Nama Binomial Ikan Nila Adalah

Iwak Nila
Ikan nila betina dari Lumajang, Jawa Timur

Ikan nila betina berpangkal Lumajang, Jawa Timur

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Inferior: Osteichtyes
Ordo: Perciformes
Famili: Cichlidae
Genus:
Oreochromis

Spesies:

Oreochromis niloticus


Etiket binomial


Oreochromis niloticus



Linnaeus, 1758


Ikan nila
merupakan seikhwan ikan kebutuhan atma enceran tawar. Lauk ini diintroduksi dari Afrika, tepatnya Afrika bidang timur, sreg masa 1969, dan masa ini dijadikan ikan peliharaan yang tenar di kolam-tebat cairan sia-sia di Indonesia sederum wereng di setiap sungai dan telaga Indonesia. Nama ilmiahnya merupakan

Oreochromis niloticus
, dan dalam bahasa Inggris dikenal sbg
Nile Tilapia.

Pemerian

Ikan peliharaan yang mempunyai ukuran sedang, tinggi besaran (moncong sebatas ujung ekor) mencapai sekitar 30 cmdan kadang berada yang bertambah dan berada yang minus dari itu. Sirip punggung (
pinnae dorsalis) dengan 16-17 duri (mencolok) dan 11-15 ganggang (duri kepala dingin); dan radai dubur (pinnae analis) dengan 3 duri dan 8-11 celah.

Tubuh bercelup kehitaman atau keabuan, dengan beberapa pita gelap mendatar (belang) yang makin mengabur plong ikan dewasa. Ekor
bergores-garis seram, 7-12 buah. Pembuluh, sirip dada, sirip tembolok, sirip ekor dan ujung kepet punggung dengan warna biram atau kemerahan (atau kekuningan) ketika waktu berbiak.ada garis linea literalis puas meres truncus fungsinya merupakan untuk peralatan kesamarataan iwak lega tahun berenang

Iwak nila yang sedang kecil belum tampak perbedaan peralatan kelaminnya. Pasca- elusif badannya mencapai 50 gram, bisa dikenal perbedaan wejangan gagah dan lebah ratulebah. Perbedaan selang ikan nekat dan lebah ratulebah bisa diamati pada lubang genitalnya dan juga ciri-ciri kelamin sekundernya. Pada ikan jantan, di samping lubang anus terdapat lubang seksual yang aktual aksen mungil meruncing sbg serokan pengeluaran kencing dan semen. Badan iwak gagah juga berwarna makin ilegal, dengan lemak tulang rahang berhanyut-hanyut ke pantat yang memberi kesan kokoh, sementara itu nan betina biasanya puas bidang perutnya akbar.

Norma budaya dan penyebaran

Ikan nila

Ikan nila dilaporkan sbg predator barang apa (omnivora), pemakan plankton, sampai pemangsa aneka tanaman sehingga ikan ini diperkirakan bisa dimanfaatkan sbg pengendali gulma cairan.

Ikan ini sangat peridi, gampang berbiak. Secara alami, ikan nila (dari ucapan
Nile, Batang air Nil) ditemukan menginjak bermula Syria di utara hingga Afrika timur setakat ke Kongo dan Liberia; yaitu di Sungai Nil (Mesir), Danau Tanganyika, Chad, Nigeria, dan Kenya. Diyakini pula bahwa pemeliharaan ikan ini telah berlantas semenjak peradaban Mesir purba.

Telur ikan nila konkret bundar berwarna kekuningan dengan penampang selingkung 2,8 mm. Sekali memijah, ikan nila betina boleh mengecualikan telur sejumlah 300-1.500 butiran, terampai pada ukuran tubuhnya. Lauk nila n kepunyaan norma budaya yang unik setelah memijah, indung betinanya mengulum telur-telur yang telah dibuahi di kerumahtanggaan sinus mulutnya. Perilaku ini dikata
mouth breeder
(pengeram telur internal mulut).

Karena gampangnya dipelihara dan dibiakkan, ikan ini taajul diternakkan di banyak negara sbg ikan kebutuhan hidup, termasuk di pelbagai kawasan di Indonesia. Akan namun mengingat rasa dagingnya yang enggak spesial, ikan nila juga tidak rangkaian menjejak harga nan tinggi. Di samping dijual dalam kondisi segar, daging ikan nila sering pula dijadikan filet.

Ikan ini dijadikan hama di seluruh sungai-wai dan telaga di Indonesia saat di tebar ke dalam sungai dan danau karena ikan ini meratah banyak pohon cairan dan menggantikian posisi ikan pribumi indonesia, akan tetapi iwak nila menengah tetap ditebar maka itu pemerintah di wai-sungai dan situ Indonesia minus menyerang dampaknya.

Momongan tipe dan kerabatnya

Berada beberapa anak asuh macam ikan nila, di antaranya:

O. niloticus niloticus

  • Oreochromis niloticus baringoensis
    Trewavas, 1983
  • Oreochromis niloticus cancellatus
    (Nichols, 1923)
  • Oreochromis niloticus eduardianus
    (Boulenger, 1912)
  • Oreochromis niloticus filoa
    Trewavas, 1983
  • Oreochromis niloticus niloticus
    (Linnaeus, 1758)
  • Oreochromis niloticus sugutae
    Trewavas, 1983
  • Oreochromis niloticus tana
    Seyoum & Kornfield, 1992
  • Oreochromis niloticus vulcani
    (Trewavas, 1983)

Ikan nila berkeluarga karib dengan mujair (Oreochromis mossambicus). Dan seperti mana kerabatnya itu pula, ikan nila n kepunyaan potensi sbg iwak yang invasif apabila terlepas ke raga-badan cairan alami.

Genus
Oreochromis
memiliki kemampuan adaptasi yang janjang dan toleransi terhadap mutu cairan puas kisaran nan pesek. Anggota-anggota genus ini boleh hidup privat kondisi anggota yang tercalit yang radikal sekalipun, karena sering ditemukan hidup absah pada habitat-habitat di mana macam ikan cairan tawar yang tak bukan bisa sukma.

Nilai gizi

Iwak nila dan mujair merupakan sumur protein hewani murah buat kebutuhan hidup manusia. Karena budidayanya gampang, harga jualnya pun kurang. Budidaya diterapkan di kolam-bendungan atau tangki basal. Pada budidaya intensif, nila dan mujair tidak dianjurkan dicampur dengan iwak lain karena memiliki perilaku aturan menyerang.

Nilai kurang untuk ikan ini sbg alamat kebutuhan hayat merupakan kandungan asam lemak omega-6 nan tinggi sementara senderut sedap omega-3 yang rendah. Komposisi ini terbatas adun lakukan mereka nan memiliki penyakit yang berkait dengan aliran darah.[1]

Budidaya dan pembenihan

Langkah purwa dalam budidaya ikan nila adalah penyaringan induk ikan nan akan dibiakkan. Sbg induk dipilih ikan-lauk yang sudah layak umurnya dan siap memijah. Rasio ideal selang induk jantan dan betina yaitu 1:3. Padat penebarannya disesuaikan dengan palagan atau kolam pemeliharaan. Ikan nila yang dipelihara dalam kepadatan populasi tinggi, pertumbuhannya kurang pesat.

Hal berikutnya yang perlu diamati ialah mutu cairan tambak pemeliharaan. Mutiara enceran yang invalid adun akan menyebabkan pertumbuhan ikan dijadikan lambat. Sejumlah parameter yang menentukan mutu cairan, di antaranya:

  • Guru
Temperatur maupun temperatur cairan sangat berpengaruh terhadap metabolisme dan pertumbuhan organisme serta memengaruhi banyak pakan nan dikonsumsi organisme perairan. Suhu juga memengaruhi oksigen terlarut n domestik perairan. Master optimal kerjakan umur lauk nila pada kisaran 14-38 °C. Secara alami ikan ini bisa memijah sreg suhu 22-37 °C namun suhu nan adun lakukan perkembangbiakannya berkisar selang 25-30 °C.
  • pH
Poin pH merupakan indeks tingkat keasaman perairan . Sejumlah faktor yang memengaruhi pH perairan di selangnya aktivitas yang dipekerjakan fotosintesis, master, dan terdapatnya anion dan kation. Nilai pH nan ditoleransi lauk nila berkisar petuah 5 hingga 11, tetapi pertumbuhan dan perkembangannya yang optimal merupakan pada kisaran pH 7–8 .
  • Amonia
Amonia ialah bentuk utama ekskresi nitrogen bersumber organisme akuatik. Sumber utama amonia (NH3) merupakan bahan organik dalam buram sisa pakan, berak lauk alias dalam susuk plankton dari bahan organik tersuspensi. Pembusukan bahan organik, terutama yang banyak mengandung protein, menghasilkan ammonium (NH4+) dan NH3. Bila bagian lanjut berpunca peragian (nitrifikasi) tak bepergian lancar akhirnya dapat terjadi penumpukan NH3 hingga pada pemusatan nan membahayakan untuk ikan.
  • Oksigen terlarut
Oksigen terlarut dibutuhkan untuk respirasi, adegan pembakaran rezeki, aktivitas nan dipekerjakan berenang, pertumbuhan, reproduksi dan lain-lainnya. Sendang oksigen perairan dapat mulai sejak dari difusi oksigen nan terdapat di bentangan langit sekitar 35% dan aktivitas nan dipekerjakan fotosintesis oleh pokok kayu enceran dan fitoplankton. Kadar oksigen terlarut yang optimal bagi pertumbuhan lauk nila ialah bertambah mulai sejak 5 mg/l.

Kekeruhan enceran nan disebabkan oleh pelumpuran di dasar balong juga akan memperlambat pertumbuhan ikan. Lain halnya bila kesimpangsiuran enceran disebabkan oleh beradanya plankton; cairan yang kaya plankton dapat bercelup hijau kekuningan dan bau kencur kecoklatan karena banyak mengandung diatom. Plankton ini adun sbg makanan ikan nila, sementara itu plankton biru adv minim adun. Tingkat kecerahan cairan karena plankton mesti dikelola. .

Lihat pula

  • Tilapia

Rujukan


  1. ^
    Commonly Consumed Fish, Tilapia, Deadly Source of Fatty Acids. medindia.net. Akses 11 Juli 2008

  • Oreochromis niloticus
    pada FishBase, diakses 27/10/07

  • Oreochromis niloticus
    puas ITIS Database, diakses 27/10/07
  • Bardach, J.E.; J.H. Ryther & W.O. McLarney. 1972.
    Aquaculture. the Farming and Husbandry of Freshwater and Marine Organisms. John Wiley & Sons.
  • Kottelat, M.; A.J. Whitten; S.T. Kartikasari & S. Wirjoatmodjo. 1993.
    Freshwater Fishes of Western Indonesia and Sulawesi. Periplus, Jakarta.
  • Boyd. C.E. 1982.
    Water quality Management For Pond Fish Culture. Amsterdam, Netherland : Scientific Pulishing Company.
  • Watanabe, Kaki langit.1998.
    Nutrition and Mariculture. JICA Textbook. The General Aquaculture Course. Departement of Aquatic Bioscience. Tokyo Universityof Fisheries. Tokyo
  • Nagl, S.; H. Tichy; W.E. Mayer; I.E. Samonte; B.J. McAndrew & J. Klein. 2001. Classification and Phylogenetic Relationships of African Tilapiine Fishes Inferred from Mitochondrial DNA Sequences.
    Molecular Phylogenetics and Evolution
    20(3): 361–374.

Tautan luar

  • Foto ikan nila sirah, diakses 27/10/07.
  • Foto ikan nila sejati, diakses 27/10/07.

Gerombolan-kelompok sumberdaya perikanan utama di Indonesia

Perairan lepas adakalanya

Atlantic cod

Lobster

Pacific oysters

Budi daya

Kategori:Ikan

Boga bahari

Iwak
  • Belut
  • Herring
  • Hiu
  • Kod
  • Lele
  • Mackerel
  • Mas
  • Nila
  • Salmon
  • Sarden
  • Sturgeon
  • Teri
  • Trout
  • Tuna

Seafood

Invertebrata
  • Abalon
  • Tarum
  • Daging kepiting
  • Gurita
  • Moluska
    • Kijing hijau
  • Krill
  • Landak laut
  • Lobster
  • Lobster cairan sia-sia
  • Teripang
  • Tiram
  • Ubur-ubur
  • Udang
Yang bukan
  • Daging paus
  • Gulma laut
Boga bahari olahan
  • Bistik ikan
  • Filet lauk
  • Lauk gas
  • Lauk asin
  • Ikan pembusukan
  • Ikan belek
  • Ikan kering
  • Kaldu ikan
  • Kaviar
  • Capak iwak
  • Majikan ikan
  • Lutefisk
  • Minyak hati ikan hiu
  • Minyak hati ikan kod
  • Minyak ikan
  • Pasta lauk
  • Tapal udang
  • Surimi
  • Telur ikan
Yang bukan
  • Alergi boga bahari
  • Ciguatera
  • Merkuri pada ikan
  • Metagonimiasis
  • Pemutusan capit kepiting
  • Pemrosesan ikan
  • Pengawetan iwak
  • Penyakit dan benalu ikan
  • Perburuan sirip hiu
  • Sejarah boga bahari

Daging

Utama
Boga bahari
Daging
Daging buruan
Ikan
Unggas
Unggas dan
hewan buruan
  • Dendang laut
  • Ayam aduan
  • Bebek
  • Grouse
  • Kalkun
  • Kangguru
  • Kelinci
  • Partridge
  • Pegar
  • Pikau
  • Daging kijang
  • Burung unta

Food Meat

Seafood Meat

Hewan ternak
  • Anjing
  • Babi
  • Bison
  • Domba
  • Kambing
  • Kucing
  • Jaran
  • Llama
  • Sapi
  • Sapi mulai dewasa
  • Tikus belanda
  • Unta
  • Yak
Boga nautikal
  • Belut
  • Kepiting
  • Kerapu
  • Kod
  • Lele
  • Lobster
  • Lumba-lumba
  • Mas
  • Nila
  • Paus
  • Salmon
  • Sarden
  • Teri
  • Tuna
  • Udang
Daging potong dan
daging olahan
  • Asap
  • Bacon
  • Bakso
  • Barbecue
  • Bistik
  • Burger
  • Cincang
  • Haggis
  • Ham
  • Jeroan
  • Kebab
  • Kornet
  • Pepperoni
  • Salami
  • Salumi
  • Sosis
Subjek
terkait
  • Daftar sosis
  • Daging in vitro
  • Daging merah
  • Daging palsu
  • Daging putih
  • Daging samun
  • Etika
  • Kanibalisme
  • Pemotong daging
  • Pengawetan
  • Penyembelihan
  • Pakar daging
  • Vegetarianisme



edunitas.com

Source: http://p2k.unkris.ac.id/id3/2-3065-2962/Ikan-Nila_66446_p2k-unkris.html

Posted by: caribes.net