Latar Belakang Merger Bank Mandiri

Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan Bank Mandiri, Hery Gunardi
Foto: Direktur Membahu Kecil dan Jaringan Bank Mandiri, Hery Gunardi (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia
– Bagan Menteri Badan Usaha Nasib baik Negara (BUMN) Erick Thohir menggabungkan bank syariah milik bank pelat merah tampaknya mutakadim mendapatkan bohlam bau kencur dari pemegang sahamnya. Bank hasil merger ini akan di dasar koordinasi himpunan bank milik negara (Himbara).

Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Hery Gunardi menilai potensi perbankan syariah di Indonesia masih sangat besar. Bank syariah lagi terlampau reliance menghadapi pandemi covid-19. “Dan ini tunjukkan, bahwa merger ini tujuannya lakukan optimalkan bank syariah di bawah koordinasi himbara dan ini tujuannya baik, mudah-mudahan berjalan laju,” introduksi Hery.

Suntuk entitas bank syariah mana yang lakukan menjadi survival? Hery belum bersedia menjelaskannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tidak ada holding karena nanti ada survivalnya, saat ini belum suka-suka info,” ujar Hery

Hery menambahkan, penetrasi bank syariah di Indonesia masih kecil 8,5%-9%. Angka ini jauh di bandingkan Malaysia, dimana penetrasi perbankan syariah hampir 40%-50% dan di Timur Tengah mencapai 80%-90%

Indonesia momen ini, kata Hery, belum memiliki bank syariah besar, sampai-sampai turut 20 samudra dunia. Sedangkan Indonesia merupakan negara penduduk dengan populasi umat selam terbesar di dunia.

“Tujuan Kementerian BUMN ingin sadar suatu bank yang solid, besar sehingga cak semau top ten bank di indonensia dan sejajar dengan bank konvensional di market,” kata Hery.

Beberapa waktu terlampau, Erick menyatakan akan menggabungkan bank syariah pelat berma mulai Februari tahun depan.

Biji merger ini akan menghasilkan satu entitas bank syariah baru dengan kuantitas khazanah sebesar Rp 207 triliun. Referensi ini memang bukan barang hijau, sebelumnya rekata Dahlan Iskan menjabat sebagai Menteri BUMN, pernah mewacanakan keadaan serupa saja belum terealisasi.

“Kita coba semenjana kaji bank-bank syariah kita ini kelak semua kita coba mergerin. Insya Allah Februari musim depan makara satu. Bank Syariah Mandiri, BNI, dan BRI,” kata Erick Thohir, Kamis (2/7/2020).

Menurut mantan pemimpin FC Internazionale itu, potensi bank syariah di Ibu pertiwi layak besar sebagai negara mayoritas penduduknya beragama muslim.

“Dulu kenapa saya menginginkan merger syariah, karena Indonesia yang penduduk muslim terbesar tidak memiliki kemudahan itu. Nah, kalau syariah di-merger sira bisa menjadi top bank nan menjadi alternatif saringan,” tutur beliau.

Masa ini, ada tiga bank umum syariah nan merupakan momongan usaha BUMN. Ketiga bank itu adalah, PT Bank BRISyariah Tbk (BRIS), PT Bank BNI Syariah, dan PT Bank Syariah Mandiri. Sedangkan untuk Bank BTN masih berupa unit syariah yakni Unit Persuasi Syariah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN). Jumlah aset ketiga bank syariah tersebut mencapai Rp 207 triliun.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Sah! BRISyariah Jadi Survivor Merger Bank Syariah BUMN


(hps/hps)


Source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20200819111852-17-180766/februari-2021-bank-syariah-bumn-merger-begini-updatenya

Posted by: caribes.net