Kenaikan Isa Almasih Bahasa Inggris

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Waktu Liturgi
Gereja Ritus Barat
  • Adven
  • Natal
  • Epifani
  • Masa Biasa
  • Masa Pra-Paskah
    • Alat pernapasan Abu
  • Pekan Suci
    • Jumat Dukacita
    • Minggu Palma
    • Senin Zakiah
    • Selasa Suci
    • Alat pernapasan Suci
    • Kamis Nirmala
    • Jumat Agung
    • Sabtu Jati
    • Ahad Paskah
    • Senin Paskah
  • Pertambahan
  • Pentakosta
Gereja Ritus Timur
  • Eksaltasi Kayu palang
  • Puasa Natal
  • Natal
  • Teofani
  • Prapuasa Agung
  • Puasa Agung
    • Senin Bersih
    • Minggu Ortodoksi
  • Pekan Suci
    • Minggu Palma
    • Senin Suci
    • Selasa Suci
    • Alat pernapasan Suci
    • Kamis Putih
    • Jumat Agung
    • Sabtu Jati
  • Paskah
  • Pentakosta
  • Alterasi
  • Tertidurnya Theotokos

Kenaikan Yesus Kristus
yaitu hal yang terjadi 40 hari setelah Kebangkitan Yesus, di mana disaksikan oleh murid-murid-Nya, Yesus Kristus terangkat naik ke langit dan kemudian hilang dari rukyat sehabis terpejam gegana, seperti nan dicatat intern babak Perjanjian Bau kencur di Alkitab Serani.

Kitab Kisah Para Nabi mencatat makin detail mengenai interlokusi antara Yesus dan petatar-siswa-Nya menjelang kenaikan-Nya.[1]
Para murid Yesus digambarkan masih belum memahami ter-hormat fungsi seluruh peristiwa yang mereka alami. Banyak dari mereka yang masih berharap bahwa Yesus akan memulihkan imperium Daud nan runtuh sejak dikalahkan oleh Kerajaan Babel.[2]
Tetapi Yesus mempunyai misi lain nan bukan bermula dunia. Anda berpesan kepada murid-muridnya: “… dia akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan menjejak ujung bumi.”[3]
Dan pasca- meninggalkan pesan itu, dicatat bahwa Yesus terangkat ke sorga, sambil disaksikan oleh murid-muridnya. Hal itu membentuk mereka tercengang. Cuma dua malaikat Sang pencipta menampakkan diri dan mengingatkan mereka akan wanti-wanti yang sudah diberikan Yesus kepada mereka.

Latar Belakang

[sunting
|
sunting sumber]

Sejauh 40 masa setelah kebangkitan-Nya pada hari Minggu (yaitu 3 perian sesudah kematian-Nya di atas papan salib), Yesus menunjukkan diri-Nya kepada para pelajar, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Kamu kehidupan. Yesus berulang-ulang menampakkan diri dan bersuara kepada mereka tentang Kerajaan Yang mahakuasa.[4]

Konversasi terakhir sebelum kenaikan

[sunting
|
sunting sendang]

  • Pada hari kenaikan-Nya, detik Sira makan sederum dengan mereka, Beliau melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka habis di situ menantikan janji Bapa, yang—demikian prolog-Nya–“telah kamu dengar ketimbang-Ku. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi lain lama lagi kamu akan dibaptis dengan Jibril.”[5]
  • Percakapan ini rupanya berlangsung sambil berjalan ke asing ii kabupaten Yerusalem ke jihat Betania di sebelah timur.[6]
  • Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: “Halikuljabbar, maukah Dia pada hari ini memulihkan kerajaan untuk Israel?”[2]
  • Jawab Yesus: “Engkau tidak terbiasa mengetahui tahun dan waktu, yang ditetapkan Bapa koteng menurut kuasa-Nya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Nyawa Bersih ambruk ke atas ia, dan beliau akan menjadi saksi-Ku di
    Yerusalem
    dan di seluruh
    Yudea
    dan
    Samaria
    dan sampai ke
    ujung manjapada.”
    [7]

Peristiwa Kenaikan

[sunting
|
sunting mata air]

Alkitab Markus, Injil Lukas dan Kitab Kisah Para Rasul mengingat-ingat peristiwa pertambahan ini secara eksplisit. Injil Matius dan Injil Yohanes tidak menyebutkan secara jelas, melainkan hanya merujuknya.

  • Markus mencatat bahwa setelah Allah Yesus menyampaikan pesan-pesan anak bungsu kepada murid-murid-Nya,
    terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Yang mahakuasa. (Markus 16:19)

Verba “terangkat” seperti mana nan digunakan dalam
Kisah Para Rasul 1:2.[8]

  • Lukas mencatat: Yesus mengangkut mereka ke luar daerah tingkat Yerusalem sampai dekat Betania. Di situ Ia menggotong tangan-Nya dan memberkati mereka. Dan saat Beliau sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan
    terangkat ke sorga. Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita. (Lukas 24:50-52)
  • Kisah Para Rasul mengingat-ingat: Setelah Yesus mengatakan pengenalan-pengenalan terakhirnya,
    terangkatlah Dia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari penglihatan mereka. Ketika mereka sedang menatap ke langit hari Ia menanjak itu, mendadak berdirilah dua orang yang berpakaian tulen hampir mereka, dan berucap kepada mereka: “Hai orang-basyar Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, nan terangkat ke sorga menjauhi dia, akan
    datang pula
    dengan
    cara yang sejajar
    seperti mana anda melihat Dia naik ke sorga.” (Kisah Para Utusan tuhan 1:9-11)

Injil Matius bukan memuat catatan kejadian kenaikan, tetapi memuat satu rujukan kepada hasil akhirnya (paralel dengan
Markus 14:62
dan
Lukas 22:69):[8]

  • Matius 26:64

    Jawab Yesus: “Anda telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, berangkat sekarang kamu akan melihat
    Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Jabar
    dan menclok di atas gegana-awan di langit.”

Injil Yohanes hanya memuat tiga rujukan pendek di n domestik ucapan Yesus sendiri:[9]

  • Yohanes 3:13

    “Tidak ada seorangpun nan sudah lalu
    naik ke sorga, selain dari puas Dia yang telah jatuh dari sorga, yaitu Anak Hamba allah.”
  • Yohanes 6:62

    “Dan bagaimanakah, sekiranya beliau melihat
    Anak Manusia menaiki ke tempat di mana Ia sebelumnya bakir?”
  • Yohanes 20:17

    Prolog Yesus kepadanya: “Janganlah engkau menyandang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada ari-ari-tali pusar-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan
    menghindari kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.

Dalam rujukan pertama dan kedua Yesus mengklaim sebagai “seorang yang seperti anak manusia” n domestik Daniel 7 (Daniel 7:13-14).[10]

Bermacam rupa surat (Roma 8:34; Efesus 1:19-20; Kolose 3:1; Filipi 2:9-11, 1 Timotius 3:16; 1 Petrus 3:21-22) kembali merujuk kepada peristiwa kenaikan, dan sebagaimana dalam Injil Lukas, Injil Yohanes dan Narasi Para Rasul, mengkaitkannya dengan “pemuliaan” sesudah kebangkitan, di mana Yesus terangkat naik ke sorga kemudian duduk di sebelah kanan Allah.[11]

  • Roma 8:34

    Kristus Yesus, nan telah nyenyat? Apalagi malah: yang telah kumat, nan pula
    duduk di sebelah kanan Yang mahakuasa, yang malah menjadi Pembela buat kita?
  • Efesus 1:19-20

    dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan fungsi kuasa-Nya, yang diselesaikan-Nya di n domestik Kristus dengan membangkitkan Dia bersumber antara orang mati dan
    mendudukkan Kamu di sebelah kanan-Nya di sorga
  • Kolose 3:1

    Karena itu, jika kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada,
    duduk di arah kanan Allah.
  • Filipi 2:9-11

    Itulah sebabnya Allah
    lewat menyaringkan Dia
    dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala apa cap, biar intern nama Yesus bertekuk lutut segala yang terserah di langit dan nan terserah di atas mayapada dan yang suka-suka di bawah bumi, dan apa pengecap menyanggupi: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” untuk kemuliaan Allah, Bapa!
  • 1 Timotius 3:16

    sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: “Dia, nan telah menyatakan diri-Nya kerumahtanggaan rupa insan, dibenarkan intern Roh; nan menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara nasion-nasion nan enggak mengenal Yang mahakuasa; nan dipercayai di intern dunia,
    diangkat dalam keluhuran.”

Verba “diangkat” sama dengan yang digunakan dalam
Kisahan Para Nabi 1:2.[8]

  • 1 Petrus 3:21-22

    Juga beliau sekarang diselamatkan oleh kiasannya, adalah baptisan –maksudnya bukan buat membersihkan kenajisan raga, melainkan bikin memohonkan hati sifat bawaan nan baik kepada Allah–oleh kebangkitan Yesus Kristus, yang
    duduk di sisi kanan Sang pencipta, setelah Ia naik ke sorga
    sesudah segala malaikat, kuasa dan maslahat ditaklukkan kepada-Nya.

Tulisan sahifah Petrus yang rupanya merujuk kepada
Markus 16:19
itu didukung oleh Ibrani 1:3, 10:12; 12:2.[12]

  • Ibrani 1:3 –
    Sira adalah cahaya keagungan Almalik dan tulang beragangan wujud Allah dan menopang apa nan suka-suka dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Engkau
    selesai mengadakan penyucian dosa, Beliau duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat nan tinggi
  • Ibrani 10:12 –
    Tetapi Kamu, setelah menyembahkan semata-mata satu korban saja karena dosa,
    Ia duduk bagi selama-lamanya di arah kanan Almalik
  • Ibrani 12:2 –
    Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita privat iman, dan yang membawa iman kita itu kepada keutuhan, yang dengan mengabaikan kekejian tekun memikul salib ubah sukacita yang disediakan bagi
    Beliau, yang sekarang duduk di sebelah kanan singgasana Tuhan.

Selain itu Efesus 4:10, Ibrani 4:14 dan Yahudi 7:26 juga menyiratkan proses kenaikan itu.[8]

  • Efesus 4:10

    Beliau yang sudah runtuh, Sira pula yang
    telah panjat jauh lebih tinggi semenjak lega semua langit, kerjakan memenuhkan segala sesuatu.
  • Ibrani 4:14

    Karena kita kini punya Padri Ki akbar Agung, yang
    telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Sang pencipta, baiklah kita kukuh bersandar pada pengakuan iman kita.
  • Ibrani 7:26

    Sebab Rohaniwan Besar yang demikianlah yang kita perlukan: merupakan yang alim, minus salah, sonder noda, nan terpisah dari orang-orang berdosa dan
    makin tinggi tinimbang tingkat-tingkat sorga

Stefanus yaitu pemuja Kristus pertama yang dibunuh karena imannya, dan menjelang kematiannya detik dirajam bisikan ia mendapat pandangan dalam kuasa Roh kudus bahwa Yesus fertil di sisi kanan (tempat otoritas) Allah (Kisah Para Rasul 7:55,56), yang serampak memberikan kesaksian bahwa Yesus telah naik dan bersemayam di sorga.[8]

  • Narasi Para Nabi 7:55,56

    Cuma Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu meluluk kemuliaan Allah dan
    Yesus bersimbah di sebelah kanan Allah. Lalu katanya: “Sungguh, aku melihat langit terbuka dan
    Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Sang pencipta.”

Lokasi Peningkatan

[sunting
|
sunting sumber]

  • Di luar ii kabupaten Yerusalem, dempet Betania,[6]
    di gunung yang disebut Bukit Zaitun, yang sahaja “seperjalanan Sabat” jauhnya dari Yerusalem.[13]
    “Seperjalanan Sabat” itu berjarak kira-sangkil 2000 langkah atau sekitar 1,5 km (1 mil).
  • Jelas eskalasi ini bukan di n domestik kota Betania, nan terletak di sebelah timur Ardi Zaitun, duga-terka 3 kilometer (2 mil) di timur Yerusalem.
  • Bukit Zaitun (bahasa Inggris:

    Mount Olivet

    atau
    Mount Olive) terdiri dari 3 puncak yang ki bertambah sekeliling 2 kilometer (1,5 mil).
  • Gereja “Church of the Holy Ascension” pernah didirikan di sana, sebelum direbut oleh Saladin periode 1187 dan diubah menjadi zawiat “Kapel Kenaikan” (Chapel of Ascension) sampai sekarang. Menurut tradisi, ini adalah tempat kenaikan Yesus.

Kelanjutan lakukan peserta-murid Yesus

[sunting
|
sunting sendang]

  • Injil Markus mencatat secara garis osean bahwa setelah itu pergilah murid-murid Yesus mempublikasikan Bibel ke segala penjuru, dan Tuhan turut berkreasi dan meneguhkan firman itu dengan perlambang yang menyertainya.[14]
  • Injil Lukas mencatat bahwa segera setelah pulang ke Yerusalem dengan sukacita, para petatar senantiasa congah di dalam Bait Allah dan memuliakan Almalik. Catatan kecil ini menjadi penghubung ke Kisah Para Nabi yang juga ditulis maka dari itu Lukas.
  • Kisah Para Rasul mencatat bahwa rasul-rasul itu pula ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bukit Zaitun, yang saja seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem. Pasca- menunggu 10 hari di Yerusalem, para murid mengalami pencurahan Jibril pada hari raya Shavuot atau Pentakosta, dan kemudian mereka mulai memberitakan Bibel ke seluruh dunia. Kaprikornus sreg akhirnya sama dengan catatan dalam Injil Markus.

Hari Raya Pertambahan Yesus Kristus

[sunting
|
sunting sumber]

Hari raya
Kenaikan Yesus Kristus
atau
Kenaikan Isa Almasih
(Mikraj Isa Almasih) merupakan logo hari raya umat Kristen bagi memperingati eskalasi Yesus ke sorga. Perayaan berpindah ini selalu drop pada hari Kamis, 40 hari setelah hari raya Paskah, 10 masa sebelum hari raya Pentakosta.

N domestik kesenian Kristen

[sunting
|
sunting sumber]

Kisah Peningkatan sudah sering menjadi subjek Seni Kristen.[15]
Memasuki abad ke-6 ilmu area Peningkatan telah terbentuk dan memasuki abad ke-9 penggalan Pertambahan sudah lalu digambarkan lega kubah-kubah dom.[16]
[17]
Rabbula Gospels (c. 586) memuat sejumlah lukisan Pertambahan tertua.[17]
Kebanyakan lukisan Kenaikan mempunyai dua bagian, yakni bagian atas bikin pemandangan sorgawi dan bagian bawah bakal pemandangan keduniaan. Kristus yang sedang terangkat panjat boleh mengapalkan panji Kebangkitan alias kerumahtanggaan postur memberi berbahagia dengan pendamping-Nya.[18]
Kampanye pengudusan oleh Kristus dengan asisten ditujukan kepada kelompok di dunia di dasar-Nya dan memberi makna bahwa Ia medium memberkati seluruh Dom.[19]
Di tangan kiri-Nya, Ia bisa mengirimkan suatu kitab Bibel atau gulungan, membagi makna pencekokan pendoktrinan dan pemberitaan Injil.[19]

Tradisi Timur

[sunting
|
sunting sumber]

Tali peranti Barat

[sunting
|
sunting sumber]

Argo Oliva dan Kapel Kenaikan

[sunting
|
sunting sumber]

The Ascension edicule, “Kapel Kenaikan”, Yerusalem.

Situs Kenaikan secara tradisional adalah Ancala Zaitun (“Mount Olivet” atau “Mount of Olives“), di mana terwalak desa Betania. Sebelum perpindahan agama Sri paduka Konstantinus pada tahun 312 M, sosok Kristen mula-mula memperingati Kenaikan Kristus dalam suatu gua di giri itu, dan memasuki waktu 384 Kenaikan diperingati di kancah sekarang, lebih ke atas bukit dari korok tersebut.[20]

Sekitar tahun 390 seorang perawan Romawi mampu bernama Poimenia mendanai pembangunan bangunan gereja yang disebut “Eleona Basilica” (elaion
privat bahasa Yunani berarti “kebun zaitun”, dari
elaia
“pohon zaitun,” dan sering disebutkan kemiripannya dengan kata
eleos
nan signifikan “rahmat, anugerah”). Gereja ini dihancurkan makanya tentara Persia Sasaniyah sreg tahun 614. Kemudian dibangun pun, dihancurkan, dan dibangun lagi oleh bala Perang Kayu silang. Basilika terakhir ini dihancurkan oleh suku bangsa Mukminat, menyisakan doang suatu bangunan bermuka-delapan berdosis 12×12 meter (disebut sebuah
martyrium—”memorial”—atau “Edicule“) yang masih ada sampai masa ini.[21]
Situs ini akhirnya dikuasai oleh dua emisari Saladin pada tahun 1198 dan tetap menjadi hoki Wakaf Selam Yerusalem sejak momen itu.

Kapel Pertambahan (Chapel of the Ascension) sekarang merupakan panggung murni bagi orang Kristen dan Mukminat, yang diyakini menandai tempat di mana Yesus terangkat panjat ke sorga; dalam dom bulat ini terdapat sebuah batu dengan gelanggang tapak tungkai Yesus.[20]
Katedral Ortodoks Rusia sekali lagi punya sebuah Konven Peningkatan (Convent of Ascension) di puncak Bukit Oliva.

Lihat kembali

[sunting
|
sunting sumber]

  • Urut-urutan vitalitas Yesus
  • Kemunculan Yesus pasca- kebangkitan
  • Kedatangan Yesus Kristus kedua mana tahu
  • Butir-butir Agung
  • Bagian Alkitab yang berkaitan: Matius 26, Markus 16, Lukas 24, Yohanes 6, Yohanes 20, Narasi Para Utusan tuhan 1, 1 Petrus 3

Pustaka

[sunting
|
sunting sumber]


  1. ^


    Kisah Para Rasul 1:4-12
  2. ^


    a




    b




    Kisah Para Rasul 1:6

  3. ^


    Kisahan Para Utusan tuhan 1:8

  4. ^


    Kisah Para Rasul 1:3

  5. ^


    Kisahan Para Rasul 1:4-5
  6. ^


    a




    b




    Lukas 24:50

  7. ^


    Cerita Para Nabi 1:7-8
  8. ^


    a




    b




    c




    d




    e



    How Did Jesus Leave The Earth? (The Ascension) – Frequently Asked Questions Diarsipkan 2022-04-13 di Wayback Machine. – Answered by Don Stewart. Blue Letter Bible. Diakses 12 April 2022.

  9. ^

    Holwerda 1979, hlm. 310.

  10. ^

    Köstenberger 2004, hlm. 85.

  11. ^

    McDonald 2004, hlm. 21.

  12. ^


    Ibrani 1:3; 10:12; 12:2

  13. ^


    Narasi Para Rasul 1:12

  14. ^


    Markus 16:19

  15. ^

    Becchio & Schadé 2006, unpaginated.

  16. ^

    Baggley 2000, hlm. 137-138.
  17. ^


    a




    b



    Jensen 2008, hlm. 51-53.

  18. ^

    Earls 1987, hlm. 26-27.
  19. ^


    a




    b



    Ouspensky & Lossky 1999, hlm. 197.
  20. ^


    a




    b



    Web: 4 April 2022. Chapel of the Ascension, Jerusalem(Sacred destinations)

  21. ^

    Web: 4 April 2022. Chapel of the Ascension

Pustaka

[sunting
|
sunting sumber]

  • Aune, David (2003a). “Ascent, heavenly”.
    The Westminster Dictionary of New Testament and Early Christian Literature and Rhetoric. Westminster John Knox Press. ISBN 9780664219178.



  • Aune, David (2003b). “Cosmology”.
    The Westminster Dictionary of New Testament and Early Christian Literature and Rhetoric. Westminster John Knox Press. ISBN 9780664219178.



  • Baggley, John (2000).
    Festival Icons for the Christian Year. St Vladimir’s Seminary Press. ISBN 9780881412017.



  • Becchio, Bruno; Schadé, Johannes P. (2006). “Ascension”.
    Encyclopedia of World Religions. Foreign Alat angkut Group. ISBN 9781601360007.



  • Burkett, Delbert (2002).
    An introduction to the New Testament and the origins of Christianity. Cambridge University Press. ISBN 9780521007207.



  • Charlesworth, James H. (2008).
    The Historical Jesus: An Essential Guide. Abingdon Press. ISBN 9781426724756.



  • Collins, Adela Yarbro (2000).
    Cosmology and Eschatology in Jewish and Christian Apocalypticism. BRILL. ISBN 9004119272.



  • Cresswell, Peter (2013).
    The Invention of Jesus: How the Church Rewrote the New Testament. Duncan Baird Publishers. ISBN 9781780286211.



  • Cross, F.L.; Livingstone, Elizabeth A. (2005). “Ascension”.
    The Oxford Dictionary of the Christian Church. Oxford University Press. ISBN 9780192802903.



  • Dawson, Gerrit (2004).
    Jesus Ascended: The Meaning of Christ’s Continuing Incarnation. Bloomsbury. ISBN 9780567119872.



  • Earls, Irene (1987).
    Renaissance Art: A Topical Dictionary. ABC-CLIO.



  • Farrow, Douglas (2011).
    Ascension Theology. Bloomsbury.



  • Farrow, Douglas (2004).
    Ascension And Ecclesia. A&C Black.



  • Holwerda, D.E. (1979). “Ascension”. Privat Bromiley, Geoffrey.
    The International Tunggul Bible Encyclopedia. Eerdmans.



  • Hurtado, Larry W. (2005).
    Lord Jesus Christ: Devotion to Jesus in Earliest Christianity. Eerdmans.



  • Knight, Douglas A.; Levine, Amy-Jill (2011).
    The Meaning of the Bible: What the Jewish Scriptures and Christian Old Testament Can Teach Us. HarperCollins.



  • Jensen, Robin M. (2008). “Art in Early Christianity”. Dalam Benedetto, Robert; Duke, James O.
    The New Westminster Dictionary of Church History. Westminster John Knox Press.



  • Köstenberger, Andreas J. (2004).
    John. Baker Academic.



  • Lee, Si Meyng (2010).
    The Cosmic Sandiwara bangsawan of Salvation. Mohr Siebeck. ISBN 9783161503160.



  • Lincoln, Andrew (2004).
    Paradise Now and Not Yet. Cambridge University Press. ISBN 9780521609395.



  • McDonald, Lee Martin (2004). “Acts”. Kerumahtanggaan Combes, Isobel A. H.; Gurtner, Daniel M.
    Bible Knowledge Background Commentary. David C Cook. ISBN 9780781440066.



  • Müller, Mogens (2016). “Acts as biblical rewriting of the gospels and Paul’s letters”. Kerumahtanggaan Müller, Mogens; Nielsen, Jesper Tang.
    Luke’s Literary Creativity. Bloomsbury. ISBN 9780567665836.



  • Munoa, Phillip (2000). “Ascension”. N domestik Freedman, David Noel; Myers, Allen C.
    Eerdmans Dictionary of the Bible. Eerdmans. ISBN 9789053565032.



  • Najman, Hindy (2014).
    Losing the Temple and Recovering the Future: An Analysis of 4 Ezra. Cambridge University Press. ISBN 9781139915847.



  • Nes, Solrunn (2005).
    The Mystical Language of Icons. Eerdmans. ISBN 9780802829160.



  • Ouspensky, Léonide; Lossky, Vladimir (1999).
    The Meaning of Icons. St Vladimir’s Seminary Press. ISBN 9780913836774.



  • Packer, J.I. (2008).
    Affirming the Apostles’ Creed. Crossway. ISBN 9781433522017.



  • Park, Eung Chun (2003).
    Either Jew Or Gentile: Paul’s Unfolding Theology of Inclusivity. Westminster John Knox Press. ISBN 9780664224530.



  • Pennington, Jonathan Tepi langit. (2007).
    Heaven and earth in the Gospel of Matthew. BRILL. ISBN 9004162054.



  • Quast, Kevin (2011). “Ascension Day”. Dalam Melton, J. Gordon.
    Religious Celebrations: An Encyclopedia of Holidays, Festivals, Solemn Observances, and Spiritual Commemorations. Aksara-CLIO. ISBN 9781598842050.



  • Quast, Kevin (1991).
    Reading the Gospel of John. Paulist Press. ISBN 9780809132973.



  • Seim, Turid Karlsen; Økland, Jorunn (2009).
    Metamorphoses: Resurrection, Body and Transformative Practices in Early Christianity. Walter de Gruyter. ISBN 9783110202991.



  • Schadewald, Robert J. (2008).
    Worlds of Their Own. Xlibris Corporation. ISBN 9781462810031.



  • Seim, Turid Karlsen; Økland, Jorunn (2009).
    Metamorphoses: Resurrection, Body and Transformative Practices in Early Christianity. Walter de Gruyter. ISBN 9783110202984.



  • Stokl-Ben-Ezra, Daniel (2007). “Parody and Polemics on Pentecost”. Dalam Gerhards, Albert; Leonhard, Clemens.
    Jewish and Christian Liturgy and Worship. BRILL. ISBN 9789047422419.



  • Thompson, Richard P. (2010). “Luke-Acts: The Gospel of Luke and the Acts of the Apostles”. N domestik Aune, David E.
    The Blackwell Companion to The New Testament. Wiley–Blackwell. ISBN 9781444318944.



  • Vermes, Geza (2001).
    The Changing Faces of Jesus. Penguin UK. ISBN 9780141912585.



  • Wright, J. Edward (2002).
    The Early History of Heaven. Oxford University Press. ISBN 9780198029816.



  • Zwiep, Arie W. (2016). “Ascension scholarship past present and future”. Dalam Pao, David W.; Bryan, David K.
    Ascent into Heaven in Luke-Acts: New Explorations of Luke’s Narrative Hinge. Fortress Press. ISBN 9781506418964.



  • Zwiep, Arie W. (1997).
    The Ascension of the Messiah in Lukan Christology. BRILL. ISBN 9004108971.



Pranala luar

[sunting
|
sunting sumber]

  • Catholic Encyclopedia: Ascension
  • The Ascension of the Lord S. V. Bulgakov,
    Manual for Church Servers
    (theology and symbolism of the Feast)
  • The Chapel of the Ascension Studium Biblicum Franciscanum, Jerusalem
  • Chapel of the Ascension, Jerusalem Detailed description, history and photos
  • Convent of the Ascension Diarsipkan 2009-05-29 di Wayback Machine. Jerusalem Mission, Russian Orthodox Church
  • Kerygma and Myth
    by Rudolf Bultmann and Five Critics (1953) edisi online – memuat kertas kerja “The New Testament and Mythology” dengan kajian reaktif dan respons berpunca Bultmann



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Kenaikan_Yesus_Kristus

Posted by: caribes.net