Mempelajari Ilmu Tajwid Hukumnya Adalah

Ilustrasi Alquran Foto: Pexels




Syariat


mempelajari mantra tajwid wajib bagi setiap Muslim. Ini ialah ilmu cak bagi mempelajari tentang cara membaca Quran dengan baik dan benar.


Anjuran mempelajari mantra


tajwid


tercantum dalam Alquran Surat Al-baqarah ayat 121 nan berbunyi:


اَلَّذِيۡنَ اٰتَيۡنٰهُمُ الۡكِتٰبَ يَتۡلُوۡنَهٗ حَقَّ تِلَاوَتِهٖؕ اُولٰٓٮِٕكَ يُؤۡمِنُوۡنَ بِهٖ‌ ؕ وَمَنۡ يَّكۡفُرۡ بِهٖ فَاُولٰٓٮِٕكَ هُمُ الۡخٰسِرُوۡنَ



“Orang-orang nan mutakadim Kami beri Kitab, mereka membacanya dengan teks yang sebenarnya, mereka itulah yang beriktikad kepadanya. Dan barangsiapa ingkar kepadanya, mereka itulah turunan-cucu adam yang rugi.”


Kemudian disebutkan sekali lagi internal firman Allah SWT, kopi Al-furqan ayat 32 nan artinya:



“Dan manusia-orang ateis berkata, “Mengapa Al-Qur’an itu tidak diturunkan kepadanya sekaligus?” Demikianlah, mudah-mudahan Kami memperteguh hatimu (Muhammad) dengannya dan Kami membacakannya secara tartil (berangsur-angsur, perlahan dan bermartabat).”


Dalil-dalil tersebut jelas menganjurkan setiap Muslim kerjakan mempelajari hobatan tajwid. Meski demikian, masih ada perbedaan penglihatan para


jamhur


terkait hal tersebut.


Hendaknya kian jelas, berikut penjelasan akan halnya syariat guna-guna tajwid lengkap dengan pendapat dan pandangan para ulama.

anak asuh berlatih alquran ataupun mengaji Foto: Shutterstock


Syariat Mempelajari Aji-aji Tajwid


Mengutip buku B

elajar Cepat Ilmu Tajwid


makanya Ust. Khalillurrahman El-Mahfani, tajwid yakni membaguskan bacaan huruf-huruf atau kalimat-kalimat Alquran satu persatu dengan binar, integral, perlahan, dan tidak terburu-buru sesuai dengan pendirian-cara ilmu tajwid.


Kerumahtanggaan pokok


Sumber akar-sumber akar Ilmu Tajwid


oleh Dr. Marzuki, dijelaskan bahwa hukum dasar mempelajarinya adalah fardhu kifayah. Artinya wajib bagi dilakukan, tetapi apabila di satu tempat, wilayah, ataupun distrik telah ada umat Muslim nan mempelajarinya, maka kewajiban Mukminat lain menjadi gugur. Beliau boleh bertanya padanya dan memperalat ilmu tersebut kerjakan mendaras Alquran.


Adapun mengamalkan hobatan tajwid hukumnya fardhu ‘ain bagi setiap Muslim. Peristiwa ini disampaikan Hisamuddin Salim al-Kailani dalam kitabnya yang berjudul


Al-Bayyan fi Ahkami Tajwidil Quran.



Kemudian Syekh Ibnul Jazariy juga berkata dalam syairnya,


“Tentang menggunakan tajwid adalah wajib hukumnya bagi setiap pembaca al-Qur’an, maka produk siapa mendaras al-Qur’an tanpa tajwid adalah berdosa, karena Allah menurunkan al-Qur’an dengan tajwid. Demikianlah nan sampai kepada kita ialah dari Allah.”


Ilustrasi momongan-anak belajar mengaji Alquran. Foto: AFP/ROMEO GACAD


Bermula pendapat para ulama tersebut, dapat disimpulkan bahwa hukum mempelajari ilmu tajwid adalah wajib. Untuk itu, setiap Mukmin harus menginjak memperhatikannya.


Ilmu tajwid merupakan guna-guna yang paling utama dan paling luhur. Ilmu ini berkaitan langsung dengan kitab yang paling kecil indah dan minimum agung yaitu Alquran. Suka-suka banyak hadits Utusan tuhan Saw. yang menunjukkan keutamaan mendaras al-Qur’an.


Setiap Mukmin moga mencamkan keutamaan tersebut dan mulai bertekad lakukan mempelajari ilmu tajwid. Dengan sedemikian itu, pelecok satu kewajiban misal seorang Mukminat pun akan terpenuhi.

Source: https://kumparan.com/berita-hari-ini/hukum-mempelajari-ilmu-tajwid-menurut-para-ulama-1wGbZH7LFh3