Kufur Nikmat Adalah Kebalikan Dari

Dalam hayat sehari perian bani adam comar disibukkan dengan segala pekerjaan dengan pekerjaan ataupun kegiatan dengan tujuan memenuhi kebutuhan hidup, rasa terima kasih seringkali namun lewat di benak kita sebagai kosa kata yang bersifat umum. Jika suasana hati kita dipenuhi dengan rasa demen dan rasa nyaman, lalu lupa dengan syukiurnya. Namun jika kita dirundung galabah, masalah dan impitan kita yunior tau bahwa momen itulah kita membutuhkan Alloh namun kita lupa berterima kasih saat intern situasi senang, bahagia dan kecukupan.

 Mulai sejak situ hijau kita sadari seumpama sesuatu nan selama ini kita abaikan “ozon, ternyata sepanjang ini saya tekor bersyukur!” demikian ungkapan seseorang yang baru tetapi tersadar karena selama ini melupakan rasa syukurnya alias caruk kita sebut dahriah legit. Maka dari itu kita harus paham dulu arti “bersyukur” dan arti
“kufur”.


Yang pertama kita akan meributkan tinggal tentang
bersyukur, Berterima kasih
adalah  suatu perbuatan nan bertujuan untuk berterimakasih atas segala limpahan lemak nan sudah lalu Sang pencipta SWT berikan.maka besar perut berterima kasih jika diberi satu nikmat Allah SWT. Tidak memandang gurih itu banyak apa sedikit. Karena orang yang cinta bersyukur niscaya Sang pencipta SWT akan menambahkan kenikmatan tersebut.

Keadaan ini sebagai mana firman Almalik SWT intern QS Ibrahim : 7

وَإِذْتَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَإنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيْدَنَّكُمْ وَلَإِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

Artinya adalah : Dan (ingatlah kembali), takkala tuhanmu memaklumkan, “sesungguhnya jika beliau berterima kasih, pasti kami akan menambahkan (lemak) kepadamu, dan jikalau kamu menidakkan (lezat-Ku), maka sememangnya azabku sangatlah pedih.”

            Maka kita ibarat muslim yang patuh terhadap ilham agam selam kita harus berterima kasih dari apa yang diberikan di dunia ini oleh Allah SWT dari segala keberagaman kandungan yang diberinya.Rezeki memang lain semua tentang harta nan nyata melainkan bernafas pun adalah rezeki yang lebih indah diberikan oleh Allah SWT, karena sekiranya kita tidak dapat bernafas sekali lagi kita lain dapat merasakan nikmatnya pun.

            Kemudian kita akan membahas tentang
dahriah, kufur
adalah salah kelakuan individu, baik secara lahiriyah atau batiniyah nan boleh menyebabkan hilangmya atau gugurnya keimanan seseorang.oleh jika kita kufur terhadap barang apa yang diberikan oleh Yang mahakuasa SWT berarti kita bukan kembali ranggas iman kita terhadap tuhan yang maha esa ini.

            Hal ini disebut kerumahtanggaan firman Allah SWT n domestik QS Az Zumar

إِنْ تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنْكُمْ وَلَا يَرْضَي لِعِبَادِهِ الكُفْرُ وَإِنْ تَشْكُرُوْا يَرْضَهُ لَكُمْ وَلَا وَازِرَةٌ أُخْرَي

Artinya : JIka kamu ateis, sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Kamu tidak meridhoi kekafiran bakal hambanya dan jika kamu bersykur, niscaya dia meridhoi bagimu kesyukuranmu itu, dan seeorang yang berdosa tak akanmemikul dosa orang tidak..

            Selepas kita mengetahui dari penjelasan singkat diatas kita bisa memaklumi bahwasanya rasa syukur itu harus ditimbulkan secara istiqomah di dalam diri umat orang islam, karena kebanyakan  muslim saat ini  bertambah gegares mengeluh dan lupa akan segala nikmat yang diberikan Allah SWT kepada para umatnya. Sehinga seringkali Tuhan SWT memberikan sebuah peringatan atau musibah kepada hambanya sepatutnya gegares berterima kasih privat segala peristiwa. Dan yang kita tatap sreg zaman saat ini saat manusia diberi sedikit sahaja kesusahan merka bkn terlebih berlega hati hanya tambahan pula mengeluh akan penderitaannya yang dialami mereka momen  itu, bukannya memohon ampun kepada Sang pencipta doang malah membentuk maksiat dengan tujuan meredam emosi segala apa beban yang dialami menurut mereka.

Kita mencoba mengintai ke bawah, banyak sekali orang orang papa, rakyat yang kurang mampu, manusia yang keterbatasan fisik mereka tidak pergaulan berputus asa dalam menjalai nasib, mereka selalu berlega hati karena mereka masih diberi mak-nyus maka dari itu Allah SWT untuk menjalani hidup di bumi ini oleh karena itu kita sebagai muslim di zaman atau era penghabisan ini . kita harus budayakan berlega hati di setiap peristiwa dan keadaaan yang kita jalani saat ini .

Jangan berputus asa dan kufur akan segala lezat yang diberikan Sang pencipta karena semua yang diberikan sang pencipta kepada kita adalah kiriman dari-Nya dan  kapanpun seremonial diambil minus kita ketauhi musim  tersebut. Juga pastinya allah telah merencanakan apa yang akan terjadi kepada kita. Wallahu A’lam.


By : Abdul Haris Taqiyuddin & Aldi Wahyudi  MNJ 2

Source: http://mgt.unida.gontor.ac.id/antara-syukur-atau-kufur/

Posted by: caribes.net