Contoh Skrip Dialog Ketoprak 2 Orang – Sandiwara ialah genre( tipe) karya sastra yang menggambarkan hayat cucu adam dengan gerak. Dagelan menyantirkan realita kehidupan, sifat, dan tingkah laris cucu adam lalu kedudukan serta diskusi nan dipentaskan. Kisah serta cerita kerumahtanggaan sandiwara tradisional muat konflik serta emosi yang secara tersendiri diperuntukan buat pertunjukan teater.

Naskah drama terbuat sedemikian rupa sehingga nantinya boleh dipentaskan untuk bisa dinikmati oleh pemirsa. Sandiwara tradisional membutuhkan mutu komunikasi, suasana serta aksi. Mutu tersebut bisa dilihat berpunca suatu konflik ataupun persoalan bisa disajikan secara utuh serta dalam puas suatu atraksi drama.

Pementasan drama baik di Televisi maupun teater senantiasa memakai panduan berbentuk bacaan ketoprak. Lewat naskah ini, para pemain sandiwara tradisional berupaya bakal menjajaki alur cerita serta menjiwai budi yang dia mainkan. Alur cerita pula dituangkan secara mengalir lewat teks sandiwara. Terdapat banyak sekali contoh pustaka sandiwara yang boleh dijadikan selaku rujukan, minimal utama lakukan yang lagi berlatih batik.

Drama merupakan suatu karya sastra yang ditulis intern wujud obrolan, sumbang saran, ataupun percakapan yang nantinya hendak dipentaskan maupun dipertunjukkan di depan banyak basyar. Drama biasa pula diucap teater. Wacana drama merupakan suatu naskah menimpa kempang cerita suatu sandiwara yang disiapkan dalam wujud perundingan ataupun percakapan serta aksi selaku pedoman atraksi sandiwara tradisional. Drama umumnya mengantarkan sesuatu wanti-wanti kepada penontonnya.


Contoh Naskah Drama 2 Hamba allah tema mileu

Sinopsis Drama Tentang Lingkungan

Hilda dan Sinta yakni dua makhluk bersahabat. Hilda orangnya sangat tegas, disiplin dan amat menyayangi mileu. Merodong desa Sinta yang kotor dia sekali lagi memanggil Sinta dan akhirnya mereka dengan kedua padanan Sinta mengadakan acara pemasyarakatan lingkungan sehat kepada warga dikampungnya Sinta.

Hilda:

Senggang, nggak? aku pas kerumah engkau kemarin itu ada seneng ada nggaknya?

Sinta:

Oya, emang segala nggak senengnya?

Hilda:

Senengnya karena akhirnya aku senggang apartemen dan desa kamu, tapi nggak senangnya karena ternyata didesa kamu itu kotor.

Sinta:

Iya, awam dikampung aku itu memang tak seberapa peduli dengan kebersihan, sedangkan kebersihan itu adalah lakukan takhlik awam yang sehat.

Hilda:

Iya, benar sekali. Memangnya tidak ada teguran ataupun sosialisai dari pemerintah desa?

Sinta:

Sebabat sekali nggak ada.

Hilda:

Bagaimana jika ia nan mengerjakan sosialisasi?

Sinta:

YA AKU sih mau-mau aja, tapi masalahnya apa dapat aku melakukannya sendiri minus ada nan kondusif?

Hilda:

Iya sih..

Hilda pun akhirnya menawarkan diri kerjakan membantu dan dia mengajak Sinta buat mencari dua hamba allah kembali dikampung Sinta.

Hilda:

Ya sudah, kalau gitu biar aku tolong dia, tapi kita harus nyari dua oran lagi meski pekerjaan kita bisa bertelur hasil.

Sinta:

Yang bener kamu cak hendak? ya telah, itu bagus..

Keesokan harinya Hilda dan Sinta menemui dua turunan teman Sinta cak bagi diajak mengerjakan sosialisi kepada pemukim. Dan akhirnya agenda sosialisasi terkait pentingnya menjaga lingkungan mereka untuk.

Lamun sempat mendapat cibiran dari sekelompok warga, semata-mata secara keseluruhan pemasyarakatan yang dilakukan Sinta dan ketiga temannya berbuah menggugah warga. Setelah 1 wulan berlalu. desa Sinta tampak jauh lebih bersih berpokok sebelumnya.

Hilda:

Lihat, Mur, sekarang desa kamu jauh lebih bersih bermula yang sebelumnya.

Sinta:

Iya, terimakasih deh.. ini juga berkat bantuan kamu, Jikalau tidak, sepertinya desa ini masih terlampau kumuh dan dipenuhi penyakit.

Hilda:

Kita memang harus n kepunyaan kesadaran alangkah pentingnya menjaga kesehatan mileu biar masyarakat ini bisa spirit sehat sejahtera, betul nggak?

Sinta:

Iya, pastinya.


Pola Dialog Dua Orang Tentang Kebersihan

Abstrak 1

Andi: Apakah Anda mulai menerangkan kamar Anda?

Wati: Saya belum mulai membersihkannya, hanya saya akan mulai.

Andi: pron bila kamu akan membersihkan kamarmu?

Wati: Saya berencana untuk membersihkannya nanti.

Andi: Tidak nanti, tapi sekarang. Anda tidak mendengar saya mengatakan itu adalah Engkau sekarang harus membersihkan kamar kamu.

Wati: Ya, saya tahu. Saya akan membersihkannya sebentar lagi.

Andi: Jangan lupa melempengkan lemari dan mainan Dia, habis bersihkan kamar Anda, ya.

Wati: Ya, Wati. Saya tidak akan lupa

Contoh 2

Wibu: Apakah kamu membersihkan kamarmu periode ini?

Janak: Tidak, belum, Bu.

Wibu: Kapan beliau akan membersihkan kamarmu, Nak?

Janak: Saya akan membersihkannya nanti, Wibu, setelah bersantap siang.

Wibu: Bukankah aku memintamu buat membersihkannya lebih awal?

Janak: Ya, nyonya. Saya akan segera membersihkan kamar saya.

Wibu: Jangan lupa membeningkan lemari dan merapikan mainan Anda.

Janak: Ya, nyonya. Saya akan melakukannya.

Wibu: Kini anda harus membersihkan kamarmu sebelum melakukan kejadian bukan.

Janak: Saya tidak ke mana-mana hari ini, jadi saya pasti akan menerangkan kamar saya.

Contoh 3

Alansyah: Wow, saya senang dan berbesar hati bahwa kelas kami telah dianugerahi kelas terbersih di sekolah!

Dewianti: Aku juga, Alansyah! Ini karena kami selalu menerangkan papan bawah kami dan memastikan kebersihan setiap hari.

Alansyah: Benar, Dewianti. Kelas kami memufakati pentingnya kebersihan, kami kerap menyucikan meja kami dan tidak membuang sampah. Kami enggak semata-mata mendelegasikan pikulan bakal membersihkan kelas kepada orang-individu nan piket, belaka itu menjadi kewajiban bersama kami.

Dewianti: Ini karena kami memahami bahwa kebersihan papan bawah adalah faktor terdahulu bagi penerimaan yang baik. Saya harap kelas lain melakukan hal yang sama, Dewianti.

Alansyah: Yah, aku juga berharap seperti itu, Dewianti. Saya harap Engkau juga menyadari bahwa kebersihan pengajaran adalah tanggung jawab kami dan kami harus menciptakan mileu belajar nan lebih baik

Contoh 4

Tamam: Bahasa Assala. Pak, belas kasihan, bisakah saya punya waktu sejurus?

Kepsek SMP: Waalaikumsalam. Ya, anakku, tolong timbrung. Ngomong-ngomong, adam bukan sibuk. Segala apa yang terjadi?

Tamam: Sira sempat, Tuan, segel saya Fadlan, seorang siswa kelas bawah X-G. Guru PLH saya menjatah sempat saya lakukan lamar kebersihan di lingkungan sekolah ini.

Kepsek SMP: Saya mengerti. Apa yang kepingin Anda tanyakan tentang kebersihan di sekolah kami?

Tamam: Pertama, menurut Anda bagaimana kondisi kebersihan kita?

Kepsek SMP: Jika kita melihatnya bersumber luar, kita dapat mengatakan bahwa lingkungan sekolah kita cukup bersih. Semata-mata takdirnya kita melihat lebih dalam, sekolah kita sebenarnya tak ceria. Sira dapat melihat ini dari toilet murid yang masih kumuh dan beberapa besar makanan ringan pelajar yang tersebar di hampir setiap sudut sekolah.

Tamam: Menurut Anda segala apa yang menyebabkan lingkungan kotor di sekolah kami? Apa yang akan Dia lakukan cak bagi mengurangi kekotoran di sekolah kami?

Kepsek SMP: Menurut Anda, lingkungan sekolah kita yang cemar disebabkan maka dari itu banyaknya siswa yang belum loyalitas kerumahtanggaan hal kebersihan, sehingga dempang setiap sudut sekolah harus menjadi kotor. Tentu doang, ini membanjiri para pejabat sekolah bagi menjernihkan tesmak-tesmak sekolah yang kumuh. Belum juga bahwa jumlah staf sekolah kami masih rendah.

Tamam: Apakah jumlah sekolah ditambahkan spesifik untuk penasihat sekolah?

Kepsek SMP: Sebenarnya, perumpamaan sekolah, kami pun ingin meningkatkan kuantitas sida-sida sekolah kami. Doang, ini tidak siapa karena antisipasi sekolah kami masih kurang. Karena itu kami tidak menambahkan besaran tenaga kerja sekolah untuk sekarang.

Tamam: Upaya apa yang akan dilakukan sekolah kerjakan meningkatkan kebersihan di lingkungan sekolah?

Kepsek SMP: Direncanakan bahwa andai sekolah kami akan melakukan kegiatan pengumpulan sampah di lingkungan sekolah setiap 10 menit sebelum masuk dan 10 menit sebelum juga ke rumah. Selain itu, setiap kelas menjalankan programa pembersihan toilet siswa seminggu sekali.

Tamam: Wow, program nan menarik, tuan. Semoga itu dapat dilakukan, kemasan! Oh ya, saya hanya harus datang ke sini untuk wawancara ini. Cak dapat karunia sudah lalu setuju untuk diwawancarai.

Kepsek SMP: Setolok-sama, Fadlan. Oh ya, kirimkan salam Anda kepada suhu PLH Anda.

Tamam: Ya, Tuan, akan saya beri adv pernah nanti. Kesentosaan cinta bersTamamu.

Kepsek SMP: Waalaikumsalam wr.wb.

Contoh 5

Wanti: Mairoh, apakah engkau mendengar beritanya, ketel? Sekolah kami akan mengamalkan pelayanan masyarakat lega musim Jumat ini, jadi kami harus menyucikan semua arena di sekolah ini.

Mairoh: Benarkah? Tidak bisakah kita menjernihkan kelas kita saja? Semua palagan di sekolah ini terlalu banyak dan berlebih luas, saya pikir.

Wanti: Ya, itu perintahnya. Tidak hanya kami pesuluh, tetapi juga temperatur dan pegawai sekolah lainnya cekut interior layanan masyarakat. Pemimpin sekolah mengatakan kita mesti membersihkan untuk pergi penyakit, terutama di musim transisi.

Mairoh: Bermartabat. Kilauan buruk akhir-pengunci ini dan ibu saya juga mengatakan bahwa masalah mudah terjadi waktu ini.

Wanti: Ya, lakukan alasan ini Guru-Guru menggarisbawahi plong lingkungan sekolah harus sangat bersih sehingga kita dapat meninggalkan penyakit.

Contoh Dialog 2 Cucu adam Mengenai Persahabatan 1

Jokwi dan Anier adalah n antipoda yang sudah tukar kenal sejak mereka masih di sekolah dasar. Lebih lagi jika mereka tidak berada di sekolah nan sama, mereka sering bermain bersama takdirnya mereka berdua pulang dari sekolah. Dan suatu masa, Jokwi sekali lagi ulem Anier untuk bermain seperti biasa, dan mengundangnya kerjakan berbicara mengenai sesuatu yang senyatanya sangat berat untuk dikatakannya.

Jokwi: Sas, sepertinya ini hari terakhir kita berperan bersama.

Anier: Kenapa, kok?

Jokwi: Setelah perlop, aku harus pindah ke ii kabupaten lain karena ayahku dipindahkan ke kota lain.

Anier: Ya, saya tidak punya kebalikan buat main-main.

Jokwi: Ya, kepingin bagaimana lagi, Sas. Tapi jangan terharu, ya. Ketika cak semau waktu, saya akan menclok ke sini pun. Jadi, kita masih bisa main-main bersama lagi.

Anier: Ya, Nar. Saya akan menunggu. Saya harap Anda dapat memiliki padanan baik, sehingga Anda tidak akan sendirian ketika Engkau di sana.

Jokwi: Aamiin. Kamu juga, Nier.

Model Dialog 2 Orang Adapun Pertemanan 2

Suatu hari, Sekolah Madya 12 mengadakan ujian tengah semester (UTS). Semua siswa menirukan ujian, termasuk Singasih dan Karwito. Kebetulan, kedudukan mereka berdekatan, sehingga mereka dapat berbicara satu sama lain dan mungkin keduanya bisa mengelabui.

Singasih: A, nomor 16, apa jawabannya?

Karwito: Ampunan, aku tidak bisa memberitahumu.

Singasih: Kenapa? Aku Sahabatmu. Bagaimana bisa kamu tidak memberitahuku?

Karwito: Ya, engkau adalah sahabatku. Tapi, seumpama teman yang baik, saya enggak akan membantu Anda dengan hal-hal buruk. Dan Sira pasti adv pernah betul, bahwa menjatuhkan adalah keadaan yang buruk? Tidak masalah, jangan minta saya bicara lagi. Saya kepingin mengumpulkan pertanyaan saya di UTS. Dan semata-mata bakal apa yang Ia ketahui, Kas, Dia telah diawasi oleh guru. Jadi, sekarang Anda sekadar titik api plong problem UTS Ia. Baiklah?

Setelah mendengar ini, wajah Singasih menjadi pucat pasi. Akhirnya dia harus menjawab pertanyaan-pertanyaan ini sonder sambung tangan sahabatnya.


Teladan Dialog 2 Orang Tentang Perkawanan 3

Himayara: Di mana temanku …? bagaimana tidak ada yang datang lagi Sial masih di jam ini (sementara saya melihat jam di kelas).

Himayara masih tertumbuk pandangan menyenggol, mengangkat tangannya saat dia meruap.

Himayara: Ehhhhh … sementara aku menunggu teman duduk suntuk ah sambil mengerudungi ain mereka … sebentar.

Jeda 20 menit, dulu Tisata datang sinkron mengunyah permen karet, dahulu membangunkan Himayara.

Tisata: Dia pulang ingatan … Bangun … Bangun eh kau sudah mati ya? Apakah Anda datang ke sekolah lebih semula?

Himayara: Oh … he Hin … Saya tidak melakukan tugas sosiologi yang diberikan maka dari itu guru saya semalam.

Tisata: apa yang kamu lakukan? (Serempak terperangah dan terkejut)

Himayara: Ya, latih satu pekarangan seribu tiga ratus sapta “

Tisata: Lhooo … Saya belum melakukannya! Oke … kita akan menunggu lebih banyak antitesis … kita akan bekerja bersama akan datang. Baik?

Himayara: Siiip …! Jadi pelajari matematika terlebih dahulu, lalu kita akan menjalani tes.

Tisata: Eh … ia serius ngelantur bahkan lebih! Masa ini geografi akan ditinjau.

Himayara: Kamu sempat …? (detik ngelantur).

Tisata: Kaprikornus, seandainya kamu tak bicara, jangan ngelantur!

Himayara masih mengantuk, sangat duduk dan berlindung sekali lagi

Tisata: Sadar Sa !!

Himayara: Ia gegabah. Saya belum tidur !! Idiot !! “

Tisata: Bisakah Dia membantu saya atau tidak ……? Aku naksir Naruto, bisakah kau membantuku lebih sanding dengannya?

Himayara: Goblok sekali … barang apa yang aku pikirkan. Naruto adalah kebobrokan yang asing biasa, tidak seperti Sasuke.

Tisata: Ya, itu lain Sa. Anda tidak cak hendak mendukung saya.

Himayara: Jadi … kenapa? “

Tisata: Bisakah Engkau membantu saya mendapatkan cinta Naruto? Saya pun akan membantu Anda lebih dekat dengan Sasuke, bocah misterius. hehehehehe

Himayara: Oke, aku akan membantumu mengenal pria aneh ini dengan bertambah baik. Tapi janjimu juga harus membawaku makin dekat ke Sasuke.

Tisata: Siappp, kamu serius sahabatku.

Himayara: Kamu juga sahabatku.


Contoh Skrip Ketoprak 2 Orang

Etiket Pemeran

Sukmini

Susinta

Sampai waktu ini anak bini Susinta belum pulang juga, Padahal hari tertentang semakin Tunggang. Susinta duduk diteras rumah sambil menulis sesuatu di sebuah resep diarynya. Tampaknya ia merasa sedih. Mendadak Sukmini cak bertengger mengagetkan Susinta.

Sukmini : Hai (memukul pundak Susinta)

Susinta     : (Doang bungkam dan merunduk sedih)

Sukmini : Ia kenapa? Apa ia memiliki masalah?

Susinta     : Enggak, aku bukan apa-barang apa.

Sukmini : Jangan bohong, kamu tidak boleh bohong dengan matamu. cerita namun sama saya.  Barangkali saya bisa membantu.

Susinta     : Sudahlah, tidak ada yang terlazim dijelaskan.

Sukmini : (Mengambil kiat diary nan di jabat Susinta) lampau Ini apa? Pasti beliau menyimpan rahasia disini.

Susinta     : Tidak! Kembalikan buku itu. Kamu tidak bakalan mengerti dengan perasaanku. aku sudah bosan hidup di marcapada ini. Lebih baik aku sirep belaka. (mencoba bunuh diri dengan menggores silet di tangannya)

Sukmini : Hentikan Susinta! Ini peristiwa bodoh yang kamu lakukan. Kau pikir dengan cara matikan diri masalahmu akan selesai. Tidak! Mungkin ini akan meninggi kebobrokan saja.

Susinta     : ( Menangis )

Sukmini : (Mencoba memufakatkan Susinta) Tolong, ceritalah kepada saya. Kamu harus berkepastian sama saya. Saya yakin kita dapat menyelesaikan masalah ini. Aku juga turut sedih melihat engkau sebagaimana ini.

Susinta     : Aku ini koteng momongan yang tidak diharapkan. Aku burung laut dibeda-bedakan dengan saudaraku yang tak. Aku sama dengan pembantu dirumah ini.

Sukmini : Kenapa kau mengatakan begitu? Sementara itu orangtuamu sangat baik setolok anda.

Susinta     : Yah memang dihadapan oranglain dia tertumbuk pandangan tampak baik. Padahal itu namun rekayasa tetapi. Kamu lain kombinasi merasakan apa yang aku rasakan – Barangkali sekiranya kamu berharta diposisiku anda akan lelah bertahan hidup. Tiap musim aku disiksa, disuruh ini, disuruh itu. Semua pekerjaan rumah aku yang kerja. Mereka tidak peduli dengan aku.

Sukmini : anda yang sabar yah Susinta. Tapi dia itu masih beruntung. Kamu masih bisa merasakan yang namanya sekolah dan bisa tinggal dirumah yang semewah ini. Masih banyak mengapa individu yang kian menderita di asing sana.

Susinta     : Tapi aku sudah tidak boleh bersabar dengan ulah mereka.

Sukmini : hmm. Susinta ngak boleh gitu. Kamu harus boleh konsisten. Kali cobaan ini hanya sesaat. Kamu harus yakin suatu saat nanti hidupmu akan lebih baik. Aku akan kondusif engkau bagi menyelesaikan kelainan ini. Aku yakin orangtuamu itu punya hati yang baik.

Susinta     : Hmmm (mesem) makasih yah dia telah memberiku kehidupan spirit. Aku akan patuh tunak menghadapi semua ini.

Sukmini : Itulah keefektifan sahabat. Selalu ki ajek Membantu sahabatnya ketika punya penyakit.