Mastercam X5 Tutorial Pdf Free Download

1
Latihan DESAIN DRILL Bertingkat Menunggangi SOFTWARE MASTERCAM X5 & SWANSOFT CNC SIMULATOR Oleh : Agus Priyanto Pendidikan Teknik Mekatronika JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS Wilayah YOGYAKARTA

2
BAB I DASAR TEORI MESIN CNC & STRUKTUR PROGRAM A. Bagian-Adegan Mesin Bubut CNC Mesin bubut CNC terdiri semenjak bagian mesin bubut dan bagian kontrol CNC. Bagian mesin bubut terdiri berasal: spindel terdepan, meja mesin (bed), eretan (arah sumbu X dan murang Z), rumah alat potong (tool post), dan kepala lepas. Episode kontrol mesin CNC terdiri semenjak papan ketik, panel dominasi mesin, dan layar. Bagian-bagian penting mesin bubut CNC dapat dilihat sreg Gambar B. Sistem Koordinat plong Mesin Bubut CNC Sistem koordinat yang digunakan pada mesin CNC adalah sistem koordinat kartesian (segi empat) dan sistem koordinat polar. Puas mesin bubut dengan sistem koordinat kartesian, sumbu koordinat nan digunakan adalahsumbu X dan upet Z. Kedua sumbu tersebut dapat menghasilkan gerakan lurus dan bundar. Murang X pada arah melintang terhadap sumbu terdahulu mesin, sedangkan sumbu Z adalah sumbu utama mesin atau murang spindel. Sumbu yang digunakan bagi sistem koordinat polar plong mesin bubut adalah sumbu X dan sumbu C. Tali api X melakukan gerakan linier, padahal upet C melakukan gerakan melingkar. Pada pembahasan pemrograman mesin CNC pada gambarini akan digunakan sistem koordinat kartesian. Metode pemrograman yang digunakan plong mesin CNC suka-suka dua, yaitu metode pemrograman kahar dan metode pemrograman inkremental. Lega metode pemrograman absolut, titik zero tunam koordinat berada pada satu tempat tertentu,

3
misalnya di ujung kanan benda kerja pada sumbunya, sehingga gerakan menentang benda kerja baik pada arah X dan Z kodrat yang ditunjukkan mengecil, misal berpokok (100, 5) berkiblat benda kerja ke (98,-60). Pada metode pemrograman inkremental, titik nihil murang koordinat lega ujung alat potong, sehingga gerakan ke sisi kiri dan bawah bertanda negatif dan gerakan ke kanan dan ke atas bertanda kasatmata terhadap posisi alat tusuk. Nama api-api koordinat untuk metode pemrograman inkremental adalah murang U dan sumbu W, misalnya propaganda interpolasi ke atas 40 mm dan ke kidal 15 mm adalah U40. W- 15. Pada koordinat adikara, segel sumbu ialah sumbu X umpama diameter benda kerja, dan sumbu Z adalah jarak. Plong koordinat inkremental arah sumbu U sreg arah melintang bermula sumbu terdahulu mesin, dan sumbu Z selevel dengan sumbu penting mesin CNC. Sistem koordinat yang ada di mesin CNC terdiri berusul dua, adalah sistem koordinat mesin (Machine Coordinate System = MCS) dan sistem koordinat benda kerja (Workpiece Coordinate System= WCS). Tutul nol pada mesin CNC terdiri berpunca dua biji zakar, yakni titik nol mesin (Machine zero point) dan titik nol benda kerja (workpiece zero point). Titik kosong mesin adalah tutul hampa kudus yang ditentukan oleh penyusun mesin CNC. Titik nol benda kerja ialah tutul hampa yang dihasilkan semenjak pergeseran noktah nol mesin yang merupakan titik kosong programa CNC. Noktah nol dari program dan sistem koordinat harus diseting dengan prosedur tertentu, sehingga gerakan alat sembelih sreg mesin boleh terkontrol. Bintik potong antara sumbu X dan sumbu Z diatur sebagai titik nol program. Pada umumnya titik nol program sreg titik yang memudahkan pemrograman. Sistem koordinat harus diatur plong mulanya penulisan acara CNC dan perikatan antara bintik nol programa dan titik awal sistem koordinat benda kerja diaktifkan dengan kode G50.

4
Kerangka Sistem Koordinat pada Mesin Bubut CNC (MCS), Sistem Koordinat Benda Kerja (WCS), dan Pemindahan Sistem Koordinat dengan G54 ( Siemens, 2003). C. Panel Pengaturan Fanuc Oi Mate Panel pengaruh mesin CNC yakni bagian ki akal pengontrolan mesin bikin interaksi antara operator dan mesin CNC (Rang). Panel kontrol memungkinkan operator boleh melihat posisi peranti potong yang ditunjukkan oleh upet X dan Z. Selain itu panel kontrol memungkinkan ahli mesin untuk mengedit acara CNC, menggagas gawai runjam secara manual, memutar spindel, menjalankan program CNC secara otomatis, dan menuntaskan semua keefektifan mesin perkakas. Panel kontrol dapat dibagi dalam tiga babak utama merupakan: kayu ketik CNC (CNC keyboard), panel pengaturan mesin (MCP= Machine Control Panel), dan layar (Monitor). Masing-masing bagian tersebut dijelaskan puas sub judul di bawah. 1. Papan Ketik CNC (CNC Keyboard) Kayu ketik CNC (CNC keyboard) berfungsi untuk pengendalian mesin CNC yang meliputi pengisian data, pengisian parameter, penulisan program CNC, pemanggilan programa CNC, dan evakuasi kawasan operasi. Tiang ketik ini terdiri dari abc, angka, simbol, kursor, dan fungsi pengeditan yang lain. Gambar dan penjelasan tombol-tombol boleh dilihat sreg bagan. Gambar. Panel Kontrol Mesin Bubut CNC Fanuc Series Oi Mate-TD

5
Gambar. Papan Ketik (CNC Keyboard) dan Jib pada Sistem Dominasi CNC Fanuc Oi Mate untuk Mesin Bubut dan Mesin Frais 2. Panel Pengaruh Mesin (MCP= Machine Control Panel) Panel supremsi mesin ) berfungsi ibarat pusat pengendalian mesin frais CNC lakukan bekerja lega 7 mode propaganda yaitu: referensi (REF), manual (JOG), manual dengan handwheel (HND), RMT, MDI, edit, automatic (MEM), maupun menjalankan acara CNC sreg mode propaganda Automatic. Pengoperasian mesin secara manual meliputi:menggerakkan perkakas tetak pada arah api-api X dan sumbu Z, mengebur spindel, menghidupkan atau mematikan hancuran pendingin, tanggulang alat sokong mesin, mengatur putaran spindel, mengatak gerak makan dan pentol perintah, serta menjalankan dan menghentikan programa CNC.

6
Gambar Panel Kontrol Mesin 3. Cucur Jib pada panel pengaruh mesin frais CNC memasrahkan informasi akan halnya: daerah persuasi mesin, gaya operasi, logo program, martabat gerak makan (F), episode spindel (S), perkakas potong yang sedang digunakan (T), koordinat radas tikam (X,Y,Z), dan posisi softkey. D. Struktur Program CNC Pada anak bab ini akan dibahas akan halnya acara CNC dan cara membuatnya, start dari mengenal struktur program, kode pemrograman, ukuran acara dan konseptual penggunaannya. Pembahasan adapun struktur program, kode program, dan format program dipaparkan berikut berdasarkan contoh acara di pangkal. Contoh program CNC O0028; G50S3000; G96S300M04T0101M08F0.2; G0X65.Z4.;

7
G71U1.R1.; G71P50Q120U.5W0.2F0.1; N50G0X30.Z0.; N60G1Z-20.; N70X50.Z-40.; N80X60.; N90Z-60.; N100X61.; N110X63.Z-61.; N120Z-80.; G0X150.Z100.; T0401F0.05; G0X65.Z5.; G42; G70P50Q120; G01X70.; G0X150.Z100.; G40; M5M9; M30; Bersendikan kamil acara tersebut, berikut ini dibahas bagian-adegan suatu program CNC, yaitu meliputi: karakter, kata, nomer baris, saf, struktur, dan kode pemrograman. 1. Karakter Khuluk ialah unit sumber akar bikin menyusun program CNC. Fiil tersurat huruf dan nilai, dan tanda. Huruf nan digunakan ada 17 biji pelir, yaitu 😀 E F G I K L M N P R S Horizon U W X Z. Ponten yang digunakan merupakan: 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9. Tanda yang digunakan ialah: %, – (negatif), ; (end of block) dan. (titik desimal).

8
2. Kata Suatu kata terdiri dari satu huruf karakter dan angka, misalnya N00, X25, dan Z-100. Tiap pembukaan harus punya satu lambang bunyi khuluk dan kredit di belakangnya. Angka 0 (nihil) bisa diabaikan seandainya harganya tegar sama, misalnya M03 dapat ditulis M3 atau G01 ditulis G1. Label substansial bisa diabaikan, tetapi tanda negatif harus suka-suka. 3. Nomer blok Nomer blok dimulai dengan huruf N dan diikuti catur digit angka integer (bilangan bulat). Pada satu larik program CNC nomer larik tidak harus terserah dan hanya ditulis apabila diperlukan pada perintah kode G tertentu. Nomer baris yang pertama harga defaultnya N0010. Nomer ririt berikutnya dapat dibuat urut dengan selang tertentu, misalnya: N0010; N0015, N0020; dan seterusnya. 4. Blok (ririt) Suatu blok terdiri berasal nomer blok dan beberapa pembukaan, suatu blok bisa terdiri berusul 255 karakter. Nomer blok akan muncul secara otomatis, yang akan bisa diubah pada gaya edit. 5. Struktur program CNC Satu ririt (blok) terdiri berbunga kode-kode nan terdiri berpunca suatu atau lebih pengoperasian pemesinan secara berjajar. Sebuah program CNC terdiri terbit bilang baris programa yang disusun sesuai dengan langkah-awalan proses pemesinan. Nomer baris digunakan untuk mengenali baris-baris acara. Nama acara (atau nama file) digunakan untuk mengidentifikasi satu program CNC. Setiap program CNC mempunyai satu nama dan terdiri dari beberapa baris. Segel program CNC cak bagi mesin bubut memiliki dimensi Ozon-4 digit angka (misal: O0001, O0123, atau O0228). Kode-Kode Pemrograman dan Fungsinya Programa CNC terdiri dari kombinasi huruf dan angka. Aksara dan ponten tersebut boleh dibaca oleh mesin dan memiliki arti tiap-tiap. Kode leter yang digunakan adalah kode G dan kode M.

9
1. Kode G Kode G didefinisikan sebagai kode gerakan bermula mesin, yang terdiri dari fonem G diikuti dua poin seperti yang ditunjukkan puas diagram 3.1. Kode G kerjakan mesin dengan sistem kontrol Fanuc Oi Mate adalah sebagai berikut.

10
Kode G terdiri dari dua keberagaman, yaitu kode G satu kali (one shot G code) dan kode G modal. Maksud istilah modal yaitu kode yang ditulis akan tetap aktif setakat dengan dibatalkan maka dari itu kode program yang bukan pada suatu grup (keramaian). Misalnya G0 yang ditulis pada satu baris program akan loyal aktif hingga dengan nomer baris berikutnya, sampai terserah kode acara nan membatalkan pada ririt berikutnya, misalnya G1, G2, atau G3.

11
2. Kode M Kode M plong program CNC dimaksudkan laksana kode perintah bantu (auxiliary) untuk kurnia mesin selain gerakan peranti cucuk. Kebaikan kode M sebagian osean sebagai sakelar ON maupun OFF bagi: fragmen spindel, peredaran larutan pengadem, dan kode perintah sub acara. Kode M nan sering digunakan ialah sebagai halnya grafik 3.2. Kode M plong program CNC dituliskan sesuai dengan yang terserah di tabel 3.2 tersebut tanpa diberi tambahan, misalnya M02, M05. Angka nol yang enggak mengubah harga boleh lain dituliskan, misalnya M2, M4, alias M5. Kode M dan Deskripsinya Kode M M00 M02 M03 M04 Deskripsi Putaran spindel berhenti sementara Programa bercerai/ Program END Putaran spindel sepikiran jarum jam/ Spindle ON CW Adegan spindel berlawanan arah jarum jam/ Spindle ON M05 M07 M08 M09 M30 M98 M99 CCW Putaran spindel mati/ Spindle OFF Pengadem hidup (udara bertekanan)/ Coolant ON Pengadem hidup (larutan pendingin)/ Coolant ON Pendingin mati/ Coolant OFF Acara selesai dan kembali ke awal/ Program END Tadinya sub programa Akhir sub program 3. Pergeseran Posisi Perangkat Potong (Tool Offset) Pada pengerjaan benda kerja dengan menggunakan mesin perkakas CNC galibnya menggunakan bilang alat potong. Hal tersebut menyebabkan ki kesulitan pada pembuatan acara CNC karena bentuk dan ukuran perangkat potong berbedabeda. Bersendikan peristiwa tersebut, maka posisi ujung alat potong diukur terlebih terlampau terhadap bintik teks mesin. Dengan melakukan seting perbedaan antara tangga masing-masing organ tetak dengan perabot potong standar, proses pemesinan boleh dilaksanakan tanpa mengubah programa bahkan momen gawai

12
potong harus diganti. Fungsi tersebut dinamakan tool offset. Bagan perbedaan janjang peranti runjam tersebut terlihat pada Tulangtulangan. Rajah Tool offset lakukan Sejumlah Jenis Alat Potong 4. Format dan Deskripsi Kode G Format program adalah prinsip menuliskan kode program dan parameternya. Format penulisan kode program terdiri dari kode G dan ponten yang harus ditulis dibelakangnya. G74 (siklus pembuatan terowongan dengan mata bor/ Endface pecking drilling cycle) Kode G74 digunakan bakal membuat liang di permukaan benda kerja menggunakan ain bor (drilling). Pada proses pembuatan lubang ini harus diperhatikan bahwa tunam dari mata bor harus sama dengan upet benda kerja atau sumbu spindel. Harga parameter nan diatur identik dengan kode G71. Format: G74 R(e); G74 Z(w) Q( k) F(f)

13
Manifesto: e: harga jarak kembali k: kedalaman potong setiap kali penyayatan (1000 = 1 mm) f: gerak makan. Gambar Jalannya Perlengkapan Potong pada Siklus G74 Contoh penggunaan: Dibuat lubang diameter 8 mm menggunakan mata bor diameter 8 mm. Kedalaman liang 20 mm. Kedalaman kerap kali penyayatan 3 mm dengan gerak makan 0,2 mm/putaran. Programa CNC N10 G50 S1500 T0202 ; N20 G97 S280 M3 M8;

14
N30 G0 X0 Z5. ; N40 G74 R1.0 ; N50 G74 Z-20.0 Q3000 F0.2 ; G00 X100. Z100.;

15
BAB II TUTORIAL DESAIN A. Desain Drill Berlenggek memperalat mastercam X5 Pembuatan desain Drill Bertingkat menggunakan software mastercam x5, diperlukan proses sebagai berikut : 1. Buka software Mastercam X5 Bakal memulai proses pembuatan desain Drill Bertingkat maka terlebih tinggal bentang software mastercam x5 yang sudah terinstal pada pc/laptop dengan mandu double klik lega icon mastercam x5 sama dengan dibawah ini : 2. Tunggu sesaat hingga software mastercam x5 terbuka Sesudah software mastercam x5 dijalankan, maka akan muncul tampilan loading berusul software mastercam x5, tunggu hingga proses loading selesai. 3. Tampilan mulanya software Mastercam X5 Saat software mastercam x5 terbuka, maka tampilan semula dari software mastercam x5 yakni seperti dibawah ini :

16
4. Membentangkan titik potong atau garis tolong Untuk memunculkan titik potong atau garis bantu bisa dilakukan dengan cara menindihkan tombol F9 pada keybord, setelah tombol F9 ditekan, maka tampilan plong mastercam x5 akan berubah menjadi begitu juga dibawah ini :

17
5. Merubah planes -> lathe radius -> +x +z (wcs) Setelah tutul potong ditampilkan, selanjutnya ubah planes pada mastercam menjadi +x +z (wcs) dengan cara klik menu planes silam memilah-milah lathe radius, dan klik +x +z (wcs) sama dengan contoh puas rangka dibawah ini : 6. Merubah posisi tampilan dari desain Gview -> top (wcs) Kerjakan pembuatan desain plong les mungkin ini, ubahlah posisi tampilan saat mengerjakan desain menjadi top (wcs) hal ini bermakna buat menunjuk-nunjukkan bentuk mulai sejak desain apabila dilihat dari posisi atas (top) desain. Prinsip kerjakan merubah posisi tampilan yaitu dengan mandu klik pada menu Gview, lalu membeda-bedakan opsi top (wcs) sesuai pada rajah dibawah ini :

18
7. Mengatur satuan berpokok matra benda kerja Pembuatan desain pada mastercam x5 harus menggunakan satuan format nan tepat, bagi itu sebelum melakukan proses desain, maka atur terlebih dahulu satuan dari matra benda kerja nan akan dibuat,kerjakan merubah satuan maka boleh dilakukan dengan cara klik menu setting, adv amat pilih configuration. 8. Merubah satuan ukur benda kerja menjadi milimeter Selepas opsi configuration plong menu setting dibuka, maka akan muncul tampilan sesuai pada kerangka dibawah, untuk merubah satuan menjadi milimeter maka sreg kolom units for Analys distance pilih milimeter.

19
9. Memilih Spesies Mesin Janjang pertama dalam mengerjakan desain 3D menunggangi software Mastercam x5, ialah membuat desain 2D terlebih dahulu. Buat desain pada les bisa jadi ini, desain yang akan dibuat adalah Drill Bertingkat. Lakukan proses pembuatan desain Drill Berjenjang maka dibutuhkan proses Bubut. Proses Bubut disini bisa dilakukan menggunakan keberagaman CNC Lathe, dengan cara klik Machine Type – > Lathe -> Default seperti pada gambar dibawah ini : 10. Menentukan ukuran benda kerja Setelah melembarkan varietas mesin, langkah berikutnya menentukan ukuran benda kerja yang akan didesain. Menentukan benda kerja pada mastercam X5 dapat disetting di menu bar operation manager begitu juga susuk dibawah ini, kemudian pilih sub menu Properties > klik sub Stock setup

20
11. Pasca- mengidas sub menu stock setup akan muncul stock setup bar Klik properties pada Dialog box properties sesuai gambar dibawah : 12. Menentukan pesek dan diamater benda kerja Setelah memilih properties, maka akan unjuk bar untuk menentukan lebar dan diameter benda kerja, lakukan menentukan lebar benda kerja isikan pada kolom length isi dengan 105 dan menentukan sengkang isi puas ruangan OD isi dengan 100. Jika sudah klik oke (centang).

21
13. Tampilan Ukuran Benda Kerja Setelah menentukan dimensi benda kerja maka akan tampil ukuran berbunga benda kerja di workpiece seperti gambar berikut 14. Menciptakan menjadikan Desain 2D Jika matra benda kerja mutakadim sesuai, maka tahap selanjutnya yakni membuat desain 2D sesuai dengan desain yang akan dibuat, bagi tutorial mungkin ini, lembaga desain 2D Dril Bertingkat yaitu tampak seperti lega gambar dibawah ini :

22
15. Dimensi Desain Drill Bertingkat Untuk desain 2D Drill Bertingkat sesuai dengan dimensi pada gambar dibawah ini : 16. Gunakan Proses Drill Klik sreg menu toolpaths dulu pilih opsi Drill, setelah itu akan muncul sebuah notice, notice disini hanya berujud bikin pemberian nama pada file code NC nan akan dibuat.

23
17. Diskriminatif toolpaths Setelah file NC code diberi nama, maka akan muncul bermacam-macam jenis toolpaths dari proses Drill, lega proses drill bertingkat bisa jadi ini, toolpaths nan digunakan yaitu toolpaths type Ufuk Dia. SPOT TOOL 6. DIA. Seperti gambar dibawah ini: 18. Klik menu Depth Selanjutnya, klik menu Depth buat mengatur posisi mana yang akan dilakukan proses Drill.

24
Setelah itu tentukan bintik point nan akan dilakukan proses Drill sesuai pada Gambar dibawah ini : Seandainya Sudah,maka skor dari ruangan depth akan berubah sesuai dengan bintik point nan ditentukan sebelumnya,sesudah itu klik oke ( centang ). 19. Pilih Proses Rough Proses selanjutnya yaitu proses Rough, klik menu toolpaths lalu memperbedakan opsi Rough.

25
Sehabis itu akan unjuk menu begitu juga pada rencana dibawah, klik atau beri tanda centang puas menu wait, seterusnya pilih bagian yang akan dilakukan proses rough dengan cara mengincarkan anak panah warna bau kencur sebagai titik awal proses, dan anak asuh panah merah sebagai bintik akhir proses sesuai gambar dibawah. Lebih jauh pilih variasi toolpaths yang dignakan pada proses Rough.

26
20. Hasil pecah Desain Drill Bertingkat dengan proses Drill dan Rough Berikut ini hasil bermula alur proses Drill dan Rough Selanjutnya, untuk melihat bentuk 3D berpokok desain Drill Bertingkat, dapat dilakukan dengan cara menindihkan menu creat seperti pada rang dibawah ini Bentuk 3D dari desain Drill Bertingkat

27
21. Menyimpan File Code Program NC Setelah Desain Drill Bertumpuk memperalat software Mastercam X5 selesai, proses selanjutnya yaitu menggudangkan file code programa NC, yang lebih jauh akan digunakan dalam operasionalisasi mesin CNC dengan menunggangi software Swansoft CNC Simulator. Untuk menyimpan file NC Code, yaitu dengan berbuat klik pada menu G1, lalu OK sesuai gambar dibawah ini :

28
22. Hasil File Code Program NC B. Desain Drill Bertingkat menggunakan Swansoft CNC Simulaotr Pembuatan desain Drill Bertingkat menggunakan software Swansoft CNC Simulator, diperlukan proses sebagai berikut : 1. Buka Software Swansoft CNC Simulator Setelah membuka Software Swansoft CNC Simulator, maka akan muncul menu pilihan sesuai pada rancangan dibawah, menu disini menunjukan opsi saringan akan tipe mesin CNC yang akan digunakan. Untuk tutorial Drill Berjenjang kali ini, varietas mesin CNC yang digunakan adalah FANUC 0i Lengkung langit

29
2. Tampilan Awal Varietas Mesin CNC FANUC 0i T dengan software Swansoft CNC Simulator 3. Meramaikan Mesin CNC FANUC 0i Horizon Bikin menghidupkan mesin cnc jenis FANUC 0i T, dapat dilakukan dengan cara menekan pentol Emergency, lalu menekan kenop ON sesuai pada gambar dibawah ini : 4. Mengatur Ukuran Benda Kerja Memilah-milah menu Workpiece, tinggal pilih opsi Stock Size sesuai lega gambar dibawah ini :

30
Setelah itu akan muncul tampilan sama dengan dibawah ini, lalu isikan strata ( length ) 120 dan garis tengah 105 serta beri tanda checklist pada opsi Replace Workpiece, lampau OK. 5. Mengatur Tools yang akan digunakan Kerjakan mengatur Tools, klik menu Machine Operation, lalu pilih opsi Tool Management, sesuai bagan dibawah ini :

31
Setelah itu akan muncul tampilan seperti pada gambar dibawah ini. Pilih Tools yang akan digunakan. Selanjutnya klik add to tool turret, diskriminatif opsi tool station 1

32
Pilih tool pada ruangan tool magazine dahulu klik mount Tool 6. Mengatur Noktah Nol puas Benda Kerja Kerjakan mengeset titik hampa plong benda kerja, dapat dilakukan dengan cara klik menu machine operation adv amat pilih opsi Rapid Position diskriminatif posisi tool lega benda kerja diskriminatif pada sebelah luar

33
Tool akan menjejak benda kerja bagian luar 7. Menentukan offset Tekan kenop offset 60 kemudian measur, dan ketik z lalu pilih mesure. Atur offset tool pada jendela pengaturan offset. Ketik x Masuk ke kecenderungan 2 dimensi dengan klik icon 2D view sudah benar ataupun belum, jika belum atur offset x dan z. untuk melihat offset

34
8. Memasukkan kode NC a. Klik kenop PROG maka akan keluar tampilan b. Masukkan No program lakukan inisialisasi ketik O0013. c. Tukar mode ke tendensi edit terlebih dahulu d. Kemudian klik pentol insert e. Tampilan menjadi seperti ini f. Memasukkan kode acara dari Mastercam dengan mengimport file NC g. Klik menubar file,diskriminatif submenu open

35
h. Pilih menu file nan berbentuk NC. Klik open Jangan Lupa untuk menyamakan TOOL berbunga program dengan SSCNC, edit TOOL T111 dengan nomor panggil T001 Pilih Insert buat menjaringkan i. Setelah itu klik auto dan klik run j. maka mesin otomatis berjalan dan membentuk desain drill bertingkat sebagaimana gambar dibawah ini

36
9. Hasil Desain Drill Bertingkat 2D

Source: https://docplayer.info/72263094-Tutorial-desain-drill-bertingkat-menggunakan-software-mastercam-x5-swansoft-cnc-simulator.html