Karakteristik Pembelajaran Pkn Di Sd

Daftar Isi

  • 1
    Konotasi Pendidikan Kebangsaan (PKN)
  • 2
    Hakekat Pembelajaran PKN
  • 3
    Tujuan Pendidikan Nasional (PKN)

    • 3.1
      Harapan Djahiri (1995:10)
  • 4
    Fungsi Pendidikan Kewarganegaraan (PKN)
  • 5
    Ruang Skop Pembelajaran PKN
  • 6
    Pancasila Laksana Rukyat Hidup Bangsa Indonesia
  • 7
    Prinsip Sila – Sila Pancsila

    • 7.1
      Sila Katuhanan Yang Maha Esa
    • 7.2
      Sila kemanusian Yang Adil dan Berbudaya
    • 7.3
      Sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Privat Permusyawaratan Kantor cabang
    • 7.4
      Keadilan Sosial Buat Seluruh Rakyat Indonesia


Konotasi Pendidikan Kebangsaan (PKN)

Istilah nasional diambil terbit bahasa Latin yaitu “Civicus”. Kemudian, kata Civicus diartikan ke bahasa Inggris “Civic” artinya mengenai warga negara/kewarganegaraan. Dari definisi tersebut dijelaskan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan diartikan secara luas buat mencakup proses penyiapan generasi cukup umur dalam mencuil peran serta barang bawaan jawabnya sebagai warga negara.

√ Penegrtian PKN S

Selain itu Pendidikan Nasional bisa diartikan sebagai ain kursus yang mengistimewakan pada pembentukan warga negara yang mengerti dan berada melaksanakan properti-hak dan kewajibannya untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas, terampil, serta berkepribadian yang diamanatkan maka itu Pancasila dan UUD NRI 1945.



Hakekat Pembelajaran PKN

Pendidikan Kewarganegaraan (Citizenship) adalah mata les yang lebih fokus pada pembentukan diri yang bermacam ragam berusul segi agama, bahasa, vitalitas, sosio-kultural, serta suku bangsa kerjakan menjadi warga negara yang cerdas, terampil, dan juga berkepribadian yang diamanatkan oleh Pancasila serta UUD 1945 (Kurikulum Berbasis Kompetensi, 2004). Pendidikan Kebangsaan perikatan mengalami kronologi rekaman yang sangat tahapan, dimulai dari Civic Education, Pendidikan Moral Pancasila, Pendidikan Pancasila dan pun Kebangsaan, sampai yang bontot di Kurikulum 2004 namanya berubah menjadi mata pelajaran Pendidikan Nasional.

Pendidikan Kewarganegaraan bisa juga diartikan sebagai ki alat untuk berekspansi serta melestarikan nilai indah juga moral yang berakar puas budaya nasion Indonesia nan diharapkan bisa diwujudkan dalam bentuk perilaku kehidupan sehari-hari siswa bimbing misal turunan, anggota masyarakat didalam kehidupan berbangsa dan juga bernegara.

PKN berlandaskan pada Pancasila serta UUD 1945, yang berakar pada angka-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia, cepat responsif pada tuntutan perubahan zaman, dan Undang Undang No. 20 Hari 2003 tentang Sistem Pendidikan Kewarganegaraan, Kurikulum Berbasis Kompetensi tahun 2004 dan juga Pedoman Khusus Pengembangan Silabus serta Penilaian Netra Tuntunan Kewarganegaraan nan diterbitkan Departemen Pendidikan Nasional-Direktorat Jenderal Pendidikan Radiks Menengah dan Direktorat Pendidikan Menengah Awam.



Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan (PKN)


  1. Mencerdaskan kehidupan bangsa yang mengembangkan orang di Indonesia seutuhnya. Merupakan insan nan beriman dan lagi bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti nan mulia, memiliki kemampuan pengetahuan serta keterampilan, kesehatan jasmani rohani, budi mantap dan sekali lagi mandiri serta rasa muatan jawab kemasyarakatan juga kebangsaan.
  2. Tujuan PKN secara distingtif merupakan membina moral yang diharapkan boleh diwujudkan privat jiwa sehari-hari yakni perilaku yang memancarkan iman serta takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam mahajana yang terdiri atas bermacam ragam golongan agama, perilaku nan bertabiat kemanusiaan nan netral dan juga beradab, perilaku yang mendukung kerakyatan yang mengutamakan kelebihan bersama diatas faedah perseorangan maupun golongan sehingga perbedaan pemikiran pendapat ataupun kepentingan diatasi melalui perundingan mufakat, dan lagi perilaku yang mendukung upaya kerumahtanggaan mewujudkan keadilan sosial seluruh rakyat Indonesia.
  3. Menuru t Sapriya (2001) pamrih pendidikan Kewarganegaran yaitu Partisipasi nan penuh nalar serta muatan jawab dalam vitalitas politik bersumber warga negara yang taat lega skor-nilai juga prinsip sumber akar demokrasi konstitusional Indonesia. Kerja sama warga negara nan efektif serta mumbung tanggung jawab memerlukan pemilikan sesetel mantra pengetahuan, keterampilan intelektual dan kelincahan untuk main-main serta.
  1. kursus PKN memiliki tujuan masyarakat ialah mendidik warga negara biar menjadi warga negara nan baik, yang bisa dilukiskan dengan “warga negara nan patriotik, toleran, setia terhadap bangsa dan negara, beragama, demokratis, serta Pancasila tahir” (Somantri, 2001:279).


  • Harapan Djahiri (1995:10)

  1. Dapat memahami serta menyelesaikan secara nalar konsep dan norma Pancasila sebagai falsafah, dasar ideology dan pandangan hidup Negara kesatuan republic Indonesia (NKRI).
  2. Memahami secara serampak konstitusi (UUD NKRI 1945) serta hukum nan berlaku di Negara RI.
  3. Menjiwai dan juga meyakini tatanan kesopansantunan yang termuat dalam butir diatas.
  4. Mengamalkan serta membakukan hal-hal diatas sebagai sikap perilaku diri di kehidupannya dengan penuh keagamaan dan juga nalar.


Kepentingan Pendidikan Kewarganegaraan (PKN)

Kurnia Pendidikan Nasional diantaranya sebagai berikut :

  1. Kondusif siswa alias mahasiswa ibarat generasi muda cak bagi mendapatkan kesadaran cita-cita nasional dan tujuan Negara.
  2. Peserta atau mahasiswa laksana genersi baru boleh menjumut keputusan-keputusan nan berkewajiban untuk menyelsaikan kebobrokan pribadi, masyarakat serta negara.
  3. Dapat mengapresiasikan cita-cita kebangsaan serta bisa mewujudkan keputusan-keputusan yang cerdas.
  4. Wahana bagi membentuk penduduk negara nan cerdas, terampil, serta berperangai nan tunak kepada bangsa dan lagi negara Indonesia dengan ki memenungkan dirinya dalam kebiasaan berpikir pun bertindak sesuai dengan amanat Pancasila dan UUD NKRI 1945.


Urat kayu Lingkup Pembelajaran PKN


Ruang radius dalam alat penglihatan pelajaran PKN meliputi sejumlah aspek yaitu:

  • Persatuan serta kesatuan bangsa, terdiri dari hidup berbaik dalam perbedaan, kualat pemuda, kebesarhatian sebagai bangsa indonesia, cinta lingkungan, partisipasi privat pembelaan negara, sikap faktual terhadap Negara Keekaan Republik Indonesia, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Keterusterangan dan juga tanda jadi keadilan.
  • Norma, hukum dan pula ordinansi, meliputi: tertib dalam semangat keluarga, norma yang berlaku di umum, tertib di sekolah, norma-norma privat kehidupan berbangsa dan bernegara, peraturan-peraturan daerah, sistem hukum dan peradilan nasional, hukum dan peradilan jagat.
  • Eigendom asasi insan terdiri dari milik dan pun kewajiban anak asuh, milik dan kewajiban anggota mahajana, pemajuan, penghormatan dan perlindungan HAM, instrumen nasional dan jagat rat HAM.
  • Kebutuhan penduduk Negara ialah menghampari spirit sanggang royong, pengejawantahan diri, independensi berorganisasi, kemerdekaan mengeluarkan pendapat, martabat sebagai warga awam,menghargai keputusan bersama, dan persamaan kedudukan warganegara.
  • Konstitusi Negara adalah meliputi proklamasi kemerdekaan serta konstitusi nan mula-mula, Konstitusi-konstitusi yang nikah digunakan Indonesia, hubungan dasar negara dengan kostitusi.
  • Kekuasaan dan Politik terdiri dari Pemerintahan desa dan kecamatan, Pemerintahan daerah dan kemandirian, Pemerintah pusat, Budaya politik, Demokrasi dan sistem ketatanegaraan, Budaya demokrasi menuju masyarakat madani, Pers kerumahtanggaan masyarakat demokarasi dan Sistem pemerintaha
  • Pancasila meliputi dasar negara dan ideologi negara, proses perumusan Pancasila sebagai radiks negara, pengamalan kredit-poin Pancasila di kehidupan sehari-hari, Pancasila sebagai ideologi melenggong.



Pancasila Sebagai Pandangan Roh Bangsa Indonesia


Kerumahtanggaan pengertian ini, Pancasila disebut juga way of life, weltanschaung, wereldbeschouwing, wereld en levens beschouwing, rukyah dunia, pandangan hidup, pegangan sukma dan wahyu hidup. Dalam keadaan ini Pancasila digunakan laksana nubuat sisi semua semua kegiatan atau aktivitas roh dan jiwa dalam apa permukaan. Kejadian ini berarti bahwa semua tingkah laku dan tindakn pembuatan setiap makhluk Indonesia harus dijiwai dan ialah pencatatan dari semua sila Pancasila. Hal ini karena Pancasila Weltanschauung merupakan suatu kesendirian, tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lain, keseluruhan sila dalam Pancasila ialah satu kesatuan organis.




Kaidah Sila – Sila Pancsila




  • Sila Katuhanan Yang Maha Esa

Bangsa Indonesia menyatakan pembantu dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan oleh alhasil manuasia percaya dan taqwa terhadap Tuhan YME sesuai dengan agama dan kepercayaannya tiap-tiap menurut dasar kemanusiaan yang objektif dan beradab.



  • Sila kemanusian Yang Adil dan Beradab

Kemanusiaan nan netral dan beradab menunjang jenjang kredit-skor kemanusiaan, gemar mengerjakan kegiatan –kegiatan kemanusiaan, dan berani membela kebenaran dan keadilan. Ingat bahwa manusia adalah sama, maka nasion Indonesia merasa dirinya ibarat bagian berpunca seluruh umat manusia, karena itu dikembangkanlah sikap hormat dan bekerja sama dengan nasion –bangsa lain.


Dengan sila persatuan Indonesia, manusia Indonesia menaruh persatuan, wahdah, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi dan golongan. Persatuan dikembangkan atas asal Bhineka Tunggal Ika, dengan memajukan pergaulan demi kesatuan dan persatuan bangsa.



  • Sila Demokrasi Nan Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Internal Permusyawaratan Perwakilan

Manusia Indonesia menghayati dan menjungjung tinggi setiap hasil keputusan musyawarah, karena itu semua pihak yang bersangkutan harus menerimannya dan melaksanakannya dengan itikad baik dan penuh rasa tanggung jawab. Disini kepentingan bersamalah yang diutamakan di atas kepentingan pribadi atau golongan. Pembicaraan privat pembicaraan dilakukan dengan akal bulus afiat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur. Keputusan-keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung jawabkan secara moral kepada Yang mahakuasa Yang Maha Esa, menjungjung tinggi harkat dan martabat manusia serta poin-kredit kesahihan dan keseimbangan.
Dalam melaksanakan permusyawaratan, kepercayaan diberikan kepada wakil-wakil yang dipercayanya.





  • Keseimbangan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia



Dengan sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, makhluk Indonesia menyadari hak dan tanggung yang selaras untuk menciptakan keadilan sosial intern kehidupan umum Indonesia. Internal rancangan ini dikembangkan perbuatannya nan sani yang mencerminkan sikap dan suasana sangkutan dan gotong royong.
Cak bagi itu dikembangkan sikap adil terhadap sesama, menjaga perturutan antara kepunyaan dan kewajiban serta meluhurkan hak-nasib baik orang tak.


demikianlah artikel dari
duniapendidikan.co.id
akan halnya
Penegrtian PKN SD : Hakekat Pembelajaran, Pamrih Pendidikan, Fungsi, Ruang Lingkup, Pancasila Perumpamaan Padangan, Kaidah,semoga artikel ini bermanfaat bagi kamu semuanya.

Source: https://blog.widiyanata.com/pendidikan/penegrtian-pkn-sd-hakekat-pembelajaran-tujuan-pendidikan/

Posted by: caribes.net