Majas Eufimisme Adalah Dan Contohnya

Ilustrasi seorang guru sedang membacakan cerita di depan kelas.

Ilustrasi seorang guru sedang membacakan cerita di depan kelas bawah.

Majas Eufimisme: Denotasi, Pamrih, dan Contoh Kalimat, Bahasa Indonesia Papan bawah 8 SMP

GridKids.id
– Kids, pernahkah ia mendengar istilah
majas
eufimisme?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring versi Kemendikbud menjelaskan bahwa eufimisme ialah
ungkapan
yang lebih lembut sebagai pengganti ungkapan yang dirasa kasar, enggak meredam emosi, sebatas mudarat.

Eufimisme adalah salah satu istilah nan berasal mulai sejak Bahasa Yunani.

Yap, yaitu
euphemizei
yang diartikan sebagai kata-alas kata yang baik.

Penggunaannya biasanya bakal mengaplus kata-kata maupun signifikansi yang dianggap larangan alias agresif.

Sehingga menjadi ungkapan nan jauh lebih lumat dan pantas.

Misalnya penggunakan kata tunawisma lakukan menjuluki gelandangan nan enggak memiliki ajang tinggal.

Eufimisme biasanya digunakan ketika berkomunikasi dengan insan yang makin tua maupun dihormati supaya menimbulkan kesan bermoral.

Nah, berikutnya akan dituliskan beberapa contoh dari majas eufimisme.

Baca Juga: Majas Alegori: Mengenal Signifikansi dan Ciri-Ciri Gaya Bahasanya

Simak contohnya sama-sama, Yuk!

Contoh Kalimat nan mengandung Majas Eufimisme

1. Orang yang
tuna mata
memiliki hoki nan sepadan dengan insan lainnya. (Tuna indra penglihatan = buta)


Majas eufimisme digunakan untuk menggambarkan sesuatu dengan ungkapan yang lebih halus dan sopan.

Olia Danilevich

Majas eufimisme digunakan untuk menggambarkan sesuatu dengan idiom yang bertambah halus dan benar.


2. Dukun itu
dibebastugaskan
karena mutakadim melakukan malpraktek plong pasiennya. (Dibebastugaskan = dipecat)

3. Ibu bapak dari jiran dekat rumahku baru doang
berputih. (Berputih = meninggal marcapada).

4. Nenak yang mutakadim tua bangka sering pergi ke
kamar kecil
ketika lilin batik waktu (kamar kecil = WC)

5. Kinan menjadi sukarelawan di lembaga swadaya publik yang mengurus anak-anak
tuna grahita
. (tuna grahita = keterbelakangan mental)

6.
Okultis
ialah riuk satu jenis profesi yang meski sudah modern masih banyak dicari orang. (Orang pintar = dukun)

7. Basyar yang bukan menuntut ganti rugi pendidikan akan menjadi
tuna aksara. (Tuna aksara = buta fonem)

Baca Juga: Pasemon dan Sarkasme: Konotasi, Perbedaan, dan Contohnya

8. Akhsan
kurang berisi
sehingga ia gagal naik kelas bawah sebatas dua boleh jadi. (Invalid digdaya = dongok)

9. Ibu hamil perlu mengindahkan asupan nutrisinya jika enggak kepingin nomine bayinya menjadi
tuna daksa
(tuna daksa = adv minim bodi)

10. Rama bekerja laksana
pramuniaga
di toserba dekat kompleks rumahnya (Pramuniaga = penjaga toko).

Cak bertanya:
Apa alasan penggunaan majas eufimisme dalam berkomunikasi?
Tanzil, cek lagi page 1.

 —-

Ayo kunjungi
adjar.id
dan baca kata sandang-kata sandang pelajaran lakukan menunjang kegiatan berlatih dan menaik pengetahuanmu. Makin berilmu belajar ditemani adjar.id, dunia pelajaran anak Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang bukan di Google News











PROMOTED CONTENT






Source: https://kids.grid.id/read/473317624/majas-eufimisme-pengertian-tujuan-dan-contoh-kalimat-bahasa-indonesia-kelas-8-smp?page=all

Posted by: caribes.net