Materi Sistem Ekskresi Kelas 8

Ginjal

Sobat pintar, apakah kamu memahami fungsi ginjal? Buah pinggang berfungsi untuk memfilter darah nan mengandung zat kotoran metabolisme semenjak sel di seluruh tubuh. Kerinjal terwalak di kanan dan kiri tulang pinggang, ialah di dalam sinus peranakan pada dinding tubuh bagian belakang (dorsal)
(Gambar a ).
Buah pinggang sebelah kidal letaknya lebih hierarki daripada ginjal sebelah kanan. Ginjal memiliki rangka seperti biji kacang merah
(Gambar b ).Kerinjal berwarna merah karena banyak darah yang turut ke dalam ginjal. Darah akan turut ke dalam ginjal melampaui tenggorokan arteri besar dan akan keluar dari ginjal melalui pembuluh vena ki akbar. Apabila sebuah ginjal dipotong melintang, maka akan tampak tiga lapisan, seperti mana plong
Gambar c
. Eksterior disebut

korteks renalis atau
kulit buah punggung

, di bawahnya terdapat

medula renalis
, dan di bagian kerumahtanggaan terdapat rongga yang disebut

rongga ginjal atau pelvis renalis
. Ginjal tersusun atas kian kurang 1 miliun alat penyaring yang disebut dengan nefron. Perhatikan Gambar di bawah ini !


Nefron

ialah runcitruncit struktural dan fungsional kerinjal karena nefron merupakan

unit penyusun utama ginjal dan unit yang berperan terdepan dalam proses seleksi pembawaan
. Sebuah nefron terdiri atas sebuah onderdil penyaring atau

badan Malpighi

yang dilanjutkan oleh saluran-saluran (tubulus). Setiap badan Malpighi mengandung gelung kapiler pembawaan yang disebut

glomerulus

yang berada privat

kapsula Bowman
. Lega babak inilah proses penyaringan pembawaan dimulai. Perhatikan Gambar di bawah semoga kamu bisa melihat struktur awak Malpighi dengan bertambah jelas.


Medula renalis

(adegan perdua ginjal) tersusun atas saluransaluran nan merupakan kelanjutan dari badan Malpighi dan saluran yang ada di babak korteks renalis. Saluran-saluran itu adalah
tubulus proksimal
,

jeluk Henle
,

tubulus distal
, dan

tubulus kolektivus (pengumpul)

yang terdapat pada medula.

Kolong Henle

adalah
kanal buah pinggang yang melengkung pada daerah medula yang menghubungkan tubulus proksimal dengan tubulus distal.

Pelvis renalis

atau sinus ginjal berfungsi sebagai penampung air seni tentatif sebelum dikeluarkan melangkahi ureter.

Tahap Filtrasi

Lanjut ke topik berikutnya…

Pembentukan urine dimulai dari bakat bersirkulasi melalui

arteri aferen

ginjal masuk ke dalam

glomerulus

yang tersusun atas kapiler-kapiler darah. Saat talenta masuk ke glomerulus, tekanan darah menjadi tinggi sehingga menunda air dan zat-zat yang memiliki ukuran kecil keluar melalui pori-pori kapiler, dan menghasilkan filtrat. Cair hasil seleksi tersebut (filtrat), tersusun dari

urobilin
,

urea
,

glukosa

,

air
,

asam amino
, dan

ion-ion seperti sodium, kalium, kalsium,

dan

klor

. Filtrat selanjutnya disimpan sementara di dalam

kapsula Bowman.


Darah dan protein tetap tinggal di dalam kapiler darah karena tak dapat menembus pori-pori glomerulus. Filtrat yang tertampung di kapsula Bowman disebut urine primer. Tataran pembentukan urine primer ini disebut

tahap filtrasi

.







Tahap Reabsorpsi

Selanjutnya…


Urine primer

yang terentuk pada tahap filtrasi masuk ke

tubulus proksimal
. Di dalam tubulus proksimal terjadi

proses penyerapan pula zat-zat nan masih diperlukan oleh raga

nan disebut dengan

tahap reabsorpsi

.

Glukosa
,

asam amino
,

ion kalium
, dan

zat-zat


yang masih diperlukan maka dari itu tubuh pun diangkut ke dalam kamp dan kemudian ke internal kapiler darah di dalam ginjal. Sedangkan urea hanya sedikit yang diserap kembali

Hancuran yang dihasilkan dari proses reabsorpsi disebut

urine sekunder.

Urine sekunder mengandung

air
,

garam
,

urea
, dan

urobilin
. Urobilin inilah nan menerimakan warna kuning pada air kencing, sedangkan urea yang menimbulkan bau sreg air seni. Urine sekunder nan terasuh dari

proses reabsorpsi

seterusnya mengalir ke lekuk Henle kemudian menuju

tubulus distal
. Sejauh bersirkulasi dalam lengkung Henle air internal urine sekunder sekali lagi terus direabsorpsi.

Tahap Augmentasi

Topik lebih jauh yakni tahap augmentasi …

Pasca- melewati

kolong Henle
, air seni sekunder sampai pada

tubulus distal
. Plong episode tubulus distal masih ada proses penyedotan

air
,

ion sodium
,

klor
, dan

urea
. Plong tubulus distal terjadi

proses augmentasi
, yaitu

pengeluaran zat-zat yang tidak diperlukan jasad ke dalam urine sekunder.

Urine sekunder yang mutakadim bercampur dengan zat-zat sisa yang tidak diperlukan tubuh inilah yang merupakan

air kencing sesungguhnya
. Kemih tersebut kemudian disalurkan ke

tulang panggul renalis (rongga buah punggung).

Urine nan terpelajar selanjutnya keluar bersumber ginjal melangkahi ureter, kemudian menuju kandung urine yang merupakan tempat menyimpan air kencing sementara. Kandung kemih mempunyai dinding yang elastis. Kandung kemih mampu meregang bakal dapat menampung sekitar 0,5 L kemih. Proses pengeluaran air seni bermula dalam kandung kemih disebabkan maka itu adanya tekanan di dalam kandung kemih. Tekanan plong kandung air kencing disebabkan oleh adanya sinyal yang menunjukkan bahwa kandung air seni sudah penuh. Sinyal penuhnya kandung kemih menembakkan adanya kontraksi urat alat pencernaan dan otot-otot kandung urine. Akibat kontraksi ini kemih dapat keluar berpunca jasmani melalui

uretra.

Latihan 1

Organ khalayak yang berkewajiban mengekskresikan sisa-sisa metabolisme intern talenta merupakan …

A. Paru-paru dan dalaman

B. Ginjal dan lambung

C. Ginjal dan peparu

D. Ginjal dan jantung

Latihan 2

Berikut ini nan lain tertera alat ekskresi yakni …

A. Hati

B. Jangat

C. Buah pinggang

D. Kolon

Kulit

Sobat digdaya, apakah ketika berolahraga kamu akan mengeluarkan keringat bukan? Perhatikan gambar di bawah ini! Selain menjaga guru tubuh, berkeringat ternyata juga berfungsi kerjakan

mengeluarkan zat geladir metabolisme
. Organ tubuh manakah yang memiliki peran internal pembentukan keringat dan bagaimana bodi membuat peluh? Sebagai organ ekskresi, kulit berperan dalam pembentukan dan pengeluaran keringat.

Selain fungsi tersebut, jangat sekali lagi berfungsi

untuk mencagar jaringan di bawahnya dari kerusakan-fasad fisik karena sentuhan, iradiasi, beraneka macam varietas bakteri, dan zat kimia berbahaya.

Selain itu, kulit lagi berfungsi untuk mengurangi kekurangan air n domestik tubuh, mengatur suhu tubuh, dan menerima rangsangan dari luar. Indra peraba terdiri atas dua salutan penting yaitu lapisan

epidermis (selerang ari)

dan

salutan dermis (jangat selerang)
.


Lapisan Epidermis (Alat peraba Kandang kuda)


Kulit ari

yakni

salutan kulit paling asing yang tersusun atas sel-rumah pasung epitel yang mengalami keratinisasi.

Pada lapisan silir bawang tidak terdapat tenggorokan pembawaan maupun serabut saraf. Pada salutan silir bawang, masih terdapat beberapa lapisan kulit, antara lain stratum korneum nan merupakan saduran kulit mati dan selalu mengelupas dan lapisan

stratum granulosum

yang mengandung pigmen melanin. Di dasar stratum granulosum terdapat lapisan

stratum germinativum

yang terus menerus membentuk sel-sel baru ke sebelah luar menggantikan interniran-sel kulit yang terkelupas.


Lapisan Dermis (Kulit Jangat)

Lapisan dermis terwalak dibawah lapisan kulit ari. Pada lapisan dermis terdapat

otot dedengkot rambut
,

pembuluh darah
,

halkum limfa
,

saraf
,

glandula petro (glandula sebasea)
, dan

kelenjar keringat (glandula sudorifera)
. Kelenjar keringat berbentuk sama dengan pembuluh tahapan. Radiks kelenjar peluh menggulung dan berbimbing dengan kapiler darah dan jamur saraf. Serabut saraf akan meningkatkan kerja kelenjar keringat, sehingga merangsang produksi keringat. Kelenjar peluh akan menyerap air, ion-ion, NaCl, dan urea bermula dalam darah nan kemudian dikeluarkan melalui pori-pori selerang. Di bawah saduran dermis, terletak lapisan hipodermis maupun saduran subkutan. Lapisan hipodermis bukan ialah bagian dari jangat, namun ialah kumpulan jaringan ikat nan berfungsi melekatkan kulit pada otot. Lapisan hipodermis banyak tersusun atas jaringan sedap sehingga juga

berfungsi menjaga guru jasad
.

Peparu

Lanjut ke topik berikutnya …

Pembahasan tentang organ paru-paru telah banyak dibahas pada materi sistem pernapasan. Selain berfungsi sebagai peparu, paru-paru pula berfungsi

seumpama alat ekskresi.

Masih ingatkah kamu apa nan dikeluarkan alat pernapasan selama kita bernapas? Bagaimana perlintasan gas yang terjadi di dalam alveolus? Coba perhatikan tulangtulangan di bawah ini!

Oksigen nan memasuki

alveolus

akan berdifusi dengan cepat memasuki

kapiler bakat

nan mengelilingi alveolus, sedangkan karbonium dioksida akan berdifusi dengan arah yang sebaliknya. Pembawaan puas alveolus akan menyambung oksigen dan mengangkutnya ke

jaringan tubuh
. Di dalam kerongkongan kapiler jaringan tubuh, darah mengikat karbon dioksida (CO2) untuk dikeluarkan bersama uap air. Reaksi kimia tersebut secara ringkas boleh kita tuliskan sebagai berikut.

Hati

Lebih lanjut…

Selain berperan dalam sistem pencernaan, hati kembali berperan internal

sistem ekskresi
, adalah

mengekskresikan zat warna empedu
yang disebut dengan
bilirubin

.
Masih ingatkah beliau pecah mana bilirubin ini dihasilkan? Bilirubin dihasilkan dari pemecahan

hemoglobin

yang terdapat lega sel darah abang. Kamp bakat merah hanya n kepunyaan juluran waktu hidup antara 100 – 120 masa karena sel bakat sirah tidak memiliki inti sel dan membran selnya sayang bergesekan dengan pembuluh kapiler darah. Karena tidak memiliki inti bui, s
el darah merah tidak dapat menciptakan menjadikan komponen baru bagi menggantikan komponen sel yang tembelang.

Sel darah sirah yang rusak akan dihancurkan maka itu

makrofag

di dalam hati dan limpa.

Hemoglobin

yang terkandung n domestik kerangkeng darah merah dipecah menjadi

zat besi
,

globin
, dan

hemin.

Zat besi lebih jauh dibawa menuju tulang merah tulang untuk digunakan membuat hemoglobin baru.

Globin


dipecah menjadi cemberut amino untuk digunakan intern pembentukan`protein enggak. Sedangkan

hemin

diubah menjadi zat warna hijau yang disebut

biliverdin
. Biliverdin kemudian diubah menjadi bilirubin nan merupakan zat warna kuning oranye. Bilirubin selanjutnya dikeluarkan bersama getah empedu. Getah empedu dikeluarkan ke belas jari duodenum belas ujung tangan, kemudian berorientasi kolon. Di dalam kolon bilirubin diubah menjadi

urobilinogen
. Urobilinogen diubah menjadi urobilin laksana pewarna kuning pada kemih dan

sterkobilin

sebagai pigmen cokelat pada feses.

Organ hati lagi berfungsi

menidakkan amonia (NH3)

yang berbahaya jika berada dalam tubuh, menjadi zat yang kian aman, yaitu

urea

. Amonia tersebut dihasilkan bermula

proses metabolisme senderut amino
. Urea dari relung hati akan dikeluarkan dan diangkut oleh bakat memfokus buah punggung untuk dikeluarkan bersama air seni.

Kursus 1

Hasil metabolisme yang dikeluarkan oleh selerang adalah …

A. CO2

B. Endap-endap

C. Kemih

D. Garam

Cak bimbingan 2

Sisa pemilahan pada proses filtrasi menghasilkan kemih yang masih mengandung zat yang berguna bagi tubuh. Berikut ini yang bukan yaitu zat yang terdapat pada air kencing hasil proses filtrasi merupakan …

A. Glukosa

B. Asam amino

C. Sel darah merah

D. Garam-garam mineral

Nefritis

Nefritis yakni problem rusaknya nefron, terutama sreg fragmen-bagian glomerulus ginjal. Nefritis disebabkan oleh infeksi bibit penyakit Streptococcus. Nefritis mengakibatkan masuknya lagi asam urat dan urea ke pembuluh darah (uremia) serta adanya penimbunan air di tungkai karena reabsorpsi air yang terganggu (edema). Upaya penanganan nefritis ialah dengan proses basuh pembawaan atau pencangkokan ginjal.

Bencana Ginjal

Bisikan ginjal ialah bencana yang terjadi akibat terbentuknya endapan garam zat kapur di n domestik rongga ginjal (pelvis renalis), saluran buah punggung, alias kandung urine. Batu geli-geli berbentuk kristal yang tidak dapat sagu betawi. Peranakan godaan kerinjal adalah kalsium oksalat, asam otot, dan intan buatan kalsium fosfat. Deposit ini terdidik jika seseorang plus banyak mengonsumsi garam mineral dan kekurangan minum air serta sering menahan berkemih. Upaya mencegah terbentuknya bisikan ginjal adalah dengan meminum layak air putih setiap hari, mewatasi konsumsi garam karena kandungan natrium yang pangkat plong garam dapat memicu terbentuknya bujukan ginjal, serta tidak belalah menahaan pipis. Batu ginjal yang kecil dapat saja keluar melalui air seni, tetapi seringkali menyebabkan rasa ngilu. Batu geli-geli berukuran raksasa memerlukan kampanye bakal mengeluarkannya.

Diabetes Insipidus

Diabetes insipidus adalah kondisi yang layak pelik, dengan gejala selalu merasa haus dan plong saat bersamaan sering membuang air kecil internal kuantitas yang sangat banyak. Jika tinggal parah, penderitanya bisa mengasingkan air kencing sebanyak 20 liter dalam sehari.

Diabetes insipidus sendiri berbeda dengan kencing manis melitus. Diabetes melitus ialah penyakit jangka tataran yang ditandai dengan kadar gula darah di atas baku. Kencing manis insipidus, pada lain arah tidak tersapu dengan kadar sakarosa dalam darah.

Penyebab Diabetes Insipidus

Terjadinya diabetes insipidus dikarenakan gangguan pada hormon antidiuretik(antidiuretic hormone/ADH) nan mengatur kuantitas larutan internal jasad. Hormon ini dihasilkan hipotalamus, ialah jaringan khusus di otak. Hormon ini disimpan maka dari itu glandula pituitari setelah dihasilkan oleh hipotalamus.

Glandula pituitari akan memperlainkan hormon antidiuretik ini saat kadar air di dalam tubuh terlalu abnormal. ‘Antidiuretik’ berharga bersifat berlawanan dengan ‘diuresis’. ‘Diuresis’ sendiri berarti produksi urine. Hormon antidiuretik ini membantu mempertahankan air di dalam tubuh dengan mengurangi jumlah cairan yang terbuang menerobos geli-geli dalam buram kemih.

Nan menyebabkan terjadinya diabetes insipidus adalah produksi hormon antidiuretik yang berkurang atau detik kerinjal tidak lagi merespons begitu juga biasa terhadap hormon antidiuretik. Akibatnya, ginjal mengeluarkan terlalu banyak cairan dan tidak dapat menghasilkan air seni yang pekat. Khalayak yang mengalami kondisi ini akan selalu merasa haus dan minum bertambah banyak karena berusaha menandingi banyaknya larutan yang hilang.

Tuntunan 1

Komplikasi yang ditandai dengan lain terbentuknya urine, nan disebabkan kehancuran  pada glomerulus yaitu…

A. Albuminuria

B. Anuria

C. Batu kerinjal

D. Nefritis

Latihan 2

Setelah dilakukan uji di laboratorium, kemih penderita rayuan buah pinggang dinyatakan positif terhadap reagen biuret dan reagen benedict. Berdasarkan hasil tersebut peluang gangguan yang terjadi yakni ….

A. Kerusakan sreg glomerulus

B. Tersumbatnya tubulus kontortus proksima

C. Peradangan puas pelvis renalis

D. Penyumbatan pada tubulus kolektivus

Materi IPA SMP – 8 Lainnya

yuk download Aku Pintar sekarang

Mari Cobain Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga!

Jutaan murid sudah menemukan minat, talenta dan kampus bersama Aku Mandraguna. Waktu ini Giliran anda sobat!

dapatkan di google play

dapatkan di app store

>

Source: https://akupintar.id/belajar/-/online/materi/8/ipa/sistem-ekskresi-manusia/4502277

Posted by: caribes.net