Makalah Sistem Ekskresi Pada Manusia








Description: F:\gambar ttg sisitem ekskresi\peta-konsep.png


Denah KONSEP



Setiap makhluk hayat melakukan metabolisme untuk menghasilkan energi.Selain menghasilkan energi, metabolisme lagi menghasilkan residu atau zat residu.Pengeluaran zat geladir tersebut dilakukan oleh sebuah sistem tubuh nan disebut
Sistem Ekskresi.



Raga memiliki mekanisme untuk membuang sampah- sampah yang enggak dibutuhkan. Pembuangan zat sempuras dari dalam fisik ditunjukkan plong berbagai proses, yaitu pengeluaran keringat, pengeluaran urin, pengeluaran tabun CO2
dan H2O, serta pengeluaran urea dan cairan empedu. Zat- zat ini perlu dibuang dari dalam jasmani karena zat – zat metabolisme ini bisa meracuni jasad takdirnya tidak dikeluarkan.



A.





Pengertian Sistem Ekskresi



Ekskresi yaitu proses pengeluaran zat berak metabolisme awak, seperti CO2, H2O, NH3, zat warna empedu dan asam urat. Zat hasil metabolisme yang tidak diperlukan oleh tubuh akan dikeluarkan melalui alat ekskresi. Alat ekskresi yang dimiliki oleh hamba allah arwah berbeda-selisih.Semakin tinggi tingkatan mahluk nyawa, semakin kompleks perabot ekskresinya. Beberapa istilah yang erat kaitannya dengan ekskresi :


·




Defekasi


: yaitu proses pengeluaran tahi pencernaan makanan nan disebut feses. Zat nan dikeluarkan belum pernah mengalami metabolisme di dalam jaringan. Zat nan dikeluarkan meliputi zat yang bukan diserap usus sel epitel, tali perut yang rusak dan mikroba usus.


·




Ekskresi


: merupakan pengeluaran zat sampah tahi metabolisme yang lain berguna lagi bagi tubuh.


·




Sekresi


: yaitu pengeluaran getah oleh kelenjar pencernaan ke dalam serokan pencernaan. Pulut yang dikeluarkan masih berguna bagi tubuh dan umumnya mengandung enzim.


·




Peminggiran


: yaitu proses pengeluaran zat semenjak rongga raga, baik berpunca sinus nan kecil (serokan air mata) alias berpunca rongga nan besar (tali perut).



B.





Struktur dan Fungsi Sistem Ekskresi puas Manusia



Sistem ekskresi puas manusia mengikutsertakan organ ekskresi substansial ginjal, alat peraba, paru – paru, dan hati. Zat sisa yang dikeluarkan dari perkakas – instrumen tersebut ialah mangsa pungkur berpokok proses metabolisme.



1.





Ginjal



Buah pinggang manusia berbentuk seperti bin merah dengan tataran sekitar 10 cm, berwarna abang, jumlahnya sekelamin dan terletak dibagian dorsal dinding tubuhsebelah kiri dan kanan tulang pantat. Ginjal bagian kiri letaknya lebih panjang daripada ginjal bagian kanan.


Description: F:\urin.jpg



Diperkirakan berat kuantitas ginjal seputar 1% dari berat jasmani, dan setiap menit sekeliling 20-25% pembawaan yang dipompa jantung mengalir menuju ginjal. Bakat khalayak melangkaui ginjal sebanyak 350 boleh jadi setiap hari dengan laju 1,2 liter saban menit, menghasilkan 125 cc filtrat glomerular per menitnya. Pembawaan akan masuk ke ginjal melalui arteri besar dan akan keluar dari ginjal melalui pembuluh pembuluh balik samudra. Laju pemilahan glomerular ini digunakan cak bagi tes diagnosa kurnia buah punggung.


Gambar 1.


Letak geli-geli sreg sosok



Irisan mengufuk ginjal memperlihatkan tiga kawasan terdepan, yaitu korteks (bagian luar), medula (bagian sumsum buah pinggang), dan pelvis renalis (rongga ginjal).

Description: F:\b9.png



Bagan 2

. Kaliber melintang ginjal



Eksterior dan tulang kerinjal mengandung suatu juta nefron.Nefron adalah satuan struktural dan fungsional terkecil pada ginjal. Setiap nefron terdiri atas badanmalpighi dan saluran panjang berpilin yang disebut saluran nefron. Pada badan malpighi terdapat kapsul bowman yang bentuknya sebagaimana mangkuk. Kapsul bowman tersebut membungkus glomerulus yang adalah jaringan tenggorokan kapiler.



Berpangkal kapsul bowman keluar susukan panjang berbelit.Saluran tingkatan tersebut dibedakan atas tiga segmen adalah pembuluh (tubulus) proksimal, lekuk henle, dan kerongkongan distal.Tubulus proksimal memfokus ke segmen panjang berdinding tipis ialah lekuk henle.Karena mirip leher dendang laut, kolong ini sering disebut misal angsa henle.

Bagian lengkung henle ada dua, yaitu lengkung henle nan melengkung ke atas(ascenden) dan lengkung henle yang melengkung ke bawah(descenden).

Seterusnya halkum (tubulus) ini berkelok-kelok lagi disebut tubulus distal nan bersambung dengan kerongkongan penampung (tubulus kolekta) nan berjalan melintasi korteks dam medula buat bermuara plong sinus ginjal.



Dari rongga kerinjal keluar saluran ureter yang bermuara pada kandung kencing (vesikula urinaria).Kurnia kandung kencing ialah seumpama tempat penghimpunan sementara urine sebelum keluar jasad.Bersumber kandung pipis menuju luar tubuh air seni melewati saluran yang disebut uretra.Selanjutnya urine keluar melampaui lubang seni.

Description: F:\bagian-bagian%2520ginjal%2520dalam%2520bahasa%2520indonesia%255B4%255D.jpg


Gambar 3.


Episode – putaran geli-geli

Proses

prnyaringan darah hingga terbentuk urin membentangi tahap penyaringan (filtrasi), penyerapan kembali (reabsorbsi), dan pengumpulan (augmentasi).

Ketiga tinggi tersebut ialah seumpama berikut:




a)







Penyortiran (Filtrasi)




Darah nan banyak mengandung zat sisa metabolisme masuk ke n domestik geli-geli melalui pembuluh arteri ginjal (arteri renalis). Cairan jasad keluar dari kerongkongan arteri dan masuk ke dalam badan malpighi. Membran glomerulus dan kapsul Bowman bertabiat permeabel terhadap air dan zat terlarut berukuran kerdil sehingga dapat mengisai molekul-molekul besar.Hasil saringan (filtrat) berusul glomerulus dan kapsul Bowman disebutfiltrat glomerulusatauurin primer.Dalam urin primer masih terletak air, glukosa, asam amino, dan garam mineral.




b)







Penyerapan Kembali (Reabsorbsi)




Reabsorpsi terjadi di tubulus kontortus proksimal.Intim semua gula, vitamin, asam amino, ion, dan air diserap pun.Zat-zat yang masih berarti tadi dimasukkan kembali ke kerumahtanggaan pembuluh darah yang terdapat di sekitar tubulus.Hasil reabsorpsi berupafiltrat tubulus atauurin sekunder.Urin sekunder mengandung air, garam, urea, dan pigmen empedu yang memberi rona dan bau pada urin.




c)







Penambahan zat – zat sisa ( Augmentasi )




Di tubulus kontortus distal, beberapa zat sisa seperti asam urat, ion hidrogen, amonia, kreatin, dan beberapa pembeli ditambahkan ke dalam urin sekunder sehingga tubuh terbebas dari zat-zat berbahaya.Urin sekunder nan sudah lalu ditambahkan dengan bermacam-macam zat tersebut disebuturin.Kemudian, urin disalurkan melangkahi tubulus kolektivus ke rongga geli-geli.Berusul rongga ginjal, urin menuju ke pundi-pundi kemih menerobos kanal ginjal (ureter).




d)







Proses Pengeluaran Urin




Jika kandung kemih penuh dengan urin, dinding kantong kemih akan terdesak. Kemudian dinding otot kantong kemih meregang sehingga keluih rasa mau keluarkan air boncel.Seterusnya, urin keluar melintasi uretra (uretra).Pengeluaran air melampaui urin ada hubungannya dengan pengeluaran air melintasi keringat plong kulit.Pada waktu udara dingin, badan kita tidak berkeringat.Pengeluaran air berbunga intern tubuh banyak dikeluarkan melalui urin sehingga kita sering lempar air kecil.Sebaliknya, lega waktu udara menggiurkan, tubuh kita banyak melepaskan keringat dan terik lempar air kecil.

Urin nan dikeluarkan maka dari itu ginjal sebagian besar teidiri atas 95% air dan zat yang terlarut, yaitu urea, asam otot, dan ammonia yang merupakan sisa-sisa perbaikan protein: bermacam-tipe garam terutama garam pendiangan (NaCl), zat dandan empedu nan menyebabkan warna kuning pada urin, dan zat-zat nan berlebihan di dalam darah sama dengan vitamin B, C, pembeli-obatan, dan hormon.

Urin bukan mengandung protein dan glukosa.Jika urin mengandung zat putih telur, berarti terjadi bisikan atau kerusakan ginjal pada glomerulus.Jika urin mengandung gula, berguna tubulus ginjal tidak menyerap sekali lagi gula dengan contoh. Peristiwa ini dapat disebabkan makanya adanya kebinasaan pada tubulus kerinjal, tetapi bisa kembali disebabkan oleh tingginya kadar gula di internal darah sehingga tubulus ginjal tidak dapat menyerap sekali lagi semua gula yang ada pada filtrat glomerulus. Kadar gula pembawaan yang tinggi disebabkan makanya terhambatnya proses pengubahan gula menjadi glikogen, akibatnya produksi hormon insulin terhambat. Kelainan ini dikenal sebagai ki kesulitan kencing manis (diabetes mellitus).

Dilihat terbit segi banyaknya zat yang terkandung di urin, dapat disimpulkan bahwa buah punggung adalah organ yang adv amat penting bagi tubuh.Ginjal berfungsi lakukan menyaring darah, mengeluarkan sisa metabolisme, membuang zat-zat yang berbahaya bagi tubuh, dan mengeset keadilan air dan garam di dalam darah.


Text Box: Glomerulus(Filtrasi)terbentuk urine primer àTubulus kontortus proksimal (Reabsorbsi) terbentuk urine sekunder àTubulus kontortus distal (Augmentasi) terbentuk urine sebenarnya àTubulus kolektivus àRongga ginjal àUreter àkantung kemih àUretraàUrine keluar tubuh

Secara garis raksasa, pembentukan urin dapat dilihat sreg skema berikut ini:



2.





Description: F:\hati-manusia.jpg


Description: F:\www.materi-sma.com.jpg


Hati

Hati yakni kelenjar terbesar di internal jasad, terletak didalam rongga makanan sebelah kanan, tepatnya di radiks diafragma.Pada orang dewasa normal beratnya kurang lebih 2 kg dan berwarna berma.

Berdasarkan fungsinya, hati kembali tercatat alat ekskresi. Hal ini dikarenakan lever mambantu fungsi ginjal dengan mandu memecah sejumlah senyawa nan berperilaku racun dan menghasilkan ammonia, urea, dan cemberut otot.Lever mengeluarkan empedu nan berwujud hancuran kehijauan, rasanya pahit, pHnya netral, dan mengandung kolesterol, garam-garam mineral, garam empedu, dan zat warna empedu yang disebut
bilirubin
dan
biliverdin. Garam-garam empedu berfungsi kerumahtanggaan proses pencernaan kandungan. Zat warna empedu yang berwarna baru kebiruan berasal dari restorasi hemoglobin terungku darah merah di intern hati.Zat warna empedu diubah oleh patogen usus menjadi urobilin yang berwarna kuning coklat yang memberikan warna feses dan urin.Residu-sisa pencernaan protein yang positif urea dibentuk pula di dalam hati.Urea kemudian dibawa oleh darah dan lebih lanjut timbrung ke dalam ginjal.Balasannya, bersumber ginjal dikeluarkan bersama-begitu juga urin.

Sebagai kelenjar, hati menghasilkan empedu yang menjejak ½ liter setiap hari.Empedu yang disekresikan berfungsi bagi memahami lemak, mengaktifkan lipase, membantu daya absorpsi legit di usus, dan mengubah zat yang tidak larut dalam air menjadi zat nan larut intern air.

Lever juga menghasilkan enzim arginase yang bisa mengubah arginin menjadi ornitin dan urea.Ornitin yang terbentuk dapat mengikat NH3
dan CO2
nan berwatak racun. Kebaikan lain dari hati adalah meniadakan zat buangan dan incaran racun untuk dikeluarkan ke dalam empedu dan urin, memungkirkan glukosa menjadi glikogen.



3.





Kulit

Kulit adalah gawai pelindung nan menutupi seluruh permukaan tubuh.Kulit merupakan salutan terlampau tipis dan tebalnya doang beberapa milimeter. Peranti ini terdiri atas tiga sepuhan, yaitu:


Gambar 5.



Struktur ilmu tasyrih kulit pada manusia


Description: F:\c1.png



a)





Epidermis (Epidermis)

Selupat tersusun atas tiga lapisan, yaitu saduran tanduk
(stratum korneum), saduran granula
(stratum granulosum),
dan
stratum germinativum.Saduran tanduk (stratum korneum) fertil sreg fragmen yang minimum luar.Salutan tanduk yaitu jaringan senyap dan terdiri atas bersaf-saf pengasingan pipih.Lapisan ini cerbak mengelupas dan digantikan oleh jaringan di bawahnya.Saduran ini berfungsi untuk melindungi sel-pengasingan di dalamnya dan mencegah masuknya bibit penyakit penyakit.

Lapisan granula
(stratum granulosum)
terletak di bawah lapisan tanduk. Lapisan ini terdiri atas sel bergranula yang lama-kelamaan akan mati dan kemudian terdorong ke atas menjadi adegan lapisan tanduk. Pada lapisan ini terletak pigmen melanin yang memberikan warna sreg selerang dan mereservasi kulit berpokok sengatan sinar matahari.Corak pigmen kulit berbagai macam sehingga terserah orang nan bersisik hitam, sawo matang, atau kuning langsat.Bila lapisan ini lain mengandung pigmen jangat, hamba allah tersebut dikenal sebagai bani adam andan.


Stratum germinativum


tersusun atas dua saduran sel. Lapisan atas (stratum spinosum) mengandung penjara-terungku baru. Sel-sel ini akan terdorong ke atas menjadi bagian lapisan butir di bawahnya terbentuk kerangkeng-pengasingan baru yang dibuat oleh sel-sel yang membenang membelah (stratum pembengkakan).



b)





Kulit Selerang (Dermis)

Alat peraba jangat terletak di bawah saduran alat peraba ari.Di dalam indra peraba indra peraba terdapat pembuluh darah, kelenjar keringat (glandula sudorifera), kelenjar minyak (glandula sebassea), dan kantung rambut.Selain itu, terdapat juga ujung-ujung saraf indera yang terdiri atas ujung saraf peraba dingin (korpuskula krausse), peraba tekanan (korpuskula paccini), peraba panas
(korpuskula ruffinin),
peraba rabaan
(korpuskula meissner), dan peraba ngilu.

Kelenjar minyak menghasilkan minyak yang disebutsebum nan berguna buat meminyaki rambut agar tidak cengkar.Di bagian bawah kantung bulu terletak pembuluh kapiler bakat yang mengangkut sari makanan ke akar bulu sehingga surai terus tumbuh.Di karib akar bulu terdapat otot rambut.Lega musim kita merasa samar muka atau geli, otot bulu berkontraksi sehingga surai menjadi tegak.

Kelenjar keringat berbentuk cangklong berpiuh, mengaret dari epidermis hingga timbrung ke penggalan dermis.Pangkal kelenjarnya menggulung, dikelilingi makanya kapiler darah dan serabut saraf simpatik. Berusul kepiler darah inilah glandula keringat menyerap cair jaringan nan terdiri atas air, larutan garam, dan urea. Enceran jaringan tersebut dikeluarkan sebagai keringat melampaui parit kelenjar keringat dan akhirnya dikeluarkan melalui liang renik kulit.Pengeluaran keringat dipengaruhi makanya pendar (panas atau hambar), aktivitas, makanan, atau minuman.




c)






Jaringan Bawah Selerang
(Subkutan)

Pada jaringan bawah kulit, terdapat jaringan lemak (adiposa).Jaringan lemak berfungsi bagi menumpuk lemak sebagai stok kas dapur dan menjaga temperatur fisik mudah-mudahan tetap hangat.

Tubuh memilki kemampuan untuk mengatur berapa banyak jumlah air yang harus dikeluarkan oleh fisik agar total air didalam pembawaan tetap seimbang. Total air di dalam darah akan diatur oleh bagian hipotalamus.

Disamping berfungsi sebagai alat ekskresi, kulit sekali lagi berfungsi andai pelindung tubuh, mencegah masuknya patogen kelainan, mengatur suhu badan, dan menjaga pengeluaran air mudah-mudahan lain jebah.



4.





Paru – paru

Paru-paru basyar berjumlah dua atau sepasang.Pada dasarnya fungsi utama paru-paru adalah sebagai instrumen pernafasan, belaka peranan tersebut juga erat kaitannya dengan sistem ekskresi. Hal ini dikarenakan CO2
dan H2O yang ialah hasil proses metabolisme di jaringan yang diangkut melalui pembawaan karenanya akan dibawa ke alat pernapasan untuk dibuang dengan cara pembauran di alveolus.Makara, tugas rabu adalah mengeluarkan karbon dioksida dan uap air yang tidak digunakan lagi oleh tubuh. Jika tidak dikeluarkan, zat-zat tersebut akan menjadi racun.

O2( Oksigen )

CO2
( Zat arang dioksida) + H2O ( Ibun)

Dalam jaringan, darah mengikat karbon dioksida (CO2) lakukan dikeluarkan bersama H2O yang dikeluarkan intern susuk embun. Reaksi kimia tersebut secara ringkas dapat kita tuliskan:



Description: F:\gambar ttg sisitem ekskresi\paru2.jpg





Arus udara dalam alveolus terjadi karena perebedaan tekanan awan di atmosfer dengan udara di kerumahtanggaan alveolus.Perbedaan ini disebabkan oleh pertukaran tagihan sinus dada dan rongga perut akibat propaganda kontraksi dan relaksasi urat dada dan urat perut.Pada saat inspirasi, impitan udara alat pernapasan lebih rendah 1-2 mmHg dibandingkan tekanan awan di atmosfer dan sebaliknya kapan ekspirasi tekaanan udara paru-paru bertambah tinggi 2-3 mmHg dibandingkan dengan impitan udara atmosfer.



C.





Bisikan pada Sistem Ekskresi Bani adam

Beraneka ragam gangguan nan muncul internal sistem ekskresi manusia, diantaranya sebagai berikut:



1.





Anuria

Anuria adalah frustasi ginjal menghasilkan urin.Anuria bisa disebabkan makanya kurangnya tekanan lakukan melakukan filtrasi maupun radang glomerulus, sehingga plasma darah lain bisa masuk ke kerumahtanggaan glomerulus.Kurangnya tekanan hidrostatis bisa disebabkan oleh penyempitan (konstriksi) arteriol efferen oleh hormon epinefrin atau oleh pendarahan sehingga darah tidak dialirkan ke ginjal.



2.





Glikosuria

Glikosuria adalah ditemukannya glukosa lega urin.Keadaan ini menunjukkan bahwa telah terjadi kehancuran lega jasmani malphigi.



3.





Albuminaria

Albuminaria adalah ditemukannya protein albumin internal urin.Keberadaan albumin yang berlebihan intern urin menunjukkan adanya kenaikan permeabilitas membran glomerulus.Albuminaria disebabkan karena luka pada membran glomerulus perumpamaan akibat penyakit, kenaikan tekanan darah, dan iritasi sel-kurungan buah pinggang maka dari itu zat-zat, misalnya racun, kuman, eter, alias logam terik.Penyakit albuminuria terjadi karena kegagalan proses penyaringan, khususnya dalam menyaring protein. Akibatnya protein (albumin) lolos dalam penyaringan, sehingga ditemukan dalam urin.



4.





Hematuria

Keberadaan sel-interniran pembawaan biram di dalam urin disebut hematuria.Penyebab hematuria adalah radang organ-perkakas sistem urin karena penyakit maupun iritasi maka itu batu geli-geli.Jika darah ditemukan di internal urin, kondisi ini menunjukkan adanya penggalan terusan urin nan mengalami pendarahan.



5.





Bilirubinaria

Pemfokusan bilirubin dalam urin di atas normal disebut bilirubinaria.Bilirubinaria menunjukkan adanya presentasi hemoglobin intern darah merah yang berlebihan atau adanya ketidakfungsian hati atau kebinasaan empedu.



6.




Description: F:\gambar ttg sisitem ekskresi\batu ginjal.jpg

Bencana Geli-geli


Tulangtulangan 7

. Penyakit Gangguan Ginjal

Batu kerinjal merupakan benda keras nan sering ditemukan di dalam saluran ginjal, pelvis ginjal, ataupun sungai buatan urin.Godaan ini biasanya berdiameter 2-3 mm dengan bidang kasar maupun subtil.Sewaktu-waktu bisa ditemukan bisikan buah punggung berjupang yang besar. Penghasil terdahulu batu ginjal yakni kristal-intan buatan asam urat, kalsium oksalat, dan

kalsium fosfat ditambah dengan batu belanda-kristal garam, magnesium fosfat, bersut urat atau sistin, dan mukoprotein. Terbentuknya batu ginjal bisa disebabkan oleh konsentrasi garam-garam mineral nan berlebihan, penurunan total air, kebasaan, dan keasamaan urin yang minus, alias aktivitas kelenjar paratiroid yang jebah.Keikhlasan godaan ginjal bisa menangsel ureter, menimbulkan tukak, dan meningkatkan kemungkinan infeksi bakteri.



7.





Nefritis Glomerulus


Gambar 8.


Buah punggung penderita Nefritis Glomerulus

Description: F:\Penyakit-Nefritis-300x226.jpg
Nefritis glomerulus merupakan radang ginjal yang melibatkan glomerulus. Pelecok satu penyebab paling kecil masyarakat yakni reaksi alergi terhadap racun yang dilepaskan oleh patogen
Streptococcus
nan sudah lalu menginfeksi adegan awak lain, khususnya kerongkongan. Glomerulonefritis memungkinkan sel-kurungan talenta merah dan protein

memasuki filtrat sehingga urin mengandung banyak eritrosit dan protein.
Glomerulonefritis
nan parah bisa menyebaban gagal buah pinggang.Ciri-ciri ki kesulitan ini adalah adanya reklamasi air di tungkai karena reabsorbsi air yang terganggu (oedema).



8.





Pielonefritis

Pielonefritis merupakan radang pelvis ginjal, medula, dan korteks oleh infeksi bakteri.Infeksi ini kebanyakan berawal bermula tulang panggul ginjal kemudian melebar ke dalam ginjal.Piolonefritis bisa menyebabkan kehancuran nefron dan korpuskulum renalis.



9.





Kistitis

Kistitis adalah radang kantung kemih yang melibatkan lapisan mukosa dan submukosa.kistitis boleh disebabkan maka itu infeksi mikroba, zat-zat kimia, atau luka mekanis.



10.





Nefrosis


Nefrosis merupakan kondisi bocornya membran glomerulus. Kebocoran ini memungkinkan bilang besar protein berpindah dari talenta menuju urin sehingga air dan natrium menumpuk intern tubuh menghasilkan basal (oedem), khususnya di sekitar lutut, kaki, abdomen, dan ain. Nefrosis bertambah umum terjadi plong anak-anak, namun dapat terjadi pada semua kehidupan. Meskipun tidak selalu memulihkan, hormon steroid sintetis tertentu, seperti cortison dan prednison, nan mirip hormon yang disekresi kelenjar adrenal, dapat menekan terjadinya nefrosis.



11.





Polisistik

Polisistik bisa disebabkan maka itu kerusakan sungai buatan ginjal yang subversif nefron dan menghasilkan kista mirip dilatasi sepanjang sungai buatan.Kelainan ginjal ini kebanyakan diturunkan.Dalam jaringan ginjal muncul kista, lubang kecil, dan buih-gelembung ampuh larutan.Kista ini perlahan-petak kian besar setakat menekan keluar jaringan normal. Gagal ginjal bak akibat kelainan pilisistik umumnya terjadi sreg usia 40 tahun ke atas. Kronologi polisistik dapat diperlambat dengan diet, obat, dan pemasukan cairan.



12.





Gagal Ginjal

Gagal kerinjal dihasilkan berusul kondisi yang mengganggu fungsi buah punggung, yatu nefritis ginjal parah, trauma ginjal, ataupun bukan adanya jaringan ginjal karena tumor.Kondisi tersebut menyebabkan kerusakan puas semua nefron sehingga tidak berfungsi.Gagal buah pinggang yang parah menyebabkan penumpukan urea n domestik talenta. Gagal ginjal besaran bisa menyebabkan mortalitas dalam waktu 1-2 minggu.



13.





Andan

Bule terjadi karena tak adanya pigmen melanin puas lapisan granulosum.



14.





Penyakit Wilson

Kelainan wilson, merupakan keturunan dengan kadar zat tembaga privat tubuh nan jebah sehingga mengakibatkan gangguan kurnia hati.



15.





Hepatitis

Sakit kuning yakni radang atau pembesaran hati yang disebabkan makanya virus, alkohol, narkoba, pemohon-obatan, atau racun.Gejala radang hati ialah nafsu makan hilang, kelelahan, demam, pegal seluruh raga, mual, muntah, dan nyeri pada alat pencernaan.



16.





Sirosis

Sirosis, merupakan penyakit hati yang kronis dan mengakibatkan guratan pada hati sehingga lever menjadi tidak berfungsi.



17.





Diabetes mellitus

Diabetes mellitus yaitu suatu penyakit kronik nan kegandrungan yang menyertakan keburukan metabolisme karbohidrat, protein dan serta karena berkembangnya komplikasi makrovaskuler dan neurologis. Diabetes mellitus (kencing manis) disebabkan karena kadar hormon insulin di dalam badan tinggal rendah. Akibatnya proses restorasi glukosa menjadi glikogen terganggu, sehingga glukosa dalam darah meningkat.



18.





Diabetes insipidus

Seseorang dapat terserang penyakit diabetes insipidus apabila di dalam tubuhnya kekurangan hormone antidiuretik (ADH). Karena kekurangan hormone ADH, volume urin nan dihasilkan jauh melebihi resmi, bahakan dapat sampai ke 30 kelihatannya berasal volume urin formal sehingga penanggung sering buang air katai.



19.




Description: http://3.bp.blogspot.com/-jpSjp3YRfB4/VSQRRRHHd8I/AAAAAAAAAic/71Bl7Ny-Av4/s1600/www.bisikansehat.com%2B-%2BCara%2BMengatasi%2BBiang%2BKeringat%2BPada%2BAnak.PNG

Biang Keringat


Gambar 9.

Penderita Biang Peluh

Biang peluh dapat mengenai siapa saja, baik momongan- anak, taruna, ataupun ibu bapak.Biang keringat terjadi karena kalenjar keringat tersumbat olehsel-sel alat peraba mati yang tidak dapat tersepak secara sempurna.Keringat yang terperangkap tersebut menyebabkan timbulnya bintik- bintik kemerahan yang disertai merenyam.Pengasingan- sel kulit nyenyat, tepung, dan kosmetik lagi dapat menyebabkan terjadinya biang keringat.



20.





Kebobrokan Kuning



Penyakit asfar disebabkan oleh tersumbatnya susukan empedu yang mengakibatkan hancuran empedu tidak boleh dialirkan ke dalam usus dua belas jari, sehingga masuk ke dalam

bakat dan corak darah menjadi kuning. Kulit penderita terlihat pucat kekuningan, bagian putih pupil berwarna kekuningan, dan kuku deriji

berwarna asfar. Kejadian ini terjadi karena di seluruh tubuh terletak pembuluh darah yang mengangkut pembawaan berwarna kekuningan karena



Tulang beragangan 10.


Penanggung penyakit asfar

bercampur dengan cair empedu.



D.





Komplet Kehidupan Afiat bakal Menjaga Sistem Ekskresi



a)






Cara Menjaga Kebugaran Ginjal



Gambar 11

. Ginjal pada manusia




Description: Ginjal




1.



Mengatur acuan makan


2.



Aktif Bergerak


3.



Jaga Berat Fisik


4.



Jauhi Alkohol dan Hindari Rokok


5.



Kontrol Impitan Pembawaan


6.



Minumlah Air Tahir


7.



Hindari Stres


8.



Camar Berolahraga


9.



Menyingkir Beberapa Obat Antibiotic dan Bentrok Nyeri



b)





Pendirian menjaga kebugaran jangat


Gambar 12

.Garis tengah alat peraba
pada manusia




Description: Kulit




1.



Konsumsi buah dan sayuran segar


2.



Air tulen


3.



Istirahat


4.



Hindari polusi



c)





Cara Menjaga Kesehatan Hati


Rangka 13

.Hati sreg sosok




Description: Hati




1.



Konsumsi sayuran

Bilang sayuran ada yang tepat untuk menjaga kesehatan hati.Dasun dan brokoli ialah sayuran yang sama-sama menyimpan belerang internal porsi kian yang dibutuhkan maka itu tubuh untuk menyorong kemampuan hati kerumahtanggaan mendetoksifikasi racun.

  1. Mereguk air lemon

Untuk membantu proses detoksifasi hati, buat minuman yang bermula mulai sejak air putih dengan campuran air perasan lemon. Kandungan senderut sitrat internal limau membantu kinerja empedu dalam mengeluarkan racun dari tubuh.Mandu membuatnya adalah mencampur air perasan lemon kedalam air kudrati lewat diminum secara rutin tiap hari.

  1. Pijat

Pijatan di provinsi akrab hati dan kantung empedu berguna untuk membantu proses peraliran atau sirkulasi darah ke hati dan fungsi hati akan lebih optimal privat bekerja.

  1. Tambahan untuk hati harus rutin dikonsumsi

Penuhi mineral untuk mendukung hati dalam mendetoksifikasi racun kerumahtanggaan raga seperti :Magnesium, Besi, Kalsium, Seng, Potasium, Selenium, Sodium, Tembaga

  1. Stop konsumsi alkohol

Cak bagi menjaga kesehatan hati konsumsi makanan seperti :

  1. Buah Anggur

Biji pelir anggur sukar dijadikan misal jus mampu gebah karsinogen dan venom dengan kontributif guna hati untuk melakukan proses kimiawi.

  1. Bawang Tulen

Enzim dalam hati dapat aktif dengan bawang putih sehingga membuat hati bertambah efisien kerumahtanggaan proses pemilahan racun.

  1. Teh Hijau

Teh hijau kreatif meningkatkan keefektifan hati dengan bantuan zat katekin yang dikandung.



d)





Cara Menjaga Kesehatan Paru Paru


Gambar 14

.Paru – paru
pada manusia




Description: paru paru



  1. Berhentilah merokok
  1. Tuntun kebersihan awan
  1. Olahraga rutin
  1. Tingkatkan kualitas intern rubrik

  1. Mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi
Flowchart: Alternate Process: Rangkuman

Source: https://kesenianremaja.blogspot.com/2016/01/makalah-sistem-ekskresi-pada-manusia.html

Posted by: caribes.net