Naskah Dalam Pertunjukan Teater Adalah

You’re Reading a Free Preview

Pages

6

to

14

are not shown in this preview.

Pantomim
(Bahasa Latin: pantomimus, meniru segala apa sesuatu) yaitu satu atraksi teater akan isyarat, dalam rancangan mimik wajah alias gerak awak, laksana dialog. Jenis atraksi ini telah dikenal sejak zaman Romawi Kuno dan sering digunakan dalam ritus keimanan dengan cerita rata-rata selingkung mitologi Yunani. Pantomim kembali terkenal pada abad ke-16 dengan berkembangnya Commedia dell’arte di Italia yang mengapalkan pantomim puas bentuknya yang sekarang yang mengutamakan pada lakon komedi.

pantomim Pablo Zibes

Anak kecil mengawasi artis pantomim sedang berpose

  • Ensiklopedia Nasional Indonesia, Muslihat 12, Jakarta, 1990.

Artikel bertopik seni ini adalah sebuah rintisan. Engkau bisa membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Pernahkah Anda melihat sendiri artis meredam emosi penonton tanpa menyingkirkan kritik, dan doang menggunakan isyarat gerak fisik ataupun bahkan mimik muka?. Kalau iya, mungkin Anda pemadat Septian Dwi Cahyo atau bahkan Charlie Caplin. Banyak cara yang dapat dilakukan seniman lakukan menghibur para penonton, riuk satunya dengan pertanda gerak awak atau mimik wajah yang disebut “Pantomim”. Pengenalan “pantomime” diambil berpokok bahasa latin pantomimus nan artinya meniru barang apa sesuatu. Pantomim yakni seni pertunjukan yang memvisualisasikan satu objek maupun benda tanpa menunggangi dialog, namun menggunakan gerakan jasad dan mimik wajah. Bahkan pantomime juga dapat memvisualisasikan rasa, aturan, dan karakter melalui propaganda tubuh dan mimic durja. Aristoteles menyebutkan bahwa sebelum dikenal di Yunani, seni pantomim sudah lalu bertambah sangat terserah di Mesir dan India. Charles Aubert dalam bukunya The art of Pantomime (1970) mendefinisikan pantomim yaitu seni pertunjukan yang diungkapkan melewati ciri-ciri dasarnya, merupakan saat seseorang mengamalkan gerak pertanda atau secara umum bahasa bisu. Bahasa gerak sang pantomimer ialah menyeluruh, menjalankan ekspresi emosi nan serupa di antara berbagai umat manusia. Kialan merupakan pertunjukan teatrikal privat sebuah permainan dengan bahasa gerak.

Dalam perkembangannya, seni atraksi Pantomim semakin banyak dikenal makanya banyak bangsa-bangsa di seluruh dunia melalui industri film bisu. Pada dekade 1900-an heterogen kerangka ekspresi dan gerak nan minimal terbaru dikembangkan dengan serius melalui seni pantomim. Tahun 1927 dikenal umpama era tanpa kata. Plong era ini unjuk para aktor yang menguasai seni pantomim seperti Charles Spencer Chaplin atau nan lebih dikenal dengan nama Charlie Chaplin. Peran Chaplin sangat berjasa n domestik percaturan bahasa bisu, sebab dia merupakan salah satu tokoh osean dalam film kelu pada era itu, sebelum sinema bicara ditemukan dan dijual kepada masyarakat. Di Indonesia, seni pantomim yunior dimulai sekitar tahun 1970-an, khususnya di Jakarta dan Yogyakarta. Tidak banyak seniman yang menggeluti pantomim dan hanya beberapa artis yang cukup konsisten, sama dengan Sena A. Utaya, Didi Petet (Sena Didi Mime), Jemek Supardi, Moortri Poernomo, Deddy Ratmoyo, dan Septian Dwi Cahyo.

Pantomim ialah pertunjukan teater tanpa pembukaan-kata (dialog/monolog) nan dimainkan sepenuhnya dengan menggunakan gerak dan ekspresi wajah yang lazimnya diiringi musik (Tim Kemdikbud, 2022, hlm. 100). Pantomim berasal dari bahasa Latin, yaitu pantomimus yang artinya “mencontoh segala sesuatu”. Artinya segala apa sesuatu (dialog, makna, pembukaan-kata) ditirukan oleh gerakan dan ekspresi tampang hanya.

Sehingga bisa disimpulkan bahwa pantomim adalah suatu pertunjukan teater yang menggunakan awak, intern buram ekspresi wajah atau gerak tubuh, ibarat dialog atau penyampaian makna/ceritanya. Pertunjukkan pantomim memang sesudah-sudahnya mengandalkan gerak bodi dan ekspresi wajah aktor yang disokong oleh iringan musik nan sesuai.

Kekuatan utama dari gerak-gerak pantomim ialah usaha imajinatif atau gerak mimikri (pantomimus). Aktor akan bersandiwara seolah-olah sedang memegang benda walaupun bendanya tidak ada, seolah-olah cak semau di suatu tempat yang ramai walaupun semenjana sendiri. Manuver-gerakan yang menggambarkan suatu peristiwa harus diyakini bersusila seolah-olah peristiwanya maujud.

Dari sebelah cerita, pertunjukan pantomim umumnya bersifat lucu, bertema humor, dan menciptakan menjadikan penontonnya tertawa. Gaya gerak tubuhnya pun komikal, yakni gerakan-propaganda raga nan lucu. Kampanye-gerakan nan ditampilkan merupakan hasil berbunga pengolahan gerak yang distilir ataupun digayakan.

Album Ringkas Pantomim

Inisiator terkemuka dari kialan adalah Charles Spencer Chaplin atau biasa dikenal dengan etiket bekas Charlie Chaplin (1889-1977). Chaplin adalah inisiator kialan yang terkenal bersumber Amerika nan mempopulerkan kialan dulu film bisunya. Dengan gerak-gerik, riasan wajah, kostum dan karakter lucu penggerak Chaplin menjadi inspirasi dan abstrak para pemain pantomim privat mengerjakan manifestasi pantomim.

Pada perian 1880-an, album video memang belum mampu menyimpan suara, sehingga cerita yang ingin disampaikan harus sepenuhnya mengandalkan gerak dan ekspresi saja (sewaktu-waktu dibantu oleh wacana pula). Padahal iringan nada biasanya akan dimainkan secara langsung berbarengan dengan pemutaran video. Sehingga kialan plong tahun itu mampu menjadi wahana film atau teater nan mainstream. Dari sini sekali lagi pantomim mulai terus digencarkan maka itu para artis.

Teknik Bawah Bermain Pantomim

Perpaduan antara gerak-gerik tubuh nan menggelandang kembali ekspresi muka yang yang berperilaku adalah kunci utama yang membuat pantomim menjadi sajian tontonan nan menarik. Oleh karena itu, bikin menampilkan pertunjukan pantomim yang baik, kita harus menuntaskan teknik penggodokan awak dan ekspresi bahkan adv amat.

Banyak teknik dan metode latihan nan boleh menjadikan seseorang menjadi anak tonsil pantomim yang baik. Belaka demikian, secara umum ada dua latihan utama yang harus dijalani sampai dikuasai bikin dapat berpantomim dengan baik, yaitu kursus olah awak dan tutorial ekspresi wajah. Kedua latihan ini harus dilakukan dengan bukan main-alangkah dan menggunakan imajinasi secara berpunya (bukan berfantasi).

Cak bimbingan Olah Jasmani Pantomim

Beberapa hierarki yang dapat dilakukan internal olah raga cak bagi pantomim adalah pelenturan tubuh atau stretching, pemanasan dan pendinginan. Tahap pelenturan dilakukan dengan melenturkan seluruh buku-buku jasmani dan peregangan otot-otot sendi mulai sejak tiba suku, pinggang, pinggul tangan, bahu, dan sekitar kepala.

Fragmen Kepala

Lakukanlah gerakan pemimpin ke kiri dan ke kanan, ke depan dan ke pantat secara terstruktur pelan-pelan dan tautologis. Sehabis itu, lakukan gerakan mengocok pembesar secara penuh, kemudian melongok arah sebaliknya. Untuk secara berulang hingga dirasakan layak. Bilyet yang akan terasa adalah otot adegan kepala akan terasa kian ringan (bisa bergerak kian luwes).

Episode Tangan

Kelebihan tangan plong pantomim lampau penting dalam melakukan operasi-gerakan imajinatif. Tangan juga adalah salah satu bagian jasmani yang bisa mengembang dengan besar menjadi seukuran wajah kita. Maka dari itu sebab itu, tangan juga merupakan adegan tubuh kita yang paling radikal.

Latihan olah tubuh sreg tangan ditujukan untuk mengolah persendian, arti otot dan kelenturan urat tangan. Pengolahan gerak tangan kian variasi karena dapat dilakukan ke segala sebelah. Tangan bisa dilakukan literal ke atas, ke samping, ke depan, mengadon jejak kaki tangan, menjungkitkan jemari-deriji tangan, serta gerakan lainnya.

Penggalan Badan

Pelajaran pada bagian badan membentangi bagian perut, dada, dan punggung. Penggarapan ketiga bagian bodi ini memiliki peran penting bagi sendiri anak ningrat teater karena merupakan bagian nan memberikan efek pada sikap tubuh peran. Pelajaran yang dilakukan pada bagian jasad ini bisa dilakukan dengan menggerakkan dan melenturkan bodi ke depan dengan membungkuk dan ke belakang dengan menekuk pada bagian alat pencernaan sehingga tubuh melengkung ke belakang.

Fragmen Pantat

Babak pinggul juga bermakna bakal diolah agar gerakan jasmani pinggul lebih plastis dan fleksibel. Puas fragmen pinggul, latihan manuver tubuh dapat dilakukan dengan menggerakkan pinggul ke samping, ke depan, dan membungkuk. Dampak yang dirasakan adalah adegan-penggalan torso (episode peurt rapat persaudaraan birit) menjadi berat maupun menjadi ringan. Rasakan juga rayapan bagian pinggul dan torsomu menjadi bisa mengalir lebih bebas.

Putaran Kaki

Kaki pula memiliki peran penting karena merupakan bagian penumpu tempat seluruh raga kita berdiri. Kekuatan kaki wajib dilatih sehingga kita dapat tetap mengirik berdiri di atas panggung. Tegak di atas suatu suku merupakan keseleo satu latihan keadilan tubuh nan dapat dilakukan. Berlatihlah berbagai ragam pose dengan sandar lega tungkai. Pelajaran-latihan sandar pada kaki tersebut membentangi berpose seperti pokok kayu yang kokoh menjulang tinggi, bujukan karang yang menghalangi ombak, dan beraneka macam pose dengan insanan alam.

Tahap Pemanasan

Setelah stretching seluruh bagian tubuh, kita dapat start melakukan pemanasan sebelum berpantomim. Tahap pemanasan dilakukan setelah urat-otot dan peruasan tubuh lentur dan siap untuk bergerak sebebas boleh jadi. Latihan aksi yang dilakukan meliputi latihan gerak-gerak stakato (operasi terputus-terputus) dan Legato (gerak bergerak).

  1. Lakukanlah latihan dengan kedua tanganmu seolah-olah bersampingan di cermin. Geserkan dan pindahkan posisi punggung tanganmu intern berbagai posisi.
  2. Lakukanlah seolah-olah badan kita adalah sebuah rumput ilalang yang tertiup angin terbit heterogen arah. Rasakan awak kita bergerak ke kiri, ke kanan, ke depan dan ke belakang secara lumat.

Pada tahap ini juga bisa kita barengi dengan latihan melemaskan dan belajar otot wajah sepatutnya boleh berekspresi dengan baik. Latihan ekspresi muka dapat dilakukan di depan cermin dengan menggambarkan bermacam ragam ekpresi, di antaranya ketika kita dalam kondisi tersentuh perasaan, senang, gembira, kecewa, marah. Ini sebabnya kok dempet di seluruh cabang seni gerak tubuh (tari, teater, dsb) burung laut memiliki cermin di tempat latihannya.

Bentuk Manifestasi Pantomim

Penampilan pantomim dapat disajikan dengan beberapa rancangan. Menurut Cak regu Kemdikbud (2017, hlm. 105) bentuk penampilan pantomim dapat dikelompokkan sesuai dengan jumlah pemain yang tampil, yaitu Pantomim tunggal, Pantomim berpasangan, dan Pantomim gerombolan. Di sumber akar ini yaitu penjelasan pecah masing-masing tulang beragangan penampilan pantomim.

Pantomim Tunggal

Atraksi pantomim tunggal dimainkan oleh satu orang pemain. Biasanya tema dan adegan yang ditampilkan positif permasalahan nan dihadapi makanya seseorang dalam berbagai kondisi. Bagaikan contoh, tema pantomim tunggal dapat berupa seseorang yang yang sedang berada di jalanan dan bingung mau menyebrang kronologi, kemudian datang kendala seperti merosot hujan dan berhembusnya angin kencang. Selain itu, misalnya anak adam nan sedang kecemasan kehilangan sesuatu. Pada pantomim solo dapat mengejar tema-tema yang menarik untuk dimainkan sendiri.

Pantomim Mepet

Selain dimainkan sendiri pantomim juga menarik kalau dimainkan makanya dua orang atau bersanding. Tema dan fragmen yang dapat ditampilkan tentunya keunikan dari dua anak adam yang tukar merespon gerak-gerak nan lucu. Beberapa eksemplar adegan nan dapat dilakukan pada pantomim berpasangan meliputi:

  1. Dua insan sedang tarik menganjur galian
  2. Dua orang sedang menolak roda ramal yang rumpil dengan urut-urutan menanjak setakat mengecualikan pasirnya.

Pantomim Kelompok

Pantomim juga boleh dilakukan makanya lebih berpangkal dua sosok atau secara kelompok. Gerak-gerak Kialan secara kerubungan dapat dibuat adegan seperti menirukan gerakan sekawanan bebek nan sedang digembala petani, adegan di sebuah pasar yang riuh-rendah dengan berbagai macam aktivitas bisa juga mengejar aktivitas-aktivitas nan menarik lainnya.

Menyusun Naskah Pantomim

Jika kita ingin menulis atau memformulasikan maka kita harus memahami dan menguasai konsep, ciri dan keunikan pantomim itu koteng. Selain itu, peka terhadap berbagai mata air cerita kialan kembali akan lewat membantu kita privat penulisan mampu tulisan tangan pantomim. Oleh karena itu, berikut yaitu berbagai literasi yang bisa mendukung kita untuk menyusun skrip pantomim.

Konsep Kialan

Harus disadari selengkapnya bahwa kialan merupakan pertunjukan teater nan menampilkan cerminan suatu objek alias benda tanpa menggunakan kata-kata, tetapi memperalat gerakan bodi dan mimik wajah. Manuver tubuh dan wajah kialan mengilustrasikan perasaan dan suasana hati mulai sejak pemainnya sehingga dapat dinikmati oleh penontonnya. Istilah pantomim berasal dari bahasa Yunani yang artinya dapat berarti “serba isyarat” pun. Berarti secara etimologis, pertunjukan pantomim yang dikenal sampai sekarang itu adalah sebuah pergelaran yang lain menggunakan bahasa verbal, bahkan bisa sepenuhnya tanpa ujaran ataupun suara vokal apa kembali.

Ciri dan Keunikan Pantomim

Pantomim merupakan pertunjukan teatrikal yang diungkapkan melewati ciri-ciri dasarnya, yaitu: saat seseorang melakukan gerakan-gerakan nan bermakna dan mempunyai arti (Tim Kemdikbud, 2022, hlm. 113). Bahasa gerak seorang pantomer (sebutan buat koteng pemain sandiwara pantomim) adalah universal; menjalankan ekspresi emosi yang serupa di antara berjenis-jenis umat manusia dan bisa dipahami secara umum.

Ciri kuat lainnya yakni bahwa seniman kialan populer dengan riasan ceria dan perona mata hitam mata, serta tampilan roman lain untuk mempersangat emosinya. Baju kaos bersurih hitam putih, sarung tangan putih dan topi hitam juga tercatat kelengkapan kostum artis pantomim.

Seterusnya paesan putih puas wajah dalam pantomim berasal dari pagar adat komedian adalah keunikan enggak pecah pantomim. Riasan tersebut digunakan internal pertunjukan kialan bagi menggarisbawahi sifat fiil dan ekspresinya sehingga dapat dilihat dengan jelas dari kejauhan. Riasan bersih lega awalnya ditujukan cak bagi membangun budi nan sederhana dan zakiah. Rancangan tampilan hiasan wajah pantomim pada mutakhir lebih berkembang dan bervariasi sesuai dengan kecenderungan dan kreasi masing-masing pantomer, semata-mata ki ajek masih dengan rimba puder sumber akar putih.

Sumber Cerita Pantomim

Bikin takhlik pementasan pantomim yang baik diperlukan penyusunan galur cerita yang baik juga. Kisah-kisahan yang menarik buat dipakai dalam pantomim pada dasarnya sebagai halnya alur cerita-cerita pendek yang menggambarkan adegan dan keadaan yang dialami penggagas terdahulu. Namun demikian, Inti dan maksud narasi harus dapat tersampaikan dengan gerakan-gerakan bodi dan ekspresi.

Sumber kisah bikin pantomim dapat diambil berpangkal berbagai peristiwa nan formal kita jumpai intern sukma sehari-hari sehingga penonton lebih terasa related atau terhubung, namun tersampaikan bertambah menyeret karena penyampaiannya dilakukan menerobos gerak bodi dan ekspresi. Contoh-contoh berbagai peristiwa sehari-hari tersebut meliputi beberapa fragmen di dasar ini.

  1. Aktivitas basyar pecah mulai bangun pagi, mandi, sarapan, kegiatan di dapur, di sekolah, di jalan raya, sampai kegiatan bersantap lilin lebah, tidur, dan menjelang pagi.
  2. Aktivitas berpetualang ke hutan, tepi laut, giri atau lautan, dengan seolah-olah mengapalkan banyak peralatan.
  3. Bineka aktivitas nan berhubungan dengan hal alam sama dengan hujan angin, angin ribut, panas, dan menggigil.
  4. Aktivitas manusia berurusan dengan perabotan dan peralatan mesin, misalnya menunggang ki alat bermotor, mesin pemotong jukut, mesin jahit, pisau, dan gunting (Tim Kemdikbud, 2022, hlm. 114).

Sreg akhirnya, hal terpenting dalam pengembangan cerita pantomim merupakan mengembangkan ilusi dan imajinasi dari hal tersisa sekali sekali lagi. Ilusi artinya meyakini segala yang kita lakukan itu seperti selayaknya dan benda yang kita pegang atau mainkan seolah-olah benar-ter-hormat suka-suka.

Contoh Naskah Pantomim

Berikut ialah sejumlah abstrak naskah pantomim yang dapat digiunakan sebagai acuan internal menyusun naskah kialan.

BOLA Basket

Oleh: Septian Dwi Cahyo

Sendiri pemain basket menengah bersiap-siap menumpu lapangan basket, dengan memainkan bola basket (imajiner) ditangannya sebagai halnya pemain sandiwara basket profesional. Imajinasikan bola dipantulkan ke petak berulang ulang sebatas diputar di ujung jari telunjuknya dan bola bergerak. Kemudian, bola diputar terus sehingga bola tetap bertahan di jari telunjuk dulu tersenyum kepada pirsawan sedikit congkak. Suka-suka orang (imajiner) nan mengajak salaman, si olahragawan ki memengaruhi bola dari telunjuk tangan kanan ke tangan kiri lalu bersalaman dengan orang tadi, bahkan ngobrol kukuh doang bola berputar di telunjuknya. Sesudah itu, orang tadi pergi suntuk si olahragawan meneruskan membidik lapangan basket bola tetap bergerak di telunjuknya. Beliau menaiki ojek, bayar ojek sampai beli tembolok patuh bola bersirkulasi. Hingga dilapangan basket anda berlanggar teman-temannya dan begitu mau mulai pertandingan sang atlet akan mengambil bola basket dari telunjuknya. Ternyata, bola tidak ada atau hilang. Dia cari di sekelilingnya bukan terserah. Kemudian, sira mencoba bagi menghafal sambil mengulang pun keadaan yang tadi dia lewati, beli makanan, menaiki ojek juga hingga keluar medan. Radu.

KISAH PENJUAL BALON

Oleh: Septian Dwi Cahyo

Seorang penjual balon masuk ke privat medan sekaligus naik sepeda. Si penjual melambaikan tangan ke arah spektator. Selepas itu sampailah pada sudut jalan. Si penjual balon refleks menunggu peminta dia meniup balon-balon itu satu persatu untuk dijual. Sesudah membereskan balon dagangannya dia lalu menjajakan balonnya. Waktu berlalu, tetapi lain satu pun ada yang membeli, penjual balon sedih hatinya. Dia lalu beribadat memohon supaya ada pembeli. Enggak berapa lama nomplok pembeli, penjual balon gemar meladeni dengan gembira. Semakin lama semakin banyak pembelinya, sang penjual mulai kewalahan dengan permintaan yang neko-neko dari para pembeli: ada nan minta balonnya ditiup bertambah raksasa, terserah yang mohon balonnya ditukar, cak semau yang mohon talinya dipanjangkan. Si penjual balon berangkat marah dan mengintimidasi para pembelinya. Semacam itu bangun anda menyesal, bahwa dia sudah berbuat bukan baik terhadap orang lain nan telah memberinya nafkah. Dengan muka sedih dan kecewa dia beribadat mohon ampun kepada Tuhan, tinggal meniup sekali lagi balon-balon itu hingga banyak sekali. Tanpa sadar, balon yang tertiup sudah banyak hingga membuat si penjual balon terbawa maka itu balon-balon dan terbang tinggi berleleran setakat silam di balik panggung. Selesai

Teks

  1. Tim Kemdikbud. (2017). Seni Budaya VIII. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

Source: https://ujiansekolah.org/pertunjukan-teater-yang-menampilkan-gambaran-suatu-objek-tanpa-menggunakan-kata-disebut/

Posted by: caribes.net