Kapan Kita Bersaksi Kepada Allah

Tanya:

Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuhu.

Pak Ustadz, cak semau nan menanya: Sejak pada saat kita turut islam? Saya katakan: Wallahu a’lamu.

Karena sekiranya dibilang sejak lahir, maka kapan syahadatnya, sedangkan syahadat ialah salah suatu berpunca pondasi/pangkal, ataupun pokok selam, bukan mungkin dikatakan mukmin kalau lain atau belum bersyahadat, iya kan Pak Ustadz? Mohon penjelasannya, Jazakallahu khairan.

(0553029483)


Jawab:


Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu.

Jawaban antum dengan: Wallahu a’lam, sudah lalu pada tempatnya akhi.

Allah paling tahu adapun semua itu, dan Allah sudah lalu mengabarkannya tentang masalah ini kepada kita di n domestik Al-Alquran demikian pula melalui lisan Utusan tuhan-Nya
shallallahu ‘alaihi wa sallam.


Keterangannya laksana berikut:
Setiap janin basyar telah bersaksi bahwa Sang pencipta adalah sesembahan mereka satu-satunya sejak berada di dalam sulbi bapaknya dan peranakan ibunya. Yang mahakuasa berfirman:

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَى شَهِدْنَا أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَذَا غَافِلِينَ) (لأعراف:172)

Artinya:

“Dan (ingatlah), ketika Rabbmu mengeluarkan baka anak-anak Lelaki semenjak sulbi mereka dan Tuhan mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Rabbmu.” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Rabb kami), kami menjadi martir.” (Kami untuk yang demikian itu) semoga di waktu kiamat kamu tak mengatakan: “Sesungguhnya kami (Individu) adalah insan-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Rabb).”

(Qs. 7:172)


Oleh sebab itu itulah, setiap manusia yang lahir, maka dia lahir dalam keadaan islam, mengenal Almalik Rabb semesta alam dan menyepakati-Nya andai sesembahannya.


Sebagaimana sabda Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam:

مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلَّا يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ كَمَا تُنْتَجُ الْبَهِيمَةُ بَهِيمَةً جَمْعَاءَ هَلْ تُحِسُّونَ فِيهَا مِنْ جَدْعَاءَ

Artinya:
“Tidaklah setiap anak kecuali sira dilahirkan di atas fithrah , maka kiai ibunyalah yang menjadikan dia ibrani , atau menjadikan dia nashrani, atau menjadikan dia majusi.”
(HR . Al-Bukhary dan Mukminat)


Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam
menyebutkan setelah kalimat “fitrah”: yahudi, nashrani, dan majusi, yang menunjukkan bahwa maksud terbit
Al-Fithrah
adalah islam.

Hal ini diperjelas di dalam firman Allah:

(فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ (30) مُنِيبِينَ إِلَيْهِ وَاتَّقُوهُ وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَلَا تَكُونُوا مِنَ الْمُشْرِكِينَ (31) )

Artinya:
“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang mutakadim menciptakan individu menurut fitrah itu.Tidak cak semau perubahan pada fitrah Allah.(Itulah) agama yang lurus; tetapi lazimnya manusia tidak mengetahui, ( 30 ) dengan pun bertaubat kepada-Nya dan bertaqwalah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk sosok-orang nan mempersekutukan Allah (31).”
(Qs. Ar-Ruum: 30-31)

Makna (Al-Fithrah) adalah agama islam, seperti nomplok penafsirannya dari Mujahid (Diriwayatkan oleh Ath-Thabary dalam tafsirnya 20/97).

Berkata Anak lelaki Abdil Barr: “Mereka berkata (makna) inilah yang dikenal oleh kebanyakan ulama kata tambahan mulai sejak para salaf (para pendahulu umat).” (At-Tamhid
18/72)


Ayat ini mempertegas bahwa yang dimaksud dengan fitrah insan adalah agama yang hanif (agama islam) nan mengajak kepada penyembahan satu-satunya-mata terhadap Yang mahakuasa Rabb semesta alam.


Terbit ayat dan hadist di atas kita mengerti bahwa semua manusia dilahirkan dalam kejadian selam, dan beliau tetap akan islam selama tidak suka-suka yang mengubahnya menjadi yahudi, nashrani, majusi dll.

Oleh karena itu di kerumahtanggaan hadist qudsy, Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda: (Almalik berbicara):

إِنِّي خَلَقْتُ عِبَادِي حُنَفَاءَ كُلَّهُمْ وَإِنَّهُمْ أَتَتْهُمْ الشَّيَاطِينُ فَاجْتَالَتْهُمْ عَنْ دِينِهِمْ وَحَرَّمَتْ عَلَيْهِمْ مَا أَحْلَلْتُ لَهُمْ وَأَمَرَتْهُمْ أَنْ يُشْرِكُوا بِي مَا لَمْ أُنْزِلْ بِهِ سُلْطَانًا

Artinya: “Sepantasnya Aku telah menciptakan hamba-hambaKu dalam keadaan hunafa’ (islam) semuanya, kemudian syetan memalingkan mereka bersumber agama mereka, dan mengharamkan atas mereka segala apa yang Aku halalkan, dan memerintahkan mereka untuk menyekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak Aku turunkan keterangannya.”
(HR . Muslim)



Allah melansir dalam hadist qudsy ini bahwa kita pada asalnya diciptakan dalam keadaan hunafa’. Makna (hunafa’) adalah n domestik situasi islam, sebagai halnya penjelasan Imam Nawawy (tatap
Syarh Shahih Muslim
9 / 247 ). Kemudian syetanlah nan menjadikan manusia berubah fitrahnya.

Dari siaran di atas kita bisa mengambil beberapa penali:

  1. Plong asalnya semua manusia telah islam semenjak di privat perut ibunya.
  2. Dia boleh menjadi kafir setelah itu karena supremsi syetan dari lingkaran jin dan basyar.
  3. Seseorang yang masih dalam hal fitrah maka tidak perlu dia bersyahadat dengan tujuan supaya timbrung dalam agama islam, karena engkau sudah ikut dan masih di dalam agama islam. Akan sahaja silakan dia melipatkan membaca pengakuan bagi

    memperkukuh keimanan dia andai seorang orang islam. Sebagaimana yang kita baca di privat dzikir–dzikir seperti mana adzan, tasyahhud, khutbah, dan di intern jiwa setiap muslim sehari-perian.
  4. Seseorang yang mutakadim tembelang fitrahnya maka dia harus sekali lagi bersyahadat sebagai syarat kerjakan timbrung islam lagi. Ini wajib diucapkan maka itu individu kafir atau hamba allah murtad yang kepingin timbrung islam karena fitrahnya sudah lalu berubah. Sehingga bagi mengembalikan fitrah itu harus bersyahadat juga.

Wallahu a’lamu.

Ustadz Abdullah Roy, Lc.

Perigi: tanyajawabagamaislam.blogspot.com

🔍 Keistimewaan Lafadz Allah, Dinding Yakjuj Makjuj, In Syaa Allah Atau In Shaa Halikuljabbar, Ramalan Jodoh Berdasarkan Logo Menurut Islam, Cara Mengusik Jin Berpunca Jasad, Kaidah Melamar Wanita Sesuai Syariat Selam

Flashdisk Video Cara Shalat dan Bacaan Shalat

KLIK Lembaga Cak bagi MEMBELI FLASHDISK VIDEO Kaidah SHOLAT, ATAU HUBUNGI: +62813 26 3333 28

Source: https://konsultasisyariah.com/888-sejak-kapan-kita-masuk-islam.html

Posted by: caribes.net