Kegiatan Menyambut Tahun Baru Islam


Jakarta

Periode Hijau Islam maupun Hijriah bagi sebagian daerah di Indonesia, diperingati dengan tradisi yang cukup unik. Bermacam-macam tradisi perayaan Perian Plonco Hijriah biasanya merupakan bebuyutan atas budaya dan partikel islami yang suka-suka.


Tahun Baru 1443 Hijriah mungkin ini jatuh pada rontok 10 Agustus 2022. Bikin sebagian umat selam di Indonesia, momen ini tidak sekadar dijadikan momen sakral dengan beribadat, belaka pun berbagai tradisi.


Berikut ini 10 tradisi memperingati Tahun Hijau Hijriah di Indonesia:


1. Tapa Bisu

Tradisi Tapa Bisu merupakan upacara gelintar benteng keraton. Ritual ini dinamakan tapa bisu karena dilakukan tanpa mengeluarkan sepatah kata lagi saat mengelilingi benteng keraton sejauh 7 Km. Ritual ini diprakarsai oleh paguyuban abdi dalem keprajan keraton Yogyakarta.



Ritual dimulai berusul pekarangan Keben ini melalui beberapa ruas perkembangan di Yogyakarta yaitu Jl Rotowijayan, kemudian Jl Kauman, berlangsung ke Jl Agus Salim, Jl Wahid Hasyim, terus melewati pojok beteng barat, kemudian Jl MT Haryono, Pojok Beteng Timur, Jl Brigjen Katamso, Jl Ibu Ruswo dan bererak di alun-alun utara.


Selain delegasi berasal para abdi dalem, ritual topo bisu juga dilakukan warga secara sendiri-seorang maupun berkawanan.

Pasukan Patangpuluh Kendi Kasepuhan Girikusumo dengan mengenakan masker mengirab kendi berisi air dari sumur berkah Girikusumo sebagai simbol berkah alam dalam prosesi Tradisi Kirab Sura Girikusumo di Desa Banyumeneng, Mranggen, Demak, Jawa Tengah, Kamis (20/8/2020). Tradisi menyambut tahun baru Islam 1 Muharram 1442 Hijriyah atau satu Sura yang biasanya dihadiri ribuan warga itu, kali ini hanya dihadiri keluarga besar Kasepuhan Girikusumo dengan menerapkan sejumlah protokol kesehatan guna mencegah penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Aji Styawan/aww.Pasukan Patangpuluh Kendi Kasepuhan Girikusumo dengan melingkarkan masker mengirab kendi berisi air dari sumur berkah Girikusumo bak fon berkah alam dalam prosesi Tradisi Kirab Sura Girikusumo di Desa Banyumeneng, Mranggen, Demak, Jawa Tengah, Kamis (20/8/2020). Adat istiadat menjabat tahun baru Islam 1 Muharram 1442 Hijriyah atau satu Sura yang galibnya dihadiri beribu-ribu penduduk itu, kali ini hanya dihadiri keluarga besar Kasepuhan Girikusumo dengan menerapkan sejumlah protokol kesehatan kelebihan mencegah penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Aji Styawan/aww. Foto: ANTARA FOTO/Sinuhun STYAWAN


2. Kirab Muharram

Farik dengan keraton Yogyakarta, Keraton Surakarta mempunyai leluri 1 Muharram atau Periode Baru Islam adalah Kirab Muharram.


Pagar adat ini adalah upacara nan dilakukan oleh Kastil Surakarta dengan menghadirkan mahesa bule atau mahesa murni eigendom Buya Slamet. Kerbau Bule merupakan satwa kesayangan Susuhunan yang dianggap keramat.


3. Sedekah Argo Merapi

Penghuni Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Boyolali, Jawa Tengah, punya adat istiadat Sedekah Bukit Merapi tiap 1 Muharram/Suro.

Tradisi dilakukan dengan melarung kepala kerbau di distrik puncak gunung yang lazimnya diikuti banyak insan.


4. Ritual Malam Gunung Lawu

Plong malam 1 Suro, masyarakat sekitar Gunung Lawu punya tradisi koteng yakni naik Argo Lawu dahulu bervariasi jalur yang terhidang.

Tali peranti ini enggak doang diikuti publik sekitar saja. Rata-rata para pendaki khusus datang ke Jabal Lawu pada Tahun Baru Hijriah.


5. Berziarah di Argo Tidar

Kebun Raya Jabal Tidar, Magelang, lekat dengan kebiasaan masyarakat di sekitar lokasi wisata tersebut tiap malam 1 Suro.

Masyarakat biasanya mendaki ardi tersebut dan berziarah di makam Syekh Subakir, Kyai Sepanjang, dan Bapak Semar yang dulu ikut camur agama Islam di lahan Jawa.


6. Tradisi Ngadulang

Berlainan dengan tradisi lazimnya di Jawa, umum Sunda di Jawa Barat memiliki tradisi yang dinamakan Ngadulang.

Ngadulang yakni keseleo suatu acara yang diselenggarakan makanya pemerintah Sukabumi bagi merayakan tahun baru Islam. Di tahun baru Selam, terserah perlombaan menabuh bedug nan menarik dan wajib diikuti.


7. Tradisi Nganggung

Periode Mentah Selam, 1 Muharram di Pangkalpinang, Bangka memiliki keseruan tersendiri. Dalam program Nganggung, publik datang ke masjid dan mengirimkan dulang berisi rahim dan lauk pauk lakukan dinikmati bersama.


8. Pawai Obor

Di sebagian ki akbar daerah, kegiatan Musim Bau kencur Islam dilakukan dengan karnaval obor. Dengan mengenakan pakaian muslim, publik berpawai memegang oncor keliling desa/kampung untuk merayakan tahun baru hijriyah.

Tradisi membagikan bubur asyura masih dilestarikan oleh masyarakat di Kudus. Tradisi peninggalan Sunan Kudus itu mengajakar sikap saling berbagi pada sesama.Tradisi membagikan bubur asyura masih dilestarikan oleh publik di Zakiah. Tradisi peninggalan Sunan Salih itu mengajakar sikap silih berbagi pada sesama. Foto: ANTARA FOTO/YUSUF NUGROHO


9. Bubur Asyura

Di Kalimantan, ada rahim individual yang adanya hanya di tahun baru Islam merupakan bubur asyura. Bubur ini terbuat berbunga beras nan dimasak lama dengan santan dan dicampur dengan berbagai diversifikasi sayur-sayuran.

Untuk membuat bubur Asyura diperlukan sembilan bahan kiat terdahulu. Mulai semenjak beras, jagung, singkong, ubi kayu jalar, bin hijau, kacang tolo, kedelai petak, kacang kacang hingga ubi atau singkong.

10. Mabit di Masjid

Masyarakat Jakarta punya perayaan 1 Muharram nan sepan bagi dicontoh. Masjid-musala di Jakarta gegares menyelenggarakan mabit puas lilin lebah Tahun Baru Islam.

Galibnya kegiatan Tahun Baru Selam ini diisi dengan ceramah agama dengan tujuan untuk berbuat refleksi diri sejauh menginap di masjid.

Simak Video “Sambut Periode Baru Islam, Pesuluh di Sidrap Gelar Parade Obor

[Ketola:Video 20detik]
(faz/lus)

Source: https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5675250/10-tradisi-sambut-tahun-baru-islam-di-indonesia-apa-saja

Posted by: caribes.net