertambahan garis hidup gula dalam urine.

Penelitian pada 2022 yang dipublikasikan di jurnal
Scientific Reports, menunjukkan bahwa pertambahan kadar gula dalam air seni dikaitkan dengan peningkatan ekskresi elektrolit.

Misalnya, kalium dan natrium, yang jumlahnya sekali lagi meningkat dalam air kencing.

Baca juga:
Mengidap Hipoglikemia? Konsumsi 5 Makanan cak bagi Gula Darah Rendah Ini

3. Glikosuria Buah punggung

Glikosuria Ginjal

Foto: Glikosuria Ginjal (www.summithealth.com)

Foto: Orami Photo Stock

Pada beberapa kasus, glikosuria lagi bisa disebabkan oleh mutasi genetik yang diturunkan melintasi keluarga.

Kondisi ini memang terbilang elusif, dan disebut dengan istilah glikosuria ginjal.

Pada kondisi ini, buah pinggang mengeluarkan terlalu banyak glukosa ke internal urine, apalagi ketika garis hidup gula darah dalam kondisi normal atau rendah.

Menurut penelitian pada 2022 nan diterbitkan di koran
Diabetes & Metabolism, jenis kencing manis ini lazimnya lain n kepunyaan gejala serius dan kadang-kadang disebut sebagai kondisi jinak.

4. Kehamilan

Kehamilan

Foto: Kehamilan

Foto: Orami Photo Stock

Glikosuria juga boleh terjadi karena perubahan pada hormon dan cara buah pinggang berkreasi dalam menyaring darah sejauh kehamilan.

Menurut penelitian pada 2005 nan diterbitkan di
The Journal of Family Practice, glikosuria terjadi pada sekitar 50% ibu hamil n kepunyaan takdir gula darah normal.

Seringkali, hal ini tidak menjadi perhatian buat banyak ibu hamil. Namun, tidak terserah salahnya bakal teguh waspada dan membicarakan situasi ini lebih lanjut dengan dokter.

Bila perlu tetaplah jalani sensor kerjakan glikosuria gestasional (kondisi glikosuria saat hamil).

Pengawasan kerjakan glikosuria gestasional penting dan adalah bagian normal berpangkal pelestarian prenatal.

Hal ini bertujuan buat mengontrol kondisi kesehatan ibu hamil dan mencegah komplikasi.

Puas beberapa kasus, glikosuria gestasional juga meningkatkan risiko diabetes varietas 2 di masa depan.

Baca sekali lagi:
3 Tanda Ginjal Fit dan Mandu Menjaganya, Mesti Tahu!

Gejala Diabetes

Mengutip laman Medical News Today, sejumlah orang dengan kadar gula tinggi dalam urine mereka tidak n kepunyaan gejala lain. Terutama pada kasus kencing manis nan terkait genetik.

Bahkan detik disebabkan oleh diabetes ataupun penyakit ginjal kronis, ketentuan gula yang tahapan internal urine berorientasi bukan terdiagnosis sampai penyakit berkembang atau ditemukan selama penapisan normal.

Namun, jika glikosuria nan dialami tersapu dengan diabetes nan tidak terkontrol, gejala enggak yang bisa diwaspadai adalah:

  • Rasa haus yang berlebihan
  • Kepenatan
  • Sering mengalami infeksi atau luka nan penyembuhannya lambat
  • Bosor makan lempar air kecil
  • Rayuan penglihatan
  • Geringgingan di tangan atau kaki
  • Penurunan langka bodi sonder sebab
  • Kesulitan fokus
  • Kejang
  • Disfungsi ereksi

Bila diabetes disebabkan maka itu penyakit kerinjal kronis, gejala tidak nan dapat dialami merupakan:

  • Basal di suku, tangan, atau pergelangan kaki
  • Penyakit asma
  • Adanya pembawaan dalam urine
  • Gelojoh lepaskan air kecil di malam hari
  • Jarang tidur
  • Kelelahan
  • Ngilu kepala

Sementara itu, kencing manis pada kehamilan biasanya tidak mempunyai gejala lain, kecuali jika disebabkan makanya diabetes gestasional.

Jika Moms menderita diabetes gestasional, beberapa gejala yang bisa dialami adalah:

  • Rasa haus nan berlebihan
  • Keletihan
  • Peningkatan buang air kecil
  • Penjatuhan berat raga
  • Mudah merasa lapar
  • Rentan mengalami infeksi

Baca juga:
Simak Manfaat Daun Kopasanda untuk Kesehatan, Mulai berpangkal Obat Diabetes Setakat Bersut Urat

Cara Tanggulang Glikosuria

Cara Mengatasi Glikosuria

Foto: Cara Mengatasi Glikosuria (https://www.babycenter.in/a1044041/first-trimester-doctor-appointments)

Foto: Orami Photo Stock

Sepantasnya, mandu membereskan glikosuria akan tergantung pada kondisi ataupun penyakit yang mendasarinya.

Makara, utama bikin menjalani pemeriksaan universal dan mendapatkan diagnosis karuan dari dokter.

Bila diketahui bahwa diabetes yang dialami terjadi akibat glikosuria, terapi yang bisa dijalani ialah:

  • Mengingkari pola makan tersendiri diabetes. Perbanyak sayur dan buah, angka-bijian, serta protein tanpa lemak
  • Mengamalkan gerak badan terkonsolidasi.
  • Minum obat oral atau mengindoktrinasi untuk glikosuria nan diresepkan dokter.
  • Mengibuli suratan sakarosa pembawaan secara teratur, bikin memantau kondisi kesehatan.

Bila kencing manis nan dialami adalah diabetes gestasional, Moms bukan perlu khawatir karena biasanya kondisi diabetes dan glikosuria akan membaik setelah melahirkan.

Meski begitu, bukan berarti Moms dapat lengah. Menerapkan gaya arwah sehat dan rutin memeriksakan kondisi kehamilan sangat utama.

Terlebih, kondisi ini dapat mewujudkan ibu rentan melebarkan diabetes tipe 2 di kemudian waktu.

Sementara itu, bila penyebab bermula diabetes adalah masalah plong ginjal, penyembuhan untuk mengamankan penyebab diperlukan.

Kondisi setiap orang bisa berbeda-beda, sehingga Moms bisa bicarakan lebih lanjut dengan dokter mengenai hal ini.

Kebanyakan, dokter akan merekomendasikan untuk menjalani relasi pemeriksaan.

Tujuannya untuk mengarifi dengan pasti, jenis ki aib ginjal yang dialami. Barulah setelah itu rencana terapi akan dibuat.

Baca pun:
Cegah Anemia, Ini 5 Pengasosiasi Penambah Darah Alami

Lantas, adakah cara nan bisa dilakukan untuk mencegah glikosuria? Sayangnya, kondisi ini sulit untuk dicegah. Terutama plong kasus diabetes nan terjadi akibat faktor genetik.

Sekadar, Moms dapat memperkecil peluang dihinggapi kondisi ini dengan mewaspadai diabetes.

Meskipun tidak mungkin bagi mencegah glikosuria tipe 1, Moms masih bisa mencegah diabetes spesies 2.

Caranya yakni dengan memiliki transendental makan sehat, berolahraga terintegrasi, dan menjaga berat raga contoh.

Selain itu, jangan lupa juga lakukan rutin memeriksakan kondisi kesegaran, termasuk kadar sakarosa talenta, ya!


  • https://www.nature.com/articles/srep39372
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/16266604/
  • https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S1262363614726904?via%3Dihub
  • https://www.verywellhealth.com/sugar-in-urine-5116293
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/326197#treatments

Source: https://www.orami.co.id/magazine/glikosuria

Posted by: caribes.net