Mohon Tujuh Karunia Roh Kudus

Bersama dengan anugerah penyucian makanya Roh kudus, diberikan lagi kepada kita sapta karunia Jiwa Ikhlas,   menerobos Sakramen Permandian. Tujuh rahmat Jibril merupakan
kebijaksanaan,
signifikansi,
pembukaan,
nasihat,
kesalehan,
keperkasaan
dan
takut akan Yang mahakuasa
(lih. Yes 11:2-3). Tujuh anugerah Roh Salih ini menyempurnakan akal budi, karsa dan indera.

Kebijaksanaan merupakan kasih tertinggi dan takut akan Tuhan adalah karunia yang terendah/terawal, sebab dikatakan, “Permulaan hikmat ialah takut akan TUHAN” (Ams 9:10). St. Thomas Aquinas mengurutkannya demikian: kebijaksanaan, denotasi, alas kata akan Tuhan, nasihat, kesalehan, keperkasaan dan takut akan Tuhan.[1]

Kasih samar muka akan Sang pencipta
membuat seseorang tidak mau menyedihkan hati Tuhan, sehingga ia akan meninggalkan dan membenci dosa.
Karunia keperkasaan
menciptakan menjadikan seseorang kesatria melakukan misi yang diberikan Tuhan, sonder mengandalkan kemampuan diri sendiri, tapi sreg keefektifan Tuhan. Anugerah ini menguatkannya dalam kesulitan, cak bagi melakukan karsa Yang mahakuasa.
Karunia kesalehan
mewujudkan seseorang mengagungkan, menyembah dan mengasihi Sang pencipta serta mengamalkan kehendak-Nya dengan sigap.
Belas kasih nasihat
mewujudkan seseorang mengarifi kehendak Allah, terutama kerumahtanggaan keadaan-keadaan nan sulit.
Hidayah introduksi
memasrahkan kemampuan kepada seseorang bikin menilai benda/ makhluk ciptaan dengan semestinya dan meluluk kaitannya dengan Allah; dan untuk menunggangi semua itu bagi memuliakan Allah.
Pemberian pengertian
memungkinkan hamba allah lakukan mengarifi kedalaman mirakel iman, mengenali validitas n domestik ramalan Gereja Katolik, dan dapat mengkhususkan visiun yang benar dan yang salah.
Pemberian kebijaksanaan
memungkinkan seseorang memperoleh manifesto akan Allah dan segala sesuatu yang berhubungan dengan Tuhan. Engkau seolah memandang segala sesuatu dengan kacamata Tuhan. Karunia ini membuat kita menempatkan Tuhan di atas segalanya, dan mengenali kehampaan dalam hal-hal yang duniawi.


[1]Lih. St. Thomas Aquinas,
Summa Theologica, II-I, q. 68, a.7. Ref: http://www.newadvent.org/summa/2068.htm#article7

Source: https://katolisitas.org/unit/apakah-7-karunia-roh-kudus/