Melengkapi Kalimat Untuk Anak Tk

Anak-anak SD pastinya tidak asing dengan istilah kalimat. Moralistis sekali, kalimat merupakan gayutan sejumlah kata yang memiliki makna atau informasi di dalamnya.

Apakah anak asuh-anak bisa membuat kalimat dengan baik?

Sebenarnya sebelum membuat kalimat, cak semau hal terdepan yang perlu sira perhatikan dan kuasai, yaitu mengenai zarah-unsur kalimat.

Meski kedengarannya rumit, atom kalimat tidak sesulit itu cak kenapa. Setiap kalimat dibangun dengan anasir-unsur penting, mulai berpokok subjek (S), predikat (P), Objek (Ozon), dan laporan (K). Umumnya ini disebut dengan kalimat SPOK.

Beberapa kalimat bahkan memiliki unsur tambahan, yaitu pelengkap (Selabar).

Pada kesempatan ini, kita sparing mengenai unsur S, P, O, K kerumahtanggaan kalimat di
Popmama.com. Tambah pengetahuan dengan belajar bahasa Indonesia nan baik dan sopan yuk!

1. Subjek

1. Subjek

Freepik/user18526052

Pertama-tama, mari kita berkenalan dengan subjek! Plong dasarnya, subjek (S) merupakan pelaku alias basyar yang melakukan aktivitas tertentu dalam sebuah kalimat.

Subjek ialah unsur siasat yang wajib ada dalam kalimat. Subjek umumnya berupa kata benda dan terdapat di depan predikat.

Contoh subjek bisa berupa nama panggilan orang, kerumunan, satwa, tanaman, benda, dan lainnya.

Pola subjek n domestik kalimat:

  • Adi
    gemar bermain bola sepulang sekolah.
  • Pelajar kelas 3
    pergi ke tempat wisata di musim Kamis.

2. Predikat

2. Predikat

Pexels/Lukas

Setelah subjek, kita akan menggunjingkan mengenai predikat (P). Apa tu predikat? Molekul kalimat satu ini merupakan bentuk tindakan yang dilakukan oleh subjek dalam kalimat, misalnya bermain, sparing, makan, dan aktivitas lainnya.

Umumnya, predikat berbentuk kata kerja, tetapi dalam kondisi tertentu predikat juga dapat berbentuk seumpama sebuaH pengenalan sifat atau nomina.

Predikat punya keefektifan menerangkan yang sedang dilakukan subjek pada kalimat.

Predikat umumnya terletak  di antara subjek dan objek. Predikat dapat menjawab pertanyaan “mengapa” dan “bagaimana” pada kalimat.

Sempurna predikat dalam kalimat:

  • Ibu
    memasak
    goreng di dapur.
  • Ranti
    tinggal cantik.

Editors’ Picks

3. Mangsa

3. Objek

Pixabay/wolfganggerth

Objek atau (O) merupakan zarah kalimat yang dideskripsikan sebagai sesuatu atau seseorang nan dikenakan tindakan oleh subjek.

Objek bisanya terletak pasca- predikat. Objek boleh dikatakan andai keterangan yang berkaitan dengan predikat. Sama seperti subjek, objek merupakan substantif.

Ideal sasaran dalam kalimat:

  • Doni sparing
    bahasa Indonesia.
  • Pria bertopi itu sedang menghitung
    uang.

4. Informasi

4. Keterangan

dailymail.co.uk

Butir-butir umumnya terletak di awal atau akhir kalimat. Atom kalimat ini digunakan misal pelengkap nan menjelaskan tentang di mana, pron bila, dan bagaimana satu hal terjadi dalam kalimat.

Permakluman (K) mempunyai beberapa diversifikasi, seperti berikut ini:

  • Wara-wara perlengkapan = mempekerjakan, naik kuda dan menggunakan.
  • Keterangan waktu = serentak, jam dan pada.
  • Keterangan cara = dengan
  • Warta tempat = di –
  • Keterangan tujuan = supaya dan agar

Acuan keterangan dalam kalimat:

  • Momongan-anak senang berperan layangan
    di alun-alun sore perian. (keterangan periode dan bekas)
  • Ani membersihkan lantai
    menggunakan sapu. (wara-wara perkakas)

5. Pelengkap

5. Pelengkap

Freepik/Pvproduction

Terakhir ada lagi pelengkap atau (Pel). Sesuai namanya, partikel kalimat satu ini berfungsi melengkapi kalimat, khususnya melengkapi predikat.

Umumnya, komplemen berada di birit predikat. Posisinya ini sesekali menyulitkan melepaskan suplemen dengan objek.

Transendental kalimat dengan pelengkap:

  • Ibu membuatkan adik
    bubur ayam
    saat lindu.
  • Ayah membelikan akusepatu baru.

6. Contoh pola kalimat SPOK

6. Contoh pola kalimat SPOK

Unsplash/Aaron Burden

Biasanya kalimat yang efektif punya atom SPOK di dalamnya. Tetapi cak semau bilang contoh kalimat dengan acuan asal yang lain. Berikut ini ialah beberapa kamil  abstrak kalimat modifikasi lainnya:

1. S P

Sederhananya, kalimat tetapi mesti memliki unsur S dan P bak sebuah kalimat yang utuh. Berikut ialah contohnya:

Rini bejalar
S         P

Komplet Kalimat:

Adik menangis.
Shina berjalan.

2. S P O

Kalimat berikutnya memiliki zarah S, P, dan Udara murni. Berikut ialah contoh kalmatnya:

Ibu memasak daging sapi.
S            P                  O

Contoh Kalimat S P Ozon:

Adik menulis ki akal.
Doni melempar bola.

3. S P Ozon K

Kalimat ini memiliki atom umum seperti kebanyakan kalimat, yaitu terdiri dari subjek, predikat, bahan, dan pemberitaan. Berikut ialah contohnya:

Transendental:

Risa membeli majalah yunior di toko sosi.
S              P                O                   K

Acuan Kalimat S P O K:

Meong mencari tikus di kondominium.
Bu guru memasrahkan banyak pr hari ini.

4. S P K

Kalimat ini tersusun terbit partikel-zarah kasatmata subjek, predikat, dan mualamat. Berikut adalah contohnya:

Aku menulis menggunakan pulpen.
S             P                     K

Contoh Kalimat S P K:

Sasa tidur dengan lelap.
Adik makan sangat cepat.

5. S P Ozon Pel K

Kalimat ini yaitu rangka kalimat yang bertambah kompleks dari kalimat SPOK sreg umumnya. Pada kalimat ini terdapat anasir tambahan, adalah Pelengkap (Selabar). Berikut merupakan contohnya:

Budi makan sup ayam merangsang di sekolah tadi siang.
S           P          O           Selabar                  K

Contoh Kalimat S P O Pel K:

Dimas membaca buku nan baru ia beli di kamarnya.
Fina membeli hp baru bercat abang satu pekan nan lampau.

Itulah materi mengenai unsur-unsur kalimat nan perlu anak asuh-anak pelajari. Taat membiasakan dan tambah ilmumu ya!

Baca
juga:

  • Perbedaan Antonim dan Padanan kata Bahasa Indonesia, Materi Papan bawah 2 SD
  • 10 Paradigma Mind Mapping Bahasa Indonesia
  • 35 Kompilasi Peribahasa Indonesia Sehari-Perian dan Artinya

Source: https://www.popmama.com/big-kid/10-12-years-old/alfon/spok-dalam-kalimat-dan-paragraf

Posted by: caribes.net