Keragaman Budaya Indonesia Beserta Gambarnya


Indonesia merupakan negara kepulauan yang habis luas. Wilayah Indonesia terpasang terbit Sabang sampai Merauke. Pancasila perumpamaan radiks negara. Penis Garuda sebagai lambang negara.

Puas kaki Burung Garuda terdapat pita nan bertuliskan Semboyan Bangsa Indonesia yaitu Bhinneka Tunggal Ika yang artinya berbeda-beda semata-mata tetap suatu jua. Tulisan Bhinneka Tunggal Ika diambil dari kitab Sutasoma karangan Empu Tantular puas masa kerajaan Majapahit, yaitu sreg masa pemerintahan Hayam Wuruk dengan patihnya Gajah Mada.

Makna dari semboyan tersebut memberikan kesadaran bahwa negara kita adalah negara yang besar dengan kemajemukan tungkai nasion dan budaya. Keragaman suku bangsa dan budaya merupakan kekayaan bangsa kita.

Berikut ini 34 Provinsi di Indonesia dengan suku, bahasa daerah, pakaian resan, joget, apartemen resan, senjata tradisional, perlengkapan musik, lengkap disertai dengan gambar.

Keragaman suku bangsa dan budaya

Etiket Distrik DI PULAU SUMATRA

Pulau Sumatra

1.Provinsi Nanggro Aceh Darussalam (NAD) Ibukota nya yakni Banda Aceh

Provinsi Nangro Aceh Darussalam




Berdiri :
7 Desember 1959
Radiks Hukum :
UU 24/1956
Letak :Pulau Sumatera ( 2º-6ºLU dan 95º-99ºBT )
Tanda Plat Nomor Wahana :
BL
Luas Provinsi :
57.365,57 km².
Pangkalan Udara :
Sultan Iskandar Muda (Blang Bintang – Banda Aceh)
Pangkalan Laut :
Balohan (Sabang)
Pahlawan :
Teuku Umar, Cut Nyak Dhien, Teuku Cik Di Tiro, Teuku Nyak Arief, Sri paduka Iskandar Muda,dll.

Perguruan Hierarki Negeri dan Swasta :
Universitas Syah Kuala (UNSYIAH),Perhimpunan Iskandar Muda (UNIDA) Sekolah tinggi Muhammadiyah (UNMUHA), IAIN Ar-Raniry, Sekolah tinggi Malikussaleh
(Lhokseumawe), Universitas Abulyatama (Ii kabupaten Baro, Aceh Osean), Sekolah Tataran Mantra Kehutanan (STIK), Politeknik Kewedanan Lhokseumawe

Makanan Distingtif Kawasan :
Timpan, Matang udang cumi, Gulai Aceh,Daging masak pedas,
Korma kambing, Sie Reubeouh cuka, Gulai kepala ikan, Meuseukat, Kanji Rumbi,dll.

Obyek Pariwisata :
Cagar alam Gunung Leuser, Mesjid Raya Baiturrahman, Yojana Laut Pulau Rubiah, Danau Anuek Laot, Iboih, Panggung Kerajaan Samudera Pasai, Pesiraman Air Panas Silang Balek, Yojana Putroe Phang, Pinto Khop, Haud Laut Batil, Taman pustaka Islam Kapling Abee (khusus menyimpan buku-sentral Selam), Museum Daerah Banda Aceh, Gunongan (sebuah bangunan yang merupakan bukit buatan), Benteng Indrapatra dll.

Warisan Sejarah :


1.Kherkoff, Kuburan Belanda nan membuktikan perlawanan
rakyat Aceh terhadap kolonialisme Belanda.
2. Makam Sultan Iskandar Muda, nan merupakan simbol kejayaan bermula Kerajaan Aceh puas masa lalu.

Industri dan Pertambangan :
Industri Semen Andalas, Pupuk AAF, Minyak,Kencana, dan Galuh.

Tarian Tradisional :
Tari Seudati, Tari Saman, Tari Ranup Lam Puan, Tari Meuseukat, Tari Kipah Sikarang Aceh, Tari Aceh Gempar, Tari Indah Ratep Aceh, Tari Rapai Geleng Aceh, Tari Jebluk Kuaih Aunen Aceh, Tari Bungong Seulanga Aceh, Tari Seudati Ratoh Aceh, Tari Nayak Padi Aceh, Tari Surat sita Jaton Aceh, Tari Kipah Sitangke Aceh, Tari Dodaidi Aceh, Tari Likok Puloe Aceh, Tari Didong Gayo Aceh, Tari Tarek Jaring Aceh, Tari Aceh Ek U Gle, Tari Aceh Perawan Meukipah Tari Aceh Top Pade.

Rumah Rasam :
Rumoh Aceh, Rumah Krong Pade atau Berandang
Senjata Tradisional :
Rencong, Sikin Panyang, Klewang dan Peudeung oon Teubee.
Lagu Kawasan :
Bungong Jeumpa, Lembah Alas, Piso Surit, Semupakat Segenap.
Kaki :
Aceh, Gayo, Jenggala, Kluet, Melayu Tamiang, Haloban, Devayan, Sigulai, Julu, Singkil, Aneuk Jamee, Simelue, dan Pulau
Bahasa Daerah :
Aceh Gayo, Wana, Aneuk Jamee, Tamiang, Devayan, Simeulue.
Pakaian Resan :
Pidie dan Baju Adat Tradisional Ulee Balang

Rok adat tradisional Aceh biasa adalah Ulee Balang, pakaian tersebut kebanyakan digunakan oleh para paduka tuan dan keluarganya.

Identitas Daerah :
Flora : Bungong Jeumpa (Michelia Champaca), Fauna : Cicimpala Asfar (copsychus pyrropygus)

Alat Musik Tradisional :
Serune Kalee (sumber bunyi : aerofon, ditiup serta terdapat gua yang dimainkan dengan jari sebagai pengatur nada),Canang, Geunderang, Mungmungan, Rapa-ii, Rifai

Julukan :
Daerah tingkat Serambi Mekah

2.Kawasan Sumatera Utara (Sumut) Ibukota nya adalah Arena

Provinsi Sumatra Utara




Berdiri :
7 Desember 1959
Dasar Hukum :
UU 24/1956
Letak :
Pulau Sumatera ( 1º-5ºLU dan 97º-101ºBT )
Label Plat Nomor Ki alat :
BB (Tapanuli) dan BK (Sumatera Utara)
Luas Wilayah :
71.680 km²
Bandar Peledak :
Polonia ( Palagan )
Pelabuhan Laut :
Belawan ( Palagan )
Pahlawan :
Si Singamangaraja XII, Kyai Haji Zainul Arifin, Dr. F. Lumban Tobing, Teungku Amir Hamzah, Mayjen Anumerta DI Panjaitan.

Perguruan Tingkatan Negeri dan Swasta :
Universitas Kewedanan Gelanggang, Perkumpulan Sumatera Utara(USU), IAIN Sumatera Utara, IKIP Medan

Peranakan Idiosinkratis Daerah :
Lalamak, Sagsang, Bika Ambon, Tasak Telu, Anyang, Gulai Tumbuk Daun Ketela pohon, Mie Keling, Palai Bada Sibolga,dll

Obyek Wisata :
Keraton Maimun, Mesjid Raya Medan, Danau Toba, Pulau Nias, Taman Tamasya Sikundur, Museum Resistansi Bukit Pasukan, Museum Daerah Sumatera Utara, Rantau Cermin, Kebun Binatang.

Warisan Sejarah :

1. Biaro Bahal, ditemukan di Padang Sidempuan.
2. Istana Maimun atau Istana Deli.
3. Candi Portibi peninggalan terbit Kerajaan Hindu Tetampan yang memerintah sekitar tahun 1039.
4. Baluwarti nan dibangun sreg masa Imperium Majapahit di tahun 1365.
5.Kober Batu Emir-Raja Batak.

Industri dan Pertambangan :
Minyak Manjapada, Kertas, Tekstil, Tali tap Mobil.

Ajojing Tradisional :
Tari Serampang Dua Belas,Tari Tor Tor, Tari Terang Bulan (Karo) Tari Maena (Nias), Tari Pesta Gembira, Tari Karo Panca Serangkai, Tari Estuari Deli Semenanjung Kura Medan, Tari Dembas Simenguda Tapanuli, Tari Kemuliaan Man Dibata Karo, Tari Bolo-Bolo Karo, Tari Cengkedi Deleng Sumatera Paksina, Tari Ngari-ngari Karo.

Rumah Resan :
Kondominium Bolon
Senjata Tradisional :
Piso Surit, Hujur, Podang, Belati, Piso Gaja Dompak.
Lagu Daerah :
Persiapan Ahu, Bungo Bangso, Cikala Le Pongpong, Bungo Bangso, Butet, Dago Inang Sarge, Lisoi, Madekdek Magambiri, Mariam Tomong, Nasonang Dohita Nadua, Rambadia, Sengko-Sengko, Siboga Tacinto, Sinanggar Tulo, Sing Sing So, Tapian Nauli
Tungkai :
Batak Karo, Batak Simalungun, Batak Fakfak, Batak Angkola, Batak Toba, Melayu, Nias, Batak Mandailing, dan Maya-niskala
Bahasa Distrik :
Batak

Busana Sifat :
Karo dan Selempang

Ulos dianggap oleh masyarakat kaki Batak Karo bak ajimat yang punya kancing magis tertentu.

Identitas Provinsi :
Flora : Rente Kenanga (Canaga Odorata), Binatang : Beo Nias (Gacula Religiusa Robusta)

Alat Nada Tradisional :
Aramba (sumber obstulen : Ideofon, dipukul dengan mengunakan martil khas),Doli-doli, Faritia, Garantung, Gonrang, Hapetan, Kendang Jawi, Gedumba maupun Marwas

Julukan :
Kota Melayu Deli

3.Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Ibukota nya adalah Padang

Provinsi Sumatra Barat




Berdiri :
3 Juli 1958
Dasar Hukum :
UU 61/1958
Letak :
Pulau Sumatera ( 1ºLU-4ºLS dan 98º-102ºBT )
Tanda Plat Nomor Kendaraan :
BA
Luas Wilayah :
425.75 km²
Persinggahan Udara :
Tabing, saat ini menjadi Bandara Antarbangsa Minangkabau (BIM)
Pelabuhan Laut :
Teluk Bayur
Pahlawan :
Teuku Imam Bonjol, Abdul Muis, M.Hatta, H.Agus Salim, Sutan Syahrir, Hj. Rasuna Said, Prof. Muhammad Yamin. dll

Jamiah Negeri dan Swasta :
Universitas Andalas (UNAND), IKIP Padang, IAIN Pater Bonjol

Ki gua garba Spesifik Daerah :
Goreng Padang, Lepat ketan, Gulai Pangek, Paniaram, Daging Asam Padeh, Ayam bakar Padang,dendeng balado, sate padang dll.

Obyek Pelancongan :
Museum Adityawarman, Jam Indang dan Benteng Fort de Kock, Goa Jepang, Taman Siti Nurbaya, Kepulauan Mentawai, Pantai Air Panas, Situ Maninjau, Telaga Singkarak,
Lurah Harau, Lembah Anai, Krang Tirta, Puncak Lawang, dll.

Peninggalan Sejarah :


1. Batu Batu kubur Raja Adityawarman di Limokaum Batusangkar, bertuliskan tahun 1356.
2. Patung Adityawarman ditemukan oleh pemerntah Hindia Belanda di Padangrocok dekat sungai Lansek, nan saat ini disimpan di Museum Nasional Jakarta.
3. Epigraf Raksasa Pagaruyung, di dapatkan  di gunung Kuncung bertahun 1356.
4. Batu bertulis Adityawarman berusul Suroaso ( Batusangkar ).

Industri dan Pertambangan :
Mani Padang, Tenun, Timah, Batubara,dan Granit.

Tarian Tradisional :
Tari Baralek Gadang, Tari Nyiru Minangkabau, Tari Rantak Minangkabau, Tari Galombang Minangkabau, Tari Piring Baluwarti Durian Padang, Tari Pasambahan Minang, Tari Indang Badinding,Tari Sabalah Sumatera Barat, Tari Payuang Padang, Tari Alang Babega Minangkabau, Tari Ambek Ambek Koto Anau Sumatera Barat, Tari Lilin, Tari Reja Pasisia Salatan, Tari Selendang Minangkabau, Tari Barabah Minangkabau, Tari Galombang Pasambahan, Tari Panen, Tari Rancak Minangkabau, Tari Capelin Saji Minangkabau, Tari Rancak Di Nan Jombang, Tari Payung Duo

Kondominium Adat :
Rumah Gadang
Senjata Tradisional :
Karih, Kerambit (di Minang disebut kurambiak/karambiak), Belati, Tombak, Ruduih, Piarit
Lagu Daerah :
Mandung Den Lapeh, Barek Solok, Kayuh Palinggam, Kambanglah Bungo, Kampuang Nan Jauh Di Mato, Ka Parak Tingga, Malam Baiko, Kampuang nan Jauh di Mato, Kambanglah Bungo, Indang Sungai Garinggiang, Rancangan Talu
Suku :
Minangkabau, Melayu, dan Mentawai, Semenanjung Kato, Panyali, Caniago, Sikumbang, dan Gusci
Bahasa Daerah :
Minang
Pakaian Kebiasaan :
Provokasi Sangkar, Pakaian Penghulu, Pakaian Adat Bundo Kanduang, Baju Kurung. Timbunan Ampek

Identitas Kawasan :
Flora : Pohon Andalan (Morus Macroura), Fauna : Kuau Osean (Agusianusargus)

Alat Musik Tradisional :
Saluang (sendang bunyi : Aerofon, ditiup serta terdapat lubang yang dimainkan dengan jari sebagai pengatur nada), Talempong.

Julukan :
Kota Tercinta

4.Daerah Riau Ibukota nya adalah Ahad Baru

Provinsi Riau




Tegak :
25 Juli 1958.
Dasar Hukum :
UU No 61.1958.
Letak :
Pulau Sumatera ( 2ºLU-3ºLU dan 100º-109ºBT )
Tanda Piringan hitam Nomor Kendaraan :
BM
Luas Wilayah :
94.561 km².
Persinggahan Gegana :
Lapangan terbang Dunia semesta Sultan Syarif Kebiri II, Pekanbaru
Pelabuhan Laut :
Bengkalis
Pahlawan :
Pangeran Syarif Kasim II, Raja Haji Fisabilillah, Yamtuan Ali Haji.

Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta :
Universitas Riau ( UNRI ), IAIN Sultan Syarif Kebiri
Lambung Khas Daerah :

Obyek Wisata :
Candi Muara Takus, Rayuan Pantai Nongsa, Komplek Keraton Kerajaan Siak, , Pantai Pasir Jenjang (Pantai Trikora), Suaka Alam Kerumutan, Rantau Ancol Pesona, Semenanjung Senggarai, Taman Laut, Kancah Keraton Gunung Sahilang.

Peninggalan Memori :


1. Komplek Istana Sultan Sri Siak Indapura yang dibangun 1898.

Industri dan Pertambangan  :
Minyak Mayapada, Kencana, Perak, Bauksit dan Kertas, Cumb rubber, plastik, Plywood.

Tarian Tradisional :
Tari Joged Longgokan, Pedang Jenawi, Tari Pembubung, Tari Sinar, Tari Lenggang Melayu, Tari Zapin Sekampung, Tari Zapin, Tari Zapin Kampung Melayu Pekan Plonco, Tari RiuhTambourine.

Kondominium Adat :
Rumah Melayu Selaso Jatuh Kembar.
Senjata Tradisional :
PedangJenawi, Badik Tumbuk Lada.
Lagu Area :
Soleram, Kebangkitan Jawi, Tanjung Katung, Bungo Cempako, Lancang kuning, Ayam Masif Pungguk, Bersantap Sirih, Uyang Bagan Tak Ondak Belaya, Mak Long, Yang dipertuan Tambusai, Selongsong Ngah Balek, Puteri Tujuh, Dedap Durhaka, Kutang Barendo.

Kaki :
Melayu, Akit, Talang Pakcik, Hutan, Sakai, Laut, Bunoi,

Bahasa Kewedanan :
Melayu
Pakaian Aturan :
Teluk Belanga dan Kebaya Labuh

Identitas Area :
Flora : Nibung (Oncosperma Tigilarium ), Satwa : Srindit (Loriculus Pusillus)

Alat Irama Tradisional :
Gambus (sumber obstulen : Kordofon, dipetik dengan menggunakan deriji, serta memainkan nada dengan menggunakan jari), Kompang, Saluang dan Talempong.

Julukan :
Daerah tingkat Bertuah

5.Provinsi Kepulauan Riau Ibukota nya adalah Ancol Pinang

Provinsi Kepulauan Riau




Merembas  :
24 September 2002.
Dasar Syariat  :
UU No 25/2002
Letak :
Pulau Sumatera ( 1ºLS-3ºLS dan 101º-104ºBT )
Tanda Piringan hitam Nomor Ki alat :
BM dan BP (sebagian sudah diganti menjadi BP)
Luas Wilayah :
13.741 km².
Bandar udara :
Hang Nadim (Batam), Bandara Kijang ( Tanjung Pinang) Jenama Baru Bandara Internasional Raja Haji Fisabililah (Diresmikan tanggal 2 April 2008)
Pangkalan Laut :
Pelabuhan Batam
Pahlawan :
Baginda Syarif Kasim II, Tuanku Tambusai
Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta :
Obyek Wisata :
Pulau Penyengat

Pusaka Album :


1. Candi Hilir Takus. Peninggalan Kekaisaran Sriwaijaya di pulau Karimun
2. Puri bekas Yang Dipertuan Muda, salah suatu kejayaan Kerajaan Melayu Riau di pulau Penyengat.
3. Batu bersurat Pasir Tangga ( Batu Bersurat ) di pulau Karimun

Industri dan Pertambangan  :
Busana Jadi dan Batubara, mesin, kimia, industri logam.

Tarian Tradisional :
Tari Tandak,Tari Persembahan, Tari Madah Gurindam Tanjung Pucang, Tari Tabal Riuh-rendah, Dansa Gamelan.

Apartemen Sifat :
Rumah Selaso Runtuh Kembar
Senjata Tradisional :
Ulu Kundit, Pedang Syamsir,

Lagu Daerah :
Segantang Lada

Suku :
Melayu, Siak, Sakai, Baluwarti, Kerinci, Bajau, Batin, Penghulu, dll.

Bahasa Daerah :
Melayu

Pakaian Rasam :
Teluk Belanga dan Kebaya Labuh

Identitas Daerah :
Flora : Pinang Merah (Cyirtsotachys Renda), Binatang : Harimau Sumatera (Pantera Tigris Sumatraesis)

Alat Musik Tradisional :
Gendang Tinggi (perigi bunyi : Membranofon, ditepuk dengan menggunakan telapak tangan)

Julukan :
Daerah tingkat Gurindam, Negeri Pantun, Kota Bestari

6.Provinsi Jambi Ibukota nya adalah Jambi

Provinsi Jambi




Merembah :
6 Januari 1957.
Asal Hukum :
UU No 61/1958
Letak :
Pulau Sumatera ( 1ºLS-3ºLS dan 101º-105ºBT )
Nama Plat Nomor Sarana :
BH
Luas Wilayah :
244.477 km².
Bandar udara :
Kaisar Tahaha Syarifuddin
Pelabuhan Laut :
Kuala Tungkal
Pahlawan :
Sultan Tahaha Syarifuddin, yamtuan Mahmud Muhyidina dan Permaisurinya Dara Ayu

( Pahlawan Darah )

Perguruan Tangga Negeri dan Swasta :
Sekolah tinggi Kawasan Jambi (UNJAM), Insititut Agama Islam Provinsi (IAIN) Sultan Tahaha Syarifuddin

Kas dapur Khas Daerah : Tempoyak, Gulai Rebung Jambi, Putri Kandis Pelangi, dll.

Obyek Pelancongan :
Danau Kerinci, Ujana Anggrek, Goa Alam Toangko, Candi Ambang Jambi, Air Memberahikan Mayapada, Danau Sipin, Taman Arai Manggurai, Goa Kalimantang Lubang angin, Ujana rimba, Danau Ladeh Jenjang, Batu Bertulis Karang Birahi, Taman Nasional, Berbak, Taman Nasional Kerinci,dll.

Peninggalan Sejarah :


1. Flakes Obsidian, benda zaman kuno berasal bermula Kerinci.
2. Bejana Tin, Tasik Kerinci
3. Batu bersurat Karang Birahi,di Merangin Jambi.

Industri dan Pertambangan :
Batubara, Emas, Gasolin, dan Perca.

Tarian Tradisional :
Tari Sekapur Sirih, Tari Selampit Delapan, Tari Rentak Besapih, Tari Kipas Keprak, Tari Tauh, Tari Setara Pinang Masak, Tari Selendang Mak Inang, Tarian Magis Gadis.

Flat Adat :
Flat Panjang
Senjata Tradisional :
Keris, lamang, Tembiang, dan Sampitan
Lagu Distrik :
Batanghari, Soleram, Injit-Injit Semut, Jambe Muda, Selendang Mayang
Suku :
Batin, Kerinci, Penghulu, Pedah, Melayu, Jambi, Benteng, dan Bajau
Bahasa Kawasan :
Pertahanan, Kerinci, Batin, Jawi, Bajau

Pakaian Adat :
Jambi

Identitas Negeri :
Flora : Pinang Berma (Cyirtsotachys Renda), Fauna : Macan Sumatera (Pantera Tigris Sumatraesis)

Perangkat Musik Tradisional :
Gambus (sumber bunyi : Kordofon, dipetik pada putaran senarnya)

7.Provinsi Sumatera Daksina (SUMSEL) Ibukota nya adalah Palembang

Provinsi Sumatra Selatan




Berdiri :
14 Agustus 1960.
Dasar Hukum :
UU No 3/1950
Letak :
Pulau Sumatera ( 1ºLS-5ºLS dan 102º-107ºBT )
Tanda Plat Nomor Kendaraan :
BG
Luas Wilayah :
113.339,07 km².
Bandar Udara :
Sultan Mahmud Badaruddin II / Talang Betutu
Pelabuhan Laut :
Bandar Palembang
Pahlawan :
Aji Mahmud Badaruddin II

Perguruan Hierarki Kawasan dan Swasta :
Universitas Sriwijaya (UNSRI), IAIN Raden Fatah
Makanan Eksklusif Kewedanan : Pempek Palembang, Tekwan, Burgo, Sate Pentul, Mie Celor

Obyek Wisata  :
Danau Ranau, Pulau Kemaro, Taman Purbakala Geding Suryo, Ancala Dempo, Giri Salero, Museum Rejasa, Pantai Matras, Pantai Semenanjung Kelayang, Buku Tenun Songket, Kawah Tengkurep, Air Ambau Tenag,dll.

Peninggalan Sejarah :


1. Manuskrip Blantik Tuwo.
2. Batu bertulis Telaga Provokasi ( Prasasti Persumpahan ) yang berisikan kutukan.
3. Yojana Purbakala Gede Ing Symo, Komplek kuba Selam abad pertengahan.
4. Prasasti Kedukan Bukit bertahun 683 serani, ditemukan di Palembang perian 1920

Pabrik dan Pertambangan  :
Minyak bumi, Batubara, Serabut, Polipropilen, Karet.

Dansa Tradisional :
Tari Tanggai, Tari Dara Bekhusek, Tari Kelindan Sumbay, Tari Kipas Linggau Dansa Pagar Kemantin Palembang, Tari Gending Sriwijaya

Kondominium Rasam :
Apartemen Limas
Senjata Tradisional :
Keris, tombak, candrasa, badik
Lagu Daerah :
Cuk Mak Ilang, Dek Sangke, Gending Sriwijaya, Kabile-bile, Tari Tanggai

Tungkai :
Melayu, Kikim, Semenda, Komering, Pasemah, Lintang, Pegagah, Rawas, Sekak Rambang, Lembak, Baluwarti, Ogan, Penesek Gumay, Panukal, Bilida, Musi, Rejang, dan Ranau
Bahasa Daerah :
Melayu Palembang

Pakaian Adat :
Aisan Gede

Identitas Daerah :
Flora : Langsat (Lansium Domesticun), Fauna : Belida (Notoptenuschitala)

Alat Musik Tradisional :
Accordion (sumber bunyi : aerofon, Dengan menggunakan kedua tangan, tangan yang suatu sebagai pengatur alunan kritik sementara itu tangan nan suatu pun sebagai pengatur nada)

Julukan :
Kota Pempek dan Bhumi Sriwijaya

8.Distrik Bangka Belitung (BABEL) Ibukota nya yakni Pangkal Pinang

Provinsi Bangka Belitung




Agak gelap :
9 Februari 2001
Sumber akar Hukum :
UU No.27/2000
Letak :
Sebelah Timur Pulau Sumatera ( 1ºLS-4ºLS dan 105º-109ºBT )
Tanda Plat Nomor Ki alat :
BN
Luas Provinsi :
81.724,74 km².
Persinggahan Udara :
Depati Amir( Bangka) dan HAS Hanandjoedin
Persinggahan Laut :
Pelabuhan Muntok dan Toboali Bangka, Pangkal Balam( Pelabuhan Terdahulu )

Pahlawan :

Perguruan Tinggi Wilayah dan Swasta :
Nafkah Khas Provinsi :
Martabak Bangka, Kwetiau Bangka, Lempah Asfar, Getas, Rusip, Calok, dll

Obyek Tamasya :
Tepi laut Teluk Uber, Pantai Romondong, Pantai Penyusuk, Pantai Air Anyer, Pemandian air panas Pemali, Gunung Maras, Wana Wisata Sungailiat, Tepi laut Matras, Pesisir Ancol Pesona, Pantai Parai Tenggiri, Pantai Godaan Bedaun, Pesisir Rebo, Pantai Tikus, Pantai Layang,dll.

Peninggalan Sejarah :

Pabrik dan Pertambangan :
Timah, perebusan kayu dan perikanan.

Disko Tradisional :
Tari Puteri Bekhusek, Tari Tincak Gambus Bangka Belitung, Tari Taluput Bangka Belitung

Flat Adat :
Kondominium Telatak, Rumah Limas
Senjata Tradisional :
Siwarpanjang, Parang Bangka, Kedik
Tungkai :
Suku Melayu (suku nasion asli), Jawa, Sunda , Bugis, Banten, Banjar, Madura, Palembang, Minang, Aceh, Flores,Maluku, Manado dan Tionghoa (30%)
Bahasa Daerah :
Melayu Bangka

Rok Adat :
Aisan Gede

Identitas Area :
Flora : Nagasari (Palaquium Rostratum), Dabat : Kijang, Babi, Kancil, Nasar, ayam

Organ Musik Tradisional :
Gendang Jawi (sumber bunyi : Membranofon , ditepuk dengan menggunakan telapak tangan), Gambus, Suling.

Julukan :
Serumpun Sebalai, Negeri Berpantun

9.Wilayah Bengkulu Ibukota nya adalah Bengkulu

Provinsi Bengkulu




Berdiri  :
18 November 1968.
Asal Hukum :
UU No.9/1967.
Letak  :
Pulau Sumatera ( 2ºLS-6ºLS dan 101º-104ºBT )
Tanda Plat Nomor Kendaraan :
BD
Luas Wilayah  :
72.078 km².
Bandar udara :
Padang Kemiling ( Pelabuhan Gegana Fatmawati Soekarno)
Dermaga Laut :
Pulau Baai/Bengkulu.
Pahlawan :
Fatmawati Soekarno.

Perguruan Jenjang Negeri dan Swasta :
Universitas Bengkulu (UNIB), Sekolah Tinggi Agama Selam Negeri (STAIN)
Alat pencernaan Solo Daerah :
Oncong-oncong pisang.

Obyek Wisata :
Bunga Raflesia Raksasa, Pantai Nala dan Pantai Panjang, Danau Dendam Tak Sudah, Haud Gadang, Pantai Batu halus Putih, Bukit Gedang Seblat, Pantai Jakat, Kaur Timur,
Perkampungan Cina, Sungai Argo Saelan, Gua Sarang Butung Layang-layang Kedurang, Hutan Pelancongan Jabal Daun, Air terjun Pembesar Curup, Gunung Emas, Pantai Ambang, Ardi Nanu’ua, Dolok Kaba, Pantai Linau, Suban Air Panas.

Peninggalan Sejarah :


1. Makam Sentot Alibasa.
2. Benteng Marlborough.
3. Monumen Parr Dan Monumen Hamilton.

Industri dan Pertambangan :
Emas dan Fidah, Batubara, Industri Konstruksi.
Tarian Tradisional :
Tari Andun, Tari Bidadari, Tari Ganau
Flat Aturan :
Kondominium Rakyat
Senjata Tradisional :
Keris, Badik, Tengkuk, Rudus
Lagu Daerah :
Lalan Belek
Suku :
Suku Rejang, Suku Serawai, Suku Melayu, Suku Mukomuko, Suku Ketahun, Suku lembak, Suku Enggano, Suku Pasemah, Suku pelimbang dll.
Bahasa Daerah :
Melayu, Serawai, Rejang, Pasemah, Gumai, Kaur, Lebak

Pakaian Adat :
Bengkulu

Identitas Daerah :
Flora : Suweg Besar (Amorpholia Hallustitanum), Satwa : Beruang Madu (Elartos Malayanus)

Perabot Irama Tradisional :
Doll (perigi bunyi :Membranofon , dipukul dengan menggunakan alat pemukul), Kenung, Serdap, dan Kerilu

Julukan :
The Land Of Raflesia

10.Provinsi Lampung Ibukota nya adalah Pelabuhan Lampung

Provinsi Lampung




Berdiri :
13 Februari 1964

Dasar Syariat :
UU No.14/1964
Letak :
Pulau Sumatera ( 3ºLS-7ºLS dan 103º-106ºBT )
Tanda Plat Nomor Wahana :
BE
Luas Negeri :
35.376,84 km².
Lapangan terbang :
Radin Inten ( Bandar Lampung )
Pelabuhan Laut :
Bakauheni & Panjang /  Persinggahan Lampung
Pahlawan :
Radin Inten II

Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta :
Sekolah tinggi Lampung (UNILA), IAIN Radin Inten
Kas dapur Khas Kawasan :
Srawit Lampung, Punyeu Baung, Malbi Lever, Gulai Balak, Gulai Taboh, Maksuba,dll.

Obyek Wisata :
Way Kambas, Pulau Rejekwesi, Pulau Pasir, Ramal Ceria, Rantau Merak Belantung, Gunung Rajabasa, Tepi laut Wartawan ,Krakatau, Way Sulfur, Pulau Membidik, Air Terjun Way Lalaan, Teluk Kiluan, Rantau Mutun, Pantai Klara, Tepi laut Transmisi Hiu

Peninggalan Sejarah :


1. Guci Zaman kuno Pugung Raharjo Lampung.
2. Komplek Megalitik Pugung Raharjo.
3. Makan Radin Intan II.
4. Prasasti Palas Paembah.
5. Prasasti Rayuan Senapan.

Industri dan Pertambangan :
Kencana, Gaun Jadi, Sapi Potong, dan Jamur, Marmer, Skor besi, Mangan.

Tarian Tradisional :
Tari Jangget, Tari Melinting, Tari Ngelajau, Tari Sembah Lampung, Tari Bedana Lampung.

Apartemen Adat :
Nuwou Sesat
Senjata Tradisional :
Payan, Golok/Candung, Keris/Kekhis, Badik (dan rata-rata mekhanai/khagah lampung bila bepergian selalu mengapalkan badik kerjakan mencagar dirinya bersumber terjangan lawan), Pisau/Lading, Terapang, Beladu
Suku :
Pesisir, Pubian, Sungkai, Semenda, Seputih, Tulang Umbi lapis, Krui Abung, Pasemah, Jawa, Sunda, Batak, Jawi, Lampung (Sebatin dan Pepadun)
Bahasa Daerah :
Lampung (Jago merah dan Nyo)

Pakaian Adat :
Kain filter dan Siger

Identitas Daerah :
Flora : Kembang Ashar (Mirabilis Jalapa), Fauna : Gajah  (elephas Maximus Sumatranus)

Perkakas Musik Tradisional :
Bende dan Kulintang (perigi bunyi :Ideofon , dipukul dengan memperalat alat pengetuk khusus)

Julukan :
Ii kabupaten Reja Penyaring, Daerah tingkat Mauz

Tera PROVINSI DI PULAU JAWA

Pulau Jawa

11.Provinsi DKI Jakarta Ibukota nya adalah Jakarta

Provinsi DKI Jalarta




Mengirik :
10 Februari 1965
Asal Hukum :
UU No.1/1961
Letak :
Pulau Jawa ( 6ºLS-7ºLS dan 106º-107ºBT )
Merek Plat Nomor Kendaraan :
B
Luas Area :
154,00 km².
Lapangan terbang :
Halim PerdanaKusumah.
Pelabuhan Laut :
Tanjung Priok.
Pahlawan :
M.Husni Thamrin, Ismail Marzuki, Abdulrahman Alim, WR. Supratman, dll.

Institut Negeri dan Swasta :
Universitas Indonesia (UI) Universitas Wilayah Jakarta (UNJ),Universitas Bhayangkara Jakartaraya, (UBHARA), Universitas Satyagama, Jamiah Mpu Tantular, Institut Gunadarma, Institut Islam As-Syafi’yah (UIA), Universitas Islam Jakarta (UIJ),  Perhimpunan Jayabaya, Institut Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Perkumpulan Suryadarma, Universitas Bina Nusantara (UBINUS), Sekolah tinggi Serani Indonesia (UKI), Perguruan tinggi 17 Agustus 1945 (UNTAG),Institut Tarumanegara (UNTAR) Univeritas TRISAKTI,Perhimpunan Kesenian Jakarta (IKJ), Institut Hobatan Al-Quran (IIQ), Perguruan tinggi Sains dan Tehnologi Nasional (ISTN)

Rezeki Spesial Daerah :
Kerak Telor, Sandiwara bangsawan Betawi,Daging Asam, Talam Ebi,NasiUlam, Geplak Bakar Betawi, Jenang Betawi, Tauge Goreng, Soto Betawi.
Obyek Wisata :
Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Taman Impian Jaya Ancol, Monumen Pancasila Sakti, Kepualauan Seribu, Gereja Dom, Mesjid Istiqlal, Kancing pertokoan modern di berbagai tempat, Monumen Satria Mandala, Museum N komedi didong, Museum Bahari, Ladang Sato Ragunan, Kota Lama, Tugu Monas, Taman Ismail Marzuki, Planetarium,dll.

Peninggalan Album :


1. Prasasti Tugu.
2. Sang Jagur,meriam Portugis.
3. Tamatan Balaikota Belanda, saat ini menjadi Museum Kota Jakarta.

Pabrik dan Pertambangan :
Cendawan TSP, Tekstil, Pemintalan Benang, Mobil dan Perakitan,Kayu Lapis, Farmasi, Buah dada, Percetakan, Metal.

Dansa Tradisional :
Tari Ronggeng, Tari Yapong
Rumah Adat :
Kondominium Kebaya
Senjata Tradisional :
Golok
Lagu Distrik :
Kicir-kicir, Jali-jali, Ayunan Kangkung, Keroncong Kemayoran, Surilang, Terang Rembulan,dll.
Suku :
Betawi, Jawa, Sunda, dll.
Bahasa Daerah :
Betawi

Pakaian Resan :
Abang dan None

Identitas Area :
Flora : salak condet (Salacca Edulis), Fauna : Elang Bondol (Haliastur Indus)

Alat Nada Tradisional :
Tehyan (mata air obstulen : Kordofon , digesek dengan alat khusus sreg bagian senar/ dawainya seperti memainkan biola)

Julukan :
Ii kabupaten Metropolis

12.Provinsi Jawa Barat (JABAR) Ibukota nya adalah Bandung

Provinsi Jawa Barat




Berdiri :
14 Juli 1950
Pangkal Hukum :
UU No.11/1950
Letak :
Pulau Jawa ( 5ºLS-8ºLS dan 106º-109ºBT )
Tanda Piringan hitam Nomor Kendaraan  :
D (Bandung), T (Purwakarta),  F (Bogor)
E (Cirebon), Z ( Distrik Timur Bandung, seperti Sumedang),  B (Bekasi)
Luas Distrik :
3.266.559 km².
Pelabuhan Gegana :
Husein Sastranegara Bandung
Pangkalan Laut :
Pelabuhan Cirebon
Pahlawan :
R.Otto Iskandardinata, R.E. Martadinata, Haur Sartika, K. H. Zaenal Mustofa, DR. Kusuma Atmaja S.H. dll

Perhimpunan Negeri dan Swasta :
Universitas Padjajaran (UNPAD), IPB (Institut Pertanian Bogor) Universitas Indonesia Depok (UI Depok), Institut Teknologi Bandung ( ITB), STT Telkom, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI),Universitas Nurtanio (UNNUR),Institut Tehnologi Adityawarman, Institut Tehnologi Nasional (ITENAS),Universitas Maranatha, Perserikatan Agama Selam Daerah (STAIN- Cirebon),

Makanan Khas Daerah :
Oncom, pepes, Sirpan, siomay Bandung, sate Bandeng, Daging lapis, Palai Lauk Majalaya, Sayur Asem,Empal Gentong, Nasi Duwet, Nasi Lengko,dll.

Obyek Pelancongan :
Tipar Raya Bogor, Istana Kepala negara Bogor, Museum Zoologi, Taman safari Indonesia, waduk Jatiluhur, Kawah Ancala Tangkuban Biduk, Pangandaran,Cikepuh, Pelabuhan Sunan,Keraton Kasepuhan Cirebon, Keraton Kanoman Cirebon, Kastil Kacirebonan Cirebon, Makam Sunan Ancala ati Cirebon dll.

Pusaka Sejarah :

01. Candi Cangkuang (Garut).
02. Batu bersurat Kebon Tembusan (Bogor).
03. Batu bersurat Estuari Ciaruteun (Bogor).
04. Prasasti Batu halus Alwi (Bogor).
05. Keraton Kasepuhan (Cirebon).
06. Keraton Kanoman (Cirebon).
07. Keraton Kacirebonan( Cirebon).

08. Makam Yamtuan Giri Jati (Cirebon).

09. Prasasti Batu Bekas kaki Kaki Yamtuan Tarumanegara, Purnawarman (Epigraf Cinten).

Industri dan Pertambangan :
Petro, Tekstil, Pabrik Teh, Susu, Lawai Alam, Baterai, Kertas, Pupuk, Benih, Senjata, Alat Telekomunikasi, Pesawat terbang ,Batik, Tenun,dll.

Tarian Tradisional :
Tari Topeng Kuncaran, Tari Merak, Tari Jaipong
Rumah Rasam :
Rumah Kasepuhan Cirebon
Senjata Tradisional :
Kujang
Lagu Daerah :
Bubuy Wulan, Cing Cangkeling, Es Lilin, Karatagan Pahlawan, Manuk Dadali, Panon Hideung, Peuyeum Bandung, Pileuleuyan, Tokecang
Tungkai :
3 tungkai lautan yaitu Sunda (mayoritas), Betawi (wilayah Ii kabupaten/kab Bekasi, Depok, dan wilayah Utara kabupaten Bogor), Jawa Cirebon, Indramayu dsk.Juga Bagi banten Disana Ada suku Betawi yakni berapa daerah di Tanggerang.
Bahasa Daerah :
Sunda

Pakaian Resan :
Jawa Barat

Identitas Daerah :
Flora : Gandaria (Boea Macrophylla), Satwa : Macan tutul (Panthera Pardus Sondaicus)

Alat Nada Tradisional :
Angklunga (sumber bunyi : Ideofon , Digetarkan/digoyang dengan menggunakan tangan), Arumba, Calung, Dog-dog, Gamelan Sunda, Kecapi, Seruling dan Rebab.

Julukan :
Daerah tingkat Kembang, Paris Van Java

13.Area Banten Ibukota nya adalah Serbu

Provinsi Banten




Berdiri :
17 Oktober 2000
Pangkal Hukum  :
UU.No.23/2000
Letak :
Pulau Jawa ( 5ºLS-8ºLS dan 105º-107ºBT )
Tanda Plat Nomor Kendaraan :
A (Banten), B (Tangerang)
Luas Negeri :
8.800,83 km².
Bandar Peledak :
Soekarno Hatta (Soetta)
Pelabuhan Laut :
Merak
Pahlawan :
Paduka Ageng Tirtayasa, Paduka tuan Purbaya,dll.

Perguruan Strata Daerah dan Swasta :
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa,Universitas Islam Kewedanan (UIN)
Makanan Khas Distrik :
Bubur Ayam Banten, Angeun Merica, nasi sumsum, balok menes, gemblong, emping,dll.

Obyek Wisata :
Taman Kewarganegaraan Ujung Kulon, Panter Anyer, Ancala Krakatau, Pulau Shangyang, Pulau Sabesi, Jazirah Lesung, Situs Arkeologi Banten lama, Tepi laut Carita, pantai Karang Bolong, pantai Sawarna, pantai Karang Taraje, Rawa Dano dll.

Peninggalan Rekaman :


1. Batu bertulis Lebak (Banten Kidul).
2. Baluwarti Inong Bale (Benten).
3. Benteng Surasoan (Banten).
Pabrik dan Pertambangan :
Patra, Baja, Pipa Asbes, Benih, Sentra Aneka Industri (Tangerang).

Tarian Tradisional :
Tari Masker
Rumah Kebiasaan :
Flat Badui
Senjata Tradisional :
Kujang dan Mimi
Lagu Kewedanan :
Dayung Sampan
Kaki :
Baduy, Sunda, dan Banten
Bahasa Daerah :
Sunda, Banyumasan, Jawa

Pakaian Adat :
Pakaian Merapulai

Identitas Area :
Flora : Kokoleceran (Vatica Bantamensis), Fauna : Badak gajah (Rhinocerus Sondaicus)

Alat Musik Tradisional :
Gendang (sumber obstulen : Membranofon , ditepuk dengan menggunakan telapak tangan,Terbang gede, Angklung buhun.

Julukan :
Ii kabupaten Santri

14.Provinsi Jawa Tengah (JATENG) Ibukota nya adalah Semarang

Provinsi Tengah




Remang :
4 Juli 1950
Dasar Hukum :
UU.No.70/1950
Letak :
Pulau Jawa ( 6ºLS-9ºLS dan 108º-112ºBT )
Segel Piringan hitam Nomor Media :
H (Semarang), AD (Surakarta), AA (Mantan Karisidenan Kedu), G (Pekalongan), K (Pati), R (Banyumas)
Luas Wilayah  :
34.966 km².
Bandar udara :
Ahmad Yani (Semarang) dan Adi Sumarno (Solo), Cepu

(Cepu), dan Duaja Wulung (Cilacap)
Pelabuhan Laut :
Ancol Mas (Semarang) , Pelabuahan Ladang dan Cilacap.
Pahlawan :
Nyi Ageng Serbu, Kyai Haji Samanhudi, R.A.Kartini, Dr.Cipto Mangunkusumo, Mgr.A.Sugiyopranoto Sj, Prof.DR.Suharso,dll.

Perguruan Tangga Provinsi dan Swasta :
Universitas Diponegoro (UNDIP), Sekolah tinggi Jendral Soedirman,
Sekolah tinggi Sebelas Maret, IAIN Pengasuh Songo, Universitas Negeri Semarang (UNES), Institut Seni Indonesia (STSI)

Rezeki Istimewa Negeri :
Lumpia, Ampyang, Nasi punar Banjar, Nasi Gandul, Buntil, Tempe Mendoan, Soto Kudus, Nasi Angkringan, Pecel lele, dll.

Obyek Pelancongan :
Candi Borobudur, Giri Dieng, Mesjid Demak, Batu Raden, Curug Bekawah,Air terjun Grojogan Sewu, Museum Sangiran, Museum Kereta Api Ambarawa,Museum Menggambar, Telogo Warno, Kuba Sunan Ikhlas, Waguk Gajah Pelangkin, Tepi laut Logending, Monumen Medan Ambarawa, Kuba R.A.Kartini, Menara Steril, Kober Sunan Kudus, Goa Jatijajar, Rantau Pedaten,

Pantai karang Bolong, Tawang Mangu,Waduk Sempor,dll.

Peninggalan Sejarah :


1. Epigraf Canggal (Magelang)
2. Candi Gedongsongo (Semarang)
3. Candi Ngawen, Candi Borobudur, Candi Sari, Candi Pawon, Candi Mendut, Candi Sewu (Magelang)
4. Candi Dieng ( Dieng)
Industri dan Pertambangan : Jauhar, Baja, Kertas, Tekstil, Batik, Tenun, Pemintalan Rayon, Karung Goni, Papan Lapis, Perkapalan,dll.

Tarian Tradisional :
Tari Bambangan Cakil, Tari Gandrung, Tari Sintren.
Flat Adat :
Padepokan Jawa Perdua.
Senjata Tradisional :
Keris.
Lagu Daerah :
Gambang Suling, Gek Kepriye, Sulah Pacul, Ilir-ilir, Jamuran, Buya Pucung, Rupiah Ing Tawang Ono Lintang, Stasiun Pacuan.
Suku :
Jawa, Karimun, dan Samin.
Bahasa Daerah :
Jawa

Rok Adat :
Jawa

Identitas Daerah :
Flora : Anak uang Kantil (Michelia Alba), Fauna : Ceceh Kepodang (Oriolus Chinensis)

Alat Musik Tradisional :
Klonengan (mata air obstulen : Ideofon , dipukul dengan menggunakan martil spesifik), Rebab, Celempung atau Sitar, dan Suling.

Julukan :
Daerah tingkat Lumpia/ Kota Jamu

15.Daerah Daerah Distingtif (DI) Yogyakarta Ibukota nya ialah Yogyakarta

Provinsi DIY




Berdiri :
4 Maret 1950
Dasar Syariat :
UU.No.3/1950
Letak :
Pulau Jawa ( 7ºLS-9ºLS dan 110º-111ºBT )
Tanda Piringan hitam Nomor Ki alat :
AB
Luas Area :
3.142 km².
Lapangan terbang :
Adisucipto
Bandar Laut :

Pahlawan :
Pangeran Diponegoro, Sultan Agung Hanyokrokusumo, Gapura Hajar Dewantara, Dr.Wahidin Sudiro Husodo, Sri Syah Hamengkubuwono IX, Sri paduka Patih (Hamengkubuwono I).

Perguruan Hierarki Negeri dan Swasta :
Universitas Gajah Mada (UGM), Perkumpulan Kawasan Yogyakarta, (IKIP Yogyakarta), Institut Seni Indonesia(ISI), IAIN Sunan Kalijaga,
Makanan Khas Daerah : Bapia, Gudeg Jogja, Geplak Bantul, Ayam Bakar Kalasan,dll.

Obyek Tamasya :
Keraton Jogjakarta, Rantau Parang Tritis, Istana Air Taman Sari, Tepi laut Baron, Pantai Krakal, Pantai Kukup,Goa Kiskendo, Kota Gede, Siapa Urang, Candi Prambanan, Monumen Pangeran Diponegoro (Sasana Wiratama), Reservoir Sermo, dll.

Pusaka Sejarah :


1. Candi Kalasan.
2. Candi Prambanan.
3. Candi Parwa.
4. Petilasan Paduka Boko.
5. Batu bertulis Kalasan.
6. Keraton Jogjakarta.
7. Keraton Paku Pataka.
8. Gelanggang dahulu Sultan Diponegoro yang dijadikan Sasana Wiratama.

Pabrik dan Pertambangan :
Tekstil, Menggambar, Korban Mori, Rokok/Lisong, Emas dan Perak,Percetakan dan Kosmetik.

Disko Tradisional :
Tari Serimpi Sangupati, Tari Peronggeng.
Rumah Adat :
Bangsal Kencono Dan Rumah Joglo.
Senjata Tradisional :
Keris.
Lagu Kawasan : Suwe Ora Jamu, Pitik Tukung, Kidang Talun, Menthok- menthok, Kupu Kuwi, Jamuran, Caping Gunung, Walang Kekek, Jangkrik Genggong, Gethuk, Ande-Ande Lumut, Pitik Tukung, Sinom, Te Kate Dipanah.
Suku :
Jawa.
Bahasa Provinsi :
Jawa

Pakaian Adat :
Jogjakarta

Identitas Kawasan :
Flora : Kepel (Stelechocarpus), Fauna : Butuh Perkutut (Geopelia Striata)

Gawai Musik Tradisional :
Gendang (sendang bunyi : Ideofon , ditepuk dengan menggunakan punggung tangan)

Julukan :
Kota Gudeg, Kota Pelajar, Ii kabupaten Seni dan Budaya

16.Provinsi Jawa Timur (JATIM) Ibukota nya ialah Surabaya

Provinsi Jawa Timur




Menggermang :
4 Maret 1950

Bawah Hukum :
UU.No.2/1950
Letak :
Pulau Jawa ( 6ºLS-9ºLS dan 110º-115ºBT )
Tanda Piringan hitam Nomor Sarana :
L (Surabaya), AE (Madiun), AG (Kediri), M(Madura/Bangkalan), Falak (Malang), S (Bojonegoro), W(area Surabaya), P (Besuki)

Luas Wilayah :
47.921,98 km².
Lapangan terbang :
Juanda (Surabaya), Abdul Rahman Saleh (Malang), Iswahyudi (Madiun).
Pelabuhan Laut :
Tanjung Perak (Surabaya).
Pahlawan :
KH.Wahid Hasyim, Hos Cokroaminoto, Marsda TNI Anumerta Halim PerdanaKusumah,dll.

Perguruan Tahapan Negeri dan Swasta :
Universitas Airlangga, Universitas Provinsi Surabaya, Perguruan tinggi Brawijaya, Universitas Negeri Malang, Institut Teknologi Surabaya (ITS), IAIN Sunan Ampel.
Makanan Distingtif Daerah : Semanggi, Rujak Cingur, Bakso Malang, Tahu Campur Lamongan,
Pecel Taruh Kediri, Japit Udang Madura, Kue Lapis Surabaya ,Soto Madura, Sate Ayam Madura,dll.

Obyek Pariwisata :
Gunung Kawi, Ai Terjun Sedudo, Kuburan Proklamator RI di Blitar, Karapan Sapi Di Pamekasan, Kepundan dan Gunung Bromo, Pantai Prigi, Museum Trowulan, Pantai Pasir Putih Slopeng, Tretes Baluran, Boleh jadi Klatak,Taman Candra Walwatikta,dll.

Warisan Sejarah :
Candi Kiri, Candi Pemenang, Candi tikus, Candi Jawi, Candi Brahu, Candi Pakal, Candi Singosari, Taman bahagia Sunan Giri, Peristirahatan terakhir Sunan Ampel,dll.

Pabrik dan Pertambangan : Benih, Perkapalan, Kertas, Rabuk, Lampu senter, Gelas Kaca, Alkohol, Kayu Lapis, Kereta api, Garam, Percetakan, Rokok,dll.

Disko Tradisional :
Tari Remong, Tari Reog Ponorogo.
Rumah Adat :
Rumah Situbondo.
Senjata Tradisional :
Clurit.
Lagu Daerah : Keraban Sape, Tanduk Majeng.
Suku :
Jawa, Madura, Tengger, dan Osing.
Bahasa Distrik :
Jawa dan Madura
Pakaian Adat :
Madura

Identitas Distrik :
Flora : Rente Eco Malam (Polyanthes Tuberusa), Fauna : Ayam Bekisar (Gallus Varius Gallus)

Alat Nada Tradisional :
Bonang (sumber obstulen : Ideofon , dipukul dengan menggunakan dengan memperalat palu istimewa), Sitar, Gamelan Jawa.

Julukan :
Kota Pahlawan

Label PROVINSI DI PULAU BALI

Pulau Bali

17.Provinsi Bali Ibukota nya adalah Denpasar

Provinsi Bali




Berdiri :
14 Agustus 1958
Radiks Hukum :
UU.No.84/1958
Letak :
Pulau Bali ( 8ºLS-9ºLS dan 114º-116ºBT )
Segel Plat Nomor Wahana :
DK
Luas Wilayah :
563.286 km².
Pelabuhan Udara :
Ngurah Rai (Denpasar)
Pelabuhan Laut :
Gilimanuk dan Buleleng (Singaraja).
Pahlawan :
I Gusti Ngurah Rai, I Gusti Ketut Jelantik.

Perguruan tinggi Daerah dan Swasta :
Universitas Udayana, Universitas Warmadewa (UNWAR), Sekolah Tinggi Mantra Ekonomi (STIE) Pariwisata
Makanan Khas Kawasan : Be’siap Base Palaleh, Sate Be’Sampe, Zukut Undis, Ayam aduan Bakar Betutu, Jukut Urap, Kualat Daging, Kenus Mebase,dll.

Obyek Wisata :
Pantai Kuta, Pantai Sanur, Pura Tanah Lot, Pura Taman Ayun, Pura Goa Lawah, Pundi-pundi Luwur Uliuwatu, Rajut Bekasih, Pura Gunung Gajah, Pesisir Jungut,Ubud, Trunyam, Werdi Budaya,Museum Bali, Desa Penelokan, Desa Kintamani, Desa Kamasan, Danau Batur, Bedugul, Puri Tampak Selokan, Art Centre Abain Kapas, Pantai Lovina, Mandaa Wisata Mengwi, Museum Le Mayeur,dll.

Peninggalan Sejarah :


1. Benteng Jagaraga.
2. Monumen Padang Galah.
3. Pura Luwur Uluwatu.
4. Kantung Taman Ayun.
5. Keraton Sultan Klungkung.

Industri dan Pertambangan :
Tenun, cukilan, cukilan, dan Industri Wisata.

TarianTradisional :
Tari Legong, Tari Kecak, Tari Pendet.
Kondominium Adat :
Rumah Gapura Candi Bentar.
Senjata Tradisional :
Keris.
Lagu Provinsi :
Mejangeran, Ratu Anom.
Kaki :
Bali Aga dan Bali Majapahit.
Bahasa Daerah :
Bali dan Sasak
Gaun Adat :
Payas Agung

Identitas Kawasan :
Flora : Majegau (Dysoxyloum Densiforum), Sato :Jalak Bali (Leucopsar Rathchildi)

Alat Musik Tradisional :
Cengceng (sumber bunyi : Ideofon , diletakkan di kedua bekas kaki tangan kemudian ditepuk sehingga saling berlanggar dan mengeluarkan suara miring), Klonengan Bali.

Julukan :
Pulau Dewata

Label PROVINSI DI PULAU NUSA TENGGARA


18.Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) Ibukota nya adalah Mataram

Provinsi NTB




Berdiri :
14 Agustus 1958
Asal Syariat  :
UU.No.64/1968
Letak :
Kepulauan Nusa Tenggara ( 8ºLS-10ºLS dan 115º-120ºBT )
Label Plat Nomor Kendaraan :
DR (Merica), EA (Sumbawa)
Luas Kawasan :
20.153,15 km².
Bandar Udara :
Pelabuhan udara Internasional Lombok (mewakili fungsi berusul Bandara Selaparang Mataram)
Pangkalan Laut :
Ampenan / Mataram.
Pahlawan  :

Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta :
Perguruan tinggi Mataram (UNRAM).
Makanan Singularis Daerah  :
Gecak Sape, Ayam Taliwang,dll.

Obyek Pariwisata :
Istana Yang dipertuan Bima, Gili Meno, Pusa Lingsar, Suranadi, Pulau Moyo, Situ Lebok Taliwang, Pura Meru, Pantai Sira, Tepi laut Senggigi, Batu Bolong, Gunung Pengsong, Intern Loka Taman Maruya, Gunung Tambora, Lubang Senja,dll.

Warisan Ki kenangan :


1. Kantung Meru, peninggalan Imperium Singosari dibangun makanya Anak Agung Gede Karang puas perian 1720 masehi.
2. Dalam Loka, bekas Keraton Sumbawa.
3. Istana Sultan Bima, peninggalan berpunca Kesultanan Bima.

Industri dan Pertambangan :
Emas, Perak, dan Mangan.

Disko Tradisional :
Tari Mpaa Lenggogo, Tari Batunganga
Rumah Adat :
Apartemen Istana Sultan Sumbawa
Senjata Tradisional :
Keris
Lagu Daerah :
Helele U Ala De Teang, Moree, Orlen-Orlen, Pai Mura Rame, Tebe Onana, Tutu Koda
Suku :
Bali, Gedek, Samawa, Alat penglihatan, Dongo, Kore, Mbojo, Dompu, Tarlawi, dan Sumba
Bahasa Daerah :
Sasak, Bali, Sumbawa, Bima
Gaun Adat :
Sumbawa

Identitas Kewedanan :
Flora : Ajan Kelincung (Diopsyros Marcrophylia), Hewan : Rusa Timur (Cervus Komodoenci)

Alat Nada Tradisional :
Anyelir (mata air bunyi : Areofon ,ditiup refleks memainkan nada dengan menunggangi jari pada lubang-lubangnya), Cungklik.

19.Distrik Nusa Tenggara Timur (NTT) Ibukota nya yaitu Gelinggang


Provinsi NTT




Agak kelam :
14 Agustus 1958
Asal Hukum :
UU.No.64/1968
Letak :
Kepulauan Nusa Tenggara ( 8ºLS-11ºLS dan 118º-126ºBT )
Tanda Piringan hitam Nomor Kendaraan :
ED (Sumba), EB (Flores)
Luas Wilayah :
47.349,9 km².
Bandar Udara :
El Tari (Kupang)
Pelabuhan Laut :
Persinggahan Kupang.
Pahlawan :
Izaac Huru duko,Welhelmus Zakarias Yohannes.

Perguruan Strata Negeri dan Swasta :
Jamiah Nusa Cendana.
Kas dapur Khusus Daerah :
Gecak Sape,Petepah Manuk, dll.

Obyek Wisata :
Ujana Kewarganegaraan Pulau Komodo, Danau Tiga warna Kelimutu, Pantai Lasiana, Camlong, Desa Tradisional Mentangi,Pulau Sumba, Museum Kupang, Rumah Pembuangan Bung Karno, Desa Nita dan Koting,Museum Ledalero,Waiawa, dll.

Peninggalan Sejarah :
Kondominium Tempat Pembuangan Bung Karno.

Industri dan Pertambangan :
Semen Kupang, Mangan, Patra Cendana.

TarianTradisional :
Tari Perang, Tari Gareng Lameng
Apartemen Adat :
Apartemen Musalaki ,Apartemen Mbaru Niang (FLORES)
Senjata Tradisional :
Sundu, Kampak< Parang, Saweo, dan Senapan Tumbuk
Lagu Kawasan :Anak Kambing Saya, Oras Loro Malirin, Sonbilo, Tebe Onana, Ofalangga, Do Hawu, Bolelebo, Lewo Ro Piring Sina, Bengu Re Le Kaju, Aku Retang, Gaila Ruma Radha, Desaku, Flobamora, Potong Bebek Angsa
Suku :
Sabu, Sumba, Rote, Papa, Helong, Dawan, Tatum, Melus, Bima, Alor, Lie, Kemak, Lamaholot, Sikka, Manggarai, Krowe, Ende, Bajawa, Nage, Riung, dan Flores

Bahasa Daerah :
Alor, Belu, Ende, Larantuka, Manggarai, Ngada, Sikka, Sumba, Sabu, Rote
Pakaian Adat : Nusa Tenggara Timur

Ti’langga merupakan aksesoris dari busana adat tradisional kerjakan lanang Rote, Nusa Tenggara Timur. Kerjakan wanita, lazimnya mengenakan baju kebaya pendek dan bagain bawahnya menyarungkan kain belongsong.

Identitas Kawasan :
Flora : Kayu Cendana (SantalunmAlbum), Sato : Komodo (Veranus Komodoensis)

Perangkat Musik Tradisional :
Sasando (sendang bunyi : Chordofon , dipetik dengan menggunakan jemari plong senarnya), Foi Mere, Keloko, Kinu.

Label PROVINSI DI PULAU KALIMANTAN

Pulau Kalimantan


20.Provinsi Kalimantan Barat (KALBAR) Ibukota nya adalah Pontianak

Provinsi Kalbar




Berdiri :
17 Desember 1956

Asal Hukum :
UU.No.25/1956
Letak :
Pulau Kalimantan ( 2ºLU-3ºLS dan 108º-114ºBT )
Tanda Plat Nomor Alat angkut :
KB
Luas Distrik :
146.807 km².
Bandar Udara :
Supadio.
Pelabuhan Laut :
Dermaga Pontianak.
Pahlawan :
Abdul Kadir Raden Temenggung Konsisten Pahlawan.
Sekolah tinggi Negeri dan Swasta :
Universitas Tanjung Pura (UNTAN).
Makanan Khusus Daerah :
Kue Limpin, Mesbah Singkong Kaspe, Lapis Susu, dll.

Obyek Tamasya :
Rumah Panjang,Tasik Sebedang, Pantai Pasir Panjang, Keraton Sambas, Monumen Mandor, Keraton Mempawah, Ancala Berangin, Jabal Tukung, Pantai Penimbangan,dll.

Peninggalan Sejarah:


1. Guci Berhias Naga, kurang lebih abad ke V, menunjukkan adanya yuridiksi Cina di Kalimantan Barat.
2. Kastil Mempawah, peninggalan Kerajaan Mempawah.
3. Keraton Sambas, Peningalan Kerajaan Sambas.

Industri dan Pertambangan :
Bauksit, Intan, Industri konstruksi, Minyak Nyiur, Rotan, Karet.

Dansa Tradisional :
Tari Monong, Tari Zapin Ki dorongan.
Kondominium Sifat :
Kondominium Kastil Sultanat Pontianak.
Senjata Tradisional :
Mandau.

Lagu Daerah :
Cik-Cik Perendangan, Cak Uncang, Bujukan Ballah, Alok Galing, Tandak Sambas, Bengawan Sambas Kebanjiran, Alon-Alon.
Suku :
Kayau, Ulu Aer, Mbaluh, Manyuke, Skadau, Melayu-Pontianak, Punau, Ngaju, dan Mbaluh
Bahasa Daerah :  Melayu, Dayak, Tionghoa

Pakaian Resan :
Perang

Identitas Daerah :
Flora : Tengkawang Menyerah (Shorea Stenoptera), Fauna : Enggang Sangir (Rhinoplax Vigil)

Alat Musik Tradisional :
Tuma (sumber bunyi : Membranofon , ditepuk dengan menunggangi bekas kaki tangan), Gerdek (Seruling Tempurung), dan Sampek (Sepersaudaraan gitar)

Julukan :
Kota Katulistiwa

21.Provinsi Kalimantan Tengah (KALTENG) Ibukota nya merupakan Palangkaraya

Provinsi Kalteng




Remang :
2 Juli 1958
Radiks Hukum :
UU.No.21/1958
Letak :
Pulau Kalimantan ( 1ºLU-4ºLS dan 110º-116ºBT )
Nama Plat Nomor Media :
KH
Luas Wilayah :
153.800 km².
Pelabuhan Peledak :
Tjilik Riwut.
Bom Laut :
Pangkalan Bun.
Pahlawan :
Tjilik Riwut.
Perguruan Jenjang Area dan Swasta :
Perguruan tinggi Palangkaraya (UNPAR).
Makanan Solo Wilayah :
Kalo-kalo.

Obyek Wisata :
Tepi laut Kumai, Pelabuhan Kareng Bengkirai, Yojana Standard Unpar, Suaka alam Tanjung Puting, Museum Kalimantan Tengah, Bukit Rawi, Giri Batu Tangkiling,dll.

Pusaka Album :

Industri dan Pertambangan :
Barang Kelontong, Petro Kelapa, Karet ,Rotan, Minyak Mayapada, Intan.

Tarian Tradisional :
Tari Balean Dadas, Tari Tambun & Bungai, Tari Bel, Tari Kerawai Padang, Tari Kenyak, Tari Baksa Kambang, Tari TAndik Balian
Rumah Resan :
Rumah Betang
Senjata Tradisional :
Mandau, Lunduk Sepit, Talawang, Kembung(sejenis ganjur), Perisai.
Lagu Daerah:
Kalayar, Nuluya, Pengetuk Lempong Pupoi, Tumpi Wayu, Saluang Kitik-kitik, Manasai
Suku :
Dayak,Kapuas, Ot Danum, Ngaju, Lawangan, Dusun, Maanyan, dan Katingan, Taboyan, Bukumpai
Bahasa Daerah :
Melayu, Dayak, Mandarin

Pakaian Adat :
Sinjang ( Barito )

Identitas Kawasan :
Flora : Tenggaring (Nephelium Lepaceum), Fauna : Kuau Melayu (Poliplectromalacense)

Alat Musik Tradisional :
Japen (perigi bunyi : Kordofon , dipetik puas bagian senarnya), Sampek (sejenis gitar), Gerdek (Suling Tempurung), Kledi (Kaldei)

22.Distrik Kalimantan Kidul (KALSEL) Ibukota nya adalah Banjarmasin

Provinsi Kalsel




Menggermang :
7 Desember 1956
Bawah Hukum :
UU.No.25/1956
Letak :
Pulau Kalimantan ( 1ºLS-5ºLS dan 114º-117ºBT )
Jenama Plat Nomor Kendaraan :
DA
Luas Wilayah :
37.377,53 km².
Bandar udara :
Syamsudin Noor.
Pelabuhan Laut :
Bandar Banjarmasin.
Pahlawan :
Pangeran Antasari, Brigjen TNI(Purn) Hasan Basry.
Perguruan Tinggi Wilayah dan Swasta :
Universitas Lambung Mangkurat (UNLAM).
Rahim Khas Daerah :
Ayam masak mentah, Buah Jinggah, Menguning Habang, Amaparan Tatak mauz, Sambal Goreng Bawak Bersama-sama,dll.

Obyek Wisata :
Lok Cikar, Goa Kelelawar, Sungai Cuka, Serasah Batu Limpa (Bajuni), Rantau Takasiung, Pulau Kaget, Batang air Barito, Goa Hapu Air Ambau Haratai,Goa Beramban, Goa Godaan Bini, Pantai Batakan, Museum Banjar Lambung Mangkurat. Taksi Air dan Pasang Terapung, dll.

Peninggalan Album :


1. Mesjid Sultan Sriansyah, Mesjid pertama di Kalimantan Timur.
2. Candi Ijo.
3. Makam Ratu Sriansyah (Syah Osean) pendiri daerah tingkat Banjarmasin.

Pabrik dan Pertambangan :
Batubara, Intan, Bijih besi, Kerajinan dari Rotan.

Disko Tradisional :
Tari Baksa Kembang, Tari Radap Rahayu.
Rumah Sifat :
Rumah Jajar Bubung Jenjang.
Senjata Tradisional :
Keris, Anak Mandau, Beliung, Bujak (Sejenis Tombak), Sumpitan.

Lagu Wilayah :
Ampar-Ampar Pisang, Paris Barantai, Saputangan Bapuncu Ampat.
Suku :
Ngaju, Laut, Maanyan, Bakumpai, Giri, Dusun, Deyah, Balangan, Aba, Melayu, Lajur, dan Dayak.
Bahasa Kawasan :
Melayu, Dayak, Bugis, Jajar
Busana Aturan :
Jejer

Identitas Wilayah :
Flora : Bunga Katsuri (Mangifera Casturi), Dabat : Bekantan (Nasalis Larvatus)

Alat Musik Tradisional :
Panting (mata air bunyi : Kordofon , dipetik plong bagian senarnya ), Babun.

Julukan :
Daerah tingkat Seribu Sungai

23.Provinsi Kalimantan Timur (KALTIM) Ibukota nya adalah Samarinda

Provinsi Kaltim




Tegak :
7 Desember 1956
Dasar Hukum :
UU.No.25/1956
Letak :
Pulau Kalimantan ( 1ºLU-3ºLS dan 113º-120ºBT )
Cap Plat Nomor Kendaraan :
KT
Luas Kawasan :
211.440 km².
Bandar udara :
Temindung (Samarinda) , Sepinggan (Balikpapan).
Dermaga Laut :
Bandar Samarinda.
Pahlawan :

Perguruan Pangkat Negeri dan Swasta :
Jamiah Mulawarman (UNMUL).
Tembolok Spesial Daerah :
Sanga Cobek Salat, Petah, Mandung Cincane,dll.

Obyek Pariwisata :
Arai Besar, Tanjung Isuy, Tanag Grogot, Petak Sirah, dll.

Pusaka Sejarah :


1. Kastil Kerajaan Kutai Kertanegara.
2. Prasasti Muara Kanan.
3. Prasasti Mulawarman berpunca Imperium Kutai Kertanegara yang menggunakan fonem Pallawa tahun 400 kristen.

Industri dan Pertambangan :
Kayu Lapis, Gas Tunggul Enceran, Minyak Bumi, Tenun, Intan buatan, Rejasa.

Joget Tradisional :
Tari Perang, Tari Canang, TAri Belian Senteyu, Tari Gantar, Tari Hudog.
Rumah Adat :
Kondominium Lamin.
Senjata Tradisional :
Mandau, Bujak, Anak Mandau, Beliung dan Sumpitan
Lagu Daerah :
Indung-Indung, Titit Enggang, Meharit, Sabar’ai, Anjat Manik, Bebilin, Andang Sigurandang
Suku :
Ngaju, Otdanum, Apokayan,Punan, Murut, Dayak, Kutai, Kayan, Punan, dan Bugis, Abal, Bulungan, Tidung, Kenyah, Berusau.
Bahasa Daerah :  Melayu, Dayak, Kutai, Banjar
Busana Adat :
Benur Besunung

Identitas Area :
Flora : Anggrek Hitam (Ceologyna Pandurata), Fauna : Pesut Mahakam (Orcaelia Brevirostris)

Perlengkapan Musik Tradisional :
Sampe (sendang bunyi : Kordofon , dipetik sreg bagian senarnya )

Julukan :
Kota Marginal

NAMA PROVINSI DI PULAU SULAWESI

Pulau Sulawesi

24.Negeri Sulawesi Paksina (Sundut) Ibukota nya adalah Manado

Provinsi Sulut




Berdiri :
13 desember 1960
Dasar Syariat :
UU.No.47/1960
Letak :
Pulau Sulawesi ( 0ºLU-6ºLU dan 120º-128ºBT )
Tanda Plat Nomor Ki alat :
DM (Sulut), DB (Minahasa), DL (Sangihe Talaud)
Luas Kewedanan :
25.768 km².
Pangkalan Udara :
Sam Ratulangi.
Persinggahan Laut :
Pelabuhan Manado (Pantai Utara Manado)
Pahlawan :
Dr.G.S.S.J.Ratulangi, Maria Walanda Maramis, Robert Wolter Mongisidi, Arie Frederik Lasut.

Perserikatan Negeri dan Swasta :
Jamiah Sam Ratulangi (UNSRAT) dan IKIP Manado.
Makanan Singularis Daerah :
Ayam Rica-Rica, Bubur Manado/Bubur Tinutuan, Ayam jago Garo rica, Tuturuga, Cakalang Pampis, Daging Rica-Rica, woku Belanga, Lalampa, Binte Bilihuta, dll.

Obyek Wisata :
Bunaken, Yojana Laut Teluk Liang, Pantai Indah Gorontalo, Taman Wisata remboken, Terup Tali tap Hiang Kiong, Tasik Ria, Museum Negeri Sulawesi Paksina, Pesisir Kema, Manado Berida, Siladen, Watu Pinabetengan, Waruga, Benteng Otanaha, Karumenga, Kayuwatu, Museum Dr sam Ratulangi, Kasinggolan, Dumoga Bone, Pulau Lembeh, Danau Limbote, dll.

Peninggalan Sejarah :


1. Kuburan Kyai Maja.
2. Peristirahatan terakhir Pahlawan Kewarganegaraan Imam Bonjol.

Pabrik dan Pertambangan :
Minyak Kerambil, Kencana, Pualam, Mangan, Gips, Kayu, dll.

Tarian Tradisional :
Tari Maengket, Tari Polo-Palo, Tari Cakalele, Tari Biteya, Tari Kalibombang,Tari Tumetanden
Rumah Adat :
Rumah Pewaris, dan Rumah Bolaang Mongondow
Senjata Tradisional :
Keris, Budu, Perisai, Sabel, Tombak.
Lagu Daerah :
Esa Mokan, O Ina Ni Keke, Si Patokaan, Sitara Tillo, Tahanusangkara.
Suku :
Minahasa, Bolaang Mangondow, Talaud, Gorontalo, Gigi anjing, Ternate, Togite, Morotai, Loda, Halmahera, Tidore, dan Obi
Bahasa Daerah :  Minahasa, Sangir, Talaud
Rok Adat :
Minahasa

Identitas Daerah :
Flora : Longusei (Ficus Minahasae), Binatang : Tangkasi (Tarsius Spectrum)

Alat Musik Tradisional :
Kolintang (sumber obstulen : Ideofon , dipukul dengan menunggangi palu istimewa)

Julukan :
Kota Tinutuan

 25.Negeri Sulawesi Barat (SULBAR) Ibukota nya adalah Ii kabupaten Mamuju




Remang :
5 Oktober 2004
Dasar Hukum :
UU.No.26/2004
Letak :
Pulau Sulawesi ( 0ºLS-3ºLS dan 118º-120ºBT )
Etiket Piringan hitam Nomor Kendaraan :

Luas Provinsi :
16.796,19 km².
Bandar Mega :
Sonder Pandang (Mamuju)
Dermaga Laut :

Pahlawan :
Ammana Wewang Andi Depu Daeng Riosok
Perguruan Tinggi Distrik dan Swasta :
Makanan Eksklusif Daerah :

Obyek Wisata :
Pemandian Air Panas di Kalumpang, Anjoro Pitu, Sumur Padanan dan Taman Laut di Pulau Karampung, Tapandulu dan Arelle di Mamasa, Pasir Putih di kabupaten Polman, air Terjun Sapi di Mamuju, Padi Tammanurung Kalumpang,tempat wisata Palippis.

Peninggalan Sejarah :
Mesjid Imperium Balanipa Mandar, situs peristirahatan terakhir Baginda Todilaling. makam To Salama Batulaya, makam Pater Lapeo, Istana Imperium Balanipa Mandar

Industri dan Pertambangan :
Bijih Logam, Nikel, Tembaga, Timbel, Gips,Semen dan  Industri Kecil Lainnya.

Tarian Tradisional :
Tari Patuddu, Tari Kondo Sapata, Tari Kipas.
Apartemen Adat :
Rumah Mandar
Senjata Tradisional :

Lagu Distrik :
Rambut Londong, Malluya, Io-Io, Ma’pararuk
Suku :
Mandar, Toraja, Bugis, Jawa, Makassar, dll.
Bahasa Daerah :
Mandar, Bugis, Toraja, Makassar
Pakaian Rasam :
Sulawesi Barat

Identitas Area :
Flora : Pohon Lontar (Borassus Flabellifer), Fauna : Kerbau Belang (Bubalus Bubalis)

Alat Nada Tradisional :
Kecapi (sumber bunyi : Kordofon , dipetik puas bagian senarnya)

26.Negeri Sulawesi Tengah (SULTENG) Ibukota nya yakni Palu

Provinsi Sulteng




Berdiri :
13 April 1964
Bawah Syariat :
UU.No.13/1964
Letak:
Pulau Sulawesi ( 2ºLU-4ºLS dan 119º-125ºBT )
Nama Piringan hitam Nomor Kendaraan :
DN
Luas Kewedanan :
68.033 km².
Pelabuhan udara :
Mutu Palu
Pelabuhan Laut :
Pelabuhan Donggala dan Pantoloan.
Pahlawan :

Sekolah tinggi Negeri dan Swasta :
Universitas Tadulako (UNTAD).
Kandungan Khas Daerah :
Kaledo.

Obyek Tamasya :
Situ Poso, Goa Pamona, Tentena, Bada Napu, Sumber Air Panas Bora, Air Ambau wena, Kuwali, Kulawi, dll.

Peninggalan Sejarah :

Industri dan Pertambangan : Kencana, Bijih Besi, Nikel, Mika, kayu olahan, Pengalengan ikan, Benur beku, dll.

Disko Tradisional :
Tari Lumense, Tari Peule Cinde, Tari Torompio,Tari Dero Poso,  Tari Mamosa, Tari Kalanda.
Rumah Aturan :
Apartemen Tambi
Senjata Tradisional :
Pasatimpo, Tombak Kanjae /  Surampa (ujungnya berbentuk trisula), Saluk, Tombak, Pisau, Perisai dan Sumpitan
Lagu Kewedanan :
Tondok Kadadingku, Tope Gugu, Tumpiwanyu.
Suku :
Buol, Toli-toli, Tomini, Dompelas, Kaili, Kulawi, Lore, Pamona, Suluan, Mori, Bungku, Balantak, Banggai, dan Balatar
Bahasa Daerah :
Balantak, Banggai, Bungku, Buol, Kailli, Pamona, Lore, Moli, Toli-toli, Tomini.
Gaun Adat : Kulavi ( Donggala )

Identitas Wilayah :
Flora : Pohon Ebony (Diospyros Celebia) ,Fauna : Burung Maleo ( Macrolephalon Maleo)

Perlengkapan Musik Tradisional :
Ganda (sumber obstulen : Membranofon , ditepuk dengan menunggangi telapak tangan )

27.Provinsi Sulawesi Tenggara (SULTRA) Ibukota nya adalah Kendari




Berdiri :
27 April 1964
Bawah Hukum :
UU.No.13/1964
Letak :
Pulau Sulawesi ( 2ºLS-7ºLS dan 120º-125ºBT )
Jenama Piringan hitam Nomor Kendaraan : DM
Luas Area :
38.140 km².
Bandar udara :
Wolter Mongisidi Kendari
Pelabuhan Laut :
Bom Kendari.
Pahlawan :

Perguruan Tinggi Area dan Swasta :
Halu Oleo (UNHO).
Ki gua garba Khas Negeri :
Sasate Nangka,dll.

Obyek Tamasya :
Tanjung Amolengo, Suaka Margasatwa di Jazirah Peropa, Pandau Aopa, Pemandian  Air Laut Kendari, Air terjun di Kendari, Cagar Liwa Kayu Jati di Napabale, Air terjun di Kolaka, Panorama Motonu No, Suaka alam Kayu Kuku, Pemandian Air Laut Mayaria Kasilampe,Pesisir Nirwana, Air Terjun di Biton, dll.

Peninggalan Sejarah :
Keraton Aji Buton.

Pabrik dan Pertambangan :
Kelontong, Nikel, Minyak Kelapa, Aspal, Kapur, dll.

Ajojing Tradisional :
Tari Modinggu, Tari Balumpa, Tari Lumense, Tari Manguru, Tari Molulo, Tari Lantitiasi, Tari Kolega
Rumah Rasam :
Apartemen Istana Buton dan Laikas
Senjata Tradisional :
Keris, Lamang, Tembiang, dan Sumpitan
Lagu Provinsi :
Peia Tawa-Tawa, Ma rencong-rencong, Indo Lugo
Suku :
Mapute, Mekongga, Landawe, Tolaiwiw, Tolaki, Kabaina, Butung, Muna, Bungku, Buton, Muna, Wolio, Moronene, Wononii, Kulisu, Suami, dan Bugis
Bahasa Provinsi :
Bunku-Junjungan, Muna-Butung

Rok Aturan :
Babung Ginasamani

Identitas Wilayah :
Flora : Anggrek Serat ( Dendrobium Utile) ,Fauna : Anoa

(Anoa Depressicomis)

Instrumen Nada Tradisional :
Lado-lado (mata air obstulen : Ideofon, dipukul dengan menunggangi pemukul khusus )

28.Provinsi Sulawesi Selatan (SULSEL) Ibukota nya adalah Makassar

Provinsi Sulsel




Berdiri :
13 Desember 1960
Asal Syariat :
UU.No.47/1960
Letak :
Pulau Sulawesi ( 0ºLS-8ºLS dan 118º-122ºBT )
Tera Plat Nomor Wahana :
DD
Luas Distrik :
62.482,54 km².
Pelabuhan udara :
Hasanuddin Ujung Pandang, Pongtiku Tana Toraja
Dermaga Laut :
Pelabuhan Ujung Pandang.
Pahlawan :
Syah Hasauddin, Syeikh Yusuf Tajul Khalwati, dll.
Jamiah Provinsi dan Swasta :
Perhimpunan Hasanuddin (UNHAS), Universitas Negeroi Makassar.
Makanan Khas Daerah :
Coto Makassar, Palu Konro, Palu Basa, Nasu Likku, sop Konro, Baronang Bakar, Kapurung, Pallu Mara Cakalang, Barobbo, Barongko, dll.

Obyek Pariwisata :
Makam Pahlawan Diponegoro, Makam Kaisar-Raja Talo, Benteng Ujung Pandang, Pulau Kayangan, Sungguminasa, Taman Anggrek, Taman Purbakala Leang-Leang, Birta Snobis, Jazirah Bira/ Bulukumba, Go Bakir, Watampone, Tongkonan ( serambi mayat, kuburan di atas tebing), Tana Toraja, Kambeh-Kambeh / Pantai Lumpus.

Peninggalan Sejarah :


1. Keraton Emir Gowa.
2. Mesjid Katangka.
3. Kuburan Paduka-Sultan Bugis Watang Lamuru.
4. Benteng Sombaupu.

Industri dan Pertambangan :
Ilmu pisah, Kertas, Logam, Target Makanan, Pakaian Jadi, Gips, Tembaga, Sperma, Minyak, Nikel, Batubara, Percetakan, dll.

Tarian Tradisional :
Tari Bosara, Tari Kipas, Tari Bissu, Tari Ma’gellu, Tari Pakarena, Tari Kalioso
Rumah Sifat :
Rumah Tongkonan.
Senjata Tradisional : Badik, Cangkuk, Sabel, Tombak, dan Perisai
Lagu Daerah :
Angin Mamiri, Pakarena, Sulawesi Parasanganta, Ma Rencong.
Kaki :
Mandar, Bugis, Toraja, Sa’dan, Bugis, dan Makassar.
Bahasa Daerah :
Bugis, Makssar, Mandar, Toraja

Pakaian Kebiasaan :
Toraja

Identitas Wilayah :
Flora : Tumbuhan Lontar (Borassus Flabellifer), Binatang : Kerbau Belang (Bubalus Bubalis)
Alat Irama Tradisional :Keso-keso (sumber bunyi : Chordofon , digesek plong bagian senar dengan memperalat alat khusus), Alosu, Anak Becing,  Basi-basi, Talindo dan Puwi-puwi.

Julukan :
Kota Daeng

29.Provinsi Gorontalo Ibukota nya merupakan Gorontalo

Provinsi Gorontalo




Remang :
15 Februari 2001
Dasar Hukum :
UU.No.2/1999
Letak :
Pulau Sulawesi ( 0ºLU-1ºLU dan 120º-124ºBT )
Tanda Plat Nomor Media :
DM
Luas Wilayah :
10.804 km².
Lapangan terbang :
Jalaludin.
Pangkalan Laut :
Pelabuhan Gorontalo.
Pahlawan :
Nani Wartabone dan Kusno Danupoyo
Perguruan Jenjang Negeri dan Swasta :
Perserikatan Negeri Gorontalo, IAIN Sultan Amay Gorontalo
Makanan Spesial Daerah :
Ayam Panggang llolabu, Binte Biluhuta (Bubur Jagung), Ilabulo, Ayam Bakar Iloni, dll

Obyek Pariwisata :
Benteng Otanaha, Pulau Saronde, Pesiraman Lombongo, Pentadio Resort, Tepi laut Olele, Pesisir Boalemo Indah, Pesisir Bolihutuo, Taman nasional Bogani Nani Wartabone dll.

Peninggalan Sejarah :

Industri dan Pertambangan :
Kencana, Tembaga, Tekstil, Nafkah, Kayu, dll.

Ajojing Tradisional :
Tari Paule Cinde, Tari Polo Palo, Tidi Lopolopalo, Tari Saronde, Tari Padupa, dll
Rumah Adat :
Rumah Dulohupa dan Flat Pewaris
Senjata Tradisional :
Badik, Wamilo, Sabele (Tengkuluk)
Lagu Kewedanan :
Hulondalo li Pu’u , Bulalo Lo Limutu , Wanu Mamo Leleyangi
Suku :
Gorontalo, Atinggola, Suwawa, Manado, Polahi
Bahasa Provinsi :
Atinggola, Gorontalo, Mongondow, Suwawa

Pakaian Sifat :
Sundi, Biliu

Identitas Kawasan :
Flora : Gofasa, Gupasa (Vitex Cofassus), Fauna : –

Alat Musik Tradisional :
Ganda (sumber bunyi : Membranofon , ditepuk dengan menggunakan telapak tangan )

NAMA Area DI PULAU MALUKU

Kepulauan Maluku

30.Kewedanan Maluku Ibukota nya yaitu Ambon

Provinsi Maluku




Seram :
1 Juli 1958
Dasar Syariat : UU.No.20/1958
Letak :
Kepulauan Maluku ( 0ºLS-9ºLS dan 124º-136ºBT )
Stempel Plat Nomor Kendaraan :
DE
Luas Wilayah :
851.000 km².
Bandar Peledak :
Pattimura.
Pelabuhan Laut :
Bom Ambon.
Pahlawan :
Kapiten Pattimura, Christina Martha Tiahahu, Anthony Rhebok, Paulus Tiahahu, Karel Satsuit Tubun
Perguruan Panjang Daerah dan Swasta :
Perkumpulan Pattimura (UNPAT).
Makanan Khas Kewedanan :
Palai Badar, Dabu-Dabu Sesi, Tumis Bunga Keliki, Saba’au Sopek Odheng, dll.

Obyek Pariwisata :
Lulusan Istana VOC, Bangunan Kesultanan Ternate  dan Tidore, Dom Historis, Belkas Apartemen Sutan Syahrir dan Dr, Cipto Mangunkusumo, Museum Siswa dan Tugu Christina Martha Tiahahu, Baluwarti- Benteng Peninggalan Belanda, Portugis, dan Spanyol, Sumber Air Panas, Yojana Pahlawan Anzac, Pulau Doi, Taman Laut di Pulau Pombo, Tugu Peringatan Tentara Jepang di Kayu Angus, Warisan Kesultanan Bancan, Pantai Hunimoa, Peninggalan Kesultanan Jailolo, Teluk Kao, Pulau Kei dan Aru, dll.

Warisan Rekaman :


1. Konstruksi Sultanat Ternate dan Tidore.
2. Benteng-Benteng Peninggalan Belanda, Portugis, dan Spanyol.
3. Tugu Peringatan Armada Jepang di Kayu Angus
4. Tamatan-bekas Istana VOC
5. Kesultanan Jailolo
6. Kesultanan Bacan

Industri dan Pertambangan :
Emas, Minyak Dunia, Minyak Kayu Safi, dll.

Tarian Tradisional :
Tari Lenso, Tari Cakalele, Tari Perisai
Rumah Adat :
Kondominium Baileo
Senjata Tradisional :
Saluk Salawaku
Lagu Daerah :
Rasa Sayang-sayange, Yuk Mama, Beber Pintu, Burung Tantina, Goro-Gorone, Huhatee, Kole-Kole, Mande-Mande, Ole Sioh, O Ulate, Sarinande, Tanase, Cangap Kene.
Suku :
Kejar, Banda, Seram, Kei, Ambon, Rana, Alifru, Togitil, Furu-furu
Bahasa Daerah :
Banda, Buru, Furu, Aru, Kei, Sunan, Larat, Leti, Moa, Tanimbar, Seram dan Roma

Pakaian Aturan :
Maluku

Identitas Daerah :
Dunia tumbuhan : Anggrek Larat (Dendrobium Phalaenopsis), Hewan : Nuri Emir (Alisterus Amboinensis)

Peranti Irama Tradisional :
Nafiri (sumber bunyi : Membranofon , ditepuk dengan menggunakan telapak tangan ), Floit, Tifa, Tifa Totobuang, Nyana.

Julukan kota :
Ambon Manise

31.Negeri Maluku Paksina Ibukota nya merupakan Ternate sekarang Sofifi

Kota-kota di Maluku Utara

Provinsi Maluku Utara




Bersimbah :
4 Oktober 1999
Dasar Hukum :
UU.No.46/1999
Letak :
Kepulauan Maluku ( 3ºLU-º3LS dan 124º-129ºBT )
Tanda Plat Nomor Alat angkut :
DG
Luas Wilayah  :
33.321,22 km².
Bandar Awan :
Baabulah.
Pelabuhan Laut :
Pangkalan Ternate, Jailolo Soasiu.
Pahlawan :
Paduka tuan Baabulah, Pati Unus, Nuku Muhammad Amiruddin.

Sekolah tinggi Negeri dan Swasta :
Makanan Khas Daerah :
Popede (sagu), Kepiting Kenari, Halua Kenari, Bagea.

Obyek Wisata :
Danau Dumas, dan Makette, Goa Alam Sagea, Cegar Desa Tabacempaka, Burung Bidadari, Kali Barangka Dolong, Rumah Aturan Sasadu, Oulau Mare, Pantai Akebaru, Kubu Oranye, Benteng Tolluco, Kubu Bernavelt, dll.

Peninggalan Memori :

Pabrik dan Pertambangan : Minyak Marcapada, Nikel, Minyak Gawang Putih, Asbes.

Joget Tradisional :
Tari Lenso, Tari Dana-Dana, Tari Nabar Ilaa, Tari Perang, Tari Ronggeng
Flat Adat :
Rumah Baileo.
Senjata Tradisional :
Tengkuluk Salawaku dan tembiang.
Lagu Kawasan : Barero, Sarinande, Burung Kakak Sepuh.

Suku :
Halmahera, Obi, Morotai, Ternate, Bacan, Module, Pagu, Makian Barat, Kao, Buli, Patani

Bahasa Daerah :
Bacan, Damar, Balela, Fayo, Loda, Moba, Morotai, Obi, Sula, Taliabu, Ternate, Tobelo

Gaun Resan :
Maluku

Identitas Daerah :
Flora : Cengkeh (Syzygium Aromaticum), Fauna : Burung Haur (Bidadari Bird)

Alat Musik Tradisional :
Fu (sumber obstulen : Aerofon , ditiup serta dikendalikan makanya bekas kaki tangan sebagai pengatur suara)

Jenama PROVINSI DI PULAU IRIAN JAYA / PAPUA

Pulau Irian Jaya

32.Provinsi Papua Barat Ibukota nya adalah Kota Manokwari

Provinsi Papua Barat




Tegak :
4 Oktober 1999
Bawah Hukum :
UU.No.45/1999
Letak : Pulau Irian ( 0ºLS-5ºLS dan 130º-138ºBT )
Tanda Plat Nomor Ki alat :
DS
Luas Wilayah :
116.571 km².
Bandar udara :
Rendani (Manokwari) , Jefman (Sorong) Dan Torea (Fak-Fak)
Bandar Laut :
Bom Manokwari, Pelabuahn Sorong, Pelabuhan Fak-Fak
Pahlawan :

Perguruan Hierarki Negeri dan Swasta :
Makanan Khas Area :
Papeda, Sop Hapire, Aunu Kerang, dll.

Obyek Wisata :

Peninggalan Sejarah :

Industri dan Pertambangan :
Minyak Marcapada, Kayu Log dan Kayu Lapis, Emas, Perak, Alumunium, Asbes, Tembaga.

Tarian Tradisional :
Tari Selamat Nomplok, Tari Musyoh
Rumah Adat :
Rumah Honai.
Senjata Tradisional :
Pendar.
Lagu Provinsi :
Apuse, Yamko Rambe Yamko.
Suku : Mey Brat, Arfak, Asmat, Dani, dan Sentan.
Bahasa Daerah :

Pakaian Adat :
Serui

Identitas Daerah :
Dunia tumbuhan : Matoa (Pometia Pinnata) Binatang :-

Alat Nada Tradisional :
Guoto (sumber obstulen : Kordofon , dipetik lega bagian senarnya)

33.Wilayah Papua Ibukota nya yakni Jayapura

Provinsi Papua




Agak kelam :
10 September 1969
Bawah Hukum :
UU.No.12/1969 Dan UU.No.45/1999
Letak :
Kepulauan Maluku ( 1ºLS-6ºLS dan 131º-141ºBT )
Tanda Plat Nomor Kendaraan :
DS
Luas Provinsi :
421.981 km².
Persinggahan Udara :
Sentani Jayapura
Bandar Laut :
Pangkalan Jayapura.
Pahlawan :
Frans Kaisapo, Silas Papare, Marten Indey.
Perguruan Janjang Negeri dan Swasta :
Universitas Cendrawasih (UNCEN).
Rezeki Singularis Kawasan :
Papeda, Sop Hapire, Aunu Kerang, dll.

Obyek Wisata :
Tepi laut Bonsik, Telaga Sentani, Pantai Jendi, Tanjung Kasuari, Pantai Korem, Hutan Pelancongan Pulau Supriori, Pulau Balanta, Rantau Jazirah Beraga, Museum Jayapura, Tepi laut Klimpang, Gaung Binsar/Gaung Jepang, Sky Line, Sombong, dll.

Warisan Memori :

Industri dan Pertambangan  :
Tembaga, Minyak Dunia, Kusen Lapis, Alumunium,  Asbes, Pualam, Tiang Gelondongan.

Tarian Tradisional :
Tari Selamat Datang,Tari Musyoh, Tari Perang, Tri Selamat Datang
Rumah Sifat :
Rumah Honai.
Senjata Tradisional :
Pisau Belati, Busur dan Cuaca.
Lagu Daerah :
Apuse, Yamko Rambe Yamko

Suku :
Sentani, Dani, Amungme, Nimboran, Jagai, Asmat, dan Tobati.
Bahasa Kewedanan :
Dera, Kaure, Kentuk Bresi, Mann, Morwap, Molof, Mooi, Tobati, Senggi, Sentani

Pakaian Adat :
Asmat

Identitas Daerah :
Flora : Matoa (Pometia Pinnata) Dabat : Burung Cendrawasih ( Seleucidis Melanoleucus)

Organ Musik Tradisional :
Tifa (sumur bunyi : Kordofon , Membranofon , ditepuk dengan memperalat bekas kaki tangan), Atowo, Totobuang.

34.Area Kalimantan Lor (KALTARA)Ibukota nya adalah Jazirah Selor

Provinsi Kalimantan Utara

Berdiri :
25 Oktober 2012
Bawah Hukum :
UU No.20 hari 2012
Letak :
Pulau Kalimantan (0°57′ LU 116°26′ BT)
Keunggulan Plat Nomor Ki alat :

Luas Wilayah :
85.618 km2 (33,057 mil²)
Bandar Awan :
Juwata, Kolonel Robert Atty Bessing, Long Apung , Nunukan
Pelabuhan Laut :
Malundung, Tengkayu I dan II dan Ferry Juata Laut, Tunon Taka
Pahlawan :-
Perguruan Tataran Negeri :
Perkumpulan Borneo Tarakan, Universitas KALTARA Ancol Selor
Peranakan Khas Provinsi : Lawa, kepiting soka, sate temburung

Obyek Wisata :
Pantai Dedikasi, terdiri berasal 2 buah tepi laut, yaitu tepi laut kebajikan hijau dan pantai amal lama, Museum Flat Buntak, Museum Baloy Adat Tidung, Hutan Mangrove, Penangkaran Buaya Juwata,Taman Kebun Anggrek, Taman Lonjong Ladang, Yojana Bujur telur Markoni, Yojana Bulat telur Malundung, Taman Monumen Penghargaan Ii kabupaten Tarakan di Bandara Juwata, Bungker Warisan Jepang di Bandara Juwata, Makam Barisan Jepang , Tugu Makam Tentara Australia, Air Ki angkat Karungan, Pulau Sadau (semua di wilayah kita Tarakan)

Peninggalan Sejarah :
Museum Kesultanan Bulungan Tarakan

Industri dan Pertambangan :
(area di sebelah utara Kalimantan ini memiliki potensi alam yang asing normal. “Berangkat dari minyak, gas, kelautan dan lombong)

Tarian Tradisional :
Kencet ledo
Rumah Resan :
Rumah Baloy
Senjata Tradisional :
Mandau
Lagu Daerah :
Bebilin

Suku :
Suku Bugis, Suku Jawa, Suku Banjar, Tungkai Tidung, Suku Dayak, Kaki Bulungan, Kaki Tasawuf dan suku-suku lainnya
Bahasa Daerah :
Tidung, Dayak
Pakaian Adat :
Ta’a, Sapei Sapaq dan Bulang Kurung
Alat Musik Tradisional :
gabung, gambang, rebab

Cap PROVINSI DARI HASIL PEMEKARAN

1.Negeri Kepulauan Riau
2.Provinsi Gugusan pulau Bangka Belitung
3.Provinsi Banten
4.Provinsi Gorontalo
5.Provinsi Maluku Lor
6.Area Papua Barat
7.Kewedanan Kalimantan Utara (25-10-2012)

Pemberitahuan perlengkapan musik :

1. Membranofon

Membranofon ialah himpunan alat nada yang sumber bunyinya bersumber terbit membran atau kulit ari jangat yang diregangkan dan dipasang pada sebuah peti atau torak.
Eksemplar : tambur,tabuh ,rebana,tifa dan lain sebagainya.

2. Aerofon

Aerofon adalah alat musik yang perigi bunyinya bermula pecah getaran awan yang diatur makanya liang-liang ataupun lidah yang terserah pada alat musik tersebut.
Contoh : seruling awi. anyelir , recorder dan lain sebagsinya.

3. Ideofon

Ideofon ialah alat musik yang sumur bunyinya berpunca dari getaran organ musik itu seorang.
Contoh : gelegah, angklung,gambang dan lain sebagainya.

4. Kordofon


Kordofon yakni alat musik yang perigi bunyinya berpunca bermula benang kuningan/kenur/senar/corda yang bergetar karena dipetik,digesek,maupun dipukul.
Contoh : Rebab, kecapi , siter dan lain sebagainya.

5. Elektrofon

Elektrofon yaitu alat musik nan perigi bunyinya berasal pecah aliran diseminasi listrik

Contoh : gitar listrik listrik dan lain sebagainya.

Sendang kata sandang dan gambar : http://laskarpelangianakbangsa.blogspot.co.id/2012/03/nama-33-provinsi-di-indonesia-tarian.html. Trima hidayah
LASKAR PELANGI Momongan BANGSA


Source: https://www.juraganles.com/2016/08/keragaman-suku-bangsa-dan-budaya-di-indonesia-34-Provinsi.html

Posted by: caribes.net