Kenapa Biarawati Tidak Boleh Menikah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia nonblok

Petapa wanita di berbagai macam belahan dunia

Biarawati
(berdasarkan kata biara dengan akhiran -wati) yaitu koteng perempuan yang secara sukarela meninggalkan spirit keduniaan dan memfokuskan hidupnya kerjakan sukma agama di suatu biara atau tempat ibadah. Istilah ini bisa ditemui di plural agama seperti Katolik, Kristen Timur (Kristen Ortodoks, Ortodoks Oriental, dll), Anglikan, Jain, Lutheran, dan Buddhisme.

Petapa wanita kerumahtanggaan agama Katolik adalah perempuan nan terkonsentrasi dalam satu tarekat atau ordo religius. Di Indonesia para petapa wanita biasanya dipanggil
suster
(berbunga bahasa Belanda
zuster
yang berfaedah ‘saudara perempuan’). Para suster biasanya berkreasi di latar pendidikan (biasa dan nonformal), kesehatan, dan pelayanan sosial di lingkungan dom alias masyarakat mahajana seperti dukun beranak-suster CB, SSPS, JMJ, SMSJ, SND, PRR, dsb). Cak semau kembali pada beberapa tarekat religius biarawati yang membebaskan kepada peladenan religius melangkaui wirid (internal gereja Katolik dikenal dengan biara suster kontemplatif) sebagaimana dukun bayi-dukun bayi Ordo Karmel Tak Berkasut (OCD) dan Suster SSPS Adorasi Abadi.

Seperti halnya rohaniwan, biarawati lain menikah karena telah mengucapkan atau mendeklarasikan 3 kaul yakni kaul kemurnian, kaul ketaatan, dan kaul kemiskinan kerumahtanggaan suatu komunitas religius.

Kaul-kaul

[sunting
|
sunting sumur]

Kaul merupakan ikrar sukarela kepada Allah, untuk melaksanakan suatu tindakan yang kian paradigma. Kaul merupakan dasar sukma membiara yang disahkan oleh Gereja, di mana para anggota nan terkonsentrasi dalam suatu komunitas religius mengemudiankan untuk memperjuangkan kesempurnaan lalu sarana-sarana ketiga kaul religius, merupakan kaul kefakiran, kemurnian, dan ketaatan, yang diamalkan sesuai dengan peraturan.

Kaul kemiskinan

[sunting
|
sunting sumber]

Kaul kemiskinan adalah pelepasan sukarela hoki atas nasib baik atau penggunaan milik tersebut dengan harapan buat menyabarkan Yang mahakuasa. Semua harta peruntungan dan barang-barang menjadi milik Kongregasi, atau tarekat. Khalayak tidak pun memiliki kepunyaan atas barang apa saja nan diberikan kepadanya, entah barang entah uang lelah. Semua derma dan hadiah, yang barangkali diberikan kepadanya andai ungkapan terima kasih alias ungkapan enggak apa lagi, menjadi hak Kongregasi. Keutamaan Kemiskinan adalah keutamaan injili yang menunda hati untuk melepaskan diri dari barang-barang fana; karena kaulnya, biarawan/wati terikat maka itu kewajiban itu.

Kaul kemurnian

[sunting
|
sunting sumber]

Kaul otentisitas mewajibkan manusia lepas perkawinan dan menghindari barang apa sesuatu nan dilarang maka dari itu perintah keenam dan kesembilan. Setiap kesalahan melawan keutamaan kemurnian juga merupakan pelanggaran terhadap kaul kemurnian sebab di sini tidak ada perbedaan antara kaul kemurnian dan keutamaan kemurnian. Dengan mengucapkan kaul ini, orang membaktikan diri secara total dan menyeluruh kepada Kristus.

Kaul ketaatan

[sunting
|
sunting sumber]

Kaul Ketaatan lebih tinggi ketimbang dua kaul yang permulaan. Sebab, kaul ketaatan ialah satu kurban, dan ia makin berarti karena ia membangun dan menjiwai bodi religius. Dengan kaul loyalitas petapa laki-laki/wati berikrar pada Sang pencipta bagi taat kepada para pimpinan yang normal dalam apa sesuatu yang mereka perintahkan demi peraturan. Kaul loyalitas membuat biarawan/wati bergantung kepada didikan atas asal peraturan-regulasi sepanjang hayatnya dan privat segala urusannya. Keutamaan loyalitas lebih luas ketimbang kaul ketaatan; keutamaan ini mencaplok predestinasi dan kanun, dan bahkan selang-nasihat para arahan. Memenuhi perintah dengan lugu dan sempurna – ini disebut kepatuhan kehendak kalau karsa mendorong budi bagi menunduk kepada petuah pimpinan. Sehubungan dengan ini, bagi menunjang ketaatan.


Dari ketiga kaul itu pula berlaku buat imam biarawan, misalnya: CM, CDD, SJ, SVD, OMI, MSF, OCarm, CICM, OFM Cap, dan sebagainya. Kita perlu memahami bahwa imam-imam projo (pr), dioses, bukanlah imam-pastor petapa laki-laki.

Tiga kaul yang menjadi sumber akar nyawa koteng ruhban-biarawati yaitu cara mewujudkan iman yang radikal sesuai nasihat Injil. Gereja berkeyakinan bahwa tiga keadaan itulah nan menjadi inti pecah ujar-ujar Injil nan diwartakan Yesus.

Lihat pula

[sunting
|
sunting sumber]

  • Petapa laki-laki, sebutan ekuivalen kerjakan junjungan-junjungan.
  • Merpati biarawati

Pranala luar

[sunting
|
sunting sumber]

  • (Inggris)
    Sisters of the Third Order of St. Francis
    [
    pranala nonaktif permanen
    ]

  • (Inggris)
    Poor Clare nuns in Rockford, Illinois Diarsipkan 2006-09-10 di Wayback Machine.
  • (Inggris)
    Nuns from Catholic Encyclopedia
  • (Inggris)
    A Blog about Being a Catholic Nun in Today’s World
  • (Inggris)
    A Biography of a Vajrayana Buddhist Nun
  • (Inggris)
    Martin Luther’s letter To Several Nuns, August 6, 1524.
  • (Inggris)
    Absah Information for Nuns
  • (Inggris)
    PhD thesis on former nuns and sex
  • (Inggris)
    Sakyadhita — The International Association of Buddhist Women



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Biarawati

Posted by: caribes.net