Nabi Daud Berasal Dari Keluarga

Daud
Aji Israel
David SM Maggiore.jpg

Patung aji Daud, karya Nicolas Cordier di
Borghese Chapel, Basilica di Santa Maria Maggiore

Berkuasa ~ 1010 – 1002 SM (di Hebron)
~ 1002 – 970 SM (di Yerusalem)[1]
Pendahulu Saul
Isyboset
Penerus Salomo
Kelahiran ~ 1040 SM
Bethlehem, Yehuda, Israel
Kematian ~ 970 SM
Yerusalem, Yehuda, Israel
Pemakaman

Kota Daud

Wangsa Flat Daud
Ayah Isai
Ibu Nitzevet (menurut Talmud)
Anak Amnon
Kileab
Absalom
Adonia
Sefaca
Yitream
Syammua
Shobab
Natan
Salomo
Yibhar
Elisyua
Nefeg
Yafia
Elisama
Elyada
Elifelet

Daud
(bahasa Ibrani: דָּוִד penting nan dikasihi; bahasa Inggris
Davíd; bahasa Tiberia

Dāwíð
; bahasa Arab: داوود (transliterasi: Daawuud) alias داود

Dā’ūd
; bahasa Tigrinya:
Dāwīt) merupakan yaitu raja kedua dan yang minimum populer internal kerajaan Israel selain Salomo menurut kitab jati Kristen dan Ibrani. Konon, Daud menuliskan banyak Mazmur nan dikumpulkan ke dalam kitab Mazmur. Daud ialah moyang berbunga Yesus menurut silsilah dalam Injil Matius dan Injil Lukas. Masa hidupnya secara umum diperkirakan antara tahun ~1040–970 SM, pemerintahannya atas Kerajaan Yehuda di Hebron ~ 1010–1002 SM, dan pemerintahannya atas seluruh Israel ~ 1002–970 SM.[1]


[sunting
|
sunting sumber]

Periode muda dan pengurapan sebagai sultan

[sunting
|
sunting sumber]

Menurut gubahan Alkitab Yahudi dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen, Daud dilahirkan di Betlehem, Efrata, di kawasan Yehuda.[2]
Ayahnya bernama Isai. Kamu merupakan putra bungsu terbit 8 momongan laki-suami Isai. Ia punya 2 plasenta nona (lihat adegan “Saudara-saudara Daud” di dasar). Masa remajanya dilewatinya sebagai seorang gembala embek domba.[3]

Lega periode engkau masih akil balig, datanglah Samuel ke Betlehem. Saat itu Samuel sedang makan darah karena Saul yang diurapinya menjadi raja purwa Kerajaan Israel melakukan beberapa pengingkaran terhadap perintah Allah, sehingga mutakadim ditolak oleh Almalik bak raja atas Israel. Karena itu Samuel disuruh Almalik bagi mengisi “silinder sungu”-nya dengan petro, untuk mengurapi raja yang baru, dan pergi kepada Isai, sosok Betlehem, sebab di antara anak-anaknya Allah mutakadim memilih seorang ratu bagi-Nya.[4]
Samuel kuatir kalau Saul mencerna rencana kepergiaannya dan akan menghalang-halangi tambahan pula membunuhnya, namun Almalik telah menyediakan suatu alasan yang lestari meski Samuel dengan aman menyingkir melaksanakan pengurapan itu, yaitu dengan mengapalkan seekor lembu muda dan mengatakan: “Aku datang bikin mempersembahkan mangsa kepada Yang mahakuasa”. Ini bukanlah satu alasan yang dicari-cari, melainkan suatu upacara pengurapan utama, apalagi pengurapan raja, harus disertai uang suap korban kepada Yang mahakuasa.[5]

Setibanya di Betlehem, Samuel menguduskan Isai dan anak-anaknya yang pria dan mengundang mereka ke upacara pengorbanan itu. Dahulu Isai menegur putra-putranya satu tiap-tiap satu dan menyuruhnya silam di depan Samuel. Tadinya Samuel kagum mematamatai putra sulung Isai, Eliab, dan menyengaja dialah kerjakan prabu yang harus diurapinya, doang Allah berfirman:

Janganlah pandang parasnya maupun perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Tuhan; manusia melihat segala apa nan di depan mata, tetapi Tuhan menyibuk hati.”
[6]

Tujuh putra Isai sudah lewat di depan Samuel, tetapi Samuel berkata kepada Isai: “Semuanya ini tidak dipilih Almalik.” Dahulu Samuel merenjeng lidah kepada Isai: “Inikah anakmu semuanya?” Jawab Isai: “Masih tinggal yang bungsu, doang sedang menggembalakan kambing domba.” Kata Samuel kepada Isai: “Suruhlah menyapa kamu, sebab kita enggak akan duduk makan, sebelum ia nomplok ke mari.” Kemudian disuruhnyalah basyar ulem putra bungsu itu.
Ia kemerah-merahan, matanya sani dan parasnya cakap. Lalu TUHAN berfirman: “Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah ia.” Namun dengan disaksikan oleh keluarga terhampir Daud, Samuel mengurapi Daud menjadi raja Israel, sementara Saul masih menjabat ibarat raja. Lewat Samuel pulang ke Rama.

Samuel menjumut tabung cula yang berisi patra itu dan mengurapi Daud di perdua-paruh saudara-saudaranya. Sejak masa itu dan seterusnya berkuasalah Roh Tuhan atas Daud.

1 Samuel 16:13

Bermain kecapi untuk raja Saul

[sunting
|
sunting sumber]

Bersamaan dengan berkuasanya Umur Tuhan atas Daud, maka raja Saul yang telah ditolak oleh Sang pencipta ditinggalkan maka itu Usia Tuhan, sehingga mulai diganggu oleh roh-roh jahat. Untuk mengurangi godaan itu, para tenaga kerja Saul mengusulkan agar raja menyapa seorang pemain kecapi, sekaligus mengusulkan Daud bin Isai sebagai anak bangsawan kecapi tersebut.[7]
Sebentar-sebentar apabila hidup yang daripada Allah itu hinggap lega Saul, maka Daud mengambil kecapi dan memainkannya; Saul merasa lega dan nyaman, dan nasib nan keji itu undur daripadanya.[8]
Sejak itu Daud comar pulang menjauhi daripada Saul untuk menggembalakan domba ayahnya di Betlehem.[9]

Menzabah Goliat

[sunting
|
sunting perigi]

Perang Israel-Filistin
Tanggal ~ 1010 SM
Lokasi Israel
Hasil Keberhasilan Israel
Pihak terlibat
Kerajaan Israel Bangsa-bangsa Filistin
Penggerak dan pemimpin
Daud Goliat

Suatu kelihatannya, detik sedang menggembalakan dombanya, Daud diperintahkan ayahnya mengantarkan pelepas peranakan kepada ketiga yunda junjungan-lakinya, anak Isai yang besar-lautan adalah Eliab, anak sulung, Abinadab, anak yang kedua dan Syama, anak asuh yang ketiga, nan sedang bersiap bergulat bersama Saul melawan tentara-barisan Filistin. Orang Filistin mengumpulkan tentaranya untuk berperang di Sokho nan di tanah Yehuda dan berkemah antara Sokho dan Azeka di Efes-Damim. Sedangkan Saul dan turunan-khalayak Israel berkumpul dan berkemah di Lembah Tarbantin; mereka mengatur legiun perangnya berhadapan dengan hamba allah Filistin. Jadi medan pertempuran itu tidak jauh dari rumah Daud.[10]
Isai mengomong kepada Daud, anaknya: “Nah untuk kakak-kakakmu bertih gandum ini seefa dan roti yang sepuluh ini; bawalah cepat-cepat ke perkemahan, kepada kakak-kakakmu. Dan baiklah sampaikan keju yang deka- ini kepada kepala tentara seribu. Tengoklah apakah teteh-kakakmu selamat dan bawalah pulang suatu merek terbit mereka. Saul dan mereka itu dan semua orang Israel ada di Lembah Tarbantin tengah berperang menyamai individu Filistin.” Silam Daud bangun pagi-pagi, ditinggalkannyalah kambing dombanya pada seorang penjaga, adv amat mengangkat tanggung dan menghindari, seperti mana nan diperintahkan Isai kepadanya.[11]

Daud menyentuh perkemahan tentara Israel, ketika tentara keluar untuk mengatur barisannya dan menyanggang sorak perang. Orang Israel dan orang Filistin itu mengatak barisannya, angkatan tatap muka dengan barisan. Habis Daud memangkalkan produk-barangnya dan meninggalkannya di tangan penjaga barang-barang armada. Berlari-larilah Daud ke medan barisan; sesampai di sana, bertanyalah dia kepada mbuk-kakaknya apakah mereka selamat. Menengah ia berbicara dengan mereka, tampillah maju seorang pesilat bernama Goliat, orang Filistin bersumber Gat, dari tentara orang Filistin.[12]
Tingginya 6 hasta sejengkal (~ 3,5 meter). Ketopong tembaga ada di kepalanya, dan ia memakai gaun zirah yang bersisik; musykil pakaian zirah ini 5.000 syikal tembaga. Sira mengaryakan penghabisan kaki dari tembaga, dan di bahunya ia memanggul lembing tembaga. Gagang tombaknya sebagai halnya pesa tukang tenun, dan netra tombaknya itu 600 syikal besi beratnya. Dan seorang pembawa perisai melanglang di depannya. Engkau merembah dan berseru kepada laskar Israel, katanya kepada mereka: “Cak kenapa kamu keluar bagi mengatur bala perangmu? Bukankah aku seorang Filistin dan dia adalah hamba Saul? Pilihlah bagimu seorang, dan biarlah ia turun mendapatkan daku. Jika ia dapat bergelut menandingi aku dan cundang aku, maka kami akan menjadi hambamu; tetapi seandainya aku dapat mengungguli engkau dan mengalahkannya, maka sira akan menjadi hamba kami dan takluk kepada kami. Aku menantang masa ini bala Israel; berikanlah kepadaku seorang, kendati kami berperang seorang jodoh koteng.”[13]

Orang Filistin itu modern mendekat pada pagi hari dan pada petang hari. Demikianlah dia tampil ke depan 40 tahun lamanya.[14]
Ia sering mengucapkan kata-kata yang sama, dan kelihatannya ini Daud mendengarnya. Momen semua orang Israel melihat anak adam itu, larilah mereka daripadanya dengan habis ketakutan. Berkatalah orang-orang Israel itu: “Sudahkah kamu tatap orang nan maju itu? Sesungguhnya sira maju untuk mencemoohkan orang Israel! Orang yang mengalahkan dia akan dianugerahi tuanku kekayaan yang besar, raja akan memasrahkan anaknya yang cewek kepadanya dan kaum keluarganya akan dibebaskannya dari pajak di Israel.” Lewat berkatalah Daud kepada manusia-orang nan berdiri di dekatnya: “Apakah nan akan dilakukan kepada orang nan cundang manusia Filistin itu dan yang menghindarkan cemooh berpangkal Israel? Siapakah orang Filistin yang bukan bersunat ini, sampai ia berani mencemoohkan bala tinimbang Sang pencipta yang hidup?” Rakyat itupun menjawabnya dengan perkataan tadi: “Begitulah akan dilakukan kepada individu nan mengalahkan dia.”[15]

Ketika Eliab, kakaknya yang tertua, mendengar perkataan Daud kepada orang-orang itu, bangkitlah amarah Eliab kepada Daud sambil berfirman: “Mengapa engkau datang? Dan sreg siapakah kautinggalkan kambing kambing arab nan dua tiga ekor itu di padang gurun? Aku kenal sifat pemberanimu dan kejahatan hatimu: ia datang ke ayo dengan harapan meluluk pertempuran.” Tetapi jawab Daud: “Apa yang telah kuperbuat? Belaka menanya saja!” Lampau berpalinglah beliau daripadanya kepada orang tidak dan meminta yang sama. Dan rakyat memberi jawab kepadanya seperti tadi. Terdengarlah kepada turunan perkataan nan diucapkan oleh Daud, lalu diberitahukanlah kepada Saul.[16]

Raja Saul menyuruh memanggil Daud cenderung kepadanya. Berkatalah Daud kepada Saul: “Janganlah seseorang menjadi pengecut karena dia; hambamu ini akan menyingkir membandingbanding orang Filistin itu.” Tetapi Saul berkata kepada Daud: “Tidak mungkin engkau bisa menghadapi orang Filistin itu bikin menimpali dia, sebab anda masih muda, madya dia sejak berpokok hari mudanya telah menjadi prajurit.” Tetapi Daud berkata kepada Saul:[17]

“Hambamu ini protokoler menggembalakan kambing kambing arab ayahnya. Apabila nomplok raja rimba ataupun beruang, nan menerkam seekor domba dari kawanannya, maka aku mengejarnya, menghajarnya dan mengkhususkan biri-biri itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri mencerca aku, maka aku mengait janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya. Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. Dan turunan Filistin yang tidak bersunat itu, anda akan sama sama dengan pelecok satu daripada satwa itu, karena anda telah mencemooh barisan daripada Tuhan yang hidup. Halikuljabbar yang telah melepaskan aku dari ceker singa dan dari cakar beruang, Anda juga akan mengeluarkan aku dari tangan orang Filistin itu.”[18]

Maka Saul berkata kepada Daud: “Pergilah! TUHAN menyertai dia.” Lalu Saul melingkarkan baju s perangnya kepada Daud, ditaruhnya kopiah stambul tembaga di kepalanya dan dikenakannya busana zirah kepadanya. Lalu Daud mengikatkan pedangnya di luar pakaian perangnya, kemudian ia berikhtiar berjalan, sebab belum pergaulan dicobanya. Maka berkatalah Daud kepada Saul: “Aku tidak dapat berjalan dengan mengaryakan ini, sebab belum afiliasi aku mencobanya.” Kemudian dia menanggalkannya.[19]

Silam Daud menjeput tongkatnya di tangannya, dipilihnya dari asal wai lima gangguan yang licin dan ditaruhnya dalam pura gembala nan dibawanya, yakni tempat godaan-batu, sedang umbannya dipegangnya di tangannya. Demikianlah ia cenderung orang Filistin itu. Orang Filistin itu lebih rapat persaudaraan menjangkiti Daud dan di depannya orang yang mengapalkan perisainya. Momen manusia Filistin itu menodongkan pandangnya ke sebelah Daud serta mengintai dia, dihinanya Daud itu karena anda masih muda, kemerah-merahan dan rupawan parasnya. Orang Filistin itu bercakap kepada Daud: “Anjingkah aku, maka ia mendatangi aku dengan tongkat?” Terlampau demi para allahnya turunan Filistin itu mengutuki Daud dan bersuara pun kepada Daud: “Hadapilah aku, maka aku akan memberikan dagingmu kepada burung-burung di udara dan kepada sato-binatang di padang.” Tetapi Daud bertutur kepada orang Filistin itu::“Kamu mendatangi aku dengan syamsir dan tombak dan lembing, tetapi aku menumpu beliau dengan nama Allah semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke internal tanganku dan aku akan mengecundang engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan jenazah tentara turunan Filistin kepada titit-penis di peledak dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel punya Yang mahakuasa, dan cak agar sepenuh jemaah ini senggang, bahwa TUHAN menyelamatkan enggak dengan anggar dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Iapun menerimakan kamu ke internal tangan kami.”
[20]

Saat bani adam Filistin itu bergerak beradab untuk menangkap basah Daud, maka segeralah Daud berlari ke barisan musuh bikin mendapati orang Filistin itu; lalu Daud memasukkan tangannya kerumahtanggaan kantungnya, diambilnyalah sebuah batu dari dalamnya, diumbannya, maka kenalah kening manusia Filistin itu, sehingga gangguan itu terbenam ke privat dahinya, dan terjerumuslah kamu dengan mukanya ke lahan. Demikianlah Daud mengecundang khalayak Filistin itu dengan umban dan batu; ia mengalahkan orang Filistin itu dan membunuhnya, sonder pedang di tangan. Daud berlari mendapatkan turunan Filistin itu, suntuk seram di sebelahnya; diambilnyalah pedangnya, dihunusnya bermula sarungnya, lalu menghabisi anda. Dipancungnyalah kepalanya dengan pedang itu. Ketika orang-manusia Filistin mengawasi, bahwa pahlawan mereka mutakadim mati, maka larilah mereka. Maka bangkitlah orang-orang Israel dan Yehuda, mereka bersorak-sorak lalu mengejar bani adam-bani adam Filistin sebatas sanding Gat dan hingga pintu ki Ekron. Dan turunan-individu nan terbunuh berpangkal bani adam Filistin bergelimpangan di urut-urutan ke Saaraim, sebatas Gat dan sampai Ekron. Kemudian pulanglah orang Israel dari pemburuan hebat atas individu Filistin, lalu menjarah perkemahan mereka. Dan Daud menjumut kepala orang Filistin yang dipancungnya itu dan membawanya ke Yerusalem, cuma senjata-senjata Goliat ditaruhnya n domestik kemahnya.[21]

Menjadi superior barisan Saul

[sunting
|
sunting perigi]

Ketika Saul mengaram Daud pergi menemui insan Filistin itu, berkatalah anda kepada Abner, panglima tentaranya: “Anak siapakah individu muda itu, Abner?” (menurut para rabbi Yahudi maksudnya: dari batih bangsawan mana Daud itu terbit) Jawab Abner: “Demi sultan vitalitas, ya raja, sepantasnya aku bukan luang.” Kemudian raja merenjeng lidah: “Tanyakanlah, anak siapakah cucu adam muda itu.” Ketika Daud kembali selepas mempercundang orang Filistin itu, maka Abner memanggilnya dan membawanya menghadap Saul, madya kepala bani adam Filistin itu masih ada di tangannya. Kata Saul kepadanya: “Anak asuh siapakah engkau, ya orang muda?” Jawab Daud: “Anak asuh hamba tuanku, Isai, orang Betlehem itu.”[22]

Puas hari itu Saul menahan Daud untuk menjadi prajuritnya dan tidak membiarkannya pulang ke rumah ayahnya. Ketika Daud habis berbicara dengan Saul, maka Yonatan putra Saul bersahabat karib dengan Daud. Dikatakan “berpadulah hayat Yonatan dengan jiwa Daud; dan Yonatan mengasihi dia sebagaimana jiwanya sendiri”. Yonatan menyambat perjanjian dengan Daud, karena ia mengasihi dia seperti dirinya seorang. Yonatan menanggalkan jubah yang dipakainya, dan memberikannya kepada Daud, juga baju perangnya, setakat pedangnya, panahnya dan ikat pinggangnya. Daud maju bertekun dan buruk perut berhasil ke mana juga Saul menyuruhnya, sehingga Saul mengangkat engkau mengepalai para prajurit. Hal ini dipandang baik oleh seluruh rakyat dan lagi oleh pegawai-karyawan Saul.[23]

Lega perian Daud kembali sesudah mengalahkan orang Filistin itu, keluarlah insan-turunan kuntum berusul apa kota Israel menyongsong raja Saul sambil melagu dan menandak-nari dengan mencentang kompang, dengan bersukaria dan dengan membunyikan gerincing; dan perempuan yang menari-nari itu menyanyi berbalas-pertempuran, katanya: “Saul mengalahkan beremak-ribu musuh, sekadar Daud berlaksa-mihun.” Lalu bangkitlah amarah Saul dengan sangat; dan perkataan itu menyebalkan hatinya, sebab pikirnya: “Kepada Daud diperhitungkan mereka berlaksa-laksa, tetapi kepadaku diperhitungkannya beribu-ribu; penutup-akhirnya jabatan sunan itupun merosot kepadanya.” Sejak perian itu maka Saul sering mendengki Daud.[24]

Keesokan harinya hidup biadab itu berwajib atas Saul, sehingga kamu kerasukan di perdua-tengah rumah, sedang Daud main kecapi sama dengan sehari-hari. Saul menjawat ganjur dan menabrakkan perahu tombak itu, karena pikirnya: “Baiklah aku mencucukkan Daud ke dinding.” Tetapi Daud mengelakkannya sampai dua siapa. Saul menjadi takut kepada Daud, karena TUHAN menyertai Daud, sedang daripada Saul Ia sudah lalu undur. Sebab itu Saul menjauhkan Daud bermula dekatnya dan mengangkat dia menjadi bos pasukan sewu, sehingga beliau berlimpah di depan dalam segala apa propaganda tentara. Daud berbuah di barang apa perjalanannya, sebab TUHAN menyertai dia. Ketika dilihat Saul, bahwa Daud sangat berdampak, makin takutlah anda kepadanya; tetapi seluruh cucu adam Israel dan orang Yehuda mengasihi Daud, karena ia memandu segala gerakan mereka.[25]

Menjadi menantu yang dipertuan Saul

[sunting
|
sunting sumber]

Berkatalah Saul kepada Daud: “Ini kamu anakku putri yang tertua, Merab; engkau akan kuberikan kepadamu menjadi isterimu, belaka jadilah bagiku koteng nan gagah perkasa dan lakukanlah perang TUHAN.” Sebab pikir Saul: “Janganlah tanganku memukul dia, tetapi biarlah ia dipukul maka dari itu tangan anak adam Filistin.” Sekadar Daud berujar kepada Saul: “Siapakah aku dan siapakah sanak saudaraku, kaum ayahku, di antara orang Israel, sehingga aku menjadi menantu raja?” Tetapi ketika tiba waktunya lakukan mengasihkan Merab, anak Saul itu, kepada Daud, maka momongan perempuan itu diberikan kepada Adriel, basyar Mehola, menjadi isterinya.[26]

Hanya Mikhal, anak perempuan Saul, roboh cinta kepada Daud; momen hal itu diberitahukan kepada Saul, maka iapun menyetujuinya; sebab pikir Saul: “Baiklah Mikhal kuberikan kepadanya; biarlah ia menjadi jerat untuk Daud, dan biarlah tangan makhluk Filistin gaplok dia!” Sangat berkatalah Saul kepada Daud bikin kedua kalinya: “Plong hari ini engkau boleh menjadi menantuku.” Lagi Saul memerintahkan kepada para pegawainya: “Katakanlah kepada Daud dengan nyuruk, demikian: Sesungguhnya, raja suka kepadamu dan para pegawainya mengasihi engkau; maka sebab itu, jadilah beliau menantu yamtuan.” Lewat para pegawai Saul menyampaikan tuturan itu kepada Daud, sekadar Daud menjawab: “Perkara ringankah pada pemandanganmu menjadi menantu raja? Bukankah aku koteng nan miskin dan tekor?” Para pegawai Saul memberitahukan kepada raja, katanya: “Demikianlah jawab nan diberi Daud.” Kemudian berkatalah Saul: “Beginilah kamu katakan kepada Daud: Raja lain menghendaki isi kawin selain dari 100 kulit khatan orang Filistin sebagai pembalasan kepada musuh raja.” Saul bermaksud untuk mengibuli Daud dengan gayutan orang Filistin. Momen para pegawainya memberitahukan ucapan itu kepada Daud, maka setujulah Daud menjadi menantu raja. Waktunya belum genap, belaka Daud mutakadim bersiap, engkau pergi dengan orang-orangnya dan menewaskan dari orang Filistin itu 200 anak adam serta membawa kulit khatan mereka; dan dalam besaran yang genap diberikan merekalah semuanya itu kepada raja, kendati Daud menjadi menantu paduka tuan. Kemudian Saul memberikan Mikhal, anaknya, kepadanya menjadi isterinya.[27]
Namun, Mikhal tidak punya momongan berpokok Daud.

Lalu mengertilah Saul dan tahulah sira, bahwa TUHAN menyertai Daud, dan bahwa seluruh anak adam Israel mengasihi Daud. Maka makin takutlah Saul kepada Daud. Saul tetap menjadi bandingan Daud sama tua hidupnya. Apabila raja-prabu bani adam Filistin berbudaya berperang, setiap kali mereka beradab berperang, maka Daud bertambah berdampak pecah semua pegawai Saul, sehingga namanya sangat widita.[28]

Menjadi raja Israel

[sunting
|
sunting mata air]

Akhirnya Allah enggak lagi berkenan atas Saul dan menyerahkan Saul buat dibunuh khalayak-orang Filistin. Daud lagi menggantikannya menjadi sultan Israel nan kedua.[29]

Permulaan Isyboset, putra Saul nan masih hidup, diangkat maka itu pegawai-personel Saul menjadi raja sehabis kematian Saul. Daud diangkat oleh pengikutnya menjadi pangeran atas kaum Yehuda (Kekaisaran Yehuda) selama tujuh tahun enam bulan dan bertahta di Hebron sebagai ibu kotanya.[30]

Setelah Isyboset sepi dibunuh pegawai-pegawainya sendiri, bangsa Israel mengangkat Daud menjadi raja mereka,[31]
dan Daud memerintah di Yerusalem selama 33 tahun.[32]

Jadi Daud menjadi raja seluruhnya sejauh 40 tahun.[32]

Dosa Daud

[sunting
|
sunting sumber]

Kitab Suci Ibrani dan Kristen tidak melihat Daud sebagai tokoh yang serba abstrak, karena ternyata ia pun pernah mengendap ke dalam dosa. Suatu musim Daud sedang berjalan-jalan di atap istananya. Dari atas ia mengaram Batsyeba nan rupawan jelita. Sayang sekali ternyata Batsyeba adalah istri Uria orang Het, sendiri perwira Daud koteng. Dengan heterogen tipu muslihat Daud kesudahannya berakibat membebaskan Uria, dan ia pula memperistri Batsyeba. Sekadar Allah memaklumi kebusukan Daud, dan menerobos nabi Natan, Allah menegur Daud. Daud meratapi dosa-dosanya.[33]

Rencana Pembangunan Bait Allah

[sunting
|
sunting sumber]

Daud bermaksud hendak mendirikan “flat perhentian untuk tabut perjanjian Sang pencipta” dan “untuk tumpuan kaki Allah”, dalam tulang beragangan “Bait Allah”. Ia kembali telah membuat persediaan untuk mendirikannya. Tetapi Allah telah bercakap kepadanya: “Kamu tak akan mendirikan rumah bikin nama-Ku, sebab engkau ini seorang prajurit dan mutakadim melimpahi darah.” Namun Allah, Sang pencipta Israel, sudah memilih Daud dari antara segenap puaknya bikin menjadi aji atas Israel selama-lamanya; sebab Anda telah mengidas Yehuda menjadi pemimpin, dan puak Daud dari antara kaum Yehuda, dan terbit antara anak-anak asuh ayahnya Ia berkenan kepada Daud untuk mengangkatnya sebagai raja atas seluruh Israel. Dan berbunga antara anak-anak Daud sekalian—sebab banyak anak telah dikaruniakan Yang mahakuasa kepadanya—Beliau telah memilih Salomo untuk duduk di atas takhta rezim TUHAN atas Israel. Halikuljabbar sudah berfirman kepada Daud: “Salomo, anakmu, dialah yang akan mendirikan kondominium-Ku dan pelataran-Ku.”[34]

Kematian

[sunting
|
sunting sumber]

Daud berumur 30 tahun, pada waktu ia menjadi sunan; 40 musim lamanya ia memerintah; jadi Daud meninggal pada sukma 70 tahun.[35]
Sira “mendapat perhentian sambil nenek moyangnya” (wafat) puas waktu telah putih rambutnya, lanjut umurnya, penuh aset dan kemuliaan, sangat ia dikuburkan di kota Daud, maka kemudian naik rajalah Salomo, anaknya, mewakili beliau.[36]

Silsilah Daud mulai dari Lelaki

[sunting
|
sunting sumber]

Lanang
 ·
Set
 ·
Enos ·
Kenan ·
Mahalaleel ·
Yared ·
Henokh ·
Metusalah ·
Lamekh ·
Nuh ·
Sem
 ·
Arpakhsad ·
Selah ·
Eber ·
Peleg ·
Rehu ·
Serug ·
Nahor ·
Terah ·
Abraham
 ·
Ishak
 ·
Yakub
 ·
Yehuda
 ·
Peres ·
Hezron ·
Ram ·
Aminadab ·
Nahason ·
Salmon
 ·
Boas
 ·
Obed ·
Isai ·
Daud

Uri-plasenta Daud

[sunting
|
sunting sumber]

Isai, ayah Daud, mempunyai 8 putra[37]
dan 2 putri. Intern Alkitab, nama 1 putra enggak disebutkan.[38]

Kedelapan putranya adalah:

  1. Eliab, anak sulungnya
  2. Abinadab
  3. Simea atau Syama[39]
  4. Netaneel
  5. Radai
  6. Ozem
  7. Daud, anak yang bungsu

Kedua putrinya adalah:

  • Zeruya. Zeruya berputra tiga orang putra nan menjadi perwira-perwira penting Daud:
    • Abisai
    • Yoab
    • Asael
  • Abigail. Abigail berputra koteng putra, Amasa. Ayah Amasa ialah Yeter (ataupun Yitra), sosok Ismael.

Daftar momongan-anak asuh

[sunting
|
sunting perigi]

(Mata air: Kitab 1 Tawarikh 3:1-9; 2 Samuel 3:2-5; 2 Samuel 5:14-16;
1 Tawarikh 14:4-7)

Lahir di Hebron

[sunting
|
sunting mata air]

Daud memerintah 7 tahun 6 bulan lamanya di kota Hebron. Sepanjang itu ia dikaruniai 6 orang putra:

  1. Amnon (anak sulung), terbit Ahinoam, perempuan Yizreel
  2. Kileab[40]
    ataupun Daniel,[41]
    dari Abigail, perempuan Karmel, lepasan ulam-ulam Nabal[42]
  3. Absalom, anak Maakha, adalah anak perempuan Talmai, baginda Gesur
  4. Adonia, anak asuh Hagit
  5. Sefaca, berasal Abital
  6. Yitream, semenjak Egla, isterinya itu.

Lahir di Yerusalem

[sunting
|
sunting perigi]

Daud memerintah 33 tahun lamanya di Yerusalem. Selama itu Beliau dikaruniai bilang putra dan putri

  • Catur khalayak putra terbit Batsyua binti Amiel
  1. Syamua[43]
    ataupun Simea[44]
  2. Sobab
  3. Natan (dari keturunannya, lahirlah Maria binti Eli, nan bersalin Yesus Kristus)[45]
  4. Salomo (dari keturunannya, lahirlah raja-prabu Yehuda dan Yusuf, suami Maria yang melahirkan Yesus Kristus)[46]
  • Sembilan orang putra terbit istri-ampean enggak yang tidak disebutkan namanya
  1. Yibhar
  2. Elisua[47]
    atau Elisama[48]
  3. Elifelet[48]
    atau Elpelet
    [49]
    [50]
  4. Nogah[51]
  5. Nefeg
  6. Yafia
  7. Elisama
  8. Elyada[52]
    atau Beelyada
    [53]
  9. Elifelet

Semuanya itu anak-momongan Daud, belum terhitung anak-anak pecah gundik-gundik.

  • Tamar ialah saudara perempuan mereka[54]

Anak-anak nan punya memori khusus

[sunting
|
sunting sumber]

Dari Batsyeba, Daud mendapatkan sendiri anak yang dinamainya Salomo yang nanti menggantikannya umpama raja Israel yang ketiga. Daud n kepunyaan sejumlah anak lainnya. Antara bukan adalah Absalom, seorang pemuda yang sangat baki, nan tinggal disayangi maka dari itu Daud. Satu mana tahu Amnon, anak sulung Daud, memperkosa Tamar, adik perempuan Absalom. Absalom dulu marah. Dua periode kemudian sira membalas dendam dengan menyuruh anak buahnya menyembelih Amnon. Daud marah karena Amnon dibunuh, sekadar kemudian ia mengampuni Absalom.[55]

Belakangan Absalom mengadakan tangkisan terhadap Daud. Intern pemberontakan ini Absalom mati dibunuh oleh Yoab, panglima Daud.[56]

Pada hari tuanya, Adonia, putranya yang keempat menyanggang diri menjadi raja sonder sepengetahuan Daud. Detik diberitahu, Daud segera memerintahkan bakal mengurapi Salomo sebagai raja. Pasca- Daud wafat, Salomo menghukum mati Adonia.[57]

Mazmur Daud

[sunting
|
sunting sumber]

Menurut tali peranti Kitab Mazmur (Zabur dalam Islam) disebut sebagai goresan Daud. Sebenarnya kitab ini merupakan kumpulan 150 syair alunan (mazmur) yang pintar berjenis-tipe puisi berupa doa, nyanyian sanjungan, tangis, wirid penyesalan, dll. Banyak gubahan Daud tertera ke dalamnya, bersama dengan mazmur gubahan Musa, Asaf polong Berekhya dan beberapa pereka cipta lainnya. Keseleo satu mazmur coretan Daud nan terkenal adalah Mazmur 23 “Tuhan adalah gembalaku”.

Momongan Daud

[sunting
|
sunting sumur]

Anak Daud adalah riuk satu gelar Yesus Kristus, karena Ia pecah berpunca baka Raja Daud.[58]

Daud dalam Islam

[sunting
|
sunting sumber]

Daud
(

داود


Dāwūd) merupakan utusan tuhan serentak raja Bani Israel intern Islam. Semenjak masih remaja sudah lalu menyertai barisan Bani Israil di bawah pimpinan Thalut menimbangi pasukan bangsa Palestin nan dipimpin Jalut. Daudlah nan berhasil membunuh Jalut, sehingga dipuji bagaikan pahlawan perang. Setelah Yamtuan Thalut meninggal, Daud menggantikannya sebagai paduka tuan. Allah mengangkat Daud sebagai nabi dan rasul-Nya. Kepadanyalah diturunkan kitab Zabur (Mazmur) yang diimani orang muslim. Ia mempunyai sejumlah mukjizat, kecerdasan akal, mengerti bahasa burung, dan melembutkan ferum hanya dengan menunggangi tangan kosong dan Daud pun memiliki kritik nan minimum merdu berpokok semua suara umat individu, proporsional seperti Yusuf nan diberikan roman yang minimum tampan.

Daud yang mulai pembangunan Bait Bersih yaitu
Baitul Muqaddis
nan telah diselesaikan maka dari itu anaknya Sulaiman, nan kemudian sekarang menjadi kancah Langgar Al-Aqsa. Daud meninggal dalam usia 100 tahun dan dikebumikan di Baitul Muqaddis.

Rasul Daud dalam islam di kenal dengan puasanya yang dikenal dengan “Puasa Daud” (puasa dengan waktu berselangselang) yang naik daun dikalangan khalayak muslim dengan Puasa Senin-Kamis. Puasa Utusan tuhan Daud ini dijelaskan privat Hadist Muhammad bagaikan puasa yang dicintai Allah:

Dari Abdullah bin Amru berkata bahwa Rasulullah berucap: “Sholat (sunnah) yang paling dicintai oleh Allah yakni sholat (seperti) Utusan tuhan Daud. Dan puasa (sunnah) yang paling dicintai Tuhan yaitu puasa (sebagaimana) Utusan tuhan Daud. Kamu tidur setengah malam, lalu sholat 1/3-nya dan tidur 1/6-nya kembali. Dia puasa sehari dan berbuka sehari.” – HR Bukhari

Hadist diatas diriwayatkan pasca- nabi Muhammad didatangi oleh seseorang yang mengatakan bahwa kamu berpuasa setiap hari, maka Rasulullah mengomong diatas dengan menyatakan bahwa puasa terbaik adalah puasa Daud. Nabi Daud dalam Islam diagungkan dan adalah salah satu utusan tuhan indah utusan Tuhan.

Fakta sejarah

[sunting
|
sunting sendang]

Sejumlah kreasi arkeologi, yang terutama merupakan Batu bersurat Tel Dan dan Mesha Stele, memiliki hubungan langsung dengan bukti atma Daud privat sejarah masyarakat. Batu bertulis Tel Dan adalah provokasi bertulis yang memuat peringatan kemenangan orang Aram, ditemukan pada periode 1993 di situs Tel Dan dan bertarikh ~850–835 SM. Prasasti ini memuat frasa
ביתדוד
(bytdwd), dibaca “Bait Daud” ataupun “Rumah Daud” dan ini “masa ini dikabulkan luas”.
[59]
Mesha Stele semenjak pecah Moab, bertarikh rendah lebih pada masa yang sama, kembali diyakini memuat merek “Daud” pada leret ke-12, di mana penafsirannya masih diperdebatkan, dan pada baris ke-31, di mana ada satu huruf yang tembelang.[60]

Cak semau pula bukti-bukti dari pendalaman di latar kapling yang mengindikasikan bahwa Kerajaan Yehuda pada zaman Daud memang merupakan suatu kekaisaran suku yang katai.[61]
Pusaka Zaman Kangsa dan Zaman Metal puas Kota Daud, merupakan pusat kota nirmala dari Yerusalem, diidentifikasi berpokok dari rezim Daud dan Salomo, mutakadim diteliti osean-total lega tahun 1970-an dan 1980-an di radiks bimbingan Yigal Shiloh dari Hebrew University, tetapi gagal menemukan bukti kediaman selama abad ke-10 SM.[62]
Sreg tahun 2005 Eilat Mazar melaporkan invensi Struktur Batu Samudra yang diklaimnya berpangkal mulai sejak istana Daud,[63]
doang situs itu dianggap terkontaminasi dan tidak dapat ditentukan tarikhnya secara tepat.[64]

Lihat pula

[sunting
|
sunting sumber]

  • Daftar segel biang kerok dalam Alkitab
  • Kitab Mazmur
  • Bagian Alkitab yang berkaitan: 1 Samuel 16-30, Kitab 2 Samuel, 1 Raja-sinuhun 1-2, 1 Tawarikh 3, 10-29.

Wacana

[sunting
|
sunting sumber]

  1. ^


    a




    b



    Carr, David M. & Conway, Colleen M.,
    An Introduction to the Bible: Sacred Texts and Imperial Contexts, John Wiley & Sons (2010), p. 58

  2. ^


    1 Samuel 17:12

  3. ^


    1 Samuel 16:11

  4. ^


    1 Samuel 16:1

  5. ^


    1 Samuel 16:2-3

  6. ^


    1 Samuel 16:7

  7. ^


    1 Samuel 16:14

  8. ^


    1 Samuel 16:23

  9. ^


    1 Samuel 17:15

  10. ^


    1 Samuel 17:1-3

  11. ^


    1 Samuel 17:17-20

  12. ^


    1 Samuel 17:21-23

  13. ^


    1 Samuel 17:4-10

  14. ^


    1 Samuel 17:16

  15. ^


    1 Samuel 17:23-27

  16. ^


    1 Samuel 17:28-31

  17. ^


    1 Samuel 17:32-34

  18. ^


    1 Samuel 17:34-37

  19. ^


    1 Samuel 17:37-39

  20. ^


    1 Samuel 17:40-47

  21. ^


    1 Samuel 17:48-54

  22. ^


    1 Samuel 17:55-58

  23. ^


    1 Samuel 18:1-5

  24. ^


    1 Samuel 18:6-9

  25. ^


    1 Samuel 18:10-16

  26. ^


    1 Samuel 18:17-19

  27. ^


    1 Samuel 18:20-27

  28. ^


    1 Samuel 18:28-30

  29. ^

    1 Samuel 30

  30. ^


    2 Samuel 2:11

  31. ^


    2 Samuel 5:3; 1 Tawarikh 12:38
  32. ^


    a




    b




    1 Ratu Raja 2:11

  33. ^


    2 Samuel 12:1-25

  34. ^


    1 Tawarikh 28:2-6

  35. ^


    2 Samuel 5:4

  36. ^


    1 Kanjeng sultan Raja 2:10; 1 Tawarikh 29:28

  37. ^


    1 Samuel 16:10-11

  38. ^


    1 Tawarikh 2:13-17

  39. ^


    1 Samuel 16:9

  40. ^


    2 Samuel 3:3

  41. ^


    1 Tawarikh 3:1

  42. ^

    1 Samuel 25

  43. ^


    2 Samuel 5:14;
    1 Tawarikh 14:4

  44. ^


    1 Tawarikh 3:5

  45. ^

    Lukas 3:23

  46. ^


    Matius 1:1-17

  47. ^


    2 Samuel 5:15;
    1 Tawarikh 14:5
  48. ^


    a




    b




    1 Tawarikh 3:6

  49. ^


    1 Tawarikh 14:5

  50. ^

    Nama “Elpelet” tidak tercantum intern 2 Samuel 5

  51. ^

    Nama “Nogah” bukan tercatat privat 2 Samuel 5, cuma tercatat internal 1 Tawarikh 3:7dan 14:6

  52. ^


    1 Tawarikh 3:8

  53. ^


    1 Tawarikh 14:7

  54. ^

    Nama “Tamar” tidak disebutkan dalam 2 Samuel 3, 2 Samuel 5 alias 1 Tawarikh 14, sekadar tercatat dalam 1 Tawarikh 3 dan mempunyai kisah tersendiri yang dicatat dalam 2 Samuel 13

  55. ^


    2 Samuel 13:23-29; 14:1-33

  56. ^


    2 Samuel 18:1-18

  57. ^

    1 Emir-raja 2

  58. ^

    Anak Daud

  59. ^

    Schmidt 2006, hlm. 315.

  60. ^

    Mykytiuk, Lawrence J. (2004). “Identifying Biblical Persons in Northwest Semitic Inscriptions of 1200–539 B.C.E.” (Atlanta: Society of Biblical Literature), pp. 265–279.

  61. ^

    Finkelstein, Israel; Neil Asher SilbermanDavid and Solomon: In Search of the Bible’s Sacred Kings and the Roots of the Western Tradition
    Simon & Schuster Ltd (16 October 2006) ISBN 978-0-7432-4362-9 p32

  62. ^

    Tatap David Ussishkin, “Solomon’s Jerusalem: The Text and the Facts on the Ground,” in: A.G. Vaughn and A.E. Killebrew (eds.),
    Jerusalem in Bible and Archaeology: The First Temple Period, (Society of Biblical Literature, Symposium Series, No. 18), Atlanta, 2003, pp. 103–115. See also Cahill, J., “David’s Jerusalem, Fiction or Reality? The Archaeological Evidence Proves It,” and Steiner, M., “David’s Jerusalem, Fiction or Reality? It’s Not There: Archaeology Proves a Negative,” both in
    Biblical Archaeology Review
    24 (July/August 1998). (These two scholars argue opposite sides of the case for a Jerusalem in keeping with the biblical portrayal).

  63. ^

    Lihat Eilat Mazar, “Did I find David’s Temple?” dalam Biblical Archeology Review, Jan/Feb 2006

  64. ^

    .http://www.aftau.org/site/DocServer/telaviv_arch_34_2.pdf?docID=2881

Wacana apendiks

[sunting
|
sunting sumber]

  • “Ensiklopedia Fakta Bibel”, J.I. Packer; Merrill C. Tenney; William White, Jr., “Pemerintahan Daud, Tiga Tuanku yang Purwa di Israel

Terjemahan Kitab 1 dan 2 Samuel

[sunting
|
sunting sumber]

  • Samuel 1 and 2 at Bible Gateway
  • Kirsch, Jonathan (2000)
    King David: the real life of the man who ruled Israel. Ballantine. ISBN 0-345-43275-4.
  • Dever, William G. (2001)
    What did the Bible writers know and when did they know it?
    William B. Eerdmans Publ. Co., Cambridge UK.
  • Thiele, E.R. (1983).
    The Mysterious Numbers of the Hebrew Kings. Eerdmans.



Komentari mengenai Kitab Samuel

[sunting
|
sunting sumur]

  • Auld, Graeme (2003). “1 & 2 Samuel”. Dalam James D. G. Dunn and John William Rogerson.
    Eerdmans Commentary on the Bible. Eerdmans.



  • Bergen, David Tepi langit. (1996).
    1, 2 Samuel. B&H Publishing Group.



  • Gordon, Robert (1986).
    I & II Samuel, A Commentary. Paternoster Press.



  • Hertzberg, Hans Wilhelm (1964, trans. from German 2nd edition 1960).
    I & II Samuel, A Commentary. Westminster John Knox Press.



  • Tsumura, David Toshio (2007).
    The First book of Samuel. Eerdmans.



Umum

[sunting
|
sunting sendang]

  • Breytenbach, Andries (2000). “Who Is Behind The Samuel Narrative?”. Dalam Johannes Cornelis de Moor and H.F. Van Rooy.
    Past, present, future: the Deuteronomistic history and the prophets. Brill.



  • Coogan, Michael D. (2009)
    A Brief Introduction to the Old Testament: the Hebrew Bible in its Context
    Oxford University Press
  • Dick, Michael B (2004). “The History of “David’s Rise to Power” and the Neo-Babylonian Succession Apologies”. N domestik Bernard Frank Batto and Kathryn L. Roberts.
    David and Zion: biblical studies in honor of J.J.M. Roberts. Eisenbrauns.



  • Eynikel, Erik (2000). “The Relation Between the Eli Narrative and the Ark Narratives”. Dalam Johannes Cornelis de Moor and H.F. Van Rooy.
    Past, present, future: the Deuteronomistic history and the prophets. Brill.



  • Halpern, Baruch (2001).
    David’s secret demons: messiah, murderer, traitor, king. Eerdmans.



  • Jones, Gwilym H (2001). “1 and 2 Samuel”. Privat John Barton and John Muddiman.
    The Oxford Bible Commentary. Oxford University Press.



  • Klein, R.W. (2003). “Samuel, books of”. Dalam Bromiley, Geoffrey W.
    The international standard Bible encyclopedia. Eerdmans.



  • Knight, Douglas A (1995). “Deuteronomy and the Deuteronomists”. Dalam James Luther Mays, David L. Petersen and Kent Harold Richards.
    Old Testament Interpretation. T&Ufuk Clark.



  • Knight, Douglas A (1991). “Sources”. Dalam Watson E. Mills, Roger Aubrey Bullard.
    Mercer Dictionary of the Bible. Mercer University Press.



  • Rosner, Steven (2012).
    A Guide to the Psalms of David. Outskirts Press.



  • Schleffer, Eben (2000). “Saving Saul from the Deuteronomist”. N domestik Johannes Cornelis de Moor and H.F. Van Rooy.
    Past, present, future: the Deuteronomistic history and the prophets. Brill.



  • Soggin, Alberto (1987).
    Introduction to the Old Testament. Westminster John Knox Press.



  • Spieckerman, Hermann (2001). “The Deuteronomistic History”. Dalam Leo G. Perdue.
    The Blackwell companion to the Hebrew Bible. Blackwell.



  • Van Seters, John (1997).
    In search of history: historiography in the ancient world and the origins of biblical history. Eisenbrauns.



  • Walton, John H (2009). “The Deuteronomistic History”. Dalam Andrew E. Hill, John H. Walton.
    A Survey of the Old Testament. Zondervan.



Bukan-tak

[sunting
|
sunting sumber]

  • Alexander, David; Alexander, Pat, ed. (1983).
    Eerdmans’ handbook to the Bible
    (edisi ke-[New, rev.].). Grand Rapids, Mich.: Eerdmans. ISBN 0-8028-3486-8.



  • Bright, John (1981).
    A history of Israel
    (edisi ke-3rd). Philadelphia: Westminster Press. ISBN 0-664-21381-2.



  • Bruce, F. F. (1963).
    Israel and the Nations. Grand Rapids, MI: Eerdmans.



  • Harrison, R.K. (1969).
    An Introduction to the Old Testament. Grand Rapids, Misoa: Eerdmans.



  • Kidner, Deret (1973).
    The Psalms. Downers Grove, IL: Inter-Varsity Press. ISBN 0-87784-868-8.



  • Noll, K. L. (1997).
    The faces of David. Sheffield: Sheffield Acad. Press. ISBN 1-85075-659-7.



  • Thompson, J.A. (1986).
    Handbook of life in Bible times. Leicester, England: Inter-Varsity Press. ISBN 0-87784-949-8.



Daud, Raja Israel dan Yehuda

Flat Daud

Cabang kadet
Suku Yehuda

Gelar
Jabatan baru

Pendurhaka terhadap Israel di sumber akar didikan Isyboset

Raja Yehuda

1010 SM–1003 SM
Diteruskan makanya:
Salomo
Didahului makanya:
Saul
Yamtuan Israel dan Judah

1003 SM–970 SM

Pranala luar

[sunting
|
sunting sumber]

  • Penajaman Injil: Daud
  • Maqam Tomb of Prophet Rasul Doud (David) AleiIslaam in Jerusalem (Kober utusan tuhan Daud AleiIslaam di Yerusalem
  • http://www.youtube.com/watch?v=6vIU3GVeY9I
  • Complete Bible Genealogy – Silsilah teoretis di Alkitab termasuk tanggungan Daud
  • Double Identity: Orpheus as David. Orpheus as Christ? (“Identitas ganda: Orpheus sebagai Daud. Orpheus sebagai Kristus?”) Biblical Archaeology Review
  • Pahatan bertema Daud berasal koleksi De Verda



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Daud_(tokoh_Alkitab)

Posted by: caribes.net