Khotbah Yohanes 3 1 8

1 Yohanes 3:1-10

Dikenal oleh Tuhan — Ada sebuah cerita tentang sendiri perempuan muda yang karena kecerobohannya ketika menyeberang jalan, upik taruna itu terantuk oto nan melaju ugal-ugalan di kronologi. Koma lah putri itu di rumah gempa bumi.

Kerumahtanggaan keadaan koma diceritakan bahwa perempuan itu bersua dengan Allah. “Tuhan, aku plus muda buat nyenyat, jangan biarkan aku mati di hayat remaja seperti ini Tuhan.” Lalu Allah berfirman, “Oke, kalau begitu usiamu ku perpanjang 15 perian lagi.”

“Yah cak kenapa Hanya 15 hari sih Yang mahakuasa? Tapi udah deh, gak pa pa, nan terdahulu aku gak mau sirep sekarang.” Perempuan muda itupun kesannya sembuh dari kejadian koma nya.

Tahu bahwa umurnya diperpanjang 15 musim, perempuan muda ini sekali lagi berniat mengerjakan banyak hal nan selama ini dia ingin bikin: propaganda plastik, cak agar hidungnya gak pesek lagi; lebih banyak tindikan kembali (di hidung, di lidah); tattoo-an, terpangkal banyak deh, sampai pangling individu jikalau ngeliat dia.

Suatu tahun, kecerobohannya iteratif. Nyebrang jalan tapi gak tengok kanan kiri, di tabrak lagi lah dia, koma lagi. Di surga: “Tuhan, gimana sih, katanya aku diperpanjang hidupnya 15 perian pula, tapi kok ini belum cak semau setahun sudah mau mati lagi sih aku?” Tuhan gagap, “Eh, anda siapa ya?”

“Wah Yang mahakuasa parah nih gak ngenalin! Ini aku, nan waktu itu Sang pencipta sejumlah mau diperpanjang kembali hidupku 15 tahun juga.” Tuhan, “Wahhhhh maaf, Aku gak ngenalin tampilan baru mu nan sekarang ini.”

Kisah tadi tentu bukan kisah nyata tentu, cuma ilustrasi saja. Tuhan pasti mengenal setiap kita. Intern pembacaan Alkitab kita musim ini, 1 Yohanes 3:1-10, bahkan ketika “manjapada bukan mengenal kita, karena mayapada bukan mengenal Dia (yang datang berpokok Surga bagi menebus dosa kita),” Dia mengenal kita.

1 Yohanes 3:1-10

Anak-anak asuh Allah

3:1 Lihatlah, betapa besarnya anugerah yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut momongan-anak Allah, dan memang kita ialah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab marcapada lain mengenal Beliau.
3:2 Tali pusar-saudaraku yang buah hati, sekarang kita adalah anak-anak Halikuljabbar, cuma belum nyata apa kejadian kita lusa; akan tetapi kita sempat, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Kamu kerumahtanggaan keadaan-Nya yang senyatanya.
3:3 Setiap orang yang meletakkan penungguan itu kepada-Nya, menerangkan diri sama sebagai halnya Dia yang adalah masif.
3:4 Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Yang mahakuasa, sebab dosa yaitu pelanggaran hukum Tuhan.
3:5 Dan kamu senggang, bahwa Ia telah menyatakan diri-Nya, meski Beliau menyetip segala dosa, dan di dalam Dia tidak suka-suka dosa.
3:6 Karena itu setiap orang yang kukuh fertil di n domestik Dia, tidak melakukan dosa sekali lagi; setiap orang yang taat melakukan dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia.
3:7 Anak-anakku, janganlah membiarkan seorangpun menjerumuskan kamu. Barangsiapa nan berbuat kebenaran yakni benar, sama seperti mana Kristus adalah bermartabat;
3:8 barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berusul berpokok Roh jahat, sebab Iblis mengerjakan dosa dari awal. Bakal inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, ialah cak agar Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu.
3:9 Setiap orang yang lahir mulai sejak Sang pencipta, tidak berbuat dosa lagi; sebab sperma ilahi tetap ada di dalam ia dan ia tidak dapat mengamalkan dosa, karena beliau lahir dari Allah.
3:10 Inilah tandanya anak-momongan Allah dan anak-momongan Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang enggak mengasihi saudaranya.

Dikenal oleh Allah

Rasul Yohanes mengklarifikasi peristiwa itu kepada kita, bahwa persaudaraan kita dengan Allah kita sebegitu dekatnya sehingga kita boleh menjuluki-Nya: Bapa, dan kita adalah anak-anak-Nya. Jika Halikuljabbar adalah Bapa kita dan kita adalah momongan-momongan-Nya, karuan Dia mengenal segala apa yang menjadi kebutuhan momongan-momongan-Nya.

Kebutuhan kita yang paling terdahulu di hadapan Bapa kita adalah ayat 4.

1 Yohanes 3:4
Setiap manusia yang berbuat dosa, mengantuk pun hukum Almalik, sebab dosa ialah pengingkaran hukum Halikuljabbar.

Setiap kita berdosa dan Bapa menyediakan Urut-urutan Terbaik kerjakan kita untuk bisa memandang diri kita yang sememangnya: bahwa kita adalah anak-anak yang sedemikian itu dikasihi-Nya dan sudah lalu ditebus supaya di dalam Sira tidak cak semau lagi kuasa dosa (maut: kebinasaan kekal – ayat 5).

1 Yohanes 3:5

Dan kamu senggang, bahwa Ia sudah lalu menyatakan diri-Nya, cak agar Kamu menyetip segala dosa, dan di intern Sira tidak cak semau dosa.

Injil kita merupakan surat belalah-Nya kepada kita yang membutuhkan Jalan Selamat. Nabi Yohanes intern perikop kita hari ini membimbing kita bagi menuliskan surat balasan bikin Tuhan nan telah menyatakan cinta-Nya kepada kita. Inilah pokok isi surat nan dibimbing maka dari itu Rasul Yohanes lakukan kita kirimkan kepada Almalik:

(1) Bersyukurlah karena meskipun dunia bukan mengenal kita, namun Allah Bapa kita mengenal siapa kita. – ayat 1 –

“Barang apa! Kamu anak-momongan Almalik? Memang Allah pertautan sama siapa dapat punya anak kamu!?” …. Ah, itulah ketidaktahuan dunia tentang siapa diri kita yang senyatanya dihadapan Yang mahakuasa.

(2) Bersyukurlah karena Dia telah menebus kita dari kuasa dosa – ayat 5 –

Beberapa waktu belakangan ini saya berpikir lakukan menggadaikan arloji saya. Belum memang, tapi mari membayangkan bila saya mutakadim menggadaikan jam tangan saya di pegadaian: Arloji nan biasanya saya pakai di tangan kanan saya cak bagi menunjukkan tahun, setelah saya gadaikan beliau tentu tak akan terserah lagi di pembantu saya cak bagi menunjukkan hari.

Jam tangan saya berpindah dari milik saya menjadi bukan milik saya pula seutuhnya dan lain lagi ada di tangan kanan saya, melainkan ada di gudang rumah gadai!

Tuhan tidak menggadaikan kita. Kita yang ‘menggadaikan diri’ kita menuju kuasa dosa sehingga kita tidak kembali melekat kepada Tuhan. Dan yang dilakukan oleh Tuhan bikin kita adalah: “memampas harga yang harus dibayar” sebagai tanda pembebasan kita dari kuasa dosa.

Terserah harga yang sudah dibayar makanya Tuhan supaya kita tak juga cak semau di “gudang pegadaian” melainkan sekali lagi kepada kelebihan asali kita.

(3) Dan inilah faedah asali kita ibarat anak-momongan Halikuljabbar: enggak berbuat dosa juga – ayat 9 – Berjanjilah bakal memperjuangkan hal itu.

Inilah pertentangan kita bersama sebagai pribadi nan dikenal oleh Tuhan. Beliau tahu bahwa kita bergumul dengan dosa-dosa kita, Dia tahu kita ada di “pakus pegadaian.” Bersyukurlah karena kita telah direbut kembali makanya Beliau dan membandingbanding fungsi tadinya kita sebagai anak-momongan ciptaan Tuhan nan diciptakan bagi kebaikan.

“Karena itu setiap khalayak nan tunak berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap cucu adam yang tetap mengerjakan dosa tak menyibuk dan mengenal Sira”

Sharing: Obstruksi apa namun yang seringkali kita jumpai sehingga kita sulit untuk menjalani vitalitas sebagai anak-anak Allah? Bagaimana cara mengatasinya?

Dosa tidak merugikan karena dilarang, sekadar dosa dilarang karena mudarat. (Benjamin Franklin)

Source: https://www.gerry.id/2012/04/1-yohanes-31-10.html