Mengapa Manusia Memerlukan Petunjuk Hidup

Al-Qur’an Sebagai Pedoman Jiwa

Al-Qur’an, sebagai kitab suci. Adalah panutan dan pedoman bagi seluruh umat bani adam. Yang mana, Al-Qur’an ini diturunkan misal arahan cak bagi mereka nan mau semangat sebagai manusia
Robbany.

Al-Qur'an pedoman bagi manusia
Al-Qur’an pedoman untuk orang

Di intern Kitab Tahir ini, kita bisa mengambil banyak sekali pelajaran sekiranya mempelajarinya. Dan mendapatkan banyak pahala dikala mendaras dan menghafalkannya.Tentunya wangsit bagi mereka nan mau Mentadabburinya.

Terserah banyak sekali hikmah nan bisa kita ambil di dalamnya. Terjadwal, ilmu mantra dunia. Dan pastinya, pengetahuan adapun Akhirat untuk kita yang ingin mempersiapkan diri. Mempersiapkan diri menghadap Allah, Halikuljabbar seluruh Alam.

Mentadabburi Al-Qur’an

Sebagai manusia biasa, yang mana ilmu kita bisa dibilang masih sangant kurang. Kita belum boleh Meniadakan Al-Qur’an. Karena, bagi mereka nan cak hendak mengubah Al-Qur’an, banyak sekali persyaratan nan bisa dibilang sangat langka.

Al-Qur'an, adalah pedoman hidup manusia
Al-Qur’an, adalah pedoman hidup manusia

Tapi, ada pengecualian bakal mereka nan ingin men-Tadabburi
nya. Tadabbur sendiri adalah serapan alas kata mulai sejak bahasa arab nan berarti
merenungkan.
Yang mana, Tadabbur ini adalah menimang-nimang makna makna Al-Qur’an. Sehingga boleh menariknya sebagai tuntunan, inferensi maupun sebagai hikmah.

Manfaat mentadabburi Al-Qur’an sangat banyak sekali. Mereka nan mentadabburinya akan merasakan ketenangan. Karena mereka diyakinkan bahwasanya seandainya mereka yakin terhadap Allah. Maka, mereka enggak akan merasakan kesedihan maupun ketakutan.

Termasuk salah suatu manfaatnya. Adalah, mereka nan sering mentadabburi  Al-Qur’an akan mendapatkan banyak hikmah serta visiun dalam menjalani hidup mereka sehingga mereka enggak perlu bingung. Serta, Luang bagaimana mereka menghadapinya.

Mereka nan Menjauhinya

Walaupun sudah jelas mereka beragama Islam. Dan mereka tau bahwa Al-Qur’an merupakan nubuat hidup bagi mereka. Tidak invalid semenjak umat Islam itu koteng yang meninggalkannya, malas membaca sampai-sampai mentadabburinya.

mereka yang meninggalkan Al-Qur'an
mereka yang meninggalkan Al-Qur’an

Bahkan, di antara kita, banyak yang hanya menjadikannya sebatas puadai lemari. Dan hanya dibuka setahun sekali. Cak semau juga dari kita yg bahkan enggak persaudaraan membukanya sesekali.

Padahal pelajaran yang sangat berharga cak semau di dalamnya. Pahala nan samudra terus mengalir seiring di bacanya. Ataukah kali kita merasa bekal kita sudah cukup sehingga meninggalkannya. Ataukah, bisa jadi kita sudah lupa bagaimana pertempuran Rasulullah beserta Sahabatnya internal menjaga keutuhannya.

Kemalangan dan penyesalan, itulah garis hidup bakal mereka nan meninggalkan AlQur’an di dunia. Dan Neraka di Alam baka. Bagaimana tidak? Kitab Suci yang seharusnya jadi panduan untuk mereka, malah mereka tinggalkan. Nan seharusnya mereka baca, tambahan pula hanya jadi lamin. Maka, celakalah mereka yang meninggalkannya.

Keutamaan Membacanya Bagi Anak adam

Kali, setelah membaca pragraf di atas. Kita jadi penasaran “ Memang, segala apa keutamaannya?” ataupun “ Seberapa pahala yang kita dapatkan”?

Al-Qur'an pedoman hidup bagi manusia
Al-Qur’an pedoman hidup bagi manusia

Teristiadat kita ketahui, Ada banyak sekali Ayat Al-Qur’an Dan Hadist Rasululah yang menguraikan akan halnya keutamaannya. Di antaranya, Dalam Hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud. Rasulullah berkata “ barangsiapa nan membaca Al-Qur,an suatu aksara, Maka beliau akan mendapatkan pahala. Dan pahala itu dlipat gandakan menjadi sepuluh pahala. Aku lain mengatakan
Alif laam miim
itu satu huruf. Tapi
Alif
satu huruf,
laam
suatu huruf dan
miim
satu huruf.”

Kesimpulannya, Membaca satu abjad saja semenjak Al-Qur’an sudah membuahkan 10 pahala. Bagaimana dengan mereka yang membaca suatu ayat, ataupun satu Surah. Dan bagaimana kerjakan mereka yang menammatkannya.

Dalam bacaan Basmalah saja, kita sudah dapat mendapatkan sekitar 30 huruf. Kalau dikalikan 10 maka pahala yang akan kita dapatkan ialah sekita 300 pahala. Lumayan kan? Padahal kita sekadar membaca Basmalah doang, dan bisa kita bayangkan besarnya pahala kita jika membaca penuh satu Surah.

Dan riuk satu keutamaan membacanya adalah, di Akhirat belakang hari akan di tempatkan dengan para malaikat. “ Bagaimana dengan mereka yang tidak lancar?” bakal mereka yang belum lancar dalam membacanya. Sesuai dengan panjar Rasulullah, mereka akan mendapatkan 2 kali lipat pahala membacanya. Kenapa? Karena, mereka mendapatkan pahala referensi bersisa pahala usahanya.

Dan masih banyak lagi keutamaan yang lain yang bisa didapatkan dengan membaca Al-Qur’an. Dijelaskan melalui lisan Nabi dan n domestik Firman Yang mahakuasa
Subhanahu wa Ta’aala.

Bagaimana dengan yang Menghafalkannya ?

Adapun bagi mereka nan menghafalkannya, pasti akan mendapatkan keutamaan nan malar-malar. Ideal kerdil berusul itu, orang yg menghafalkanya pasti membacanya lebih banyak daripada nan tidak. Karena, mereka yang menghafalkannya, pasti sering mengulangi bacaan Al-Qur’an nan mereka hafalkan.

manusia butuh pedoman
menghafalkan alquran

Adapun keutamaan khususnya, Di Akhirat, Ibu bapak mereka akan diberikan mahkota kehormatan. Yang mana, Kurat yang keluar pecah mahkota itu lebih panah dari cahaya Syamsu. Nah, Ini adalah kesempatan emas bagi kita nan menyatakan dirinya ingin berbakti kepada kedua hamba allah tuanya.

Dan mereka yang menghafalkan Al-Qur’an. Maka, Allah akan mengangkatnya menjadi keluarganya di bumi. Sebagaimana yang sudah lalu disabdakan oleh Rasulullah
sallallahu ‘alaihi wa sallam.
Seumpama manusia, tentunya kita memahami bagaimana sikap batih terhadap kita. Mereka tidak akan membiarkan kita menderita, Dan akan membantu kita dalam kesusahan. Bisa kita bayangkan, bagaimana jika Allah yang menjadi keluarga kita. Dia tidak akan mengikhlaskan kita terlantar di Bumi-Nya.

Tambahan pula, tingkatan Surga kita tergantung dengan Ayat Qur’an nan kita hafalkan. Perlu kita ketahui, bahwasanya panjang Indraloka itu bilang dengan ayat ayat yang terserah di dalam Al-Qur’an. Contoh, sekiranya kita hanya menghafalkan Surah Al-Fatihah doang. Maka, kita belaka akan gemuk dalam Surga yg tingkat ke sapta. Sementara itu, tingkatan Suraloka terserah sekitar 6000 tingkatan lebih. Kebayang kan? Bagaimana tingkatan kayangan kita kalau cuma menghafalkan Al-Fatihah semata-mata.

Termasuk keutamaannya, bagi mereka yang menghafalkan Al-Qur’an. Akan mendapatkan jatah memberi syafa’at bagi keluarga mereka nan sudah di “label” masuk Neraka.

Maka, apakah yang menghalangi kita buat memulai dari sekarang ?

Bagaimana Menghafalkan Al-Qur’an?

Setelah mendapatkan senawat menghafalkan Al-Qur’an dan ingin segera memulai. Pasti kita bertanya-cak bertanya.” Bagaimana sih caranya?”.”Segala apa sih metode nan paling kecil mudah?”

Sebenarnya, suka-suka banyak metode yang dapat kita gunakan. Seperti dengan metode Isyarat ataupun metode memahfuzkan semudah tersenyum. Tapi, yang paling kecil terdepan dari semua metode itu adalah “Karsa” serta “kehausan” kita. Tanpa kedua hal tersebut, menghafalkan Al-Qur’an akan menjadi hal yang dahulu pelik. Malah, tidak-tidak!

metode menghafal
metode menghafal

Kaprikornus, kita perbaiki dulu niat kita. Tentunya, niatnya semata-mata untuk mengharapkan Riho dari Allah ataupun menghafalkan Al-Qur’an hanya bikin Allah, Bukan yang enggak.

Mengenai dengan kemauan kita. Yaah, namanya manusia tentu semangatnya naik anjlok. Dengan menjaga kemauan itu, kita harus Istiqomah. Bagaimana caranya sebaiknya dapat tetap Istiqomah? Sadar ingat pula keutamaan dan takdir yang akan kita dapatkan sekiranya menghafalkannya.

Mudah kan? Yang susah itu bauat orang yang berat siku.

Kalau Lupa, Gimana?

Nah, kalau kebobrokan ini. Rasulullah menyebut keras mereka yang menghafalkan Alqur’an dulu melupakannya. Dan hukumnnya juga lumayan serius. Di dalam hadist Rasulullah mengetakan:

“من حفظ القرأن ثم نسيه لقي الله يوم القيامة أجزم ”

“Barangsiapa yang menghafalkan Qur’an lalu melupakannya. Maka dia akan bertemu dengan Tuhan dengan keadaan kusta”

lupa!!
tengung-tenging !!

Kalau masalah lalai itu, tentu hanya dikarenakan culas. Keep Istiqomah!

Jangan Berat pinggul!

Hal nan minimal mewujudkan banyak bani adam gagal adalah kewegahan. Sudah banyak orang insan nan dekat sukses. Tapi, gara gara malas kesuksesan yang adv amat cacat itu gagal karena kesungkanan itu sendiri.

semangat !!
usia !!

Maka pecah itu kita harus berhemat dengan sifat berbahaya tersebut mudahmudahan tujuan nan selama ini kita cita-citakan dapat terwujud.

Mengorbankan Waktu, Kenapa Lain?

Demi mencecah satu tujuan dengan hasil nan bagus. Mau tidak mau kita harus mengorbankan sesuatu. Karena, Semakin besar pengorbanan kita, maka semakin besar pula kesuksesan nan akan kita raih.

korbankan waktu
korbankan waktu

Termuat hal yang buat kita habis berharga. Yaitu, “periode”. Banyak bani adam sukses dengan mengurangi waktu istirahat mereka. Banyak yang mengorbankan perian tidur mereka. Demi keberuntungan yang mereka damba-dambakan. Itu dalam penyakit dunia!

Seandainya Demi Qur’an, Kenapa tak?

Demikian. Cak bagi pembaca, moga signifikan.

_iyadhnazih_

Source: https://darunnajah.com/al-quran-jadikan-hidup-manusia-baik/

Posted by: caribes.net