Lagu Kebangsaan Brunei Darussalam Adalah

Brunei Darussalam

نڬارا بروني دارالسلام
(Melayu)

Negara Brunei Darussalam
(Rumi)

Bendera Brunei Darussalam

Bendera

{{{coat_alt}}}

Lambang

Semboyan:
الدائمون المحسنون بالهدى

Sentiasa membuat amal dengan petunjuk Allah

(Melayu: “Cerbak mengamalkan baik dengan arahan Allah”)

Lagu nasional:

Yang mahakuasa Peliharakan Paduka tuan

(Indonesia: “Allah Memberkati Kaisar”)

Brunei (orthographic projection).svg
Perlihatkan Dunia

Location Brunei ASEAN.svg
Perlihatkan peta ASEAN

Flag-map of Brunei.svg
Perlihatkan peta Bendera

Lokasi
Brunei Darussalam

(hijau)

di ASEAN

(serbuk-duli bertongkat sendok)  –  [Mite]

Lokasi Brunei Darussalam
Ibu ii kabupaten

(dan kota terbesar)

Bom Seri Begawan



4°53′Cakrawala
114°56′E


 / 

4.883°Horizon 114.933°E
 /
4.883; 114.933


Bahasa resmi

dan bahasa kebangsaan
Bahasa Jawi
Bahasa lainnya

dan dialek lokal[2]
[3]
  • Melayu Brunei
  • Tutong
  • Kedayan
  • Belait
  • Mandarin (Hokkien, Hakka dan Kanton)
  • Bahasa daerah
  • Lun Berambang
  • Dusun
  • Bisaya
Aksara lazim
  • Abjad Rumi
  • Abc Jawi[1]
Kelompok etnik

(2016[4])

  • 65,7% Jawi
  • 10,3% Tionghoa
  • 24% lainnya
Agama Islam Sunni
Tadbir Keekaan islam despotis monarki absolut

• Kanjeng sultan

dan
Yang di-Pertuan

Hassanal Bolkiah

• Putra Mahkota

Al-Muhtadee Billah

• Perdana Menteri

Hassanal Bolkiah

• Mufti Agung

Abdul Aziz Juned
Legislatif Majlis Mesyuarat

مجليس مشوارت
Pembentukan

• Kerajaan Po-ni

Abad ke-7

• Pembentukan kesultanan

c. 1368

• Kekaisaran Brunei

abad ke-15 menyentuh-19

Protektorat Britania

17 September 1888

Pendudukan Jepang

1941 – 1945

• Kebebasan dari Britania Raya

1 Januari 1984

• Siaran ASEAN

7 Januari 1984
Luas

 – Total

5.765 km2
(164)

 – Perairan (%)

8,6
Populasi

 – Perkiraan 2020

460.345[5]
(175)

 – Cacah jiwa 2016

417.256

 – Kepadatan

72,11/km2
(134)
PDB(KKB) 2022

 – Total

Kenaikan
$33,389 miliar[6]
(125)

 – Tiap-tiap kapita

Kenaikan
$74.952[6]
(5)
PDB(nominal) 2022

 – Total

Kenaikan
$35,555 miliar[6]
(124)

 – Saban kapita

Kenaikan
$79.816[6]
(29)
IPM(2019) Kenaikan 0,838[7]


tinggal tinggi
 · 39
Ringgit Rupe Brunei Darussalam (B$)

(BND)
Zona waktu Waktu Kriteria Brunei
(UTC+8)
Baris setir kidal
Kode telepon +673²
Kode ISO 3166 BN
Senyap Internet .bn[8]
  1. Brunei juga memakai kode kawasan 080 bermula Malaysia Timur.

Brunei Darussalam
atau
Brunei
adalah negara berdaulat di Asia Tenggara yang terletak di pantai utara pulau Kalimantan. Negara ini punya daerah seluas 5.765 km² yang menempati pulau Kalimantan dengan garis tepi laut seluruhnya menyentuh Laut Tiongkok Selatan. Wilayahnya dipisahkan ke dalam negara bagian di Sarawak, Malaysia

Waktu ini, Brunei Darussalam mempunyai Penunjuk Pembangunan Manusia tertinggi kedua di Asia Tenggara setelah Singapura, sehingga diklasifikasikan sebagai Negara maju.[9]
Menurut Dana Moneter Dunia semesta, Brunei memiliki produk domestik bruto tiap-tiap kapita terbesar kelima di dunia dalam keadilan kemampuan berbelanja. Darurat itu, Forbes menempatkan Kerajaan Brunei ibarat negara terkaya kelima dari 182 negara karena memiliki ladang minyak manjapada dan asap duaja yang luas.[10]
Selain itu, Brunei juga terkenal dengan kemakmurannya dan ketegasan internal melaksanakan Agama Selam, baik kerumahtanggaan bidang pemerintahan atau kehidupan bermasyarakat. Pada tahun 2022, tertulis bahwa Brunei memiliki penduduk sebanyak 460,345 spirit.[11]

Etimologi

[sunting
|
sunting sumber]

Silsilah kerajaan Brunei didapatkan pada
Provokasi Tarsilah
yang menuliskan Silsilah Raja-Raja Brunei yang dimulai bersumber Awang Alak Betatar, raja yang mula-mula memeluk agama Selam (1368) sampai kepada Sultan Muhammad Tajuddin (Pangeran Brunei ke-19, memerintah antara 1795-1804 dan 1804-1807).

Brunei adalah sebuah negara tertua di antara kerajaan-kerajaan di lahan Melayu. Kerelaan Brunei Jompo ini diperoleh berdasarkan kepada coretan Arab, Tiongkok dan tradisi verbal. Dalam catatan Sejarah Tiongkok dikenal dengan tera
Po-li,
Po-lo,
Poni
maupun
Puni
dan
Bunlai. Dalam catatan Arab dikenali dengan
Dzabaj
atau
Randj.

Catatan tradisi verbal diperoleh berpokok
Syair Awang Semaun
nan menyebutkan Brunei berpunca berasal mulut
baru nah
yaitu sehabis kontingen klan maupun tungkai Sakai yang dipimpin
Pateh Berbai
pergi ke Batang air Brunei mengejar wadah lakukan mendirikan kawasan plonco. Setelah mendapatkan kewedanan tersebut nan punya takhta sangat strategis yaitu diapit oleh dolok, air, mudah untuk dikenali serta lakukan transportasi dan kaya ikan seumpama sumber pangan yang banyak di sungai, maka mereka sekali lagi mengucapkan perkataan
baru padalah
yang berarti arena itu sangat baik, berkenan dan sesuai di hati mereka bagi mendirikan area seperti nan mereka inginkan. Kemudian ucapan
hijau nah
itu lama kelamaan berubah menjadi Brunei.

Replika stupa nan boleh ditemukan di Rahasia Sejarah Brunei mengklarifikasi bahwa agama Hindu-Buddha puas suatu periode dahulu pernah dianut oleh warga Brunei. Sebab telah menjadi adat dari para pengelana agama tersebut, apabila mereka sampai di suatu ajang, mereka akan mendirikan stupa sebagai etiket serta pemberitahuan tentang kedatangan mereka untuk mengembangkan agama tersebut di panggung itu. Replika batu nisan
P’u Kung Chih Mu, bujukan batu kubur Rokayah binti Sultan Abdul Majid anak lelaki Hasan ibni Muhammad Shah Al-Sultan, dan rayuan jirat Sayid Alwi Ba-Faqih (Mufaqih) pula menggambarkan mengenai eksistensi agama Islam di Brunei yang dibawa oleh pendatang, pengelana dan mubalig-mubaliq Islam, sehingga agama Islam itu berpengaruh dan mendapat tempat baik warga lokal alias keluarga kekaisaran Brunei.

Selam mulai berkembang dengan sangat pesat di Kesultanan Brunei sejak Syarif Ali diangkat menjadi Paduka tuan Brunei ke-3 pada tahun 1425 M karena emir yang sebelumnya mengahwini puterinya dengan Syarif Ali. Baginda Syarif Ali adalah seorang Ahlul Bait berpangkal keturunan / pancir berpangkal Cucu Rasulullah Shalallahualaihi Wassallam yaitu Amirul Mukminin Hasan / Syaidina Hasan sebagaimana yang tercantum dalam Batu Tarsilah / epigraf dari abad ke-18 M yang terdapat di Bandar Sri Begawan, Brunei. Pertalian keluarga Sultan Syarif Ali ini kemudian juga berkembang menurunkan Ratu-Paduka tuan di sekitar area Sultanat Brunei adalah menurunkan Sultan-Sultan Sambas dan Kaisar-Ratu Sulu.

Perkenalan awal
Darussalam, istilah dalam bahasa Arab bagi “tempat yang damai” maupun “Rumah Keamanan”, disematkan pada abad ke-15 makanya Sultan ke-3, Syarif Ali, untuk menekankan Islam sebagai agama negara, serta untuk meningkatkan penyebarannya.[12]

Sejarah

[sunting
|
sunting sumber]

Para peneliti sejarah telah mempercayai terdapat sebuah imperium lain sebelum berdirinya Sultanat Brunei kini, nan disebut orang Tiongkok sebagai Po-ni. Catatan basyar Tiongkok dan cucu adam Arab menunjukkan bahwa kerajaan perdagangan kuno ini ada di muara Kali besar Brunei awal abad ke-7 atau ke-8. Kerajaan itu n kepunyaan wilayah yang pas luas menutupi Sabah, Brunei dan Sarawak yang berfokus di Brunei. Kesultanan Brunei juga ialah pusat perdagangan dengan China. Kerajaan sediakala ini pernah ditaklukkan Kerajaan Sriwijaya nan berpusat di Sumatra pada awal abad ke-9 Kristen dan seterusnya menyelesaikan Borneo utara dan gugusan kepulauan Filipina. Kerajaan ini juga persaudaraan menjadi taklukan (vazal) Kerajaan Majapahit yang berpusat di pulau Jawa. Segel Brunei tercantum internal Negarakertagama ibarat daerah begundal Majapahit. Dominasi Majapahit tidaklah lama karena setelah Hayam Wuruk wafat Brunei memperlainkan diri dan kembali sebagai sebuah kawasan nan merdeka dan kunci perdagangan terdepan.

Pada tadinya abad ke-15, Kekaisaran Malaka di pangkal rezim Parameswara telah menyebarkan pengaruhnya dan kemudian mewakili ekspor impor Brunei. Perlintasan ini menyebabkan agama Islam tersebar di daerah Brunei makanya pedagangnya pada akhir abad ke-15. Kejatuhan Melaka ke tangan Portugis pada tahun 1511, telah menyebabkan Sultan Brunei menggantikan kepimpinan Islam dari Melaka, sehingga Sultanat Brunei mencapai zaman kegemilangannya dari abad ke-15 hinga abad ke-17 serentak memperluas kekuasaannya ke seluruh pulau Borneo dan ke Filipina di jihat utaranya. Semasa pemerintahan Sultan Bolkiah (1473-1521) yang terkenal disebabkan pengembaraan paduka tuan di laut, malah pergaulan seketika menaklukkan Manila. sultanat Brunei memperluas pengaruhnya ke utara hingga ke Luzon dan Sulu serta di sisi daksina dan barat Kalimantan; dan plong zaman pemerintahan sultan yang kesembilan, Hassan (1605-1619), yang membangun susunan rasam pagar adat kerajaan dan istana yang masih kekal sebatas periode ini.

Pada tahun 1658 Paduka tuan Brunei menyedekahkan adv minim kawasan timur laut Kalimantan kepada Syah Sulu di Filipina Selatan sebagai penghargaan terhadap Emir Sulu privat menuntaskan perang saudara di antara Sinuhun Abdul Mubin dengan Sultan Mohyidin. Persengketaan dalam imperium Brunei merupakan satu faktor yang menyebabkan kemunduran kekaisaran tersebut, yang bersumber pecah pergolakan internal disebabkan pendudukan kuasa antara tukang waris kekaisaran, juga disebabkan timbulnya dominasi kuasa penjajah Eropa di rantau sebelah sini, yang menggugat corak perdagangan leluri, serta memusnahkan asas ekonomi Brunei dan sultanat Asia Tenggara yang enggak.

Puas Hari 1839, James Brooke bersumber Inggris datang ke Serawak dan menjadi raja di sana serta mencaci Brunei, sehingga Brunei kehilangan kekuasaannya atas Serawak. Sebagai resistansi, sira dilantik menjadi gubernur dan kemudian “Rancangan” Sarawak di Barat Laut Borneo sebelum meluaskan kawasan di bawah pemerintahannya. Lega tanggal 19 Desember 1846, pulau Labuan dan sekitarnya diserahkan kepada James Brooke. Sedikit demi abnormal provinsi Brunei terban ke tangan Inggris menerobos perusahaan-perusahaan dagang dan pemerintahnya sampai wilayah Brunei kelak berdiri sendiri di radiks protektorat Inggris sampai agak gelap sendiri tahun 1984.

Pada masa yang sama, Persekutuan Borneo Paksina Britania sedang meluaskan penguasaannya di Timur Laut Borneo. Sreg tahun 1888, Brunei menjadi sebuah negeri di asal perlindungan kekaisaran Britania dengan mengekalkan independensi dalam negerinya, tetapi dengan urusan luar negara ki ajek diawasi Britania. Puas hari 1906, Brunei mengakuri suatu lagi langkah perluasan kekuasaan Britania ketika kekuasaan eksekutif dipindahkan kepada seorang residen Britania, yang menasihati baginda Pangeran dalam semua perkara, kecuali nan bersangkut-paut dengan adat istiadat setempat dan agama.

Lega tahun 1959, Brunei mendeklarasikan kerajaan yunior nan berkuasa memerintah kecuali kerumahtanggaan isu afiliasi luar daerah, keamanan dan baluwarti di mana isu-isu ini menjadi barang bawaan jawab Britania. Percobaan untuk membentuk sebuah badan perundangan pada waktu 1962 terpaksa dilupakan karena terjadi pemberontakan maka dari itu partai oposisi yaitu Partai Rakyat Brunei yang ingin menunggalkan negara Brunei, Sarawak dan North Borneo menjadi Negara Kesatuan Borneo Utara, tetapi dengan uluran tangan Britania, pemberontakan ini berhasil diberantas. Lega akhir 1950 dan sediakala 1960, kerajaan Brunei ketika itu menolak bagan (sungguhpun plong awalnya menunjukkan minat) untuk bergabung dengan Singapura, Sabah, Sarawak, dan Tanah Melayu kerjakan takhlik Malaysia dan akhirnya Baginda Brunei ketika itu berkehendak untuk membentuk sebuah negara yang merdeka.

Pada 1967, Omar Ali Saifuddin III sudah roboh bermula takhta dan melantik putra sulungnya Hassanal Bolkiah, menjadi Kanjeng sultan Brunei ke-29. Sunan kembali berkenan menjadi Menteri Pertahanan pasca- Brunei menjejak kemmerdekaan mumbung dan disandangkan gelar Sunan Seri Begawan Sultan. Pada hari 1970, resep pemerintahan negeri Brunei Town, sudah diubah namanya menjadi Bandar Kilap Begawan untuk mengenang jasa tuanku. Kanjeng sultan mangkat puas tahun 1986.

Lega 4 Januari 1979, Brunei dan Britania Raya telah menandatangani Perjanjian Kerjasama dan Persahabatan. Pada 1 Januari 1984, Brunei Darussalam telah berhasil hingga ke kemerdekaan sepenuhnya.

Detik ini Brunei memiliki area nan lebih katai ketimbang masa tinggal, dengan berbatasan dengan Serawak dari sebelah barat sampai timur wilayah itu, serta sisi utara berbatasan dengan Laut Tiongkok Selatan.

Penyusunan Konstitusi

[sunting
|
sunting sendang]

Sreg Juli 1953, Sultan Omar Ali Saifuddien III mewujudkan komite dengan anggota sapta orang yang bernama
Tujuh Serangkai, bagi memafhumi pandangan warga adapun konstitusi tersurat untuk Brunei Darussalam. Pada Mei 1954, Sultan, para residen, dan Komisaris Tinggi bertemu untuk meributkan temuan-temuan komite. Mereka setuju untuk melegitimasi penyusunan konstitusi. Pada Maret 1959, Emir Omar Ali Saifuddien III memimpin sebuah kontingen ke London untuk membincangkan Konstitusi nan diusulkan. Delegasi Britania Raya dipimpin oleh Sir Alan Lennox-Boyd, Menteri Negara Koloni. Pemerintah Britania Raya kemudian mengakui rangka konstitusi.

Pada copot 29 September 1959, Perjanjian Konstitusi ditandatangani di Dermaga Seri Begawan. Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Sultan Omar Ali Saifuddien III dan Sir Robert Scott, Komisaris Jenderal bagi Asia Tenggara. Isi Konstitusi tersebut adalah:

  • Sinuhun Brunei menjadi presiden tertinggi.
  • Brunei Darussalam bertanggung jawab atas urusan privat kawasan.
  • Pemerintah Britania Raya bertanggung jawab untuk urusan luar negeri dan pertahanan saja.
  • Posisi Residen dihilangkan dan digantikan oleh Komisaris Jenjang Britania Raya.

Lima dewan dibentuk, adalah:

  • Dewan Administratif
  • Dewan Legislatif Brunei
  • Dewan penasihat
  • Dewan Konsekusi
  • Dewan Agama Negara

Geografi

[sunting
|
sunting sumber]

Brunei terdiri dari dua penggalan yang tidak berkaitan; 97% berusul kuantitas penduduknya lewat di episode barat yang kian besar, dengan hanya kira-kira 10.000 orang tinggal di daerah Temburong, yaitu bagian timur yang bergunung-gunung. Besaran penghuni Brunei 470.000 anak adam. Dari bilangan ini, lebih terbatas 80.000 orang sangat di ibu kota Bandar Sinar Begawan. Sejumlah kota utama termasuk kota pelabuhan Ambang, serta daerah tingkat Seria nan menghasilkan minyak, dan Kuala Belait, ii kabupaten tetangganya. Di daerah Belait, kawasan Panaga yaitu kampung halaman sejumlah besar ekspatriat, disebabkan makanya fasilitas perumahan dan rekreasi Royal Dutch Shell dan British Army. Klub Panaga yang terkenal terdapat di sini.

Iklim Brunei ialah tropis khatulistiwa, dengan suhu serta kelembapan nan tataran, dan sinar surya serta hujan angin lebat selama tahun.

Ketatanegaraan

[sunting
|
sunting sumber]

Kerajaan Brunei Darussalam adalah negara yang mempunyai corak pemerintahan monarki adikara dengan Sultan yang menyandang sebagai Kepala Negara dan Kepala Tadbir, merangkap bagaikan Perdana Menteri dan Nayaka Benteng dengan dibantu oleh Majelis syura Kesultanan dan beberapa Nayaka. Sultan Hassanal Bolkiah yang gelarnya diturunkan dalam wangsa yang selaras sejak abad ke-15, adalah bos negara serta pemerintahan Brunei. Aji dinasihati maka itu beberapa majelis dan sebuah kabinet menteri, sungguhpun baginda secara berkesan merupakan pemerintah terala. Media amat memihak kerajaan, dan kerabat kerajaan melestarikan prestise yang dihormati di privat wilayah.

Brunei tidak mempunyai dewan legislatif, namun pada wulan September 2000, Sultan bersidang untuk menentukan Anggota dewan yang enggak pernah diadakan sekali lagi sejak tahun 1984. Parlemen ini tidak punya kuasa selain membujuk Paduka tuan. Disebabkan oleh tadbir mutlak Sultan, Brunei menjadi pelecok satu negara yang paling stabil bermula segi politik di Asia.

Benteng Keamanan Brunei mengandalkan perjanjian pertahanan dengan Inggris di mana terdapat angkatan Gurkha yang terutama ditempatkan di Seria. Total pertahanan keamanannya lebih kecil bila dibandingkan dengan kekayaannya dan negara negara jiran. Secara teori, Brunei gemuk di sumber akar pemerintahan militer sejak pemberontakan yang terjadi puas tadinya dekad 1960-an. Perdurhakaan itu dihancurkan makanya laskar-legiun Britania Raya bermula Singapura.

Brunei memiliki dengan hubungan luar negeri terutama dengan negara negara ASEAN dan negara negara tidak serta turut serta misal anggota PBB. Kesultanan ini juga terlibat konflik Kepulauan Spratly yang melibatkan hampir semua negara ASEAN (kecuali Indonesia, Kamboja, Laos dan Myanmar), RRT dan Republik Tiongkok. Selain itu terbabit konflik perbatasan laut dengan Malaysia terutama masalah negeri nan menghasilkan patra dan gas bumi. Brunei menuntut wilayah di Sarawak, seperti Limbang. Banyak pulau katai yang terletak di antara Brunei dan Labuan, terjadwal Pulau Kuraman, sudah dipertikaikan oleh Brunei dan Malaysia. Bagaimanapun, pulau-pulau ini diakui sebagai sebagian Malaysia di tingkat internasional.

Raja-raja Brunei

[sunting
|
sunting sendang]

Raja-paduka Brunei Darusalam yang memerintah sejak didirikannya kerajaan pada tahun 1363 M yakni:

  1. Sultan Muhammad Shah (1383 – 1402)
  2. Prabu Ahmad (1408 – 1425)
  3. yang dipertuan Syarif Ali (1425 – 1432)
  4. Sultan Sulaiman (1432 – 1485)
  5. Aji Bolkiah (1485 – 1524)
  6. Sultan Abdul Kahar (1524 – 1530)
  7. Aji Saiful Rizal (1533 – 1581)
  8. Sultan Shah Brunei (1581 – 1582)
  9. Emir Muhammad Hasan (1582 – 1598)
  10. Sultan Abdul Jalilul Akbar (1598 – 1659)
  11. Sultan Abdul Jalilul Jabbar (1659 – 1660)
  12. Sri paduka Haji Muhammad Ali (1660 – 1661)
  13. Aji Abdul Hakkul Mubin (1661 – 1673)
  14. Aji Muhyiddin (1673 – 1690)
  15. Paduka tuan Nasruddin (1690 – 1710)
  16. Sultan Husin Kamaluddin (1710 – 1730) (1737 – 1740)
  17. Sultan Muhammad Alauddin (1730 – 1737)
  18. Sultan Omar Ali Saifuddien I (1740-1795)
  19. Sultan Muhammad Tajuddin (1795-1804) (1804-1807)
  20. Sunan Muhammad Jamalul Standard I (1804)
  21. Sultan Muhammad Kanzul Alam (1807-1826)
  22. Raja Muhammad Alam (1826-1828)
  23. Sultan Omar Ali Saifuddin II (1828-1852)
  24. Sultan Abdul Momin (1852-1885)
  25. Sultan Hashim Jalilul Kalimantang Aqamaddin (1885-1906)
  26. Sultan Muhammad Jamalul Umbul-umbul II (1906-1924)
  27. Yang dipertuan Ahmad Tajuddin (1924-1950)
  28. Ratu Omar ‘Ali Saifuddien III (1950-1967)
  29. Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu’izzaddin Waddaulah (1967-sekarang)

Pembagian administratif

[sunting
|
sunting sumber]

Brunei dibagi atas empat area:

  • Belait
  • Brunei dan Muara
  • Temburong
  • Tutong

Provinsi-distrik Brunei dibagi lagi menjadi 38 mukim.

Ekonomi

[sunting
|
sunting mata air]

Ekonomi mungil nan berlambak ini merupakan suatu campuran kewirausahaan intern negeri dan asing, pengawalan imperium, kebajikan, serta tradisi kampung. Pengeluran minyak yunior dan gas liwa terdiri dari erat secabik PDB. Pendapatan yang cukup besar pekerjaan luar negeri membusut pendapatan tinimbang pengeluaran dalam negeri. Kerajaan membekali semua layanan pengobatan dan memberikan subsidi beras dan perumahan. Pemimpin-bos Brunei merasa bimbang bahwa keterpaduan dengan ekonomi dunia yang semakin lebih akan mempengaruhi perpaduan sosial dalam, walaupun Brunei telah memainkan peranan nan lebih kentara dengan menjadi ketua forum APEC sreg tahun 2000. Kerangka-kerangka yang dinyatakan cak bagi masa pangkuan termasuk pertambahan keterampilan tenaga buruh, penyunatan pengangguran, pengukuhan sektor-sektor perbankan dan pariwisata, serta secara umum, peluasan lagi asas ekonominya. Sistem Penerbangan Brunei Diraja, sistem penerbangan negara, sedang mengepas menjadikan Brunei sebagai pusat pengembaraan jagat rat antara Eropa dan Australia/Selandia Baru. Sira juga mempunyai layanan ke tujuan-tujuan Asia yang utama.

Ekonomi Brunei Darussalam bertumpu pada sektor petro bumi dan tabun dengan pendapatan kebangsaan yang tersurat hierarki di dunia satuan alat penglihatan uangnya adalah Brunei Dolar yang memiliki angka sama dengan Dolar Singapura.

Selain bertumpu pada sektor minyak bumi dan gas, pemerintah Brunei mencoba melakukan diversifikasi sumur-sumber ekonomi menerobos upaya eskalasi di latar bazar dan Pabrik.

Demografi

[sunting
|
sunting sumber]

Kira-kira dua pertiga jumlah penduduk Brunei merupakan turunan Jawi. Gerombolan etnik minoritas yang minimum penting dan yang mengamankan ekonomi negara adalah insan Tionghoa (Han) yang memformulasikan makin rendah 10% jumlah penduduknya. Etnis-etnis ini juga menyantirkan bahasa-bahasa yang paling signifikan: bahasa Melayu nan ialah bahasa resmi, serta bahasa Tionghoa. Bahasa Inggris juga dituturkan secara menular, dan terdapat sebuah komunitas ekspatriat yang agak besar dengan sejumlah besar warganegara Britania dan Australia.

Islam yaitu agama resmi Brunei, dan Ratu Brunei yakni pemimpin agama negara itu. Agama-agama tak yang dianut termasuk agama Buddha (terutamanya oleh anak adam Tiong Hoa), agama Kristen, serta agama-agama cucu adam nirmala (dalam komunitas-kekerabatan yang teramat kecil).

Budaya

[sunting
|
sunting sendang]

Budaya Brunei seakan sepadan dengan budaya Melayu, dengan pengaruh abadi berusul Selam, tetapi kelihatan lebih konservatif dibandingkan Malaysia dan Indonesia. Penjualan dan penggunaan alkohol diharamkan, dengan orang luar dan non-Mukminat dibolehkan membawa 12 bir dan dua vas miras setiap kali mereka turut negara ini. Sesudah pemberlakuan larangan plong awal 1990-an, semua pub dan klub malam dipaksa tutup. Mufti Brunei juga menfatwakan pengharaman rokok pada tahun 2022. Harga rokok dijadikan mahal cak agar penduduk boleh mengurangi konsumsi rokok.

Kesenian

[sunting
|
sunting sumber]

Sebagai halnya negara lainnya, Brunei n kepunyaan kesenian tradisional partikular yang berkembang dari masa ke musim. Dari jumlah kesenian yang ada di Brunei, tari adai-adai cukup populer di gudi masyarakatnya. Tari adai-adai nan mencitrakan hidup para penjala. Tarian yang mengobrolkan mengenai aktivitas sekelompok pengail di laut dan wanita-wanita nan menunggu di sekitar pantai ini biasa ditarikan oleh lebih berasal 5 orang.[13]

Lihat pula

[sunting
|
sunting sumber]

  • Angkatan Bersenjata Diraja Brunei
  • Angkatan Kepolisian Kerajaan Brunei Darussalam
  • Dolar Brunei
  • Bahasa Melayu Brunei

Pranala luar

[sunting
|
sunting sumber]

  • (Inggris)
    Situs resmi
  • (Melayu)
    Gerendel Sejarah Brunei Darussalam Diarsipkan 2022-01-28 di Wayback Machine.

Teks

[sunting
|
sunting sumber]


  1. ^

    Writing contest promotes usage, history of Melayu script Diarsipkan 12 June 2012 di Wayback Machine.. The Brunei Times (22 October 2022)

  2. ^


    “Brunei”. Ethnologue. 19 February 1999. Diakses terlepas
    30 December
    2022
    .





  3. ^


    “Call to add ethnic languages as optional subject in schools”. Diarsipkan berusul versi kalis sungkap 19 November 2022. Diakses terlepas
    19 November
    2022
    .





  4. ^


    “The World Factbook”. CIA. Diakses terlepas
    28 January
    2022
    .





  5. ^


    “Department of Economic Planning and Development – Population”.
    www.depd.gov.bn
    (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan bersumber versi jati copot 20 March 2022. Diakses tanggal
    2017-12-12
    .




  6. ^


    a




    b




    c




    d




    “World Economic Outlook Database, April 2022”. International Monetary Fund. Diakses rontok
    19 April
    2022
    .





  7. ^


    “Human Development Indices and Indicators: 2022 Statistical update”
    (PDF). United Nations Development Programme. 15 September 2022. Diakses terlepas
    15 September
    2022
    .





  8. ^


    “Delegation Record for .BN”. IANA. Diakses tanggal
    6 November
    2022
    .





  9. ^


    “Human Development Reports”. United Nations. Diakses sungkap
    9 Juni
    2012
    .





  10. ^


    “Forbes ranks Brunei fifth richest nation”.
    The Jakarta Post. 2012-02-25. Diarsipkan dari versi jati tanggal 2012-02-26. Diakses tanggal
    2012-06-09
    .





  11. ^


    “Population by Religion, Sex and Census Year”.




  12. ^

    International Business Publications, USA. 2007.
    Brunei Sultan Haji Hassanal Bolkiah Muizzaddin Waddaulah Handbook. International Business Publications. [1]
    [
    pranala nonaktif permanen
    ]



  13. ^


    McKenzie, Imogen (2021-12-07). “Pertanyaan: Tempat Tamasya Di Brunei Yang Wajib Dikunjungi?”.
    Penjelajahan dan Wisata di Indonesia
    (dalam bahasa Inggris). Diakses copot
    2022-02-09
    .




Pknvb nnnnnn



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Brunei_Darussalam

Posted by: caribes.net