Nama Ayah Musa Dalam Alkitab

Musa
(bahasa Yahudi:

מֹשֶׁה,

Patokan
Mošé

Tiberias
Mōšeh
; bahasa Arab:
موسى,

Mūsā
; bahasa Ge’ez: ሙሴ
Musse) (lahir di Mesir, ~1527 SM – meninggal di Jabal Nebo, lembang Moab, tepi timur Sungai Yordan, ~1407 SM plong arwah 120 hari) merupakan sendiri nabi yang menyampaikan
Hukum Taurat
dan menuliskannya intern
Pentateveh/Pentateukh
(Lima Kitab Taurat) kerumahtanggaan Injil Ibrani atau Akad Lama di Injil Kristen. Musa yaitu anak asuh Amram bin Kehat bin Lewi, anak Yakub bin Ishak. Ia dinaikkan dijadikan utusan tuhan sekitar musim 1450 SM. Ia ditugaskan untuk membawa Bani Israil (Israel) keluar dari Mesir. Namanya dituturkan sejumlah 873 kali n domestik 803 ayat intern 31 buku di Injil Terjemahan Baru[10]
dan 136 kali di kerumahtanggaan Al-Quran. Sira memiliki 2 insan anak (Gersom dan Eliezer) dan wafat di Tanah Tih (Gunung Nebo).

Daftar inti

  • 1
    Penglihatan Ibrani dan Kristen

    • 1.1
      Etimologi Nama
    • 1.2
      Parasan Belakang Lahir
  • 2
    Silsilah

    • 2.1
      Lahir dan Masa Muda
    • 2.2
      Masa Dewasa
    • 2.3
      Kembali ke Mesir bakal membawa Israel ke asing
    • 2.4
      Kematian Musa
    • 2.5
      Peladenan

      • 2.5.1
        Penulis
      • 2.5.2
        Hakim
      • 2.5.3
        Penghasil Tabut Akad
    • 2.6
      Peran
    • 2.7
      Galleri
  • 3
    Pandangan Islam

    • 3.1
      Genealogi
    • 3.2
      Tulang beragangan fisik
    • 3.3
      Biografi

      • 3.3.1
        Lahir
      • 3.3.2
        Mimpi Firaun
      • 3.3.3
        Musa berlawan ibunya
    • 3.4
      Masa Kenabian

      • 3.4.1
        Musa menghadapi Firaun
      • 3.4.2
        Akad nikah Musa dengan Shafura binti Syu’aib
      • 3.4.3
        Pun ke Mesir
      • 3.4.4
        Musa bermunajat di Ardi Sina
      • 3.4.5
        10 Perintah Tuhan
      • 3.4.6
        Samiri dan berhalanya
      • 3.4.7
        Harapan Ibnu Israel mengaram Tuhan
      • 3.4.8
        Sifat tulen Bani Israil
    • 3.5
      Perjumpaan Musa dengan insan saleh
    • 3.6
      Kisahan sepupu Musa
  • 4
    Lihat pula
  • 5
    Pranala luar
  • 6
    Footnote
  • 7
    Wacana

Pandangan Yahudi dan Masehi

Musa merupakan seseorang yang diutus maka itu Halikuljabbar bakal menyekar memerdekakan bangsa Israel bermula perabdian Mesir, dan menuntun mereka pada petak akad nan dijanjikan Halikuljabbar kepada Abraham, adalah kapling Kanaan.

Musa mesti melewati berjenis-tipe rintangan sebelum yang belakang sekalinya benar-etis menerima mandat sbg insan yang diutus oleh Allah lakukan memerdekakan bangsa Israel, misalnya: hampir dibunuh ketika sira medium bayi, dikejar-kejar maka itu Firaun, sampai mesti menjalani hidup sbg gembala di lahan Midian selama 40 tahun. Itu semua diijinkan Yang mahakuasa untuk mewujudkan karakternya, sampai yang belakang sekalinya Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dalam peristiwa semak duri nan menyala, semata-mata lain dimakan api.[11]

Ketika Musa sudah menerima mandat kerjakan memerdekakan bangsa Israel, kuasa Tuhan berangkat menyertai Musa, ditandai dengan keadaan mujizat-mujizat yang diselenggarakan oleh Tuhan melalui Musa, baik saat musim ampunan Israel dengan tulah-tulah, maupun ketika masa perjalanan bangsa Israel ke Kanaan.

Pada yang belakang sekalinya, Musa lain sampai memelopori nasion Israel ikut ke tanah Kanaan, maka dari itu karena kesalahan congor Musa di Mara yang disebabkan oleh alangkah pahit hati Musa menghadapi insan Israel. Musa hanya mengantarkan sosok Israel sampai ke selokan sungai Yordan, sebelum menyeberang ke tanah Kanaan, tanah nan dijanjikan tersebut. Musa yang belakang sekalinya digantikan makanya orang bawahannya yang setia yaitu Yosua kacang Nun, yang yang bokong sekalinya bertelur memimpin bangsa Israel masuk dan meninggali petak Kanaan.

Garis musim semangat
Musa
adalah sbg berikut:

  • Musa dilahirkan pasca- Yusuf meninggal, di dalam pemerintahan Firaun.
  • Musa bersumber terbit suku Lewi.

Etimologi Jenama

Menurut Kitab Alumnus, nama Musa (Mošeh משה) faedahnya “diangkat dari air” dari akar pembukaan
mšh
משה “menyanggang, menarik ke luar”, menurut
Keluaran 2:10:

Dayang Firaun … .. menamainya Musa (משה), karena katanya: “Karena diri seorang telah menariknya (משיתהו) dari cairan.”[12]
  • Berusul petuah makhluk-orang Aram dan Neo-Hitit, penduduk di Sam’al Utara, Yahudi, menamakan bahwa aci jejak-jejak kebudayaan nini moyang pahlawan Moschos, menunjuk kepada pahlawan Yunani Mopsus (penting “ijil”) yang punya beberapa ekuivalensi dengan Musa.
    [13]
    Kesamaan-kesejajaran ini namun berkisar lega kedekatan lokasi dan kemiripan nama.

Parasan Belakang Lahir

perigi: Kitab Keluaran pasal 1
Sebelum bangsa Israel diperbudak, mereka nyawa doyan di tanah Mesir, yaitu selama bangsa Mesir gemuk di asal rezim Yusuf. Yusuf merupakan seorang putra Israel nan dijual ke tanah Mesir oleh saudara-saudaranya oleh karena iri hati. Namun berkat pertolongan Tuhan, Yusuf bisa melewati banyak penderitaan dan pada nan belakang sekalinya dijadikan penguasa nomor dua di Mesir, hanya setingkat bersama-sama di bawah Firaun yang masa itu berkuasa. Firaun menerimakan kuasa dan pendamping penuh kepada Yusuf bakal berbuat apapun yang dianggap Yusuf baik cak bagi Mesir. Kesudahan Yusuf memboyong keluarganya, adalah Yakub (nan juga dikata Israel), ayahnya, beserta seluruh batih uri-saudaranya, pindah ke tanah Mesir, karena di Kanaan tempat keluarganya semula bertempat terjadi kelaparan hebat. Itulah mulanya mulanya bangsa Israel dapat silam di Mesir.
Lama selepas Yusuf meninggal, kesudahan bangkitlah seorang ratu hijau memerintah tanah Mesir, yang enggak mengenal Yusuf (tidak sadar lagi tingkah laku yang berjasa Yusuf cak bagi petak Mesir). Berkatalah kaisar itu kepada rakyatnya: “Bangsa Israel itu sangat banyak dan lebih akbar jumlahnya dari pada kita. Ayo kita berperan dengan pandai terhadap mereka, supaya mereka jangan bertambah banyak kembali dan–kalau terjadi peperangan–jangan bersekutu nanti dengan jodoh kita dan memerangi kita, adv amat menyadran berpokok negeri ini.”[14]

Oleh karena itu, raja (Firaun) itu dan rakyatnya melakukan bilang tingkah laku yang dibuat bikin menekan laju pertumbuhan penduduk Israel:

  1. Ahli nujum-pengawas rodi diletakkan atas mereka kerjakan memperbudak mereka dengan kerja pejaka: mereka mesti mendirikan bagi Firaun kota-ii kabupaten perbekalan, yakni Pitom dan Raamses.[15]
    Namun segala hal tersebut ternyata tidak bisa menekan angka pertumbuhan penghuni Israel. Makin ditindas, makin lebih banyak dan berkembang mereka, sehingga orang merasa takut kepada orang Israel itu.[16]
  2. Suntuk dengan ki busuk basyar Mesir memaksa sosok Israel bekerja, dan memahitkan hidup mereka dengan pegangan yang runyam, yakni mengerjakan tanah liat dan bisikan bata, dan berbagai-bagai pencahanan di padang, ya barang apa tiang penghidupan yang dengan biadab dipaksakan hamba allah Mesir kepada mereka itu.[17]
  3. Raja Mesir juga memerintahkan kepada bidan-bidan nan menolong perempuan Ibrani, seorang bernama Sifra dan nan enggak bernama Pua, katanya: “Apabila engkau menolong perempuan Yahudi pada waktu beranak, dia mesti memperhatikan waktu anak itu kelahiran: bila anak laki-junjungan, sira mesti membunuhnya, sahaja bila anak cewek, bolehlah engkau hidup.”
    Sahaja dukun bayi-bidan itu takut akan Allah dan enggak mengerjakan begitu juga yang diceritakan yang dipertuan Mesir kepada mereka, dan membiarkan jabang bayi-jabang bayi itu arwah. Habis raja Mesir menegur suster-bidan itu dan berdiskusi kepada mereka: “Mengapakah dia berbuat demikian membiarkan semangat bayi-orok itu?” Jawab bidan-bidan itu kepada Firaun: “Karena perempuan Yahudi berlainan dengan perempuan Mesir; melainkan mereka awet: sebelum dukun beranak nomplok, mereka sudah lalu bersalin.” Akibatnya Halikuljabbar berbuat baik kepada paramedis-bidan itu; lebih banyaklah bangsa itu dan sangat berpulun-pulun. Dan karena bidan-bidan itu takut akan Allah, karenanya Ia menciptakan mereka berumah tataran.[18]
  4. Adv amat Firaun memberi perintah kepada seluruh rakyatnya: “Lemparkanlah segala apa anak pria nan lahir untuk individu Yahudi ke privat sungai Nil; sahaja segala anak asuh pemudi biarkanlah hidup.”[19]

Silsilah

Menurut catatan Bibel, alur keluarga Musa dari Lewi merupakan sbg berikut:

Lewi (isteri)
Gerson Kehat Merari
Yokhebed Amram Yizhar Hebron Uziel
Miryam Harun Musa

Lahir dan Masa Muda

sumber: Kitab Lulusan pasal 2
Musa merupakan putra Amram bin Kehat dan Yokhebed, istrinya. Yokhebed dan Kehat yakni momongan-anak Lewi. Musa memiliki dua orang kakak, adalah Miryam dan Harun.

  • Setelah melahirkan Musa, Yokhebed melihat, bahwa anak asuh itu cantik, disembunyikannya 3 wulan lamanya. Tetapi ia bukan bisa menyembunyikannya lebih lama juga, karena itu diambilnya sebuah peti pandan, dipakalnya dengan gala-gala dan aspal, diletakkannya bayi itu di dalamnya dan ditaruhnya peti itu di tengah-tengah teberau di comberan sungai Nil; kakaknya perempuan (Miryam) remang di palagan yang bertambah kurang jauh untuk melihat, apakah yang akan terjadi dengan ia.[20]
  • Jadinya datanglah puteri Firaun untuk bersiram di sungai Nil, medium dayang-dayangnya berjalan-jalan di tepi sungai Nil, lampau terlihatlah olehnya kotak yang di tengah-tengah teberau itu, karenanya disuruhnya orang bawahannya perempuan untuk mengambilnya. Saat dibukanya, diamatinya bayi itu, dan tampaklah anak asuh itu menangis, sehingga belas kasihanlah ia kepadanya dan bersuara: “Tentulah ini kanak-kanak anyir orang Ibrani.”[21]
  • Lalu bertanyalah Miryam, ayunda anak itu, kepada puteri Firaun: “Akan kupanggilkah bakal tuan puteri seorang inang penyusu dari perempuan Ibrani buat menyusukan bayi itu cak bagi tuan puteri?” Sahut puteri Firaun kepadanya: “Baiklah.” Lampau pergilah gadis itu memanggil Yokhebed, ibu orok itu. Hasilnya berkatalah puteri Firaun kepada ibu itu: “Bawalah bayi ini dan susukanlah beliau bagiku, karenanya diri koteng akan membagi upah kepadamu.” Kesudahan putri itu mengambil kanak-kanak anyir itu dan menyusuinya. Ketika anak itu mutakadim akbar, dibawanyalah kepada puteri Firaun, yang mengangkatnya dijadikan anaknya, dan menamainya Musa, karena katanya: “Karena diri sendiri sudah menariknya berpokok cair.”[22]

Masa Dewasa

Ketika Musa berusia 40 tahun, ia keluar mendapatkan saudara-saudaranya lakukan melihat kerah mereka; lampau dilihatnyalah koteng Mesir menggampar seorang Ibrani, sendiri mulai sejak saudara-saudaranya itu. Ia menoleh ke sana sini dan ketika diamatinya tidak aci sosok, dibunuhnya orang Mesir itu, dan disembunyikannya mayatnya internal batu halus.[23]

  • Momen keesokan harinya ia keluar pula, didapatinya dua insan Ibrani tengah berkelahi. Ia berdebat kepada nan mengamalkan salah itu: “Mengapa engkau martil temanmu?” Hanya jawabnya: “Siapakah yang menyanggang engkau dijadikan ketua dan hakim atas kami? Apakah engkau bermaksud membunuh diri sendiri, selaras sebagaimana dia telah membunuh orang Mesir itu?” Musa dijadikan takut, karena pikirnya: “Tentulah perkara itu mutakadim ketahuan.” Momen Firaun mendengar tentang perkara itu, dicarinya muslihat untuk memenggal Musa.[24]
  • Sahaja Musa melarikan diri berpokok aribaan Firaun dan berangkat di persil Midian, lalu ia duduk-duduk di tepi sebuah perigi. Akan halnya imam di Midian itu mempunyai sapta anak cewek. Mereka datang menimba hancuran dan memuati palungan-palungan untuk menjatah minum kambing kambing arab ayahnya. Jadinya datanglah gembala-gembala yang mengusir mereka, dahulu Musa bangung menolong mereka dan memberi minum kambing domba mereka.[25]
  • Ketika mereka hingga kepada Rehuel, ayah mereka, berkatalah anda: “Mengapa selekas itu beliau pulang hari ini?” Jawab mereka: “Seorang Mesir menolong kami terhadap gembala-gembala, malar-malar beliau menimba cairan banyak-banyak bikin kami dan memberi minum embek domba.” Ia berucap kepada anak asuh-anaknya: “Di manakah ia? Mengapakah dia tinggalkan orang itu? Panggillah ia bersantap.”[26]
  • Musa bersedia suntuk di rumah itu, suntuk Rehuel memberikan Zipora, anaknya, kepada Musa. Perempuan itu melahirkan 2 anak lelaki, karenanya Musa menamainya yang sulung Gersom, karena katanya: “Diri koteng telah dijadikan koteng pelimbang di negeri luar.”[27]
    [28]
    dan nan seorang pula bernama Eliezer, karena katanya: “Allah bapaku merupakan penolongku dan sudah menyelamatkan diri sendiri dari pedang Firaun.”[29]

Kembali ke Mesir untuk membawa Israel ke luar

Kesudahan Musa diutus maka itu Allah nan cakap kepada Musa menerobos sendiri malaikat dalam rancangan nyala api nan keluar dari samun yang bernyala-nyala doang tidak terbakar. Allah mengutus Musa bikin menguburkan bangsa Israel semenjak perbudakan. Musa pun kembali ke Mesir bakal berharap Firaun melepaskan bangsa Israel dengan didampingi Harun, plasenta laki-laki lebih tuanya.

Firaun tidak bersedia melepaskan bangsa Israel karena hatinya dikeraskan oleh Tuhan lakukan menunjukkan kuasa Almalik kepada basyar. Yang pinggul sekalinya Allah menimpakan sepuluh laknat kepada bangsa Mesir yang puncaknya diperingati oleh bangsa Ibrani sbg hari raya
Pesakh
atau pelepasan (Paskah zaman Akad Lama menurut makhluk Serani) dimana Firaun takluk dan membiarkan bangsa Israel berkunjung. Pada periode itu ialah copot 15 bulan Nisan (~25 April 1446 SM[30]) bangsa Israel dibawa oleh Musa ke luar dari Mesir.

Musa memimpin bangsa Israel dari Mesir menuju tanah akad yang mampu buah dada dan madunya, yaitu petak Kanaan. Saat tiba keluar dari Mesir, sang Firaun menidakkan akalnya dan berburu kembali individu Israel. Musa kesudahan membelah Laut Merah sehingga rakyat Israel yang damping terkejar bisa menyeberang dan kesudahan Musa menabrakkan perahu para pengejar nan berusaha menyirat kembali orang Israel. Sepanjang avontur, bangsa Israel terus menghubungkan dan mencobai Allah sehingga Allah murka dan memidana Israel mengembara di gurun 40 musim.

Musa mengamini Sepuluh Perintah Halikuljabbar di bukit Sinai, dan mengamini statuta-peratuan peribadatan dan syariat-syariat sipil nan diterapkan oleh nasion Israel sampai hari ini. Halikuljabbar dengan asosiasi Musa melakukan banyak mujizat kepada bangsa Israel nan tidak percaya seperti memberikan
manna, cairan, dan burung puyuh bikin dijadikan nafkah inti orang Israel selama di sahara sehingga mereka tidak kelaparan maupun kehausan. Setelah 40 tahun lamanya memutari semenanjung Arab, bangsa Israel mencecah tanah Kanaan, tetapi Musa dilarang Almalik kerjakan memasukinya, karena pernah berdosa kepada-Nya.

Kematian Musa

Sebelum matinya, naiklah Musa berpangkal lembang Moab ke atas gunung Nebo, yakni ke atas puncak Pisga, nan di resistansi Yerikho, tinggal Tuhan menunjuk-nunjukkan kepadanya seluruh wilayah itu.[31]

Dan berfirmanlah Yang mahakuasa kepadanya [Musa]: “Inilah daerah yang Kujanjikan dengan sumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub; demikian: Kepada keturunanmulah akan Kuberikan daerah itu. Diri sendiri mengizinkan ia melihatnya dengan matamu seorang, tetapi dia enggak akan menyeberang ke sana.”
[32]

Terlampau matilah Musa, orang anak buah TUHAN itu, di sana di tanah Moab, sesuai dengan firman TUHAN. Dan dikuburkan-Nyalah kamu [Musa] di suatu lembah di tanah Moab, di pertentangan Bet-Peor, dan lain aci orang nan luang kuburnya sampai waktu ini.[33]

Kepemimpinan Musa kesudahan digantikan oleh Yosua bin Nun, sendiri jenderal yang berdiri akan Yang mahakuasa.[34]

Pelayanan

Sejauh hidupnya, Musa mengamalkan bermacam ragam fungsi pelayanan, nasihat tidak:

Penulis

Musa yaitu penulis (atau penggarap bahan) dari 5 kitab permulaan dari Bibel Ibrani maupun Akad Lama di Injil. Kitab-kitab tersebut dalam Injil bahasa Indonesia diberi judul: Perihal sahnya, Lulusan, Imamat, Bilangan, dan Ulangan. Kitab-kitab tersebut kesudahan dikenal di gudi bani adam Yahudi dengan nama Taurat, karena di dalam kitab-kitab tersebut terkandung berlebihan perintah-perintah yang disampaikan oleh Tuhan kepada Musa untuk bangsa Israel.

Wasit

Musa mengatur kehidupan seluruh umat Israel, dan menyelesaikan persoalan-permasalahan yang aci di n domestik bangsa Israel. Namun makin lama persoalan itu makin banyak, dan Musa teristiadat menangani persoalan seluruh bangsa Israel yang mengantri untuk tergarap permasalahannya bersumber pagi hingga malam hari. Atas saran Yitro mertuanya, Musa mengangkat pemimpin-pemimpin atas bangsa itu buat menangani perkara-perkara yang mungil-kerdil, sehingga Musa hanya menangani masalah-kebobrokan yang cukup akbar belaka.

Pencipta Tabut Akad

Musa, atas perintah Almalik, menciptakan tabut akad dan bivak ceria, di mana di dalam tabut akad itu terdapat dua loh alai-belai yang memuat sepuluh perintah Allah. Intern pembuatan itu, Musa dibantu maka dari itu Bezaleel bin Saudara bin Hur dari suku bangsa Yehuda dan Aholiab bin Ahisamakh dari tungkai Dan. Mereka berdua merupakan orang-insan nan diperlengkapi Tuhan dengan kepakaran.

Peran

Di intern Alkitab,
Musa
merupakan seseorang yang diutus makanya Tuhan kerjakan memerdekakan nasion Israel berpokok perhambaan Mesir dan menuntun Israel menuju kapling akad, yakni tanah Kanaan.

Musa kembali punya peran untuk mengebah sisi-jihat pribadi Almalik, yang pada zaman cucu adam Israel dianggap sbg Pribadi yang menakutkan dan cenderung bikin menghukum. Musa menunjukkan bahwa bahkan pada zaman itu pun Musa bisa bertahuan karib dengan Tuhan, malar-malar sampai dituturkan cakap terus-terang muka dengan Allah sebagaimana sekelamin sahabat.

Musa sekali lagi mengajarkan bagaimana untuk dijadikan koteng majikan yang penuh belas kasihan terhadap bani adam-orang nan dipimpinnya. Di dalam banyak kesempatan ketika anak adam Israel memberontak, Almalik sudah “menawarkan” kepada Musa untuk mengambil perlintasan pintas, yaitu dengan Halikuljabbar memberantas seluruh orang Israel, dan akan menjadikan bermula Musa sendiri, satu keturunan, bangsa nan akbar. Doang Musa berusaha bisa kerjakan tak menitikberatkan dirinya sendiri, dan memperjuangkan orang Israel di pangkuan Tuhan.

Cuma Musa juga bisa marah bila masanya tepat. Musa tekun marah kepada orang Israel ketika orang Israel, apalagi setakat Harun, kakaknya, mengamalkan dosa dengan menyembah patung Lembu Kencana, sementara Musa menengah menaiki ke gunung Sinai lakukan mendapatkan pelihara dari Tuhan untuk bangsa Israel.

Galleri

Pandangan Islam

Musa memperoleh julukan
Kalim Tuhan
(كليم الله,
Kalimullah) nan faedahnya orang nan diajak cakap maka dari itu Allah. Malah tidak sukar ia berdiskusi dengan Allah, sumbang saran selang sendiri manusia bawahan yang lewat dekat dengan Sang Kekasih Yang Maha Pengasih.[35]

Genealogi

Musa kedelai Imran bin Fahis bin ‘Azir polong Lawi kedelai Ya’qub bin Ishaq kacang Ibrahim bin Azara bin Nahur kedelai Suruj kacang Ra’u kedelai Falij bin ‘Abir bin Syalih kacang Arfahsad bin Syam bin Nuh. Padahal nama ibunda Musa memiliki etiket Yukabad, argumen lain mengatakan namanya ialah Yuhanaz Bilzal.[36]
Kesudahan Musa menikah dengan puteri Syu’aib yaitu Shafura (Shafrawa/Safora/Zepoporah) dan memiliki baka berjumlah 4 individu, mereka adalah Alozar, Fakhkakh, Mitha, Yasin, Ilyas.

Bentuk fisik

Diceritakan intern cerita Muhammad di perjalanannya memfokus
Sidrat al-Muntaha, ketika ia sampai di Langit
Al-Khaliishah
(Keenam), bahwa Muhammad melihat Musa memiliki postur hierarki dan kekar, berambut lebat, memiliki jenggot putih hierarki menghampari dadanya, rambutnya hampir menutupi badannya dan sekali lalu menyambut tongkat.[37]

Biografi

Lahir

Musa diutus Almalik bakal memimpin kabilah Israel ke transisi yang aci. Engkau yakni anak Imran dan Yukabad binti Qahat, dan bersaudara dengan Harun, dilahirkan di Mesir sreg pemerintahan
Maneftah,[38]
sedangkan beberapa argumen ia ialah ayah semenjak Maneftah yaitu
Ramses Akbar
[39]
atau “Thutmosis“.[40]

Mimpi Firaun

Pada masa lahir Musa, Firaun menciptakan peraturan untuk membantai setiap jabang bayi lelaki yang lahir. Tingkah kayun yang dibuat itu diambil karena ia sudah terpengaruh oleh orang pintar kerajaan yang menafsirkan mimpinya. Firaun bermimpi Mesir terbakar dan penduduknya ranah, kecuali kabilah Israel, sedangkan paranormalnya mengatakan kekuasaan Fir’aun akan jatuh ke tangan sendiri laki-laki dari nasion Israel. Karena cemas, ia memerintahkan setiap rumah digeledah dan bila menemukan bayi suami-junjungan, karenanya kanak-kanak anyir itu mesti dibunuh.

Yukabad bersalin sendiri jabang bayi laki-laki (Musa), dan lahir itu dirahasiakan. Karena risau dengan keselamatan Musa, yang belakang sekalinya Musa dihanyutkan ke Sungai Nil ketika berusia 3 rembulan. Kesudahan Musa ditemukan maka itu Asiyah istri Firaun, yang menengah mandi dan kesudahan membawanya ke kastil. Mematamatai istrinya membawa seorang bayi laki-junjungan, Firaun akan memenggal Musa. Istrinyapun bercakap: “Jangan membunuh anak ini karena diri sendiri menyayanginya. Lebih baik kita mengasuhnya seperti momongan kita sendiri karena diri sendiri tak mempunyai anak.” Dengan kata-kata berpunca istrinya tersebut, Firaun tidak sampai hati bagi membunuh Musa.

Musa bersabung ibunya

Kesudahan istri Firaun mencari wali, tapi tak seorang kembali yang bisa menyusui Musa dengan baik, ia menangis dan tak cak hendak disusui. Selepas itu, ibunya sendiri mengajukan diri untuk momong dan membesarkannya di istana Firaun. Diceritakan internal Al-Quran: “Risikonya Kami kembalikan Musa kepada ibunya biar senang hatinya dan tak berduka cita dan supaya ia mengetahui kontrak Halikuljabbar itu aci, semata-mata kebanyakan basyar enggak mengetahuinya.”

Pada suatu waktu, Firaun memangku Musa yang semenjana kanak-kanak, tetapi mendadak janggutnya ditarik Musa hingga ia kesakitan, lalu berfirman: “Wahai istriku, mungkin anak inilah nan akan menjatuhkan kekuasaanku.” Istrinya berkata: “Sabarlah, ia sedang anak-anak, belum berakal dan belum mencerna apa sekali lagi.” Sejak berusia tiga bulan hingga dewasa Musa lalu di istana itu sehingga orang memanggilnya Musa bin Firaun. Nama Musa sendiri diberi keluarga Firaun. “Mu” faedahnya cairan dan “sa” merupakan ajang penemuannya di selokan sungai Nil.

Periode Kenabian

Musa menghadapi Firaun

Kisah permasalahan di selang mukjizat Utusan tuhan Musa dengan sihir dari tukang sihir firaun dikata bermula disebab satu peristiwa di mana plong suatu ketika semasa Musa menjeput melinjo di sekitar daerah tingkat dan kesudahan dia melihat dua lanang sedang berkelahi, saban di kalangan Bani Israel bernama Samiri dan bangsa Mesir, Fatun. Melihatkan kegaduhan itu Musa cak hendak mententeramkan mereka, tetapi ditepis Fatun. Tanpa berlengah Musa lampau mengayunkan suatu batu ke atas Fatun, lalu tersungkur dan tutup umur.

Ketika laki-junjungan itu tutup arwah karena tingkah kayun yang dibuatnya, Musa memohon ampun kepada Halikuljabbar sama dengan dinyatakan n domestik al-Quran: “Musa sembahyang: Aduhai Tuhanku, sesungguhnya diri sendiri telah menganiayai diriku seorang karena itu ampunilah diri sendiri. Karenanya Allah mengampuninya, sememangnya Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

Pernikahan Musa dengan Shafura binti Syu’aib

Saja, tidak lama kesudahan anak adam banyak mengerti kematian Fatun disebabkan Musa dan berita itu turut disampaikan kepada pemimpin kanan Firaun. Nan belakang sekalinya mereka akan menangkap Musa. Disebabkan terdesak, Musa mengambil keputusan keluar dari Mesir. Engkau berjalan minus jihat dan sasaran, doang pasca- lapan tahun, ia setakat di kota Madyan, iaitu kota Nabi Syu’aib di timur Jazirah Sinai dan Teluk Aqabah di daksina Palestina.

Musa tinggal di kondominium Nabi Syu’aib beberapa lama sehingga menikah dengan anak gadisnya bernama Shafura. Setelah menjalani usia laki gula-gula di Madyan, Musa berkeinginan izin Syu’aib untuk pulang ke Mesir. Privat avontur itu, yang belakang sekalinya Musa dan isterinya start di Bukit Sinai. Pecah jauh, anda terlihat jago merah, lalu terfikir akan mendapatkannya buat dijadikan obor penjelas perlintasan. Musa meninggalkan istrinya sececah untuk mendapatkan jago merah itu. Apabila setakat di tempat jago merah menyala itu, ia menemukan api tunu pada pinang sebatang pokok kayu, tetapi tidak membakar pohon berhubungan. Ini membingungkannya dan momen itu sira terdengar suara wahyu tinimbang Tuhan.

Setelah itu Allah bersuara kepadanya, bermaksud: “….Wahai Musa sesungguhnya Diri sendiri Yang mahakuasa, ialah Almalik semesta dunia.”

Firman-Nya lagi, bermaksud: “Dan lemparkan tongkatmu, apabila tongkat itu dijadikan ular Musa melihatnya berkampanye seperti seekor ular bura, anda berundur tanpa menoleh. Aduhai Musa datanglah kepada-Ku, janganlah sira meleleh, sungguh sira teragendakan orang yang terjamin.”

Selepas itu Sang pencipta berujar lagi kepada Musa, maksudnya: “Masukkan tanganmu ke gala bajumu, tentu keluar kalis bersinar dan dekapkan kedua tanganmu ke dada kerana kegenturan….” Tongkat dijadikan ular belang dan tangan tahir berseri-kurat itu merupakan dua mukjizat yang dikurniakan Allah kepada Musa.

Lagi ke Mesir

Saat ia dalam perjalanan pulang dari Madyan ke Mesir, bagi menghadapi Firaun dan pengikutnya yang fasik. Firaun cukup marah mengetahui kepulangan Musa yang ingin mengangkut nasihat lain tinimbang yang diamalkan selama ini sehingga menyebut semua pandai sihir bikin cundang dua mukjizat bersambung. Pandai sihir Firaun saban mengeluarkan kekaguman, aci selang mereka melempar tali dahulu dijadikan ular. Namun, semua ular nan dibawa pandai sihir itu ditelan ular akbar yang bersumber daripada tongkat Musa.

Firman Allah bermaksud: “Dan lemparkanlah segala apa nan aci di tangan kananmu, tentu kamu akan menelan barang apa nan mereka cak bagi. Sepantasnya segala apa yang mereka buat itu hanya tipu daya pakar sihir dan tidak akan menang tukang sihir itu terbit mana cuma ia datang.”

Semua kekaguman tukang sihir itu dihancurkan Musa memakai dua mukjizat berhubungan, menyebabkan sejumlah dari kalangan pengikut Firaun, termasuk istrinya mengikuti nasihat nan dibawa Musa. Melihatkan pandai sihir dan beberapa pengikutnya percaya dengan nasihat Nabi Musa, Firaun murka, tinggal menghukum golongan berhubungan. Manakala istrinya koteng disiksa hingga tutup sukma.

Utusan tuhan Musa bersama hamba allah beriman terpaksa melarikan diri sehingga mereka sampai di Laut Merah. Namun, Firaun dan tentaranya yang sudah mengamuk berburu mereka semenjak pinggul, tetapi semua mereka lengang terendam di pangkal Laut Abang.

Al-Quran menceritakan: “Dan ingatlah ketika Kami belah laut untukmu, lalu Kami selamatkan anda dan Kami tenggelamkan Firaun dan pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan.” (Al Baqarah 2:50)

Musa bermunajat di Argo Sina

Sehabis keluar dari Mesir, Nabi Musa bersama sebahagian pengikutnya dari kalangan Anak lelaki Israel menuju ke Ancala Sina bikin mendapatkan kitab panduan daripada Allah. Semata-mata, sebelum itu Musa disyaratkan berpuasa sepanjang 30 hari pada Zulkaedah. Detik mahu bermunajat, dia beranggapan bau mulutnya abnormal menyenangkan. Sira menggosok persneling dan mengunyah patera kayu, terlampau tingkah lakunya ditegur malaikat dan anda diwajibkan bertarak 10 hari lagi. Dengan itu puasa Musa genap 40 hari.

Sewaktu bermunajat, Musa bertutur: “Ya Tuhanku, nampakkanlah zat-Mu kepadaku cak agar diri sendiri bisa melihatMu.” Allah berfirman: “Beliau tidak akan sanggup melihatKu, tetapi coba lihat ardi itu. Bila ia tetap berdiri kabur di tempatnya sebagai halnya mulanya, karenanya niscaya sira bisa melihatku.” Musa terus memandang ke sebelah bukit nan dimaksudkan itu dan dengan berangkat-tiba dolok itu hancur sampai turut ke rahim bumi, tanpa meninggalkan bekasnya. Musa terkinjat dan gementar seluruh tubuh lampau kolaps.

10 Perintah Sang pencipta

Ketika sadar, Musa terus bertasbih dan memuji Allah, serta merta bersuara: “Maha besarlah Sira ya Sang pencipta, ampuni diri sendiri dan padalah taubatku dan diri sendiri akan dijadikan makhluk mula-mula beriman kepadaMu.” Sewaktu bermunajat, Almalik mengedrop kepadanya kitab Taurat. Menurut juru kata tambahan, ketika kitab itu berwujud kepingan batu alias kayu, sekadar padanya terperinci barang apa panduan ke persilihan diridhai Almalik. Kesepuluh Perintah Yang mahakuasa itu mengandung bilang pernyataan-penyataan teradat yang secara total makin dari 10. Semata-mata, Kitab Suci seorang menunjukkan aturan “10”, memakai frasa ‘aserethad’varim didefinisikan sbg 10 perkenalan awal, pernyataan, atau benda. Agama-agama yang bermacam-keberagaman mengelompokkan pernyataan-penyataan mesti tersebut sehingga dijadikan 10 bidang.

Berikut inti sepuluh perintah tersebut sbg berikut:

  1. Akulah Halikuljabbar, Allahmu. Jangan aci padamu allah lain selain-Ku.
  2. Jangan menciptakan bagimu patung (sembahan) nan mirip apapun.
  3. Jangan menyebut nama Yang mahakuasa: Allahmu, dengan merambang.
  4. Ingatlah dan kuduskanlah waktu Sabat.
  5. Hormatilah ayah dan ibumu.
  6. Jangan mendebah.
  7. Jangan berzinah.
  8. Jangan mencuri.
  9. Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.
  10. Jangan mengingini properti sesamamu (Janganlah mengingini istri, maupun makhluk bawahan laki-lakinya, maupun orang bawahan perempuannya, maupun lembunya, atau keledainya, atau hartanya, atau apapun yang dipunyai sesamamu)

Samiri dan berhalanya

Sebelum Musa berkunjung ke ancala itu, kamu berjanji kepada kaumnya tidak akan meninggalkan mereka lebih 30 hari. Tetapi Utusan tuhan Musa terhambat 10 hari, karena terpaksa mencukupkan 40 masa puasa. Anak lelaki Israel kecewa dengan kelewatan Musa pula kepada mereka. Ketiadaan Musa membuatkan mereka seolah-olah dalam keremangan dan aci selang mereka berfikir melampaui batas dengan menyangka ia tidak akan pun lagi. Privat kondisi tidak menentu itu, koteng ahli sihir berpokok landasan mereka bernama Samiri mengambil kesempatan menyebarkan tingkah laku syirik. Ia lagi mengatakan Musa tersesat n domestik mencari halikuljabbar dan tidak akan kembali. Ketika itu juga, Samiri menciptakan anak asuh sapi bersumber emas. Sira memasukkan segumpal tanah, bekas dilalui tapak suku kuda Jibril ketika mengetuai Musa dan pengikutnya menyeberangi Laut Merah. Patung itu dijadikan Samiri bersuara.(Menurut kisah, momen Musa dengan kudanya kepingin menyeberangi Laut Ahmar bersama kaumnya, Jibril aci di hadapan tambahan pula dulu dengan menaiki kuda betina, kesudahan diikuti jaran jantan nan dinaiki Musa dan pengikutnya. Kesudahan Samiri menyeru kepada manusia gaduh: “Wahai maskapai-kawanku, persangkaannya Musa telah tak aci lagi dan bukan aci manfaatnya kita menyembah Tuhan Musa itu. Sekarang, marilah kita sembah ijil nan diperbuatkan daripada kencana ini. Ia bisa bersuara dan inilah allah kita yang bukan sewenang-wenang disembah.”

Selepas itu, Musa kembali dan melihat kaumnya menyembah patung pedet. Anda marah dengan tingkah larap nan dibuat Samiri.

Firman Allah: “Kesudahan Musa lagi kepada kaumnya dengan marah dan berduka hati. Berucap Musa: wahai kaumku, bukankah Tuhanmu prospektif kepada engkau satu kontrak yang baik? Apakah sudah lalu lama tahun berlalu itu bagimu atau engkau menghendaki supaya kemurkaan Tuhanmu menimpamu, kerana itu kamu mencium akadmu dengan diri sendiri.”

Musa berpolemik Samiri, sama dengan diceritakan privat al-Quran: “Berucap Musa; apakah yang mendorongmu berbuat demikian Samiri? Samiri menjawab: Diri sendiri memafhumi sesuatu nan mereka lain mengetahuinya, karenanya diri koteng renggut segenggam tanah (medan tapak Jibril) lalu diri koteng masukkan dalam patung anak sapi itu. Demikianlah diri koteng menuruti galakan nafsuku.”

Kesudahan Musa bersuara: “Pergilah kamu dan pengikutmu daripadaku, patung anak sapi itu akan diri seorang bakar dan lemparkannya ke laut, selayaknya engkau akan memperoleh siksa.”

Harapan Ibnu Israel melihat Tuhan

Umat Rasul Musa berperangai keras kepala, lever mereka tertutup oleh kekufuran, malah gemar melakukan perkara terlarang, sehingga sanggup menyatakan harapan melihat Allah, baru mau beriktikad. Firman Almalik: “Dan ingatlah saat kamu berkata: Duhai Musa, kami tak akan beriktikad kepadamu sebelum kami menyibuk Allah dengan terang, karena itu kamu disambar halilintar, padahal kamu menyaksikannya. Selepas itu Kami bangkitkan beliau selepas nyenyat, supaya engkau bersyukur.”

Resan masif Bani Israil

Halikuljabbar memberikan banyak nikmat kepada Bani Israel, selangnya dibebaskan daripada kezaliman Firaun, menjalani hayat di daerah subur, memiliki Taurat dan rasul di kalangan mereka, saja mereka tidak bersyukur, malah memberikan banyak argumen. Mereka juga membelakangi wahi Allah kepada Musa supaya beralih ke Palestina. Argumen diberikan karena mereka berdiri menghadapi suku Kan’an. Telatah Ibni Israel yang pengecut itu menyedihkan hati Musa, lalu ia berdoa: “Ya Rabi, diri sendiri tidak memecahkan selain diriku dan diri saudaraku Harun, karenanya pisahkanlah kami dari orang fasik yang mengingkari nikmat dan kurnia-Mu.”

Hukuman Bani Israel yang menolak perintah itu ialah Tuhan mengharamkan mereka memasuki Palestina selama 40 waktu dan sepanjang itu mereka berkeliaran di atas wajah marcapada tanpa ajang tetap. Mereka hidup dalam kebingungan sehingga semuanya musnah. Palestina kesudahan dihuni maka dari itu generasi plonco.

Bani Israel juga menghina rasul mereka, yang dapat diamati melewati cerita sapi seperti dalam surah al-Baqarah: “Dan ingatlah detik Musa berkata kepada kaumnya, sesungguhnya Allah menyuruh kamu menzabah sapi betina. Mereka berkata; apakah ia akan menjadikan kami bulan-bulanan ejekan…”

Pertemuan Musa dengan orang saleh

Ditengah-tengah khutbahnya Musa dihadapan Anak lelaki Isroil, aci salah sendiri yang berdiskusi kepada Musa, dengan pertanyaannya, apakah aci manusia nan minimum ahli perian ini. Musa hanya menjawab dialah orang yang ahli dimuka bumi ini. Dengan pernyataan Musa inilah Allah Maha Mendengar siapa nan berucap baik dengan dikatakan maupun tidak. Halikuljabbar langsung menegur Musa dengan firmanNya,” Wahai Musa, Diri sendiri memiliki hamba allah kaki tangan yang lebih juru dari kamu” Selepas Musa memperoleh teguran Almalik, ia sangat tersingahak dan dengan menunduk bercakap,” Dimanakah kami bisa bertemu hambaMu nan bertambah ahli dari aku”. Kesudahan Allah menjawab,” Hamba-Ku bisa ditemui disuatu wadah nan dikata Majma Al Bahrain”. Berpunca sinilah awal pencarian Musa bikin bertumbuk hamba allah anak buah Allah nan lebih ahli darinya yang kita tahu dengan Nabi Khidir.

Musa tutup usia ketika berusia 120 hari, tetapi aci argumen menyatakan usianya 150 tahun di Giri Nabu’, medan diperintahkan Allah cak bagi melihat tempat kalis yang dijanjikan, yaitu Palestina, sahaja kamu tidak luang memasukinya.

Kisah sepupu Musa

Intern Al Qur’an surat Al-Qasas: 76-82, dituturkan bahwa aci pelecok sendiri pengikut yang sedang sanak famili Musa yang sangat kaya, bernama Qarun. Kendatipun habis kaya, hanya kamu tidak mau menyumbangkan hartanya bagi orang papa miskin. Nasihat-nasihat Musa enggak dipedulikannya, apalagi ia serng mengejek dan memfitnah Musa.

Guna memberi les pada Qarun dan memberi hipotetis pada kaumnya, Musa menaikkan wirid kendati Allah mengedrop azabnya plong diri hartawan itu. Allah lalu membagi azab dengan menguburkan semua harta aset beserta diri Qarun melintasi gangguan lahan longsor yang dahsyat. Selain di dalam surah Al-Qasas, nama Qarun dituturkan di kerumahtanggaan surah Al-‘Ankabut dan surah Al-Mu’min.


Nabi
internal
Al-Qur’an
&
Hadits

25 Nabi dan Rasul

Adam (آدم)  • Idris (ادريس)  •
Nuh (نوح)
• Hud (هود)  • Shaleh (صالح)  •
Ibrahim (ابراهيم)
• Luth (لوط)  • Isma’il (اسماعيل)  • Ishaq (اسحاق)  • Yaqub (يعقوب)  • Yusuf (يوسف)  • Ayyub (أيوب)  •
Syu’aib (شعيب)  •

Musa (موسى)

• Harun (هارون
)  • Zulkifli (ذو الكفل)  • Dawud (داود)  • Sulayman (سليمان)  • Ilyas (إلياس)  • Al-Yasa (اليسع)  •
Yunus (يونس)  • Zakariyya (زكريا)  • Yahya (يحيى)  •
Isa (عيسى)

Muhammad (محمد)

Dituturkan internal Quran dan Hadits

Syits (شيث)  • Khadr (خضر)  • Yuwsya` (يوشع
)  • Hazqiyal (حزقيال)  • Shamu`il (صموئيل)  • Asya’ya (أشعياء)  • Aramiya (إرميا)  • Dâniyal (دانيال)
Uzayr (عزير)  • Syam`un (سامءن) • Hanzolah (حنظلة)

Pesiaran:
Ulul Azmi

Lihat pula

  • Mukjizat Musa
  • Kehidupan pribadi Musa
  • Taurat
  • Sefer Torah

Pranala luar

  • [Maqam Tomb of Prophet Nabi Doud (David) AleiIslaam in Jerusalem Tomb/Maqam/Shrine/Grave of Rasul Musa Moses Alaihisalam in Palestine]

Footnote

  1. ^
    Alumnus 2:10
  2. ^
    a
    b
    c
    Keluaran 6:20
  3. ^
    Mantan 2:21
  4. ^
    Mantan 18:2-4
  5. ^
    Keluaran 26:59
  6. ^
    Ulangan 34:10-12
  7. ^
    Lepasan 1:15, 2:2
  8. ^
    Ulangan 34:1-5
  9. ^
    Ulangan 34:7
  10. ^
    http://alkitab.sabda.org/search.php?search=musa
  11. ^

    Keluaran 3:2
  12. ^


    New World Dictionary-Concordance to the New American Bible. World Publishing. 1970. p. 461. ISBN 0-529-04540-0.




  13. ^
    http://www.bibleorigins.net/MopsusMoxusExodus.html
  14. ^

    Jebolan 1:8-10
  15. ^

    Keluaran 1:11
  16. ^

    Keluaran 1:12
  17. ^

    Keluaran 1:13-14
  18. ^

    Keluaran 1:15-21
  19. ^

    Keluaran 1:22
  20. ^

    Bekas 2:1-4
  21. ^

    Mantan 2:5-6
  22. ^

    Jebolan 2:7-10
  23. ^

    Mantan 2:11-12
  24. ^

    Keluaran 2:13-15
  25. ^

    Alumnus 2:15-17
  26. ^

    Keluaran 2:18-20
  27. ^

    Bekas 2:21-22
  28. ^

    Keluaran 18:3
  29. ^

    Keluaran 18:4
  30. ^
    Amenhotep II sbg Firaun waktu Israel meninggalkan Mesir makanya Douglas Petrovich
  31. ^

    Ulangan 34:1
  32. ^

    Ulangan 34:4
  33. ^

    Ulangan 34:5-6
  34. ^

    Ulangan 34:9
  35. ^
    Al-Qur’an: “…dan Allah telah cakap kepada Musa dengan sambil.” (An Nisaa’ 4:164)
  36. ^
    Yuhanaz Bilzal namanya dituturkan didalam pokok
    Arjuzah Jauharah At-Tauhid,
    by Ibrahim kedelai Ibrohim kacang Hasan Al-Laqqani, Lajnah Aqidah wal Filsafat Sekolah tinggi Al-Azhar, Cairo, 2007-2008.
  37. ^
    Tempat-tempat Bersejarah dalam Kehidupan Rasulullah pelataran 35
  38. ^
    Aci yang mengatakan bahwa, Fir’aun ini juga bernama Maneftah (1224-1214 SM)
  39. ^
    Menurut sejarawan, hanya mayat Firaun Ramses II ini sajalah nan di paru-parunya terletak bekas rendaman larutan laut. Adapun mumi yang lain bukan ditemui hal ini. Ini yang menciptakan para ahli sejarah Mesir Bersejarah menyakini bila Ramses II ialah Firaun yang berburu Musa.
  40. ^
    8. Fir’aun yang bergelar Thutmosis memerintahkan pembunuhan semua anak laki-Iaki Bani Israel, termasuk nan semenjana aci di dalam kandungan. Musa diselamatkan Halikuljabbar dan dipelihara maka itu permaisuri Fir’aun sendiri.

Bacaan

  • Kisah Utusan tuhan Musa di situs Islam.elvini.net
  • Fir’aun Tewas dengan Mulut disumpali oleh Malaikat Roh kudus



edunitas.com

Source: https://p2k.unkris.ac.id/id3/1-3065-2962/Nabi-Musa_24670_p2k-unkris.html

Posted by: caribes.net