Kliping Globalisasi Ips Kelas 9

A. Pengertian Globalisasi

Kata “globalisasi” diambil dari kata globe (bola dunis) menjadi mendunia yang berarti ‘global’. Globalisasi merupakan sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan pertambahan keterkaitan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia. Hubungan jagat dan antarmanusia tersebut boleh riil nikah dalam bidang penggalasan, investasi, perjalanan, budaya popular, dan bentuk bentuk interaksi yang lain. Istilah globalisasi punya kesamaan dengan istilah internasionalisasi. Internasionalisasi mengandung pengertian persaudaraan yang melintasi batas-tenggat negara-negara. Hubungan jagat berlanjut privat mahajana jagat

Globalisasi menayangkan, bahwa wargadunia semakin menyatu. Mereka mempunyai pola hubungan yang semakin erat. Hidup mayapada sebagai halnya itu digambarkan misal desa yang mengglobal (global village). Dengan globalisasi seluruh bangsa dan negara di marcapada semakin tercabut suatu sama lain, mewujudkan satu tatanan nyawa plonco dengan menyingkirkan batas-tenggat geografis, ekonomi, dan budaya mahajana.

Globalisasi yaitu perubahan global yang melanda seluruh dunia. Perubahan mendunia ini mempunyai kekuatan dan kederasan yang tinggal lestari bikin mempengaruhi seluruh bangsa dan negara di dunia ini. Bukan terserah suatu kembali bangsa dan negara yang mampu memurukkan globalisasi. Globalisasi haruslah dihadapi andai maklumat yang harus dituruti. Kesejagatan bukan hanya terjadi di meres ekonomi, melainkan meliputi seluruh aspek roh manusia, yaitu sosial, politik, teknologi, mileu, budaya, dan sebagainya. Lalu apa yang menjadi ciri-ciri globalisasi itu? Ciri-ciri kesejagatan harus dijelaskan dengan menggunakan dua konsep sebagai berikut.
1. Perubahan privat konsep ruang dan hari. Perkembangan barang-dagangan begitu juga telepon genggam, televisi bintang beredar, dan internet menunjukkan bahwa komunikasi mondial terjadi demikian cepatnya, sementara melalui perilaku atau evakuasi manusia maupun sekelompok manusia (massa) semacam
perpelancongan memungkinkan kita mengenal banyak hal pecah budaya yang berlainan.
2. Pasar dan produksi ekonomi di negara-negara yang farik menjadi saling bergantung. Keadaan ini diakibatkan oleh pertumbuhan perdagangan internasional, peningkatan pengaruh perusahaan multinasional, dan supremsi penggalasan internasional oleh organisasi World Trade Organization (WTO).
3. Peningkatan interaksi budaya melalui jalan media massa. Kontrol tersebut terutama melewati wahana televisi, film, musik, dan transmisi berita dan olah raga internasional. Saat ini, kita dapat mengkonsumsi dan mengalami gagasan dan camar duka baru mengenai hal-hal yang menerobos beraneka rupa budaya, misalnya dalam bidang fashion, literatur, dan ki gua garba.
4. Meningkatnya masalah bersama. Permasalahan bersama tersebut misalnya puas satah mileu hidup, ketegangan multinasional, inflasi regional.
5. Makanan siap suguhan (KFC, McD, dan sebagainya) merupakan dampak dari globalisasi.
6. Ketergantungan ekonomi seperti terbantah plong eskalasi harga patra dunia

B. Globalisasi dalam Berbagai Bidang Kehidupan

Globalisasi membawa pengaruh dari luar negeri masuk ke sendi-sentral tiaptiap negara. Pengaruh luar itu mempengaruhi sendi-sendi kehidupan masyaraka

negara nan bersangkutan di bermacam ragam latar, baik di satah ekonomi, politik,sosial budaya, maupun bidang benteng dan keamanan.

Dalam bidang politik pengaruh globalisasi
tertentang dalam kebijakan sendirisendiri negara yang
harus mempertimbangkan kondisi internasional.
Dengan pertimbangan tersebut, negara yang
bersangkutan boleh memanfaatkan masyarakat
sejagat untuk kepentingan negaranya.
Peristiwa ketatanegaraan yang terjadi lega suatu negara dengan cepat diberitakan secara menyeluruh.

Di jihat lain, globalisasi sosial budaya melalui media massa cenderung menyervis sebuah
barang budaya yang menguntungkan negaranegara beradab. Misalnya, belanja di mall yang
menunjukkan gaya roh konsumerisme, seperti peralatan elektronik, kosmetik, fashion, dan
makanan. Umum dituntut lakukan mengikuti trend-trend terbaru privat budaya menyeluruh nan ditawarkan melintasi media komposit. Di samping persoalan gaya vitalitas, globalisasi lagi mengirimkan persoalan baru yang terkait dengan permasalahan identitas budaya. Perubahan sosial akibat
kesejagatan terjadi sodok menyusul, sehingga mengakibatkan ketidakpastian, ketidakterdugaan, dan ketidakpastian. Fenomena ini menyebabkan sebagian orang kesuntukan identitas dirinya. Dalam bidang pertahanan dan keamanan, globalisasi meniadakan batasbatas kewilayahan antarnegara. Melalui radio, televisi, telepon, dan internet segala apa macam informasi secara independen bisa diperoleh semua cucu adam di plural bongkahan dunia. Hasilnya benteng dan keamanan negara mesti dikelola dengan cara baru agar ketertutupan negara tetap terjaga.

C. Perilaku Masyarakat dalam Perubahan Sosial Budaya di Indonesia

Kalian luang bahwa bangsa Indonesia adalah menjadi bagian berpunca masyarakat alam semesta. Laksana bagian dari umum jagat, bangsa Idonesia enggak boleh menudungi diri dari otoritas nan datangnya dari luar negeri.
Semangat kita sehari-masa langsung atau tidak langsung dipengaruhi dan dibentuk oleh persilihan global tersebut. Mungkin di antara kalian tanpa menyadarinya sudah lalu dipengaruhi dan mengajuk perubahan-perubahan universal yang datangnya berusul luar tersebut. Kalian pasti sudah lalu mengenal teknologi komunikasi berupa handphone (telepon kepal), malar-malar kalian memiliki dan
menggunakannya. Telepon genggam tidak hanya dimiliki dan dipakai oleh masyarakat nan adv amat di perkotaan, sekarang ini telah meluas hingga sreg masyarakat pedesaan.

Bagi galangan bisnis telepon genggam menjadi alat komunikasi yang efektif bagi menjalankan usahanya. Alat komunikasi ini bisa dipakai untuk melakukan transaksi niaga. Untuk melakukan transaksi bisnis pengusaha tidak perlu melakukan melangkaui pertemuan tatap cahaya muka, melainkan memadai melintasi alat komunikasi ini. Melalui alat komunikasi ini pemanufaktur dapat menghemat biaya
operasional dan memperoleh keuntungan segara.

Selain sebagai alat komunikasi, cak semau yang menggunakan telepon genggam
sebagai huruf angka status dan gaya sukma. Dengan telepon genggam orang ingin
dianggap bak orang kaya maupun bertamadun. Cak bagi sebagian bermula masyarakat
Indonesia telepon genggam menjadi huruf angka harga diri bahwa dirinya adalah orang
nan secara ekonomi mampu atau makmur. Demikian sekali lagi, telepon kepal
menyerahkan prestis dan gengsi untuk pemakainya.

Globalisasi pula membawa pengaruh
budaya makanan cepat suguhan (fast food) terbit
asing negeri masuk ke Indonesia. Budaya
rahim cepat saji ini dengan cepat dan
meluas mempengaruhi perilaku makan masyarakat Indonesia. Kalian tentu sangkut-paut
mendengar dan lebih-lebih pernah makan di
restoran yang bernama McDonald’s,
Kentucky Fried Chicken (KFC), Texas,
Pizza Mina, dan Dunkin’ Donuts. Sebagian
lautan terbit kalian pastilah mengenali
Gambar. 15.3. Fenomena bekembangnya perusahaan Mc. lambang di samping.

Sebagian masyarakat kita pula menggemari barang-komoditas dengan label
luar atau barang-komoditas impor, seperti sepatu, baju, celana, pakaian dalam, tas,
dompet, kosmetik, arloji, perhiasan, peralatan rumah hierarki, dan sebagainya.
Barang-barang ini timbrung ke Indonesia baik didatangkan sekalian oleh importir
asal Indonesia maupun melalui jaringan bisnis global. Perhatikan gambar di samping ini yang yaitu bayangan perilaku komsumtif masyarakat Indonesia.

Sebagian berpokok umum kita membeli barang-barang merek asing itu tidak hanya di dalam kawasan, mereka sekali lagi membelinya di luar distrik. Banyak orang Indonesia yang membelanjakan uangnya di luar negeri. Mereka melakukan perjalanan ke luar distrik, selain berekreasi, mereka membelanjakan uangnya untuk membeli barang-barang di negara-negara yang mereka kunjungi. Di Paris Perancis,
misalnya, ada pelecok satu toko pakaian yang menyapa pengunjungnya dengan menitahkan selamat datang dengan menunggangi Bahasa Indonesia, apalagi menyiapkan pramuniaga yang bisa bertata cara Indonesia. Di Paris orang Indonesia yang mempunyai banyak uang jasa dikenal seumpama pengguna yang suka berbelanja minus memperhitungkan harga.

Kalian sekarang sedang spirit di era menyeluruh. Di televisi kalian boleh menyaksikan secara serampak kompetisi sepakbola yang sedang berlangsung di beberapa negara, misalnya liga sorot A Italia, Liga Inggris, Bundes Liga Jerman, dan LA Liga Spanyol. Kejuaraan-kompetisi yang ditayangkan secara langsung oleh jaringan televisi mayapada tersebut juga disaksikan maka dari itu jutaan turunan di seluruh dunia.

Globalisasi merupakan permakluman yang tidak bisa dihindari oleh bangsa dan negara manapun, tersurat Indonesia. Bangsa dan negara Indonesia harus menghadapi perubahan global ini. Dunia kerumahtanggaan era global ibarat arena perlombaan. Bangsa dan negara di dunia diibaratkan menjadi pemain sandiwara dan penonton di panggung sayembara tersebut. Menurut kalian, bagaimana dengan nasion Indonesia? Apakah bangsa Indonesia akan menjadi pemaian alias penonton? Bila melihat kenyataan-takrif perilaku masyarakat Indonesia di atas, bangsa Indonesia saat ini belum mampu menjadi anak komidi. Bangsa kita baru menjadi pirsawan. Puaskan kalian namun menjadi penonton di era global? Kapan bangsa kita menjadi pelaku dan dolan aktif di era global? Untuk mejadi pelaku di era globalisasi bangsa Indonesia harus makmur adu cepat dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Bangsa Indonesia harus memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif di era global. Salah suatu cara bagi meningkatkan anak kunci saing bangsa tersebut ialah melalui pendidikan.

Source: https://soakfamily.blogspot.com/2014/01/a_23.html

Posted by: caribes.net