• PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA 2

    • PROFIL DOSEN PENGAMPU



      Jenama dosen: Dra. Rosdiah Salam, M.Pd.

      NIP, NIDN     : 196203101987032002, 0010036213

      No HP           : 08124261198

      email             : [email protected]

      DESKRIPSI MATA KULIAH

      Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD Papan bawah Tingkatan merupakan lanjutan dari Penelaahan Bahasa Indonesia di SD Kelas Rendah. Materi ini disajikan secara teori dan praktik, nan mencakup pemahaman dan penerapan strategi pembelajaran bahasa Indonesia di papan bawah strata sekolah pangkal. Membimbing mahasiswa mengendalikan aset metodologi dan materi ajar di kelas tinggi, serta berlambak meluaskan kurikulum, pendekatan, garis haluan, abstrak, metode, bahan asuh, serta mampu mengembangkan kurikulum di sekolah dasar secara kreatif dan inovatif. Untuk mencapai kompetensi dalam mata orasi ini mahasiswa berbuat berbagai aktivitas melangkaui kegiatan diskusi,penugasan, pengamatan, dan portopolio. Buat mengevaluasi kegiatandalam mata kuliah ini dilakukan bineka penilaian di antaranya: validasi tertulis, penilaian proses, hasil, portopolio, unjuk kerja, dan simulasi. Kiranya uraian ini bisa kondusif menerimakan pemahaman sesuai kompetensi. Untuk itu bacalah baik-baik materi yang disajikan kerumahtanggaan jabaran berikut.

      CAPAIAN PEMBELAJARAN


      1.


      Berpenyakitanmiliki
      pengetahuan

      tentang
      konseptua
      l bidang studi di sekolah dasar


      meliputi: penguasaan
      konsep


      kurikulum, pendekatan, strategi, sempurna, metode, teknik, bahan ajar, kendaraan,
      teknik evaluasi proses dan


      evaluasi


      hasil


      pendedahan di sekolah dasar


      2.


      Produktif


      menerapkan


      konsep


      mengenai


      karakteristik


      perkembangan


      peserta didik


      baik


      kronologi


      tubuh, psikologis, dan


      sosial


      melewati


      perancangan


      dan


      pelaksanaan


      pembelajaran di sekolah


      dasar, serta mampu


      merancang


      dan


      melaksanakan


      evaluasi proses dan


      hasil


      penelaahan di sekolah


      radiks


      secara


      berkelanjutan

      Wacana

      Rosdiah Salam. dkk. 2022.
      Pengajian pengkajian Bahasa Indonesia di SD Kelas bawah Strata. Makassar: Syahadah                   Creative Media


      Hairuddin, dkk. 2007.
      Pembelajaran Bahasa Indonesia.
      Direktorat Jenderal Pendidikan          TingkatanKementerian Pendidikan Kewarganegaraan.

      Abd.
      Khalik . 1997.
      Penerimaan Menulis Deskripsi dengan Strategi Aktivitas Menggambar Terdidik bagi Sis


      w


      a Kelas. 4 SD Sumbersari IV Malang.


      Malang: PPS Malang.

      Purwanto, M.Ngalim dkk. 1997.
      Metodologi Pencekokan pendoktrinan Bahasa Indonesia.
      Jakarta: Rosda Jayaputra.: S

      emi, M. Atar. 1990.

      Rancangan Pengajaran dan Sastra Indonesia.

      Malang: YA3.

      Tarigan, Henry Guntur. 1999.
      Metodologi Pengajaran Bahasa: Suatu Investigasi Kepustak


      aan.


      Jakarta: Depdikbud.


    • Penataran bahasa Indonesia di sekolah asal sreg hakikatnyaadalah peningkatan kemampuan siswa n domestik bersopan santun Indonesia
      setelah siswa punya bahasa mula-mula yakni bahasa Ibu. Peran aktif guru
      n domestik mengajarkan materi tutorial bahasa Indonesia nan baik dan benar disekolah radiks, sangat membutuhkan keahlian dan pengalaman. Untuk itu,
      rahasia ini disajikan secara teori dan praktik semoga hawa/calon guru sekolah pangkal
      dapat:

      a. Menguraikan hakikat bahasa dan teori Pemerolehan Bahasa.
      b. Menjelaskan prinsip penerimaan Bahasa Indonesia di SD kerumahtanggaankurikulum.
      c. Melembarkan dan menerapkan pendekatan, metode, kebijakan, dan teknikpembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar secara berlimpah dan
      inovatif.

      d.Memilih dan mengembangkan materi jaga Bahasa Indonesia di SD sesuai
      kurikulum, tingkat kronologi peserta didik, lingkungan, danketersedian sarana.
      e.Memahamai dan ki berjebah melakukan asesmen pembelajaran Bahasa
      Indonesia di SD.











      • Untul lebih jelasnya….silahkan baca dan pahami isi rahasia berikut ini!

  • PERTEMUAN 1: PENYUSUNAN Target AJAR

    Assalamualaikum wr.wb.

    Sebelum ceratai tentang bagaimana prinsip penyusunan materi penataran Bahasa Indonesia, alangkah baiknya
    para mahasiswa menyaksikan vidio penataran berikut ini!.


    Selamat menyaksikan

                  vidio penataran

    Perhatikan! kemudian menjawab pertanyaan berikut:

    1. Identifikasi bahan asuh nan digunakan makanya guru dalam vidio tersebut!

    2. Bagaimanakah kesesuaian mangsa ajar tersebut. jelaskan!

    •      silahkan baca dan pahami materi dalam powerpoint

    • Buatlah  bahan ajar nan sesuai KD yang dipilih kerumahtanggaan Kurikulum K13

    • Pasca- membaca materi, prinsip manakah yang lebih terdepan dari keempat cara pemilihan materi didik. Jelaskan alasannya

    • Quiz ini dijawab pada jam perkuliahan

  • Perjumpaan 2: Pendekatan, Metode, dan Teknik Pengajian pengkajian Bahasa

    Bagaimana wara-wara kalian? Semoga sehat selalu dan tetap semangat intern mengikuti pembelajaran daring


    Maksud Pendedahan

    Adapun tujuan penerimaan merupakan:


    1.Mengklasifikasi perbedaan pendekatan, metode, dan teknik penataran bahasa


    2.Menerapkan pendekatan struktural dalam pendedahan Bahasa Indonesia

    3 . Menerapkan
     pendekatan strukrural dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.

    PENGANTAR

    Apakah mahasiswa pernah mendengar istilah

    pendekatan,

    metode

    , dan

    teknik

    pembelajaran ?

    Pendekatan dalam pengajaran bahasa mengacu kepada teori-teori tentang hakikat bahasa yang berfungsi ibarat landasan/ prinsip pencekokan pendoktrinan bahasa. Teori adapun hakikat bahasa menampilkan as
    u
    msi  dan tesis adapun hakikat bahasa, karakteristik bahasa, molekul-unsur bahasa, serta fungsi dan pemakaiannya sebagai kendaraan komunikasi dalam satu publik bahasa. Teori belajar bahasa mengemukakan proses psikologi dalam sparing bahasa sebagaimana dikemukakan dalam psikolinguistik. Pendekatan bersifat aksiomatik dalam keefektifan bahwa kebenaran teori linguistik dan belajar bahasa yang digunakan tak perlu dipersoalkan. Misalnya tesis nan dikemukakan Pendekatan Struktural bahwa bahasa terdiri atas kaidah fonologis, morfologis, tata bahasa, dan semantik; asumsi pendekatan komunikatif, tujuan utama belajar bahasa merupakan terampil berajar; hipotesis pendekatan terpadu yakni unsur-unsur bahasa (keb
    a
    hasaan dan membca-menulis, menyimak, berbicara) tidak berkarakter terpisah melainkan bertabiat terpadu.

    Metode pencekokan pendoktrinan bahasa berarti perencanaan secara menyeluruh buat menyuguhkan pelajaran bahasa secara sistematis. Metode bertabiat prosedural, artinya penerapan suatu metode dalam mengajarkan bahasa mestilah tergarap melalui persiapan-ancang yang teratur dan sedikit berangsur-angsur, yaitu: mengekspresikan buram pembelajaran, menyervis materi, dan mengevaluasi hasil dan proses belajar mengajar. Penyusunan metode majuh berpatokan sreg pendekatan tertentu, misalnya pendekatan komunikatif, CBSA, dan sebagainya.

    Teknik n domestik pengajaran bahasa mengacu plong signifikansi implementasi perencanaan pencekokan pendoktrinan di depan kelas. Teknik mengajar berupa beraneka macam spesies cara atau kegiatan lakukan menyajikan kursus dalam rajah menyentuh tujuan pengajian pengkajian solo. Tekni mengajar berperilaku individual dan situasional. Teknik mengajar bersandar pada metode tertentu. Cak semau sejumlah teknik mengajar yang penyimpangan digunakan dalam melayani pembelajaran, misalnya ceramah, Temu duga, penugasan, dan sebagainya.

    • Restricted
      Not available unless: You belong to any group

    • Baca dan pahamilah sehingga dapat menguasai materi pertemuan 2

    • Jawablah dengan jujur! dijawab kapan berlangsung jam perkuliahan

    • Buatlah skenario pembelajaran bahasa Indonesia di kelas tinggi nan menggambarkan penerapan pendekatan struktural. (bukan kegiatan belajar-mengajar ideal) semata-mata menguraikan.sebagian proses pembelajaran

  • PERTEMUAN 3: Pendekatan Komunikatif

    Pada perjumpaan yang lalu,kita sudah ceratai tentang pendekatan. Ada beberapa varietas pendekatan kerumahtanggaan pembelajaran bahasa Indonesia. Yang akan kita bicarakan dalam persuaan ini adalah Pendekatan komunikatif dan pendekatan Integratif

    Harapan Pembelajaran


    1.
    Mampu menerapkan pendekatan komunikatif pada  pembelajaran bahasa Indonesia di kelas
    janjang Sekolah Dasar

    2. Gemuk menerapkan pendekatan integratif pada  penataran bahasa Indonesia di kelas bawah tinggi Sekolah Dasar

    PENGANTAR

    Menurut Syafi’l (1994) pendekatan komunikatif mengarahkan pencekokan pendoktrinan bahasa sreg maksud yang menggarisbawahi kepentingan bahasa sebagai alat komunikasi. Murid dibimbing untuk menggunakan bahasa intern bervariasi peristiwa komunikasi. Pengajaran bahasa dengan pendekatan komunikatif bertujuan membuat kompetensi komunikatif, adalah memperalat kemampuan menggunakanbahasa dengan baik dan  benar internal berbagai keadaan komunikasi sesuai konteks komunikasi itu.

    Pedekatan komunikatif (PK) mementingkan plong kebermaknaan dan keefektifan bahasa,  dengan pendekatan ini pembelajaran beralih mulai sejak mengkaji teori struktur bahasa ke rukyat bahwa bahasa lebih tepat dipahami misal sesuatu berkenaan dengan apa yang bisa dilakukan (manfaat) dan segala yang dapat diungkapkan (nosi) melalui bahasa. Pembelajaran bahasa bersendikan PK pelajar diharapkan bikin menunggangi bahasa dengan intensi/ keefektifan tertentu, misalnya guna:


    a.


    instrumental; memperalat bahasa bakal menyempurnakan keperluan sama dengan membuat surat lamaran kerja atau takrif,


    b.


    regulator; menggunakan bahasa untuk mengatak prilaku insan lain sama dengan memformulasikan pedoman dan memasrahkan pengarahan,


    c.


    interaksional; menggunakan bahasa cak bagi mengadakan percakapan ataupun sawala,


    d.


    personal; menggunakan bahasa untuk mengungkapkan asam garam atau pendapat pribadi,


    e.


    imajinatif; menggunakan bahasa untuk mengekspresikan imajinasi dalam buram menulis cerita/ tembang,


    f.


    heuristik; menggunakan bahasa cak bagi mencari dan menemukan pemahaman seperti mana wawancara dan bermain peran,


    g.


    informative; menggunakan bahasa bakal menyampaikan berita/ fakta (Hlliday, 1978). Dengan kata lain, siswa diharapkan buat terampil mengungkapan pikiran dan perasaannya dengan baik dan benar.

    • 1. Baca dan pahami materinya

      2. silahkan tanggapi topik diskusi dengan menerimakan komentar alias argumen

      3. bila mesti, bisa menciptakan menjadikan topik bau kencur

      4. Topik diskusi: pendekatan komunikatif/ pendekatan integratif

    • Bacalah dan pahami materi dalam powerpoint berikut ini!

       

    • Buatlah skrip pembelajaran kegiatan inti sreg papan bawah tinggi dengan memilih penerimaan di K13 dengan menerapkan:

      1. Pendekatan komunikatif

      2. Pendekatan integratif

    • Bila ada sesuatu yang akan kamu sampaikan pada jam perkuliahan, dapat melalui fitur ini

  • Persuaan 4: simulasi pendekatan komunikatif

    Konstan umur…walau di flat aja!

    Mahasiswa sekalian, tentu masih hangat diingatan Anda pembelajaran Bahasa Indonesia 1

    Simulasi kali ini semata-mata pada putaran inti, kerjakan meluluk penerapan pendekatan penerimaan bahasa Indonesia

    Simulasi bisa dilakukan secara virtual dengan menciptakan menjadikan vidio pembelajaran

    Nan wajib diperhatikan ialah bahwa pengajian pengkajian bahasa dengan berpegang sreg pendekatan kominikatif, siswa diarahkan buat terampil beradat dengan memperhatikan 7 faktor penentu komunikasi. Ketujuh faktor tersebut yakni :


    1.


    Kepada siapa berbahasa


    2.


    Lakukan tujuan apa


    3.


    Dalam peristiwa apa (tempat dan waktu)


    4.


    Internal konteks apa (kebudayaan, peserta enggak)


    5.


    Dengan kolek mana (verbal atau tercantum)


    6.


    Media apa (tatap muka, telepon)


    7.


    Dalam situasi segala (berpidato, bercakap-cakap, seremoni)

    • Buatlah vidio pembelajaran

      Gunakan tulisan tangan di pertemuan 3 bila sudah benar (komunikatif/integratif)

      Nan dikirim merupakan link vidio yg telah sebelumnya dikirim ke youtube

  • Pertemuan 5: Pendekatan Proses

    Pada persuaan yang lalu, Mahasiswa telah mengerti pendekatan komunikatif dan integratif. Pada perjumpaan barangkali ini kita akan membicarakan mengenai pendekatan proses. Seperti menurut Aminuddin (1997) mengemukakan bahwa pendekatan proses dalampendedahan bahasa Indonesia dilihat bermula segi pelaksanaanya lain
    dilakukan secara serampak melainkan secara bertahap, yang meliputi tahap
    persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap tindak lanjut, dengan kata lain tahap
    persiapan seperti tahap pembelajaran prabaca, tahap pelaksanaan sama
    dengan pengajian pengkajian ketika baca, dan tahap tindak lanjut seperti mana tahap
    pascabaca. Untuk lebih jelasnya silahkan mahasiswa membaca wacana yang telah disediakan dan kian baik lagi mendaras bacaan berpunca sumber lain.

    Riuk satu contoh yang dapat diuraikan antara lain: Mengajarkan menulis lain sekaligus atau spontan anak ditugasi menulis/mengarang, tetapi melalui strata:

    1. pra menggambar (curah gagasan bilang topik sesuai tema yang dipilih, mengembangkan topik menjadi tulang beragangan gubahan, terlampau menulis bila sudah dianggap terbiasa}

    2. Batik draf, berdasarkan kerangka karangan minus memperhatikan kesalahan. Kesalahan tersebut akan diperbaiki pada tahap selanjutnya.
    Perbaikan isi (isi gagasan ditambah, dikurangi, ditukar, atau diubah gagasan yang dianggap belum paradigma.
    Penyuntingan: tentang penggunaan pilihat alas kata yang kurang tepat, pemakaian EYD, serta penggunaan tanda baca.

    Proses tersebut dilakukan secara berulang.
    Saat menulis. Batik buram, dapat melakukan peninjauan juga pada aspek pra menulis

    3. Pasca menulis, merupakan tahap perbaikan ataupun revisi dari tulisan yang sudah dihasilkan. Revisi dilakukan secara menyeluruh.

    • – Setelah membaca materi, berdiskusilah tentang topik pendekatan proses.

      – Diskusi ini semata-mata dilakukan pada saat jam perkuliahan berlangsung.

      – Diharapkan semua mahasiswa berargumen

      – Bisa memulai topik dengan pertanyaan nan ibu siapkan di bawah ini! silahkan ditanggapi!


      dapatkah pendekatan proses diterapkan pada keempat kelincahan berbahasa Indonesia? jelaskan dengan contoh!

      – Bila telah tuntas dan masih ada yang belum mendapat kesempatan, bisa membuat topik baru.

    • – Pilihlah di K13 pemetaan Bahasa Indonesia bakal inferior tangga SD

      – Pahami mengenai tangga pendekatan proses

      – terapkan dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia pada kegiatan inti

    • – Pilihlah di K13 pemetaan Bahasa Indonesia lakukan kelas tinggi SD

      – Pahami akan halnya tahapan pendekatan proses

      – terapkan n domestik proses penataran bahasa Indonesia pada kegiatan inti

  • PERTEMUAN 6: simulasi pendekatan proses

                                       

                                  Mahasiswa serampak….semoga kita masih dirahmati oleh Tuhan Swt.

    Perlu mahasiswa ketahui bahwa vidio penelaahan yaitu pengganti tugas simulasi yang biasa mahasiswa lakukan puas semester sangat.


    Pada semester ini simulasi n domestik tulangtulangan vodio pembelajaran nan anakku buat.



    Ingat bahwa vidio yang dibuat kiranya mencaci akan halnya:


    – aktivitas siswa,

    – kecam

    hots

    dan

    TPACK
    ,

    – hawa sebagai motivator dan fasilitator sreg anak didiknya

    – Berkanlah jeda jikalau menanya atau memberi salam, menjatah kesempatan kepada siswa bikin merespon



    Perhatikan vidio temanmu nan dibuat pada perjumpaan yang sangat sebgai berikut:



                                                                          Berilah masukan melalui forum dikusi

    • Amati sempurna vidio pendekatan komunikatif dan integratif

      Diskusikanlah vidio temanmu tentang kepentingan dan kekurangan yang anda temukan

    • – Gunakanlah naskah pada pertemuan 5

      – Buatlah vidio pembelajarannya sebagai pemindah simulasi

    • – Gunakanlah skenario pada perjumpaan 5

      – Buatlah vidio pembelajarannya sebagai pengganti simulasi

  • PERTEMUAN 7: pendekatan pengalaman bahasa

    Privat PPB guru mengembangkan wacana bersama-sebagai halnya siswa
    mulai dengan memberikan rangsangan pada
    pikiran  petatar tersebut. Pendekatan
    Pengalaman Bahasa (
    Language Experience
    Approach /(LEA)
    yang didasarkan

    pada  bahasa
    anak  dan  pengalaman.  Dalam  pendekatan
    ini anak mendikte kata dan kalimat tentang
    camar duka mereka dan hawa menggambar dikte
    untuk  momongan-anak.  Bacaan  mereka  kembang
    kan menjadi korban referensi. Karena bahasa
    berasal  berpokok  anak asuh-anak  sendiri  dan  karena
    konten  berdasarkan  pengalaman  mereka, maka
    mereka  umumnya  berada  membaca  teks
    dengan mudah. Membaca dan menulis yang
    terhubung laksana murid aktif terbabit n domestik
    mendaras apa yang mereka catat.

    • Bagaimana pendapat Sira jikalau pendekatan camar duka bertata cara digunakan buat pembelajaran tematik? tuliskan tanggapanmu!

    • – Buatlah skenario Pendekatan Pengalaman Berbahasa (kegiatan inti)

      – Pilihlah Tema/Subtema di kurikulum K13 dengan catatan bahwa tak bisa cak semau materi yang sebanding maka dari itu mahasiswa

    • – Buatlah skenario Pendekatan Pengalaman Berbahasa (kegiatan inti)

      – Pilihlah Tema/Subtema di kurikulum K13 dengan karangan bahwa lain boleh cak semau materi nan sama oleh mahasiswa

  • PERTEMUAN 9: Reading Aloud

    Read Aloud merupakan salah satu metode membacakan anak kunci kerjakan anak asuh.

    Metode ini diperkenalkan maka dari itu Jim Trelese dalam bukunya The Read Aloud Handbook. Read Aloud yaitu metode mengajarkan membaca yang paling  efektif bakal anak-anak asuh karena dengan metode ini kita boleh mengkondisikan penggerak anak asuh untuk mengasosiasikan membaca umpama suatu kegiatan yang menyenangkan.  Juga menciptakan pengetahuan yang menjadi asal bagi si anak, membangun koleksi perkenalan awal/kosakata (vocabulary), dan memberikan cara mendaras yang baik (reading role lengkap).

    Saat usia kencana (golden age), yakni 0-5 tahun, anak akan dapat menyerap dengan lalu cepat. Dengan potensi nan sedemikian hebat itu, maka mengenalkan anak asuh untuk membaca di atma dini tentunya tidak menjadi kebobrokan, asalkan caranya bukan membentuk anak stress bahkan terbebani harus dapat mendaras.  Nan dilakukan bukan membuat anak asuh bisa mendaras, tapi membuat momongan doyan mengaji.

    Read Aloud juga dapat dilakukan dimana tetapi dan pada saat saja. Dapat di rumah, detik hendak tidur, selama perjalanan berkendara, menunggu pesawat atau kereta api, atau detik menunggu antrian sinse. Nan wajib diperhatikan adalah frekuensi dan konsistensi melakukan read aloud. Rutinitas  adalah kunci terdahulu keberhasilannya.

    Manfaat read aloud antara tak boleh membangun kesigapan literasi  melalui pengenalan bunyi, intonasi, kemampuan mendengar, merenjeng lidah, mengaji dan menulis. Read Aloud juga kondusif anak menambah kosa pembukaan, terutama kosa pembukaan bahasa resep yang dipergunakan cak bagi membaca. Keeratan orang tua dengan anak kembali dapat dicapai karena anak terbiasa dengan suara hamba allah tua dan terdapat ‘skin to skin contact’ ketika mendiktekan kisahan, serta terletak juga kedekatan dengan buku. Ibu bapak yang membacakan cerita kepada anak pula sambil menjadi contoh mendaras buat anaknya (reading role model).

    • Dapatkah pendekatan Reading Aloud diterapkan di kelas hierarki? Baiknya di kelas berapa? jelaskan jawaban Anda disertai alasan!

    • Silahkan saling menanggapi.

      Dapatkah pendekatan Reading Aloud diterapkan di kelas bawah tingkatan?

      Baiknya di kelas bawah berapa?

      jelaskan ALASAN jawaban Anda disertai alasan!

    • Baca dan pahami mater ini!

  • PERTEMUAN 10:dan 11: Simulasi Reading Aloud dan Pendekatan Pengalaman Bahasa



    Pembuatan vidio pembelajaran sebagai pengalih simulasi dapat dibuat dengan mencamkan:

    – aktivitas pelajar,
    – memperhatikan
    hots danTPACK,
    – suhu perumpamaan motivator dan fasilitator plong anak didiknya
    – Berkanlah jeda jika menanya alias memberi salam, membagi kesempatan kepada pelajar untuk merespon

    Vidio yang dibuat boleh memilih salah satu dari Reading Aloud atau Pendekatan Pengalaman Bertata cara

    • Tugas 10 atau 11 dapat diunggah di fitur ini

      Kerjakan tugas ke 11 silahkan mengunggah skenario dan vidio penataran yang dibuat sesuai dengan penggolongan

    • Tugas 10 atau 11 dapat diunggah di fitur ini

  • PERTEMUAN 12, 13: Penerimaan SQ3R, DRTA, Jurnal Writing

    Assalamualaikum wr.wb.

    Enggak terasa kita sudah lalu berbenda puas pertemuan 12.

    Materi yang disajikan bakal pertemuan 12 silahkan membaca materi SQ3R, DRTA, dan Jurnal Writing

    berdebat, boleh secara kelompok menggunakan web meeting yang disediakan dengan menginformasikan tambahan pula lewat.

    setelah itu barulah mengerjakan tugas yang terhidang dengan memilih salah satu dari pendekatan tersebut lakukan dibuatkan RPP secara paradigma. Perhatikan kancah unggah tugas di episode
    TUGAS 12

    Pertemuan ke 13 adalah memintal salah satu dari pendekatan tersebut untuk dibuatkan VIDIO Pengajian pengkajian (MENGAJAR Acuan DURASI 15 MENIT)

    • bacalah materi dan pahami!

    • – SILAHKAN Melembarkan SALAH SATU PENDEKATAN Pendedahan BAHASA (SQ3R, DRTA, Buku harian WRITING)

      – BUATKAN RPP DAN LKPD YANG AKAN DIGUNAKAN Cak bagi SIMULASI (VIDIO Penerimaan) Pada MINGGU DEPAN

    • -LAKUKANLAH Pengabadian (VIDIO Penataran DENGAN MENERAPKAN Pelecok SATU PENDEKATAN)

      – LAKUKANLAH EDIT VIDIO DENGAN DURASI 10-15 MENIT

      – UNGGAH DI BAGIAN INI

    • -LAKUKANLAH PENGAMBILAN Tulang beragangan (VIDIO Penerimaan DENGAN MENERAPKAN Pelecok SATU PENDEKATAN)

      – LAKUKANLAH EDIT VIDIO DENGAN DURASI 10-15 MENIT

      – UNGGAH DI BAGIAN INI

  • Pertemuan 16: UJIAN Pengunci SEMESTER (UAS)



    Assalamu Alaikum Waalaikumsalaam GIF - AssalamuAlaikum Salam Waalaikumsalaam GIFs

    –  Hari ini copot 7 Desember 2022, tepat jam 07.00, kita akan melaksanakan tentamen penutup semester untuk kelas: BC 7.3, M 7.1, M 7.2, M 7.3 .

    – diharapkan semua mahasiswa bergabung pada web meeting sebelum jam 07.00

    – link eksamen akan diperoleh melalui chat yang ditampilkan di room meeting