Khitan Bagi Anak Perempuan Hukumnya

 Ilustrasi wanita muslim berhijab. (Freepik.com)

SOLOPOS.COM – Ilustrasi wanita mukminat berhijab. (Freepik.com)


Solopos.com, SOLO-Jika kaum junjungan-junjungan wajib khitan, lantas bagaimana hukum sunat buat perempuan dalam Islam?  Prosedur potong kulup lega wanita tidak hanya kulup maupun lipatan kulit yang merumung klitoris yang diangkat dalam prosedur ini, tetapi juga klitoris itu sendiri dan bibir vagina.

Mengutip laman
alodokter.com, Selasa (19/7/2022), Organsisasi Kesegaran Dunia (WHO) memusat segala rencana potong kulup upik. Berbeda dengan khitan pada pria,  khitan pada wanita enggak memiliki manfaat apa pun buat kesehatan bahkan justru merugikan wanita antara tak menyebabkan pendarahan, gangguan pipis, gangguan intern persalinan, hingga bisikan saat berhubungan seksual.



PromosiTokopedia Yunior Ajak UMKM dan Publik Usung Produk Baik hati Lingkungan

Lalu bagaimana hukum khitan perempuan ini privat Islam? Privat riwayat Bukhari, Muslim dan Ahmad mulai sejak Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berujar: “Ada lima tipe yang termasuk fitrah, yaitu potong kulup, mencukur rambut yang bertaruk di sekitar alat kelamin, menggunting kumis, memotong kuku dan mencabut bulu katek.”


Baca Pula: 4 Jenis Potong kulup Perempuan yang Bisa Sebabkan Terlanggarnya Hak Genital

Perkataan nabi tersebut menunjukkan bahwa Islam yakni ajaran yang komprehensif nan mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk hal-hal yang sepele nan menjadi naluri kebiasaan manusia. Dalam konteks potong kulup, ulama sepakat bahwa laki-laki dianjurkan bagi berkhitan, karena secara akal sehat bisa dipahami, khitan merupakan bagian berpangkal kebersihan (thaharah). Cuma tidak demikian bagi perempuan, banyak guri terutama tenaga medis yang melarang potong kulup bagi perempuan. Sementara itu sebagian halangan berpendapat bahwa khitan bagi amoi harus dilakukan. Maka dari itu akibatnya, kelainan khitan untuk perempuan perlu mendapatkan kejelasan secara tuntas dan menyeluruh.

Mengutip laman
NU Online
pada Selasa (19/7/2022), jamhur berbeda pendapat tentang hukum potong kulup bagi perempuan, ada yang mengatakan sunnah dan ada nan mengatakan mubah. Sedangkan menurut al-Syafi’i hukumnya wajib, seperti syariat sunat bagi laki-laki sebagaimana dikemukakan Padri Nawawi.


Baca Juga: Viral Bocah Disunat Teriak Kesakitan, Yakin Masih Mau Nyakitin Teruna?

Pendapat nan melarang khitan perempuan sebetulnya tidak memiliki dalil syar’i, kecuali namun sekedar meluluk bahwa khitan wanita adalah menyakitkan bulan-bulanan (perempuan). Darurat hadis nan menjelaskan sunat wanita (hadits Abu Dawud) tidak menunjukkan taklif di samping juga kesahihannya diragukan. Sedangkan terserah kaidah ushul yang menyatakan bahwa ‘lelaki al-dalil laisa bi dalil (bukan adanya dalil bukan adalah suatu dalil). Adapun pendapat nan mengatakan sunnah, berlandaskan hadits yang diriwayatkan oleh Padri Ahmad:

Berasal Abu al-Malih polong Usamah, dari Ayahnya: “Sungguh Nabi Saw. berfirman: “Potong kulup itu hukumnya sunnah bagi para lelaki dan izzah bikin para nona.” (HR. Ahmad)

Pengenalan sunnah yang dikehendaki di sini tak berharga lawan introduksi mesti. Sebab introduksi sunnah apabila dipakai dalam sebuah hadits, maka bukan dimaksud bagaikan oponen kata wajib. Namun lebih menunjukkan persoalan membedakan antara hukum laki-laki dan perempuan. Dengan begitu, arti kata sunnah dan kata makrumah dalam hadits tersebut maksudnya yakni laki-laki makin dinasihatkan berkhitan dibanding perempuan.


Baca Juga: Sunatan Massal di Solo, Ngemut Es Krim Biar Gak Sakit

Sehingga bisa jadi artinya hukum sunat dalam Islam merupakan adam sunnah dan perempuan mubah. Ataupun terlazim untuk laki-suami dan sunnah bagi perawan. Atau pria dianjurkan mengiklankan khitannya, baik privat walimah al-khitan atau pelawaan, sedangkan perempuan lebih lagi yang baik dirahasiakan, tidak teristiadat diekspose ataupun disebarluaskan. Keadaan ini sebagaimana disampaikan Anak laki-laki Hajar al-Asqalani kerumahtanggaan Fath al-Bari Syarh Shahih al-Bukhari.

Source: https://www.solopos.com/bagaimana-hukum-sunat-perempuan-dalam-islam-ini-penjelasannya-1370278

Posted by: caribes.net