Nama Nama Istri Nabi Ibrahim

Kisah Nabi Ibrahim dan Istrinya - Ibrahim, Sarah, dan Hajar

Kedua istri Nabi Ibrahim sama-setara melahirkan putra yang menjadi salah satu nabi dan utusan tuhan Allah. Siapa mereka? Kisah keduanya kami paparkan dalam cerita Utusan tuhan Ibrahim dan istri berikut ini!

Barangkali, beliau rangkaian mendengar nama istri Rasul Ibrahim, terlebih Siti Hajar nan melahirkan putra bernama Ismail. Namun, mutakadim tahukah ia mengenai kisah Rasul Ibrahim as dan istrinya yang bernama Sarah, serta kisahan sayang keduanya?

Kalau belum, kami bikin merangkumkan riwayat singkatnya di artikel ini. Melangkahi kata sandang ini, kami memaparkan narasi ijab nikah Rasul Ibrahim dan dua istrinya, merupakan Sarah dan Hajar yang dapat dibilang penuh dengan ujian dan pengorbanan.

Telah tak kepala dingin ingin lekas menyimak siaran lengkapnya, tak? Kalau seperti itu tak perlu berhabis waktu lagi, langsung saja baca uraian yang kami rangkum di bawah ini hingga selesai dan jangan lupa petik hikmah nan ada!

Kisah Comar Nabi Ibrahim dan Siti Sarah

Kisah Istri Nabi Ibrahim - Ibrahim dan Sarah Utusan tuhan Ibrahim dan Sarah berdiskusi sebelum menghadap Emir Mesir
Mata air: Wikimedia Commons

Konon, Siti Sarah ialah perempuan paling kecil cantik setelah Hawa. Kecantikannya bukan semata-mata terbantah lega fisik, saja ia sekali lagi memiliki etik terpuji yang membuat siapa pula di dekatnya terpesona. Buat itu, narasi cinta Nabi Ibrahim dan istri pertamanya ini memang menarik buat dibahas.

Tak memadai lega kemanisan luar dan dalam, Sarah pula dikenal misal wanita terbaik pada zamannya karena kecerdasannya. Lebih dari itu, ia kembali amat taat sreg suaminya sehingga Rasul Ibrahim suntuk menyayanginya. Sehabis bilang tahun menikah, keduanya hijrah ke Mesir lantaran dakwah Sang Nabi di Babilonia lain diterima.

Suatu hari, kecantikan Sarah yang sudah tersiar ke seantero Mesir didengar pula maka itu raja di sana. Si Raja kemudian menjemput Ibrahim dan Sarah ke istana, dan berujud menjadikan Sarah sebagai salah satu selirnya. Bahkan meski Sarah mutakadim bersuami, yang dipertuan itu akan memintanya menceraikan suaminya.

Rekata menghadap Prabu Mesir, Ibrahim meminta Sarah mengaku sebagai saudarinya. Ibrahim juga mengatakan bahwa wanita itu bukanlah istrinya. Sang Rasul tidak sepenuhnya berbohong lantaran Sarah seorang memang masih memiliki hubungan komunitas dengannya, adalah sepupu.

Bernasib baik, karena doa dan kesabaran mereka, Sarah dibebaskan dan diperbolehkan pulang ke rumah. Malahan, ia mendapatkan hadiah seorang budak bernama Siti Hajar, yang selanjutnya diminta Sarah bikin menikah dengan Nabi Ibrahim karena si istri belum lagi mengandung setelah bertahun-periode.

“Hai kekasih Allah, sesungguhnya Allah bukan memperkenankan aku melahirkan anak, karenanya menikahlah dengan budakku ini, mudah-mudahan Tuhan mengaruniakan anak kepadamu melalui dirinya,” kata Sarah. “Inilah Hajar, aku berikan kepadamu, mudah-mudahan Allah memberi kita anak keturunan darinya.”

Baca juga: Kisahan Nabi Yusuf As dan Mukjizatnya nan Akan Membuatmu Semakin Kagum

Ibrahim dan Siti Hajar

Kisah Istri Nabi Ibrahim - Ibrahim dan Hajar

Nabi Ibrahim as pun menikahi Siti Hajar sesuai permintaan Sarah. Berbunga pernikahan tersebut, pengharapan tingkatan Rasul Ibrahim akan datangnya seorang anak akhirnya dapat terwujud. Siti Hajar hamil, dan berputra orok laki-laki yang fit dan cantik bernama Ismail.

Kehadiran Ismail sontak membawa kepelesiran ke internal rumah hierarki Ibrahim. Akan doang, ternyata kebahagian itu menciptakan menjadikan istri pertama Ibrahim, Sarah merasa dengki kepada Hajar dan putranya. Sampai pada suatu hari, Sarah meminta hendaknya suaminya menjaga jarak dengan Hajar dan Ismail.

Kejadian ini karuan runyam bagi Si Nabi mengingat putranya masih jabang bayi. Lalu enggak lama, ia membawa Hajar dan Ismail menyingkir dari rumah demi menjaga perasaan Sarah, sekaligus menuruti tuntutan Sarah yang tidak ingin silam suatu atap dengan sang budak dan putranya.

Menurut kisahan, Nabi Ibrahim dan istrinya, Siti Hajar pergi membawa Ismail ke sebuah Lembah Bakkah atau yang sekarang dikenal seumpama Ii kabupaten Mekah. Arena tersebut sangat kering dan berpasir, hampir tidak ada tanaman atau makanan yang boleh didapatkan.

Di Lembah Bakkah (dekat Baitullah), Nabi Ibrahim menghindari Ismail dan istrinya untuk pula kepada Sarah. Ia pergi dengan berat hati dan memohon kepada Allah supaya Hajar dan Ismail tidak kelaparan, serta senantiasa diberi kecukupan rezeki.

“Ya, Tuhan kami, sepatutnya ada aku telah menempatkan sebagian keturunanku di tahang yang lain mempunyai taman-taman di dekat rumah Engkau (Baitullah) nan dihormati. Ya Tuhan kami (yang demikian itu) seyogiannya mereka mendirikan salat, maka jadikanlah hati sebagian manusia berkiblat kepada mereka dan beri rezekilah mereka mulai sejak buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.” (Surah Ibrahim: 37)

Di arah lain, Ismail menangis kelaparan dan Siti Hajar kebingungan. Dalam keadaan seperti itu, kaki Ismail nan menghentak-hentak tanah tahu-tahu membuat sumber asli dan segar terpancar keluar dari sana. Lembah Bakkah juga berubah menjadi arena yang terbilang bernas.

Baca juga: Cerita Mak Lampir Sang Penguasa Gunung Merapi Beserta Ulasan Lengkapnya

Kembalinya Ibrahim kepada Sarah

Istri Nabi Ibrahim - Ilustrasi Nabi Ibrahim dan Istrinya

Ibrahim kembali ke Sarah yang ditinggalkan seorang diri di rumah. Mereka menjalani semangat sama dengan sebelumnya ketika masih berdua. Setakat beberapa tahun kemudian, kondominium mereka didatangi tamu misterius nan membawa berita gembira.

Tamu misterius nan nomplok itu ternyata adalah malaikat yang diutus oleh Allah bikin mengabarkan bahwa Sarah akan diberikan keturunan. “Dan istrinya kabur (di genyot belat) lalu beliau tersenyum, maka Kami sampaikan kepadanya kabar baik adapun (kelahiran) Ishaq dan berpunca Ishaq (akan lahir putranya) Yakub.” (Surah Hud: 71)

Mendengar hal ini, Nabi Ibrahim dan Sarah jelas terkejut. Terlebih, Nabi Ibrahim dan sang istri merasa sama-sama mutakadim terlalu tua untuk dapat memperoleh baka. “Dia (istrinya) berkata, ‘Alangkah ajaib, mungkinkah aku akan berputra anak padahal aku sudah berida, dan suamiku ini sudah dulu berida? Ini tekun sesuatu yang ajaib’.” (Surah Hud: 72)

Baca juga: Kisah Cincin Nabi Sulaiman yang Ajaib dan Misterius, Engkau Wajib Tahu!

Cak bimbingan dari Kisah Nabi Ibrahim dan Dua Istrinya

Itulah tadi riwayat mengharukan antara kedua candik Nabi Ibrahim as yang terkenal namanya, ialah Sarah dan Hajar. Kedua wanita kesayangan Sang Utusan tuhan itu selevel-sekelas melahirkan keturunan yang kembali menjadi seorang rasul, merupakan Ismail dan Ishaq.

Dari cerita ini, hendaknya kita bisa berlatih tentang kesabaran berasal Sarah yang menjalani penantian tangga memiliki seorang putra supaya di spirit wreda. Sedangkan dari Hajar, kita boleh belajar nirmala memufakati ketetapan Tuhan dan meyakini bahwa berpangkal sana akan ada kebaikan yang kita peroleh.

Pencatat
Arintha Ayu

Arintha Ayu Widyaningrum adalah alumni Sastra Indonesia UNS bertepatan koteng penulis artikel nonfiksi nan lagi punya banyak jam keruh menggambar fiksi, sebagaimana cerpen dan puisi. Terkadang terobsesi batik skrip bikin gambar hidup atau sinema televisi. Punya hobi kronologi-jalan di dalam maupun luar provinsi.

Pengedit
Nurul Aprilianti

Meski n kepunyaan latar pinggul pendidikan Sarjana Perkebunan berbunga Institut Perkebunan Bogor, wanita ini tak ragu “nyemplung” di dunia catat-menulis. Sebelum berkarier sebagai Editor dan Content Writer di Praktis Media, ia pun pernah mengenyam pengalaman di bermacam rupa penjuru jagat maya.

Source: https://www.poskata.com/pena/kisah-nabi-ibrahim-dan-istrinya/

Posted by: caribes.net