Makalah Kerajaan Islam Di Kalimantan


MAKALAH


PERAN Imperium Islam DI NUSANTARA Plong Perian PRA KEMERDEKAAN DAN KEMERDEKAAN

Disusun Kemustajaban Menetapi Tugas

Netra Khotbah: Sejarah Peradaban Islam

Dosen Penyuluh: Bpk Murtadho Ridwan

Disusun Oleh:

                                                      Faridatus Sholikhah      (1320210051)

                                          Nadia Riza                  (1320210053)

                  Dwi Maulida Zulfa       (1320210066)


Perguruan tinggi AGAMA ISLAM Negeri KUDUS (STAIN)


JURUSAN SYARIAH / EKONOMI Islam


2014


BAB I


PENDAHULUAN

Sebelum penjajah Belanda datang ke Indonesia, di Indonesia telah berdiri kerajaan-kerajaan osean seperti : Samudera Pasai dan Aceh Darussalam (Sumatera), Pajang, Demak, Mataram, Cirebon, dan Banten (Jawa),  Ririt dan Kutai (Kalimantan), Gowa-Tallo, Bone, Wajo, Soppeng, dan Luwa (Sulawesi).


Kerajaan Islam pertama di Indonesia adalah kekaisaran Samudera Pasai yang merupakan kekaisaran kembar. Imperium ini terwalak di rantau timur laut Aceh. Kerajaan Aceh terletak di daerah yang sekarang dikenal dengan logo Kabupaten Aceh Besar. Di sini pula terdapat ibu kotanya. Adv minim seperti itu diketahui kapan kerajaan ini sebenarnya mengirik. Anas Machmud berpendapat, Kerajaan Aceh menggermang sreg abad ke 15 M, di atas robohan-puing kerajaan Lamuri, oleh Muzaffar Sri paduka (1465-1497).


Sedangkan di Pulau Jawa juga berdiri kerajaan Demak nan dipimpin makanya Raden Kotong, kemudian berdiri kembali Kesultanan Pajang yang dipandang laksana pewaris kekaisaran Islam Demak. Sultanat Cirebon yaitu imperium Islam pertama di jawa Barat. Imperium ini didirikan makanya Emir Jabal Polos.


Di Kalimantan pun berdiri dua buah kerajaan merupakan kerajaan Baris nan rajanya bernama Sinuhun Suruiansyah, dan kekaisaran Kutai yang salah satu rajanya bernama Tuan di bandang atau lebih dikenal dengan sebutan Dato’ Ri Bandang
.




Bagi lebih jelasnya simaklah isi makalah berikut ini.


a.

Bagaimana awal Islam di Indonesia?

b.

Kerajaan Islam

apa sajakah yang ada di Indonesia?


c.

Segala peran imperium islam pada tahun pra kedaulatan Indonesia dan pada waktu pasca- kemandirian Indonesia?



Portal II




PEMBAHASAN

A.

Sediakala Islam di Indonesia

Selam masuk ke Indonesia pada abad pertama Hijriah atau abad ke-tujuh/kedelapan Serani. Ini bisa jadi didasarkan pada penemuan batu jirat seorang wanita muslimah yang bernama Fatimah binti Maimun di Leran intim Surabaya yang bertahun 475 H maupun 1082 M. sedangkan menurut siaran seorang musafir Maroko Ibnu Batutah yang mengunjungi Samudera Pasai dalam perjalanannya ke negeri Cina pada 1345 M, Agama Islam nan bermazhab syafi’I telah mantap disana sejauh seabad. Oleh karena iu, bersendikan bukti ini, abad XIII biasanya dianggap sebagai masa sediakala masuknya agama Selam ke Indonesia.

Mengenai daerah permulaan yang dikunjungi adalah pesisir Paksina pulau Sumatera. Mereka membentuk awam Selam permulaan di Peureulak Aceh Timur yang kemudian meluas sampai dapat mendirikan imperium Selam mula-mula di Samudera Pasai, Aceh utara.

Sekitar purwa abad XV, Islam telah memperkuat kedudukannya di Malaka, pusat rute bursa Asia Tenggara yang kemudian melebarkan sayapnya ke wilayah-kewedanan Indonesia lainnya. Pada mula-mula abad tersebut, Islam mutakadim bisa menjejakkan kakinya ke Maluku, dan yang terpenting ke beberapa daerah tingkat perdagangan di pesisir Utara pulau Jawa yang selama beberapa abad menjadi pusat kerajaan Hindu merupakan Imperium Majapahit. Intern waktu yang tidak lama yakni purwa abad XVII, dengan masuk Islamnya penguasa kerajaan Mataram adalah Baginda Agung, kemenangan agama tersebut hampir membentangi sebagian besar kawasan Indonesia.

Berbeda dengan masuknya Islam ke negara-negara di bagian bumi lainnya merupakan dengan kekuatan militer, masuknya Selam ke Indonesia itu dengan cara damai di sertai dengan jiwa ketegaran dan saling menghargai antara penyebar dan pemeluk agama baru dengan penyembah-penganut agama lama (Hindu-Budha).

Sejak pertengahan abad XIX, agama Selam Indonesia secara bertahap berangkat pergi kebiasaan-sifatnya yang sinkretik selepas banyak orang Indonesia yang mengadakan hubungan dengan Makkah dengan prinsip melkukan ibadah haji. Tambahan pula sesudah transportasi laut yang kian membaik, semakin banyaklah orang Indonesia yang melakukan haji bahkan sebagian mereka cak semau yang bermukim bertahun-tahun lamanya untuk mempelajari wangsit Islam dari pusatnya, dan ketika kembali ke Indonesia mereka menjadi penyebar persebaran Islam yang ortodoks.


[1]




B.

Kekaisaran-kerajaan Islam nan ada di Indonesia

a.

Kerajaan Islam pertama di Sumatra

Kerajaan Selam pertama di Indonesi merupakan kerajaan Samudera dan Pasai yang merupakan kerajaan kembar. Kerajar ini terletak di pesisir Timur Laut Aceh. Kemunculannya sebagai kekaisaran Islam diperkirakan mulai semula atau medio abad ke-13 M, umpama hasil dari proses Islamisasi daerah-daerah pantai nan pernah disinggahi pelimbang-pedagang orang islam sejak abad ke-7, ke-8, dan seterusnya. Bukti berdirinya imperium Samudera Pasai puas abad ke-13 M itu didukung maka itu adanya jirat kubur terbuat dari batu besi pangkal Samudera Pasai. Semenjak batu kubur itu, bisa diketahui bahwa syah pertama imperium itu meninggal plong bulan Ramadhan periode 696 H, yang diperkirakan bertepatan dengan hari 1297 M.


[2]




Dalam Hikayat Sunan-raja Pasai disebutkan gelar Malik Al-Imani sebelum menjadi raja yakni Sirah Sile atau Merah Selu. Ia masuk Islam mujur pertemuannya dengan Syaikh Ismail, seorang utusan Syarif Mekah, yang kemudian memberinya gelar Sultan Malik Al-Shaleh.


[3]




Biram Selu adalah putra Merah Gaja. Nama Abang merupakan gelar bangsawan yang lazim di Sumatera Paksina. Selu peluang berasal dari kata sungkala yang aslinya berpangkal berbunga Sanskrit Chula. Kepemimpinannya nan menonjol mengedrop dirinya menjadi baginda.

Dari hikayat itu, terdapat ajaran bahwa arena purwa sebagai pusat imperium Samudera Pasai adalah Mulut sungai Wai Peusangan, sebuah sungai yang layak tinggi dan lebar di sepanjang jalur pantai nan memudahkan perahu-perahu dan apal-kapal menggayuhkan dayungnya ke pedalaman dan sebaliknya. Ada dua daerah tingkat yang terletak berseberangan di delta Peusangan itu, Pasai dan Samudera. Ii kabupaten Samudera terletak terka makin ke pedalaman, sedangkan ii kabupaten Pasai terletak bertambah ke hilir.

Kerajaan Samudera Pasai berlangsung sampai hari 1524 M. pada masa 1524 M, kerajaan ini ditaklukkan maka itu Portugis yang mendudukinya sejauh tiga waktu, kemudian hari 1524 M dianeksasi maka itu raja Aceh, Ali Mughayatsyah. Selanjutnya, kerajaan Samudera Pasai berada di bawah pengaruh kesultanan Aceh yang berpusat di Badar Aceh Darussalam.

Imperium Aceh terletak di provinsi yang sekarang dikenal dengan segel Kabupaten Aceh Besar.

Di sini juga terwalak ibu kotanya. Kurang begitu diketahui pron bila kerajaan ini senyatanya bersimbah.

Peletak dasar kebesaran kerajaan Aceh yaitu Sultan Alauddin Riayat Syah yang bergelar Al-Qahar. Privat menghadapi angkatan tentara Portugis, ia menggetah sangkut-paut pertemanan dengan kerajaan Usmani di Turki dan negara-negara Selam yang lain. Dengan uluran tangan Turki Usmani tersebut, aceh dapat membangun barisan perangnya dengan baik.

Puncak dominasi kerajaan Aceh terletak pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1608-1637). Pada masanya Aceh menguasai seluruh pelabuhan di pantai Timur dan Barat Sumatera. Berpunca Aceh, Lahan gayo yang berbatasan di Islamkan, pun Minangkabau. Hanya khalayak-makhluk kafir dari Btak yang berusaha menangkis kemujaraban-kekuatan Selam yang datang, malar-malar mereka melangkah sejenis itu jauh sampai meminta bantuan Portugis. Yang dipertuan Iskandar tidak sesak bergantung kepada pertolongan Turki Usmani yang jaraknya jauh. Untuk mengalahkan Portugis, Sultan kemudian bekerjasama dengan padanan Portugis, yaitu Belanda dan Inggris.

b.

 Kekaisaran-
k
erajaan Islam di Jawa

Dibawah arahan Sunan Ampel Denta, Wali Songo bersepakat mengangkat Raden

F
atah menjadi raja permulaan imperium Demak, imperium Islam pertama di Jawa, dengan gelar Senopati Jimbun Ngabdurahman Panembahan Palembang Sayidin Panatagama.


Raden Patah dalam menjalankan pemerintahannya, terutama dalam persoalan-permasalahan agama, dibantu oleh para ulama, Pengasuh Songo.

Sebelumnya Demak yang bernama Bintoro merupakan daerah vassal Majapahit yang diberikan sultan Majapahit kepada Raden Rantas. Provinsi ini lambat laun menjadi pusat perkembangan agama Selam yang diselenggarakan oleh para wali.


Pemerintah Raden

F
atah berlangsung tebak-agak diabad ke-15 hingga awal abad ke-16. Kamu digantikan oleh anaknya, Sambrang Lor, dikenal juga dengan stempel Ekstrak Unus. Detik Pati Unus baru berumur 17 waktu ketika mengambil alih ayahnya sekitar tahun 1507, tidak lama sehabis na
i
k tahta, sira merencanakan suatu serangan terhadap Malaka.

Pada akhir tahun 1512, artinya setahun Portugis menduduki Malaka, Patih Unus menyiapkan 90 buah jong dengan 12000 barisan Selam dari jawa, menuju Malaka hendak melepaskan provinsi itu dari tangan musuhnya, dan lega bulan Januari 1513 sampailah angkatan laut Demak itu diperairan Malaka dan terjadilah pertempuran nan hebat diantara kedua angkatan itu.


[4]



Semata-mata sayangnya

tentara

Demak


mengalami kekalahan lautan.

Pati Unus digantikan oleh Trenggono yang dilantik sebagai Sultan maka dari itu Kanjeng sultan Gunung Jati dengan gelar Sultan Ahmad Abdul ‘Arifin. Ia memerintah puas tahun 1624-1546. Pada perian Kaisar Demak yang ketiga inilah dikembangkan ke seluruh tanah Jawa, terlebih sampai ke Kalimantan Selatan. Penaklukan Sunda Kelapa berakhir plong tahun 1527 nan dilakukan maka itu armada gabungan Demak dan Cirebon di sumber akar pimpinan Fadhilah Khan. Majapahit dan Tuban jatuh kebawah kontrol imperium Demak diperkirakan lega tahun 1527 itu juga. Selanjutnya puas tahun 1529, Demak berhasil menundukkan Madiun, Blora (1530), Surabaya (1531), Pasuruan (1535). Dan antara hari 1541-1541 Lamongan, Blitar, Wirasaba, dan Kediri (1544). Palembang dan Bnajarmasin mengakui kekuasaan Demak. Sementara daerah Jawa Tengah penggalan Kidul sekeliling Bukit Merapi, Pengging, dan Pajang berhasil dkuasai berkat pemuka Islam, Syaikh Siti Jenar dan Sunan Tembayat. Lega tahun 1546 dalam pemyerbuan ke Blambangan, Sultan Trenggoo terbunuh. Ia digantikan adiknya, Prawoto. Puas masa pemerintahannya tak berlangsung lama karena terjadi balasan maka itu adipati-adipati sekitar kerajaan Demak. Syah Prawoto koteng kemudian dibunuh oleh Aria Penangsang dai Labu siam pada waktu 1549. Dengan demikian Kerjaan Demak bererak dan dilanjutkan oleh Kerajaan Pajang di asal Jaka Tingkir yang berhasil cundang Aria Penangsang.

c.

Kerajaan-Kekaisaran Islam di Kalimantan, Maluku, dan Sulawesi

1.

Imperium Banjar di Kalimantan Selatan

Kerajaan ini muncul momen terjadi peristiwa tentangan dalam keluarga istana, antara Pangeran Samudera sebagai pewaris lumrah kerajaann Daha, dengan pamannya nan bernama Pangeran Tumenggung. Ketika Raja Sukarama karib tiba ajalnya, Dia berwasiat agar yang menggantikannya adalah cucunya Raden Samudera. Keempat putranya tentu tidak mengakui wasiat itu.


[5]




Pertentangan itu menimbulkan keluarnya Pangeran Samudera dari kerajaan dan berkelana menyentuh kerajaan Demak. Engkau meminta bantuan disana, dan akibatnya kerajaan Demak ingin membantu kanjeng sultan Samudera asalkan sira mau menganut tajali Islam dan akhirnya berbuntut dan kekaisaran itu berkembang menjadi kerajaan Selam.

2.

Kekaisaran Selam di

Maluku

Kerajaan ini samar muka sekitar tahun 1406, Aji Ternate memeluk Islam, tera raja itu yaitu Vongi Tidore. Kamu mencoket seorang istri pertalian keluarga Ningrat Jawa. Namun raja yang benar-benar memeluk agama Islam adalah raja yang bernama Zayn Al-Abidin sreg musim 1486-1500 M.

3.

Kerajaan Islam

Sulawesi

Imperium Goa-Tallo merupakan imperium kembar yang saling berbatasan, biasanya disebut dengan imperium Makassar. Kerajaan ini terletak di semenanjung barat sendi pulau Sulawesi. Kerajaan tersebut mengakuri ajaran agama Islam dari Gresik atau Jabal yang tersebar dalam proses Islamisasi diseluruh nusantara.

Kemudian kerajaan kembar Goa-Tallo menganjurkan “wanti-wanti Selam” kepada kerajaan-kerajaan lain seperti Luwu, nan bertambah gaek, Wajo, Soppeng, dan Bone.

C.

Peran Kekaisaran pada hari pra kemerdekaan dan pasca- Kemerdekaan

1.


Pada masa pra kedaulatan

Dalam memperjuangkan kemerdekaan di Indonesia, kerajaan-kerajaan Islam mempunyai peran dalam membantu kemerdekaan tersebut, yaitu turut mengusir para penjajah demi mempertahankan daerah masing-masing dengan mengerjakan berbagai peralawanan dengan cara perbantahan, diantaranya yaitu:

a.

 Perlawanan Pattimura (1817)

Belanda mengerjakan monopoli perdagangan dan memaksa rakyat Maluku menjual hasil rempah-rempah hanya kepada Belanda, menentukan harga rempah-rempah secara semena-mena, melakukan pelayaran hongi, dan membabati tanaman rempahrempah milik rakyat. Rakyat Maluku berontak atas perlakuan Belanda. Dipimpin oleh Thomas Matulessi yang nantinya tenar dengan nama Kapten Pattimura, rakyat Maluku melakukan perlawanan lega tahun

1817. Pattimura dibantu oleh Anthony Ribok, Philip Latumahina, Ulupaha, Paulus Tiahahu, dan koteng pejuang wanitaChristina Martha Tiahahu. Perang melawan Belanda menjalar ke berbagai rupa daerah di Maluku, seperti Ambon, Ngeri, Hitu, danlain-lain.

Belanda menugasi bala besarbesaran. Laskar Pattimura terdesak dan bertahan di n domestik benteng. Karenanya, Pattimura dan kawan-kawannya terpesona. Puas sungkap 16 Desember 1817, Pattimura dihukum gantung di depan Benteng Victoria di Ambon.

b.

Perang Banjarmasin (1859-1863)

Penyebab perang Banjarmasin yaitu Belanda melakukan monopoli perdagangan

dan mencampuri urusan kerajaan. Perang Banjarmasin dipimpin oleh Pangeran Antasari.

Engkau didukung makanya Yamtuan Hidayatullah. Pada periode 1862 Hidayatullah ditahan Belanda dan dibuang ke Cianjur. Pangeran Antasari diangkat rakyat menjadi Sultan. Setelah itu perang meletus kembali. Kerumahtanggaan perang itu Pangeran Antasari luka-luka dan wafat.

c.

Perang Aceh (1873-1906)

Sejak kanal Suez dibuka pada musim 1869, takhta Aceh kian penting baik dari segi strategi perang maupun bakal penggalasan. Belanda ingin menyelesaikan Aceh. Sejak tahun 1873 Belanda menyerang Aceh. Rakyat Aceh mengadakan perbantahan di pangkal pemimpin-pemimpin Aceh antara lain Panglima Polim, Teuku Cik Ditiro, Teuku Ibrahim, Teuku Umar,dan Cut Nyak Dien. Meskipun sejak tahun 1879 Belanda dapat tanggulang Aceh, namun wilayah pedalaman dan pegunungan dikuasai pejuang-pejuang Aceh. Perang gerilya membuat barisan Belanda kerepotan. Belanda menyiasatinya denganstelsel konsentrasi, adalah mengesakan bala supaya pasukannya dapat lebih terkumpul.

Belanda mengirim Dr. Snouck Hurgronje buat mempelajari sistem kemasyarakatan penghuni Aceh. Dari pengkajian yang dibuatnya, Hurgronje menyimpulkan bahwa kekuatan

Aceh terletak pada peran para jamhur. Penemuannya dijadikan sumber akar untuk membentuk kiat perang yang baru. Belanda membentuk pasukan kelebat (Marchose) untuk mengejar

dan menumpas gerilyawan Aceh. Dengan pasukan marchose Belanda berbuah mematahkan gempuran gerilya rakyat Aceh. Tahun 1899, Teuku Umar gugur dalam peperangan di Meulaboh. Tentara Cut Nyak Dien yang menyingkir ke hutan dan mengadakan pertampikan lagi dapat dilumpuhkan.


[6]




a.

Pada masa sehabis kemerdekaan Indonesia

Dalam perkembangannya, kekaisaran islam ini memiliki peran nan sangat besar dalam penyebaran agama Selam di lahan air.

Beberapa peran kerajaan islam yang dianggap penting diantaranya tersebut ialah:

  1. Mengenalkan wahi Selam kepada warga di imperium tersebut. Hal ini suntuk berpengaruh, karena dalam sistem kerajaan, agama saringan seorang sinuhun karuan akan dianut oleh rakyatnya. Dengan demikian penyebaran agama Islam dianut maka itu prabu dan anak bini istana. Masarakat juga semakin berangasan cak bagi mengamalkan agamanya karena tak terbiasa merasa bersimbah dicap sebagai pengganggu ketertiban semata-mata karena berbeda keyakinan dengan raja.
  2. Melincirkan transaksi perdagangan dengan para pedagang pecah kawasan Timur Perdua. Bilamana itu, para musafir terbit Gujarat kerap berkelana hingga daerah yang jauh untuk berkedai . dan dengan adanya kerajaan Islam, maka ada kesamaan budaya berusul kedua belah pihak sehingga lebih memudahkan dalam merajut hubungan.
  3. Mengubah budaya upeti yang banyak digunakan kerajaan sebelumnya. Sehingga keadaan ini memasrahkan kemudahan pada rakyat karena tidak pun mendapatkan beban membayar persembahan kepada penguasa secara berlebihan. Kalaupun kekaisaran membutuhkan penggalangan dana, maka nilainya menjadi berbeda karena n domestik Islam beramal kepada pihak lain merupakan tindakan yang indah, dan tetapi Almalik SWT yang akan membalas dengan cara yang enggak pertautan diketahui justru tak pernah dibayangkan maka dari itu hamba allah yang memberi shodaqoh tersebut.
  4.  Menciptakan tata roh bau kencur yang lebih sesuai dengan apa yang ada pada ajaran Islam. Islam sebagai agama yunior dengan mudah diterima karena tata nilai dan sistem di dalamnya terasa bertambah adil. Masing-masing individu punya kesempatan yang sama cak bagi menempati derajat yang tingkatan dimata Sang pencipta, tanpa membedakan permukaan bokong budaya, tungkai dan keturunan.

    [7]


BAB III


Penutup

Awal Selam masuk ke Indonesia plong abad mula-mula Hijriah atau abad ke-tujuh/kedelapan Kristen
. Kerajaan Islam nan ada di Indonesia anara tidak: kerajaan Samudera Pasai dan Aceh Darussalam, kerajaan Islam di Kalimantan, Maluku, dan Sulawesi. Peran kerajaan islam sreg masa pra kemerdekaan, dengan cara melakukan balasan mengembalikan kolonialis, diantaranya yaitu: perlawanan pattimura, perang uskup, perang diponegoro, perang banjar payau, perang Aceh. Peran kerajaan Islam setelah kemerdekaan, yaitu: mengenalkan ajaran Islam kepada warga di kerajaan tersebut, memuluskan transaksi perbisnisan dengan para pelimbang dari distrik Timur Perdua, menyangkal budaya upeti nan banyak digunakan kekaisaran sebelumnya, menciptakan manajemen atma baru yang makin sesuai dengan apa yang ada sreg petunjuk Islam.

Kita, sebagai generasi penerus perjuangan islam, tidaklah pantas mencuaikan sejarah, karena dengan sejarah kita bisa membiasakan dari pejuang-pejuang masa lepas kerjakan di jadikan pelajaran dan pengalaman dalam menghadapi bermacam-macam tantangan zaman.  Dan kiranya makalah ini berfaedah buat panitera maupun pembaca.


DAFTAR PUSTAKA

·

Ajid Thohir,
Kronologi Kultur di Kawasan Manjapada Islam,Jakarta: PT. RajaGrafindo, 2004


·

Yatim Badri,Sejarah Kebudayaan Islam,Jakarta: PT. Rajawali Pers,2014


·

Hamka,
Ki kenangan Umat Islam, Jakarta: PT. Bulan Medalion,1981


·


Http

://tafsirhadits2012.blogspot.com/2014/03/kerajaan-kerajan-islam-di-indonesia.html


·


Http

://asagenerasiku.blogspot.com/2012/05/perjuangan-rakyat-menyaingi-penjajah.html

·


Http

://www.anneahira.com/kekaisaran-islam.htm









[1]





Ajid Thohir,
Urut-urutan Peradaban di Negeri Dunia Islam, Jakarta: PT. RajaGrafindo, 2004,hlm.290-293






[2]





Dr. Badri Yatim, M.
Sejarah Kebudayaan Selam.
Jakarta:

PT.

Rajawali Pers,
2014,
hlm. 205






[4]






Hamka,
Sejarah Umat Selam, Jakarta:PT. Wulan Bintang,1981,hlm.157-158





[5]







http

://tafsirhadits2012.blogspot.com/2014/03/kekaisaran-kerajan-islam-di-indonesia.html
,

dikutip

lega

tanggal 19 september 2022 pemukul 07.35 WIB





[6]







http

://asagenerasiku.blogspot.com/2012/05/perdurhakaan-rakyat-melawan-penjajah.html, dikutip pada sungkap 21 September 2022 pukul 08:01 WIB





[7]





http://www.anneahira.com/imperium-islam.htm

,

dikutip sungkap 20 September 2022 pukul 19:36



WIB

Source: https://dianprase.blogspot.com/2017/05/makalah-peran-kerajaan-islam-di.html

Posted by: caribes.net