Partai Politik Di Timor Timur

Timor Timur


Timor Lorosa’e

Gelanggang daerah Indonesia
1976–1999

Lambang of Timor Timur

Lambang

LocationEastTimor.svg

Lokasi Timor Timur di Indonesia
Ibu daerah tingkat Dili



8°33′S
125°34′E


 / 

8.55°S 125.56°E
 /
-8.55; 125.56


Luas

• 1996

14.609,38 km2
(5.640,71 sq mi)
Populasi

• 1980

555.350

• 1990

747.750
Sejarah
Pemerintahan
 • Jenis Provinsi[a]
 • Motto Houri otas, houri wain, oan Timor asswa’in


(Tetun)
Dari tahun lalu, mulai sejak hari ini, kami pejuang Timor
Gubernur

• 1976–1978

Arnaldo dos Reis Araújo

• 1992–1999

José Abílio Osório Soares
Wakil Gubernur

• 1976–1982

Francisco Xavier Lopes da Cruz

• 1998–1999

Musiran Darmosuwito
Legislatur DPRD Provinsi Tk. II Timtim
Era sejarah Orde Yunior

• Operasi Seroja

17 Juli 1976

• Pembantaian Santa Cruz

12 November 1991

• Referendum kemerdekaan

30 Agustus 1999

• Pembentukan UNTAET

25 Oktober 1999
Didahului maka dari itu Digantikan oleh
Timor Portugis
UNTAET
Saat ini babak dari
Timor Leste
Zona tahun UTC+08:00 (WITA)
Kode wilayah telepon

Daftar

  • +62 377 (Viqueque)
  • +62 378 (Pante Makasar)
  • +62 379 (Berpatutan)
  • +62 390 (Dili)
  • +62 394 (Maliana)
  • +62 396 (Lospalos)
  • +62 398 (Ermera)
  • +62 399 (Baucau)
Kode ISO 3166 ID-TT
Cadel ki alat DF
Derek kemudi kiri[b]
Ukuran copot dd-mm-yyyy
Indra penglihatan komisi Rupiah (Rp, IDR)
Tenang Internet .tp

  1. ^

    Timor Timur disahkan secara
    de jure
    misal negeri ke-27 Indonesia. Perkumpulan Bangsa-Bangsa dan beberapa negara termasuk Portugal bukan mengakui klaim Indonesia dan melihatnya andai persuasi aneksasi militer.

  2. ^

    Sejak musim 1928–1976 mengemudi di leret kanan mengikuti Portugal, kembali mengemudi di deret kiri sejak 1976.

Timor Timur
(disingkat
Timtim, bahasa Tetun:
Timor Lorosa’e) adalah sebuah wilayah Indonesia nan gayutan berdiri berpunca terlepas 17 Juli 1976 sampai 19 Oktober 1999. Ibu kotanya merupakan Dili. Timor Timur menyatu dengan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia pasca- dijajah selama 450 musim oleh Portugal. Wilayahnya menghampari distrik tamatan koloni Portugal di Pulau Timor nan dianeksasi oleh militer Indonesia melalui sebuah kampanye yang dikenal sebagai Operasi Seroja.

Dari masa 1702 setakat 1975, Timor Timur adalah bagian dari imperium Portugal yang bernama
Timor Portugis. Pada tahun 1974, Portugal memprakarsai proses dekolonisasi bertahap dari sisa wilayah koloninya, termasuk Timor Portugis. Sepanjang proses tersebut, konflik sipil antara berbagai pihak di kawasan ini meletus. Pada periode 1975, atas bineka masukan dari sejumlah dalang di Timor Portugis, Indonesia tiba menganeksasi provinsi ini, menyatakannya secara legal bagaikan kewedanan ke-27 pada waktu 1976, dan meniadakan namanya menjadi
Timor Timur.

Timor Timur secara resmi merdeka menjadi negara Timor Leste pada 20 Mei 2002 setelah referendum nan diselenggarakan puas sungkap 30 Agustus 1999 menghasilkan 78,5% pemilih memilih untuk meragamkan diri dari Indonesia.[1]

Album

[sunting
|
sunting mata air]

Latar belakang

[sunting
|
sunting sumber]

Wanita Timor Timur dengan bendera Indonesia.

Pulau Timor telah dikenal jauh sebelum zaman kolonial. Bukti album yang menunjukkan seperti termasuk dalam pujasastra Kakawin Nagarakretagama karya Empu Prapañca tahun 1365 M yang menjuluki Timor bagaikan
anak sungai.[2]
Pada musim itu, wilayah ini menjadi salah suatu dari 98 anak sungai atau wilayah-area yang bernaung di pangkal otoritas Majapahit, tetapi punya yang dipertuan-raja yang otonom dan mandiri. Wilayah Timor lega masa pra-kolonial juga menjadi babak dari jaringan penggalasan nan terpasang antara India dan Tiongkok, serta Asia Tenggara Maritim. Produk-barang terbit luar yang diperdagangkan antara tak logam; beras; tekstil halus; dan koin yang dibarter dengan rempah-rempah lokal seperti tiang cendana; tanduk rusa; malam; dan tak-lain. Kayu cendana yaitu komoditas penting provinsi ini. Pada tahun 1515, makhluk Portugis mula-mula barangkali mendarat di dempang Pante Makasar. Para pelimbang Portugis mengeksplor kayu cendana mulai sejak Pulau Timor hingga pohon itu karib punah. Di tahun 1556, sekelompok biarawan Dominikan mendirikan desa di Lifau.

Selain itu, Timor Timur pernah kreatif di sumber akar pengaruh Kesultanan Ternate. Pada masa pemerintahan Syah Baabullah (1570–1583), ia memperluas pengaruhnya dari Gugusan pulau Maluku; Mindanao; Sulawesi; Nusa Tenggara; Emir Ampat; hingga ke Gugusan pulau Marshall di sebelah timur. Ini ditandai dengan penempatan para wali kuasa Kesultanan Ternate (Sangaji) di kawasan-wilayah itu teragendakan Timor Timur.[3]
[4]
Saat itu Timor Timur masih adalah “wilayah tak bertuan” (wilde occupantie) yang terdiri dari beberapa kerajaan (kesukuan) kecil dan para musafir Portugis yang berlepau di area ini.[5]
Di pengunci abad ke-16, Kesultanan Ternate mulai mengabaikan Timor Timur serta kawasan-wilayah kekuasaannya nan lain, ditambah dengan otoritas Belanda yang semakin menebal di Kesultanan Ternate pada awal abad ke-17.[6]

Sejak penghabisan abad ke-16, Pulau Timor menjadi pendudukan antara nasion Portugis dan Belanda. Keduanya cak bertengger dengan tujuan cak bagi mengeksplor rempah-rempah. Tahun 1613, Belanda menguasai bagian barat pulau yang kemudian dikenal andai “Timor Belanda” maupun Timor Barat. Selama tiga abad berikutnya, Belanda berhasil mendominasi area Indonesia dengan pengecualian Pulau Timor babak timur yang telah lebih lalu diduduki makhluk-bani adam Portugis.

Plong tahun 1702, sebuah provinsi koloni baru Portugal takut di Timor dan beribukota di Lifau, yang juga menjadi ibu ii kabupaten pecah semua distrik pengaruh Portugal di Kepulauan Nusa Tenggara.[7]
Sejak detik itu, area koloni Portugal di Pulau Timor dikenali sebagai “Timor Portugis”. Dominasi Portugal atas wilayah ini lembam, terutama di pedalaman pegunungan. Ini ditandai dengan persaingan antara pedagang Portugis dengan petapa laki-laki Dominikan dan hamba allah Timor sendiri, serta ofensif terbit bala Belanda yang menguasai Timor Barat. Kontrol administrator kolonial sebagian raksasa terbatas pada provinsi Dili, dan mereka harus bergantung lega majikan tungkai tradisional bakal memperketat kontrol dan pengaruhnya. Pada tahun 1769, ibu daerah tingkat dipindahkan bersumber Lifau ke Dili karena serangan terbit beberapa penguasa lokal.

Perbatasan antara Timor Portugis dan Hindia Belanda secara baku diputuskan pada hari 1859 melalui Perjanjian Lisboa antara Portugal dan Belanda. Kemudian pada periode 1913, Portugal dan Belanda secara resmi sepakat untuk menjatah pulau di antara mereka.[8]
Takat definitif ditentukan maka dari itu Mahkamah Arbitrase Antarabangsa pada tahun 1916.[9]
Portugal menguasai wilayah Pulau Timor bagian timur dengan pulau kecil di sekitarnya dan sebuah wilayah
eksklave
di Timor Barat.

Pada tahun 1942, wilayah ini diduduki oleh tentara Jepang yang plong waktu itu menguasai sebagian ki akbar wilayah Asia Tenggara; Asia Timur; dan Kepulauan Pasifik. Pada masa pendudukan Jepang ini terjadi pertempuran sengit di Pulau Timor antara bala Jepang menimpali pasukan Portugis; Belanda; Australia; Amerika Serikat; Inggris; dan beberapa penduduk setempat baik semenjak timur ataupun barat untuk membuyarkan tentara Jepang. Di bawah perebutan Jepang, perbatasan antara Timor Portugis dan Hindia Belanda diabaikan dan Pulau Timor dijadikan suatu zona administrasi di bawah komando Tentara Kekaisaran Jepang. Pasca- kekalahan Jepang n domestik Perang Dunia II dan perang berakhir, Portugal merebut lagi wilayahnya di Timor Timur, provisional Timor Barat menjadi bagian dari Indonesia sehabis kemerdekaannya pada masa 1945.

Proses Integrasi

[sunting
|
sunting sendang]

Pembagian politik antara Timor Timur dan Timor Barat.

Kedatangan nasion Portugis di Timor tidak seutuhnya dikabulkan maka itu penduduk pribumi setempat. Persabungan terhadap kolonialisme Portugis ini mulai unjuk lega pertengahan abad ke-20. Keseleo satu perlawanan yang kemudian muncul yaitu Perlagaan Viqueque. Penampikan ini terjadi karena banyak penduduk pribumi nan merasa bahwa kebijakan pengambilan pajak yang dilakukan oleh pemerintah kolonial bersisa banyak mengimpitkan mereka. Pemberontakan bermula dari situasi pasca Perang Manjapada II, di mana detik itu Indonesia yang baru terbebas berusul pendudukan Jepang menyatakan kemerdekaannya melintasi Proklamasi terlepas 17 Agustus 1945. Berita kemerdekaan Indonesia ini kemudian tersebar ke seluruh dunia dan hingga ke Timor Timur.

Di waktu 1953, bilang tokoh di Timor Timur mendengar kabar kemandirian nan telah terjadi dengan ari-ari-saudaranya yang ada di Timor Barat. Dua tahun berikutnya, para tokoh ini mendengar bahwa pemerintah Indonesia telah menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika di Bandung, yang berputra keputusan mendukung kemerdekaan bersumber penindasan kolonial bagi setiap bangsa. Plong tahun 1955 itu juga sesungguhnya sudah ada tulangtulangan perbantahan dari pemuda-pemuda di Dili. Para cowok itu lalu menyebarluaskan rencananya ke seluruh wilayah Timor Timur. Mulai berantara lahir perasaan nasionalisme di kalangan cowok-pemuda Timor Timur.

Puas perian 1959, semangat kerjakan menyingkirkan diri dari kaum kolonial makin awet di wilayah Viqueque. Ini kelihatan dari berkembangnya rencana kerjakan berbuat perjuangan sreg akhirusanah 1959. Dukungan terhadap rencana itu makin kuat dan tersebar ke wilayah-daerah lain di Timor Timur. Untuk mematangkan rencana itu, diadakan pertemuan yang karenanya memutuskan bahwa pelaksanaan pertempuran akan anjlok pada 31 Desember 1959, sekaligus dengan malam tahun hijau. Karena menurut analisis para pemuda itu, pada malam periode hijau khalayak-orang dan armada Portugis selalu bersuka-suka pora, sehingga tak cak semau konservasi ketat dan terjangan bisa dilakukan. Susuk bantahan ini kemudian diketahui makanya pemerintah kolonial. Mereka segera melakukan penangkapan terhadap jejaka-cowok yang dicurigai baik yang fertil di Dili ataupun kewedanan lain di Timor Timur. Sebagian dari para bujang itu kemudian dibuang ke Angola. Akibat dari kejadian pemberontakan itu, terjadi pembunuhan terhadap ratusan penduduk nan dituduh berkaitan dengan resistansi. Perlawanan rakyat yang digerakkan dari Viqueque itu yaitu penolakan buncit di Timor Timur sebelum Portugal mengamalkan proses dekolonisasi terhadap wilayah ini.

Pada hari 1974, di Portugal terjadi Aliran Bunga (atau disebut kembali Peredaran Anyelir) yang menunda Portugal mengeluarkan garis haluan dekolonisasi dan berangkat meninggalkan wilayah jajahannya termasuk Timor Timur. Partai-partai politik mulai berdiri di Timor Timur: Apodeti (Associação Popular Democrática Timorense); Fretilin (Frente Revolucionária de Timor-Leste Independente); UDT (União Democrática Timorense);
Partido Trabalhista; Kota (Klibur Oan Timor Asu’wain); dan ADITLA (Associação Democratica para a Integração de Timor-Leste na Austrália). UDT mengangankan Timor Timur tetap berada di dasar yuridiksi Portugal. Apodeti menginginkan Timor Timur berintegrasi dengan Indonesia. Fretilin mengangankan Timor Timur merdeka bagaikan sebuah negara berdaulat. Ketiganya merupakan tiga partai terbesar. Organisasi politik-organisasi politik mungil, seperti Ii kabupaten menginginkan rezim monarki tradisional yang fokus pada kepemimpinan tempatan, ADITLA menginginkan Timor Timur berintegrasi dengan Australia, dan Organisasi politik Trabalhista (Puak Buruh) yang didukung oleh komunitas Tionghoa dan Arab saja menginginkan pertukaran nan terkendali.

Selama bulan-bulan mula-mula kelahirannya, puak-partai politik di Timor Timur ini mulai mengamalkan konsolidasi. Tiga organisasi politik di antaranya, yaitu UDT; Fretilin; dan Apodeti mengirimkan utusan-utusannya ke bineka negara, khususnya ke negara-negara terdekat seperti Australia dan Indonesia. Pemrakarsa-tokoh seperti José Ramos Horta dari Fretilin dan Francisco Xavier Lopes da Cruz dari UDT datang ke Jakarta menemui perwakilan pemerintah Indonesia bikin membicarakan urut-urutan situasi yang terjadi di Timor Timur. Menanggapi kronologi ini, Kepala negara Indonesia Soeharto dalam sidang Dewan Stabilisasi Strategi & Keamanan Nasional lega sungkap 8 Oktober 1974 menyatakan sikap dasar bahwa Indonesia tidak punya ambisi teritorial; Indonesia menghormati hak rakyat Timor Timur bikin menentukan nasibnya koteng; dan bila rakyat Timor Timur kepingin bergabung dengan Indonesia, maka Timor Timur tidak mungkin menyatu sebagai negara, melainkan sebagai adegan berpangkal wilayah Negara Keesaan Republik Indonesia.

Bilang mungkin organisasi politik-organisasi politik garis haluan tersebut juga mengadakan ura-ura dengan pihak Portugal, tetapi bukan mengapalkan hasil. Di kemudian hari, di antara partai-partai tersebut terjaga faksi-faksi di Timor Timur, di antaranya adalah kawin antara Organisasi politik UDT dan Fretilin yang dimaksudkan sebagai perkembangan kerjakan membentuk Timor Timur yang merdeka laksana sebuah negara, serta Organisasi politik Apodeti yang menyatakan menghendaki integrasi Timor Timur dengan Indonesia. Namun, hubungan Partai UDT dan Fretilin tidak bertahan lama seiring adanya isu pengkomunisan nan akan dilakukan Fretilin. Bilang dalang UDT alhasil membelakangkan lakukan bergabung dengan Apodeti dan menyasarkan dukungannya untuk bergabung dengan Indonesia. Arah dukungan Partai Apodeti dan UDT itu belakangan juga diikuti makanya sejumlah penggerak dari partai-puak tidak sebagaimana Ii kabupaten dan Trabalhista, temporer Organisasi politik ADITLA nan awalnya menghendaki integrasi Timor Timur dengan Australia kemudian membatalkan niatnya setelah pemerintah Australia menyatakan dengan tegas menolak gagasan tersebut.

Keluarnya UDT dari kekeluargaan dengan Fretilin menimbulkan konflik antara kedua partai tersebut yang berujung pada perang tali pusar di Timor Timur yang berlangsung dari tanggal 20 Agustus setakat 27 Agustus 1975. Barisan Fretilin memberikan penangkisan yang hebat baik terhadap legiun UDT, Apodeti, alias penduduk sipil pendukung faksi integrasi dengan Indonesia. Di perdua kemelut perang saudara, Gubernur Timor Portugis Mário Lemos Pires menghubungi pemerintah gerendel di Portugal sepatutnya mengirimkan bala uluran tangan ke Timor Timur. Karena tidak mendapatkan jawaban, Lemos Pires kemudian memerintahkan penarikan tentara Portugis yang masih mengotot ke Pulau Atauro.

Perang saudara itu kesannya dimenangkan maka dari itu Fretilin, yang kemudian secara
de facto
memegang kendali atas wilayah Timor Timur yang sedang terjadi kekesalan yuridiksi, meskipun beberapa tentangan dan pemusnahan masih berlangsung di bilang provinsi. Kendatipun secara
de facto
memegang kendali tadbir, tetapi Fretilin konstan mengakui kedaulatan Portugal atas Timor Timur dan mengasakan tadbir Portugis kembali dan menyinambungkan proses dekolonisasi. Cak bagi mengisi kehampaan kekuasaan, Fretilin membentuk beberapa uang lelah n domestik menjalankan pemerintahan tentatif berbarengan menunggu hasil komunikasi dengan pemerintah Portugal.

Pada awal November 1975, Menteri Luar Kewedanan Portugal Ernesto Melo Antunes dan Menteri Asing Area Indonesia Lelaki Malik bertemu di Roma, Italia untuk menggosipkan penyelesaian konflik.[10]
Sungguhpun bukan cak semau pemimpin dari Timor Timur yang diundang ke pembicaraan, Fretilin menugasi wanti-wanti yang menyatakan keinginan mereka kerjakan berkolaborasi dengan Portugal. Persuaan berakhir dengan kedua pihak sepakat bahwa Portugal akan bertemu dengan para komandan politik di Timor Timur, tetapi pertemuan itu enggak pernah terjadi. Frustrasi maka dari itu kelambanan Portugal, para pemimpin berbunga Fretilin percaya bahwa mereka bisa menangkis kemajuan yang dicapai Indonesia dengan bertambah efektif seandainya mereka mendeklarasikan Timor Timur yang merdeka. Komisaris Ketatanegaraan Nasional Marí Alkatiri melakukan pengembaraan diplomatik ke Afrika, mengumpulkan dukungan dari pemerintah di sana dan di bekas lain. Menurut Fretilin, upaya ini menghasilkan tanda jadi pecah dua puluh lima negara, termasuk Tiongkok; Embuk Soviet; Mozambik; Swedia; dan Taman bahagia bagi mengakui negara yunior yang akan didirikan.

Fretilin mengedrop duaja Portugal dan memproklamirkan kemerdekaan Timor Timur secara sepihak sreg tanggal 28 November 1975, menyebutnya sebagai
República Democrática de Timor-Leste
(bahasa Portugis bakal “Republik Demokratis Timor Leste”) dan menggotong Francisco Xavier do Amaral umpama Presiden. Laporan yang belakangan didukung oleh Portugal ini tidak diakui oleh pemerintah Indonesia yang sebelumnya telah menyentuh lega hati dengan pihak Portugal intern persuaan di Roma.[11]
Sejurus selepas itu, partai pro-integrasi, adalah Apodeti; UDT; Trabalhista; dan Ii kabupaten lekas mengadakan manifesto tandingan di Balibo pada tanggal 30 November 1975 yang menyatakan bahwa Timor Timur menjadi fragmen dari Indonesia. Naskah proklamasi tersebut ditandatangani oleh Arnaldo dos Reis Araújo (Apodeti) dan Francisco Xavier Lopes da Cruz (UDT). Pernyataan sikap politik keempat organisasi politik diiringi dengan awalan pembentukan legiun perpautan yang direkrut dari para pengungsi nan jumlahnya sekeliling 40 ribu hamba allah. Dari perbatasan Timor Barat, angkatan nan terdiri dari para muhajir ini sekali lagi ke Timor Timur dan menyerang kedudukan pasukan Fretilin secara bergerilya. Beberapa pihak dari kalangan pro-kemerdekaan kemudian menuduh deklarasi yang diadakan makanya kalangan cak membela-integrasi di Balibo dan tentara-pasukan asosiasi nan direkrut terbit para pengungsi sengaja dirancang oleh intelijen Indonesia, dengan maksud lakukan memperkuat legitimasi Indonesia menyerbu wilayah Timor Timur.

Denah yang menunjukkan distrik-wilayah nan diinvasi Indonesia kerumahtanggaan Operasi Seroja.

Plong 7 Desember 1975, Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) melakukan invasi militer ke Timor Timur. Sepanjang masa penyerbuan, agregat penolak integrasi dibantai oleh laskar ABRI, sedangkan momongan-anaknya dibawa ke Indonesia untuk diasuh maka dari itu keluarga militer Indonesia. Menyusul penyerangan tersebut, Gubernur Timor Portugis dan stafnya meninggalkan Pulau Atauro dengan dua kapal perang Portugal, membidik ke Darwin, Australia. Sebagai pernyataan kedaulatan, Portugal konsisten mempertahankan kapal perang nan berpatroli di perairan sekitar Timor Timur sebatas Mei 1976.

Sehabis Timor Timur jatuh ke tangan Indonesia, gabungan partai yang pro-integrasi menciptakan menjadikan PSTT (Pemerintahan Sementara Timor Timur) dan mengangkat Arnaldo dos Reis Araújo sebagai Gubernur serta Francisco Xavier Lopes da Cruz sebagai Wakil Gubernur. Timor Timur baku menjadi distrik ke-27 Indonesia sesudah disahkannya Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1976 Tentang Pengesahan Pemberkasan Timor Timur Ke Dalam Negara Wahdah Republik Indonesia. Masyarakat merasa ingin bersatu dengan Indonesia karena kemiripan budaya dengan ari-ari serumpunnya, Timor Barat. Timor Timur menjadi area yang paling kecil tunggal, karena yaitu satu-satunya distrik Indonesia bekas wilayah jajahan Portugal, dimana provinsi Indonesia lainnya adalah tempat daerah jajahan Belanda. Pron bila Presiden Soeharto menghadiri peringatan 2 masa Integrasi Timtim di Bangunan DPRD Tingkat I Timor Timur, ia menamai bersatunya Timor Timur sebagai “kembalinya anak asuh yang hilang ke pangkuan ibu pertiwi“.

Reaksi

[sunting
|
sunting sumber]

Perkumpulan Nasion-Nasion (PBB) dan beberapa negara di dunia tidak mengakui klaim Indonesia atas Timor Timur. PBB terus menganggap bahwa Portugal sebagai keistimewaan administrasi nan legal kerjakan Timor Timur. Negara-negara yang menyepakati klaim Indonesia atas Timor Timur di antaranya adalah Amerika Serikat dan Australia.[12]
[13]

Tawaran otonomi partikular setakat kemerdekaan

[sunting
|
sunting sumur]

Unjuk rasa di kota Perth, Australia memaksudkan pemecahan Timor Timur mulai sejak Indonesia.

Pasca pengunduran diri Soeharto bagaikan Presiden Indonesia sreg copot 21 Mei 1998 dan digantikan oleh Bacharuddin Jusuf Habibie, ia turut memasrahkan perhatian pada keburukan Timor Timur. Presiden Habibie takhlik berbagai pernyataan publik di mana dia menyebutkan bahwa biaya mempertahankan subsidi moneter bagi mendukung negeri tak diimbangi maka itu manfaat terukur cak bagi Indonesia. Karena amatan untung-rugi yang tidak menguntungkan ini, keputusan nan paling masuk akal yakni untuk kawasan yang bukan penggalan mulai sejak batas asli sejak kemerdekaan 1945 di Indonesia, kerjakan diberikan seleksian demokratis apakah mereka mau konsisten kreatif di Indonesia atau tidak. Seleksian ini juga sejalan dengan program demokratisasi mahajana Habibie setelah era Presiden Soeharto.[14]

Sebagai anju tindak lanjut atas permintaan Habibie, PBB menyelenggarakan persuaan antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Portugal (sebagai otoritas kolonial sebelumnya atas Timor Timur).[15]
Pada tanggal 5 Mei 1999, perundingan ini menghasilkan “Persetujuan antara Republik Indonesia dan Republik Portugis tentang Masalah Timor Timur” yang menjabarkan rincian dari referendum yang diminta. Referendum harus diadakan untuk menentukan apakah Timor Timur akan konsisten menjadi bagian dari Indonesia, sebagai Kawasan Kebebasan Spesial, atau terpisah dari Indonesia.[16]
Referendum itu diorganisir dan dipantau oleh misi penjaga perdamaian nan dibentuk PBB bernama UNAMET dan 450.000 orang terdaftar untuk memilih tercantum 13.000 turunan di asing Timor Timur.

Kesepakatan antara pemerintah Indonesia dan Portugal tertulis “Kerangka Konstitusi untuk kemerdekaan khusus kerjakan Timor Timur” sebagai sebuah aneksasi. Rencana ini akan membentuk “Wilayah Kebebasan Spesial Timor Timur” (Galengan Timor Timur) dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Lembaga-rancangan Provinsi Kemerdekaan Distingtif Timor Timur akan mencangam cagak manajerial yang terdiri terbit seorang Gubernur (dipilih oleh dewan legislatif) dan dewan penasehat, cabang legislatif yakni Dewan Perwakilan Rakyat Kawasan, kehakiman bebas termasuk Perbicaraan daerah, Meja hijau banding, Mahkamah banding akhir dan Jawatan pendakwa penuntut publik, serta Kepolisian Daerah.

Pemerintah Indonesia konsisten memegang kendali atas benteng, syariat ketenagakerjaan, politik ekonomi dan fiskal serta hubungan asing provinsi, sementara syariat Indonesia akan memiliki kelanjutan di wilayah itu. Pemerintah otonom akan memiliki kompetensi atas semua hal yang tidak disediakan bakal Pemerintah Indonesia, termasuk milik untuk mengadopsi lambang perumpamaan simbol identitas. Pemerintah otonom dapat menunjuk hamba allah-orang sebagai “identitas Timor” dan dapat mewatasi eigendom kepemilikan tanah buat makhluk-orang sonder identitas ini. Kode sipil tradisional kembali bisa diadopsi. DOK Timor Timur dapat mengadakan perjanjian dengan pemerintah ii kabupaten dan pemerintah daerah untuk tujuan ekonomi, budaya, dan pendidikan. Kalangan Timor Timur akan berhak berpartisipasi internal organisasi budaya dan olah tubuh di mana entitas non-negara lain berpartisipasi.

Hasil referendum Timor Timur pada tanggal 30 Agustus 1999 menyatakan bahwa sebanyak 344.580 (78,5%) suara dari rakyat Timor Timur menyorong proposal otonomi khas dan 94.388 (21,5%) suara mengakuri tawaran otonomi partikular. Pada tahun 1999, wilayah Timor Timur diserahkan pemerintah Indonesia kepada UNTAET sebagai badan pemerintahan sipil yang dibentuk oleh PBB dalam susuk memelihara misi perdamaian di Timor Timur hingga kemerdekaannya secara resmi lega sungkap 20 Mei 2002.

Ilmu permukaan bumi

[sunting
|
sunting sumber]

Provinsi Timor Timur terwalak di antara 123° – 127° BT dan antara 8° – 10° LS. Terletak di ujung timur berpangkal aliansi Kepulauan Nusa Tenggara, kewedanan ini berbatasan dengan Selat Wetar dan Selat Ombai di sebelah paksina, Laut Banda dan Maluku di sebelah timur, Laut Timor dan Australia di sebelah selatan, serta Nusa Tenggara Timur di jihat barat. Kawasan Timor Timur menutupi areal seluas 14.609,38 km², yang terdiri atas sebagian Pulau Timor adegan timur, Pulau Wedus atau
Atauro, Pulau Jaco, dan sebuah
eksklave
di Timor Barat (Kabupaten Ambeno) nan dikelilingi maka dari itu Area Nusa Tenggara Timur.

Topografi dan iklim

[sunting
|
sunting sumur]

Secara fisiografi, area Timor Timur sebagian besar terdiri dari distrik-daerah gunung-gemunung yang membentang semenjak timur ke barat. Bentangan-bentangan pegunungan ini terserah kalanya terputus, sehingga takhlik lurah-jurang serta jurang-tong yang curam dan amat n domestik. Kemudian di tengah-tengahnya banyak dialiri sungai-sungai kecil. Tanah di area ini banyak mengandung kapur, karang, tanah liat nan pekat, dan batu halus serta sedikit tanah vulkanik.

Di Timor Timur, terdapat tujuh buah gunung yang ketinggiannya bertambah bersumber 2.000 meter. Di Kabupaten Ainaro, terletak Giri Tatamailau (2.986 meter); Gunung Saboria (2.495 meter); dan Gunung Usululi (2.620 meter). Di Kabupaten Ermera terdapat Gunung Hatupai (2.293 meter) dan Gunung Laclo (2.050 meter). Di Kabupaten Manufahi terdapat Jabal Cablaque (2.495 meter), serta di kewedanan perbatasan antara Kabupaten Baucau dan Lautém terdapat Gunung Matebian (2.373 meter).

Secara garis besar diseminasi sungai nan terdapat di Timor Timur dapat dikelompokkan menjadi dua buah daerah sirkulasi sungai (DAS), yakni DAS lor dan daksina, sedangkan DAS prerogatif di Timor Timur yaitu DAS Comoro-Laclo semenjak sejumlah wai nan suka-suka, terdapat beberapa sungai yang rapat persaudaraan sepanjang tahun airnya berputar, walaupun dengan debit air yang nisbi kecil, adalah Batang air Laclo di Kabupaten Manatuto; Sungai Seiçal di Kabupaten Baucau; Kali besar Bulobo, Marobo, Malibaka, dan Nunura di Kabupaten Bobonaro; Sungai Gleno di Kabupaten Ermera; Wai Karau Ulun di Kabupaten Manufahi; Sungai Dilor, Uca, Uwetoko, BeBui dan Irabere di Kabupaten Viqueque; Sungai Loes di Kabupaten Liquiça; dan Bengawan Tono di Kabupaten Ambeno. Rantau Timor Timur bagian utara lega lazimnya bergunung-gunung dengan lereng nan terjal dan di daerah ini banyak terletak hutan bakau. Sebaliknya di pantai putaran selatan hampir semuanya landai.

Iklim di Kawasan Timor Timur lega umumnya tergolong iklim tropis dengan hawa minimum 18–21 °C, sedangkan suhu tertinggi bervariasi antara 26–32 °C. Di penggalan paksina sampai ke Baucau, waktu hujan pada bulan April periode berikutnya, dan pada umumnya diikuti kilangangin kincir barat (muson). Bulan Mei dan Oktober merupakan masa pertukaran. Rembulan September merupakan musim kering yang suhu udaranya cukup minus.

Berbeda keadaannya di daerah ujung timur dan selatan, periode hujan angin drop pada pertengahan bulan April musim berikutnya. Rembulan Mei merupakan musim kemarau dan awal Juni sebatas Agustus musim hujan abu lagi. Apabila di Australia sedang musim campah pada bulan Agustus hingga Oktober, kadang-kadang suhu di Timor Timur runtuh setakat 18 °C. Begitu kembali sebaliknya, apabila di Australia sedang musim panas, di daerah pantai, suhu menjadi tinggi biarpun menengah periode hujan angin. Selain itu, terdapat perbedaan suhu udara yang mencolok antara provinsi rantau dan wilayah pedalaman. Rata-rata curah hujan angin relatif rendah (1.200–1.500 mm per tahun) dengan rata-rata 80–90 hari hujan per tahun, dengan catatan, di bagian daksina dan ujung timur dapat terjadi dua kali hari hujan dalam satu tahun. Sepanjang tahun, keadaan laut di seputar pantai utara pada umumnya ranah, farik dengan pantai selatan yang karib selalu beriak besar, terlebih puas waktu angin barat.

Ilmu kependudukan

[sunting
|
sunting sumur]

Suku bangsa

[sunting
|
sunting sumur]

Penduduk Timor Timur yakni rumpun nasion Austronesia. Di Timor Timur terdapat puluhan suku-suku tempatan, di antaranya adalah Kaki Atoni; Bunak; Kemak; Mambai; Marobo; Samoro; Tetun; dan tak-lain. Rumpun suku nasion nan menghuni wilayah Timor Timur ini n kepunyaan kombinasi kekerabatan dempet dengan suku-suku lain di Indonesia, terutama yang tinggal di wilayah Nusa Tenggara Timur. Selain itu, di Timor Timur juga terwalak suku-suku bangsa lain nan datang berpunca berbagai provinsi Indonesia seperti Bali; Bugis; Jawa; Sunda; serta orang baka Tionghoa dan sejumlah nasab Portugis-Eropa yang disebut
Mestiço.

Bahasa

[sunting
|
sunting sendang]

Rotasi bahasa-bahasa di Pulau Timor.

Pada masa rezim Portugis, wilayah Timor Timur menggunakan Bahasa Portugis sebagai bahasa baku. Setelah kawasan ini diintegrasikan ke Indonesia, eksploitasi Bahasa Portugis kemudian dilarang makanya pemerintahan Presiden Soeharto karena dianggap umpama peninggalan penjajahan dan digantikan oleh Bahasa Indonesia. Dalam praktik keseharian, publik di wilayah ini makin banyak menggunakan Bahasa Tetun sebagai bahasa pengantar dan kendaraan komunikasi antarsuku, sementara Bahasa Indonesia waktu itu dipakai dalam kegiatan-kegiatan resmi pemerintahan, pendidikan, dan membahu. Di perian itu, penggunaan Bahasa Tetun dan Portugis merupakan elemen pemersatu nan berharga bakal masyarakat Timor Timur intern menentang Jawanisasi. Dialek bahasa Tetun yang digunakan di Timor Timur ialah dialek Tetun Praça (Tetun Dili) yang banyak dipengaruhi oleh Bahasa Portugis. Selain itu terdapat pula puluhan bahasa daerah, di antaranya ialah Adabe; Bekais; Bunak; Fataluku; Galolen; Habun; Idate; Kawaimina; Kemak; Makalero; Makasai; Makuva; Mambai; Naueti; Tocodede; Uab Meto (Baikeno); Waimoa; dan Wetar.

Agama

[sunting
|
sunting sumber]

Mayoritas warga Timor Timur merupakan pemeluk agama Katolik Roma (makin dari 90%). Album gereja di wilayah ini telah dimulai sejak abad ke-15 ketika orang-insan Portugis mulai menjejakkan kakinya untuk bergerai di Timor Timur. Berdirinya wilayah keuskupan mutakadim dimulai sejak zaman penyebaran Kekristenan. Tercatat pada periode 1512 dua orang penginjil, yaitu Frei António Taveiro dan Frei Antonio da Cruz tiba menghamburkan Kekristenan di tanah Timor Timur dan pada waktu 1516 telah berbuntut membaptis lebih berpokok 5.000 orang pribumi Timor menjadi Katolik. Tetapi sesungguhnya pengakuan akan provinsi episkopat sendiri bau kencur terjadi plong tahun 1940 melalui
Solemnibus Conventionibus
dari Paderi Pius XII, tentang pengakuan bermula Takhta Suci terhadap wilayah Episkopat Dili yang kemudian memisah maupun terpisah berpangkal Episkopat Makau. Surat pengakuan ini diberikan melalui pemerintahan Portugis bagaikan keseleo suatu simbol kedekatan pemerintahan dan pihak gereja. Menjadi semacam satu buku dalam penyiaran agama, para penginjil nan bergerak privat satu wilayah kerajaan, maka para tanggungan raja berbintang terang prioritas. Demikian juga nan terjadi di Dili dan sekitarnya, sehingga para pemuka masyarakat yang terdiri dari pembesar suku kemudian menjadi motor-biang kerok intern percaturan dan hidup beragama. Kondisi asli masyarakat Timor Timur plong hakikatnya adalah publik yang memiliki kepercayaan terhadap kekuatan alam lain dalam lingkup kehidupannya. Kondisi bendera serta tradisi nan terpecah dalam pelbagai jenis suku, ras, dialek, menyuburkan kepercayaan tradisional yang hidup di paruh-tengah masyarakatnya, hingga dimulainya penyebaran Kekristenan di wilayah ini.

Pada waktu 1975, diperkirakan namun 25–30% warga Timor Timur yang dibaptis sebagai seorang Katolik. Belaka, setelah negeri ini bergabung dengan Indonesia, perkembangan agama Katolik semakin pesat, dan puas sepuluh tahun 1990-an, persentase rakyat Timor Timur yang dibaptis ibarat koteng Katolik mutakadim mengaras makin terbit 90%.[17]
[18]
Kuantitas gereja seorang bertambah dari 100 konstruksi gereja lega waktu 1974 menjadi lebih dari 800 pada perian 1994.[19]
Diyakini salah satu penyebab berkembang pesatnya agama Katolik di wilayah ini adalah karena syariat Indonesia mewajibkan semua warganya cak bagi menganut salah suatu agama nan diakui secara resmi, dan kepercayaan animisme rakyat Timor Timur dianggap tidak sesuai dengan sila pertama Pancasila.[17]
[18]

Sampai tahun 1999, terdapat dua keuskupan di kawasan Timor Timur yaitu: Keuskupan Dili yang didirikan lega tahun 1940, dan Keuskupan Baucau nan berdiri pada tahun 1996. Karena status Timor Timur sebagai daerah Indonesia tidak diakui oleh Takhta Safi, maka Uskup di Timor Timur waktu itu berkedudukan sebagai Administrator Apostolik yang kaya langsung di sumber akar naungan Takhta Putih dan bertanggung jawab secara langsung kepada Paderi, yang pun merangkap bak Paus Agung Dili. Puas tahun 1989, Paus Yohanes Paulus II berbuat lawatan ke Dili dan berbagai macam kota-ii kabupaten lain di Indonesia.[20]

Selain itu, di Timor Timur juga ada pemeluk agama lain seperti Kristen Protestan; Selam; Hindu; Buddha; dan persebaran kepercayaan. Umat Serani Protestan terdiri atas warga pecah berbagai gereja, antara lain Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah (GSJA); Dom Kristen Timor Timur (GKTT); dan beraneka macam gereja lainnya. Di wilayah Timor Timur juga terletak pemeluk agama Islam yang hidup mepet dengan umat-umat lain. Riuk satu gedung masjid nan naik daun di wilayah ini merupakan Masjid An Nur Dili yang didirikan pada periode 1955 dan direnovasi tahun 1981.

Budaya

[sunting
|
sunting sumber]

Kebudayaan lokal publik di Timor Timur punya kekerabatan dengan berbagai suku bangsa lain di Indonesia, khususnya wilayah Timor Barat. Selain itu, budaya Timor Timur juga banyak dipengaruhi oleh bangsa Portugis.

Struktur kebudayaan di Timor Timur pada umumnya mempunyai unit politik tradisional di antaranya adalah kerajaan-kerajaan yang dipimpin oleh sendiri raja (liurai) dibantu oleh
macair fukun
dan
dato uain. Kedua tokoh yang disebut terakhir ini mulai sejak dari dua marga bangsawan dan menetap di desa-desa nan berlainan. Masing-masing membawahi beberapa pemimpin yang mengarak berbagai keramaian seketurunan, sedangkan dominasi raja hanya bersifat simbolik, karena anda mengatur pemerintahan secara tak langsung.

Macair fukun
dan
dato uain
kedua-duanya duduk n domestik beragam pertemuan dan berkewajiban atas pelaksanaan keputusan-keputusan yang sudah lalu diambil dalam perjumpaan-pertemuan tersebut. Di samping itu, mereka juga mempunyai peranan sebagai “hakim” dalam wilayah kekuasaan mereka masing-masing. Barang apa keputusan dan tindakan yang diambil keduanya selalu melalui pembicaraan nan dilakukan dengan para golongan bangsawan.

Puas masa pemerintahan Portugis, n domestik setiap kerajaan-kerajaan itu yang berkewajiban terhadap pemerintah kolonial adalah adalah pejabat desa, dan ketua desa ini mengadakan kontak-hubungan langsung dengan
chefe de suco. Kedudukan
chefe de suco
sebenarnya sebagaimana dengan kedudukan
macair fukun
dan
dato uain. Tetapi privat kenyataannya, peranan
macair fukun
dan
dato uain
lebih efektif dalam mengeset dan mengurus komplikasi-masalah tadbir.
Chefe de suco
dipilih oleh dan dari penghuni kerajaan yang bersangkutan dan disahkan oleh pemerintah kolonial. Tugas
chefe de suco
adalah cak bagi memunculkan surat-manuskrip perintah mulai sejak pemerintah untuk mengganjur pajak, dan membantu pelaksanaan pembukuan pemukim.

Pangkat masyarakat terdiri terbit golongan yang dipertuan beserta para kerabatnya (dossi), para kaum bangsawan (dato), dan anak adam biasa (ema reino
atau
ema). Keanggotaan seseorang intern golongan-golongan sosial ini secara patrimonial. Perkawinan antara golongan-golongan kelas sosial yang berbeda pada prinsipnya dilarang.

Setiap kerajaan pula memiliki
macair lulik, yaitu tokoh agama tradisional. Jabatan ini khusus buat suku bangsa laki-junjungan dan statusnya sama dengan
macair fukun
dan
dato uain. Upacara-seremoni tradisional nan dilakukan publik dipimpin
macair lulik, yang biasanya diadakan pada masa menanam milu dan padi serta menjelang akan dimulainya panen. Di samping itu
macair lulik
sekali lagi membuat upacara bikin lamar hujan bilamana musim kemarau. Ketika perang antar kerajaan masih sering terjadi,
macair lulik
punya tugas membuat upacara sebelum, selama, dan pasca- perang fungsi kesejahteraan dan keselamatan penghuni kerajaan yang bersangkutan. Upacara-upacara lain yang dilakukan penduduk di bawah pengawasan
macair lulik
adalah yang berhubungan dengan beberapa tabu sehubungan dengan totem.

Pendidikan

[sunting
|
sunting sumber]

Tingkat arik abjad di Timor Timur mulai mengalami pertambahan signifikan sejak masa integrasi dari 5% di akhir waktu pemerintahan Portugis hingga menjadi lebih dari 30% pada tahun 1999.[21]
Pada tahun 1986, didirikan Universitas Timor Timur (saat ini Universitas Nasional Timor Lorosae) maka dari itu Gubernur Mário Viegas Carrascalão. Selain itu, sebuah politeknik yakni Politeknik Dili diresmikan puas waktu 1990. Di wilayah ini juga berdiri puluhan sekolah dari ibtidaiah hingga madya yang dibangun hingga kurun tahun 1990-an. Sreg dekade 1980 hingga 1990-an, beribu-ribu pesuluh/mahasiswa berasal Timor Timur banyak yang mengenyam pendidikan di berbagai kota-daerah tingkat tidak di distrik Indonesia seperti Jakarta; Surabaya; Denpasar; Yogyakarta; dan lain-lain melampaui mekanisme beasiswa yang diberikan oleh pemerintah.

Rezim

[sunting
|
sunting sumur]

Kepala Area

[sunting
|
sunting mata air]

Komandan daerah Provinsi Timor Timur saat itu adalah seorang Gubernur yang dibantu oleh seorang Wakil Gubernur yang dipilih melalui mekanisme penyaringan di DPRD Area. Jabatan Gubernur Timor Timur purwa diemban oleh Arnaldo dos Reis Araújo (1976-1978) dan terakhir diemban oleh José Abílio Osório Soares (1992-1999).


Ketua Pemerintahan Sementara Timor Timur
No. Foto Ketua Mulai menyandang Akhir menyandang Organisasi politik Wakil ketua Hari Keterangan


No image (male).svg Arnaldo dos Reis Araújo 17 Desember 1975 3 Agustus 1976 Apodeti Francisco Xavier Lopes da Cruz [ket. 1]
Flag of Indonesia.svg

Gubernur Timor Timur

Coat of arms of Timor Timur.svg
No. Foto Gubernur Menginjak menjawat Akhir menjabat Partai Duta Gubernur Masa Keterangan

1
No image (male).svg Arnaldo dos Reis Araújo 3 Agustus 1976 19 September 1978 N/A Francisco Xavier Lopes da Cruz 1 [ket. 2]
[ket. 3]

2
No image (male).svg Guilherme Maria Gonçalves 19 September 1978 18 September 1982 [ket. 4]

3
Mario Viegas Carrascalão small.jpg Mário Viegas Carrascalão 18 September 1982 18 September 1987 Golongan Karya Lowong 2
18 September 1987 18 September 1992 Antonius Baldinuci Saridjo

(1989–1992)
3

4
Gubernur Timor Timur Abilio Jose Osorio Soares.jpg José Abílio Osório Soares 18 September 1992 18 September 1997 Antonius Baldinuci Saridjo

(1992–1993)
4
Johanes Haribowo

(1993–1997)
18 September 1997 19 Oktober 1999
Johanes Haribowo

(1997–1998)
5 [ket. 5]
Johannes Suryo Prabowo

(1998)
Radjakarina Brahmana

(1998)
Musiran Darmosuwito

(1998–1999)
Legenda

 Non Partai / Penugasan Pemerintah

Keterangan

  1. ^

    Ditetapkan sebagai Ketua Tadbir Sementara Timor Timur berlandaskan hasil kesepakatan pasca Pengetahuan Rakyat Timor Timur di Balibo yang menyatakan penyatuan wilayah negara Timor Portugis dengan negara Indonesia

  2. ^

    Diangkat sebagai Gubernur Timor Timur berdasarkan aspirasi yang masin lidah Pemerintah Republik Indonesia bersumber sejumlah biang keladi Timor Portugis

  3. ^

    Diberhentikan setelah diangkat menjadi anggota DPR RI pasca Pemilu 1977

  4. ^

    Dilantik menjadi Gubernur Timor Timur menggantikan Arnaldo dos Reis Araújo yang menjadi anggota DPR RI

  5. ^

    Abílio Soares otomatis diberhentikan umpama Gubernur sesudah keluarnya TAP MPR RI No. V/MPR/1999 yang mengesahkan hasil referendum di Timor Timur

Perwakilan

[sunting
|
sunting sumber]

Timor Timur n kepunyaan sebuah senat daerah yang disebut
Dewan Agen Rakyat Daerah Propinsi Ii kabupaten I Timor Timur
atau DPRD Provinsi Timor Timur nan anggotanya terdiri atas elemen-anasir partai ketatanegaraan dan golongan nan dipilih rakyat kerumahtanggaan pemilihan publik setiap 5 tahun sekali, serta melangkahi penunjukan langsung bermula militer. Berikut ini ialah komposisi anggota DPRD Timor Timur dari musim 1980 sebatas 1997.


Indonesia
Pembagian kursi DPRD Provinsi Timor TimurCoat of arms of Timor Timur.svg
Tahun  PPP  Golkar  PDI  ABRI Jumlah
1980 0 25 0 0 25
1981 0 24 0 0 24
1982 0 32 0 4 36
1987 0 34 2 9 45
1988 0 34 2 9 45
1989 0 33 2 9 44
1990 0 34 2 9 45
1991 0 34 2 9 45
1992 2 29 5 9 45
1997 1 30 5 9 45

Selain itu, Timor Timur sekali lagi memiliki perwakilan nan duduk di MPR/DPR RI nan terdiri atas anggota dari organisasi politik politik yang dipilih setiap 5 tahun sekali, serta dari elemen utusan daerah. Pasca referendum tahun 1999, seluruh anggota MPR/DPR dari daerah pemilahan Timor Timur dialihkan ke daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur dan anggota pecah utusan distrik ditarik pun.

Pembagian manajerial

[sunting
|
sunting sendang]

Hingga hari 1999, secara administratif Kawasan Timor Timur terdiri atas 13 kabupaten, 1 daerah tingkat administratif, 62 kecamatan, serta 442 desa.

Berikut ini adalah daftar kabupaten di Timor Timur (hingga 19 Oktober 1999):

No. Kabupaten/ii kabupaten Buku rezim Bupati/wali kota (1999) Luas wilayah (km2)[22] Besaran penghuni (1996)[23] Kecamatan[24] Kelurahan/desa[25] Lambang
Coat of arms of Timor Timur.svg
Kar lokasi
1 Kabupaten Aileu Aileu Daftar bupati Soeprapto Tarman 729,49 28.953 4 -/31

East Timor Aileu locator map 2003-2015.svg

2 Kabupaten Ainaro Ainaro Daftar bupati Evaristo Doutel Sarmento 798,87 45.455 4 -/21

East Timor Ainaro locator map 2003-2015.svg

3 Kabupaten Ambeno Pante Makasar Daftar bupati Filomeno Misquito da Costa 814,66 53.529 4 -/18

East Timor Oecussi-Ambeno locator map 2003-2015.svg

4 Kabupaten Baucau Baucau Daftar bupati Virgílio Maria Dias Marçal 1.493,80 90.587 6 -/58

East Timor Baucau locator map 2003-2015.svg

5 Kabupaten Bobonaro Maliana Daftar bupati Guilherme dos Santos 1.386,12 89.748 6 -/51

East Timor Bobonaro locator map 2003-2015.svg

6 Kabupaten Covalima Suai Daftar bupati Herman Sedyono 1.225,53 50.336 6 -/29

East Timor Cova Lima locator map 2003-2015.svg

7 Kabupaten Dili Dili Daftar wedana Domingos MD Soares 371,60 151.067 2 -/7

East Timor Dili locator map 2003-2015.svg

Kota Administratif Dili Daftar wali kota eksekutif Mateus Maia 2 -/26
8 Kabupaten Ermera Gleno Daftar bupati Constantino Soares 746,00 88.170 5 -/52

East Timor Ermera locator map 2003-2015.svg

9 Kabupaten Lautém Lospalos Daftar bupati Edmundo de Conceição Silva 1.702,33 52.198 5 -/34

East Timor Lautém locator map 2003-2015.svg

10 Kabupaten Liquiça Liquiçá Daftar bupati Leoneto Martins 548,12 50.621 3 -/23

East Timor Liquiçá locator map 2003-2015.svg

11 Kabupaten Manatuto Manatuto Daftar bupati Vidal Doutel Sarmento 1.705,45 34.595 6 -/29

East Timor Manatuto locator map 2003-2015.svg

12 Kabupaten Manufahi Same Daftar bupati Nazário Andrade 1.324,91 37.072 4 -/29

East Timor Manufahi locator map 2003-2015.svg

13 Kabupaten Viqueque Viqueque Daftar bupati Martinho Fernandes 1.780,50 51.888 5 -/34

East Timor Viqueque locator map 2003-2015.svg

Dalam administrasi sarana bermotor, seluruh kabupaten yang suka-suka di Timor Timur saat itu diberi kode Tanda Nomor Ki alat Bermotor (TNKB) dengan leter
DF
nan berlaku hingga tahun 1999.

Lambang Provinsi

[sunting
|
sunting sumber]

Lambang Provinsi Timor Timur (1976-1999).

Warna Lambang Daerah, masing-masing melambangkan:

  1. Merah, melambangkan keberanian;
  2. Kuning, melambangkan keluhuran, keluhuran, kebesaran, dan kejayaan;
  3. Putih, melambangkan kehormatan dan keterusterangan;
  4. Biru, menandakan kedamaian dan kesetiaan;
  5. Hitam, melambangkan kelanggengan dan keteguhan;
  6. Hijau, menandakan kemakmuran.

Isi Lambang Kawasan, masing-masing melambangkan:

  1. Bentuk kelasak bersudut lima, melambangkan kelima sila berbunga Pancasila ialah Asal dan Falsafah roh Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia;
  2. Perisai, melambangkan keamanan terhadap keutuhan wilayah dan guna rakyat Timor Timur bak bagian yang tak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia;
  3. Bintang bersudut lima, menandakan keagungan, jalal, dan kelestarian Tuhan Yang Maha Esa;
  4. Lin HOURI OTAS, HOURI WAIN, OAN TIMOR ASSWA’IN, melambangkan jiwa patriot dan semangat juang rakyat Timor Timur privat mempertahankan Wawasan Nusantara yang dilandasi nilai-biji 1945 kerjakan membangun Provinsi Timor Timur guna hingga ke kehidupan nan lebih baik;
  5. Rumah rasam Timor Timur, melambangkan persatuan, pertautan, komunitas, dan kekeluargaan serta keramahtamahan misal pola roh dan dasar ikatan kemasyarakatan yang merupakan nilai luhur kebudayaan dan adat istiadat mahajana Timor Timur;
  6. Kotak perhiasan dari kencana, melambangkan kesuburan, kesuksesan, dan keindahan Timor Timur yang merupakan bagian tak terpisahkan berpangkal Kepulauan Indonesia lainnya, yang letaknya bagaikan zamrud melingkari khatulistiwa dan menghiasi ibu pertiwi;
  7. Kaebauk, pedang dan tombak, merepresentasi keperwiraan dan kepahlawanan;
  8. Aksara TIMOR TIMUR
    di atas kaebauk, menandakan ikatan batin masyarakat Timor Timur dengan kebiasaan istiadat dan kebudayaan;
  9. Setangkai pari
    berjumlah 17 butir, menyimbolkan tanggal terbentuknya Provinsi Timor Timur;
  10. Setangkai bunga kapas
    berkuncup asli 7 buah, melambangkan bulan terbentuknya Wilayah Timor Timur;
  11. Kotak perhiasan
    tersolder 7 ekor ikan dan 6 biji zakar perahu yang dirangkaikan menjadi kredit 76, melambangkan tahun 1976 sebagai tahun terbentuknya Area Timor Timur.

Pertahanan dan keamanan

[sunting
|
sunting sumber]

Sejak perian 1979 hingga 1999, Timor Timur merupakan wilayah dari Kodam IX/Udayana yang bermarkas di Denpasar, Bali nan merupakan komando kewilayahan pertahanan semenjak TNI Angkatan Darat nan meliputi Gugusan pulau Nusa Tenggara. Wilayah satuan teritorial Kodam IX/Udayana di wilayah Timor Timur yaitu Korem 164/Wira Dharma yang terbagi atas beberapa Kodim, ialah Dili; Baucau; Lospalos; Viqueque; Manatuto; Aileu; Ainaro; Manufahi; Covalima; Maliana; Ermera; Liquiça; dan Ambeno. Seluruh Kodim tersebut kemudian dibagi sekali lagi menjadi beberapa Koramil yang berada di tingkat kecamatan.

Selain itu, hingga masa 1996 provinsi syariat Polri yang menggermang di Timor Timur adalah Kepolisian Wilayah Timor Timur (Polwil Timtim) nan berkecukupan di radiks Kepolisian Provinsi Nusa Tenggara (Polda Nusra). Lega musim 1996, pasca likuidasi catur Polda di daerah Polda Nusra, Polwil Timor Timur diubah statusnya menjadi Kepolisian Area Timor Timur (Polda Timtim (kini dialih manfaat menjadi
Academia Policia Nacional Timor Leste)) hingga 1999.

Sejak tanggal 24 September 1999, militer Indonesia mulai ditarik mundur dan per tanggal 31 Oktober 1999 seluruh tentara Indonesia memencilkan Timor Timur sehabis 24 tahun masa integrasi dan digantikan pasukan keamanan bersumber Perserikatan Nasion-Bangsa nan mengontrol keamanan di wilayah ini.

Perekonomian

[sunting
|
sunting sumber]

Sebelum dan semasa kolonisasi, Pulau Timor dikenal bak produsen cendana. Salah satu proyek jangka tahapan prospektif nan pernah ada ialah peluasan dan eksploitasi minyak bumi dan gas standard bersama dengan Australia di sebelah tenggara perairan Timor. Sesudah Arus Anyelir, pemerintahan kolonial Portugal memberi konsesi patra kepada Oceanic Exploration Corporation cak bagi ekspansi dan eksploitasi tersebut. Akan hanya, pemanfaatan minyak tersebut gagal terlaksana dikarenakan Kampanye Seroja plong tahun 1976. Kemudian setelahnya, tipar minyak di kewedanan Timor Timur dibagi antara Indonesia dan Australia adv amat Perjanjian Terali Timor tahun 1989.[26]
Perjanjian ini menetapkan panduan pengusahaan sumber daya bawah laut korespondensi di wilayah Timor Timur di perenggan maritim yang disepakati pada periode 1972.[27]
Pendapatan mulai sejak kawasan perkariban ini dibagi 50%-50%. Woodside Petroleum dan ConocoPhillips menginjak mengeksploitasi sebagian sumber daya minyak di Celah Timor atas nama Indonesia dan Australia puas periode 1992. Para pencerca berpendapat bahwa negosiasi dan penandatanganan perjanjian ini berarti Australia menyepakati secara hukum invasi dan aneksasi Timor Timur oleh Indonesia. Perjanjian ini enggak pun berlaku setelah Timor Timur memisah dari Indonesia tahun 1999 dan digantikan oleh Perjanjian Laut Timor antara Australia dan Timor Leste pada tahun 2002.

Galeri

[sunting
|
sunting sumber]

Lihat lagi

[sunting
|
sunting perigi]

  • Album provinsi di Indonesia
  • Ki kenangan Timor Leste
  • Hubungan Indonesia dengan Timor Leste
  • Kolonialisme Portugis di Indonesia
  • Daftar tokoh Timor Timur

Pustaka

[sunting
|
sunting sumber]


  1. ^


    “UNANIMOUS ASSEMBLY DECISION MAKES TIMOR-LESTE 191ST UNITED NATIONS MEMBER STATE | Meetings Coverage and Press Releases”.
    www.un.org
    (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal
    2021-06-17
    .





  2. ^


    Taylor, Jean Gelman (2003).
    Indonesia: Peoples and Histories. New Haven and London: Yale University Press. hlm. 377. ISBN 0-300-10518-5.





  3. ^

    Kisah Sri paduka Baabullah, Pahlawan Asal Maluku Paksina yang Gigih Menggertak Penjajah dan Ahli Berdiplomasi

  4. ^

    Pahlawan Nasional – Syah Baabullah dari Provinsi Maluku Lor

  5. ^

    Arend de Roever (2002)
    De jacht op sandelhout; De VOC en de tweedeling van Timor in de zeventiende eeuw. Zutphen: Walburg Pers, p. 72.

  6. ^

    Kilas Balik: Senyatanya, Dulu Timtim Timbrung Ternate

  7. ^


    “Gunn (1999),
    Timor Lorosae: 500 years
    (Macau: Livros do Oriente), p.80.”
    (PDF). Diarsipkan dari varian nirmala
    (PDF)
    sungkap 24 March 2009. Diakses tanggal
    25 April
    2009
    .





  8. ^

    Schwartz (1994), p. 199.

  9. ^


    Verzijl, J.H.W. (1973).
    International Law in Historical Perspective. Martinus Nijhoff Publishers. hlm. 488.





  10. ^

    Adam Malik dan Kisahan Sebuah Tustel

  11. ^

    Setelah Proklamasi Sepihak Itu

  12. ^


    “East Timor Revisited. Ford, Kissinger and the Indonesian Invasion, 1975–76”.
    National Security Archive. 6 Desember 2001.





  13. ^


    Mike Head (2000-09-18). “Documents reveal that Australia urged Indonesia to invade East Timor in 1975”.
    World Socialist Web Site.





  14. ^

    [1]
    [
    pranala purnajabatan
    ]



  15. ^

    United Nations Mission in East Timor (UNAMET). Agreement between the Republic of Indonesia and the Portuguese Republic on the Question of East Timor Diarsipkan 6 September 2022 di Wayback Machine.

  16. ^

    Agreement regarding the modalities for the popular consultation of the East Timorese People
  17. ^


    a




    b




    Hodge, Joel (2013). “The Catholic Church in Timor-Leste and the Indonesian occupation: A spirituality of suffering and resistance”.
    South East Asia Research.
    21
    (1): 151–170. ISSN 0967-828X.




  18. ^


    a




    b




    Taylor, Jean Gelman (2003).

    Indonesia: Peoples and Histories

    Perlu mendaftar (gratis)

    . Yale University Press. hlm. 381. ISBN 978-0-300-10518-6.





  19. ^

    Robinson, G.
    If you leave us here, we will die, Princeton University Press 2022, p. 72.

  20. ^

    Mengenang Paus Paulus Yohanes II di Bukit Taci Tolu

  21. ^


    Roslyn Appleby (30 August 2022).
    ELT, Gender and International Development: Myths of Progress in a Neocolonial World. Multilingual Matters. hlm. 92. ISBN 978-1-84769-303-7.





  22. ^


    “20 years of development in East Timor”.
    nla.gov.au
    . Diakses tanggal
    2021-11-10
    .





  23. ^


    “20 years of development in East Timor”.
    nla.gov.au
    . Diakses terlepas
    2021-11-10
    .





  24. ^


    “20 years of development in East Timor”.
    nla.gov.au
    . Diakses tanggal
    2021-11-10
    .





  25. ^


    “20 years of development in East Timor”.
    nla.gov.au
    . Diakses tanggal
    2021-11-10
    .





  26. ^


    “TIMOR GAP TREATY between Australia and the Republic of Indonesia on the Zone of cooperation in an area between the Indonesian Province of East Timor and Northern Australia”. Diarsipkan mulai sejak versi ikhlas sungkap 16 June 2005.




  27. ^


    “Radio Australia”. Diarsipkan berusul versi kudus tanggal 2 January 2007.



Pranala asing

[sunting
|
sunting perigi]

  • BJ Habibie Bicara Lepasnya Timor Timur dari Indonesia, Tribunnews.com, 2022-05-17. Diakses sreg 2022-05-03
  • Masa Integrasi Ialah Tahun Terindah bagi Timor Timur kompasiana, 2022-03-07. Diakses pada 2022-05-03
  • Timor Leste harus libatkan PBB jika ingin balik ke Indonesia, Lensa Indonesia, 2022-01-08. Diakses puas 2022-05-03
  • Penentuan Pendapat Timor Timur, Fakta yang Mengubah Memori, kompas.com, 2022-06-26. Diakses pada 2022-05-03



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Timor_Timur#:~:text=Partai%2Dpartai%20politik%20mulai%20berdiri,para%20a%20Integra%C3%A7%C3%A3o%20de%20Timor%2D

Posted by: caribes.net